You are on page 1of 17
DASAR TEORI DAN METODE GEOLISTRIK IMAGING KONFIGURASI DIPOLE-DIPOLE DIGUNAKAN UNTUK PENELUSURAN SISTEM SUNGAI BAWAH TANAH PADA KAWASAN KARST DI PACITAN, JAWA TIMUR DISUSUN OLEH : AGUS BUDI PRASTYA BLESKADI CATRINE DAMAYANTI DWIKI REZA SYALAHUDIN ERWIN PERKASA JODI MAHARDIKA ZULKARNAIN MUCHTAR AZIZ METODE GEOLISTRIK Metode Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika untuk mempelajari sifat aliran listrik di dalam bumi dan cara mendeteksinya di permukaan bumi. dimana : R = tahanan (ohm) V= beda potensial listrik (volt) I = beda arus listrik dalam (Ampere) 1. Geolistrik Bersifat Pasif Energi yang dibutuhkan telah ada terlebuh dahulu sehingga tidak diperlukan adanya injeksi arus terlebih dahulu. Metode self potential Metode Self-Potential (SP) merupakan salah satu metode geofisika yang prinsip kerjanya adalah mengukur tegangan statis alam (static natural voltage) yang berada pada titik - titik di permukaan tanah. 2. Geolistrik Bersifat Aktif Geolistrik dimana energi yang dibutuhkan ada karena penginjeksian arus ke dalam bumi terlebih dahulu. Konfigurasi metode SP Konsep terjadinya SP Sifat dari resistivitas batuan itu sendiri ada 3 macam, yaitu : 1. Medium konduktif (10 -8 - 1 ohm.m). 2. Medium semi-konduktif (1 ohm m - 10 7 ohm.m). 3. Medium resistif (< 10 7 ohm.m). Aliran arus listrik didalam batuan/mineral dapat digolongkan menjadi 3, yaitu : 1. Konduksi secara elektronik, terjadi jika batuan/mineral mempunyai banyak elektron bebas sehingga arus listrik dapat mengalir karena adanya elektron bebas. 2. Konduksi elektrolitik, terjadi jika batuan/mineral bersifat porous/pori-pori tersebut terisi oleh cairan-cairan elektrolit dimana arus listrik dibawa oleh ion- ion elektrolit secara perlahan-lahan. 3. Konduksi dielektrik, terjadi jika batuan/mineral bersifat dielektrik terhadap aliran arus listrik, yaitu terjadi polarisasi saat bahan-bahan dialiri arus listrik. Sifat kelistrikan batuan itu sendiri digolongkan menjadi 3, yaitu : 1. Resisitivitas, batuan dianggap sebagai medium listrik yang mempunyai tahanan listrik. 2. Aktivitas elektro kimia, aktivitas elektro kimia batuan tergantung dari komposisi mineralnya serta konsentrasi dan komposisi elektrolit yang terlarut dalam air tanah (ground water) yang kontak dengan batuan tersebut. 3. Konstanta dielektrik, konstanta dielektrik pada batuan biasanya berhubungan dengan permeabilitas dalam material/batuan yang bersifat magnetik. Faktor yang mempengaruhi sifat kelistrikan batuan: • Kandungan mineral logam • Kandungan mineral non logam • Kandungan elektrolit padat • Kandungan air garam • Perbedaan tekstur batuan • Perbedaan porositas batuan • Perbedaan permeabilitas batuan • Perbedaan temperatur Konfigurasi Metode Geolistrik  Konfigurasi wenner alpha K = 2πa  Konfigurasi wenner beta K = 6πa  Konfigurasi wenner gama K = 3πa  Konfigurasi schlumberger K = 2 2 4  Konfigurasi dipole-dipole C1 P1 C2 P2 a a a r3 r1 r4 r2 Konfigurasi Metode Geolistrik  Konfigurasi pole-dipole  Konfigurasi pole-pole K = 2πa  Mise ala mase = 2π 1 1 − 1 2 C1 P1 P2 C2 a a a r3 r1 r4 r2 METODE GEOLISTRIK IMAGING KONFIGURASI DIPOLE-DIPOLE DIGUNAKAN UNTUK PENELUSURAN SISTEM SUNGAI BAWAH TANAH PADA KAWASAN KARST DI PACITAN, JAWA TIMUR OUTLINE Pendahuluan Batasan Masalah Teori Dasar Metodologi Analisa dan Pembahasan Kesimpulan • Pada kawasan karst masalah yang paling utama adalah masalah kekeringan dan krisis air bersih. Pemanfaatan air oleh penduduk sekitar hanya dapat dilakukan pada telaga yang pada umumnya berlokasi jauh dari pemukiman dan sulit dicapai. • Dilakukan pencarian air bersih dengan metode geolistrik konfigurasi dipole-dipole TUJUAN Untuk mengetahui keadaan bawah permukaan dari nilai resistivitas batuan. Untuk mengetahui sistem sungai bawah tanah dengan metode geolistrik konfigurasi dipole-dipole. RUMUSAN MASALAH Bagaimana mengindikasikan adanya sistem sungai bawah tanah di daerah karst pacitan, jawa tengah. Baik secara kualitatif maupun kuantitatif. STRUKTUR KARS Di kawasan kars banyak dijumpai sungai bawah permukaan dan goa, Aliran air dari permukaan masuk ke rongga lalu berkumpul diatas lapisan water table, selanjutnya air mengalir membentuk sistem sungai bawah permukaan Konfigurasi Dipole-Dipole Konfigurasi dipole-dipole biasa dilakukan untuk mengetahui kecenderungan harga resistivitas di suatu areal tertentu. Tujuannya adalah untuk mengetahui penyebaran batuan yang resistive di bawah permukaan secara lateral dari harga resistivitas yang dapat di asosiasikan dengan adanya zona mineralisasi, intrusi, dan struktur geologi.