You are on page 1of 18

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Orang tua dan generasi muda/ penerus perlu dibekali dengan
pengetahuan Kesehatan Reproduksi. Hal ini bertujuan agar mereka memiliki
pengetahuan yang benar tentang sistem, fungsi dan proses reproduksi
manusia. Dengan demikian kelak mereka dapat mengembangkan keturunan
yang sehat, cerdas dan produktif secara bertanggung jawab.
Penyuluhan merupakan salah satu cara untuk menyampaikan
informasi mengenai Kesehatan Reproduksi kepada sasaran. Adapun
penyuluhan ini merupakan bagian dari Komunikasi Informasi Edukasi (KIE)
Kesehatan Reproduksi yang bertujuan memberikan informasi kepada sasaran
dalam rangka meningkatkan kualitas hidup manusia.

B. Tujuan Pembelajaran
Setelah melakukan kegiatan laboratorium lapangan, diharapkan mahasiswa
mampu:
1. Melakukan penyuluhan KIE Kesehatan reproduksi di tingkat puskesmas
khususnya tentang ANC-7T.
2. Melakukan KIE Kesehatan reproduksi di kalangan anak remaja pada
institusi sekolah (SMP-SMA).









2
BAB II
KEGIATAN YANG DILAKUKAN

Kegiatan Field Lab B-1 dilaksanakan di Pukesmas Weru, Sukoharjo. Adapun
rincian kegiatan sebagai berikut :

A. Survey
Hari/ Tanggal : Senin, 21 April 2014
Waktu : 08.00-10.00
Tempat : Puskesmas Weru Sukoharjo
Kegiatan :
1. Penyerahan surat tugas dari bagian Field Lab Fakultas Kedokteran
Universitas Sebelas Maret kepada pihak Puskesmas Weru
2. Diterima oleh Kepala Tata Usaha Puskesmas dan disampaikan kepada
Kepala Puskesmas, dr. Titik Sri Hartini, M.Kes
3. Pengenalan mengenenai peraturan Puskesmas Weru oleh Kepala
Puskesmas
4. Pengarahan teknis pelaksanaan Field Lab oleh instruktur lapangan, dr.
Sulistyaningsih

B. Kegiatan Lapangan I
Hari/ Tanggal : Senin, 28 April 2014
Waktu : 07.15-11.30
Tempat :
1. SMP negeri 3 Weru
2. MTs Muhammadiyah Sangen
Kegiatan :
1. Penentuan sasaran dan tempat penyuluhan oleh pihak Puskesmas.
Dalam hal ini diputuskan sasaran penyuluhan adalah siswa sekolah
menengah karena masa pubertas rata – rata dimulai sejak SMP. Kegiatan
3
penyuluhan dimajukan dari tanggal 5 Mei 2014 menjadi tanggal 28
April 2014 dikarenakan sasaran penyuluhan melaksanakan kegiatan UN.
2. Pembagian kelompok penyuluhan.
Sasaran penyuluhan KIE Kesehatan Reproduksi kelompok B1 adalah
siswa – siswa dari SMPN 3 Weru dan MTs Muhammmadiyah Sangen.
Maka, kelompok B1 dibagi menjadi dua tim penyuluh.
Kelompok 1 di SMPN 3 Weru
Pendamping dari Puskesmas : Ibu Rahma dan Ibu Tri Ismi
Anggota : - Agustin Febriana,
- Oki Saraswati U,
- Rr. Miranda Mutia,
- Yunita Dessy W,
- Ridho Frihadananta, dan
- Masyola Gusta Alim
Kelompok 2 di MTs Muhammadiyah Sangen
Pendamping dari Puskesmas : dr. Sulis dan Ibu Rini
Anggota : - Dewi Nareswari
- Raisa Cleizera
- Anton Giri M.
- Katherine Gowary S.
- Soraya Sahidha
3. Pelaksanaan Penyuluhan
a. Kelompok 1 di SMPN 3 Weru
- Koordinasi dengan Kepala Sekolah tentang KIE Kesehatan
Reproduksi dari Mahasiswa FK UNS dan Dinas Kesehatan
Puskesmas Weru
- Penyuluhan:
Tempat: Aula SMPN 3 Weru
Peserta: siswa siswi SMPN 3 Weru perwakilan kelas 7, 8, dan
9 dengan jumlah 204 orang.
Materi: KIE Kesehatan Reproduksi
4
1.) Latar Belakang kegiatan
2.) Tujuan penyuluhan
3.) Definisi Remaja
4.) Definisi Reproduksi dan Kesehatan Reproduksi
5.) Anatomi Sistem Reproduksi Maskulina dan Feminina
6.) Fisiologi Menstruasi
7.) Tindakan Preventif
8.) Infeksi Menular Seksual
Hasil: peserta menyimak penjelasan dengan baik dan
berpartisipasi aktif. Dilihat dari antusiasme peserta dalam
bertanya dan menjawab kuis yang diajukan.
- Diskusi dan Tanya Jawab (pertanyaan dan jawaban Terlampir)
b. Kelompok 2 di MTs Muhammdiyah Sangen
- Koordinasi dengan Kepala Sekolah tentang KIE Kesehatan
Reproduksi dari Mahasiswa FK UNS dan Dinas Kesehatan
Puskesmas Weru
- Penyuluhan:
Tempat: Aula MTs Muhammadiyah Sangen
Peserta: siswa siswi MTs Muhammadiyah Sangen perwakilan
kelas 7, 8, dan 9 dengan jumlah 38 orang.
Materi: KIE Kesehatan Reproduksi
1.) Latar Belakang kegiatan
2.) Tujuan penyuluhan
3.) Definisi Remaja
4.) Definisi Reproduksi dan Kesehatan Reproduksi
5.) Anatomi Sistem Reproduksi Maskulina dan Feminina
6.) Fisiologi Menstruasi
7.) Tindakan Preventif
8.) Infeksi Menular Seksual
5
Hasil: peserta menyimak penjelasan dengan baik dan
berpartisipasi aktif. Dilihat dari antusiasme peserta dalam
bertanya dan menjawab kuis yang diajukan.
- Diskusi dan Tanya Jawab (pertanyaan dan jawaban Terlampir)
4. Evaluasi
Tempat: Puskesmas Weru

C. Kegiatan II
Hari/Tanggal : Senin/05 Mei 2014
Waktu : pukul 07.30 – 11.00 wib
Tempat : Puskesmas Weru
Kegiatan :
- Penjelasan mengenai pelaksanaan kegiatan KIE Kespro di wilayah
Puskesmas Weru oleh dr. Siti Aminah.
- Diskusi mengenai pembuatan laporan Field Lab.

D. Kegiatan III
Hari/Tanggal : Senin/12 Mei 2014
Waktu : pukul 07.30 – selesai
Tempat : Puskesmas Weru
Kegiatan :
- Presentasi laporan dan evaluasi hasil penyuluhan KIE Kespro di dua
tempat (SMPN 3 Weru dan MTs Muhammadiyah Sangen)


6
BAB III
PEMBAHASAN

1. Penyuluhan di SMP N 3 Weru
Secara umum, pelaksanaan penyuluhan berjalan dengan lancar.
Adapun kendala yang dihadapi dalam kegiatan Field Lab kali ini adalah :
1) Jumlah peserta penyuluhan sekitar 200 siswa sedangkan kami hanya 6
orang sehingga kami cukup kesulitan mengkondusifkan kelas.
2) Jumlah peserta tidak sebanding dengan luas ruang penyuluhan
sehingga para siswa terlihat agak berdesakan.
3) Kurangnya persiapan dari kami karena jadwal penyuluhan dimajukan
1 minggu. Sehingga tidak sempat untuk menyiapkan doorprize.
Solusi :
1) Kami membuat beberapa rule dengan peserta agar tidak ramai. Kami
juga membuat jargon dan ice breaking untuk menarik perhatian
peserta sehingga peserta lebih tertarik dan fokus pada materi.
2) Setiap peserta menjawab dan mengajukan pertanyaan, kami meminta
peserta lain untuk memberikan tepuk tangan. Sehingga lebih
menghargai dan memberikan rasa bangga.
Dengan adanya kegiatan penyuluhan ini, kami berharap peserta
penyuluhan memiliki pengetahuan seputar kesehatan reproduksi dan tidak
melakukan hubungan seks sebelum menikah. Penyuluhan kesehatan
reproduksi sangat penting terutama untuk usia remaja seperti SMP dan
SMA karena saat ini hamil di luar nikah sudah sering ditemukan di
masyarakat. Apalagi banyak yang penyebabnya adalah kurangnya
pemahaman remaja tentang reproduksi, termasuk kurangnya pemahaman
terkait pacaran yang sehat, hubungan seksual dan dampak dari hubungan
seksual di luar nikah. Bukan hanya itu, dengan adanya penyuluhan
kesehatan reproduksi, para siswa juga dapat mengenali penyakit menular
seksual beserta pencegahannya, serta dapat menerapkan tips menjaga
kesehatan reproduksi.
7

2. Penyuluhan di MTS Muhammadiyah 3 Sangen
Secara umum, penyuluhan berjalan dengan lancar. Namun
beberapa kendala kami hadapi selama kegiatan berlangsung adalah :
1) Persiapan instrument untuk presentasi yaitu LCD yang cukup
memakan waktu.
2) Kurangnya persiapan dalam pemberian icebreaking disela-sela
pemberian materi.
3) Siswa masih sangat malu-malu dalam menyampaikan pendapat
sehingga kami harus mendorong siswa terlebih dahulu agar mereka
berani untuk menyampaikan pendapatnya.
Solusi:
1) Untuk meningkatkan antusiasme peserta dalam mengutarakan
pendapatnya atau untuk lebih aktif bertanya, kami memberikan
hadiah bagi peserta yang aktif bertanya dan berani berpendapat.

Kami mengharapkan materi yang telah kami sampaikan dapat
dimengerti dan dipahami oleh semua siswa. Semoga para siswa siswi
yang telah mendapatkan ilmu penyuluhan dari kami dapat menyampaikan
kepada teman dan beramai-ramai mengajak menjagakesehatan organ
reproduksi, sehingga para remaja menjadi insan yang bersih dan sehat.

3. Program Kegiatan Anak dan Remaja di Puskesmas Weru
Puskesmas Weru sudah memiliki kegiatan peyuluhan rutin 3-4 kali di
sekolah yang berbeda. Peyuluhan dilakukan oleh perwakilan puskesmas
bagian anak dan remaja (lingkup usia 10-19 tahun). Selain kegiatan rutin,
puskesmas juga kerap diminta memberikan peyuluhan saat masa orientasi,
terutama masa orientasi SMK. Materi penyuluhan yang diberikan mengenai
Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) yang meliputi Kesehatan
Reproduksi Remaja (KRR), Infeksi Menular Seksual (IMS), dan Narkotika,
Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA).
8
Selain kegiatan penyuluhan mengenai PKPR, Puskesmas juga memiliki
program pelatihan siswa/siswi SMP dan SMA setempat untuk menjadi
penyuluh untuk teman sebayanya dengan harapan dapat membantu mereka
dalam mengatasi masalah yang sedang dialami terutama terkait KRR, IMS,
dan NAPZA.
Program lain yang dimiliki Puskesmas Weru dalam mengatasi masalah
Kesehatan Reproduksi ialah konsultasi online via SMS yang bertujuan agar
siswa-siswi dapat berkonsultasi secara bebas tanpa rasa malu dan tidak terikat
waktu. Dengan adanya konsultasi online ini, pelayanan mengenai KRR di
daerah Weru berjalan lebih intensif dan komunikatif.
Program-program yang dimiliki oleh Puskesmas Weru tersebut
memberikan banyak dampak positif bagi warga sekitar, diantaranya adalah
meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja mengenai Kesehatan
Reproduksi dan sudah berjalannya penyuluhan kelompok sebaya di tingkat
SMP dan SMA.
Tabel1.Cakupan Pelaksanaan PKPR PuskesmasWeru 2010-2014
No Tahun Target Cakupan
(SasaranMurid)
1 2010 50%
2 2011 60%
3 2012 65%
4 2013 70%
5 2014 75%

Dari pelaksanaan PKPR selama empat tahun terakhir, Puskesmas Weru
sudah berhasil melampaui target cakupan seperti tertera pada tabel di atas. Pada
tahun 2013 bahkan sasaran yang berhasil dicapai hampir 90%. Penentuan jumlah
sasaran bukan ditentukan berdasarkan target pelaksanaan, tetapi berdasarkan
sasaran yang mendapat penyuluhan.
Pada tahun 2014, jumlah sasaran sebanyak 7.104 remaja di SMP dan
SMA/SMK yang berada dalam wilayah Puskesmas Weru. Tercatat sampai bulan
9
April 2014, puskesmas sudah melaksanakan empat kali penyuluhan dengan
jumlah total peserta 783 siswa. Dengan begitu, baru didapatkan hasil 11% dari
target cakupan. Hasil yang masih jauh dari cakupan disebabkan oleh penyuluhan
KRR biasanya dilakukan di awal bulan pendidikan, yaitu bulanJuli.
Hambatan :
- Kepala sekolah masih sulit untuk diminta bekerja sama dalam
pelaksanaan penyuluhan mengenai KRR karena materi KRR masih
dianggap tabu.
- Sulitnya sikronisasi jadwal antara pihak sekolah dan puskesmas untuk
pelaksanaan penyuluhan.
- Sarana dan prasarana penyuluhan kurang memadai (penyediaan LCD,
proyeksi, sound system)
Solusi :
- Pihak puskesmas memberikan penjelasan lebih lanjut kepada kepala
sekolah mengenai maksud penyuluhan.
- Dilakukan penggantian petugas pelaksana penyuluhan bagi yang
sedang tidak bertugas.


10
BAB IV
PENUTUP

A. Simpulan
Kegiatan penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja sangat
penting karena bermanfaat dalam upaya pencegahan terhadap
penyebaran penyakit menular seksual di masyarakat. Selain itu
kegiatan penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja secara tidak
langsung dapat mengurangi angka kasus kejadian seks bebas, kasus
kehamilan yang tidak diinginkan akibat seks bebas, dan kasus aborsi
pada remaja.
Dalam kegiatan penyuluhan ini peserta penyuluhan
menunjukkan respons yang cukup baik, dilihat dari pertanyaan yang
diajukan siswa yang tidak menyimpang dari materi yang diberikan
saat penyuluhan.

B. Saran
Untuk Puskesmas
Diharapkan puskesmas lebih aktif dan sering mengadakan penyuluhan
mengenai Kesehatan Reproduksi Remaja guna memberi informasi dan
meningkatkan pemahaman remajamengenaiKesehatanReproduksi.
Untuk Mahasiswa
Hendaknya penyuluhan dilakukan dengan persiapan yang sebaik-
baiknya serta dilaksanakan secara lebih terprogram, terencana, efektif,
dan efisien.

Untuk Sekolah
Hendaknya penyuluhan didampingi oleh Ibu atau Bapak Guru dari
pihak sekolah agar suasana lebih berjalan kondusif sehingga
penyampaian materi dapat lebih maksimal.

11
DAFTAR PUSTAKA

Tim Revisi Field Lab FK UNS. 2014.Modul Field Lab : Komunikasi,
Informasi, dan Edukasi (KIE) Kesehatan Reproduksi. Surakarta: Field
Lab Fakultas Kedokteran UNS.


12
LAMPIRAN LAMPIRAN

LAMPIRAN 1. PERTANYAAN DAN JAWABAN DISKUSI

A. PERTANYAAN DARI SISWA/SISWI SMP NEGERI 3 WERU,
SUKOHARJO
1. Bagaimana mengatasi munculnya jerawat pada remaja?
Jawab : untuk mengatasi jerawat yang timbul saat remaja, bisa dilakukan
dengan cara rajin dalam membersihkan muka setelah berkegiatan dan
sebelum tidur agar kuman-kuman yang menempel pada wajah bisa segera
dibersihkan. Selain itu, mengurangi makanan yang dapat memicu
timbulnya jerawat yaitu makanan yang mengandung kadar lemak yang
tinggi seperti gorengan, makan cepat saji. Apabila jerawat sudah timbul,
jangan terlalu sering di sentuh/ di pencet karena dapat menimbulkan
peradangan dari bakteri lain.
2. Mengapa jika di awal menstruasi sering mengalami sakit perut?
Bagaimana cara mengatasinya?
Jawab : sakit pada awal menstruasi sebenarnya merupakan hal yang
wajar asalkan tidak berkelanjutan hingga sepanjang menstruasi. Rasa sakit
di awal menstruasi tersebut dinamakan dismenorrhea. Rasa sakit dapat
timbul karena adanya peluruhan dari dinding rahim yang sudah menebal
saat sebelum menstruasi namun tidak mengalami fertilsasi. Peluruhan
tersebut dipicu oleh penurunan kadar hormon progesterone.
3. Mengapa disaat sedang menjalani masalah, terkadang sering pusing
dan merasa sesak?
Jawab : masalah yang timbul sering mengakibatkan stress. Disaat sedang
stress, otot-otot dan syaraf di kepala dapat terganggu dan mengalami
penekanan sehingga dapat menyebabkan pusing kepala. Sesak nafas dapat
timbul karena apabila saat stress tubuh akan mengeluarkan beberapa zat
yang dinamakan dengan mediator inflamasi yang dapat memicu bronkus
13
untuk menyempit sehingga jalur nafas akan menjadi sempit dan sirkulasi
udara menjadi tidak lancar.
4. Bagaimana cara mengatasi keputihan?
Jawab : keputihan sebenarnya adalah hal yang normal asalkan tidak
berbau dan tidak berwarna. Cara mengatasi keputihan adalah rajin
membersihkan daerah kewanitaan dan rajin membersihkan alat kelamin
setelah buang air kecil ataupun buang air besar agar tidak ada bakteri
abnormal yang bersarang disana. Apabila terjadi keputihan yang
berkelanjutan, berwarna, dan berbau, dapat segera di konsultasikan ke
Puskesmas terdekat.
5. Bakteri apa saja yang dapat menyebabkan HIV
Jawab : HIV sebenarnya di sebabkan oleh virus yaitu Human Immuno-
Deficiency Virus, bukan karena bakteri. Virus tersebut dapat
mengakibatkan imun dalam tubuh menurun sehingga bakteri dapat dengan
mudah masuk ke dalam tubuh karena tidak ada yang melindungi tubuh.
Bakteri yang biasanya ikut menyertai HIV adalah bakteri penyebab TBC,
GO, Raja singa dan masih banyak lainnya. Apabila penyakit-penyakit
tersebut telah bersarang di dalam tubuh penderita HIV, maka akan
dinamakan sebagai sindrom AIDS. Cara mengatasi HIV/AIDS ini masih
susah dan belum ditemukan obatnya karena melibatkan sitim imun tubuh
manusia. Cara terbaik untuk mencegah penyakit HIV ini adalah tidak
melakukan hubungan seksual diluar pernikahan dan berganti-ganti
pasangan serta meghindari penggunaan jarum suntik.








14
B. PERTANYAAN DARI SISWA/SISWI MTs MUHAMMADIYAH
SANGEN

1. Mengapa menstruasi terkadang lebih dari 7 hari?
Jawab :
Menstruasi akan terjadi selama kurang lebih 7 hari. Lama pendarahannya
terjadi kurang lebih 3-5 hari dan selanjutnya diikuti darah yang keluar
sedikit-sedikit. Namun rentangan normal menstruasi terjadi yakni 2
sampai dengan 10 hari jadi jika dalam batas tersebut mens tergolong
normal. Mens yang banyak disebabkan olehbanyak faktor.

2. Apa penyebab penyakit HIV AIDS dan bagaimana cara
mengatasinya?
Jawab:
HIV AIDS merupakanpenyakit yang disebabkanoleh virus HIV ( Human
Immunodeficiency Virus ) virus ini dapat ditularkan melalui media cairan
tubuh seperti darah, cairan vagina, sperma, dan melalui air susu ibu yang
HIV positif.
Sehingga penularannya sering terjadi pada penggunaan jarum suntik yang
tidak steril dan juga hubungan seksual bebas. Ketika HIV masuk ke dalam
tubuh manusia, virus ini akan melumpuhkan system kekebalan dari tubuh
kita.
Virus ini akan secara terus menerus berkembang dan melumpuhkan
system proteksi tubuh sehingga orang yang terserang virus ini akan rentan
terkena penyakit. Keadaan ini yang sering kita sebut dengan reaksi
oportunistik. Untuk mencapai tahap ini biasanya diperlukan waktu yang
sangat lama. Sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan
dan mematikan virus HIV ini, sehingga yang bisa dilakukan secara nyata
adalah berupa pencegahan.
Untuk itu jauhi hubungan seksual bebas diluar nikah dan juga penggunaan
narkoba yang meningkatkan resiko terkenanya virus ini.
15
3. Bagaimana cara mengurangi rasa sakit pada saat menstruasi?
Jawab:
Sakit menjelang menstruasi merupakan hal yang sering terjadi dan normal
terjadi. Hal ini disebabkan karena adanya kontraksi pada rahim kita untuk
meluluhkan darah dan mengeluarkannya ke bawah.
Hal tersebut normalnya akan hilang dengan sendirinya ketika darah
menstruasi telah lancer keluar. Namun rasa sakit tersebut terkadang timbul
sampai mengganggu akivitas rutin kita sehingga kita dapat mengkonsumsi
obat yakni obat asam mefenamat yang berguna untuk meredakan nyeri
saat menstruasi,
Penggunaan ini sebaiknya tidak dikonsumsi secara rutin karena
sebenarnya rasa sakit pada saat awal mens akan hilang dengans endirinya.
Kompes hangat juga dapat membantu memperlancar dan meredakan nyeri.

4. Apakah terlambat mens sampai dengan satu bulan merupakan hal
yang berbahaya?
Jawab:
Menstruasi pada awalnya terjadi secara tidak teratur sampai dengan
mencapai umur 18tahun dan setelah itu akan menjadi teratur. Menstruasi
dianggap normal jika terjadi pada interval 22 sampai 35 hari, jadi biasanya
menstruasi akan muncul setelah 22-35 hari setelah menstruasi terakhir.
Apabila terjadi keterlambatan mens pada usia kalian hal tersebut masihlah
normal dikarenakan system tubuh masih perlu beradaptasi dengan
perubahan yang terjadi. Organ reproduksi akan mengalami pematangan.
Jadi tidak perlu khawatir dengan hal tersebut karena siklus mens akan
secara sempurna teratur ketika menginjak usia 18 tahun.

5. Mengapa keluar keputihan diawal menstruasi?
Jawab:
Keluarnya keputihan sebelum menstruasi merupakan hal yang normal
terjadi. Hal ini disebabkan oleh peningkatan daripada hormon – hormone
16
dalam tubuh.Hormon ini yang menjadi salah satu factor timbulnya
keputihan. Sebelumnya kita perlu mengetahui jenis keputihan itu sendiri,
jadi keputihan dibagi menjadi 2 yaitu keputihan yang normal dan yang
tidak normal. Keputihan yang normal memiliki ciri-ciri berwarna putih,
terkadang cukup kental, dan umumnya tidak berbau busuk, sedangkan
keputihan yang tidak normal adalah keputihan yang warnanya kekuningan
kental atau sampai dengan hijau dan juga baunya busuk. Keputihan seperti
itu dapat disebabkan karena infeksi bakteri, virus, ataupun jamur.

6. Bagaimana cara menghilangkan jerawat?
Jawab:
Jerawat sering timbul pada masa pubertas/remaja. Timbulnya jerawat
dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti faktor genetik, peningkatan
hormon yang kemudian mempengaruhi kelenjar minyak kulit, produksi
makanan yang berpotensi menimbulkan jerawat secara berlebihan, dan
juga akibat kebiasaan yang tidak bersih. Jerawat sendiri timbul akibat
penyumpatan pada pori-pori kulit, dan pada remaja sendiri faktor
hormonal menjadi penyebab umum timbulnya jerawat. Untuk
menghindarinya dan mengatasinya kita perlu menjaga agar kulit wajah
tetap bersih, tidak memecahkan dan memegang jerawat yang muncul ,
mengindari pemakaian kosmetik ketika tidur, dan rutin mencuci muka.
Jika jumlah jerawat yang timbul tetap banyak meski telah melakukan hal
tersebut kita dapat mengkonsultasikan kepada dokter spesialisasi kulit
untuk kemudian mendapatkan terapi khusus.

7. Jika perempuan telah berusia 15 tahun dan belum menstruasi,
apakah itu berbahaya?
Jawab:
Umumnya menstruasi atau datang bulan ini pertama kali muncul pada usia
10-16 tahun. Hal ini dipengaruhi oleh faktor genetic dan lingkungan.
Menstruasi yang belum juga terjadi ketika menginjak usia diatas rentangan
17
diatas dapat dipertanyakan. Ada beberapa orang yang memang baru
mendapat menstruasi padausia 17 atau 18 tahun namun apabila menstruasi
memang tidak terjadi maka perlu dilakukan pengamatan lebih lanjut.
Wanita dapat tidak mengalami mens ketika terjadi kelainan pada selaput
daranya, dimana mungkin selaput dara tertutup sehingga darah menstruasi
tidak dapat dikeluarkan secara normal. Pada kasus ini perlu dilakukan
tindakan untuk membuka selaput dara tersebut sehingga darah kemudian
dapat dikeluarkan. Jadi apabila pada rentang usia 10-16 tahun belum juga
mendapat mens kita dapat mengkonsultasikan kepada dokter di puskesmas
ataupun rumah sakit untuk diperiksa.





18
LAMPIRAN 2. FOTO KEGIATAN PENYULUHAN
A. Kegiatan Penyuluhan di SMPN 3 Weru















B. Kegiatan Penyuluhan di MTs Muhammadiyah Sangen

Para siswa aktif bertanya dan menjawab kuis
yang diberikan
Pemberian Ice Breaking di awal dan akhir
materi untuk menarik perhatian peserta dan
menambah keakraban
Pemberian materi penyuluhan KIE Kespro.
Peserta menyimak dengan seksama.
Pemberian materi penyuluhan KIE Kespro.
Peserta menyimak dengan seksama.
Tanya jawab dengan peserta sebelum materi
untuk mengetahui pemahaman mereka
tentang KIE Kespro.