You are on page 1of 41

DASAR-DASAR

METABOLISME 2
Disusun Oleh :
Ahmad Saifullah 11099
Anggun Agustya P 11097
Enes Suganda 10997
Risa Havid A 11035
Yusfan Ramela P 11017
Teguh Triyana 11061
PENGERTIAN
METABOLISME
Metabolisme adalah proses pembentukan atau
penguraian zat di salam sel yang disertai dengan adanya
perubahan energi.
Macam-macam metabolisme, yaitu :
a) Katabolisme (proses penguraian)
contoh : fermentasi dan respirasi
b) Anabolisme (proses pembentukan)
contoh : fotosintesis
kemosintesis
sintesis lemak
sintesis protein
Pada proses anabolisme biasanya banyak
membutuhkan energi sehingga reaksinya dapat
berlangsung cepat dan efisien. Reaksi yang
memerlukan energi dalam bentuk panas
disebut reaksi endergonik atau reaksi
endoterm.
Sebaliknya pada proses katabolisme banyak
energi dibebaskan ke lingkungan berupa energi
panas. Suatu reaksi dimana terjadi pelepasan
energi disebut reaksi eksergonik atau reaksi
eksoterm.
FOTOSINTESIS
Fotosintesis adalah proses pengubahan energi
cahaya matahari menjadi energi kimia kemudian
menyimpannya dalam bentuk glukosa.

Proses fotosintesis berlangsung di kloroplas,
khususnya menggunakan klorofil. Klorofil yaitu
pigmen hijau yang terlibat dalam fotosintesis.

Fotosintesis terjadi pada tumbuhan dan beberapa
ganggang (Kingdom Protista)


PROSES FOTOSINTESIS
1) REAKSI TERANG/FOTOLISIS
Reaksi terang terjadi dalam membran
tilakoid dan di dalam proses ini terjadi
peguraian air oleh energi cahaya untuk
membentuk ATP dan NADPH.
Reaksi terang meliputi dua proses, yaitu :
- FOSFORILASI SIKLIK/FOTOSISTEM 1
Menghasilkan ATP melalui transfer elektron
siklik pada P700 nm
- FOSFORILASI NON SIKLIK/FOTOSISTEM 2
Menghasilkan ATP, oksigen dan hidrogen
yang terikat pada NADP, pada P680 nm

2) REAKSI GELAP/FIKSASI CO2/SIKLUS
CALVIN-BENSON

Reaksi gelap terjadi di stroma. Reaksi ini
merupakan proses pengikatan karbondioksida
(CO
2
) oleh ribulosa bifosfat (molekul gula 5 C)
dan selanjutnya akan membentuk gula (6C).
Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya.

Reaksi gelap melibatkan siklus yang disebut
siklus Calvin dimana CO
2
dan energi ATP
digunakan untuk membentuk gula.


FOTOSINTESIS
Kemosintesis adalah salah satu proses anabolisme
untuk menghasilkan molekul organik berenergi.

Kemosintesis merupakan sintesis senyawa organik
dengan menggunakan energi kimia yang berasal
dari oksidasi dari bahan anorganik sederhana. Terjadi
pada bakteri tertentu yang tidak berklorofil.

KEMOSINTESIS
1. Bakteri Sulfur

CO
2
+ 2H
2
S CH
2
O + 2S + H
2
O

2. Bakteri Besi


3. Bakteri N (Nitrosomonas Nitrococcus)
FERRO FERRI
AMONIUM NITRIT NITRAT
AMONIUM NITRIT
NITRAT
NITRIFIKASI
DENITRIFIKASI
AMONIUM NITRIT NITRAT
Nitrosomonas
Nitrococcus
Nitrobacter
SINTESIS ASAM
AMINO
STRUKTUR ASAM AMINO
COOH (Gugus Karboksil)

H - C - R (Rantai sisi)

NH
2
(Gugus Amino)
-Semua asam amino mengandung atom C, H, O dan N;
Kecuali cystein,dan metionin (mengandung S)
-- Semua asam amino memiliki atom C asimetrik (atom C
dimana keempat tangannya memegang empat gugus atau
radikal yang berbeda sehingga mempunyai dua struktur tiga
dimensi yang berbeda) kecuali glisin.
- Atom C asimetris itu dikenal dengan sebutan pusat khiral
- Dalam larutan, muatan asam amino tergantung pH. pH
dimana asam amino tidak bermuatan disebut titik isoelektrik
(TIL).
- Dibawah TIL asam amino bermuatan positif sedangkan
diatasnya bermuatan negatif



RCHCOOH
NH
3
+
RCHCOO

NH
3
+
RCHCOO

NH
2
HO

HO

pH rendah
pH netral pH tinggi
O Berdasar rantai sisinya

KLASIFIKASI ASAM AMINO
Asam Amino Polar /hidrofilik mudah larut dalam air :
Asparagin, Glutamin, Tyrosin , Serin, Threonin
Asam amino nonpolar /Hidrofobik kurang dapat larut
dalam air :
Glysin, Alanin, Valin, Leusin, Isoleusin, Triptofan, Prolin,
Phenilalanin, Cystein, Metionin.
Asam Amino dengan R bermuatan negatif pada Ph 7
(bersifat asam) :
Aspartat dan Glutamat.
Asam Amino dengan R bermuatan positif pada Ph 7
(bersifat basa) :
Lysin, Arginin, Histidin


O Berdasarkan sintesis


Esensial
Asam amino yang diperlukan oleh tubuh dan harus diperoleh dari makanan
sehari-hari
Arginin, Fenilalanin, Valin, Histidin, Isoleusin, Leusin, Lisin, Metionin, Treonin,
dan Triptofan

Semi esensial
Asam amino yang dapat disintesa tubuh tetapi kecepatan sintesa tidak
mencukupi untuk mendukung tumbuh kembang anak yang termasuk arginin
dan histidin.

Non esensial
Asam amino yang diperlukan oleh tubuh tetapi tubuh dapat mensintesa
sendiri dalam jumlah yang diperlukan
alanin, serin, aspartat, glutamat, asparagin, glutamin, prolin, tirosin, Glisin,
sistein
Arginin diubah oleh enzim arginase menjadim ornitin dan urea .
Sebagian ornitin diubah menjadi prolin dan asam glutamat yang
dapat diubah menjadi asam ketoglutarat yang masuk siklus
krebs
Arginin pada anak-anak diperlukan untuk pertumbuhan badan
karena kecepatan produksi belum optimal sehingga diperlukan
tambahan arginin dalam protein makanan
Fenilalanin dapat diubah menjadi tirosin yang kemudian melalui
beberapa tahap dapat diubah menjadi asam formiat dan asam
asetoasetat
Reaksi pembentukan tirosin dan fenilalanin adalah reaksi irreversible
Biosintesis fenilalanin terjadi pada organisme mikro dan dapat
dibentuk dari asam fosfoenol piruvat dan eritrosa 4-fosfat , melalui
beberapa tahap reaksi dibentuk fenilpiruvat
Fenilpiruvat dengan reaksi transaminasi berbentuk fenilalanin


Valin dapat bdiubah menjadi suksinil Co-a yang
kemudian masuk ke dalam siklus asam sitrat
Biosintesis hanya terjadi dalam tumbuhan dan
organisme mikro
Biosintesis diawali dari asam piruvat yang berturut turut
diubah menjadi aselolaktat a, Dihidroksi isovalerat, a
ketoisovalerat dan kemudian valin
Biosintesis histidin merupakan jalur
metabolic terakhir untuk proteinogenic
asam amino pada tumbuhan .

Biosintesis ini memiliki hubungan
dekat dengan metabolism nukleotida,
yaitu melalui precursor ATP dan 59-
phosphoribosyl19-pyrophosphate
(PRPP).

Biosintesis ini dimulai dengan
kondensasi ATP dan PRPP dikatalisis
oleh ATP-phosphoribosyltransferase
(ATP-PRT)
Dalam metabolisme isoleusin mengalami reaksi transaminasi
oksidatif sehingga berbentuk asam keto
Isoleusin disintesis dalam organisme mikro
Biosintesis isoleusin dimulai dari asam a ketobutirat yang
dibentuk dari treonin
Mealui beberapa tahap reaksi asam ketobutirat diubah menjadi
isoleusin
Leusin dapat diubah menjadi asam keto melalui reaksi
transaminasi oksidatif
Asam keto melalui beberapa tahap reaksi diubah
menjadi asetil Co-a
Leusin adalah salah satu asam amino esensial yang
disintesis oleh organisme mikro atau tumbuhan dari
asam piruvat
Lisin adalah asam amino monokarboksilat
Lisin dapat diubah menjadi asam amino lain namun
irreversible artinya tidak terjadi reaksi deaminasi
Melalui beberapa tahap reaksi , lisin dapat diubah menjadi
asam glutarat
Lisin dapat terbentuk dari asam aspartat melalui beberapa
tahap reaksi
Asam aspartat diubah menjadi aspartat beta semialdehid
yang bereaksi dengan asam piruvat menjadi lisin
Biosintesis lisin terjadi dalam bakteri
Ragi dapat memproduksi lisin dari asam a ketoglutarat
dengan asetil Co-a
Metionin dapat diubah menjadi sistein dan bersifat
irreversible
Homoserin yang terbentuk pada reaksi pengubahan
metionin menjadi serin dapat diubah menjadi asam a
ketobutirat.
Biosintesis metionin berawal dari asam aspartat.
Asam aspartat ini dapat diubah berturut-turut menjadi
beta aspartilfosfat , aspatatsemialdehida , homoserin ,
sistationin , homosistein dan metionin
Biosintesis ini terjadi pada tumbuhan dan organisme
mikro.
Treonin mengalami metabolisme yang serupa dengan serin, asam
ketobutirat kemudian diubah menjadi propionil Co-a yang
selanjutnya diubah menjadi suksinil Co-a
Treonin juga dapat diubah menjadi glisin dan asetaldehida dengan
cara pemecahan molekulnya
Reaksi pemecahan molekul treonin ini berlangsung oleh enzim
aldolase treonin dan piridoksalfosfat sebagai koenzim
Biosintesis treonin berasal dari asam aspartat melalui beberapa
tahap
Triptofan mengandung ciincin indol
Metabolisme Triptofan melalui jalur kinurenin-antarnilat , yaitu
suatu metabolisme melalui tahap reaksi yang menhghasilkan
asam a , ketoadipat yang membentuk asetoasetil Co-a
Metabolisme kinurenin dan asam 3-hidroksi antarnilat
merupakan senyawa antara
Triptofan juga dibentuk dari reaksi fosfoenolpiruvat eritrosa 4
fosfat
Biosintesis Alanin
Alanin dipindahkan ke sirkulasi oleh berbagai jaringan, tetapi umumnya oleh
otot.
Alanin dibentuk dari piruvat dan oksaloasetat oleh transaminasi dari glutamat .
Proses ini dinamakan siklus glukosa-alanin melalui kerja enzim alanin
transaminase.










Ada 2 jalur utama untuk memproduksi alanin yaitu:
1. Secara langsung melalui degradasi protein
2. Melalui transaminasi piruvat dengan bantuan enzim alanin transaminase, ALT
(juga dikenal sebagai serum glutamat-piruvat transaminase, SGPT).
Glutamat + piruvat -ketoglutarat + alanin
Metabolisme serin berlangsung melalui reaksi deaminasi yang
menghasilakn asam piruvat
Jalur utama untuk serin dimulai dari intermediat glikolitik 3-
fosfogliserat.
NADH- dehidrogenase mengubah 3-fosfogliserat menjadi sebuah
asam keto yaitu 3-fosfopiruvat, sesuai untuk transaminasi
subsekuen.
Aktivitas aminotransferase dengan glutamat sebagai donor
menghasilkan 3-fosfoserin, yang diubah menjadi serin oleh fosfoserin
fosfatase.
Metabolismenya menggunakan treonin aldolase selaku katalis
Biosintesis aspartat seperti halnya glutamat, aspartat ini disintesis
dengan satu langkah sederhana melalui reaksi transaminasi dibantu
dengan kerja enzim pengkatalisis, yaitu aspartat aminotransferase.
Reaksi ini menggunakan analog asam -keto aspartat, oksaloasetat,
dan glutamat sebagai donor amino.








Aspartat juga diturunkan dari asparagin dengan bantuan
asparaginase .
Aspartat ini akan menjadi senyawa turunan untuk jalur biosintesis
lisin, metionin, treonin, dan isoleusin pada tumbuhan
Biosintesis Glutamat
Glutamat dibentuk dari ammonia dan -ketoglutarat, suatu
senyawa antara siklus asam sitrat, melalui kerja L-glutamat
dehidrogenase (GDH).
-ketoglutarat dan ammonia membentuk glutamat dengan bantuan
tenaga pereduksi, yaitu NADPH.





Reaksi ini merupakan dasar penting dalam biosintesis asam amino
karena glutamat merupakan donor gugus amino dalam biosintesis
asam amino yang lain melalui reaksi transaminasi.
pembentukan asam amino asparagin berasal
langsung dari prekursornya yaitu aspartat dengan
dikatalisis oleh asparagin sintetase
Biosintesis Glutamin
Glutamin dibentuk dari sebuah kerja enzim glutamin sintesis.
Glutamat sintase merupakan enzim yang bereaksi pada reaksi yang
irreversible namun glutamat dehydrogenase berperan dalam reaksi
yang dapat balik (reversible)











Glutamin dibentuk langsung dari glutamat dan ammonia,
energi untuk sintesis ini didapatkan dari adenosine tri phosphate (ATP).
Aktivitas glutamat sintetase berlokasi di sitoplasma
Prolin disintesis dari glutamat atau ornitin.
Prolin disintesis dari glutamat direduksi menjadi -
semialdehida dengan bantuan glutamat kinase
dehidrogenase.
Kemudian metabolit ini mengalami penutupan menjadi
pirolin 5-karboksilat dan reduksi lebih lanjut menjadi prolin
dengan bantuan enzim pirolin karboksilat reduktase.
Prolin adalah penghambat alosterik pada reaksi awal
biosintesisnya.
Langkah utama sintesis prolin juga dibentuk dari ornitin
melalui ornitin -aminotransferase (OAT).
Tirosin diproduksi di dalam sel dengan hidroksilasi
fenilalanin dengan bantuan enzim fenilalanin hidroksilase
sebagai katalis.

Tirosin dapat diubah menjadi asam p-hidroksifenil
piruvat dengan cara transaminiasi dengan bantuan enzim
tirosin ketoglutarat transaminase dan piridoksal fosfat
sebagai koenzim

Asam p-hidroksifenil piruvat diubah menjadi asam
fumarat dan asetoasetat lalu diubah menjadi asetil co-a
dan asam asetat

Jalur utama untuk glisin adalah 1 tahap reaksi yang dikatalisis oleh
serin hidroksimetiltransferase.
Reaksi ini melibatkan transfer gugus hidroksimetil dari serin untuk
kofaktor tetrahidrofolat (THF), menghasilkan glisin dan N
5
, N
10
-
metilen-THF.
Glisin dapat mengalami reaksi deaminasi oksidati oleh glisin oksidase
, yaitu enzim yang terdapat pada jaringan hati dan ginjal
Glisin akan diubah menjadi asam glioksilat dan amino
REAKSI KIMIA GLISIN:

GLISIN ASAM GLIOKSILAT
CH (NH) COOH + O CHO COOH + NH

Dapet berfungsi dalam proses penawar racun
Serin dibentuk dari asam 3-fosfogliserat
Biosintesis Sistein
Sistein dan sistin adala 2 senyawa yang reversible dan
mengalami metabolisme yang sama dalam tubuh
Dalam metabolisme sistein dapat diubah menjadi asam piruvat
melalui 3 cara :
1. Mengubah sistein dengan enzim sistein desulfhidrase
2. Melalui pembentukan asam sisteinsulfinat , kemudian
diubah menjadi asam beta sulfinilpiruvat sehingga
membentuk asam piruvat
3. Melalui reaksi transaminasi membentuk asam tiolpiruvat
dan diubah jadi asam piruvat
Sistein dan sistin dibuat dari metionin , terlebih dahulu diubah
menjadi homosistein lalu bereaksi dengan serin membentuk
homoserin dan sistein
Pada dasarnya sintesis asam lemak berasal dari asetil koA.
Enzim yang bekerja sebagai katalis adalah kompleks enzim-enzim
yang terdapat pada sitoplasma, sedangkan enzim pemecah asam
lemak terdapat pada mitrokondria.

Berikut adalah tahapan sintesis asam lemak.
1. Karboksilasi asetil koA menjadi malonil koA, yang melibatkan
HCO
3
-
dan energi dari ATP
2. Perpanjangan rangkaian atom C, dimulai dengan pembentukan
asetil ACP dan malonil ACP, dengan katalis asetiltransasilase dan
maloniltranslasilase.
3. Reduksi gugus keto pada C dengan ketosil ACP reduktase
sebagai katalis.
4. Pembentukan butiril ACP dari krotonil ACP dengan katalis enoil
ACP reduktase.
SINTESIS ASAM LEMAK
Jadi, pada putaran pertama perpanjangan rantai C telah terjadi
perubahan dari asetil koA menjadi butiril ACP. Putaran selanjutnya
pada proses perpanjangan rantai C dimulai dari reaksi butiril ACP
dengan malonil ACP, setelah terjadi beberapa putaran maka asam
lemak terbentuk pada reaksi terakhir yaitu hidrolisis asil ACP
menjadi asam lemak dan ACP.