You are on page 1of 8

PPPPTK Medan Wiono, S.

Pd
Pengoperasian PLC Twido Pada Sistem Otomasi Industri 1
MATERI POKOK 1
OPERASIONAL PLC
Indikator Keberhasilan
Setelah mempelajari materi ini peserta diklat dapat :
1. Menyebutkan pengertian PLC menurut NEMA
2. Menjelaskan fungsi bagian-bagian PLC dengan benar
3. Menjelaskan prinsip kerja PLC dengan benar
1. Latar Belakang dan Perkembangan PLC
Sebelum adanya programmable logic controller, sudah banyak peralatan-
peralatan kontrol yang digunakanseperti cam switch, limit switch dan
sebagainya. Dahulu panel kontrol dengan relay sudah menjadi kontrol
sekuensial yang utama kemudian diteruskan dengan munculnya transistor,
dimana solid state relay (SSR) dapat menggantikan relai elektromagnetik
yang tidak cocok untuk kontrol dengan kecepatan tinggi. Namun sekarang
sistem kontrol sudah meluas ke seluruh pabrik dan kebutuhan akan sistem
pengontrolan semakin mengharapkan yang lebih baik lagi, yang memiliki
aplikasi kendali yang luas dan sistem kontrol total dikombinasikan dengan
kontrol feedback, pemrosesan serta sistem monitor terpusat. Sistem kontrol
logika konvensional tidak dapat melakukan hal-hal tersebut untuk itu
Programmable Logic Controller dihadirkan untuk menjawabnya.
Programmable logic controller (PLC) diperkenalkan pertama kali pada
tahun 1969 oleh Richard E. Morley pendiri Modicon Corporation. Modicon
kependekan dari Modular Digital Controller. Setelah itu muncul PLC model
184 yang mencapai kesuksesan, diperkenalkan pada tahun 1973 yang
dirancang oleh Michael Greenberg. Kemudian sampai sekarang PLC terus
dikembangkan, yang mana sekarang divaisnya sudah berbasis komputer,
standar industri dan menggantikan divais elektro-mekanik dan rangkaian
yang mengontrol mesin-mesin proses dan peralatan-peralatan. Begitupun
dengan sistem pemrogramannya, jika dahulu pemrogramannya hanya untuk
merek spesifik PLC yang digunakan namun sekarang sistem pemrogram PLC
PPPPTK Medan Wiono, S.Pd
Pengoperasian PLC Twido Pada Sistem Otomasi Industri 2
sudah dikombinasikan dengan personal computer (PC) melalui perangkat
lunak berbasis windows.
2. Pengertian PLC Menurut NEMA
Aplikasi pada industri dan kontrol proses sangat memerlukan relai sebagai
elemen kontrolnya, yang mana relai tersebut digunakan sebagai penghubung
dari suatu rangkaian ke rangkaian lainnya dengan menggunakan pengawatan.
Namun pada saat mengalami perubahan deskripsi kerja, sistem
pengawatannya harus diubah juga terlebih dahulu, tentunya hal tersebut tidak
efisien dan memerlukan waktu yang cukup lama. Dengan menggunakan PLC
maka pada setiap terjadi perubahan deskripsi kerja sebuah sistem, maka yang
diubah adalah “Program“nya tanpa mengubah penginstalasiannya.
Menurut National Electrical Manufacturing Association (NEMA) PLC
adalah suatu perangkat elektronik digital dengan memory yang dapat
diprogram untuk menyimpan instruksi-instruksi yang menjalankan fungsi-
fungsi spesifik, seperti : logika, sequencing, timing, counting, dan aritmatika
untuk mengontrol mesin dan proses. Gambar 1 di bawah memperlihatkan
fungsi- fungsi yang dapat dikerjakan oleh PLC.

Gambar 1. Fungsi PLC

Programmable Logic Controller dapat diartikan sebagai berikut :
a. Programmable:
PLC sebagai alat pengendali mempunyai kemampuan bahwa programnya
dapat diubah atau dimodifikasi berdasarkan deskripsi kerja yang diinginkan
tanpa mengubah sistem instalasinya.


PPPPTK Medan Wiono, S.Pd
Pengoperasian PLC Twido Pada Sistem Otomasi Industri 3
b. Logic ;
PLC bekerja berdasarkan logika sehingga dapat melakukan fungsi timing,
counting, sequencing, dan aritmatika.
c. Controller ;
PLC mempunyai kemampuan untuk mengendalikan plant atau sistem
berdasarkan instruksi program.
Dalam melakukan pengendalian suatu peralatan pada dasarnya
mencakup tiga bagian besar yakni bagian INPUT, CONTROLLER, dan
OUTPUT. Bagian input adalah peralatan-peralatan yang memberikan
masukan untuk menentukan proses kerja peralatan yang dikontrol,
contoh bagian input seperti tombol tekan, limit switch, flow switch, dan
sebagainya. Sedangkan bagian output adalah peralatan-peralatan yang
dipergunakan untuk melaksanakan hasil dari suatu proses. Contoh bagian
output yaitu motor, selenoid, led display, heater, lampu, dan sebagainya.
Kemudian bagian controller berfungsi untuk melakukan perhitungan,
pengambilan keputusan, pengendalian, dan lain sebagainya dari
masukan untuk dikeluarkan dibagian output dalam hal ini dilakukan oleh
PLC. Gambar 2 di bawah memperlihatkan diagram input output pada
PLC.

Gambar 2. Diagram Input Output Pada PLC.

PPPPTK Medan Wiono, S.Pd
Pengoperasian PLC Twido Pada Sistem Otomasi Industri 4
Sistem kerja dari PLC adalah berdasarkan program yang dimasukkan
kedalamnya dan secara umum fungsi dari PLC sangatlah kompleks dan
teliti diantaranya dapat mengingat, mendata, mengolah/memproses data,
berkomunikasi/berdialog, memutus, dan menghubungkan rangkaian secara
otomatis. Selain itu program yang akan dimasukkan kedalam memori PLC
dapat dibuat kapan saja sesuai dengan keperlukan dan pada peralatan atau
mesin yang akan dikendalikan oleh PLC, dapat dikontrol, diatur, ditambah,
dapat dikurangi, dan diganti dengan mudah.
3. Bagian-Bagian PLC dan Fungsi nya
Bagian-bagian yang terdapat pada PLC tidak jauh berbeda dengan
perangkat keras yang dimiliki oleh sebuah computer, namun
perbedaannya dengan personal computer yaitu pada PLC sudah dilengkapi
unit input-output digital yang bisa langsung dihubungkan keperangkat luar
(switch, sensor, relai dll). Namun perbedaan utama antara PLC dengan
personal computer yaitu PLC dirancang untuk instalasi dan perawatan oleh
teknisi elektrik industri yang tidak harus mempunyai skill elektronika yang
tinggi. Gambar di bawah ini memperlihatkan konfigurasi antara Personal
computer dengan PLC.

Gambar 3. Konfigurasi Personal Komputer
PPPPTK Medan Wiono, S.Pd
Pengoperasian PLC Twido Pada Sistem Otomasi Industri 5


Gambar 4. Konfigurasi PLC

Bagian-bagian dari Programmable Logic Controller antara lain terdiri dari ;
a. Power Suppl y Uni t, berfungsi untuk memberikan sumber daya ke
PLC.
b. Central Processing Uni t (CPU) , merupakan jantung dari sistem
PLC yang berfungsi untuk mengambil instruksi dari memori,
mendekodenya dan kemudian mengeksekusi intruksi tersebut. Selama
proses tersebut, CPU akan menghasilkan sinyal kontrol yang
memindahkan data I/O port atau sebaliknya, melakukan fungsi
aritmatika dan logika juga mendeteksi sinyal dari luar CPU. Sebagian
besar CPU berisi batterai cadangan yang berfungsi untuk menjaga
program operasi yang ada dalam penyimpanan jika terjadi kegagalan
supply daya pada PLC.
c. Input/Output Modules, Input/Output Modules merupakan suatu
peralatan atau perangkat elektronik yang berfungsi sebagai perantara
atau penghubung (interface) antara CPU dengan peralatan input output
devices,
Input Modules, berfungsi untuk mengkonversi sinyal diskrit dan analog
yang berasal dari input device menjadi sinyal digital.
PPPPTK Medan Wiono, S.Pd
Pengoperasian PLC Twido Pada Sistem Otomasi Industri 6
Output Device, berfungsi untuk mengkonversi sinyal digital menjadi
sinyal analog sehingga dapat mengaktifkan kembali peralatan luar
(output devices).
d. Programming Devices, atau alat untuk memprogram adalah suatu
peralatan yang digunakan untuk menuliskan, mengedit, memodifikasi
atau memonitoring program yang ada di dalam memori PLC. Sistem
pemrograman PLC dapat dilakukan dengan dua cara, pertama dengan
menggunakan personal computer, yaitu rancangan kontrol konvensional
ditulis dalam bentuk ladder diagram dan dapat langsung didownload ke
PLC, Kedua dengan menggunakan programming console, yaitu ladder
diagram yang telah didapat tadi diubah terlebih dahulu menjadi
pnemonic code dan selanjutnya dapat dituliskan pada keypad dari
console.
e. Memory, seperti halnya sistem computer, memori PLC terdiri atas
RAM dan ROM. Kapasitas memori antara satu PLC dengan yang lain
berbeda-beda tergantung pada type dan pabrik pembuatnya, begitupula
dalam menyatakan ukuran memori, beberapa pabrik menyatakan ukuran
memori dalam byte, kilobyte dan ada pula yang dinyatakan dengan
jumlah intruksi yang dapat disimpan.
RAM (Random Acces Memory), berfungsi sebagai tempat
penyimpanan program, program yang telah ditulis tersimpan di dalam
RAM yang ada di dalam PLC sehingga dapat diubah/diedit melalui
programming unit, namun kerugian penyimpanan di RAM adalah
progam dan data akan hilang ketika power supply mati, dan untuk
mengatasi hal ini RAM dapat dibackup dengan batteray lithium,
sehingga meskipun power suplly mati, program dan data tidak hilang,
umumnya bila batteray tidak rusak, program dan data bisa disimpan
selama 30 hari.
ROM (Read Only Memory), merupakan tempat penyimpanan
Operating System yang dibuat oleh pabrik pembuat PLC, operating
PPPPTK Medan Wiono, S.Pd
Pengoperasian PLC Twido Pada Sistem Otomasi Industri 7
System ini hanya dapat dibaca oleh prosessor dan berfungsi untuk
mengeksekusi program yang tersimpan di dalam RAM.
4. Waktu Scan
Proses scan terjadi secara kontinyu dan berurutan dari pembacaan status
input, pengevaluasian logika kontrol dan memperbaharui output. Kemudian
waktu yang diperlukan untuk membuat suatu scan umumnya bervariasi mulai
dari 1 milidetik sampai 30 milidetik hal tersebut tergantung dari panjangnya
program. Dari gambar 6 di bawah dapat dilihat PLC akan mengamati
inputnya kemudian membangkitkan respon kontrol yang tepat pada
outputnya.


Gambar 5. Siklus Scan Secara Umum.

5. Prinsip Kerja Programmable Logic Controller
Sebuah PLC bekerja dengan cara menerima data-data dari peralatan
input luar atau input devices, peralatan input luar secara umum disebut
sensor yang terbagi menjadi dua jenis yaitu sensor jenis kontak dan
sensor jenis non kontak. Sensor jenis kontak contohnya yaitu push
button, sakelar, limit switch, level switch dan lain-lainnya, kemudian sensor
jenis non kontak yaitu sensor magnit, sensor induktif, sensor kapasitif, LDR
dan lain sebagainya. Data-data yang masuk dari peralatan input ini
berupa sinyal-sinyal analog (berupa besaran listrik), yang selanjutnya
melalui input modules diubah menjadi sinyal digital untuk kemudian
PPPPTK Medan Wiono, S.Pd
Pengoperasian PLC Twido Pada Sistem Otomasi Industri 8
diolah oleh CPU berdasarkan intruksi-intruksi program yang telah dibuat
dan ditetapkan suatu keputusan untuk dikirim ke output modules, kemudian
oleh output modules sinyal digital ini diubah terlebih dahulu menjadi sinyal
analog, sinyal analog inilah yang akan mengaktifkan output devices yang
berupa output kontrol seperti relai, kontaktor, selenoid, kemudian output
beban seperti lampu, motor dan lain sebagainya. Secara blok diagram,
prinsip kerja PLC dapat dilihat pada gambar 5 berikut ;


Gambar 6. Skema Prinsip Kerja PLC.