You are on page 1of 14

9/6/2008

1
Silinder standar 150 mmdia. x 300 mmtinggi
Ditekan dgn laju terkontrol hingga runtuh.
Satuan kekuatan dinyatakan dalamMPa.
Keragaman mutu dapat terjadi pada hasil
tes, sehingga jumlah sampel harus >= 3.
Kuat karakteristik silinder dapat dinyatakan
sebagai: f
c
= mean - 1.34 SD
TS-333 Struktur Beton 1
Beton meningkat kekuatannya seiring dengan
bertambahnya waktu.
Kuat tekan acuan ditetapkan pada umur beton 28
hari.
9/6/2008
2
TS-333 Struktur Beton 1
Untuk semen portland type I, pertambahan kekuatan
seiiring dengan bertambahnya umur adalah sebagai
berikut:
TS-333 Struktur Beton 1

c
E
c

u
0.45f
c
f
c
f
c
12
6
9/6/2008
3
TS-333 Struktur Beton 1
Rasio Poisson,
~ 0.15 to 0.20
Umumnya = 0.17

c
E
c

u
0.45f
c
f
c
f
c
TS-333 Struktur Beton 1
Beton pada dasarnya bersifat non-linear, sehingga nilai modulus
elastisitasnya hanyalah pendekatan.
Nilainya diukur pada 0.45 f
c
E
c
berkisar dari 27000 hingga 37000 MPa
9/6/2008
4
TS-333 Struktur Beton 1
Modulus Elastisitas, E
c
Terkait dengan modulus secant pada 0,45 f
c
SNI-02 (Pasal 10.5.1):
dimana w = unit weight (kg/m
3
)
1500 kg/m
3
< w
c
<2500 kg/m
3
Untuk beton berat normal
(w
c
2300 kg/m
3
)
c c
f w E ' 043 , 0
5 . 1
=
c c
f E ' 4700 =
TS-333 Struktur Beton 1

o
bervariasi antara 0.0015-0.003
Untuk beton berat normal,
o
~ 0.002
E
c

u
0.45f
c
f
c
f
c
9/6/2008
5
TS-333 Struktur Beton 1
Regangan maksimum yang dapat dimanfaatkan,
u
SNI Beton-02:
u
= 0.003
Digunakan untuk lentur dan tekan aksial
E
c

u
0.45f
c
f
c
f
c
TS-333 Struktur Beton 1
9/6/2008
6
TS-333 Struktur Beton 1
Ada tiga bentuk keruntuhan:
Akibat tekan aksial beton
dapat runtuh dalam bentuk
geser.
Atau pemisahan sampel
beton menjadi bagian2
kolom memanjang
(splitting).
Kombinasi keruntuhan
geser dan splitting.
TS-333 Struktur Beton 1
Ada 2 jenis kuat tarik:
Principal tensile strength f
cr
Flexural tensile strength f
r
Test tarik tidak
langsung (Uji belah
atau splitting)
Nilai kuat tarik terhadap kuat tekan:
f
cr
= 0.33 (f
c
)
0.5
f
r
= 0.7 (f
c
)
0.5
9/6/2008
7
TS-333 Struktur Beton 1
Kuat tarik ~ 8% hingga 15% f
c
Modulus retak, f
r
Untuk perhitungan defleksi gunakan:
Pengujian:
2
6
bh
M
I
Mc
f
r
= =
c
f f
r
' 7 , 0 =
SNI Pers.14
P
f
r
M
max
= P/2*a
Beton tanpa
tulangan
TS-333 Struktur Beton 1
Kuat tarik belah, f
ct
P
Silinder Beton
Pengaruh
Poissons
9/6/2008
8
TS-333 Struktur Beton 1
c ct
ct
' f ) , hingga , ( f
ld
P
f
6 0 4 0
2
=

=
TS-333 Struktur Beton 1
Susut: Akibat kehilangan air ke atmosfir (volume loss).
Susut plastic terjadi saat beton masih basah (panas dari
matahari, dll.)
Susut pengeringan terjadi setelah beton mengeras
Sebagian besar susut umumnya terjadi pada bulan-bulan
pertama (~80% susut terjadi dalam satu tahun).
Siklus susut dan ngembang dapat terjadi akibat pengaruh
perubahan lingkungan.
Tulangan menghambat pengembangan susut.
9/6/2008
9
TS-333 Struktur Beton 1
Gbr. 3-21, MacGregor (1997)
Susut pada specimen yang tidak dibebani
* 80% susut terjadi pada tahun I
TS-333 Struktur Beton 1
Susut fungsi dari
o Rasio W/C (kandungan air yang tinggi mengurangi jumlah
agregat yang menahan susut)
o Jenis dan kandungan agregat (Modulus Elastisitas)
o Rasio volume/luas permukaan
o Jenis semen (kehalusan butiran)
o Admixture
o Humiditas relatif (terbesar untuk humiditas relative
kurang daripada 40%).
o Besaran tipikal regangan : (200 hingga 800) * 10
-6
(200
hingga 800 microstrain)
9/6/2008
10
TS-333 Struktur Beton 1
Rangkak
Deformasi (regangan) akibat beban tetap.
Seperti susut, rangkak tidak bersifat reversible.
P
P
L
L, elastic
L, creep
=L/L
TS-333 Struktur Beton 1
Besarnya regangan rangkak merupakan fungsi dari
hal-hal yang mempengaruhi susut ditambah;
o Besarnya tegangan
o Kapan pembebanan mulai bekerja
Regangan rangkak berkembang seiring dengan
bertambahnya waktu:
o Lapisan air serapan cendrung menipis diantara partikel-
partikel gel yang menyalurkan tegangan tekan
o Lekatan terbentuk antara partikel-partikel gel dalam
posisinya yang sudah berdeformasi.
9/6/2008
11
TS-333 Struktur Beton 1
Tekan Tri-aksial
Silinder terkekang
Memperbaiki kekuatan dan daktilitas jika dibandingkan
dengan tekan uniaksial
Contoh: kolom berspiral
dimana,

1
= Tegangan aksial pada kondisi runtuh

3
= Tekanan lateral
3 1
1 . 4 ' + =
c
f

3
TS-333 Struktur Beton 1
Fig. 3-15, MacGregor (1997)
9/6/2008
12
TS-333 Struktur Beton 1
1. Umum
Tipe yang umum untuk elemen non-prategang:
batang ulir (hot-rolled)
jaring kawat las
TS-333 Struktur Beton 1
Luas, Berat dan Dimensi
Kode Diameter
Nominal (mm)
Luas (mm) Berat (kg/m)
D8 8 50,24 0.395
D10 10 78,5 0.617
D13 13 132,7 1.042
D16 16 200,96 1.578
D19 19 283,39 2.226
D22 22 379,94 2.984
D25 25 490,63 3.853
D32 32 803,84 6.313
D36 36 1017,36 7,986
D40 40 1256 9,860

9/6/2008
13
TS-333 Struktur Beton 1
2. Jenis
ASTM A615 - Standard Specification for Deformed
and Plain-Billet Steel Bars
Mutu 60: f
y
= 400 Mpa
Umum untuk gedung dan jembatan
Mutu 40: f
y
= 280 MPa
Lebih daktil
Mutu 75: f
y
= 500 MPa
TS-333 Struktur Beton 1
2. Jenis
ASTM A616 - Rail-Steel Bars
ASTM A617 - Axle-Steel Bars
ASTM A706 - Low-Alloy-Steel Bars
Lebih daktil
Panjang min. yield plateau =
sh
/
y
= 5
Dipersyaratkan untuk bangunan tahan gempa
9/6/2008
14
TS-333 Struktur Beton 1
3. Tegangan Regangan
Kurva tegangan-
regangan untuk
berbagai jenis
batang tulangan.
TS-333 Struktur Beton 1
3. Tegangan Regangan
E
s
= Modulus
Tangen Awal =
200.000 MPa
(untuk semua
mutu)
Stress
Strain
0.20
daktil
(kurang daktil)
E
s
1