You are on page 1of 8

PERBANDINGAN GANTRY DAN MOBILE

CRANE PADA JALAN LAYANG DARI SEGI
WAKTU, METODE KERJA, DAN BIAYA
1
WAHID SULISTIYONO HUSEIN,
2
DWI DINARIANA
1
Teknik Sipil, Universitas Bina Nusantara
2
Teknik Sipil, Universitas Persada Indonesia YAI, Jl. Salemba 7 Jakarta Pusat
e-mail : wahid.husein@yahoo.com
ABSTRAK
Pada pembangunan jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang pada paket Mas
Mansyur diperlukannya alat berat untuk membatu proses pekerjaan. Alat berat gantry dan
mobile crane beroda rantai merupakan alat berat yang digunakan pada pembangunan tersebut.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan antara kinerja kerja kedua alat berat
tersebut pada paket Mas Mansyur yang ditinjau dari segi waktu, metode kerja, dan biaya.
Penelitian ini dilakukan dengan mencari data-data yang diperlukan, dan mengidentifikasi
masalah-masalah yang berhubungan dengan proses dan pelaksanaan alat berat dari segi waktu,
metode kerjanya, dan biaya. Data-data yang sudah didapatkan dianalisa. Dari hasil analisa
kedua alat tersebut didapatkan hasil dari proses erection segment yaitu pada jarak 2 meter
gantry lebih efisien 31.02%, pada jarak 15 meter gantry lebih efisien 32.62%, pada jarak 18
gantry lebih efisien 28.04% dari mobile crane. Pada analisa biaya harga satuan mobile crane
19% dari harga satuan gantry, sehingga biaya mobile crane lebih murah dari gantry, namun
dari segi tenaga kerja gantry lebih sedikit membutuhkan tenaga kerja dari mobile crane. Analisa
dari segi waktu, metode kerjanya, dan biaya, gantry lebih unggul waktu dan metode kerjanya
dari mobile crane, sedangkan untuk analisa biaya mobile crane lebih unggul dari gantry.
Kata Kunci: Gantry, Mobile Crane, metode kerja, waktu, biaya

1. PEDAHULUAN
Jakarta merupakan kota yang ramai penduduknya dan juga sangat rawan terhadap kemacetan. Pada
daerah Kampung Melayu-Tanah Abang merupakan salah satu daerah yang rawan terhadap kemacetan,
untuk mengatasi atau mengurangi kemacetan tersebut, salah satunya diperlukan penambahan ruas jalan
dengan cara pembuatan jalan layang.
Pengertian jalan layang adalah jalan yang dibangun tidak sebidang melayang menghindari
daerah/kawasan yang selalu menghadapi permasalahan kemacetan lalu lintas, melewati persilangan kereta
api untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas dan efisiensi. Jalan layang merupakan perlengkapan jalan
bebas hambatan untuk mengatasi hambatan karena konflik dipersimpangan, melalui kawasan kumuh yang
sulit ataupun melalui kawasan rawa-rawa. Jalan layang sebagai penghubung dari satu daerah ke daerah
yang lainnya, maka jalan layang menjadi salah satu cara untuk mengurangi kemacetan yang sering terjadi.
Dalam pembuatan proyek besar seperti jalan layang non tol diperlukannya suatu alat berat supaya
pekerjaan dapat terselesaikan dengan lebih cepat dengan adanya bantuan dari alat berat tersebut. Dan juga
seiringnya perkembangan zaman yang modern bentuk dari proyek semakin bervariasi dan semakin sulit
tingkat pembuatannya, maka dibuatnya alat yang lebih canggih dan modern untuk membantu pekerjaan
menjadi lebih mudah untuk dilaksanakan. Alat berat yang digunakan pada proyek jalan layang non tol
Kampung Melayu-Tanah Abang yaitu menggunakan alat berat launcher gantry dan mobile crane.
Pada penelitian sebelumnya telah diteliti mengenai erection girder tipe I dengan sistem foating
crane, kura-kura dan girder launcher. Dalam kutipan laporan (Supani, 2007) tentang metode pelaksanaan
erection girder tipe I dengan sistem foating crane, kura-kura dan launcher girder pada proyek jembatan
suramadu ini berisikan sebagian tentang mengenai metode kerja erection girder, kriteria waktu, biaya,
cara operasi alat berat. Pada erection girder tipe I digunakan dua buah floating cranes berkapasitas 100
ton untuk meletakkan girder pada pilar. Floating cranes tersebut ditempatkan diatas ponton. Untuk
menjaga kestabilan maka floating cranes dikaramkan dengan cara diisi air pada bagian badan floating
cranes. Metode kura-kura ini hampir sama dengan floating cranes, yang berbeda hanya pada alat berat
yang digunakan untuk melaksanakan erection girder. Metode ini digunakan dua buah crawler cranes
berkapasitas 100 ton untuk meletakkan girder pada pilar. Crawler cranes tersebut ditempatkan di atas
ponton. Pada penelitian tersebut metode girder launcher atau launcher gantry lebih efektif dari metode
foating crane dan metode kura-kura.
Metode yang ke tiga yaitu metode girder launchers, girder launchers ini menggunakan alat launching
gantry, salah satu dari berbagai jenis girder launchers. Pelaksanaan erection girder dilaksanakan diatas
jembatan. Girder diluncurkan dari span satu menuju span yang dituju menggunakan trolley yang bergerak
diatas rellongitudinal, setelah girder sampai pada posisi launching gantry, lalu launching gantry yang
membawa balok girder tersebut bergerak secara transversal menuju bearing pad dimana balok tersebut
akan diletakkan, setelah pekerjaan erection girder pada satu span tersebut selesai lalu gantry
bergerak maju.
Pada penelitian ini menjelaskan tentang perbandingan kinerja alat berat launcher gantry dan mobile
crane pada proyek jalan layang non tol Kampung Melayu tanah abang pada proyek paket Mas Mansyur
dari segi metode kerja, waktu, dan biaya pada proses erection segment box girder. Pada penelitian tersebut
akan didapatkan data metode kerja, waktu dan biaya, kemudian data tersebut diteliti sehingga akan
didapatkan data metode kerja, waktu, dan biaya untuk per segment box girdernya. Data yang sudah
didapatkan dan diteliti, kemudian data pada alat berat launcher gantry dan mobile crane untuk per
segment box girdernya dibandingkan. Sehingga akan diketahui efesiensi dan keunggulan dari alat berat
launcher gantry dan alat berat mobile crane.
Tujuannya untuk membandingkan kinerja dari segi waktu, tenaga kerja, dan biaya pada alat berat
gantry dengan mobile crane yang dioperasikan dijalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang.
Dan juga mengetahui kekurangan dan kelebihan dari kedua alat tersebut, sehingga alat berat yang
digunakan dalam pembangunan proyek pekerjaan jalan layang akan lebih efektif dan menjadi lebih cepat
pengerjaannya.

2. METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan dengan mencari data-data yang diperlukan, dan mengidentifikasi masalah-
masalah yang ada tentang hal-hal yang berhubungan dengan bagaimana proses dan pelaksanaan dari alat
berat launching gantry dan mobile crane dari segi waktu, biaya, dan metode kerjanya. Setelah itu
dilakukan studi literatur yang dilanjutkan dengan menganalisa data teknis studi kasus yang berupa data-
data yang diperlukan untuk meneliti efesiensi waktu, metode kerja, dan biaya dari alat berat launching
gantry dan mobile crane dari proyek jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang.
Selanjutnya dilakukan analisa perbandingan kelebihan dan kekurangan dari alat berat launching
gantry dan mobile crane, dengan mengetahui kekurangan dan kelebihan dari kedua alat berat tersebut
sehingga dapat mengetahui efesiensi dari kedua alat berat tersebut, sehingga launching gantry dan mobile
crane dapat bekerja dengan maksimal. Untuk metahui hasil kerja alat launching gantry dan mobile crane
dapat diketahui dari laporan harian, mingguan, dan bulanan.
Pengumpulan data-data untuk penelitian ini dilakukan dengan cara memperoleh data-data
penunjang dari Konsultan dan kontraktor proyek jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang
pada paket Mas Mansyur pada bagian pier 61 atau pada kilometer ke 0,14 sampai dengan pier 66 atau
pada kilometer ke 0,38.
Ada dua jenis sumber data-data, yaitu:
a. Data-data primer
Data-data yang didapatkan dari wawancara dan pengamatan di lapangan yaitu tentang kinerja
alat berat gantry dan mobile crane, hal ini untuk mengetahui metode kerja dan waktu yang
terlaksana pada proyek Jalan Layang Non Tol.
b. Data-data sekunder
Data-data yang diperoleh dari studi literatur dengan berbagai buku referensi, jurnal, dan data
proyek. Datadata proyek yaitu salah satunya berupa data penjadwalan proyek, laporan bulanan kontraktor,
laporan mingguan kontraktor, harga sewa alat berat launching gantry dan mobile crane, upah operator
launching gantry dan mobile crane.


3. HASIL DAN BAHASAN
Hasil pengumpulan data yang didapat adalah, data-data spesifikasi dari alat berat gantry, alat berat
mobile crane, dan box girder.
3.1. Launcher Gantry
Gantry adalah alat berat yang berfungsi untuk mengangkut benda-benda berat. Jenis alat berat yang
berada di jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang adalah launching gantry 65 ton – 50 m.


Gambar 1 Launcher Gantry


Gambar 2 Skema Pemindahan Segment Dengan launcher Gantry

Pada gambar 4.20 yaitu skema pemindahan segment box girder dengan menggunakan alat berat
gantry dengan jarak rata-rata pemindahan segment box girder memiliki jarak yang sama. Pada segment 3U
dipindahkan dengan menggunakan gantry pada lokasi awal menuju lokasi pemasangan sejauh jarak
horizontal yaitu 2 M, sedangkan segment 4U memiliki jarak 15 M dari lokasi awal ke lokasi pemasangan,
dan jarak segment 5U memiliki jarak 18 M dari lokasi awal ke lokasi pemasangan.
3.2. Mobile crane
Mobile crane yang berada di jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang khususnya paket
Mas Mansyur menggunakan mobile crane berjenis roda karet dan roda rantai. Pada penelitian ini mobile
crane yang diteliti yaitu mobile crane yang beroda rantai.

Gambar 3 mobile crane Beroda Rantai

Gambar 4 Skema Pemindahan Segment Dengan Mobile Crane

Gambar 4.36 yaitu gambar skema pemindahan segment box girder dengan menggunakan alat
berat mobile crane. Pada skema tersebut yaitu pemindahan segment box girder dengan rata-rata jarak yang
sama, yaitu pada segment 3U memiliki jarak horizontal sebesar 2 M dari lokasi awal ke lokasi
pemasangan, kemudian pada segment 4U memiliki jarak 15 M dari lokasi awal ke lokasi pemasangan, dan
pada segment 5U memiliki jarak 18 M dari lokasi awal ke lokasi pemasangan.
3.3. Analisa Data
Setelah dilakukannya perbandingan rata-rata waktu yang sama pada alat berat gantry dan mobile
crane, kemudian dilakukannya perbandingan rata-rata waktu gantry dan mobile crane dengan jarak yang
sama. Hasil rata-rata waktu gantry dan mobile crane dengan jarak yang sama, yaitu:
Tabel 1 Perbandingan Rata-Rata Waktu Erection Segment Dengan Alat Gantry Dan Mobile Crane
Dengan Jarak 2 Meter
Gantry Mobile Crane
Rata-Rata
Waktu
Rata-Rata
Waktu
Pemasangan Segment 00:05:02 00:04:46
Pemindahan Segment 00:09:42 00:26:05
Penyambungan Segment 00:44:13 00:52:00
Pelepasan Segment 00:02:30 00:06:14
Total Waktu 01:01:27 01:29:05
Total (detik) 3,687 5,345
Waktu yg dibutuhkan (terhadap waktu terlama/ Mobile
Crane) (%)
68.98 100.00
Efisiensi (%) 31.02 0.00
Pekerjaan

Tabel 2 Perbandingan rata-rata waktu Erection Segment Gantry dan Mobile Crane Dengan Jarak 15 Meter
Gantry Mobile Crane
Rata-Rata Waktu Rata-Rata Waktu
Pemasangan Segment 00:05:31 00:05:02
Pemindahan Segment 00:16:12 00:46:25
Penyambungan Segment 00:47:08 00:49:44
Pelepasan Segment 00:03:17 00:05:52
Total Waktu 01:12:08 01:47:03
Total (detik) 4,328 6,423
Waktu yg dibutuhkan (terhadap waktu terlama/
Mobile Crane) (%)
67.38 100.00
Efisiensi (%) 32.62 0.00
Pekerjaan

Tabel 3 Perbandingan rata-rata waktu Erection Segment Gantry Dan Mobile Crane Dengan Jarak 18
Meter
Gantry Mobile Crane
Rata-Rata
Waktu
Rata-Rata
Waktu
Pemasangan Segment 00:04:27 00:04:25
Pemindahan Segment 00:27:09 00:49:51
Penyambungan Segment 00:47:20 00:54:03
Pelepasan Segment 00:02:15 00:04:29
Total Waktu 01:21:10 01:52:48
Total (detik) 4,870 6,768
Waktu yg dibutuhkan (terhadap waktu terlama/ Mobile
Crane) (%)
71.96 100.00
Efisiensi (%) 28.04 0.00
Pekerjaan

Waktu erection segment yang dibutuhkan alat berat gantry (terhadap waktu terlama/Mobile Crane)
dan efisiensi erection segment dapat diketahui sebagai berikut:
- W = (G/M)X100% (1)
- E = ((M-G)/M)X100% (2)
Dimana:
W = Waktu yang dibutuhkan (terhadap waktu terlama/ Mobile Crane) (%)
G = Total waktu (detik) alat berat gantry
M = Total waktu (detik) alat berat mobile crane
E = Efisiensi (%)
Berdasarkan waktu yang dibutuhkan (terhadap waktu terlama/ Mobile Crane) (%) dan efesiensi
dalam betuk persen (%) pada jarak 2 meter diperoleh hasil sebagai berikut :
• Hasil waktu erection segment yang dibutuhkan alat berat gantry adalah 68.98% dari waktu
erection segment yang dibutuhkan mobile crane.
• Efesiensi erection segment pada jarak 2 meter yaitu, gantry lebih efesien sebesar 31.02%
dibandingkan dengan mobile crane untuk jarak 2 meter.
Untuk jarak jarak 15 meter diperoleh hasil sebagai berikut:
• Hasil waktu erection segment yang dibutuhkan Gantry 67.38% dari waktu erection segment
yang dibutuhkan Mobile Crane
• Efesiensi pada jarak 15 meter yaitu, gantry lebih efesien 32.62% dibandingkan dengan mobile
crane untuk jarak 15 meter.
Untuk jarak jarak 18 meter diperoleh hasil sebagai berikut:
• Hasil Waktu erection segment yang dibutuhkan alat berat gantry adalah 71.96% dari waktu
erection segment yang dibutuhkan mobile crane.
• Efesiensi pada jarak 18 meter yaitu, gantry lebih efesien 28.04% dibandingkan dengan mobile
crane untuk jarak 18 meter.
Tabel 4 Data Harga Alat Berat
Alat Berat Biaya Sewa Biaya Per Hari
Gantry Rp 10.500.000.000/502 hari Rp 20,916,334.66
Mobile crane Rp 100.000.000/1 bulan 3,333,333.33 Rp

Data alat berat yang berada pada tabel diatas yaitu alat berat yang bekerja pada proyek jalan layang
non tol Kampung Melayu-Tanah Abang pada paket Mas Mansyur. Penyewaan alat berat tersebut
ditentukan oleh masing-masing pemilik alat berat terebut. Pada tabel diatas kontrak pembayaran
penyewaan gantry selama 502 hari, sedangkan kontrak pembayaran penyewaan mobile crane selama 3
hari.
Data upah tenaga kerja ini terdiri dari upah tenaga kerja, tenaga ahli, operator, pengarah, mandor,
yaitu:
Tabel 5 Data Upah Tenaga Kerja
Tenaga kerja Per bulan Per hari
Tenaga ahli (skilled labour ) 42,000.00 Rp
Operator 3,500,000.00 Rp 116,667.00 Rp
Pengarah 5,000,000.00 Rp 166,667.00 Rp
Mandor 60,000.00 Rp
Pekerja (labour ) 40,000.00 Rp
Total 425,334.00 Rp

Data pada tabel diatas merupaka data upah masing-masing tenaga kerja. Pembayaran upah tenaga
kerja sebagian besar dihitung satu hari kerja, namun sebagian ada yang dibayar per-bulan.
Proses erection segment, gantry membutuhkan tenaga kerja kurang dari mobile crane. Hal ini
diketahui dalam analisis proyek, gantry membutuhkan tenaga ahli membutuhkan 2 orang, 2 operator, 1
merujuk, 1 mandor, dan 6 pekerja. Sementara tenaga kerja yang dibutuhkan oleh mobile crane
membutuhkan tenaga ahli seperti 2 orang, 2 operator, 1 merujuk, 1 mandor, dan 11 pekerja.
Tabel 6 Kinerja Gantry Per Komponen Box Girder
Tanggal 21/11/2012 4/12/2012 5/12/2012 7/1/2013 9/1/2013 19/1/2013
Jam kerja 14.52 - 18.00 22.54 - 07.45 12.23 - 03.26 23.18 - 05.43 12.14 - 04.06 23.39 - 05.17
Total jam kerja 3 jam 8 menit 8 jam 51 menit 3 jam 3 menit 6 jam 25 menit 3 jam 52 menit 5 jam 38 menit
Jumlah komponen yang
terpasang
2 4 2 4 2 4
Jumlah tenaga kerja
Tenaga Ahli 2 2 2 2 2 2
Operator 2 2 2 2 2 2
Pengarah 1 1 1 1 1 1
Mandor 1 1 1 1 1 1
Pekerja 6 6 6 6 6 6
Jumlah Alat 1 1 1 1 1 1

Tabel 7 Kinerja Mobile Crane Per Komponen Box Girder
tahun 6/12/2012 19/12/2012 6/1/2013 20/1/2013
Jam kerja 23.55 - 04.39 12.03 - 04.16 12.20 - 04.18 12.15 - 04.53
Total jam kerja 4 jam 44 menit
4 jam 13 menit
3 jam 58 menit 4 jam 38 menit
Jumlah komponen yang terpasang 2 2 2 2
Jumlah tenaga kerja
Tenaga Ahli 2 2 2 2
Operator 2 2 2 2
Pengarah 1 1 1 1
Mandor 1 1 1 1
Pekerja 11 11 11 11
Jumlah Alat 1 1 1 1

Pada tabel 6 dan tabel 7 diketahui kinerja gantry dan mobile crane per harinya, hal ini diketahui
dari setiap tanggal pekerjaan gantry diketahui jam kerja dari mulai sampai selesai pengerjaan.
Tabel 8 Indeks Kinerja Gantry Untuk I Buah Komponen Box Girder
21/11/2012 4/12/2012 5/12/2012 7/1/2013 9/1/2013 19/1/2013
Indeks Indeks Indeks Indeks Indeks Indeks
Total jam kerja (normal 480 menit/8 jam) 188 531 183 385 232 338
Jumlah komponen yang terpasang 2 4 2 4 2 4
Jumlah tenaga kerja
Tenaga Ahli 0.39 0.55 0.38 0.40 0.48 0.35 0.43
Operator 0.39 0.55 0.38 0.40 0.48 0.35 0.43
Pengarah 0.20 0.28 0.19 0.20 0.24 0.18 0.21
Mandor 0.20 0.28 0.19 0.20 0.24 0.18 0.21
Pekerja 1.18 1.66 1.14 1.20 1.45 1.06 1.28
Alat 0.20 0.28 0.19 0.20 0.24 0.18 0.21
Rata-
rata
Tanggal

Tabel 9 Indeks Kinerja Mobile Crane Untuk I Buah Komponen Box Girder
tahun 6/12/2012 19/12/2012 6/1/2013 20/1/2013
Indeks Indeks Indeks Indeks
Total jam kerja (normal 480 menit/8
jam)
284 253 238 278
Jumlah komponen yang terpasang 2 4 2 4
Jumlah tenaga kerja
Tenaga Ahli 0.59 0.26 0.50 0.29 0.41
Operator 0.59 0.26 0.50 0.29 0.41
Pengarah 0.30 0.13 0.25 0.14 0.21
Mandor 0.30 0.13 0.25 0.14 0.21
Pekerja 3.25 1.45 2.73 1.59 2.26
Alat 0.30 0.13 0.25 0.14 0.21
Rata-
rata


Pada tabel 8 dan 9 dapat diketahui indeks kinerja gantry dan mobile crane untuk satu buah
komponen box girder per segment. Perhitungan indeks dapat diketahui sebagai berikut:

(3)
Tabel 10 Harga Satuan Pemasangan Pada I Buah Komponen Box Girder Dengan Alat Gantry
Jenis Tenaga/Alat indeks satuan Harga satuan Jumlah
Tenaga Kerja
Tenaga Ahli 0.43 OH 42,000.00 Rp 17,937.50 Rp
Operator 0.43 OH 116,667.00 Rp 49,826.53 Rp
Pengarah 0.21 OH 166,667.00 Rp 35,590.35 Rp
Mandor 0.21 OH 60,000.00 Rp 12,812.50 Rp
Pekerja 1.28 OH 40,000.00 Rp 51,250.00 Rp
Alat Gantry 0.21 hari 20,916,335.00 Rp 4,466,509.04 Rp
Total 4,633,925.92 Rp

Tabel 11 Harga Satuan Pemasangan Pada I Buah Komponen Box Girder Dengan Alat Mobile Crane
Jenis Tenaga/Alat indeks satuan Harga satuan Jumlah
Tenaga Kerja
Tenaga Ahli 0.41 OH 42,000.00 Rp 17,226.56 Rp
Operator 0.41 OH 116,667.00 Rp 47,851.70 Rp
Pengarah 0.21 OH 166,667.00 Rp 34,179.76 Rp
Mandor 0.21 OH 60,000.00 Rp 12,304.69 Rp
Pekerja 2.26 OH 40,000.00 Rp 90,234.38 Rp
Alat Mobile Crane 0.21 hari 3,333,333.33 Rp 683,593.75 Rp
Total 885,390.83 Rp

Pada tabel 10 dan 11 dapat diketahui total harga pemasangan satu buah segment dengan gantry dan
mobile crane. Perhitungan jumlah dapat diketahui sebagai berikut:
Jumlah = (indeks x harga satuan) (4)
Tabel 12 Perbandingan Harga Gantry Dan Mobile Crane
Tenaga Kerja Harga pemasangan
Gantry Mobile crane
Tenaga Ahli 17,937.50 Rp 17,226.56 Rp
Operator 49,826.53 Rp 47,851.70 Rp
Pengarah 35,590.35 Rp 34,179.76 Rp
Mandor 12,812.50 Rp 12,304.69 Rp
Pekerja 51,250.00 Rp 90,234.38 Rp
Alat 4,466,509.04 Rp 683,593.75 Rp
Total Harga 4,633,925.92 Rp 885,390.83 Rp
Persentase perbandingan harga
terhadap harga terendah (waktu
terlama/ Mobile Crane) (%)
523% 1.00 Rp

harga satuan gantry 523% dari harga unit mobile crane. Sehingga harga dapat dilihat dari segi
harga instalasi dengan menggunakan mobile crane lebih murah daripada menggunakan gantry.

4. SIMPULAN DAN SARAN
Dari hasil analisa dan perhitungan alat berat gantry dan mobile crane pada jalan layang non tol
Kampung Melayu-Tanah Abang pada paket Mas Mansyur, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
a. Pembangunan jalan layang non tol pada paket Mas Mansyur, proses pengerjaan gantry lebih
cepat dibandingkan pada proses pengerjaan mobile crane.
b. Proses erection segment dengan menggunakan alat berat gantry membutuhkan tenaga kerja
yang lebih sedikit dibandingkan dengan proses erection segment dengan menggunakan alat
berat mobile crane.
c. Dalam perhitungan biaya, biaya penyewaan alat berat mobile crane lebih terjangkau
dibandingkan gantry, hal tersebut dapat diketahui dari hasil analisa perhitungan biaya pada alat
berat.
d. Dari hasil analisa dalam segi waktu, metode kerja, dan biaya pada proyek jalan layang non tol
Kampung Melayu-Tanah Abang pada paket Mas Mansyur, menggunakan alat berat gantry dan
mobile crane dapat digunakan, namun penggunaan alat berat gantry lebih efisien dari segi
waktu dan metode kerja. Sehingga untuk proses pengerjaan erection segment pada jalan layang
sebaiknya menggunakan alat berat gantry.
e. Namun apabila dalam pembuatan flyover/jalan layang dengan jarak yang pendek sebaiknya
menggunakan mobile crane, dikarenakan proses pemasangan dan launching atau pemindahan
pada gantry memakan waktu yang cukup lama, dan memerlukan tenaga ahli untuk proses
pemasangan alat berat gantry tersebut.
f. Untuk pekerjaan proyek dengan garis horizontal yang panjang, mobile crane lebih unggul dari
gantry, karena mobile crane memiliki roda yang bebas bergerak, sedangkan gantry hanya bisa
bergerak horizontal sebanjang lebar dari roller gantrytersebut.

5. REFERENSI
Fadhilah, Alqa; Fitriani, Rani; Astuti, Santi Widi. (2011). Konstruksi Bangunan TransportasI
Pembelajaran Box Girder. Politeknik Negeri Bandung, Bandung.
Hasan, Saiful; Al-Hussein, Mohamed. (2010). Advanced Simulation Of Tower Crane Operation Utilizing
System. Proceedings of the 2010 Winter Simulation Conference, 3262.
Jarzani, Muhamad Jahus. 2010. Jalan Layang. Diperoleh 06-11-2012 dari http://jahus-
civilengineers.blogspot.com/2010/01/jalan-layang.html
Kristijanto, Heppy; Supani. (2007). Analisa Pemilihan Keputusan Metode Pelaksanaan Erection Girder
Tipe - I Dengan Metode Ahp ( Studi Kasus : Causeway Jembatan Suramadu Sisi Madura). Jurnal
Pondasi. 13 (2), 156.
Liono, Sugito. (2009). Metode Konstruksi Precast Segmental Balanced Cantilever (Studi Kasus Jalan
Layang Pasupati – Bandung). Jurnal Teknik Sipil, 5, 122.
Pratomo, Devanto Shasta; Saputra, Putu Mahardika Adi. (2011). Kebijakan Upah Minimum Untuk
Perekonomian Yang Berkeadilan: Tinjauan UUD 1945. Journal of Indonesian Applied Economics,
5 (2), 269-285.
Peurifoy, L. Robert; Schexnayder, J. Clifford; Shapira, Aviad. (1956). Construction Planning, Equipment,
and Methods. New York : McGraw-Hill.
Rosignoli, Marco. (2010).Bridge Erection Machines. Encyclopedia Of Life Support Systems (EOLSS).
USA
Suryadharma, Hendra; Wigroho, Haryanto Yoso. (1998). Alat-Alat Berat. Yogyakarta : Universitas Atma
Yaya Yogyakarta.
Wilopo, Djoko. (2009). Metode Konstruksi dan Alat-Alat Berat. Jakarta : Universitas Indonesia (UI-
Press).
Yahya, Robby Gunawan. (2007). Studi Permodelan Bangkitan Perjalanan. Jurnal Teknik Sipil, 3 (1), 92.

6. RIWAYAT PENULIS
Wahid Sulistiyono Husein lahir di kota Jakarta pada 21 September 1990. Penulis
menamatkan pendidikan S1 di Universitas Bina Nusantara dalam bidang Teknik Sipil
pada 2013.