You are on page 1of 19

3.2.

1 Well Logging
Well Logging merupakan pekerjaan penilaian formasi pada saat pemboran (LWD), sebelum di
casing (Open Hole) ataupun setelah dicasing (Case Hole) dengan cara menurunkan serangkain alat
pendeteksi sifat – sifat fisik batuan melalui ireline ataupun batang bor (drill string) ke kedalaman
!ang akan diin"estigasi# Diameter peralatan logging con"ensional umumn!a $
%&'((
, dengan panjang
tool logging )* – %* ft# +eralatan ini di turunkan kedasar lubang bor dengan menggunakan ireline
cable !ang dilengkapi , conduktor () konduktor untuk mengirim arus dari permukaan ke logging
tool di baah permukaan, dan % konduktor mentransmisi data dari peralatan logging baah
permukaan ke ruang kontrol) (lihat gambar $#-.)# /etapi untuk Logging While Drilling (LWD)
peralatan dirangkai pada rangkaian pemboran !ang dilengkapi dengan peralatan logging, memori,
dan batrai dalam melakukan penilaian formasi saat pemboran# 0eberapa log !ang dihasilkan dari
pengukuran formasi berdasarkan fungsin!a, !aitu 1
Gambar 3.46.
Wireline Logging

(Dewan T. John, 1983, ”Essentials of Modern Open-Hole Log Interpretation”)
3.2.1.1 Log Lithologi
Log lithologi terdiri dari Log 2pontaneous +otensial (2+) dan Log 3amma 4a! (34)#
5elalui Log 2+ dan 34 dapat didefinisikan lithologi dari formasi batuan (permeable atau
impermeable), dan juga dapat menghitung kandungan Cla! di dalam batuan formasi disetiap ke
dalaman#
Log Spontaneous Potensial (SP
Log 2pontaneous +otensial (2+) adalah rekaman selisih potensial antara sebuah electrode
(6fish6) !ang ditempatkan di permukaan tanah dengan suatu electrode !ang mobile di dalam lubang
sumur (Doll, 78-')# 2pontaneous +otensial Log memiliki satuan dalam milli"olts (m") !ang
bisan!a dapat dilihat pada chart log di track 9 7#
Log 2pontaneous +otensial (2+) bertujuan untuk mengidentifikasi lapisan permeable,
menentukan batas lapisan, mengitung harga resisti"itas air formasi, dan membantu dalam korelasi
lapisan batuan antar sumur#
Log 2pontaneous +otensial ditimbulkan dari empat macam potensial listri (lihat gambar
$#-,), !aitu 1
7# :sh (:lectric 2hale)
2uatu potensial elektrokimia !ang timbul pada shale (impermeable ;one) antara
bidang pertemuan hori;ontaln!a dengan ;ona permeable dan bidang pertemuan
"ertikaln!a dengan lubang bor#
)# :d
2uatu potensial elektrokimia !ang timbul pada perbatasan antara in"anded ;one
(;ona in"asi) dan non in"anded ;one dalam lapisan permeable#
$# :mc (:lectric 5ud Cake)
+otensial elektrokimia !ang timbul pada mud cake#
-# :sb (:lectric 2hale 0ads)
+otensial elektrokinetik !ang timbul pada lapisan shale tipis !ang berbatasan dengan
lubang sumur#
Gambar 3.47.
Sumber Potensial Log SP

(Dewan T. John, 1983, ”Essentials of Modern Open-Hole Log Interpretation”)
+eralatan 2pontaneous +otensial memberikan arus listrik ke dalam formasi melalui lumpur
pemboran# Lumpur pemboran !ang berbahan dasar min!ak (O05) memiliki konduktifitas !ang
buruk, sehingga 2+ tidak dapat digunakan dalam sumu !ang dibor dengan menggunakan O05#
+rinsip kerjan!a adalah menurunkan sebuah elektroda ke dalam lubang bor dan elektroda
lain !ang berhubungan diletakkan dipermukaan# +erbedaan tegangan secara terus – menerus dicatat
seiring dengan dinaikann!a elektroda pada lubang bor#
Harga 2+ dalam lubang bor sangat dipengaruhi oleh ketebalan lapisan, kondukti"itas
formasi, in"ansi lumpur, diameter lubang bor, kandungan shale dalam formasi, dan perbandinga
antara 4mf (5ud <iltrate 4esisti"it!) dengan 4 (Water 4esisti"it!)# Hasiln!a ini dapat digunakan
untuk mendeteksi lapisan – lapisan !ang porous dan permeable, menentukan batas – batas lapisan,
mengestimasi harga tahanan air formasi, dan digunakan dalam korelasi batuan dari beberapa sumur#
Harga 2+ log untuk shale cenderung konstan (shale base line) dan apabila terdapat lapisan
permeable akan ditandai dengan adan!a defleksi Log 2+ dari 2hale 0ase Line# Defleksi kur"a Log
2+ !ang tergambar pada chart log di track 97 akan memberikan bentuk – bentuk sebagai berikut 1
7# Lurus dan konstan (shale base line) pada lapisan shale#
)# Lapisan permeable !ang berisi air asin, kur"a log akan bergeser negatif (ke kiri) dari
2hale 0ase Line#
$# Lapisan permeable !ang berisi air taar, kur"a log akan bergeser positif (ke kanan)
dari 2hale 0ase Line#
-# Lapisan permeable !ang berisi hidrokarbon, kur"a log akan bergeser negatif (ke kiri)
dari 2hale 0ase Line#
+ada Log 2+ juga dikenal istilah 2tatic 2pontaneous +otensial (22+)# 2tatic 2pontaneous
+ontantial (22+) merupakan harga 2+ total atau harga 2+ ma=imum dari pengukuran lapisan (non>
shale, porous, dan permeable) (lihat gambar $#-')# Harga 22+ dapat diperoleh melalui pembacaan
langsung dari chart atau dengan menggunakan persamaan sebagai berikut#
22+ ? > @ log (4
mf
& 4

) ###################################################################### ($>77)
Dimana 1
22+ 1 2tatic 2pontaneous +otensial, m"
@ 1 @onstanta lithologi formasi, ( @ ? *#7$$ /
f
A.7)
/
f
1 /emperature formasi,
*
<
4
mf
1 /ahanan filtrate lumpur, ohm>m
4

1 /ahanan air formasi, ohm>m
+enentuan kandungan shale di dalam batuan formasi dapat di deteksi dengan menggunakan
Log 2pontaneous +otential# Hal ini dapat dilakukan melalui persamaan sebagai berikut 1
( )
cl sh
cl
sh
SP SP
SP SP
SP V


=
……………………………………………… (3-12)
Atau
( )
SSP
SP SP
SP V
cl
sh

= ………………………………………………. (3-14)
Dimana 1
2+ 1 Harga log pada chart 2+
2+
cl
1 Harga log 2+ di depan clean formasi (formasi batupasir)
2+
sh
1 Harga log 2+ di depan formasi shale
22+ 1 2tatic 2pontaneous +otensial (ma=imum 2+)
Gambar 3.48.
Harga SP dan SSP Dibeberapa Lithologi Batuan

(Asquith George and Gibson Charles, 198!, ”"ell Log #nal$sis %or &eologist”)
Log &a''a (a$(Log &(
Log 3amma 4a! (34) merupakan log !ang menunjukkan besarn!a intensitas radioaktif
!ang ada pada formasi#
Bnsur – unsur radioaktif ban!ak sekali terkandung dalam batuan sedimen# Bnsur – unsur
tersebut meliputi Branium (B
)$'
), /horium (/h
)$)
), dan +otasium (@
-*
)# @etiga unsur ini
memancarkan 3amma 4a! terus menerus !ang merupakan ledakan – ledakan radiasi berenergi
tinggi (Short Bursts of High Energy Radiation), !ang kemudian di terima oleh sensor (Scintilation
Detector)#
:lemen – elemen radioaktif ban!ak terkosentrasi dalam lapisan shale !ang impermeable,
dan sedikit terkosentrasi pada batuan karbonat (lime stone dan Dolomit) dan 0atupasir (Sandstone)
!ang umun!a permeable#
@egunaan dari Log 3amma 4a! adalah menentukan lapisan permeable dan impermeable,
lithologi batuan, besarn!a kandungan shale pada formasi batuan, dan membantu dalam proses
korelasi antara lapisan batuan di suatu reser"oir#
+rinsip kerja log 3amma 4a! adalah dengan menggunakan single detector (3eigler>5uler
Counted) dilakukan pendeteksian besarn!a sinar 3amma 4a! !ang dipancarkan oleh batuan
formasi, lalu hasiln!a di plot dalam C+D Bnit#
Log 34 diskalakan dalam satuan C+D (C+DB), !ang telah dilakukan kalibrasi standar oleh
C+D (Association Petroleum International)# 2hale menurut standartn!a terbaca berkisar 7** C+DB,
tetapi dapat juga ber"ariasi antara ,% – 7%* C+DB, dan sedangkan untuk shale !ang sangat radioaktif
maka harga 3amma 4a! mencapai )** – $** C+DB# +ada 0atubara, 3aram, dan 3!psum harga
3amma 4a! cukup rendah (lihat gambar $#%*)#
+enentuan besarn!a kandungan shale dalam batuan formasi (Ecla!) dapat dilakukan dari
persamaan berikut 1

min ma=
min
GR GR
GR GR
GR I
read


=
………………………………………….. (3-15)
dan
$








× =
shale
batuan
GR I V
sh
ρ
ρ
…………………………………………… (3-16)
Jika ρ batuan = ρ shale, maka
min ma=
min
GR GR
GR GR
V
read
sh


=
……………………………………………….. (3-17)
Dimana
D 34 1 3amma 4a! Dnde=
E
shale
1 Eolume shale (besarn!a shale pada batuan formasi), F
34
min
1 Gilai minimal dari 3amma 4a! pada Chart (Clean <ormation)
34
ma=
1 Gilai ma=imal dari 3amma 4a! pada Chart (2hale <ormation)
+rinsip kerja dari Log 3amma 4a!, !aitu alat mula – mula dimasukkan sampai dasar lubang
bor, hal ini dilakukan untuk mengecek supa!a tidak terjadi hambatan atau sangkutan pada saat
penarikan peralatan# 2elanjutn!a peralatan 3amma 4a! ditarik ke permukaan dengan laju tertentu#
2inar 3amma 4a! !ang dipancarkan dari formasi batuan langsung ditangkap oleh detonator# +ada
detonator sinar radioaktif tidak diukur secara langsung, tetapi melalui proses ionisasi (pelepasan
elektron – elektron dari atom !ang sebelumn!a netral, pelepasan elektron akan menimbulkan arus
listrik !ang dideteksi oleh peralatan)#
Gambar 3.49.
Defleksi Gamma Ray di Beberapa Lithologi
(0egilo :d# L, 788%, 6Introduction to ireline !og Analysis6"
Gambar 3.!.
"hart Gamma Ray dan Defleksi Gamma Ray di Beberapa Lithologi
()egilo* Ed+ L, 199,, ”Introdu-tion to "ireline Log #nal$sis” and
3.2.1.2 Log Resisti#ity
4esisti"it! (tahanan jenis) adalah hambatan !ang diberikan oleh suatu benda !ang panjang
satu satuan panjang dan penampang satu satuan luas# 2atuann!a adalah ohm>m#
Log resisti"it! digunakan untuk mengukur hambatan suatu batuan (resiti"itas) dalam suatu
lapisan pada saat diberikan arus listrik melalui transmiter# 4eseisti"it! pada batuan sangat
dipengaruhi oleh sifat fisik batuan tersebut dan jenis fluida !ang menjenuhi batuan tersebut#
/ujuan dari log resisti"it! adalah untuk membedakan lapisan reser"oir dan non reser"oir,
membedakan ater bearing ;one dan hidrokarbon bearing ;one, menentukan harga resisti"itas air
formasi (4) dan saturasi air (2) dalam batuan formasi, dapat dilihat melalui persamaan Crchie#
Rt
R# $
S#
n
= …………………………………………………….. (3-1)
dan
m
$
φ
7
=
……………………………………………………………... (3-1!)
Dimana 1
2 1 2aturasi Cir
n 1 2aturation e=ponent (biasan!a berharga ))
< 1 <ormasi resisti"it! factor, (lihat gambar $#%7)
m 1 Cementation e=ponent (*#.) – *#)7%, tergantung jenis batuann!a)
4 1 4esisti"itas air, ohm>m
4t 1 4esisti"itas fluida dlm batuan, ohm>m
+eralatan resisti"it! !ang digunakan dalam ell logging meliputi 1
7# D:2 (Dnduction :lectric 2ur"e!)
D:2 merupakan peralatan resisti"it! pengganti :2 (:lectric 2ur"e!), !ang terdiri dari
2hort Gormal (2G), dan Dnduction Deep (DLD)#
)# Dual Dnduction, terdiri dari Dnduction deep (DLd), Dnduction medium (DLm), dan
Dnduction shallo (DLs)#
$# Dual Laterolog, terdiri dari Laterolog deep (LLd), Laterolog medium (LLm), dan
Laterolog shallo (LLs)#
+enggunaan peralatan resisti"it! pada ell logging harus dilakukan secara optimum#
+eralatan resisti"it! !ang digunakan tergantung pada jenis mud !ang digunakan# +ada fresh ater
mud digunakan Dnduction Log sedangkan pada salt mud digunakan !aterolog (lihat gambar $#%))#
Gambar 3.!.
Da"tar Perhitugan #a$tor %esisti&tas #ormasi
(Asquith George and Gibson Charles, 198!, ”"ell Log #nal$sis %or &eologist”)
Gambar 3.'.
Se(arah Per$embangan Peralatan Log %esisti)it*
(Dewan T. John, 1983, ”Essentials of Modern Open-Hole Log Interpretation”)
$resh mud tools
• Dnduction :lectric 2ur"e!, terdiri dari Dnduction deep (DLd), 2hort Gormal (2G) !ang
nantin!a akan digantikan oleh 2<L#
• Dual Dnduction Log (DDL) (pertengahan 78.*>an), terdiri dari Dnduction deep (DLd),
Dnduction medium (DLm), dan 2<L (2phericall! <ocussed Log) untuk pembacaan
dangkal (shallo reading), (lihat gambar $#%$)#
• 5icrolog, non>focussed log dengan jangkauan !ang sangat dangkal, biasan!a digunakan
untuk mengindikasi adan!a mud cake (permeable ;one)#
• +ro=imit! Log, merupakan peralatan resisti"it! !ang mengukur daerah flushed ;one
(4=o)#
Gambar 3.3.
$eralatan %nd&'tion Log
(0egilo :d# L, 788%, 6Introduction to ireline !og Analysis6"
Salt mud tools
• 5edium Dn"estigation tools (78%*), terdiri dari Laterolog >,, dan Laterolog – $#
• 5icrolaterolog (78%*), digunakan untuk mengukur flushed ;one (4=o), bisa digunakan
pada mud cake sampai ketebalan $&' inch#
• Dual Laterolog (78,*), terdiri dari Laterolog deep (LLd), dan Laterolog shallo (LLs)#
• 5icro 2phericall! <ocussed Log (52<L) (78,*), digunakan untuk mengukur flushed
;one (4=o) pada tebal mudcake sampai H inch#
+rinsip @erja dari log resisti"itas adalah dengan melepaskan arus DC ke dalam formasi
melalui satu atau beberapa elektroda# Crus akan meleati formasi dan sampai permukaan,
perbedaan tegangan dan arus diukur dengan menggunakan elektroda tambahan di permukaan,
kemudian dilakukan perhitungan harga resisti"itas#
Log resisti"it! dapat dilihat pada chart logging di track 9)# Defleksi dari beberapa log
resisti"it! dari chart log dapat mengindikasihan perbedaaan harga tahanan fluida di dalam batuan
!ang permeable (lihat gambar $#%-)# Contoh untuk Dnduction log, dapat dilihat $ buah chart log
resisti"it! !aitu DLd, DLm, dan DLs atau 2<L# /iga grafik ini akan berimpitan pada lapisan formasi
!ang impermeable dan akan terpisah pada lapisan formasi !ang permeable# +embacaan dari tiga
peralatan tersebut akan sangat dipengaruhi oleh filtrat lumpur pemboran dan fluida !ang
mensaturasi batuan#

Gambar 3.4.
Log +ndu,tion dan Log Laterolog
(Asquith George and Gibson Charles, 198!, ”"ell Log #nal$sis %or &eologist”)
3.2.1.3 Log $orositas
Log porositas bertujuan untuk mengukur porositas batuan formasi melalui pelepasan energi
atau sinar radioaktif ke batuan formasi, lalu dilihat kemampuan batuan tersebut dalam menghambat
energi atau sinar !ang dipancarkan# Log porositas terdiri dari Log Densit!, Geutron, dan 2onic#
Log .ensit$
Log densit! merupakan log !ang menunjukkan besarn!a densitas (bulk densit!) dari batuan
!ang diukur# 5elalui densitas batuan dapat digunakan dalam menentukan besaran porositas pada
batuan tersebut#
Log densit! bertujuan untuk menghitung densitas, porositas, batuan formasi , dan juga
menentukan kandungan fluida (jika dicross plot kan dengan log neutron)#
+rinsip kerja log densit! adalah dengan menempelkan pad !ang dilengkapi oleh sumber dan
) detektor kedinding lubang bor, lalu dari sumber dipancarkan sinar 3amma !ang kuat ke dalam
formasi# 2inar 3amma tersebut akan bertabrakan dengan elektron – elektron, dan dipentulkan
kembali# 0esarn!a sinar !ang kembali di rekam oleh detektor dalam bentuk log# 0an!akn!a energi
!ang hilang akibat tumbukan dengan elektron – elekktron dalam formasi menunjukkan densitas
elektron dalam batuan#
+enentuan porositas melalui log densit! dapat dilakukan melalui persamaan berikut#
ma f b ρ φ ρ φ ρ )# 7 #( # − =
……………………………………………… (3-2")
#ehin$$a
f ma
b ma
ρ ρ
ρ ρ
φ


=
……………………………………………………... (3-21)
Dimana 1
I 1 +orositas
Jb 1 Densitas /otal (0ulk Densit!), gr&cc
Jma 1 Densitas matrik (matri= Densit!), gr&cc (tergantung dari jenis batuan), sandstone
()#.-'), limestone ()#,7*), dolomite ()#',.), anh!dride ()#8,,), dan salt ()#*$))#
Jf 1 Densitas filtrate lumpur (mud filtrate Densit!), (7#7 gr&cc untuk 205, 7#* W05,
dan *#, O05)#
+rinsip kerja dari log densit! !aitu , 3amma 4a! dipancarkan oleh sumber radioaktif
Cesium (Cs
7$,
) ke dalam formasi dengan energi sebesar ..) ke"# 3amma 4a! tersebut akan
mengalami benturan di dalam formasi berulang – ulang dengan electron (Compton 2cattering),
dimana 3amma 4a! tersebut akan mengalami kehilangan energi dan juga tersebar kesegala arah,
masuk ke dalam formasi# 2etelah iitu 3amma 4a! di pantulkan kembali dan lalu ditangkap oleh
detector# (lihat pada gambar $#%%)
Kumlah 3amma 4a! !ang di record akan berkurang dibandingkan jumlah energi 3amma
4a! pada saat dipancarkan oleh sumber# Compton 2cattering dipengaruhi oleh electron densit!
formasi (jumlah electron tiap cc), !ang hampir sama dengan bulk densit!, dengan melalui beberapa
koreksi#
Harga densitas total (bulk densit!) rendah apabila terdapat penambahan porositas pada
batuan, dan sebalikn!a jika densitas totaln!a (Jb) tinggi, maka akan menunjukkan penurunan
besarn!a porositas batuan#
Gambar 3..
Litho-Densit* .ool
(Dewan T. John, 1983, ”Essentials of Modern Open-Hole Log Interpretation”)
/erdapat ) pen!ebab terjadin!a penurunan densitas total (Jb) dari pengukuran log densit!,
!aitu kenaikan porositas batuan dan terdapatn!a gas di dalam pori – pori batuan#
+eralatan !ang biasan!a dipergunakan dalam log densit! meliputi 1
• <DL (<ormation Densit! Compensated tool), dilengkapi dengan 7 sumber pemancar
energi dan 7 detektor# <DL sangat dipengaruhi oleh bore hole effect#
• LD/ (Litho>Densit! /ool), dilengkapi dengan 7 sumber pemancar energi dan ) detektor
(lihat gambar $#-8)# LD/ tidak dipengaruhi oleh bore hole effect#
Log /eutron
Log neutron mengukur porositas batuan formasi dengan cara menembakkan fast neutron (L
% me") ke dalam formasi melalui sumber dengan segala arah# Geutron diperlambat oleh benturan
pada inti atom& nuclei sampai mencapai thermal energ! le"el sebesar L *#*)% e"# +ada kondisi
tersebut, partikel – partikel neutron diserap (absorbed) oleh inti atom#
Ctom h!drogen adalah elemen !ang paling effectif dalam memperlambat neutron# Hal
tersebut dikerenakan massa h!drogen hampir sama dengan massa neutron !ang ditembakkan# /etapi
pada elemen !ang memiliki massa !ang lebih besar dibandingkan neutron (2i, C, Ca, dan O
)
), maka
energi neutron !ang ditembakkan ke formasi akan terpantul saja, tanpa kehilangan energi !ang
terlalu ban!ak#
Log neutron bertujuan untuk menghitung nilai porositas pada batuan formasi, menge"aluasi
lithologi (M>plot dengan log densitas), dan dapat mendeteksi gas bearing reser"oir pada formasi
bersih#
+rinsip kerja log neutron adalah dengan melepaskan atom neutron ke dalam formasi melaui
sumber, dan ) detektor perekam dipasang pada suatu alat !ang ditempelkan pada dinding sumur#
Ctom tersebut akan menabrak atom – atom !ang ada di dalam batuan formasi, sehingga mengalami
kehilangan energi, lalu akan dipantulkan kembali ke lubang bor# Detektor akan menghitung atom
neutron !ang kembali dari formasi sehingga dapat diketahu ban!akn!a atom hidrogen di dalam
formasi batuan#
/erdapat $ detektor pada neutron log !ang berfungi mendeteksi energi thermal neutron,
!aitu
• /hermal neutron detector, mendeteksi thermal neutron !ang mempun!ai energi sebesar
L *#*)% e"#
• :pithermal neutron detector, mendeteksi thermal neutron !ang mempun!ai energi lebih
besar dari thermal energi (L *#*)% e")#
• Capture 3amma 4a! detector, mendeteksi gamma ra! !ang timbul pada proses
pen!erapan thermal neutron#
2emakin besar pulse !ang direkam oleh detector apabila aan thermal neutron
mengembang& less h!drogen) dan semakin kecil pulse apabila aan thermal neutron mengkerut
(more h!drogen), sehingga ban!akn!a pulse !ang direkam oleh detector berbanding terbalik dengan
porositas, karena semua h!drogen terkandung dalam batuan !ang memiliki pori – pori (porous)#
+engaruh jenis mineral !ang men!erap thermal neutron juga harus diperhatikan# /hermal
neutron diserap pada mineral 0oron dan Clorite, sehingga pada pengukuran dapat mengindikasikan
porositas !ang lebih besar#
+eralatan log neutron !ang dipergunakan pada ell logging meliputi 1
• 2ideall Geutron +orosit! (2G+) (78.*>an), dilengkapi dengan epitermal detector dan
tapak (pad) !ang berfungsi untuk menempatkan 2G+ menempel pada dinding lubang
bore# 2G+ tidak sensitif pada keberadaan mineral !ang men!erap thermal neutron (lihat
gambar $#%.)#
• Compensated Geutron Log (CGL) (78,*), dilengkapi sepasang thermal detector dengan
ke dalam in"estigasi sebesar 7* inch#
Gambar 3.6.
Side/all 0eutron Porosit*
(Dewan T. John, 1983, ”Essentials of Modern Open-Hole Log Interpretation”)
+enentuan besarn!a porositas dapat dilakukan dengan menggunakan persamaan berikut#
*-)% # * *) # 7 + = clay
% %
φ φ
…………………………………………. (3-22)
Dimana 1
I
G
1 +orositas Geutron
I
G
cla! 1 +orositas Geutron pada cla!
+engkombonasian antara log densit!>neutron dapat menghasilkan informasi keberadaan gas
di dalam formasi# 3as dapat terdeteksi keberadaann!a apabila pembacaan porositas melalui log
densit! (&
d
) naik tetapi pembacaan porositas melalui neutron (&n) turun akibar berkurangn!a
h!drogen !ang mengisi formasi# 2ehingga akan terbentuk crosso"er pada chart logging antara log
densit! dan log neutron (lihat gambar $#%,)#
Gambar 3.7.
1hart 2ombinasi Litho-densit* dengan 0eutron Porosit*
(Dewan T. John, 1983, ”Essentials of Modern Open-Hole Log Interpretation”)
Log Soni-
Log 2onic merupakan sebuah log !ang mengukur kecepatan suara & sonic !ang !eng
merambat di dalam formasi# +engukuran pada log sonic diaali dengan memancarkan suatu
6pressure pulse6 !ang memiliki frekuensi )% kH; ke dalam formasi batuan#
+ulsa tersebut akan menghasilkan . gelombang !aitu gelombang compressional N
gelombang freflaksi (masuk ke dalam formasi), dua gelombang merambat masuk ke dalam lumpur
dan sepanjang sode, dan gelombang pseudo releigh N gelombang 2tonel! (merambat di sepanjang
dinding lubang bor)#
/ransmitter memancarkan gelombang compressional N gelombang freflaksi ke dalam
formasi (lihat gambar $#%'), lalu gelombang !ang kembali dari formasi ditangkap dengan
menggunakan recei"er# 0eda aktu tersebut akan menghasilkan transit time !ang diukur dalam
satuan (Osec&ft), transit time merupakan kebalikan dari "elocit! (feet&sec)#
Compressional transit time ber"ariasi tergantung beberapa factor !aitu sifat elastisitas
batuan, kandungan fluida, porositas dan tekanan formasi# +ada formasi keras transit timen!a sekitar
-* Osec&ft (hard formasi) dan untuk formasi lunak transit timen!a sekitar 7%* Osec&ft (soft
formation)#
Gambar 3.8.
Perambatan Gelombang Log Soni,
(Dewan T. John, 1983, ”Essentials of Modern Open-Hole Log Interpretation”)
/ransit time !ang diperoleh akan digambarkan pada chart logging di track 9 $# 5elalui data
tersebut, dapat dihitung besarn!a porositas sonic dengan menggunakan persamaan (after
sclumberger, 78,)) sebagai berikut 1

ma f
ma
sonic
t t
t t
∆ − ∆
∆ − ∆
=
log
φ
……………………………………………….. (3-23)
Dimana 1
Isonic 1 +orositas sonic
log t ∆
1 /ransit time pembacaan log, Osec&ft
ma
t ∆
1 /ransit time matrik, Osec&ft
f
t ∆
1 /ransit time mud filtrat, Osec&ft (fresh mud 1 7'8 Osec&ft, salt mud 1 7'% Osec&ft)
+erhitungan porositas dapat juga dilakukan secara grafis melalui char berikut ini (lihat
gambar $#%8)# 2eperti gambar $#.*, menunjukkan nilai transite time batuan#
Gambar 3.3.
1hart Penentuan Porositas dari Log Soni,
(Dewan T. John, 1983, ”Essentials of Modern Open-Hole Log Interpretation”)
+enggunaan log sonic bertujuan untuk mengkalibrasi data sismic, menghitung porositas
pada lapisan !ang diketahui lithologin!a, dan menge"aluasi porositas skunder jika dikombinasikan
dengan log densit! dan neutron !ang han!a membaca porositas primer#
+enggunaan log sonic sebagai alat untuk mengukur porositas batuan han!a dilakukan pada
kondisi tertentu# @ondisi tersebut apabila
• Lubang tidak terlalu regular, (sonic tidak dipengaruhi oleh lubang bor)
• /erdapatn!a hea"! mineral (p!rite) dalam batuan !ang mempengaruhi pengukuran
densitas batuan#
• +orositas skunder batuan formasi besar
• Log sonic ingin diaplikasikan dengan seismic section#
Gambar 3.(!.
Defleksi dari Log )oni'* +e&tron* dan Density dibeberapa Lithologi Bat&an
()egilo* Ed+ L, 199,, ”Introdu-tion to "ireline Log #nal$sis”
3.2.1.4 Log Lainnya
Log 0aliper
Log caliper merupakan log !ang berfungsi untuk mengukur diameter lubang bor melalui pad
dengan spiral !ang menempel pada lubang bor#
Diameter lubang bor akan mengalami pen!empitan (lebih kecil dari diameter bit) akibat
terbentukn!a mud cake pada dinding lubang bor# 5ud cake han!a dapat terbentuk apabila terjadi
proses masukn!a mud filtrate ke formasi !ang permeable# /etapi jika diameter lubang bor lebih
besar dari pada diameter bit maka dapat disimpulkan baha dinding lubang bor telah runtuh# Hal ini
bisan!a terjadi pada lapisan shale atau cla! !ang impermeable, sehingga melalui log caliper dapat
dilihat ;ona – ;ona !ang memiliki mud cake (formasi !ang permeable) dan ;ona – ;ona !ang runtuh
(formasi impermeable)#
Log caliper juga digunakan untuk mengetahui informasi tentang besarn!a "olume semen
!ang dibutuhkan untuk mengisi annulus pada proses pen!emenan#
/erdapat $ jenis log caliper !ang umum digunakan oleh perusahaan ireline logging, !aitu 1
• /o +ad Caliper, dilengkapi dengan ) buah pad !ang nantin!a akan menempel pada
dinding lubang bor# @esalahan perhitungan diameter lubang bor akan besar apabila
lubang bor berbentuk lonjong (o"al)#
• /hree +ad Caliper, dilengkapi dengan tiga pad !ang nantin!a akan menempel pada
dinding lubang bor# @esalah pengukuran juga terjadi pada lubang bor !ang lonjong#
• <our Crm Caliper Log, dilengkapi dengan - pad !ang nantin!a akan menempel pada
dinding lubang bor# +enggunaan <our Crm Caliper Log sangat tepat pada lubang bor
!ang lonjong (o"al)#
0iasan!a log caliper sering dikombinasikan dengan log porosit! agar penggunaann!a dapat
lebih effisien (lihat gambar $#.7)#
Gambar 3.(1.
Log "aliper Berkombinasikan dengan $orosity Log
(0egilo :d# L, 788%, 6Introduction to ireline !og Analysis6"
Log .ip'eter
Dipmeter log digunakan untuk mengukur arah dan besarn!a kemiringan lapisan !ang dilaui
lubang bor, mengidentifikasi struktur, interpretasi statigrafi, melokalisir patahan dan ketidak
selarasan, dan mengidentifikasi rekahan# Data>data kemiringan lapisan (dip) digunakan antara lain
untuk memecahkan masalah pen!impangan lubang bor serta berguna untuk tujuan geologi, !aitu
untuk perpetaan baah permukaan dan untuk perencanaan arah pen!ebaran sumur>sumur
pengembangan dari arah pemboran !ang berhasil#
+rinsip kerja alat ini adalah $ (tiga) buah alat microlog !ang masing masing berjarak 7)*
o
pada bidang !ang tegak lurus lubang bor akan mencatat secara serentak $ buah kur"a !ang terpisah
terhadap kedalaman# Orientasi arah dari elektroda karena pen!impangan sumur akan dicatat
sekaligilus#
'em(erature Log
/emperature Log adalah alat untuk mengukur temperatur di dalam lubang sumur !ang
hasiln!a merupakan plot antara temperatur "ersus kedalaman# 'em(erature log terdiri dari alat
pengukur listrik# +engukuran listrik menggunakan "ariasi tahanan jenis dari konduktor dengan
temperatur# 2alah satu kegunaan dari log ini adalah untuk mengetahui fill)u( semen, *ona lost
circulation, letak jebakan gas dan letak kebocoran casing#