You are on page 1of 5

DISUSUN OLEH :

1. Anton Bagus D

2. M. Miftakhul Rozaq

KUNTILANAK
Judul buku : Kuntilanak

Penulis : Ve Handojo

Penerbit : GagasMedia

Tanggal terbit : November 2006

Kategori : Horor

Text Bahasa : Indonesia

Nadine, 18 th, cantik, pergi ke Jakarta untuk mengurus Ibu kandungnya yang tinggal
sendirian di rumah barunya. Lilis, 40an th, Ibunya dalam keadaan yang aneh dan tampak
menyedihkan (tidak bisa bicara sama sekali). Nadine menemukannya sudah tinggal
sendirian di rumahnya. Rumah yang baru beberapa waktu di belinya bersama suami baru
dan anak tirinya. Namun kini, Aji, 45 th, suami baru Lilis telah meninggal. Gina, 18 th,
dan Tommy, 24 th, anak-anak Aji juga menghilang entah kemana.

Di rumah ini, Nadine kerap menemui kejanggalan-kejanggalan. ia melihat kuntilanak


berambut panjang hadir di setiap sudut dalam rumah ini. Ia juga menemukan Ibunya
menangis ketakutan dan memohon untuk di selamatkan, namun Nadine tak melihat
Ibunya bicara kepada orang lain. melainkan berbicara sendiri. Nadine penasaran dengan
apa yang telah terjadi kepada Ibunya. Ibunya tak jua berbicara kepadanya akibat depressi
beratnya dan kemasukan setan. Beberapa kali Nadine mengajaknya keluar dari rumah ini,
Ibunya selalu menolak dan marah marah.
Melalui Flashback Lilis (yang hanya di ketahui oleh penonton) ketika Lilis dan suami
baru beserta kedua anak tirinya baru menempati rumah ini. Aji dan kedua anak tirinya
tidak menyukai pohon aneh yang ada di depan rumah baru mereka. akhirnya Aji dan
kedua anaknya bersikeras untuk menebang pohon yang ada di depan rumahnya itu.
Walau dari para tetangga yang sudah lama tinggal, bahwa pohon itu ada kuntilanaknya,
Aji dan kedua anaknya malah semakin yakin untuk menebang pohon itu.

Setelah penebangan pohon itu, Setan kuntilanak penunggu pohon tersebut kini pindah ke
rumah baru keluarga Aji tersebut. Kuntilanak itu marah dan meneror Aji dan kedua
anaknya yang telah menebang pohonnya. Hingga Aji di teror sampai ke kantornya.
Ketika ia kerja lembur di kantornya, kuntilanak itu datang kepadanya. Dan Aji hilang
ketika di perjalanan pulang dari kantornya.

Gina, di teror sampai ke kost-an temannya. Ketika ia sedang menginap karena takut tidur
di rumah. Di kost an itulah hidup Gina berakhir di tangan kuntilanak. (Gina hilang di
kostan ini).

Saat ketakutan, Gina menelepon Tommy yang sedang bersenang-senang bersama teman-
temannya. Gina meminta Tommy menjemputnya di rumah kost temannya ini. Tommy
akhirnya menurutinya. Lalu ia datang ke rumah kost ini.

Ketika Tommy datang, ia di permainkan oleh kuntilanak itu yang beberapa saat
mengganggunya sebagai Gina. Ketika tahu Gina itu ternyata kuntilanak, Tommy segera
kabur dari rumah kost teman Gina. Ia pergi menggunakan motornya. Di perjalanan,
Kuntilanak itu mengikuti Tommy sambil duduk di atas motor Tommy. Tommy terjatuh
di motornya karena ketakutan kemudian ia lari di kejar kuntilanak hingga terbunuh secara
mengenaskan.

Ibu Nadine masih hidup dan menderita sampai sekarang hanya karena ia tidak menyetujui
penebangan itu. Dari sini Nadine menemukan Ibunya meninggal dengan cara yang aneh.
Meninggal oleh kuntilanak di dalam rumah itu.
Nadine melihat kuntilanaknya dan ketakutan. Ketika Anggra, 23 th, pacar Nadine datang
untuk menemui Nadine, Nadine langsung saja pergi dari rumah ini bersamanya. Selepas
dari rumah itu, Nadine dan Anggra terus di ikuti oleh kuntilanak tersebut.

Rossa, 40 th, isteri pertama Aji datang ke rumah itu dengan penasaran, mencari
keberadaan dua anaknya yang hilang dan meninggal secara tak wajar. Di rumah ini,
Rossa di teror oleh kuntilanak, dan ia hilang di bawa kuntilanak itu.

Nadine mulai penasaran dengan rumah itu. ia bercerita kepada Anggra selama ia berada
di rumah misterius itu. Nadine pun mulai mencari pemilik rumah yang terdahulu. Pak
Nyoman, 45an th. Setelah di desak Nadine akhirnya Nyoman menceritakan perihal awal
kejadian tragis di rumah itu. yaitu penebangan pohon angker tempat tinggal kuntilanak
oleh Aji sekeluarga. Hingga kuntilanak akhirnya pindah ke rumah itu dan menjadikan itu
hunian barunya yang tak ingin lagi di ganggu oleh manusia. Siapapun yang pergi ke sana
akan bernasib sama tragisnya dengan Aji dan anak-anaknya.

Pada saat itu Anggra menelepon Nadine dan mengatakan bahwa ia sudah hampir sampai
di rumah itu. Nadine segera bergegas mengejar Anggra agar tak masuk ke rumah
tersebut. (pada saat ini Anggra masih belum mengetahui cerita tentang kuntilanak itu dan
ancaman apa ketika seseorang masuk ke rumah tersebut).

Ketika Nadine sampai ke rumah itu, Anggra sudah masuk ke dalamnya. Nadine akhirnya
masuk ke dalam rumah tersebut untuk mencari Anggra. Di tempat itu, Anggra sudah
sekarat. Nadine lalu melihat jelas-jelas kuntilanak tersebut. Nadine segera membawa
Anggra keluar. Kuntilanak itu mengikutinya. Saat ini Nyoman datang menyebar minyak
tanah untuk membakar rumah itu. Namun usaha Nyoman gagal karena kuntilanak keburu
menyerangnya. Nyoman meninggal. Saat ini juga Nadine mengambil kesempatan yang
sedikit itu untuk meneruskan usaha nyoman, membakar rumah tersebut...

KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah saya dapat Menyelesaikan Resensi
Novel yang berjudul KUNTILANAK. Buku resensi ini demi
kepentingan tugas Bahasa Indonesia.
Semoga buku ini bisa membantu Guru-guru dalam proses
pembelajaran. Penulis menyadari bahwa buku ini belum sempurna,
maka dari itu penunis meminta saran agar buku ini bisa menjadi
sempurna.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih. Saya minta maaf apabila
ada kesalahan dalam tulisan atau kata-kapotanya.

Porong, 14 Desember 2009

Penyusun
Anton Dan Rozaq