You are on page 1of 4

Adalah aliran psikologi yang mencuat tau

berkembang pada abab ke 20 di America
serikat. Tokoh-tokoh yang mengambangkan
aliran behavioristik ini cukup banyak terdiri
dari;
1. Ivan Pavlov (1849-1936)
Menemukan tentang pengkondisian
asosiatif, dalam eksperimen yang diteliti
dengan anjing, respon asosiasi yangd apat
dipelajari, hubungan antara stimulus dan
pengkondisian harus berisfat semntara, dalam
kata lain hubungan tersebut harus bisa
dihapuskan, yang membuat stimulus
kondisional kehilangan kemampuan
menimbulkan respon yang dinakan oleh
Pavlov adalah “Penghapusan(extinction)”
stimulus yang dibiarkan mengulang berulang
kali sehingga akan hilang dengan sendirinya.
Pavlov mengemukan empat pristiwa
eksperimental dalam proses akusisi dan
penghapusan sebagai berikut :


 Stimulus tak terkondisi (US)  suatu
peristiwa lingkuingan seperti makanan yang
melalui kemampuan bawaannya, dapat
menimbulkan efek organic
 Stimulus terkondisi (CS)  suatu peristiwa
lingkungan seperti nada yang bersifat netral
dalam hal responnya sebelum dipasngkan
dengan US
 Respont yang tak terkondisikan (UR) 
reflek alami sebuah liur yang ditimbukan
secara otonom atau dengan sendirinya oelh
US
 Respont yang terkondisikan (CR)  reflek
yang dipelajari seperti berliur yang
dipelajari dari atau ditimbulkan oleh CS
stelah dihubungkan dengan US

Dari berbagai paradikma ini Pavlov
mengembangkan beberapa prinsip :
1. Prosedur-prosedur penelitian merupakan
kualifikasi dan objektivikasi akusisi dengan
penghilangan asosiasi, Pavlov telah
menguji bebagai konsep-konsep teori
asosiasi yang dikembangakan oleh filsuf-
filsuf seperti Hume dan Mills, dan
menyusun penjelasaan tentang asosiasi
berdasarkan materialism refleksologi
fisiologis.
2. Paradigma pengkondisian ekperimental,
stimuli lingkungan yang dapat merubah
ekperimenter untuk menghasilkan
perubahan-perubahan respond secara ideal
cocok untuk meneliti semua jelnis prilaku.
3. Pavlov sangat yakin bahwa hubungan
sementara atau kontiguitas adalah prinsip
dasar akuisisi asosiasi, namun Pavlov tetap
teguh bahwa ia telah menemukan bentuk
dasar asosiasi dan semua bentuk
pembelajaran direduksi menjadi hubungan
langdung antara stimuli lingkungan dan
peran mediasional korteks.











2. Edward Lee Thorndike (1874-1949)
Menurut thorndike, belajar merupakan
pristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara
pristiwa-pristiwa yang disebut Stimulus (S)
dengan Respont ®
-Stimulus  adalah suatu perubahan yang
terjadi diruangan ekperimental yang menjadi
tanda untuk mengklasifokasi organisme untuk
bereaksi atau berbuat
-Respon  adalah sembarang tingkah laku
yang ditimbulkan karena adanya perangsang.
-Thorndike menggambarkan bahwa terjadinya
asosiasi antara stimulus dan respon ini
mengikuti hokum-hukum berikut:
 Hukum kesiapan (law of readiness) yaitu
semakin siap suatu organis,e memperoleh
suatu perubahan tingkah laku, maka
pelaksaan tingkah laku tersebut akan
menimbulkan keuasan individu sehingga
asosiasi cenderung diperkuat
 Hukum latihan (law of exercise) yaitu
semakin sering suatu tingkah laku itu
diulang atau dilatih atau digunakan maka
asosiasi tersebut akan semakin kuat
 Hukum akibat ( low of effect) yaitu
hubungan stimulus respom cenderung
diperkuat bila akibatnya menyenangkan
atau cenderung diperlemah jika akibatnya
tidak memuaskan.
Pandangan Thorndike tentang dasar asosiasi :
 Situasi pembelajaran beraqda dibawah
control subjek dalam prosedur Trondike
subjek hatus memberikan suatu respon
sebelum menerima hadiah
 Hokum efek atau pengaruh penguataan
memerlukan pengalaman subjek terhadap
konsekuensi pristiwa yang menguatkan
3. Watson (behaviourrisme watsonian)
Watson meyatakan bahwa prilaku subjek itu
sendiri pantas untuk dipelajari, Watson adalah
pelopor yang dating setalah Thorndike, belajar
merupakan prose antar stimulus da respon ,
namun stimulus dan respon harus yang dapat
diamati dan dapat diukur, Watson adalah
seorang behavior murni (obseruable) karna
kajiannya disejajarkan dengan ilmu fisuika
dan biologis yang sanagt beorientasi dengan
pengalaman emperik semata yang artinya
sejauh mana dapat diamati dan dapat diuku, ia
berpendapat bahwa intropeksi bukanlah
metodologi yang opjrktif pandangan-
pandangan Watson berpusat pada premis
bahwa wilayah psikologi adalah prilaku yang
diukur sebagai stimulus dan respont,
pandangan Watson tentang karakteristik
hubungan stimulus respon yakni asosiasi
sebagai kunci pertumbuhan behaviouristik

4. Clark hull
Juga menggunakan variable stimulus respon
untuk menjelaskan pengertian belajar dan
sangat terpengaruh dengan teory Evolusi
(charies Darwin) sama denga teory evolusi,
teory evolusi ini bertujuan untuk organism
bertahan hidup
Menurut clark kebutuhan evolusi dibagi
menjadi dua :
 Kebutuahan biologis (drive)
 Pemusaan kebutuhan biologis (drive
reducsion)

Ada dua hal penting dalam teory belajarnya
hull .
 Incentive motovasion (motifasi insentif )
 Pemusaan kebutuhan biologis (drive
reducsion)
System hull adalah suatu yang kompleks dan
sanagt bergant8ung pada prediksi-prediksi
matematis, pada intinya prose belajar yang
diutarakan oleh hull berpusat pada pentingan
prnguatan yang diartikan sebagai reduksi,
dorongan yang timbul dari kondisi
motivasional.
5. Tomlan
Semakin memperluas atau mengemb angkan
teory yang semakin memperluas skema
behaviorisme, bagi tomlan molar lebih. Bagi
tomlan prilaku moral lebih dari sekedar
gabungan element-element molecular.


6. Skinner
Teory belajar yang dikembangkan oleh
skinner dapat terjadi karna interaksi dengan
lingkungannya dan kemudian merubah tingkah
laku, program belajar yang menggunakan
konsep stimulus repon dan factor prnguat
(reinfoicement).

Memodifikasi perilaku (behavior
modification) antara lain dengan proses
penguatan (reinfoicement) yaitu memberi
penghargaan kepada mereka yang tepat. (oprant
condisioning atau pengkondisisan opran adalah
suatu proses penguataan prilaku operant
(pengutaan positif atau negative) yang dapat
mengakitbatkan prilaku tersebut dapat berulang
kembali atau menghilangkan sesuati dengan
keinginan

Prilaku operant adalah suatu prilaku yang
dipancarakan secara spontan dan bebas.
1. Pengutaan (reinvoicement) positif dan
negatif
2. Hukuman (punishment) positif atau
negative
Ada juga pengkondisian yang dikembangkan
oleh skinner
- Pengkondisian klasik (classical
condisioning)  yang sering di sebut
dengan pengkondisiaan reponden sebuah
repon yang diharapkan muncul dari suatu
organism lewat satu spesifik yang sudah
diketahui
- Pengkondisiaan operan  sebuah prilaku
yang diharapka muncul dtelah mendapatkan
penguataan.
Ada juga yang disebut dengan
pembentukan atau (shaping) adalah prosedur
yang didalamnya meneliti dan lingkungan
yang menilai prilaku secara umum kenudian
menilai kebih dalam lagi baru dapat
menghasilkan prilaku yang diinginkan.
Ada yang disebut dengan pemadam atau
extinction  kecenderungan repon yang sudah
di peroleh sebelunnya untuk menjadi progresif
dan melemahkan re3spon sesuadahnya yang
sudah lagi tidak mendapat penguatan.
Ada yang disebut dengan penadan opran (
oprant extinction )  terjadi ketika peneliti
secra system matis melakukan penguataan
terhadap respon yang sudah dipelajari
sebelumnya hingga probabilitas respon yang
baru merosot hingga titik nol.







7. Joseph wolpe (1951-1997)
Stop Imagining the scene and relax




Acconding to Pavlov and
Watson it is possible to
learn an emosional
response to a particular
stimulus
People cannot feel
teo opposing
emotions at the
same .time
So it mush also be
possible to unlearn a
response to a stimulus
If someone is
relaxed they cannot
also be anxious.
If deep relaxation is taught as a conditioned response
a fraed object anxiety cannot be felt at the same time.