You are on page 1of 4

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Rumah merupakan salah satu kebutuhan primer setiap manusia selain sandang dan
pangan. Rumah merupakan tempat perlindungan dimana si penghuni dapat menikmati
kehidupan, beristirahat, bersuka ria bersama keluarga. Rumah harus menjamin kepentingan
keluarga, yaitu untuk tumbuh, memberi kemungkinan untuk hidup bergaul dengan
tetangganya. Selain itu rumah harus memberi ketenangan, kesenangan, kebahagiaan, dan
kenyamanan pada segala peristiwa hidupnya (Frick,2005).
Seiring dengan perkembangan aman, manusia telah dihadapkan pada masa
kehidupan baru yang dipenuhi dengan tuntutan kehidupannya yang semakin meningkat.
!erkembangan aman ini juga menuntut manusia untuk bekerja lebih keras dalam usaha
untuk meningkatkan tara" hidup masing#masing. $anyak hal yang dapat dilakukan manusia
dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. %kan tetapi "akta yang ada saat ini
adalah ketersediaan sarana dan prasarana terutama masalah lahan dan lapangan pekerjaan
yang semakin sulit didapat. &al inilah yang mend'r'ng manusia untuk cenderung
memikirkan tindakan alternati" untuk memecahkan masalah tersebut. Salah satu s'lusinya
adalah dengan membuka tempat usaha yang menjadi satu dengan rumah tinggal mereka.
(engan demikian rumah tinggal mereka menjadi sebuah "ungsi rumah tinggal usaha. S'lusi
tersebut juga telah banyak dilakukan beberapa pemilik rumah tinggal di berbagai k'ta
termasuk k'ta )alang. $eberapa pemilik rumah tinggal meman"aatkan lahan dan
bangunannya sebagai tempat usaha atau praktek pr'"esinya sebagai wadah untuk kegiatan
yang lebih ek'n'mis#k'mersil.
Salah satu tempat usaha yang dapat menyediakan kebutuhan primer manusia adalah
t'k' busana. !akaian menjadi suatu kebutuhan p'k'k manusia. (ewasa ini masyarakat
sangat tertarik dengan fashion dan tak jarang dari mereka yang selalu mengutamakan
masalah penampilan. *'k' busana ini hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Rumah tinggal t'k' busana sebenarnya mempunyai banyak keuntungan. Salah satu
diantaranya adalah e"isiensi lahan dan m'dal usaha yang tidak terlalu besar. (engan
meman"aatkan lahan pribadi akan dapat meminimalisir m'dal yang akan dikeluarkan untuk
berwirausaha. %kan tetapi hal tersebut juga tidak dapat dilakukan dengan mudah karena
"ungsi rumah tinggal yang bersi"at pri+at harus digabungkan dengan "ungsi tempat usaha
t'k' busana yang cenderung bersi"at publik#k'mersil. ,edua si"at ini mempunyai
karakteristik berbeda yang sebenarnya sedikit sulit untuk memadukan. (an pada k'ndisi
lain, dengan adanya isu kenaikan suhu bumi (pemanasan gl'bal-global warming) saat ini
yang berdampak sangat serius bagi pelestarian dan kenyamanan lingkungan, perancang, dan
pemilik bangunan.
)erujuk pada kedua masalah tersebut menuntut perancang untuk dapat menyatukan
kedua bangunan yang memiliki dua si"at yang sangat berbeda dan tuntutan untuk dapat
menghambat laju kenaikan suhu bumi dengan membenahi iklim mikr'. .leh karena itu,
k'nsep green building atau bangunan ramah lingkungan dan hemat energi did'r'ng untuk
menjadi tren dunia bagi pengembangan pr'perti termasuk hunian rumah#tinggal.
1.2. BATASAN MASALAH
$atasan#batasan dalam merancang sebuah "ungsi rumah tinggal usaha diantaranya adalah /
1. )erancang "ungsi rumah tinggal usaha#t'k' busana dengan jumlah massa 2 buah.
2. 0umlah lantai bangunan / 1lantai.
3. *apak berada di lingkungan perumahan !ermata 0ingga di k'ta )alang.
4. 2uas lantai bangunan t'tal / 3 400 5 600 m
2
.
5. 2uas tapak / 3 750 5 1000 m
2
.
6. *apak terletak di tepi (sudut persimpangan jalan) dengan t'p'gra"i relati" datar.
7. ,egiatan usaha yang sangat terkait dengan karakteristik client.
8. Rancangan rumah tinggal usaha menggunakan k'nsep green design (ramah lingkungan
dan hemat energi).
1.3. RUMUSAN MASALAH
$eberapa permasalahan yang harus diperhatikan dalam merancang rumah tinggal usaha
antara lain /
1. $agaimana merancang sebuah rumah tinggal usaha#t'k' busana yang terdiri dari
k'mp'sisi terintegarsi dua massa yang memenuhi persyaratan keamanan dan
mengekspresikan masing#masing "ungsi secara terpadu8
2. $agaimana menampilkan k'nsep rumah tinggal usaha yang menggunakan k'nsep green
design 8
1.4. TUJUAN DAN MANFAAT
1.4.1. TUJUAN
%dapun tujuan dari perancangan ini, antara lain /
1. )erancang sebuah rumah tinggal usaha#t'k' busana yang terdiri dari k'mp'sisi
terintegarsi dua massa yang memenuhi persyaratan kemanan dan mengekspresika
masing#masing "ungsi secara terpadu.
2. )enampilkan k'nsep rumah tinggal usaha#t'k' busana yang menggunakan k'nsep
green design.
1.4.2. MANFAAT
)an"aat yang dapat diambil dari perancangan ini adalah /
1. !emilik-!engel'la
 Sebagai wadah penyedia kebutuhan primer berupa sandang melalui
kenyamanan baik dari segi pakaian dan tempat itu sendiri.
 Sebagai wadah untuk mencari sumber penghasilan.
2. !engguna
 Sebagai wadah untuk mencari pakaian yang merupakan kebutuhan primer
setiap manusia.
 (apat merasakan kenyamanan di dalam t'k' busana melaui penataan dan
'rganisasi ruang yang baik.
4. 2ingkungan
 Sebagai sarana penyedia kebutuhan sandang manusia dengan "asilitas yang
cukup memadai bagi masyarakat sekitar maupun masyarakat di luar lingkup
perumahan tersebut.
1.5. METODE PERANCANGAN
)et'de perancangan yang dipakai dalam penyusunan lap'ran pendahuluan ini yaitu/
1. !erumusan gagasan
2. !engumpulan data
4. %nalisa data, yang terdiri dari 2 met'de khusus/
a. !r'gramming adalah suatu pr'ses peng'lahan in"'rmasi, dimana pr'ses tersebut
memerlukan suatu met'd'l'gi tentang data yang dikumpulkan, analisa, 'rganisasi,
e+aluasi dan k'munikasi dengan manusia, phisik, dan pengaruh eksternal suatu
"asilitas desain yang mungkin untuk diteliti.
b. ,an'nik adalah suatu pr'ses perancangan yang didasarkan pada peraturan yang
berlaku.
6. ,'nsep
5. (esain