You are on page 1of 5

Tugas Evaluasi (Mandiri) III

Nama: Dewi Naibaho
NIM: 140100035
Pada akhir tatap muka, mahasiswa diminta untuk menuliskan atau mengemukakan secara lisan:
1. Penjelasan dengan menggunakan kata-kata sendiri tentang latar belakang munculnya istilah dan
doktrin Tritunggal dalam sejarah gereja mula-mula.
Jawab: Istilah Tritunggal tidak pernah dipergunakan di dalam Alkitab. Orang yang pertama kali
memakai istilah itu bernama Tertulianus. Istilah ini dia gunakan berdasarkan firman
Tuhan dalam 1 Yohanes 5:7 (“Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di surga: yaitu
Bapa, Firman, dan Roh Kudus, dan ketiganya adalah satu”). Istilah keTritunggalan yang
dinyatakan Tertulianus dalam substansi Allah ada tiga Oknum, yaitu Bapa, Anak, dan
Roh Kudus. Menurutnya Oknum II(Anak) lebih rendah derajatnya dari Bapa sebagai
Oknum I. Lalu Origenes menyatakan bahwa bukan Anak saja yang lebih rendah dari
Bapa, tetapi Oknum III(Roh Kudus) lebih rendah dari Anak dan Bapa. Alasan untuk
penjelasan ini bahwa Anak adalah ciptaan Bapa, sedangkan Roh Kudus adalah ciptaan
Bapa dan Anak. Selanjutnya ada Arianis yang menyangkali keilahian Anak dan Roh
Kudus.
Pendapat lain dating dari kaum Monarchis yang menyatakan bahwa keberadaan
Allah serta keilahiannya hanya suatu penjabaran. Dan kelompok Monarchianism
menyatakan bahwa ketiga Oknum tersebut merupakan manifestasi yang berbeda-beda
dari Allah. Hingga pendapat akhirnya jatuh ke dalam konsep “Tritheism”.
Dikarenakan banyaknya pendapat yang berbeda, maka abad keempat gereja
mengadakan pertemuan(siding gereja di Nicea) yang bertujuan menemukan rumusan dan
tujuan Tritunggal Allah. Tetapi pada sidAng ini belum juga jelas tujuannya. Hingga
akhirnya siding gereja di Konstatinopel yang mempertegas sidAng di Nicea bahwa Roh
Kudus sederajat pula dengan Bapa dan Anak.



2. Penjelasan yang singkat dan sistematis tentang konsep yang salah mengenai Allah Tritunggal
sejak masa sebelum sampai sesudah Reformasi.
Jawab: Tiba masa Reformasi terjadi lagi perbedaan pendapat mengenai doktrin
Tritunggal dimana cenderung mengemukakan tinggi rendahnya derajat tiap Oknum
Allah. Hingga akhirnya Karl Barth mengemukakan pendapat juga tentang doktrin
Tritunggal ini. Bahwa yang memberi pernyataan adalah Allah Bapa, pernyataan itu
sendiri adalah Anak, dan yang dinyatakan adalah Roh Kudus. Dia tidak menyetujui
bahwa ada Oknum yang satu lebih rendah dari Oknum lainnya. Tetapi penjelasan yang
diberikannya juga belum mencakup segi keesaan dan ketigaan dari Allah Tritunggal.

3. Penjelasan yang singkat dengan menggunakan kata-kata sendiri mengenai konsep Tritunggal
baik menurut Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru dan implikasinya bagi dasar kepercayaan
orang Kristen pada masa kini.
Jawab: Pada masa Perjanjian Lama konsep Tritunggal Allah ditemukan :
 Keberadaan Malaikat Tuhan yang bukan malaikat biasa karena Ia berfirman atas
namaNya sendiri dan mau disembah.
 Pernyataan tentang Roh Allah yang member ilham kepada manusia(Yeh 11:5)
 Terkadang diperlihatkan Oknum yang lebih dari satu (Maz 33:6)
 Disebutkan tentang Allah yang berbicara, Mesias dan Roh Allah

Lalu pada dalam Perjanjian Baru tentang konsep Tritunggal:
 Bila dalam Perjanjian Lama nama “Bapa” dipergunakan untuk Yahwe, maka dalamn
Perjanjian baru selain bermakna Allah Tritunggal secara khusus menghunjuk kepada
Oknum I
 Bila dalam perjanjian Lama Jahwe sebagai penebus dan penyelamat umatNya, maka
dalam Perjanjian Baru Anak yang berfungsi demikian
 Dalam Perjanjian Lama dikemukakan Yahwe diam diantara umatNya, maka di
Perjanjian Baru Roh Kuduslah yang diam di dalam hati manusia.

Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru mengajarkan bahwa Allah itu tunggal dan Esa. Dia
disebut Esa karena ketiga Oknum itu tidak dapat terpisahkan oleh apapun. Oleh karena
itu hendaklah kita mulai hidup di dalam iman.
4. Penjelasan singkat dengan menggunakan kata-kata sendiri mengenai eksistensi dan peran Bapa
sebagai Oknum Pertama Tritunggal dan implikasinya dalam kepercayaan dan perilaku Kristiani.
Jawab: Sang Bapa berada pada urutan pertama karena dariNyalah lahir atau berasal Sang
Anak. Allah Bapa sebagai Oknum I tidaklah lebih kekal atau lebih berkuasa daripada
Anak dan Roh Kudus. Fungsi Bapa sebagai Oknum I:
 Sebagai pencipta dan pemelihara segala makhluk
 Yang telah mengutus Anak untuk keselamatan manusia
 Bapa yang mengadili, membalas kebaikan dengan berkat atau kejahatan dengan
hukuman
 Dia telah menyerahkan segala sesuatu kepada Sang Anak juga pengadilan
 Yang dalam dan melalui Yesus Kristus Yesus menjalin hubungan dengan manusia
yang percaya dan mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhannya
Implikasinya adalah bahwa keberadaan Allah yang agung jauh di luar jangkauan
kemampuan manusia untuk memahaminya. Keberadaan Allah harus dipahami dengan
mata iman. Keberadaan Bapa sebagai pencipta dan Pemelihara adalah sumber
kehidupan dan keberadaan kita.
5. Penjelasan singkat dengan menggunakan kata-kata sendiri mengenai eksistensi dan peran Anak
sebagai Oknum Kedua Tritunggal dan implikasiya dalan kepercayaan dan perilaku Kristiani
Jawab: Anak yang merupakan Oknum Kedua Tritunggal bernanama Yesus. Dia disebut
anak bukan karena peranNya sebagai Juruselamat bagi manusia tetapi Karena
hubunganNya yang khusus dengan Oknum I, yakni dilahirkan secara kekal dari Bapa.
Segala sesuatu secara mutlak berasal dari Bapa tetapi melalui Anak yang berfungsi
sebagai Perantara. Anak mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Bapa. Dia berbicara
seperti yang diajarkan Sang Bapa kepadaNya. Dia satu-satunya jalan kepada Sang Bapa.
Dan khususnya Dia adalah Sang penyelamat bagi manusia.

Ajaran tentang keselamatan Allah bagi manusia lewat Yesus Kristus merupakan
kepercayaan setiap umat yang menganut agama Kristen. Dan hal ini merupakan bagian
utama dalam Pengakuan Iman Rasuli.
6. Penjelasan singkat dengan menggunakan kata-kata sendiri mengenai konsep keselamatan holistic
yang mencakup seluruh pengalaman hidup di dunia ini, kematian, dan kehidupan sesudah
kematian.
Jawab: Konsep keselamatan yang bersifat Holistik yang diberikan oleh Anak yang
mencakup seluruh pengalaman hidup didunia, kematian, dan kehidupan sesudah
kematiaan maksudnya bukan hanya mencakup aspek batiniah seperti pengampunan dosa
dan hidup yang kekal, tetapi juga menyangkut hal-hal jasmaniah seperti kelepasan dari
penyakit dan ketertawanan atau keselamatan dari permasalahan hidup dan kehidupan
sehari-hari.
Hidup kekal itu diterima bukan hanya kelak tetapi kini yaitu dalam bentuk kualitas
hidup yang baru sebagai anak-anak Allah karena yang dituntut dari orang yang telah
meneriam keselamatan yaitu bersedia setia padaNya, berkorban, dibenci orang,
menderita, kalau perlu mati demi keselamatan itu dan menolak pekerjaan Iblis. Kitab
sucipun dapat memberi hikmat yang menuntun seseorang kepada keselamatan. Namun,
itu diperoleh bukan karena ketaatan kita tetapi karena iman terhadap anugerah Allah
lewat kurban Yesus Kristus di kayu salib.

7. Penjelasan singkat dengan menggunakan kata-kata sendiri mengenai eksistensi dan peran Roh
Kudus sebagai Oknum Ketiga Tritunggal dan implikasinya dalam kepercayaan dan perilaku
Kristiani.
Jawab: Eksistensi dan peran Roh Kudus sebagai Oknum III Tritunggal tidak hanya ada
setelah gereja Kristen berdiri dan bertumbuh karena sejak Perjanjian Lama Roh Allah
sudah diperlihatkan bekerja pada penciptaan dan juga berperan dalam
nubuatan(mengilhami nubuat yng disampaikan para nabi) bisa berbentuk penglihatan,
mimpi/langsung firman Allah. Roh Allah memberi inspirasi dan kemampuan kepada
seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan yang Allah kehendaki.
Peran Roh Kudus dalam Perjanjian Baru sebagai Pembaharu dan Penolong :
 Roh Kudus memberi hidup baru dalam konteks kelahiran kembali yaitu merubah
kesadaran seseorang dan membaharui keberadaannya dengan cara :
memberi panggilan, kepercayaan dan menobatkan juga menginsafkan akan dosa-dosa.
Dengan menyucikan, mendiami, melaksanakan kehendak Allah. Tidak lagi mengikut
daging tetapi menghasilkan buah-buah roh, dimampukan untuk hidup kudus, bersaksi,
berdoa seturut kehendak Allah.
Roh Kudus menghibur seseorang dikala duka, menguatkan diwaktu menghadapi
penganiayaan, mengajari diwaktu ada kebimbangan, mengalami pertumbuhan rohani
sebagai anak Allah, dll.
 Roh Kudus memberi karunia khusus kepada setiap orang percaya. Memberi karunia
supranatural, seperti berbahasa lidah, berbuat mukzijat, menyembuhkan orang sakit,
bukan lewat proses belajar. Memberi karunia natural seperti mengajar, memberi,
menghibur dan memimpin, diberikan lewat proses belajar.
 Dia merubahkan dan mendiami serta bekerja membaharui setiap orang percaya sampai
puncaknyayaitu saat kedatangan tuhan Yesus kedua kalinya.
Implikasi praktisnya :
 Kepercayaan dan penyembahan jangan hanya kepada Bapa dan Anak saja tetapi juga
kepada Roh Kudus.
 Kepercayaan kepada kuasa Allah atas manusia yng tak dapat dibatasi oleh apapun.
Kuasa itu dapat bekerja untuk membaharui seseorang bukan hanya dalam kepercayaan
dan sikap hidup tetapi juga tingkah lakunya.
 Roh Kudus kita jadikan dasar pengharapan bagi orang percaya bahwa Dia akan
membaharui segala sesuatu sehingga terbentuk langit dan bumi yang baru. Pengharapan
ini tidak boleh diresponi secara pasif, tetapi dengan aktif yaitu dengan partisipasi dalam
pembenahan tatanan sosial-politik-ekonomi pada masa kini.

8. Penjelasan singkat mengenai beberapa pemahaman yang salah mengenai Roh Kudus dan
memberi penjelasan yang benar mengenai hal itu.
Jawab:
 Origenes dan golongan Arminians menagtakan bahwa Roh Allah lebih rendah
dari Anak dan Bapa.
 Arians menyebutkan bahwa Roh Kudus adalah ciptaan allah sebagaimana Anak
adalah ciptaan bapa.
 Golongan Marchianisme yang dinamis menegaskan bahwa Roh Kudus bukanlah
Oknum tetapi pengaruh/kuasa ilahi semata.
Pemahaman-pemahaman yang salah ini diberikan penjelasan yang benar melalui
Konsili Konstantinopel yang menegaskan Keilahian Roh Kudus. Dia sederajat dengan Anak
dan Bapa karena Dia dilahirkan/berasal secara kekal dari Bapa dan Anak.