You are on page 1of 3

Amelia Tri Puspitasari

363383
Rangkuman Pertemuan 2 Pengantar Bisnis

Apakah wadah kegiatan produksi dalam rangka mencapai tujuan jangka panjang?
Pabrik atau perusahaan? Jawabannya adalah perusahaan. Lalu apa beda pabrik dengan
perusahaan? Pabrik adalah wujud fisik tempat produksi, sedang perusahaan adalah abstrak,
tidak berwujud. Ambil contoh PT. Madukismo. Tempat mereka berproduksi adalah pabrik
gula, yaitu gedung yang didalamnya terdapat peralatan untuk memproses bahan-bahan
menjadi gula. Perusahaan yang memiliki peralatan tersebut dan mengurus segala urusan
administrasi dan lain-lain adalah PT. Madukismo. Pabrik boleh saja terbakar habis, tetapi PT.
Madukismo tidak serta-merta habis juga. Contoh yang kedua, ambil Fakultas Ekonomi dan
Bisnis. Fakultas ini adalah sebuah ‘perusahaan’, karena sifatnya yang abstrak, dan ‘pabrik’-
nya adalah ruang-ruang kelas, kursi, dan Pertamina Tower.
Perusahaan tentunya mempunyai kegiatan bisnis demi mencapai tujuan. Apa saja dan
apa bedanya dengan kegiatan non-bisnis? Kegiatan non-bisnis tergantung pada bidang
tertentu. Fakultas Ekonomika dan Bisnis, misalnya, mempunyai kegiatan administrasi,
keuangan, kuliah, praktikum, seminar, dan lain-lain. Contoh lain seperti panti jompo,
misalnya, sebagian besar kegiatan selain administrasi dan keuangan, adalah senam dan
hiburan. Kegiatan non-bisnis berbeda-beda, tergantung bidangnya.
Sedang kegiatan bisnis, besar atau pun kecil, mempunyai kegiatan yang sama, apa pun
bidang bisnisnya. Kegiatan bisnisnya yaitu:
1. Produksi. Produksi di sini mempunyai arti menambah atau menghasilkan manfaat
dari suatu barang. Contohnya adalah PT. Pertamina memproduksi avtur, pertamax,
premium dari fosil tumbuhan.
2. Pemasaran. Perusahaan tentu saja harus menjual produknya ke pihak yang
berkebutuhan demi mendapatkan uang.
3. Keuangan. Perusahaan perlu tahu bagaimana mencari uang secara efisien dan
menggunakan uang tersebut secara efisien pula.
4. Administrasi. Perusahaan harus berada dalam jalur yang jelas tentang apa yang
dibeli, tanggal berapa pembeliannya, berapa total penjualannya, dan transaksi
keuangan lainnya maka kegiatan pencatatan sangat penting.
5. Pengelolaan Sumber Daya Manusia. Perusahaan sama dengan organisasi. Itu artinya
paling tidak yang berpartisipasi ada lebih dari 2 orang. Ambil contoh PT. Gudang
Garam yang mempekerjakan 50.000 karyawan. Tentunya butuh pengelolaan agar
seluruh karyawan sebanyak itu sepakat untuk satu tujuan, yaitu memperoleh laba.
Program Pengelolaan Sumber Daya Manusia antara lain seperti: pelatihan, beasiswa
pendidikan, dan lain sebagainya.
Kelima kegiatan bisnis ini disebut dengan 5 Fungsi Perusahaan. Tujuan dari kelima
kegiatan bisnis ini tentu saja untuk mencari keuntungan. Dalam memenuhi tujuan tersebut,
perusahaan tidak bisa sewenang-wenang. Dibutuhkan pedoman untuk menjurus ke satu
tujuan itu, yaitu manajemen. Manajemen merupakan petunjuk atau pedoman untul 5
Fungsi Perusahaan supaya mengarah ke tujuan yang akan dicapai.
Amelia Tri Puspitasari
363383
Sebuah perusahaan atau bisnis tidak serta –merta berdiri sendiri, tanpa ada
perusahaan lain di sekitarnya. Maka lingkungan bisnis pasti terbentuk. Lingkungan bisnis
terbagi menjadi dua, yaitu internal dan eksternal. Lingkungan internal bisnis terdiri dari:
1. Pemilik perusahaan atau pemegang saham. Pemegang saham adalah pemilik
dari perseroan terbatas. Mereka membeli saham yang mewakili kepemilikan
mereka dalam perusahaan tersebut.
2. Pemimpin/manajer. Manajer adalah pengkoordinir karyawan untuk mencapai
tujuan-tujuan perusahaan dengan menggunakan sumber yang tersedia secara
efektif dan efisien.
3. Karyawan. Seorang karyawan bekerja untuk orang lain atau perusahaan
dengan gaji sebagai imbalannya.
Ketiga bagian internal ini diikat oleh etika bisnis. Etika bisnis memandu manajer dan
karyawan dalam kerja mereka. Pedoman etika dan hukum menunjukkan pengangkatan dan
pemecatan harus didasarkan semata-mata pada kemampuan kerja karyawan. Gaji yang
diberikan pun harus seimbang dengan apa yang dikerjakan.
Lingkungan eksternal bisnis terdiri dari:
1. Konsumen dan kreditur. Perusahaan dapat berjalan antara lain akibat aktivitas
konsumen dan kreditur. Dikendalikan kelakuannya dengan etika konsumen.
2. Perusahaan sejenis. Suatu perusahaan dapat menggunakan anggaran dengan
hemat dengan cara membeli bahan secara kolektif berbarengan dengan
perusahaan sejenis.
3. Perusahaan komplementer. Perusahaan dapat menjalankan produksi dengan
menggunakan bahan-bahan yang diolah dari perusahaan hulu dan hilir.
4. Perusahaan lain.
5. Masyarakat pada umumnya.
6. Flora dan fauna. Perusahaan harus memperhatikan ekosistem di sekitar
tempat produksi agar tidak terjadi bencana lingkungan.
7. Alam semesta. Kelanjutan dari flora dan fauna, perusahaan perlu mengetahui
bagaimana cara agar tidak merusak keseimbangan bioma bumi.
Mempelajari perusahaan dapat dari tiga sudut pandang, yaitu:
1. Pemilik. Perusahaan dipelajari dari kentungan yang diperoleh akibat modal
yang dikorbankan.
2. Karyawan. Perusahaan dipelajari dari gaji yang diperoleh, apakah dapat
memenuhi kebutuhan hidup atau tidak.
3. Manajer (Managerial Approach). Perusahaan dipelajari dari 5 Fungsi
Perusahaan untuk memperoleh laba.




Amelia Tri Puspitasari
363383
Perbedaan pemimpan dengan karyawan dapat dilihat dari dua hal, yaitu pemimpin
adalah pengambil keputusan, sedang karyawan adalah yang yang menjalankan keputusan.
Pemimpin mengambil keputusan dengan cara: mencari akar permasalahan, mencari
alternatif solusi, mengevaluasi masing-masing alternatif, dan membuat keputusan. Kedua,
pemimpin sudah ada sebelum perusahaan berdiri, sedang karyawan tidak ada sebelum
persudahaan berdiri. Karena perusahaan sebelum terbentuk sudah memerlukan banyak
keputusan.
Ada empat pertimbangan dalam mendirikan perusahaan, yaitu:
1. Bidang usaha yang akan dilakukan
2. Luas perusahaan yang dibutuhkan untuk berproduksi.
3. Bentuk yuridis perusahaan (perusahaan perseorangan, firma, CV, perseroan
terbatas, koperasi, dll.)
4. Lokasi perusahaan.