You are on page 1of 2

NAMA: M.

IMANSYAH
NPM : 3331100565
Bagian kayu
1. Hati kayu (Pith)
2. Kayu teras (Heartwood)
3. Kayu gubal (Sapwood)
4. Lapisan kambium (Cambium
layer)
5. Pengirim makanan (Bast)
6. Kulit pohon (Bark)
7. Lingkaran tahunan (Annular ring)
8. Lapisan musim gugur (Spring
growth)
9. Lapisan musim semi (Autumn
growth)
10. Penyimpan makanan (Medularry
rays)
SIFAT-SIFAT KAYU DAN
PENGGUNAANNYA
• Pengenalan Sifat-Sifat Kayu
• Sifat Fisik Kayu
• Sifat Mekanik Kayu
• Macam Penggunaan Kayu
SIFAT-SIFAT KAYU DAN
PENGGUNAANNYA
Dalam kehidupan kita sehari-hari,
kayu merupakan bahan yang
sangat sering dipergunakan untuk
tujuan penggunaan
tertentu.
Terkadang sebagai barang tertentu,
kayu tidak dapat digantikan
dengan bahan lain karena sifat
khasnya.
Kita sebagai pengguna dari kayu
yang setiap jenisnya mempunyai
sifat-sifat yang berbeda, perlu
mengenal sifat-sifat kayu
tersebut sehingga dalam pemilihan
atau penentuan jenis
untuk tujuan penggunaan tertentu
harus betul-betul sesuai
dengan yang kita inginkan.
Berikut ini diuraikan sifat-sifat kayu
(fisik dan mekanik) serta
macam penggunaannya.
Pengenalan Sifat-Sifat Kayu
Kayu merupakan hasil hutan yang
mudah diproses untuk
dijadikan barang sesuai dengan
kemajuan teknologi. Kayu
memiliki beberapa sifat yang tidak
dapat ditiru oleh bahanbahan
lain. Pemilihan dan penggunaan kayu
untuk suatu
tujuan pemakaian, memerlukan
pengetahuan tentang sifatsifat
kayu. Sifat-sifat ini penting sekali
dalam industri
pengolahan kayu sebab dari
pengetahuan sifat tersebut tidak
saja dapat dipilih jenis kayu yang
tepat serta macam
penggunaan yang memungkinkan,
akan tetapi juga dapat
dipilih kemungkinan penggantian
oleh jenis kayu lainnya
apabila jenis yang bersangkutan sulit
didapat secara kontinyu
atau terlalu mahal
Pengenalan Sifat-Sifat Kayu
Kayu berasal dari berbagai jenis
pohon yang
memiliki sifat-sifat yang berbeda-
beda.
Bahkan dalam satu pohon, kayu
mempunyai
sifat yang berbeda-beda. Dari sekian
banyak
sifat-sifat kayu yang berbeda satu
sama lain.
beberapa sifat yang umum terdapat
pada semua
jenis kayu yaitu :
• Kayu tersusun dari sel-sel yang
memiliki tipe bermacammacam
dan susunan dinding selnya terdiri
dari senyawa
kimia berupa selulosa dan hemi
selulosa (karbohidrat) serta
lignin (non karbohidrat).
• Semua kayu bersifat anisotropik,
yaitu memperlihatkan
sifat-sifat yang berlainan jika diuji
menurut tiga arah
utamanya (longitudinal, radial dan
tangensial).
• Kayu merupakan bahan yang
bersifat higroskopis, yaitu
dapat menyerap atau melepaskan
kadar air (kelembaban)
sebagai akibat perubahan kelembaban
dan suhu udara
disekelilingnya.
• Kayu dapat diserang oleh hama dan
penyakit dan dapat
terbakar terutama dalam keadaan
kering
Sifat Fisik Kayu
1. Berat dan Berat Jenis
2. Keawetan
3. Warna
4. Tekstur
5. Arah Serat
6. Kesan Raba
7. Bau dan Rasa
8. Nilai Dekoratif
9. Higroskopis
10. Sifat Kayu terhadap Suara
11. Daya Hantar Panas
12. Daya Hantar Listrik
Berat dan Berat Jenis Kayu
• Berat suatu kayu tergantung dari
jumlah zat kayu,
rongga sel, kadar air dan zat
ekstraktif didalamnya.
• Berat suatu jenis kayu berbanding
lurus dengan BJnya.
• Kayu mempunyai berat jenis yang
berbeda-beda,
berkisar antara BJ minimum 0,2
(kayu balsa) sampai
BJ 1,28 (kayu nani).
• Umumnya makin tinggi BJ kayu,
kayu semakin berat
dan semakin kuat pula.
Keawetan Kayu
• Keawetan adalah ketahanan kayu
terhadap serangan
dari unsur-unsur perusak kayu dari
luar seperti
jamur, rayap, bubuk dll.
• Keawetan kayu tersebut disebabkan
adanya zat
ekstraktif didalam kayu yang
merupakan unsur racun
bagi perusak kayu.
• Zat ekstraktif tersebut terbentuk
pada saat kayu
gubal berubah menjadi kayu teras
sehingga pada
umumnya kayu teras lebih awet dari
kayu gubal.
Warna Kayu
• Kayu yang beraneka warna
macamnya
disebabkan oleh zat pengisi warna
dalam kayu
yang berbeda-beda.
Tekstur Kayu
• Tekstur adalah ukuran relatif sel-sel
kayu.
• Berdasarkan teksturnya, kayu
digolongkan
kedalam kayu bertekstur halus
(contoh: giam,
kulim dll),
• Kayu bertekstur sedang (contoh:
jati,
sonokeling dll) dan
• Kayu bertekstur kasar (contoh:
kempas,
meranti dll).
Arah Serat
• Arah serat adalah arah umum sel-sel
kayu
terhadap sumbu batang pohon.
• Arah serat dapat dibedakan
menjadi:
– serat lurus,
– serat berpadu,
– serat berombak,
– serta terpilin dan
– serat diagonal (serat miring).
Kesan Raba
• Kesan raba adalah kesan yang
diperoleh pada
saat meraba permukaan kayu (kasar,
halus,
licin, dingin, berminyak dll).
• Kesan raba tiap jenis kayu berbeda-
beda
tergantung dari tekstur kayu, kadar
air, kadar
zat ekstraktif dalam kayu
Bau dan Rasa Kayu
• Bau dan rasa kayu mudah hilang
bila kayu
lama tersimpan di udara terbuka.
• Beberapa jenis kayu mempunyai
bau yang
merangsang dan untuk menyatakan
bau kayu
tersebut, sering digunakan bau
sesuatu benda
yang umum dikenal misalnya bau
bawang
(kulim), bau zat penyamak (jati), bau
kamper
(kapur) dsb.
Nilai Dekoratif
• Gambar kayu tergantung dari pola
penyebaran
warna, arah serat, tekstur, dan
pemunculan
riap-riap tumbuh dalam pola-pola
tertentu.
• Pola gambar ini yang membuat
sesuatu jenis
kayu mempunyai nilai dekoratif.
Higroskopis
• Kayu mempunyai sifat dapat
menyerap atau
melepaskan air.
• Makin lembab udara disekitarnya
makin tinggi pula
kelembaban kayu sampai tercapai
keseimbangan
dengan lingkungannya.
• Dalam kondisi kelembaban kayu
sama dengan
kelembaban udara disekelilingnya
disebut kandungan
air keseimbangan
(EMC = Equilibrium Moisture
Content).
Sifat Kayu terhadap Suara, yang
terdiri dari :
• Sifat akustik, yaitu kemampuan
untuk meneruskan
suara berkaitan erat dengan elastisitas
kayu.
• Sifat resonansi, yaitu turut
bergetarnya kayu akibat
adanya gelombang suara. Kualitas
nada yang
dikeluarkan kayu sangat baik,
sehingga kayu banyak
dipakai untuk bahan pembuatan alat
musik
(kulintang, gitar, biola dll).
Daya Hantar Panas
• Sifat daya hantar kayu sangat jelek
sehingga
kayu banyak digunakan untuk
membuat
barang-barang yang berhubungan
langsung
dengan sumber panas.
Daya Hantar Listrik
• Pada umumnya kayu merupakan
bahan hantar yang jelek
untuk aliran listrik.
• Daya hantar listrik ini dipengaruhi
oleh kadar air kayu.
• Pada kadar air 0 %, kayu akan
menjadi bahan sekat listrik
yang baik sekali, sebaliknya apabila
kayu mengandung air
maksimum (kayu basah), maka daya
hantarnya boleh
dikatakan sama dengan daya hantar
air.
Sifat Mekanik Kayu
1. Keteguhan Tarik
2. Keteguhan tekan / Kompresi
3. Keteguhan Geser
4. Keteguhan lengkung (lentur)
5. Kekakuan
6. Keuletan
7. Kekerasan
8. Keteguhan Belah
Keteguhan Tarik
• Keteguhan tarik adalah kekuatan
kayu untuk
menahan gaya-gaya yang berusaha
menarik kayu.
• Terdapat 2 (dua) macam keteguhan
tarik yaitu :
– Keteguhan tarik sejajar arah serat
dan
– Keteguhan tarik tegak lurus arah
serat.
• Kekuatan tarik terbesar pada kayu
ialah keteguhan
tarik sejajar arah serat.
• Kekuatan tarik tegak lurus arah
serat lebih kecil
daripada kekuatan tarik sejajar arah
serat.
Keteguhan tekan / Kompresi
• Keteguhan tekan/kompresi adalah
kekuatan kayu
untuk menahan muatan/beban.
• Terdapat 2 (dua) macam keteguhan
tekan yaitu :
• Keteguhan tekan sejajar arah serat
dan
• Keteguhan tekan tegak lurus arah
serat.
• Pada semua kayu, keteguhan tegak
lurus serat lebih
kecil daripada keteguhan kompresi
sejajar arah
serat.
Keteguhan Geser
• Keteguhan geser adalah
kemampuan kayu untuk
menahan gaya-gaya yang membuat
suatu bagian
kayu tersebut turut bergeser dari
bagian lain di
dekatnya. Terdapat 3 (tiga) macam
keteguhan
yaitu :
• Keteguhan geser sejajar arah serat
• Keteguhan geser tegak lurus arah
serat dan
• Keteguhan geser miring
• Keteguhan geser tegak lurus serat
jauh lebih besar
dari pada keteguhan geser sejajar
arah serat.
Keteguhan lengkung (lentur)
• Keteguhan lengkung/lentur adalah
kekuatan untuk
menahan gaya-gaya yang berusaha
melengkungkan
kayu atau untuk menahan beban mati
maupun
hidup selain beban pukulan. Terdapat
2 (dua)
macam keteguhan yaitu :
– Keteguhan lengkung statik, yaitu
kekuatan kayu
menahan gaya yang mengenainya
secara perlahan-lahan.
– Keteguhan lengkung pukul, yaitu
kekuatan kayu
menahan gaya yang mengenainya
secara mendadak.
Kekakuan
• Kekakuan adalah kemampuan kayu
untuk
menahan perubahan bentuk atau
lengkungan. Kekakuan tersebut
dinyatakan
dalam modulus elastisitas.
Keuletan
• Keuletan adalah kemampuan kayu
untuk
menyerap sejumlah tenaga yang
relatif besar
atau tahan terhadap kejutan-kejutan
atau
tegangan-tegangan yang berulang-
ulang
yang melampaui batas proporsional
serta
mengakibatkan perubahan bentuk
yang
permanen dan kerusakan sebagian.
Kekerasan
• Kekerasan adalah kemampuan kayu
untuk
menahan gaya yang membuat takik
atau
lekukan atau kikisan (abrasi).
Bersama-sama
dengan keuletan, kekerasan
merupakan
suatu ukuran tentang ketahanan
terhadap
pengausan kayu.
Keteguhan Belah
• Keteguhan belah adalah
kemampuan kayu untuk
menahan gaya-gaya yang berusaha
membelah
kayu. Sifat keteguhan belah yang
rendah sangat
baik dalam pembuatan sirap dan kayu
bakar.
Sebaliknya keteguhan belah yang
tinggi sangat baik
untuk pembuatan ukir-ukiran
(patung). Pada
umumnya kayu mudah dibelah
sepanjang jari-jari
(arah radial) dari pada arah
tangensial.
• Ukuran yang dipakai untuk
menjabarkan sifat-sifat
kekuatan kayu atau sifat mekaniknya
dinyatakan
dalam kg/cm2.
• Faktor-faktor yang mempengaruhi
sifat mekanik kayu
secara garis besar digolongkan
menjadi dua
kelompok :
– Faktor luar (eksternal): pengawetan
kayu, kelembaban
lingkungan, pembebanan dan cacat
yang disebabkan oleh
jamur atau serangga perusak kayu.
– Faktor dalam kayu (internal): BJ,
cacat mata kayu, serat
miring dsb.
Macam Penggunaan Kayu
• Bangunan (Konstruksi)
• Perkakas (mebel)
• Lantai (parket)
• Bantalan Rel Kereta Api
• Alat Olah Raga
• Alat Musik
• Alat Gambar
• Tong Kayu (Gentong)
• Tiang Listrik dan Telepon
• Patung dan Ukiran Kayu
• Korek Api
• Pensil
• Perkapalan
• Arang (bahan bakar)
• dll
Classification of Materials
(Smart Materials)
A smart material can be described as
a material that has a useful response
to external influences or stimuli.
There are many examples of smart
materials in everyday
use that are not modern developments
they include;
•Metal springs
•Light bulbs self regulate because as
The filament temperature increases
their resistance rises
•Ancient civilisations have long used
porous ceramics for self regulating
cooling Wine Cooler
Classification of Materials
(Smart Materials)
Other more modern examples of
smart
materials include;
•Shape memory polymers and alloys
Heat shrink tubing and packaging
Automatic actuators – open/close
greenhouse windows
Thermostats for heating control
•Smart Wire
Actuators, linear, angular and rotary
Anthromorphic actuation – human
like robotic motion
•Smart Link Silicone
Allows rotary motion between shafts
up to 3600 •Smart Fluids
Motion control gel – CD tray
opening/closing, camera lenses
Ferro fluids – earthquake dampers in
buildings, hard disks
•Piezoelectric Materials
Sensors, musical cards, m
•Chameleon Colours otors, actuators,
clocks
Car paints, printing inks, packaging
Classification of Materials
(Smart Materials)
Other more modern examples of
smart
materials include;
•Polymorph
Ini adalah polimer yang unik yang
memadukan dalam air panas dan
kemudian dapat dicetak bentuk
apapun. Ketika padat memiliki
sifat yang mirip dengan nilon
Digunakan untuk membuat
cetakan untuk vakum
membentuk kursi dan tangki
bahan bakar sepeda motor
proyek ini
Classification of Materials
(Smart Materials)
Other more modern examples of
smart
materials include;
•Thermocolour Sheet
Ini adalah lembaran perekat
diri yang warnanya berubah
sesuai dengan suhu.
Digunakan untuk
termometer, patch
peringatan panas dan iklan
produk terbaru Sheet
chFainngIgneeasrc cptiovlaaloctuerd
a oScnhc eoserhdteinegt to temp
Classification of Materials
(Smart Materials)
Other more modern examples of
smart
materials include;
•Phosphorescent Sheet
Ini adalah lembaran yang
menyerap energi cahaya
dan kembali-memancarkan
cahaya putih sampai
delapan jam. Digunakan
secara luas untuk
penerangan darurat pada
saat terjadi pemadaman
listrik
Classification of Materials
(Smart Materials)
Other more modern examples of
smart
materials include;
•Magnetic Sheet
Ini adalah lembaran
magnet polimer datar
seperti yang digunakan
dalam magnet kulkas. Juga
tersedia dalam lembaran
A4 tipis yang dapat dicetak
diatasnya
Classification of Materials
(Smart Materials)
Other more modern examples of
smart
materials include;
•Rigid PVC Foam Plastic
Ini adalah generasi baru
dari bahan lembar
digunakan secara luas
untuk tanda-tanda dan
pameran. Thermoforms
sangat baik. Hal ini banyak
digunakan untuk 'plug and
yoke' cetakan
Classification of Materials
(Smart Materials)
Other more modern examples of
smart
materials include;
•Lenticular Sheet
Lembar ini adalah 1mm
tebalnya tapi memberikan
ilusi bahwa itu adalah lebih
dekat untuk tebal.6mm
Sebuah benda ditempatkan
pada lembar tampaknya
tenggelam di bawah
permukaan
The camera lens does not capture the
effect
Classification of Materials
(Smart Materials)
Other more modern examples of
smart
materials include;
•Anodised Effect Card
Ini hampir tidak mungkin
untuk mengatakan dari hal
yang nyata. Ideal untuk
proyek mock-up. Hal ini
relatif murah dan mudah
memotong dengan gunting
atau cutter
Classification of Materials
(Smart Materials)
Other more modern examples of
smart
materials include;
•Galvanised Effect Card
Ini hampir identik dengan
hal yang nyata. Ideal untuk
proyek mock-up. Hal ini
relatif murah dan mudah
memotong dengan gunting
atau cutter. Digunakan
untuk kemasan barang atas
merek
Classification of Materials
(Smart Materials)
Other more modern examples of
smart
materials include;
•Quantum Tunnelling Composite
(QTC)
•Sebuah QTC dalam keadaan normal
adalah insulator yang
sempurna
•Ketika dikompresi menjadi
konduktor sempurna
•Jika hanya sedikit dikompresi
konduktivitas sebanding dengan
tekanan yang diterapkan
•Bagaimana cara kerjanya?
•Dalam fisika yang normal elektron
tidak dapat melewati
penghalang isolasi.
•Dalam Quantum teori fisika
gelombang elektron dapat melewati
isolator - ini adalah apa yang terjadi!
TEKNOLOGI MATERIAL
KOMPOSIT
A. Pengertian Material Komposit
(komposit)
Komposit adalah suatu jenis bahan
baru hasil rekayasa yang terdiri dari
dua atau
lebih bahan dimana sifat masing-
masing bahan berbeda satu sama
lainnya baik
itu sifat kimia maupun fisikanya dan
tetap terpisah dalam hasil akhir bahan
tersebut (bahan komposit). Dengan
adanya perbedaan dari material
penyusunnya maka komposit antar
material harus berikatan dengan kuat,
sehingga perlu adanya penambahan
wetting agent.
Beberapa definisi komposit sebagai
berikut
• Tingkat dasar : pada molekul
tunggal dan kisi kristal, bila material
yang
disusun dari dua atom atau lebih
disebut komposit (contoh senyawa,
paduan, polymer dan keramik)
• Mikrostruktur : pada kristal, phase
dan senyawa, bila material disusun
dari
dua phase atau senyawa atau lebih
disebut komposit (contoh paduan Fe
dan
C)
• Makrostruktur : material yang
disusun dari campuran dua atau lebih
penyusun makro yang berbeda dalam
bentuk dan/atau komposisi dan tidak
larut satu dengan yang lain disebut
material komposit (definisi secara
makro
ini yang biasa dipakai)
B. Tujuan pembuatan material
komposit
Berikut ini adalah tujuan dari
dibentuknya komposit, yaitu sebagai
berikut :
• Memperbaiki sifat mekanik
dan/atau sifat spesifik tertentu
• Mempermudah design yang sulit
pada manufaktur
• Keleluasaan dalam bentuk/design
yang dapat menghemat biaya
• Menjadikan bahan lebih ringan
C. Penyusun Komposit
Komposit pada umumnya terdiri dari
2 fasa:
1. Matriks
Matriks adalah fasa dalam komposit
yang mempunyai bagian atau fraksi
volume terbesar (dominan).
Matriks mempunyai fungsi sebagai
berikut :
a) Mentransfer tegangan ke serat.
b) Membentuk ikatan koheren,
permukaan matrik/serat.
c) Melindungi serat.
d) Memisahkan serat.
e) Melepas ikatan.
f) Tetap stabil setelah proses
manufaktur.
Gambar 1. Ilustrasi matriks pada
komposit
2. Reinforcement atau Filler atau
Fiber
Salah satu bagian utama dari
komposit adalah reinforcement
(penguat) yang
berfungsi sebagai penanggung beban
utama pada komposit.
Gambar 2. Ilustrasi reinforcement
pada komposit
Adanya dua penyusun komposit atau
lebih menimbulkan beberapa daerah
dan
istilah penyebutannya; Matrik
(penyusun dengan fraksi volume
terbesar),
Penguat (Penahan beban utama),
Interphase (pelekat antar dua
penyusun),
interface (permukaan phase yang
berbatasan dengan phase lain)
Gambar 3 Pengertian komposit
Secara strukturmikro material
komposit tidak merubah material
pembentuknya
(dalam orde kristalin) tetapi secara
keseluruhan material komposit
berbeda
dengan material pembentuknya
karena terjadi ikatan antar permukaan
antara
matriks dan filler.
Syarat terbentuknya komposit:
adanya ikatan permukaan antara
matriks dan
filler. Ikatan antar permukaan ini
terjadi karena adanya gaya adhesi dan
kohesi
Dalam material komposit gaya
adhesi-kohesi terjadi melalui 3 cara
utama:
o Interlocking antar permukaan →
ikatan yang terjadi karena kekasaran
bentuk permukaan partikel.
o Gaya elektrostatis → ikatan yang
terjadi karena adanya gaya tarik-
menarik
antara atom yang bermuatan (ion).
o Gaya vanderwalls → ikatan yang
terjadi karena adanya pengutupan
antar
partikel.
Kualitas ikatan antara matriks dan
filler dipengaruhi oleh beberapa
variabel
antara lain:
o Ukuran partikel
o Rapat jenis bahan yang digunakan
o Fraksi volume material
o Komposisi material
o Bentuk partikel
o Kecepatan dan waktu pencampuran
o Penekanan (kompaksi)
o Pemanasan (sintering)
D. Properties Komposit
Sifat maupun Karakteristik dari
komposit ditentukan oleh:
• Material yang menjadi penyusun
komposit
Karakteristik komposit ditentukan
berdasarkan karakteristik material
penyusun menurut rule of mixture
sehingga akan berbanding secara
proporsional.
• Bentuk dan penyusunan struktural
dari penyusun
Bentuk dan cara penyusunan
komposit akan mempengaruhi
karakteristik
komposit.
• Interaksi antar penyusun
Bila terjadi interaksi antar penyusun
akan meningkatkan sifat dari
komposit.
E. Perbedaan Komposit dan Alloy
Perbedaan antara komposit dan alloy
adalah dalam hal sistem proses
pemaduannya:
o Komposit bila ditinjau secara
mikroskopi masih menampakkan
adanya
komponen matrik dan komponen
filler, sedangkan alloy telah terjadi
perpaduan yang homogen antara
matrik dan filler
o Pada material komposit, dapat
leluasa merencanakan kekuatan
material
yang diinginkan dengan mengatur
komposisi dari matrik dan filler, sifat
material yang menyatu dapat
dievaluasi dan diuji secara terpisah.
F. Klasifikasi komposit
Berdasarkan matrik, komposit dapat
diklasifikasikan kedalam tiga
kelompok
besar yaitu:
a. Komposit matrik polimer (KMP),
polimer sebagai matrik
b. Komposit matrik logam (KML),
logam sebagi matrik
c. Komposit matrik keramik (KMK),
keramik sebagai matrik
Gambar 4. Klasifikasi komposit
Berdasarkan bentuk dari matriks-nya
Gambar 5. Matriks dari beberapa tipe
komposit
a. Komposit Matrik Polimer
(Polymer Matrix Composites – PMC)
Komposit ini bersifat :
1) Biaya pembuatan lebih rendah
2) Dapat dibuat dengan produksi
massal
3) Ketangguhan baik
4) Tahan simpan
5) Siklus pabrikasi dapat dipersingkat
6) Kemampuan mengikuti bentuk
7) Lebih ringan.
Keuntungan dari PMC :
1) Ringan
2) Specific stiffness tinggi
3) Specific strength tinggi
4) Anisotropy
Jenis polimer yang banyak
digunakan:
1) Thermoplastic
Thermoplastic adalah plastic yang
dapat dilunakkan berulang kali
(recycle)
dengan menggunakan panas.
Thermoplastic merupakan polimer
yang akan
menjadi keras apabila didinginkan.
Thermoplastic meleleh pada suhu
tertentu,
melekat mengikuti perubahan suhu
dan mempunyai sifat dapat balik
(reversibel)
kepada sifat aslinya, yaitu kembali
mengeras bila didinginkan. Contoh
ari
thermoplastic yaitu Poliester, Nylon
66, PP, PTFE, PET, Polieter sulfon,
PES, dan
Polieter eterketon (PEEK).
2) Thermoset
Thermoset tidak dapat mengikuti
perubahan suhu (irreversibel). Bila
sekali
pengerasan telah terjadi maka bahan
tidak dapat dilunakkan kembali.
Pemanasan yang tinggi tidak akan
melunakkan termoset melainkan akan
membentuk arang dan terurai karena
sifatnya yang demikian sering
digunakan
sebagai tutup ketel, seperti jenis-jenis
melamin. Plastik jenis termoset tidak
begitu menarik dalam proses daur
ulang karena selain sulit
penanganannya juga
volumenya jauh lebih sedikit (sekitar
10%) dari volume jenis plastik yang
bersifat termoplastik. Contoh dari
thermoset yaitu Epoksida,
Bismaleimida
(BMI), dan Poli-imida (PI).
Aplikasi PMC, yaitu sebagai berikut :
1) Matrik berbasis poliester dengan
serat gelas
a) Alat-alat rumah tangga
b) Panel pintu kendaraan
c) Lemari perkantoran
d) Peralatan elektronika.
2) Matrik berbasis termoplastik
dengan serat gelas = Kotak air
radiator
3) Matrik berbasis termoset dengan
serat carbon
a) Rotor helikopter
b) Komponen ruang angkasa
c) Rantai pesawat terbang
b. Komposit Matrik Logam (Metal
Matrix Composites – MMC)
Metal Matrix composites adalah salah
satu jenis komposit yang memiliki
matrik
logam. Material MMC mulai
dikembangkan sejak tahun 1996.
Pada mulanya yang
diteliti adalah Continous Filamen
MMC yang digunakan dalam aplikasi
aerospace.
Kelebihan MMC dibandingkan
dengan PMC :
1) Transfer tegangan dan regangan
yang baik.
2) Ketahanan terhadap temperature
tinggi
3) Tidak menyerap kelembapan.
4) Tidak mudah terbakar.
5) Kekuatan tekan dan geser yang
baik.
6) Ketahanan aus dan muai termal
yang lebih baik
Kekurangan MMC :
1) Biayanya mahal
2) Standarisasi material dan proses
yang sedikit
Matrik pada MMC :
1) Mempunyai keuletan yang tinggi
2) Mempunyai titik lebur yang
rendah
3) Mempunyai densitas yang rendah
Contoh : Almunium beserta
paduannya, Titanium beserta
paduannya,
Magnesium beserta paduannya.
Proses pembuatan MMC :
1) Powder metallurgy
2) Casting/liquid ilfiltration
3) Compocasting
4) Squeeze casting
Aplikasi MMC, yaitu sebagai berikut
:
1) Komponen automotive (blok-
silinder-mesin,pully,poros gardan,dll)
2) Peralatan militer (sudu
turbin,cakram kompresor,dll)
3) Aircraft (rak listrik pada pesawat
terbang)
4) Peralatan Elektronik
c. Komposit Matrik Keramik
(Ceramic Matrix Composites – CMC)
CMC merupakan material 2 fasa
dengan 1 fasa berfungsi sebagai
reinforcement dan 1
fasa sebagai matriks, dimana
matriksnya terbuat dari keramik.
Reinforcement yang
umum digunakan pada CMC adalah
oksida, carbide, dan nitrid. Salah
satuproses
pembuatan dari CMC yaitu dengan
proses DIMOX, yaitu proses
pembentukan
komposit dengan reaksi oksidasi
leburan logam untuk pertumbuhan
matriks
keramik disekeliling daerah filler
(penguat).
Matrik yang sering digunakan pada
CMC adalah :
1) Gelas anorganic.
2) Keramik gelas
3) Alumina
4) Silikon Nitrida
Keuntungan dari CMC :
1) Dimensinya stabil bahkan lebih
stabil daripada logam
2) Sangat tangguh , bahkan hampir
sama dengan ketangguhan dari cast
iron
3) Mempunyai karakteristik
permukaan yang tahan aus
4) Unsur kimianya stabil pada
temperature tinggi
5) Tahan pada temperatur tinggi
(creep)
6) Kekuatan & ketangguhan tinggi,
dan ketahanan korosi tinggi.
Kerugian dari CMC
1) Sulit untuk diproduksi dalam
jumlah besar
2) Relative mahal dan non-cot
effective
3) Hanya untuk aplikasi tertentu
Aplikasi CMC, yaitu sebagai berikut :
1) Chemical processing = Filters,
membranes, seals, liners, piping,
hangers
2) Power generation = Combustorrs,
Vanrs, Nozzles, Recuperators, heat
exchange
tubes, liner
3) Wate inineration = Furnace part,
burners, heat pipes, filters, sensors.
4) Kombinasi dalam rekayasa wisker
SiC/alumina polikristalin untuk
perkakas
potong.
5) Serat grafit/gelas boron silikat
untuk alas cermin laser.
6) Grafit/keramik gelas untuk
bantalan,perapat dan lem.
7) SiC/litium aluminosilikat (LAS)
untuk calon material mesin panas.
Adapun pembagian komposit
berdasarkan penguatnya dapat dilihat
dari Gambar 6.
Gambar 6. Pembagian komposit
berdasarkan penguatnya
Dari Gambar 6. komposit berdasakan
jenis penguatnya dapat dijelasakan
sebagai
berikut :
a. Particulate composite, penguatnya
berbentuk partikel
b. Fibre composite, penguatnya
berbentuk serat
c. Structural composite, cara
penggabungan material komposit
Adapun Illustrasi dari komposit
berdasarkan penguatnya dapat dilihat
pada
Gambar 7
a. Partikel b. Fiber c. Struktur
Gambar 7. Illustrasi komposit
berdasarkan penguatnya
a. Partikel sebagai penguat
(Particulate composites)
Keuntungan dari komposit yang
disusun oleh reinforcement berbentuk
partikel:
a) Kekuatan lebih seragam pada
berbagai arah
b) Dapat digunakan untuk
meningkatkan kekuatan dan
meningkatkan kekerasan
material
c) Cara penguatan dan pengerasan
oleh partikulat adalah dengan
menghalangi
pergerakan dislokasi.
Proses produksi pada komposit yang
disusun oleh reinforcement berbentuk
partikel:
a) Metalurgi Serbuk
b) Stir Casting
c) Infiltration Process
d) Spray Deposition
e) In-Situ Process
Panjang partikel dibedakan menjadi
dua, yaitu sebagai berikut :
1) Large particle
Komposit yang disusun oleh
reinforcement berbentuk partikel,
dimana interaksi
antara partikel dan matrik terjadi
tidak dalam skala atomik atau
molekular.
Partikel seharusnya berukuran kecil
dan terdistribusi merata. Contoh dari
large
particle composite adalah cemet
dengan sand atau gravel, cemet
sebagai matriks
dan sand sebagai atau gravel, cemet
sebagai matriks dan sand sebagai
partikel,
Sphereodite steel (cementite sebagai
partikulat), Tire (carbon sebagai
partikulat),
Oxide-Base Cermet (oksida logam
sebagai partikulat).
a
b
Gambar 8. a. Flat flakes sebagai
penguat (Flake composites)
b. Fillers sebagai penguat (Filler
composites)
2) Dispersion strengthened particle
a) Fraksi partikulat sangat kecil,
jarang lebih dari 3%.
b) Ukuran yang lebih kecil yaitu
sekitar 10-250 nm.
b. Fiber sebagai penguat (Fiber
composites)
Fungsi utama dari serat adalah
sebagai penopang kekuatan dari
komposit, sehingga
tinggi rendahnya kekuatan komposit
sangat tergantung dari serat yang
digunakan,
karena tegangan yang dikenakan pada
komposit mulanya diterima oleh
matrik akan
diteruskan kepada serat, sehingga
serat akan menahan beban sampai
beban
maksimum. Oleh karena itu serat
harus mempunyai tegangan tarik dan
modulus
elastisitas yang lebih tinggi daripada
matrik penyusun komposit.
Fiber yang digunakan harus memiliki
syarat sebagai berikut :
a) Mempunyai diameter yang lebih
kecil dari diameter bulknya
(matriksnya)
namun harus lebih kuat dari bulknya
b) Harus mempunyai tensile strength
yang tinggi
Parameter fiber dalam pembuatan
komposit, yaitu sebagai berikut :
a) Distribusi
b) Konsentrasi
c) Orientasi
d) Bentuk
e) ukuran
Gambar 9. Parameter fiber dalam
pembuatan komposit
Proses produksi pada fiber-carbon
yaitu sebagai berikut :
1. Open Mold Process
a. Hand Lay-Up
b. Spray Lay-Up
c. Vacuum Bag Moulding
d. Filament Winding
2. Closed Mold Process
a. Resin Film Infusion
b. Pultrusion
Berdasarkan penempatannya terdapat
beberapa tipe serat pada komposit,
yaitu :
:
Gambar 10. Tipe serat pada komposit
a) Continuous Fiber Composite
Continuous atau uni-directional,
mempunyai susunan serat panjang
dan lurus,
membentuk lamina diantara
matriksnya. Jenis komposit ini paling
banyak
digunakan. Kekurangan tipe ini
adalah lemahnya kekuatan antar antar
lapisan. Hal
ini dikarenakan kekuatan antar
lapisan dipengaruhi oleh matriksnya.
b) Woven Fiber Composite (bi-
dirtectional)
Komposit ini tidak mudah
terpengaruh pemisahan antar lapisan
karena susunan
seratnya juga mengikat antar lapisan.
Akan tetapi susunan serat
memanjangnya
yang tidak begitu lurus
mengakibatkan kekuatan dan
kekakuan tidak sebaik tipe
continuous fiber.
c) Discontinuous Fiber Composite
(chopped fiber composite)
Komposit dengan tipe serat pendek
masih dibedakan lagi menjadi :
1) Aligned discontinuous fiber
2) Off-axis aligned discontinuous
fiber
3) Randomly oriented discontinuous
fiber
Randomly oriented discontinuous
fiber merupakan komposit dengan
serat
pendek yang tersebar secara acak
diantara matriksnya. Tipe acak sering
digunakan pada produksi dengan
volume besar karena faktor biaya
manufakturnya yang lebih murah.
Kekurangan dari jenis serat acak
adalah sifat
mekanik yang masih dibawah dari
penguatan dengan serat lurus pada
jenis
serat yang sama.
Gambar 11. Tipe discontinuous fiber
d) Hybrid fiber composite
Hybrid fiber composite merupakan
komposit gabungan antara tipe serat
lurus
dengan serat acak. Pertimbangannya
supaya dapat mengeliminir
kekurangan sifat
dari kedua tipe dan dapat
menggabungkan kelebihannya.
Jenis fiber yang biasa digunakan
untuk pembuatan komposit antara
lain sebagai
berikut :
a) Fiber-glass
Sifat-sifat fiber-glass, yaitu sebagai
berikut :
1. Density cukup rendah (sekitar 2,55
g/cc)
2. Tensile strengthnya cukup tinggi
(sekitar 1,8 GPa)
3. Biasanya stiffnessnya rendah
(70GPa)
4. Stabilitas dimensinya baik
5. Resisten terhadap panas dan
dengin
6. Tahan korosi
7. Komposisi umum adalah 50-60%
SiO2 dan paduan lain yaitu Al, Ca,
Mg, Na,
dan lain-lain.
Keuntungan dari penggunaan fiber-
glass yaitu sebagai berikut :
1. Biaya murah
2. Tahan korosi
3. Biayanya relatif lebih rendah dari
komposit lainnya
4. Biasanya digunakan untuk piing,
tanks, boats, alat-alat olahraga
Kerugian dari penggunaan fiber-glass
yaitu sebagai berikut :
1. Kekuatannya relatif rendah
2. Elongasi tinggi
3. Kekuatan dan beratnya sedang
(moderate)
Jenis-jenisnya antara lain :
1. E-glass
2. C-glass
3. S-glass
Tabel 1. Sifat-sifat dari jenis-jenis
fiber-glass
Tabel 2. Komposisi senyawa kimia
fiber-glass
b) Fiber-nylon
Sifat-sifat fiber-nylon, yaitu sebagai
berikut :
1. Dibuat dari polyamide
2. Lebih kuat, lebih ringan, tidak
getas dan tidak lebih kaku dari
karbon
3. Contoh merek nylon yaitu Kevlar
(DuPont) dan Kwaron (Akzo)
c) Fiber-carbon
Sifat-sifat fiber-carbon, yaitu sebagai
berikut :
1. Densitas karbon cukup ringan yaitu
sekitar 2,3 g/cc.
2. Struktur grafit yang digunakan
untuk membuat fiber berbentuk
seperti
kristal intan.
3. Mempunyai karakteristik yang
ringan, kekuatan yang sangat tinggi,
kekakuan (modulus elastisitas) tinggi.
4. Memisahkan bagian yang bukan
karbon melalui proses
5. Terdiri dari + 90% karbon
6. Dapat dibuat bahan turunan : grafit
yang kekuatannya dibawah serat
karbon
7. Diproduksi dari Polyacrylnitril
(PAN), melalui tiga tahap proses,
yaitu
sebagai berikut :
a. Stabilisasi = Peregangan dan
oksidasi.
b. Karbonisasi = Pemanasan untuk
mengurangi O, H, N
c. Grafitisasi = Meningkatkan
modulus elastisitas.
Tabel 3. Kelebihan Versus
Kekurangan
Fiber Kelebihan Kekurangan
Fiber-glass 1. Kekuatan tinggi
2. Relatif murah
Kurang elastis
Fiber-carbon
1. Kuat hingga sangat kuat
2. Stiffness(kuat+keras) besar
3. Koefisien pemuaian kecil
4. Menahan getaran
1. Agak getas
2. Nilai peregangan kurang
3. Agak mahal
Fiber-graphite 1. Lebih stiffness dari
Carbon
2. Lebih ulet
Kurang kuat disbanding Carbon
Fibernylon(
aramid)
1. Agak stiff (kuat+keras) &
sangat ulet
2. Tahan terhadap benturan
3. Kekuatanya besar (lebih kuat
dari baja)
4. Lebih murah dari carbon
1. Kekutan tekan lebih rendah
dari carbon
2. Ketahanan panas lebih rendah
dari carbon (hingga 180*C)
d) Hybride Fiber (kombinasi dari
berbagai jenis serat)
1) Glass Versus Carbon
a) Meningkatkan shock resistence
(tahan benturan)
b) Meningkatkan fracture resistence
(tahan patahan/ulet)
c) Mengurangi biaya
2) Glass Versus Nylon
a) Menigkatkan kekuatan tekan
b) Memperbaiki pemrosesan
(manufaktur)
c) Mengurangi biaya
3) Carbon Versus Nylon
a) Meningkatkan kekuatan tarik
b) Meningkatkan kekuatan tekan
c) Meningkatkan kekuatan pada
pembengkokan
c. Fiber sebagai sturktural (Structute
composites)
Komposit struktural dibentuk oleh
reinforce- reinforce yang memiliki
bentuk
lembaran-lembaran. Berdasarkan
struktur, komposit dapat dibagi
menjadi dua yaitu
struktur laminate dan struktur
sandwich, ilustrasi dari kedua
struktur komposit
1) Laminate
Laminate adalah gabungan dari dua
atau lebih lamina (satu lembar
komposit dengan
arah serat tertentu) yang membentuk
elemen struktur secara integral pada
komposit. Proses pembentukan
lamina ini menjadi laminate
dinamakan proses
laminai. Sebagai elemen sebuah
struktur, lamina yang serat
penguatnya searah saja
(unidirectional lamina) pada
umumnya tidak menguntungkan
karena memiliki sifat
yang buruk. Untuk itulah struktur
komposit dibuat dalam bentuk
laminate yang
terdiri dari beberapa macam lamina
atau lapisan yang diorientasikan
dalam arah
yang diinginkan dan digabungkan
bersama sebagai sebuah unit struktur.
Mikrostruktur lamina dan jenis-jenis
dari arah serat dapat dilihat pada
gambar
dibawah ini :
Gambar 13. Mikrostruktur lamina
Gambar 14. Jenis-jenis dari fiber
reinforced composites
Terdapat beberapa lamina, yaitu:
a) Continous fiber laminate, lamina
jenis ini mempunyai lamina penyusun
dengan
serat yang tidak terputus hingga
mencapai ujung-ujung lamina.
Continous fiber
laminate terdiri dari :
1. Unidirectional laminate (satu arah),
yaitu bentuk laminate dengan tiap
lamina mempunyai arah serat yang
sama. Kekuatan terbesar dari
komposit
lamina ini adalah searah seratnya.
2. Crossplien quasi-isotropoic
(silang), lamina ini mempunyai
susunan serat
yang saling silang tegak lurus satu
sama lain antara lamina.
3. Random/woven fiber composite,
lamina ini mempunyai susunan serat.
b) Discontinous fiber composite,
berbeda dengan jenis sebelumnya
maka laminate
ini pada masing-masing lamina terdiri
dari potongan serat pendek yang
terputus
dan mempunyai dua jenis yaitu :
1. Short Alighned Fiber, potongan
serat tersusun dalam arah tertentu,
sesuai
dengan keperluan setiap lamina.
2. In-Plane Random Fiber, potongan
serat disebarkan secara acak atau
arahnya
tidak teratur.
2) Sandwich panels
Komposit sandwich merupakan salah
satu jenis komposit struktur yang
sangat
potensial untuk dikembangkan.
Komposit sandwich merupakan
komposit yang
tersusun dari 3 lapisan yang terdiri
dari flat composite (metal sheet)
sebagai kulit
permukaan (skin) serta meterial inti
(core) di bagian tengahnya (berada di
antaranya). Core yang biasa dipakai
adalah core import, seperti polyuretan
(PU),
polyvynil Clorida (PVC), dan
honeycomb.Komposit sandwich
dibuat dengan tujuan
untuk efisiensi berat yang optimal,
namun mempunyai kekakuan dan
kekuatan yang
tinggi. Sehinggga untuk mendapatkan
karakteristik tersebut, pada bagian
tengah
diantara kedua skin dipasang core.
Komposit sandwich merupakan jenis
komposit yang sangat cocok untuk
menahan
beban lentur, impak, meredam
getaran dan suara. Komposit
sandwich dibuat untuk
mendapatkan struktur yang ringan
tetapi mempunyai kekakuan dan
kekuatan yang
tinggi. Biasanya pemilihan bahan
untuk komposit sandwich, syaratnya
adalah
ringan, tahan panas dan korosi, serta
harga juga dipertimbangkan. Dengan
menggunakan material inti yang
sangat ringan, maka akan dihasilkan
komposit yang
mempunyai sifat kuat, ringan, dan
kaku. Komposit sandwich dapat
diaplikasikan
sebagai struktural maupun non-
struktural bagian internal dan
eksternal pada
kereta, bus, truk, dan jenis kendaraan
yang lainnya.
Gambar 15. Structural composites
sandwich panels
6. Kelebihan Bahan Komposit
Bahan komposit mempunyai
beberapa kelebihan berbanding
dengan bahan
konvensional seperti logam.
Kelebihan tersebut pada umumnya
dapat dilihat dari
beberapa sudut yang penting seperti
sifat-sifat mekanikal dan fisikal,
keupayaan
(reliability), kebolehprosesan dan
biaya. Seperti yang diuraikan
dibawah ini :
a. Sifat-sifat mekanikal dan fisikal
Pada umumnya pemilihan bahan
matriks dan serat memainkan peranan
penting
dalam menentukan sifat-sifat
mekanik dan sifat komposit.
Gabungan matriks dan
serat dapat menghasilkan komposit
yang mempunyai kekuatan dan
kekakuan
yang lebih tinggi dari bahan
konvensional seperti keluli.
1. Bahan komposit mempunyai
density yang jauh lebih rendah
berbanding
dengan bahan konvensional. Ini
memberikan implikasi yang penting
dalam
konteks penggunaan karena komposit
akan mempunyai kekuatan dan
kekakuan spesifik yang lebih tinggi
dari bahan konvensional. Implikasi
kedua
ialah produk komposit yang
dihasilkan akan mempunyai kerut
yang lebih
rendah dari logam. Pengurangan
berat adalah satu aspek yang penting
dalam industri pembuatan seperti
automobile dan angkasa lepas.