You are on page 1of 7

1.

Latar Belakang Penelitian

Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan sebuah

rancangan sistem formal dalam sebuah organisasi untuk memastikan

penggunaan bakat manusia secara efektif dan efisien guna mencapai

tujuan-tujuan organisasional. Di dalam Manajemen Sumber Daya

Manusia terdapat beberapa kelompok aktivitas yang saling

berhubungan yang terjadi di dalam konteks organisasi. Aktivitas SDM

tersebut meliputi ; Perencanaan dan Analisis SDM, Peluang Pekerjaan

yang Sama, Pengangkatan Pegawai, Pengembangan SDM,

Kompensasi dan Tunjangan, Kesehatan Keselamatan dan Keamanan,

serta Hubungan Karyawan dan Manajemen.

Dalam kondisi ekonomi global sekarang ini, organisasi harus

bisa berubah menyesuaikan keadaan pasar. Salah satu caranya

dengan melakukan pendekatan kompensasi yang lebih fleksibel

meskipun kompensasi sebenarnya merupakan hal yang krusial dalam

pengelolaan SDM. Menurut Ivancevich (1998) “Compensation is the

Human Resources Management function that deals with every type of

reward individuals receive inexchange for performing organization

tasks”. Kompensasi adalah fungsi manajemen sumber daya manusia

yang berkaitan dengan semua bentuk penghargaan yang dijanjikan

akan diterima karyawan sebagai imbalan dari pelaksanaan tugas

dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan.


Tujuan dasar dari pemberian program kompensasi adalah untuk

memberikan imbal jasa dari suatu pekerjaan/jasa yang dilakukan

karyawan kepada pemberi kerja (organisasi). Organisasi juga harus

menyeimbangkan biaya kompensasi pada satu tingkat yang menjamin

daya saing organisasional dan memberikan penghargaan yang

memadai untuk para karyawan atas pengetahuan, keterampilan,

kemampuan, dan kinerja mereka.

Kompensasi bisa berupa imbalan yang berupa ekstrinsik dan

intrinsik dan harus dihitung dan diberikan kepada karyawan sesuai

dengan pengorbanan yang telah diberikannya kepada organisasi.

Sebagai contoh imbalan ekstrinsik bisa berupa gaji, bonus, insentif,

komisi , asuransi, jamsostek, uang pensiun, dan lain-lain. Imbalan

dalam bentuk intrinsik yang tidak berbentuk fisik dan hanya dapat

dirasakan berupa kelangsungan pekerjaan, jenjang karir yang jelas,

kondisi lingkungan kerja, pekerjaan yang menarik, dan lain-lain.

Sistem kompensasi dalam organisasi harus dihubungkan dengan

tujuan dan strategi organisasi. Kompensasi juga harus memperhatikan

sistem penilaian kinerja yang adil bagi setiap karyawan, misalnya

mulai dari jumlah pekerjaan yang bisa diselesaikan, kecepatan kerja,

komunikasi dengan pekerja lain termasuk atasan, perilaku kerja,

pengetahuan atas pekerjaan, dan lain-lain.


Kadangkala perusahaan dianggap sering tidak adil dalam

menerapkan manajemen kompensasi. Selain itu percepatan besaran

kompensasi jauh lebih lambat dibanding dengan percepatan

peningkatan biaya hidup yang gila-gilaan terutama dalam era krisis

global sekarang ini. Kompensasi merupakan sebuah komponen

penting dalam hubungannya dengan karyawan karena kompensasi

yang diberikan perusahaan dilakukan untuk menarik karyawan bekerja

untuk perusahaan dan mendorong atau memotivasi karyawan untuk

bekerja dengan baik bagi perusahaan.

Perusahaan harus cukup kompetitif dengan beberapa jenis

program kompensasi untuk mempekerjakan, mempertahankan, dan

memberi imbalan terhadap kinerja setiap individu di dalam organisasi.

Apabila karyawan merasa tidak puas dengan kompensasi yang

didapat, maka dia dapat mencoba mencari pekerjaan lain yang

memberi kompensasi lebih baik. Hal itu cukup berbahaya bagi

perusahaan apabila pesaing merekrut karyawan yang merasa tidak

puas apalagi merekrut karyawan yang mempunyai kemampuan lebih

dalam membantu efektifitas perusahaan.

Karyawan juga dituntut untuk mempunyai etos kerja yang tinggi.

Etos kerja ini sangat erat kaitannya dengan kinerja sumber daya

manusia. Di dalam organisasi atau perusahaan, unsur motivasi kerja

sumber daya manusia atau karyawan merupakan bagian terpenting


dari manajemen sumber daya manusia karena motivasi kerja dari

karyawan merupakan salah satu faktor yang dapat mendukung

pencapaian tujuan perusahaan dan program kompensasi merupakan

salah satu alat atau sarana yang dapat memotivasi karyawan untuk

bekerja dengan baik.

Program kompensasi dapat memberikan beberapa pengaruh

terhadap semangat kerja, kepuasan kerja, motivasi dan produktivitas

kerja serta kesejahteraan. Oleh karena itu jika prestasi dan semangat

kerja meningkat berarti akan membawa peningkatan pula pada

perusahaan, disini dapat terlihat bahwa peningkatan produktivitas tidak

dapat terlepas dari usaha pemanfaatan sumber daya manusia.

Pemberian program kompensasi merupakan salah satu fungsi

sumber daya manusia yang cukup rumit dan kompleks tetapi juga

merupakan salah satu fungsi yang sangat penting bagi karyawan. Dari

latar belakang yang telah dijelaskan tersebut, penulis akan meneliti

lebih lanjut mengenai hubungan kompensasi dengan motivasi kerja

karyawan. Perusahaan yang akan diteliti adalah PT Coffe Bean yang

berkedudukan di Jl MH.THAMRIN. Coffe Bean mempunyai misi .dan

visi . Coffe Bean mempunyai banyak outlet di beberapa kota di

Indonesia dan tentunya peran dari Sumber Daya Manusia termasuk

karyawan sangat penting bagi roda kehidupan perusahaan itu sendiri.

Atas kinerja dan pengorbanan yang diberikan karyawan terhadap


perusahaan, maka karyawan memperoleh imbalan berupa

kompensasi yang diharapkan dapat memberi dampak terhadap

motivasi karyawan PT Coffe Bean . Berdasarkan semua hal yang telah

dijelaskan diatas, maka penulis tertarik untuk membahas masalah ini

dalam skripsi yang diberi judul “Analisis Pemberian Program

Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan”.

2. Rumusan dan Pembatasan Masalah

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian, maka pokok permasalahan

dari penelitian yang akan dilaksanakan adalah “ Seberapa erat

hubungan antara program kompensasi dengan kinerja karyawan.”

Pembatasan Masalah

Berdasarkan rumusan masalah yang disebutkan diatas, maka

batasan masalah dari penelitian ini adalah dengan membahas

mengenai pengaruh pemberian program kompensasi terhadap

kinerja karyawan struktural.


3. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Mengetahui macam-macam program kompensasi yang diberikan

perusahaan kepada karyawan.

2. Mengetahui pengaruh pemberian kompensasi terhadap kinerja

karyawan.

4. Manfaat Penelitian

1. Bagi Penulis

Hasil dari penelitian ini diharapkan memberi manfaat penulis

dalam melihat pengaruh pemberian program kompensasi terhadap

kinerja karyawan.

2. Bagi Perusahaan

Penulis berharap dengan adanya penelitian ini perusahaan selaku pemberi


informasi dapat memperoleh manfaat yang dapat dijadikan panduan untuk
meningkatkan kinerja karyawan.
3. Bagi pihak lain

Penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan dan

gambaran untuk penelitian selanjutnya sebagai data tambahan yang

berkaitan dengan manajemen sumber daya manusia, khususnya bagi

mahasiswa.

Tugas Metodologi Penelitian


“Analisis Pemberian Program Kompensasi Terhadap
Kinerja karyawan “

Disusun oleh :

Andreas Oliver

2005-11-503

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMAJAYA

JAKARTA