You are on page 1of 21

LOADING GROUP 2 PRESENT

Hakekat Manusia
1. Jasury Filhaq Arsas
2. Yosep Rizalni Setiawan


Hakekat Manusia
KELOMPOK 2
PENDAHULUAN
MATERI
RUMUSAN
MASALAH
ASKPEK”
KESIMPULAN
SARAN
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
MATERI
RUMUSAN
MASALAH
ASPEK”
KESIMPULAN
SARAN
Siapakah manusia?
Pertanyaan yang tampaknya sederhana tetapi
tidak mudah untuk menjawabnya. Mengapa
demikian? Hal ini disebabkan karena masih
banyak orang yang belum mengetahui
kebenaran tentang dirinya sendiri. Hal ini
menyebabkan perbedaan pemahaman dirinya
tentang orang lain berbeda karena
pemahaman masing-masing orang masih
bersifat subyektif. Pertanyaan tentang
siapakah manusia sebenarnya sudah muncul
sejak lama. Dari pertanyaan tersebut banyak
menghasilkan jawaban-jawaban yang selalu
berbeda dan tidak memuaskan dari zaman ke
zaman
RUMUSAN MASALAH
PENDAHULUAN
MATERI
RUMUSAN
MASALAH
ASPEK”
KESIMPULAN
SARAN
 Bagaimanakah hakikat manusia menurut islam?

 Potensi apa sajakah yang dimiliki manusia?

 Apa tujuan diciptakan manusia menurut
pandangan islam?

 Apa fungsi diciptakannya manusia?

 Apa saja tanggung jawab manusia kepada Allah ?
HAKEKAT MANUSIA
PENDAHULUAN
MATERI
R. MASALAH
ASPEK”
KESIMPULAN
SARAN
Banyak ilmuan dan para filsuf berpendapat tentang siapakah manusia.
Namun pendapat mereka juga beragam tidak ada kesamaan, sebab
pendapat mereka tergantung pada masing-masing bidang yang mereka
tekuni. Akhirnya para ilmuan dan filsuf tidak menemukan kesimpulan
yang sama.
Dari pendapat-pendapat mereka dapat disimpulkan bahwa hakikat
manusia yang sebenarnya belum bisa dibenarkan karena pendapat
mereka bersifat subyektif dan keterbatasan nalar yang mereka miliki. Hal
ini yang menyebabkan manusia cenderung hanya dipandang sebagai
makhluk yang terdiri dari berbagai unsur, tidak lagi sebagai sosok yang
integratif, akibat belum ditemukannya satu definisi yang dapat
menggambarkan manusia yang utuh (Nurdin, et. al, 1993:9).

Dalam islam diajarkan bahwa yang dapat memberikan kejelasan tentang
hakikat manusia yang sebenarnya adalah pencipta manusia itu sendiri,
yaitu Allah SWT. Karena dalam Qur‟an surat Al-Isra‟:85 Allah
menjelaskan bahwa Sang Penciptalah yang lebih memahami ciptaanNya,
sedang manusia walaupun sebagai makhluk yang dalam unsur
penciptaanya terdapat ruh Illahi, namun manusia tidak diberi
pengetahuan tentang ruh, kecuali sedikit.
ASPEK”
PENDAHULUAN
MATERI
R. MASALAH
ASKPEK”
KESIMPULAN
HISTORIS
Biologis
Intelektual
Posisional
Sosiologis
SARAN
Aspek Historis

Aspek Biologis

Aspek Intelektual

Aspek Sosiologis

Aspek Posisional

Aspek Historis
PENDAHULUAN
MATERI
R. MASALAH
ASPEK”
KESIMPULAN
SARAN
Penciptaan manusia disebut dengan Bani Adam. Allah
berfirman dalam Q.S. Al-A‟raf:31.
Sebagian ulama berpendapat bahwa Nabi Adam adalah
manusia pertama yang diciptakan di muka bumi ini,
namun sebagian ulama lain menolak pandangan
tersebut karena perbedaan penafsiran kata khalifah
yang terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah:30.
Ayat ini berisi tentang dialog antara Allah dengan para
Malaikat pada saat Allah akan menciptakan Adam.
HISTORIS
Biologis
Intelektual
Posisional
Sosiologis
Penasaran ???
Silahkan Bertanya Pada Saat Sesi
Bertanya
Aspek Biologis
PENDAHULUAN
MATERI
R. MASALAH
ASPEK”
KESIMPULAN
SARAN
HISTORIS
Biologis
Intelektual
Posisional
Sosiologis
Manusia disebut sebagai basyar yang berarti
penampakkan sesuatu dengan baik dan indah,
kemudian lahir basyarah yang berarti kulit , yang
mencerminkan sifat fisik-kimawi-biologisnya.
“Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia
menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba
kamu (menjadi) manusia yang berkembang
biak.”(Q.S. al-Rum:20).

Aspek Intelektual
PENDAHULUAN
BATASAN
MASALAH
TUJUAN
FLOW CHART
KESIMPULAN
SARAN
HISTORIS
Biologis
Intelektual
Posisional
Sosiologis
Manusia disebut insan, yakni makhluk terbaik yang diberi akal
sehingga mampu menyerap ilmu pengetahuan.
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk
yang sebaik-baiknya”(Q.S. al-Tin:4)
“Dia menciptakan manusia. Mengajarnya pandai berbicara”
(Q.S. al-Rahman:3-4).
Istilah insan terdapat makna rohaniah yang sejak awal
penciptaannya telah diberikan Allah berupa toga kekuatan yang
bersiifat potensial yaitu nafsu, akal, dan rasa.
“Nafsu” adalah tenaga potensial yang berupa dorongan-dorongan
untuk berbuat dan bertindak kreatif dan dinamis yang berkembang
kepada dua arah
Penasaran ???
Silahkan Bertanya Pada Saat Sesi
Bertanya
Aspek Sosiologis
PENDAHULUAN
BATASAN
MASALAH
TUJUAN
FLOW CHART
KESIMPULAN
SARAN
HISTORIS
Biologis
Intelektual
Posisional
Sosiologis
Manusia disebut nas, yang menunjukan kecenderungannya untuk
berkelompok dengan sesama jenisnya.
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari
seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu
berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-
mengenal...” (Q.S. al-Hujurat:13).
PENDAHULUAN
BATASAN
MASALAH
TUJUAN
FLOW CHART
KESIMPULAN
SARAN
HISTORIS
Biologis
Intelektual
Posisional
Sosiologis
Aspek Posisional
Manusia disebut „abd yang menunjukkan kedudukannya sebagai
hamba Allah yang harus tunduk dan patuh kepada-Nya.

Sebenarnya manusia terdiri dari 4 unsur, yaitu:

1. Jasmani : Terdiri dari seluruh anggota badan atau yang
tampak luarnya.

2. Hayat : Unsur hidup yang ditandai dengan
adanya gerak.

3. Roh : Bekerja secara spiritual karena kehendak
Allah.

4. Nafsu : Keinginan yang lahir dari diri
manusia.

PENDAHULUAN
MATERI
R. MASALAH
ASPEK”
KESIMPULAN
SARAN
Banyak ilmuan dan para filsuf berpendapat tentang siapakah manusia.
Namun pendapat mereka juga beragam tidak ada kesamaan, sebab
pendapat mereka tergantung pada masing-masing bidang yang mereka
tekuni. Akhirnya para ilmuan dan filsuf tidak menemukan kesimpulan
yang sama.
Dari pendapat-pendapat mereka dapat disimpulkan bahwa hakikat
manusia yang sebenarnya belum bisa dibenarkan karena pendapat
mereka bersifat subyektif dan keterbatasan nalar yang mereka miliki. Hal
ini yang menyebabkan manusia cenderung hanya dipandang sebagai
makhluk yang terdiri dari berbagai unsur, tidak lagi sebagai sosok yang
integratif, akibat belum ditemukannya satu definisi yang dapat
menggambarkan manusia yang utuh (Nurdin, et. al, 1993:9).

Dalam islam diajarkan bahwa yang dapat memberikan kejelasan tentang
hakikat manusia yang sebenarnya adalah pencipta manusia itu sendiri,
yaitu Allah SWT. Karena dalam Qur‟an surat Al-Isra‟:85 Allah
menjelaskan bahwa Sang Penciptalah yang lebih memahami ciptaanNya,
sedang manusia walaupun sebagai makhluk yang dalam unsur
penciptaanya terdapat ruh Illahi, namun manusia tidak diberi
pengetahuan tentang ruh, kecuali sedikit.
Eksistensi dan Martabat Manusia

Tanggung Jawab Manusia Sebagai Hamba
dan Khalifah
PENDAHULUAN
MATERI
R. MASALAH
ASPEK”
KESIMPULAN
SARAN
• Sebagai hamba Allah tanggungjawab manusia adalah amat luas
didalam kehidupannya, meliputi semua keadaan dan tugas
yang ditentukan kepadanya.Tanggungjawab manusia secara
umum digambarkan oleh Rasulullah SAWAllah mencipta
manusia ada tujuan-tujuannya yang tertentu. Manusia dicipta
untuk dikembalikan semula kepada Allah dan setiap manusia
akan ditanya atas setiap usaha dan amal yang dilakukan selama
ia hidup di dunia.

• Manusia Sebagai Khalifah Allah
Antara anugerah utama Allah kepada manusia ialah pemilihan
manusia untuk menjadi khalifah atau wakilNya di bumi. Dengan
ini manusia berkewajipan menegakkan kebenaran, kebaikan,
mewujudkan kedamaian, menghapuskan kemungkaran serta
penyelewengan dan penyimpangan dari jalan Allah.

KESIMPULAN
PENDAHULUAN
MATERI
R. MASALAH
ASPEK”
KESIMPULAN
SARAN
• Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hakikat manusia
sebenarnya adalah ciptaan Allah yang memiliki unsur-unsur
seperti jasmani, hayat, roh dan nafsu. Manusia dilahirkan ke muka
bumi dengan membawa potensi-potensi yang dimiliki oleh setiap
orang. Ada potensi yang positif ada pula potensi yang cenderung
negatif atau tidak berguna. Untuk itu, sebagai manusia kita harus
pintar mengelola potensi yang kita miliki agar menjadi sesuatu
yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Selain itu, manusia
diciptakan oleh Allah tak lain dan tak bukan hanyalah untuk
menyembah dan beribadah kepada Allah semata.

• Di dunia sendiri, manusia diberikan tugas oleh Allah untuk
menjadi seorang khalifah di mana bertugas untuk mengelola dan
mengendalikan segala sesuatu yang ada di bumi. Manusia dituntut
untuk merawat dan menjaga isi bumi sesuai dengan apa yang
diperintahkan oleh Allah SWT, dan apabila manusia lalai dalam
melaksanan tugasnya, maka mereka akan mendapatkan hukuman
dari Allah di akhirat kelak.

SARAN
PENDAHULUAN
MATERI
R. MASALAH
ASPEK”
KESIMPULAN
SARAN
 Sebagai manusia yang telah mengetahui perannya,
alangkah baiknya jika kita melaksanakan peran kita, tugas
kita sebagai seorang khalifah di bumi ini dengan baik.
Manusia telah diberi kelebihan oleh Allah SWT, oleh
karena itu dengan kelebihan tersebut kita akan mampu
menjalankan tugas kita sebagai seorang khalifah dengan
tetap berusaha untuk mendapatkan ridho Allah.