You are on page 1of 32

STRUKTUR ATOM

 SPEKTRUM ATOM
 SPEKTRUM ATOM HIDROGEN
 MODEL ATOM BOHR
 MODEL ATOM MEKANIKA KUANTUM
 KONFIGURASI ELEKTRON
 SIFAT-SIFAT ATOM
SPEKTRUM ATOM
Atom dapat menyerap atau memancarkan cahaya.
Cahaya (maxwell, 1864): gelombang elektromagnetik.
Gelombang elektromagnetik: gelombang listrik dan
magnet yang bergerak bersamaan menuju satu arah,
tetapi dalam gelombang yang saling tegak lurus.
Gelombang tertentu memiliki frekuensi (), kecepatan
(c) dan panjang gelombang ().
Frekuensi (): banyaknya gelombang dalam tiap detik.
Panjang gelombang: (): jarak antara dua puncak yang
berdekatan dalam gelombang.
Kecepatan gelombang elektromagnetik (c): 2,998x10
8
m /s
Hubungan matematis


Energi yang menyertai gelombang elektromagnetik


h = tetapan Plank = 6,63 x 10
-34
Js
Contoh soal:
1. Hitunglah frekuensi suatu sinar yang mempunyai
panjang gelombang 1,2 x 10
-9
m
2. Tentukan panjang gelombang dan energi sinar
yang berfrekuensi 3,260 MHz
Spektrum: gelombang elektromagnetik yang diuraikan
menurut panjang gelombangnya.
Berdasarkan bentuk, spektrum dibagi 2:
 Kontinu: spektrum yang mengandung semua
panjang gelombang yang ada di daerah tersebut.
Contoh: spektrum sinar tampak
 Diskontinu: spektrum yang hanya mengandung
gelombang tertentu, sehhingga terdapat daerah-
daerah kosong.
Contoh:
Spektrum emisi: sinar yang berasal dari zat yang
memancarkan sinar dengan gelombang tertentu.
Spektrum absorpsi: jika seberkas sinar dengan
spektrum kontinu dilewatkan ke zat yang hanya
menyerap beberapa gelombang dengan tertentu.
Spektrum sinar tampak
Spektrum emisi hidrogen
Spektrum absorbsi hidrogen
SPEKTRUM ATOM HIDROGEN
Atom hidrogen hanya mempunyai 1 elektron sehingga
dijadikan pembanding dengan yang lain.
Spektrum emisi pada atom hidrogen:
1. Lyman: 6 buah (pada spektrum UV)
2. Balmer: 5 buah (1 pada UV dan 4 pada Visible)
3. Paschen: 4 buah (dalam IR dekat)
4. Bracket: 3 buah (dalam IR pertengahan)
5. Pfund: 2 buah (dalam IR jauh)
Balmer menemukan pola antara spektrum dengan
bilangan bulat sederhana (n)




R = konstanta Rydberg = 109678cm
-1
n
1
dan n
2
adalah bilangan bulat yang bergantung
pada deretnya.
No Deret n
1
n
2
1 Lyman 1 2, 3, 4, …
2 Balmer 2 3, 4, 5, …
3 Paschen 3 4, 5, 6, …
4 Bracket 4 5, 6, 7, …
5 Pfund 5 6,7, …
MODEL ATOM BOHR
Dasar postulat Bohr:
1. Atom hidrogen dapat menyerap dan memancarkan
sinar dengan energi tertentu.
2. Menurut Plank, cahaya merupakan kuanta (paket)
energi yang nilainya tertentu.
Postulat Bohr:
1. Elektron dalam atom mempunyai tingkat energi
tertentu atau terkuantitasi.
2. Elektron dapat pindah dari satu tingkat ke tingkat
yang lain.
3. Elektron naik ke tingkat yang lebih tinggi dengan
menyerap sinar dengan tertentu dan akan turun
kembali ke tingkat yang rendah sambil
memancarkan sinar dengan tertentu pula.
Teori atom Bohr:
1. Atom terdiri atas inti yang bermuatan positif.
2. Elektron bergerak mengelilingi inti dalam lintasan
tertentu.
3. Elektron dalam lintasannya tidak menyerap atau
memancarkan energi.
4. Jika elektron pindah lintasan, maka terjadi
perubahan energi
Ket:
∆E = perubahan energi.
Ef = energi pada lintasan akhir
Ei = energi pada lintasan awal
A = h.c. R
A = 6,63x10
-34
Js x 3x10
8
ms
-2
x 1096,78m
-1
A = 2,18x10
-22
J

Contoh soal:
1. Hitunglah panjang gelombang dan enertgi sinar
yang dipancarkan oleh atom hidrogen bila pindah
dari lintasan ke-1 menuju lintasan ke 4.
2. Hitunglah frekuensi dan energi sinar yang
diserap elektron atom hidrogen bila perpindah
dari lintasan ke-3 menuju lintasan ke-5.
MODEL ATOM
MEKANIKA KUANTUM
Dasar mekanika kuantum:
De Broglie menyatakan suatu benda dengan massa (m)
dan kecepatan tertentu (v) akan membentuk panjang
gelombang tertentu.
Menurut Einsten: massa dapat disetarakan dengan
energi:


Menurut Plank: energi cahaya bergantung pada
frekuensinya.
Jika energi materi dan energi cahaya dari Einsten dan
Plank disamakan, maka didapatkan:
Keterangan:
u adalah kecepatan materi.
Contoh soal:
1. Hitung panjang gelombang suatu benda bermassa
20 kg yang bergerak dengan kecepatan 50 m/s
2. Hitunglah panjang gelombang satu neutron yang
bergerak dengan kecepatan 5,3x10
5
m/s (massa
neutron adalah 1,67x10
-27
kg)
PRINSIP KETIDAKPASTIAN HEISENBERG
Partikel yang bergerak mempunyai posisi dan
momentum tertentu pada setiap saat.
Pengukuran posisi dan momentum partikel dilakukan
dengan menembakan partikel yang lain.
Hasil: jika kesalahan momentum (∆p) diperkecil → 0,
maka kesalahan posisi (∆u) menjadi besar. Dan
peristiwa sebaliknya juga terjadi


Penjelasan Hasil
1. Elektron valensi selalu bergerak sehingga posisi dan
momentumnya tidak diketahui dengan pasti.
2. Letak elektron hanya ditentukan berdasarkan
orbitalnya, yaitu daerah kebolehjadian terbesar
menemukan elektron
BILANGAN KUANTUM DAN
BENTUK ORBITAL
Bilangan Kuantum ada 4:
1. Bilangan kuantum utama ( n )
2. Bilangan kuantum azimut ( l )
3. Bilangan kuantum magnetik ( m
l
)
4. Bilangan kuantum spin ( ms )
Bentuk Orbital: S, P, D, F,
Bilangan Kuantum Utama ( n )
Elektron mempunyai tingkat energi pada orbital
tertentu yang merupakan bilangan bulat dan
sederhana.
n = 1, 2, 3, 4, …
n menyatakan ukuran orbital, semakin besar
nilai n maka orbital semakin besar.
Bilangan Kuantum Azimut ( l

)
Menyatakan bentuk orbital.
Mempunyai bilangan cacah, yaitu nol dan bilangan bulat positif.
l = 0, 1, 2, 3, …
Kaitan kuantum azimut dengan kuantum utama:
Jumlah l di dalam setiap orbital adalah sebanyak n buah.
n = 1, l = 0
n = 2, l = 0, l = 1
n = 3, l = 0, l = 1, l = 2
n = 4, l = 0, l = 1, l = 2, l = 3
Keterangan lain:
l = 0 adalah orbital s
l = 1 adalah orbital p
l = 2 adalah orbital d
l = 3 adalah orbital f
Bilangan Kuantum Magnetik ( m
l
)
Menunjukkan arah orbital dalam sumbu x, y, dan z
Nilainya negatif, nol, dan positif.
Nilai berhubungan dengan bilangan kuantum azimut.
l = 0 (ml = 0) orbital s
l = 1 (ml = -1, 0, +1) orbital Px, Py, dan Pz
l = 2 (ml = -2, -1, 0, +1, +2) orbital dx
2
-y
2
, dz
2
, dxy, dxz,
dyz
Bilangan Kuantum Spin ( m
s
)
Selain bergerak mengelilingi inti, elektron juga
bergerak mengelilingi sumbunya.
Bilangan kuantum spin: -1/2 dan +1/2
Jumlah elektron maksimal tiap orbital:
s = 2
p = 6
d = 10
f = 14
KONFIGURASI ELEKTRON
ATURAN (n + 1)
Urutan secara umum pengisian elektron berdasarkan
bilangan kuantun utama (n) dan bilangan kuantum
magnetik.
Penyimpangan orbital d dan f
Tidak Stabil Stabil
(n)s
2
(n-1)d
4
(n)s
1
(n-1)d
5
(n)s
2
(n-1)d
9
(n)s
1
(n-1)d
10
PRINSIP LARANGAN PAULI
Tidak boleh dalam satu atom terdapat dua elektron
yang keempat bilangan kuantumnya sama.
Dasar perbedaannya addalah bilangan kuantum spin.
Elektron berputar pada sumbunya menimbulkan
medan magnet.
Searah jarum jam Berlawanan jarum jam
Jika kedua elektron mempunyai arah spin yang sama
Tolak menolak, energi spin
akan semakin besar
Jika kedua elektron mempunyai arah spin yang berbeda
Tarik menarik, energi spin
akan stabil
ATURAN HUND
1. Pengisian orbital yang mempunyai tingkat energi
sama (p, d, dan f) harus sedemikian hingga elktron
sebanyak mungkin tidak berpasangan.
2. Jika 2 elektron atau lebih yang tidak berpasangan
maka energi terendah adalah bila semua spinnya
sejajar atau searah.
SIFAT-SIFAT ATOM
JARI-JARI ATOM
Setengah jarak antara dua atom sejenis yang terikat
dalam ikatan tunggal.
JARI-JARI ION.
Ion positif terjadi bila melepaskan elektron, maka jari-
jarinya lebih kecil dari atomnya.
Ion negatif terbentuk dengan menerima elektron, maka
jari-jarinya lebih besar dari atomnya.
ENERGI IONISASI
Energi minimum yang diperlukan untuk melepaskan
satu elektron terlemah dari suatu atom atau ion.
AFINITAS ELEKTRON
Energi yang dilepaskan atau diperlukan saat
masuknya elektron ke dalam atom atau ion dalam
keadaan gas.