You are on page 1of 6

http://pherijoko.blogspot.com/2013/09/contoh-draf-kurikulum-bahasa-jawa-2013.

html

CONTOH DRAF KURIKULUM BAHASA JAWA 2013
SILABUS MATA PELAJARAN
BAHASA JAWA

Satuan Pendidikan : SMK
Kelas/Semester : X/GANJIL
Kompetensi Inti :
KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.



SILABUS CERKAK
KELAS X SEMESTER GANJIL

KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI
POKOK
PEMBELAJARAN PENILAIAN ALOKASI
WAKTU
SUMBER
1.1.1.2 Mensyukuri anugerah Tuhan akan
keberadaan bahasa Jawa dan meng-
gunakannya sebagai sarana
komunikasi dalam memahami,
menerapkan, dan menganalisis
informasi lisan dan tulisan melalui
tembang, crita cekak, pawarta,
kawruh basa, kawruh subasita,
1. Mensyukuri anugerah Tuhan akan
keberadaan bahasa Jawa dan
menggunakannya sebagai sarana
komunikasi dalam memahami,
menerapkan, dan menganalisis
informasi lisan crita cekak.
2. Mensyukuri anugerah Tuhan akan
keberadaan bahasa Jawa dan
Terintegrasi pada
KD di KI 3 dan KI 4








kawruh budaya, dan aksara Jawa.



1.1.1.3 Mensyukuri anugerah Tuhan akan
keberadaan bahasa Jawa dan meng-
gunakannya sebagai sarana
komunikasi dalam mengolah,
menalar, dan menyajikan informasi
lisan dan tulisan melalui tembang,
crita cekak, pawarta, kawruh basa,
kawruh subasita, kawruh budaya,
dan aksara Jawa

menggunakannya sebagai sarana
komunikasi dalam memahami,
menerapkan, dan menganalisis
informasi tulisan melalui crita
cekak.
1. Mensyukuri anugerah Tuhan akan
keberadaan bahasa Jawa dan
menggunakannya sebagai sarana
komunikasi dalam mengolah,
menalar, dan menyajikan informasi
lisan crita cekak.
2. Mensyukuri anugerah Tuhan akan
keberadaan bahasa Jawa dan
menggunakannya sebagai sarana
komunikasi dalam mengolah,
menalar, dan menyajikan informasi
tulisan melalui crita cekak.
















. Menghayati dan mengamal-kan perilaku
jujur, disip-lin, tanggung jawab,
peduli (gotong royong, kerjasama,
toleran, damai), santun, responsif
dan proaktif dan menun-jukkan sikap
sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalah-an dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia. Menghayati dan mengamal-
kan perilaku jujur, disip-lin,
tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif dan
menun-jukkan sikap sebagai bagian
dari solusi atas berbagai permasalah-
an dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam
serta dalam menempatkan diri
2.1.1.1 Menunjukkan perilaku responsif
dan imajinatif dalam menggunakan
bahasa Jawa lisan maupun tulisan
untuk berekspresi melalui
tembang, crita cekak, pawarta,
kawruh basa, kawruh subasita,
kawruh budaya, dan aksara Jawa.






































































































sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia
2.2












3.1.1.1 Mengidentifikasi struktur dan
kaidah tembang Kinanthi, crita
cekak, pawarta, kawruh basa: ragam
(ngoko lugu, ngoko alus, krama lugu,
dan krama alus), diksi (tembung
ngoko, netral, krama andhap, krama
inggil), kagunan basa (tembung
saroja, tembung garba, tembung
plutan, saloka lan bebasan), kawruh
subasita (nyuwun pamit, matur
nuwun, nuwun sewu, ndherek
langkung), kawruh budaya (mantu),
dan aksara Jawa (2 pa-ragraf yang
memuat angka Jawa), lisan maupun
tulisan.
3.1.1.2 Memahami struktur dan kaidah
tembang Kinanthi, crita cekak,
pawarta, kawruh basa: ragam (ngoko
lugu, ngoko alus, krama lugu, dan
krama alus), diksi (tembung ngoko,
netral, krama andhap, krama inggil),
kagunan basa (tembung saroja,




















1. Mengidentifikasi struktur crita
cekak yang disimak.

2. Mengidentifikasi struktur teks crita
cekak yang dibaca.








1. Memahami struktur crita cekak


















Cerkak


















Mengamati
Peserta didik
mendengarkan teks
cerkak

Menanya
Peserta didik diberi
kesempatan untuk
menanya tentang
isi cerkak
Mengeksplorasikan
Peserta didik
mengumpulkan
informasi terkait
cerkak



















Tugas :
membuat
teks cerkak

Observasi:
mengamati
kegiatan
peserta didik
dalam proses
menganalisis
isicerkak
Portofolio:
menilai
kalimat dan




2 JP




















 Paket Bahasa Jawa
Kelas X.
 Buku-buku lainya
 Internet ( jika
tersedia)
 CD/kaset
tembung garba, tembung plutan,
saloka lan bebasan), kawruh subasita
(nyuwun pamit, matur nuwun,
nuwun sewu, ndherek langkung),
kawruh budaya (mantu), dan aksara
Jawa (2 pa-ragraf yang memuat
angka Jawa), lisan maupun tulisan.
3.1.1. 3 Mengevaluasi struktur dan kaidah
tembang Kinanthi, crita cekak,
pawarta, kawruh basa: ragam (ngoko
lugu, ngoko alus, krama lugu, dan
krama alus), diksi (tembung ngoko,
netral, krama andhap, krama inggil),
kagunan basa (tembung saroja,
tembung garba, tembung plutan,
saloka lan bebasan), kawruh subasita
(nyuwun pamit, matur nuwun,
nuwun sewu, ndherek langkung),
kawruh budaya (mantu), dan aksara
Jawa (2 pa-ragraf yang memuat
angka Jawa), lisan maupun tulisan.


yang disimak.
2. Memahami struktur teks crita cekak
yang dibaca.








1. Mengevaluasi struktur crita cekak
yang disimak.
2. Mengevaluasi struktur teks crita
cekak yang dibaca.






Mengasosiasikan
Peserta didik
menganalisis isi
cerkak


Mengkomunikasikan
Peserta didik
menyampaikan
hasil analisis dan
kemudian
menceritakan
kembali cerkak
didepan kelas





isi teks
bacaan
peserta didik
berkaitan
dengan
materi
cerkak


Tes
tertulis/lisan:
menilai
kemampuan
peserta didik
dalam
menyebutkan
isi cerkak

4.1.1.1 Menginterpretasi tembang
Kinanthi, crita cekak, pawarta,
kawruh basa: ragam (ngoko lugu,
ngoko alus, krama lugu, dan krama
alus), diksi (tembung ngoko, netral,
krama andhap, krama inggil),
kagunan basa (tembung saroja,
tembung garba, tembung plutan,
saloka lan bebasan), kawruh subasita
(nyuwun pamit, matur nuwun,
nuwun sewu, ndherek langkung),
kawruh budaya (mantu), dan aksara
Jawa (2 paragraf yang memuat
angka Jawa), lisan maupun tulisan.

1. Menginterpretasi crita cekak yang
disimak.
2. Menginterpretasi teks crita cekak
yang dibaca.
























2.1.1.2 Memproduksi tembang
Kinanthi, crita cekak,
pawarta, kawruh basa: ragam
(ngoko lugu, ngoko alus,
krama lugu, dan krama alus),
diksi (tembung ngoko, netral,
krama andhap, krama inggil),
kagunan basa (tembung
saroja, tembung garba,
tembung plutan, saloka lan
bebasan), kawruh subasita
(nyuwun pamit, matur nuwun,
nuwun sewu, ndherek
langkung), kawruh budaya
(mantu), dan aksara Jawa (2
paragraf yang memuat angka
Jawa), lisan maupun tulisan.
4.1.1.4 Menyajikan tembang
Kinanthi, crita cekak, pawarta,
kawruh basa: ragam (ngoko lugu,
ngoko alus, krama lugu, dan krama
alus), diksi (tembung ngoko, netral,
krama andhap, krama inggil),
kagunan basa (tembung saroja,
tembung garba, tembung plutan,
saloka dan bebasan), kawruh
subasita (nyuwun pamit, matur
nuwun, nuwun sewu, ndherek
langkung), kawruh budaya (mantu),
dan aksara Jawa (2 paragraf yang
memuat angka Jawa), lisan maupun
tulisan.










1. Memproduksi crita cekak secara
lisan.
2. Memproduksi crita cekak secara
tulisan.































1. Menyajikan crita cekak secara
lisan.
2. Menyajikan crita cekak secara
tulisan.