You are on page 1of 24

Tinjauan Pustaka

INFEKSI NOSOKOMIAL DI ICU


Oleh:
Thuvija Darshini Gvin!ev
"#"$""%&#'
Pe()i()in*:
!r+ IGAG+ UTA,A -A,TA.AN S/+ An
DALAM ,ANGKA MENGIKUTI KEPANITE,AAN KLINIK
MAD0A DI 1AGIAN2SMF ANESTESIOLOGI DAN ,EANIMASI
FAKULTAS KEDOKTE,AN UNI3E,SITAS UDA0ANA
SEPTEM1E, $"&'
ISI KANDUNGAN
BAB I
Pendahuluan .1
BAB II
Tinjauan Pustaka
2.1 Definisi Infeksi Nosokomial..2
2.2 Etiologi.......2
2.3 Cara Penularan Infeksi Nosokomial ..3
2.4 Tie ! tie infeksi nosokomial
2.4.1 Infeksi saluran kemih3
2.4.2 Infeksi luka oerasi4
2.4.3 Infeksi sistemik..4
2.4.4 Pneumonia..4 ! "
2." Penilaian #ang digunakan untuk Infeksi Nosokomial$
2.$ Infeksi Nosokomial di IC%.$ ! &
2.' (esistensi )ntio*iotik di IC%& ! 1+
2., Pen-egahan Terjadin#a Infeksi Nosokomial.1+ ! 11
2.& %a#a Pen-egahan (esistensi )nti*iotik. 12 ! 14
2.1+ Cara mengurangkan terjadin#a resistensi anti*iotik14 . 1"
2.11 )P)C/E 0kor.1" . 1,
2.11.1 1ele*ihan )P)C/E skor.1,
2.11.2 1ekurangan )P)C/E skor..1&
BAB III
1esimulan. 2+ . 21
BAB I
PENDAHULUAN
Infeksi nosokomial atau #ang dalam *ahasa inggris dise*ut health -are.
asso-iated infe-tions adalah infeksi #ang didaat seseorang saat mereka mendaat
era2atan untuk en#akit di luar infeksi terse*ut. 3Infeksi nosolomial4 adalah infeksi
#ang terdaat dalam saranan kesehatan. 0e*etuln#a rumah sakit memang sum*er
en#akit. 5usteru6 negara maju juga memun#ai angka #ang -uku tinggi. 7isaln#a6
di )merika 0#arikat6 terdaat 2+6+++ kematian setia tahun aki*at infeksi nosokomial.
Di seluruh dunia6 1+8 asien ra2at ina di rumah sakit mengalami infeksi #ang *aru
selama dira2at. Di Indonesia6 enelitian #ang dilakukan menunjukkan *ah2a &6,8
asien ra2at ina mendaat infeksi #ang *aru selama dira2at.
Infeksi nosokomial daat dieroleh di manaun6 seerti ra2at ina rumah
sakit6 ra2at jalan6 fasilitas -u-i darah untuk enderita gagal ginjal6 usat reha*ilitasi6
kamar oerasi6 dan era2atan di rumah. 0e*agian *esar kasus infeksi nosokomial atau
sekitar $+8 meruakan infeksi eredaran darah #ang didaat le2at kateter em*uluh
darah6 infeksi saluran kemih melalui kateter urin6 dan infeksi jaringan aru.aru
aki*at enggunaan 9entilator. Dierkirakan sekita 1 dari 2+ asien #ang di ra2at di
rumah sakit mendaat infeksi nosokomial. )ngka kematian #ang dise*a*kan oleh
infeksi nosokomial -uku *esar.
Infeksi nosokomial mulai dengan en#e*a*6 #ang ada ada sum*er. 1uman
keluar dari sum*er melalui temat tertentu6 kemudian dengan -ara enularan tertentu
masuk ke temat tertentu di asien lain. 1arena *an#ak asien di rumah sakit rentan
terhada infeksi6 mereka daat tertular dan terinfeksi.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi infeksi nosokomial
Infeksi nosokomial adalah suatu infeksi #ang dieroleh atau dialami oleh
asien selama asien dira2at di rumah sakit dan menunjukkan gejala infeksi *aru
setelah '2 jam asien *erada di rumah sakit serta infeksi itu ditemukan atau diderita
ada asien masuk ke rumah sakit. Terminologi lainn#a adalah /ealth -are.asso-iated
infe-tion :/ai; #ang memiliki -akuan le*ih luas6 men-aku infeksi #ang didaatkan
dari *er*agai *entuk ela#anan kesehatan dan *ukan han#a era2atan di rumah sakit.
2.2 Etiologi
2.2.1Agen Infeksi
Pasien akan teraar *er*agai ma-am mikroorganisme selama ia dira2at di
rumah sakit. 1ontak antara asien dan *er*agai ma-am mikroorganisme ini tidak
selalu menim*ulkan gejala klinis karena *an#akn#a faktor lain #ang daat
men#e*a*kan terjadin#a infeksi nosokomial. 1emungkinan terjadin#a infeksi
tergantung ada karakteristik mikroorganisme6 resistensi terhada <at.<at anti*iotika6
tingkat 9irulensi6 dan *an#akn#a materi infeksius.
0emua mikroorganisme termasuk *akteri6 9irus6 jamur dan arasit daat
men#e*a*kan infeksi nosokomial. Infeksi ini daat dise*a*kan oleh mikroorganisme
#ang didaat dari orang lain :cross infection; atau dise*a*kan oleh flora normal dari
asien itu sendiri :endogenous infection;. 1e*an#akan infeksi #ang terjadi di rumah
sakit ini le*ih dise*a*kan karena faktor eksternal6 #aitu en#akit #ang en#e*arann#a
melalui makanan dan udara dan *enda atau *ahan.*ahan #ang tidak steril. Pen#akit
#ang didaat dari rumah sakit saat ini ke*an#akan dise*a*kan oleh mikroorganisme
#ang umumn#a selalu ada ada manusia #ang se*elumn#a tidak atau jarang
men#e*a*kan en#akit ada orang normal.
2. !a"a Pen#la"an infeksi nosokomial
Cara enularan infeksi nosokomial *isa *erua infeksi silang :Cross infection;
#aitu dise*a*kan oleh kuman #ang didaat dari orang atau enderita lain di rumah
sakit se-ara langsung atau tidak langsung. Infeksi sendiri :Self infection, Auto
infection; #aitu dise*a*kan oleh kuman dari enderita itu sendiri #ang *erindah
temat dari satu jaringan ke jaringan #ang lain. Infeksi lingkungan :Environmental
infection; #aitu dise*a*kan oleh kuman #ang *erasal dari *enda atau *ahan #ang tidak
*ern#a2a #ang *erada di lingkungan rumah sakit. 7isaln#a lingkungan #ang lem*a*
dan lain.lain.
Terdaat 4 -ara enularan infeksi nosokomial #aitu kontak langsung antara
asien dan ersonil #ang mera2at atau menjaga asien. 0eterusn#a6 kontak tidak
langsung ketika o*jek tidak *ersemangat=kondisi lemah dalam lingkungan menjadi
kontaminasi dan tidak didesinfeksi atau sterilkan6 se*agai -ontoh era2atan luka
aska oerasi. 0elain itu6 enularan -ara droplet infection dimana kuman daat
men-aai ke udara :air borne; dan enularan melalui 9ektor #aitu enularan melalui
he2an=serangga #ang mem*a2a kuman.
2.$ Ti%e& ti%e infeksi nosokomial
2.$.1 Infeksi sal#"an kemi'
Infeksi nosokomial di saluran kemih dihu*ungkan dengan enggunaan kateter
urin6 #ang men#e*a*kan 3.1+8 risiko infeksi setia harin#a. /amir 38 asien
dengan infeksi saluran kemih *erkem*ang menjadi *akteremia. )ntara infeksi
nosokomial jenis lainn#a6 infeksi saluran kemih meruakan infeksi #ang aling sering
terjadi atau sekitar 3"8 dari total kejadian infeksi nosokomial. 7eskiun aling
sering terjadi6 jenis infeksi ini men#e*a*kan eningkatan *ia#a dan angka kematian
#ang aling ke-il. Infeksi saluran kemih *ertanggung ja2a* atas 1+.1"8
eranjangan 2aktu ra2at di rumah sakit dan eningkatan *ia#a. Infeksi saluran
kemih *iasan#a dise*a*kan oleh atogen #ang men#e*ar se-ara langsung ke area
eriuretral dari erineum asien atau saluran -erna6 -ara en#e*aran ini meruakan
-ara #ang aling sering terjadi ada 2anita. 0elain itu infeksi saluran kemuh juga
dise*a*kan kontaminasi intraluminal kateter urin6 *iasan#a aki*at infeksi silang oleh
tenaga medis #ang melakukan irigasi kateter atau melakukan engosongan kantung
enamungan urin.
2.$.2 Infeksi l#ka o%e"asi
Infeksi luka oerasi meruakan efek saming kedua #ang aling sering terjadi di
rumah sakit6 juga meruakan jenis infeksi nosokomial kedua ter*an#ak. Infeksi luka
oerasi men-aku kurang le*ih 2+8 dari angka kejadian infeksi nosokomial6 dan
men#e*a*kan kerugian materi ketiga tertinggi di*andingkan ketiga jenis infeksi
nosokomial lainn#a6 #aitu "'8 eranjangan 2aktu ra2at dan 4"8 dari eningkatan
*ia#a. 0e-ara umum6 risiko terjadin#a infeksi luka oerasi diengaruhi oleh
keteramilan dokter *edah6 en#akit #ang diderita asien :-ontohn#a dia*etes6
o*esitas; atau usia tua6 serta 2aktu em*erian anti*iotik rofilaksis #ang kurang teat.
>aktor risiko tam*ahan antara lain ke*eradaan drainase6 eranjangan 2aktu ra2at
aska oerasi6 en-ukuran area oerasi dengan isau -ukur satu hari se*elum oerasi
dan infeksi di lokasi tu*uh lainn#a :-ontohn#a infeksi saluran kemih;.
2.$. Infeksi sistemik
Infeksi sistemik atau *akteremia men-aku kurang le*ih 1"8 kejadian infeksi
nosokomial. 7eskiun le*ih rendah dari kedua jenis infeksi nosokomial #ang telah
di*ahas se*elumn#a6 infeksi jenis ini mengaki*atkan kerugian materi #ang le*ih *esar
dan angka kematian asien #ang le*ih tinggi. Infeksi jenis ini dihu*ungkan dengan
enggunaan kateter 9ena sentral :,+.&+8;. )ngka kematian aki*at infeksi ini
dilaorkan antara 128 hingga 2"86 satu dari tiga hingga setengahn#a terjadi di IC%.
Infeksi ke*an#akan *erasal dari mikroorganisme #ang *erada di kulit temat
masukn#a kateter6 dengan *akteri atogen #ang *ermigrasi ke ekstraluminar kateter.
Dalam jangka 2aktu #ang anjang6 enggunaan kateter tana jarum juga daat
men#e*a*kan infeksi karena terjadi kolonisasi *akteri intraluminar. 1ontaminasi infus
meskiun jarang terjadi meruakan sum*er terjadin#a eidemi infeksi sistemik #ang
*erhu*ungan dengan alat kedokteran. Patogen #ang aling sering diisolasi dari
*akteremia aki*at enggunaan alat kedokteran termasuk Staphylococcus aureus,
Enterococcus6 *akteri ?ram negatif dan kandida.
2.$.$ Pne#monia
Pneumonia aki*at infeksi nosokomial *iasan#a terjadi setelah era2atan le*ih dari 4,
jam di rumah sakit dan asien memerlihatkan tanda.tanda klinis neumonia #ang
tidak didaatkan saat a2al era2atan. 0erua dengan infeksi sistemik6 neumonia
juga men-aku kurang le*ih 1"8 dari kejadian infeksi nosokomial serta
men#e*a*kan eningkatan *ia#a dan angka mortalitas #ang kurang le*ih juga sama
dengan infeksi sistemik. 0elain Hospital Acquired Pneumonia :/)P;6 terdaat *entuk
lainn#a #ang le*ih sesifik dan sering ditemui di IC%6 #aitu Ventilator-associated
Pneumoniae :@)P;. /amir semua kasus /)P dise*a*kan asirasi dari
mikroorganisme di orofaring #ang endogenus atau didaat dari rumah sakitA serta
kadang asirasi dari saluran gastrointestinal. >aktor risiko /)P men-aku hal.hal
#ang memi-u terjadin#a kolonisasi *akteri :-ontohn#a enggunaan anti*otik
se*elumn#a6 kontaminasi 9entilator atau enurunan tingkat keasaman lam*ung;6 hal
#ang memfasilitasi terjadin#a asirasi :-ontohn#a intu*asi6 enurunan kesadaran6 atau
enggunaan nasogastric tube;A hal #ang menekan mekanisme ertahanan terhada
infeksi di saluran ernaasan serta memungkinkan terjadin#a ertum*uhan atogen
#ang terasirasi :-ontohn#a chronic obstructive pulmonary disease6 usia lanjut6 atau
oerasi erut atas;.
Ta*le 1 B Tie ! tie infeksi nosokomial
Ti%e infeksi nosokomial (akto" "isiko Infeksi
nosokomial )*+
Infeksi saluran kemih Penggunaan kateter urin 3"8
Infeksi luka oerasi . 1eteramilan dokter *edah
. Pen#akit #ang dideritai asien
. %sia tua
.Caktu em*erian anti*iotik
rofilaksis #ang kurang teat
. 1e*eradaan drainase
.Peranjangan 2aktu ra2at aska
oerasi
2+8
Infeksi sistemik Penggunaan kateter 9ena sentral 1"8
Pneumonia @entilator 1"8
2., Penilaian -ang .ig#nakan #nt#k Infeksi Nosokomial
Infeksi nosokomial dise*ut juga dengan DHospital Acquired nfectionE aa*ila
memenuhi *atasan atau kriteria se*agai *erikutB
i. Pada 2aktu enderita mulai dira2at di rumah sakit tidak didaatkan tanda.tanda
klinik dari infeksi terse*ut.
ii. Pada 2aktu enderita mulai dira2at tidak dalam masa inku*asi dari infeksi
terse*ut.
iii. Tanda.tanda infeksi terse*ut *aru tim*ul sekurang.kurangn#a 3 F 24 jam sejak
mulai dira2at.
i9. Infeksi terse*ut *ukan meruakan sisa :residual; dari infeksi se*elumn#a
2./ Infeksi nosokomial .i I!U
Ge*ih dari 2+8 infeksi nosokomial terjadi di IC%. Terdaat *e*eraa faktor
#ang *ereran dalam terjadin#a infeksi nosokomial di IC%. He*eraa di antaran#a
meruakan faktor.faktor #ang memengaruhi sistem ertahanan tu*uh asien. 0istem
ertahanan tu*uh asien #ang dira2at di IC% daat terganggu karena adan#a en#akit
#ang mendasari atau aki*at inter9ensi medis #ang dialami asien.1 0elain itu *eratn#a
en#akit asien #ang dira2at di IC%6 luas ruangan #ang relatif ke-il dengan asien
*eren#akit le*ih *erat serta jumlah tenaga medis #ang relatif sedikit dis*anding
jumlah asien memungkinkan terjadin#a infeksi se-ara kontak langsung orang ke
orang.
0emua asien #ang dira2at di IC% asti akan menggunakan minimal satu6 atau
*ahkan *e*eraa alat kedokteran #ang *ersifat in9asif dan akan men#e*a*kan *agian
tu*uh asien #ang seharusn#a steril terajan ke lingkungan luar. 1e*eradaan alat.alat
kedokteran ini dihu*ungkan dengan infeksi nosokomial6 masing.masing dengan
ke-enderungan men#e*a*kan jenis infeksi tertentu. 0elain itu enggunaan H!-bloc"er
atau antasida akan menurunkan tingkat keasaman lam*ung #ang meruakan
ertahanan alami tu*uh dan memermudah terjadin#a kolonisasi flora enterik.
7ekanisme em*ersihan organ.organ *erongga tu*uh juga daat terganggu oleh
adan#a endotracheal tube, nasogastric tube atau kateter urin.
0uatu studi men#e*utkan terdaat tujuh faktor risiko indeenden terjadin#a
infeksi nosokomial di IC%6 emat di antaran#a *erhu*ungan dnegan enggunaan alat
kedokteran in9asif. 1etujuh faktor risiko terse*ut adalah enggunaan kateter 9ena
sentral6 enggunaan kateter arteri ulmonar6 enggunaan kateter urin6 enggunaan
9entilator mekanik6 em*erian rofilaksis ulkus etikum6 adan#a trauma saat masuk
rumah sakit dan laman#a era2atan di IC%. >aktor #ang dise*utkan terakhir adalah
#ang aling memengaruhi terjadin#a infeksi nosokomial. Dikatakan terdaat
hu*ungan linear antara lama era2atan dan insidens infeksi nosokomial di IC%.
0eerti telah dise*utkan di atas6 en#akit #ang mendasari daat mengganggu s#stem
imun asien. Contohn#a asien dengan keganasan akan -enderung memiliki reson
imun #ang a*normal se*agai aki*at dari en#akit atau terai #ang dijalanin#a
menurunkan jumah sel fagosit. Pasien IC% #ang *erusia sangat tua atau sangat muda
juga -enderung mengalami gangguan reson imun dan karenan#a memiliki risiko
#ang le*ih tinggi terkena infeksi nosokomial.
>aktor lain #ang *erhu*ungan dengan kondisi asien adalah kondisi gi<i asien.
Pasien IC% umumn#a memiliki kondisi umum #ang *uruk dan karenan#a inta"e
makanan sulit dijaga. /al ini akan men#e*a*kan asien memiliki ke-enderungan
untuk mengalami kekurangan nutrisi atau *ahkan malnutrisi.
He*eraa studi telah mem*uktikan *ah2a status gi<i #ang *uruk meruakan
salah satu faktor redisosisi terjadin#a infeksi nosokomial.
?angguan ada fungsi sel H dan sel T ditemukan ada asien #ang sakit *erat
dan asien dengan trauma. Terjadi eru*ahan dalam engaktifan sel T dan roduksi
sitokin #ang terutama dihu*ungkan dnegan trauma dan erdarahan. 0elain itu
hioksia sistemik dan hio9olemia juga meruakan salah satu faktor #ang signifikan
dalam terjadin#a infeksi.
/amir setengah dari infeksi nosokomial didahului dengan kolonisasi *akteri.
>aktor.faktor #ang dihu*ungkan dnegan kolonisasi *akteri antara lain durasi
era2atan di rumah sakit dan IC%6 enggunaan alat.alat in9asif6 enggunaan
anti*iotik *erkeanjangan dan eliminasi flora normal di faring dan saluran
gastrointestinal melalui enggunan anti*iotik sektrum luas. >aktor lainn#a adalah
gangguan mekansme normal ertahanan tu*uh oleh o*at atau intu*asi trakeal dan
eru*ahan ada sekresi sitokin.sitokin #ang *erfungsi mengham*at erkem*angan
*akteri dalam tu*uh aki*at stres fisik dan o*at. Herdasarkan data dari sistem
sur9eilens IC% 5erman6 #ra"enhaus nfection
0ur9eilens System :1I00;6 didaatkan *ah2a terdaat er*edaan insidens jenis
infeksi nosokomial ada *er*agai tie ruang ra2at dan IC%. Pertama6 di ruang ra2at
*iasa6 infeksi saluran kemih adalah jenis infeksi #ang aling sering terjadiA sementara
di IC%6 infeksi #ang aling sering terjadi adalah neumonia. 1edua6 dilaorkan
*ah2a insidens infeksi nosokomial le*ih tinggi di IC% *edah di*adingkan IC% non.
*edah6 serta le*ih tinggi di IC% de2asa di*anding IC% anak ke-uali di IC% neonatus.
1etiga6 jenis infeksi #ang aling sering di IC% de2asa adalah neumonia
sementara di IC% anak jenis infeksi #ang aling sering adalah infeksi sistemik. /al ini
dikaitkan dengan seringn#a asien IC% de2asa #ang masuk karena gangguan ada
ernaasan dan memerlukan *antuan 9entilator mekanik.
Dari hasil studi 0I)P :Sepsis $ccurance in Acutely ll Patients; #ang
memelajari asien sesis dengan desain studi kohort di 1&, IC% di 24 negara Eroa6
didaatkan *ah2a dari 2'& asien dengan infeksi nosokomial #ang didaat di IC%.
Staphylococcus6 termasuk 7(0) adalah *akteri atogen en#e*a* tersering :4+8;6
diikuti oleh Pseudomonas spp% :218;6 Streptococcus :1&8;6 E% coli :1'8; dan C%
albicans :1$8;. Didaatkan ula *ah2a asien #ang mengalami infeksi nosokomial
di IC% le*ih *an#ak #ang mengalami infeksi -amuran :238; di*andingkan dengan
asien sesis dengan infeksi nosokomial #ang *ukan didaat di IC% :1$8;.
Dari studi di IC% )merika 0erikat dan Eroa Harat6 didaatkan *ah2a *akteri
#ang aling sering men#a*a*kan infeksi nosokomial tie infeksi sistemik dan infeksi
luka oerasi adalah Staphylococcus dan Enterococcus. 0edangkan6 Pseudomonas
aeruginosa adalah *akteri tersering #ang men#e*a*kan infeksi saluran naas *a2ah6
sementara kandida dan E% coli meruakan en#e*a* tersering infeksi saluran kemih.
Di*andingkan dengan studi #ang sama tahun 1&'+.an terlihat ergeseran ada ola
*akteri #ang men#e*a*kan infeksi nosokomial. 0aat ini6 infeksi *akteri ?ram ositif
dan jamur menjadi semakin sering ditemui6 diikuti dengan semakin meningkatn#a
resistensi anti*iotik ada *akteri ?ram negatif. Daat disimulkan *ah2a ergeseran
terjadi ke arah *akteri #ang le*ih resisten dengan ilihan terai #ang semakin sedikit.
0eerti telah dise*utkan di atas6 infeksi nosokomial tersering #ang terjadi di
IC% adalah neumonia6 terjadi ada ,.2+8 asien #ang dira2at di IC%. Dari semua
kasus neumonia nosokomial di IC%6 ,38 di antaran#a *erhu*ungan dengan
enggunaan 9entilator mekanik. Dari seluruh asien #ang menggunakan 9entilator
mekanik6 2'8 mengalami neumonia #ang *erhu*ungan dengan enggunaan
9entilator. 5enis infeksi ini adalah klasifikasi #ang le*ih sesifik dari /)P6 #aitu
@entilator-associated Pneumonia :@)P;. He*eraa faktor risiko #ang *erhu*ungan
dengan kejadian @)P adalah laman#a eggunaan 9entilator6 adan#a en#akit aru
kronis6 sesis6 acute respiratory distress syndrome :)(D0;6 gangguan neurologis6
trauma6 ri2a#at enggunaan anti*iotik se*elumn#a dan transfusi sel darah merah.
Pasien #ang mengalami @)P memiliki rognosis #ang le*ih *uruk6 menjalani
era2atan #ang le*ih lama di rumah sakit dan IC%6 *ia#a #ang le*ih tinggi serta
memiliki tingkat kematian #ang le*ih tinggi. Tingkat kematian asien #ang
mengalami @)P *erkisar antara 2+."+8 dan daat men-aai '+8 jika dise*a*kan
oleh *akteri #ang memiliki resistensi ganda terhada anti*iotik dan *ersifat in9asif.
)ngka kematian aki*at @)P se*enarn#a sulit dihitung aki*at *an#akn#a faktor
eran-u6 namun @)P diikirkan meningkatkan mortalitas aki*at en#akit #ang
mendasari asien sekitar 3+8.
2.0 1esistensi Anti2iotik .i I!U
Di IC% dimana enggunaan anti*iotik le*ih sering dan dalam jumlah #ang le*ih
*esar dariaada area rumah sakit lainn#a6 resistensi terhada anti*iotik menjamin
kelangsungan hidu *e*eraa atogen #ang mengaki*atkan infeksi nosokomial.
Terdaat *an#ak faktor #ang memermudah terjadin#a resistensi terhada anti*iotik
di IC%. Penggunaan anti*iotik sektrum luas #ang le*ih sering di*andingkan dengan
ruangan lain6 asien dengan en#akit *erat #ang dikumulkan dalam satu ruangan
#ang relatif ke-il6 jumlah tenaga medis #ang tidak adekuat hingga memudahkan
terjadin#a transmisi *akteri dari orang ke orangA serta ke*eradaan asien dengan
en#akit #ang le*ih kronis dan akut sehingga memerlukan 2aktu era2atan le*ih
anjang meruakan *e*eraa di antaran#a. Dari seluruh faktor risiko #ang telah
dise*utkan di atas6 dikatakan *ah2a em*erian anti*iotik inisial #ang tidak adekuat
meruakan faktor utama #ang men#e*a*kan terjadin#a resistensi terhada anti*iotik.
Paling tidak ' hari 2aktu enggunaan 9entilator mekanik6 enggunaan
anti*iotik se*elumn#a6 dan enggunaan anti*iotik sektrum luas se*elumn#a
:sefalosorin generasi ketiga6 fluorokuinolon6 kar*aenem atau kom*inasi; adalah
faktor risiko terenting #ang dihu*ungkan dengan neumonia nosokomial.
Panjangn#a 2aktu ra2at di rumah sakit atau IC% juga meruakan faktor risiko #ang
enting. /al ini kemungkinan se*agian dise*a*kan karena anjangn#a 2aktu
era2atan memungkinkan terjadin#a kolonisasi *akteri *aik dari luar asien mauun
oleh *akteri endogen. 0ama dengan teori di atas6 enggunaan alat kedokteran #ang
*ersifat in9asif juga meningkatkan kemungkinan tim*uln#a resistensi karena
terjadin#a kolonisasi. 1olonisasi *akteri akan memungkinkan tim*uln#a resistensi
endogen dari *akteri.
0e-ara umum6 infeksi oleh *akteri #ang resisten terhada anti*iotik
mengaki*atkan tingkat kematian di rumah sakit #ang le*ih tinggi serta eranjangan
2aktu ra2at di rumah sakit. 1olonisasi *akteri dan infeksi oleh *akteri #ang resisten
terhada anti*iotik juga meningkatkan kemungkinan terjadin#a terai anti*iotik #ang
tidak adekuat. Terai anti*iotik #ang tidak adekuat ini dihu*ungkan dengan
eningkatan tingkat kematian aki*at @)P.
0aat ini di )merika 0erikat *ia#a #ang dikeluarkan selama setahun aki*at
infeksi oleh *akteri #ang resisten terhada anti*iotik dierkirakan antara 1++ juta
hingga 3+ miliar dollar )merika6 termasuk untuk ua#a engem*angan anti*iotik
*aru.
2.3 Pen4ega'an te"5a.in-a Infeksi Nosokomial
Pen-egahan dari infeksi nosokomial ini dierlukan suatu ren-ana #ang
terintegrasi6 monitoring dan rogram #ang termasuk B
i; 7em*atasi transmisi organisme dari atau antara asien dengan -ara men-u-i
tangan dan enggunaan sarung tangan6 tindakan setik dan asetik6
sterilisasi dan disinfektan.
ii; 7engontrol resiko enularan dari lingkungan.
iii; 7elindungi asien dengan enggunaan anti*iotika #ang adekuat6 nutrisi
#ang -uku6 dan 9aksinasi.
i9; 7em*atasi resiko infeksi endogen dengan meminimalkan rosedur
in9asif.
9; Penga2asan infeksi6 identifikasi en#akit dan mengontrol
en#e*arann#a.
Terdaat el*agai en-egahan #ang erlu dilakukan untuk men-egah infeksi
nosokomial. )ntaran#a adalah dikontaminasi tangan dimana transmisi en#akit
melalui tangan daat diminimalisasi dengan menjaga hiegene dari tangan. Tetai ada
ken#ataann#a6 hal ini sulit dilakukan dengan *enar6 karena *an#akn#a alasan seerti
kurangn#a eralatan6 alergi roduk en-u-i tangan6 sedikitn#a engetahuan mengenai
entingn#a hal ini6 dan 2aktu men-u-i tangan #ang lama. Penggunaan sarung tangan
sangat dianjurkan aa*ila melakukan tindakan atau emeriksaan ada asien dengan
#ang dira2at di rumah sakit.
%ntuk men-egah en#e*aran infeksi melalui jarum suntik maka dierlukan6
enggunaan jarum #ang steril dan enggunaan alat suntik #ang disposabel. 7asker
digunakan se*agai elindung terhada en#akit #ang ditularkan melalui udara. 0arung
tangan6 se*aikn#a digunakan terutama ketika men#entuh darah6 -airan tu*uh6 feses
mauun urine. 0arung tangan harus selalu diganti untuk setia asienn#a6 *aju khusus
juga harus diakai untuk melindungi kulit dan akaian selama kita melakukan suatu
tindakan untuk men-egah er-ikan darah6 -airan tu*uh6 urin dan feses.
Pem*ersihan #ang rutin sangat enting untuk me#akinkan *ah2a rumah sakit
sangat *ersih dan *enar.*enar *ersih dari de*u6 min#ak dan kotoran. )dministrasi
rumah sakit harus ada 2aktu #ang teratur untuk mem*ersihkan dinding6 lantai6 temat
tidur6 intu6 jendela6 tirai6 kamar mandi6 dan alat.alat medis #ang telah diakai
*erkali.kali. %sahakan emakaian en#aring udara6 terutama *agi enderita dengan
status imun #ang rendah atau *agi enderita #ang daat men#e*arkan en#akit
melalui udara. 1amar dengan engaturan udara #ang *aik *oleh menurunkan resiko
terjadin#a enularan tu*erkulosis. 0elain itu6 rumah sakit harus mem*angun suatu
fasilitas en#aring air dan menjaga ke*ersihan emrosesan serta filtern#a untuk
men-egah terjadin#a ertum*uhan *akteri. &oilet rumah sakit juga harus dijaga6
terutama ada unit era2atan asien diare untuk men-egah terjadin#a infeksi antar
asien. Permukaan toilet harus selalu *ersih dan di*eri disinfektan.
Pen#e*aran dari infeksi nosokomial juga daat di-egah dengan mem*uat suatu
emisahan asien. (uang isolasi sangat dierlukan terutama untuk en#akit #ang
enularann#a melalui udara6 -ontohn#a tu*erkulosis6 dan 0)(06 #ang mengaki*atkan
kontaminasi *erat. Penularan #ang meli*atkan 9irus6 seerti /I@ serta asien #ang
memun#ai resistensi rendah seerti leukimia juga erlu diisolasi agar terhindar dari
infeksi. (uang isolasi ini harus selalu tertutu dengan 9entilasi udara #ang menuju
keluar. Jang erlu dierhatikan dalam en-egahan infeksi nosokomial luka oerasi
adalah harus melakukan emeriksaan terhada asien oerasi se*elum asien
masuk=dira2at di rumah sakit #aitu dengan memer*aikan keadaan asien6 misaln#a
gi<i. 0e*elum oerasi6 asien oerasi dilakukan dengan *enar sesuai dengan rosedur6
misaln#a asien harus uasa6 desinfeksi daerah oerasi dan lain.lain. Pada 2aktu
oerasi semua etugas harus mematuhi eraturan kamar oerasi #aitu *ekerja sesuai
0IP :standard operating procedure; #aitu dengan erhatikan 2aktu=lama oerasi.
0eterusn#a6 as-a oerasi harus dierhatikan era2atan alat.alat *antu #ang terasang
sesudah oerasi seerti kateter6 infus dan lain.lain.
2.6 U%a-a %en4ega'an 1esistensi Anti2iotik
Tinggin#a tingkat infeksi nosokomial di IC% dan ke-enderungan resistensi
terhada anti*iotik #ang semakin meningkat menjadi masalah #ang harus dihadai
IC% di seluruh dunia. %a#a en-egahan resistensi sendiri harus terfokus ada dua
hal6 enggunaan anti*iotik #ang teat serta ua#a engendalian infeksi.
Terdaat emat hal enting mengenai en-egahan tim*uln#a resistensi
anti*iotik. Pertama6 melakukan ua#a engendalian infeksi nosokomial. %a#a kedua
adalah dengan menurunkan kemungkinan terjadin#a selection pressure anti*iotik.
0elain itu harus dilakukan ua#a untuk menekan terjadin#a resistensi aki*at mutasi
dan transfer materi genetik. Terakhir6 melakukan en-egahan en#e*aran *akteri #ang
memiliki resistensi terhada anti*iotik dari luar ke dalam rumah sakit.
%ntuk melakukan engendalian infeksi nosokomial erlu dilakukan *er*agai
strategi. /al #ang enting adalah memiliki sistem sur9eilens infeksi di rumah sakit.
Dari hasil sur9eilens kemudian daat diketahui *esarn#a ermasalahan infeksi
nosokomial #ang terjadi di rumah sakit dan langkah.langkah selanjutn#a #ang daat
diam*il untuk en-egahan. Dari sistem ini juga daat diketahui data.data dasar #ang
dierlukan untuk mengetahui ola resistensi *akteri di rumah sakit #ang kemudian
daat menjadi anduan dalam men#usun formularium o*at di rumah sakit6 mauun
tia ruangan rumah sakit. /al lainn#a #ang daat dilakukan adalah skrining terhada
asien #ang se-ara klinis diduga mengalami infeksi aki*at *akteri dengan resistensi
terhada anti*iotik lini ertama diikuti dengan isolasi agar tidak terjadi transmisi ke
asien lainn#a.
0elain itu6 sangat erlu eneraan disilin dalam hal #ang *erhu*ungan dengan
ke*ersihan6 *aik se-ara umum mauun saat tindakan di rumah sakit. Peneraan
ke*iasaan -u-i tangan6 *aik dengan sa*un antisetik mauun dengan -airan antisetik
dengan dasar alkohol harus ditingkatkan demi men-egah transmisi *akteri dari orang
ke orang. Penggunaan triklosan dilaorkan menurunkan insidens infeksi 7(0) di
NIC%. 0aat ini enggunaan em*ersih tangan *er*ahan dasar alkohol dilaorkan
*erhasil men-egah transmisi 7(0) dari asien ke asien serta meningkatkan
keatuhan tenaga medis dalam menjaga ke*ersihan tangan. %a#a lainn#a adalah
dengan menerakan teknik asetik #ang *enar se*elum melakukan rosedur.
1e*ersihan alat.alat juga harus dierhatikan dan dilakukan sterilisasi *erkala6
-ontohn#a ada 9entilator untuk men-egah terjadin#a @)P. 0um*er lain mengatakan
*ah2a ke*ersihan umum di lingkungan rumah sakit juga erlu ditingkatkan karena
daat menjadi temat kolonisasi *akteri6 seerti -ontohn#a ada tirai #ang
memisahkan temat tidur asien dari asien lainn#a serta kualitas udara di rumah
sakit.
0eerti telah dise*utkan6 enggunaan anti*iotik inisial #ang tidak adekuat
adalah faktor #ang aling *ereran dalam tim*uln#a resistensi *akteri6 maka harus
diua#akan enggunaan anti*iotik #ang teat *aik emilihan6 dosis serta durasi
enggunaan. Pemilihan anti*iotik se-ara emiris harus didasarkan ada ola *akteri
en#e*a* #ang aling mungkin6 en#akit #ang mendasarin#a6 keadaan sistem imun
asien serta fungsi ginjal dan hati. Contohn#a6 jika asien din#atakan sesis dan
kemungkinan en#e*a* adalah *akteri #ang *erasal dari enggunaan kateter 9ena
sentral maka emilihan anti*iotik hendakn#a #ang efektif mela2an Staphylococcus
aureus dengan dosis dan durasi enggunaan #ang teat.
%a#a lainn#a adalah dengan men-egah terjadin#a selection pressure anti*iotik.
/al ini daat ditemuh dengan en#usunan anduan atau rotokol enggunaan
anti*iotik di rumah sakit dan IC% #ang kemudian akan daat mem*atasi enggunaan
anti*iotik di rumah sakit. Dari suatu studi6 em*atasan enggunaan anti*iotik sendiri
daat meningkatkan keekaan semua anti*iotik golongan *eta laktam dan kuinolon.
Pem*atasan enggunaan anti*iotik juga daat dilakukan dengan mengurangi
enggunaan anti*iotik se*agai rofilaksis6 salah satun#a mem*atasi rakter selective
decontamination of digestive tract :0DD;. Cara lainn#a adalah dengan menggunakan
anti*iotik dengan sektrum semit dan enggunaan anti*iotik #ang telah lama
ditemukan ketim*ang dengan enggunaan anti*iotik #ang relatif *aru6 sehingga daat
men-egah terjadin#a resistensi terhada anti*iotik *aru terse*ut. /al ini enting
dilakukan karena erkem*angan anti*iotik *aru saat ini tidak se-eat erkem*angan
resistensi terhada anti*iotik. Penggunaan anti*iotik se-ara kom*inasi juga
dilaorkan daat men-egah terjadin#a resistensi melalui selection pressure.
Terdaat *e*eraa strategi enggunaan anti*iotik #ang daat men-egah
terjadin#a resistensi. 0alah satun#a adalah antibiotic cycling6 #aitu enggunaan
*ergantian anti*iotik dalam eriode 2aktu tertentu6 ter*ukti daat menurunkan angka
resistensi. 0trategi lainn#a6 #aitu de.eskalasi #ang meruakan enggunaan anti*iotik
sektrum luas untuk terai inisial dilanjutkan dengan enggunaan anti*iotik dengan
sektrum #ang le*ih semit ketika en#e*a* infeksi dan ola resistensi *akteri telah
diketahuiA atau *ahkan enghentian terai *ila tidak didaatkan tanda infeksi le*ih
lanjut.
(esistensi terhada anti*iotik terjadi se*agai aki*at dari mutasi genetik atau
transfer materi genetik #ang mengandung gen en#e*a* resistensi dari satu *akteri ke
*akteri lain. /al ini daat di-egah dengan mengurangi kemungkinan terjadin#a
kolonisasi *akteri6 enggunaan anti*iotik rofilaksis #ang teat serta dekontaminasi
sesuai indikasi. %a#a lainn#a adalah dengan mengurangi konsentrasi *akteri6
-ontohn#a dengan melakukan drainase a*ses dan emiema.
/al terakhir adalah men-egah transmisi *akteri dan resistensi anti*iotik dari luar
ke dalam rumah sakit. /al ini daat di-egah dengan menerakan skrining serta isolasi
dengan dasar emiris ada asien #ang meruakan asien transfer dari usat
era2atan jangka anjang atauun rumah sakit lain. %a#a lainn#a adalah dengan
melakukan kajian terhada ola resistensi *akteri #ang diisolasi dari asien
se*elumn#a6 serta teta melakukan isolasi hingga kemungkinan ke*eradaan *akteri
resisten daat disingkirkan.
2.17 !a"a meng#"angkan te"5a.in-a "esistensi anti2iotik
Terdaat *e*eraa strategi enanganan mauun en-egahan #ang daat
dilakukan #ang ertama dan utama adlah terai rasional. Penggunaan anti*iotika
se-ara rasional diartikan se*agai en*erian anti*iotika #ang teat indikasi6 teat
enderita6 teat o*at6 teat dosis6 dan 2asada terhada efek saming anti*iotika.
0e-ara klinik memang sangat sulit memastikan *akteri en#e*a* infeksi #ang
teat tana menunggu hasil emeriksaan mikro*iologi. 0e-ara umum6 klinis tidak
*oleh mem*erikan terai se-ara sem*arangan tana memertim*angkan indikasi atau
malah meninda em*erian anti*iotika ada kasus infeksi #ang sudah tegak
diagnosan#a se-ara klinis meskiun tana hasil emeriksaan mikro*iologi. 1asus
infeksi #ang ga2at daat *erua sesis6 demam dengan neutroeni6 meningitis
*akterial.
Herdasarkan ditemukann#a kuman atau tidak6 maka terai anti*iotik daat
di*agi dua6 #akni terai emiris dan terai definiti9e. Terai emiris adalah terai
#ang di*erikan *erdasar diagnosis klinis dengan endekatan ilmiah dari klinis.
0edangkan terai definiti9e dilakukan *erdasarkan hasil emeriksaan mikro*iologis
#ang sudah asti jenis kuman dan se-trum keekaan anti*iotikan#a. %ntuk
menentukan enggunaan anti*iotika dalam menangani en#akit infeksi6 se-ara garis
*esar daat diakai rinsi. rinsi umum seerti enegakan diagnosis infeksi. /al ini
*isa dikerjakan se-ara klinis *erdasarkan -riteria diagnosis atauun emeriksaan.
emeriksaan tam*ahan lain #ang dierlukan. ?ejala anas sama sekali *ukan -riteria
untuk diagnosis adan#a infeksi.
0elain itu6 kemungkinan kuman en#e*a*n#a6 diertim*angkan dengan
erkiraan ilmiah *erdasarkan engalaman setemat #ang la#ak dier-a#a atau
eidemiologi setemat atau dari informasi ! informasi ilmiah lain. Tam*ahan ula6
anti*iotika #ang ingin di*erikan haruslah *enar ! *enar dierlukan oleh asien.
0e*agian infeksi mungkin tidak memerlukan terai anti*iotika misaln#a infeksi 9irus
saluran ernafasan atas6 kera-unana makanan karena kontaminasi kuman.kuman
enteri-.
0elain itu6 jika dierlukan anti*iotika6 emilihan anti*iotika #ang sesuai
*erdasarkan se-trum antikuman6 sifat farmakokinetika6 ada tidakn#a kontra indikasi
ada asien6 ada tidakn#a interaksi #ang merugikan6 *ukti akan adan#a manfaat klinik
dari masing ! masing anti*iotika untuk infeksi #ang *ersangkutan *erdasarkan
informasi ilmiah #ang la#ak dier-a#a. Dari sisi *akteri6 ertim*angkan site of
infection and most li"ely coloni'ing6 *erdasarkan engalaman atau e8i.en4e 2ase.
se*elumn#a *akteri aa #ang aling sering6 ola keekaan anti*iotika #ang *eredar
lokal.
Penentuan dosis6 -ara em*erian6 lama em*erian *erdasarkan sifat ! sifat
kinetika masing ! masing anti*iotika dan fungsi fisiologis s#stem tu*uh :misaln#a
fungsi ginjal6 fungsi hear dan lain.lain;. Perlu diertim*angkan dengan -ermat
em*erian anti*iotika misaln#a ada i*u hamil dan men#usui6 anak.anak6 dan orang
tua. Tam*ahan ula6 efek o*at #ang ingin di*erikan juga harus die9aluasi. )akah
o*at *ermanfaat6 kaan dinilai6 kaan harus diganti atau dihentikan.
2.11 APA!HE Sko"
7emerkirakan mortalitas asien dari ruang era2atan intensif :IC%;
sangat enting6 *aik se-ara klinik mauun administrasi. Prediksi mortalitas asien
*ukanlah meruakan enilaian kinerja IC%6 tetai memerkirakan asien saat
keluar dari IC% daat mem*antu memantau keadan asien dan mem*antu
mem*erikan informasi mengenai kelanjutan dari asien #ang *erhu*ungan dengan
keadaan en#akit asien dan daat dijadikan anduan untuk keutusan terai
selanjutn#a ada asien. Pada saat ini tersedia *e*eraa model *erua s#stem
enilaian #ang daat digunakan6 salah satu antaran#a adalah Acute Physiology and
Chronic Health Evaluation :)P)C/E; score. 0emakin *esar nilai )P)C/E
seseorang6 semakin *erat en#akit #ang diderita asien terse*ut dan semakin *esar
risiko mortalitasn#a.
)P)C/E skor telah *erkem*ang dari )P)C/E I hingga ke )P)C/E I@.
)P)C/E I meruakan se*uah s#stem enilaian rognostik #ang dikem*angkan
ada tahun 1&,1 di ?eorge Cashington %ni9ersit# 7edi-al Centre se*agai -ara
untuk mengukur kearahan en#akit. 0istem s-oring )P)C/E ertama
memun#ai 34 9aria*le dan nilai 9aria*le ter*uruk di-ata dan dinilai dalam 32 jam
ertama masuk IC% dan hasil akhir didaati se*agai skor fisiologik akut. Ini
digunakan untuk mem*andingkan angka kematian di IC% dan jumlah kematian
total di rumah sakit.
)P)C/E II dikem*angkan ada tahun 1&," oleh Cilliam 1naus.
7odel ini men-atat nilai 9aria*le ter*uruk dalam 24 jam ertama masuk IC%
dengan menggunakan skor oin *erdasarkan 12 engukuran rutin6 usia dan status
kesehatan se*elumn#a untuk mem*erikan rognosis en#akit asien. 7enurut
salah satu enelitian6 skor #ang semakin meningkat :+ ! '1; memun#ai hu*ungan
erat dengan risiko kematian di rumah sakit. Indeks enilaian ini daat digunakan
untuk menge9aluasi enggunaan sum*er da#a rumah sakit dan mem*andingkan
efekti9itas era2atan intensif di rumah sakit.
@ersi #ang ketiga #ang dierkenalkan ada akhir 1&&+ meruakan
en#emurnaan dari )P)C/E II. 7odel ini *erdasarkan en-atatan nilai 9aria*le
ter*uruk dalam 24 jam ertama asien masuk IC%6 skor *erkisar + ! 2&& terhada
1' 9aria*le fisiologik6 ?lasgo2 Coma 0-ore :?C0;6 usia dan ' kondisi komor*id
en#akit kronik.
)P)C/E I@ ini adalah untuk asien #ang tidak mengalami Coronary
Artery (ypass )rafting :C)H?;. Dr Cilliam 1naus telah men#arankan agar
enggunaan )P)C/E II dihentikan dan indah ke #ang le*ih akurat )P)C/E I@.
7odel ini terdiri dari 9aria*le #ang me2akili s#stem fisiologis utama termasuk
neurologis6 kardio9askular6 ernaasan6 ginjal6 saluran -erna6 meta*oli-6 9aria*le
hematologi6 -o.mor*idies6 admisi dan diagnosis #ang diakui. )P)C/E I@ rediksi
kematian di rumah sakit memiliki diskriminasi #ang *aik dan kali*rasi dan harus
mem*erikan tolok ukur #ang *erguna untuk menge9aluasi efisiensi di IC%. Dokter
daat menggunakan benchmar" ini untuk menilai melalui unit mereka keluar
efisiensi dan memantau damak dari rotokol #ang *ertujuan untuk mengurangi
IC% tinggal untuk kelomok asien tertentu.
9a"ia2el
(isiologis
1ange A2no"mal Tinggi
1ange
No"mal
1ange A2no"mal 1en.a'
:$ : :2 :1 7 :1 :2 : :$
1e4tal
tem%e"at#"e
);!+
K41 3&.4+6& 3,6".
3,6&
3$.3,64 34.3"6& 32.336& 3+.316& L 2&6&
<ean A"te"ial
P"ess#"e
)mmHg+
K 1$+ 13+.1"& 11+.12& '+.1+& "+.$& L 4&
Hea"t "ate K 1,+ 14+.1'& 11+.13& '+.1+& "".$& 4+."4 L 3&
1es%i"ato"- "ate K "+ 3".4& 2".34 12.24 1+.11 $.& L "
=>-genation?
AaD=2 o" Pa=2
)mm Hg+
a. >II2 K +."
re-ord )aDI2
2. >II2 L+."
re-ord PaI2
K"++ 3"+.4&& 2++.34& L 2++
PI2 K '+ PI2 $1.
'+
PI2 "".
$+
PI2 L""
A"te"ial %H
:referred;

Se"#m H!=
)8eno#s mE@Al+
:not referred6
*ut ma# use if no
)H?s;
K'6'
K "2
'6$.'6$&
41."16&
'6".'6"&
32.4+6&
'633.'64&
22.316&
'62".
'632
1,.216&
'61".
'624
1".1'6&
L '61"
L 1"
Se"#m So.i#m
)mE@Al+
K1,+ 1$+.1'& 1"".1"& 1"+.1"4 13+.14& 12+.12& 111.11& L 11+
Se"#m
Potassi#m
)mE@Al+
K' $.$6& "6"."6& 36"."64 3.364 26".26& L 26"
Se"#m
!"eatinine
)mgA.l+
Dou*le oint
s-ore for a-ute
renal failure
K36" 2.364 16".16& +6$.164 L +6$
Hemato4"it )*+ K$+ "+."&6& 4$.4&6& 3+.4"6& 2+.2&6& L 2+
AL )totalA#L+ K4+ 2+.3&6& 1".1&6& 3.146& 1.26& L 1
GlasgoB !oma
S4o"e )G!S+
0-ore M 1" minus
a-tual ?C0
). Total A4#te P'-siolog- S4o"e :sum of 12 a*o9e oints;
H. Age %oints )-ea"s+
L44 M +
4"."4 M 2
"".$4 M 3
$".'4 M "
K'" M $
C. !'"oni4 Healt' Points :see *elo2;
Chroni- /ealth PointsB If the atient has a histor# of se9ere organ s#stem insuffi-ien-# or is immuno-omromised as defined
*elo26 assign oints as follo2sB
" oints for nonoerati9e or emergen-# ostoerati9e atients
2 oints for ele-ti9e ostoerati9e atients
Irgan insuffi-ien-# or immuno-omromised state must ha9e *een e9ident rior to this hosital admission and -onform to the
follo2ing -riteriaB
Li8e" ! *ios# ro9en -irrhosis and do-umented ortal h#ertensionA eisodes of ast uer ?I *leeding attri*uted to
ortal h#ertensionA or rior eisodes of heati- failure=en-ehaloath#=-oma.
!a".io8as4#la" ! Ne2 Jork /eart )sso-iation Class I@.
1es%i"ato"- ! Chroni- restri-ti9e6 o*stru-ti9e6 or 9as-ular disease resulting in se9ere eNer-ise restri-tion :i.e.6 una*le to
-lim* stairs or erform household dutiesA or do-umented -hroni- h#oNia6 h#er-ania6 se-ondar# ol#-#themia6 se9ere
ulmonar# h#ertension :K4+ mm/g;6 or resirator deenden-#.
1enal ! re-ei9ing -hroni- dial#sis.
Imm#no4om%"omise. ! the atient has re-ei9ed thera# that suresses resistan-e to infe-tion
:e.g.6immunosuression6 -hemothera#6 radiation6 long term or re-ent high dose steroids6 or has a disease that is
suffi-ientl# ad9an-ed to suress resistan-e to infe-tion6 e.g.6 leukemia6 l#mhoma6 )ID0;.
0kor total )P)C/E M jumlahkan semua oin dari )OHOC
Inte"%"etasi Sko" A%a4'e
S4o"e Deat' 1ate )*+
+ ! 4 4
" ! & ,
1+ ! 14 1"
1" ! 1& 2"
2+ ! 24 4+
2" ! 2& ""
3+ ! 34 '"
K34 ,"
2.11.1 Kele2i'an APA!HE sko"
0alah satu dari kele*ihan )P)C/E skor adalah dengan menggunakan skor ini
mortalitas asien daat dierkirakan. 0kor ini jugak daat mem*antu memantau
keadan asien dan mem*antu mem*erikan informasi mengenai kelanjutan dari asien
#ang *erhu*ungan dengan keadaan en#akit asien dan daat dijadikan anduan
untuk keutusan terai selanjutn#a ada asien.
0elain itu6 skor ini sangat *ermanfaat di IC% untuk menilai kearahan en#akit
#ang dideritai asien. Terdaat 2 komonen utama #aitu e9aluasi kesehatan kronik
: kondisi -omor*id seerti dia*etes mellitus6 sirosis; dan skor fisiologi akut
:neurologi6 kardio9askular6 ernaasan6 renal6 gastrointestinal6 meta*oli-6 dan
9aria*ke hematologi;.
2.11.2 Kek#"angan APA!HE sko"
Calauun )P)C/E skor sudah dier*arui6 namun *an#ak institut masih
menggunkan )P)C/E II. 0#stem skor ini di*uat *erdasarkan data lama dari tahun
1&'& ! 1&,2 dan s#stem skor tidak diran-ang untuk memresiksi out-ome asien
se-ara indi9idual dan en#akit khusus. Per*edaan dalam 2aktu kedatangan asien di
IC% men#e*a*kan er*edaan nilai resiksi dan kategori diagnosis tidak se-ara akurat
menghitung er*edaan kondisi saat masuk IC%.
0elain itu6 skor ini tidak men-aku enilaian asien trauma dan *edah.
)P)C/E II memiliki kekurangan dalam komonen untuk menilai se-ara akurat
trauma akut #ang terjadi ada indi9idu #ang se*elumn#a sehat se*alikn#a ada
indi9idu #ang se*elumn#a memiliki en#akit kronik.
Tam*ahan ula6 ia jugak tidak mengontrol enatalaksanaan se*elum masuk IC%
#ang daat memengaruhi kondisi fisiologis asien sehingga menurunkan skor dan
menurunkan risiko asien #ang seseungguhn#a. 7odel ini jugak mengeksklusi
asien.asien grafting *#ass arteri koroner6 era2atan jantung6 luka *akar dan asien
ediatri-.
B BAB III
KESI<PULAN
Infeksi nosokomial daat terjadi *aik di ruangan IC% mauun di non.IC%.
3Infeksi nosokomial4 adalah infeksi #ang terdaat dalam saranan kesehatan.
0e*etuln#a rumah sakit memang sum*er en#akit. Di Indonesia6 enelitian #ang
dilakukan menunjukkan *ah2a &6,8 asien ra2at ina mendaat infeksi #ang *aru
selama dira2at. Infeksi nosokomial daat dieroleh di manaun6 seerti ra2at ina
rumah sakit6 ra2at jalan6 fasilitas -u-i darah untuk enderita gagal ginjal6 usat
reha*ilitasi6 kamar oerasi6 dan era2atan di rumah.
0emua mikroorganisme termasuk *akteri6 9irus6 jamur dan arasit daat
men#e*a*kan infeksi nosokomial. Infeksi ini daat dise*a*kan oleh mikroorganisme
#ang didaat dari orang lain :cross infection; atau dise*a*kan oleh flora normal dari
asien itu sendiri :endogenous infection;. 1e*an#akan infeksi #ang terjadi di rumah
sakit ini le*ih dise*a*kan karena faktor eksternal6 #aitu en#akit #ang en#e*arann#a
melalui makanan dan udara dan *enda atau *ahan.*ahan #ang tidak steril. Terdaat 4
-ara enularan infeksi nosokomial #aitu kontak langsung6 kontak tidak langsung6
enularan -ara drolet infe-tion dan enularan melalui 9ektor.
Terdaat 4 tie infeksi nosokomial #aitu infeksi saluran kemih6 infeksi luka
oerasi6 infeksi sistemik dan neumonia. )ntara infeksi nosokomial jenis lainn#a6
infeksi saluran kemih meruakan infeksi #ang aling sering terjadi atau sekitar 3"8
dari total kejadian infeksi nosokomial. 7anakala6 infeksi sistemik mengaki*atkan
kerugian materi #ang le*ih *esar dan angka kematian asien #ang le*ih tinggi.
0ekitar 2+8 infeksi nosokomial terjadi di IC% #ang dise*a*kan oleh *e*eraa
fa-tor seerti sistem ertahanan tu*uh asien #ang dira2at di IC%6 *eratn#a en#akit
asien #ang dira2at di IC%6 luas ruangan #ang relatif ke-il dengan asien *eren#akit
le*ih *erat serta jumlah tenaga medis #ang relatif sedikit.
Dikatakan terdaat ' faktor risiko indeenden terjadin#a infeksi nosokial di IC%
#aitu enggunaan kateter 9ena sentral6 enggunaan kateter arteri ulmonar6
enggunaan kateter urin6 enggunaan 9entilator mekanik6 em*erian rofilaksis ulkus
etikum6 adan#a trauma saat masuk rumah sakit dan laman#a era2atan di IC%.
>aktor #ang dise*utkan terakhir adalah #ang aling memengaruhi terjadin#a infeksi
nosokomial.
0elain itu6 studi telah mem*uktikan *ah2a status gi<i #ang *uruk meruakan
salah satu faktor redisosisi terjadin#a infeksi nosokomial. 0ur9eilens System
:1I00;6 didaatkan *ah2a terdaat er*edaan insidens jenis infeksi nosokomial ada
*er*agai tie ruang ra2at dan IC%. Pertama6 di ruang ra2at *iasa6 infeksi saluran
kemih adalah jenis infeksi #ang aling sering terjadiA sementara di IC%6 infeksi #ang
aling sering terjadi adalah neumonia.
Dari suatu studi6 didaatkan *ah2a *akteri #ang aling sering men#e*a*kan
infeksi nosokomial tie infeksi sistemik dan infeksi luka oerasi adalah
Staphylococcus dan Enterococcus. 0edangkan6 Pseudomonas aeruginosa adalah
*akteri tersering #ang men#e*a*kan infeksi saluran naas *a2ah6 sementara kandida
dan E% coli meruakan en#e*a* tersering infeksi saluran kemih. 0aat ini6 infeksi
*akteri ?ram ositif dan jamur menjadi semakin sering ditemui6 diikuti dengan
semakin meningkatn#a resistensi anti*iotik ada *akteri ?ram negatif.
Terdaat el*agai en-egahan #ang erlu dilakukan untuk men-egah infeksi
nosokomial. )ntaran#a adalah dikontaminasi tangan dimana transmisi en#akit
melalui tangan daat diminimalisasi dengan menjaga hiegene dari tangan. %ntuk
men-egah en#e*aran infeksi melalui jarum suntik maka dierlukan6 enggunaan
jarum #ang steril dan enggunaan alat suntik #ang disposabel. 7asker digunakan
se*agai elindung terhada en#akit #ang ditularkan melalui udara. 0arung tangan6
se*aikn#a digunakan terutama ketika men#entuh darah6 -airan tu*uh6 feses mauun
urine. 0elain itu6 em*ersihan #ang rutin sangat enting untuk me#akinkan *ah2a
rumah sakit sangat *ersih dan *enar.*enar *ersih dari de*u6 min#ak dan kotoran.
(uang isolasi sangat dierlukan terutama untuk en#akit #ang enularann#a melalui
udara6 -ontohn#a tu*erkulosis6 dan 0)(06 #ang mengaki*atkan kontaminasi *erat.
D)>T)( P%0T)1)
1. Darmadi6 2++,6 Infeksi Nosokomial Pro*lematika dan Pengendaliann#a6
Pener*itan 0alem*a 7edika
2. Infeksi Nosokomial6 2+126
httB==reositor#.usu.a-.id=*itstream=1234"$',&=21"21=4=Chater82+II.df
3. httB==digili*.unimus.a-.id=files=disk1=123=jttunimus.gdl.de2isura.$1+4.1.
*a*i.df
4. Parhusi6 2++"6 >aktor. fa-tor #ang memengaruhi terjadin#a Infeksi
Nosokomial serta angendaliann#a6 >akultas 1edokteran Hagian Ilmu
Pendidikan Paru %ni9ersitas 0umatera %tara6
httB==reositor#.usu.a-.id=*itstream=1234"$',&=34""=1=aru.arhusi4.df
". Infeksi nosokomial dan ke2asadaan uni9ersal6 Ja#asan siritia6
httB==siritia.or.id=-st=dok=ku1.df
$. (u*rik Hiologi6 2+126 7ekanisme (esistensi )nti*iotik6
httB==majalah1+++guru.net=2+12=+1=mekanisme.resistensi.anti*iotik=
'. 0ohie 0-ott6 2+146 C/I B (esistensi terhada anti*iotik an-am kesehatan
dunia6 httB==222.radioaustralia.net.au=indonesian=2+14.+".+1=2ho.resistensi.
terhada.anti*iotik.an-am.kesehatan.dunia=13+4+',
,. 7ade Cir#ana6 2++'6 @entilator )sso-iated Pneumonia6 Bagian/SMF Ilmu
Anestesi dan Reanimasi, FK Unud/RSUP Sanglah Denpasar
&. Dian Husada, 2012, Penatalaksanaan Cara Pencegahan Infeksi Nosokomial,
http://dianhusadarofiqoh.blogspot.com/p/penatalaksanaan-cara-pencegahan-
infeksi.html
1+. Hidayat, 2008, Pencegahan Infeksi Nosokomial,
http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/122/jtptunimus-gdl-ragilarifw-6085-2-
babii.pdf
11. Mayannaria, 2010, Penilaian APACHE Skor, http://lib.ui.ac.id/file?
file=digital/132887-T%2027752-Intervensi%20apoteker-Lampiran.pdf
12. Ongko, 2011, Insights in APACHE Score,
http://www.scribd.com/doc/149371207/Apache
13. Medscape, 2011, APACHE II Scoring System,
http://reference.medscape.com/calculator/apache-ii-scoring-system
14.