You are on page 1of 20

Sering pada anak

Mencemaskan orangtua
Yang normal dan yang patologis
Daftar panjang penyebab untah
Life threatening causes of vomiting
Pendekatan bedasarkan kelompok umur,
ada tidaknya obstruksi saluran cerna, ada
tidaknya gejala ekstragastrointestinal
Hal penting lain : penampilan muntah,
derajat penyakit secara keseluruhan,
gejala gastrointestinal lainnya
LES
FUNDUS
KORPUS
TONUS MENURUN
ANTRUM PERISTALTIK
MENURUN
PILORUS
DUODENUM
TONUS MENINGKAT
Variasi normal (spitting up)
Refluks gastroesofagus
Obstruksi saluran cerna (kelainan bawaan)
Enterokolitis nekrotikans (NEC)
Infeksi (sepsis, meningitis)
Variasi normal
Refluks gastroesofagus
Obstruksi saluran cerna (terutama HPS,
intususepsi, hernia inkarserata)
Gastroenteritis
Infeksi : sepsis, meningitis, ISK, otitis
media, pertussis
Obstruksi saluran cerna (hernia
inkarserata, intusesepsis)
Gastroenteritis, refluks gastroesofagus,
apendisitis
Infeksi : meningitis, ISK, ISPA
Metabolik : ketoasidosis
Toksin/obat : aspirin, teofilin, preparat,
besi, timbal
Sindrom Mallory-weiss
Aspirasi isi lambung
Gagal tumbuh
Gangguan keseimbangan cairan dan
elektrolit
Tergantung penyebabnya
Menangani gangguan keseimbangan
cairan dan elektrolit
Metoclopramide
Domperidone
Cisapride
Bethanechol
Antagonis reseptor 5-HT-3
Meningkatkan tekanan LES
Meningkatkan kontaktilitas lambung
Menghambat relaksasi lambung
Meningkatkan tekanan pengosongan
lambung
Dilatasi pilorus
Mempercepat pengosongan lambung
Memperbaiki koordinasi antar duodenum

emanuel 1983
Tekanan LES meningkat 20 menit setelah
pemberian peroral dan 5 menit pemberian
intravena
Lama efek > 60 menit
Peningkatan kontraktilitas lambung dan
hambatan relaksasi lambung akanmempercepat
pengosongan lambung
 Pemberian domperidone mempercepat
pengosongan lambung pada subyek yang
makan bubur atau kue berlemak tinggi
 Efek domperidone hanya pada reseptor dopamin
perifer, tidak ada hubungan dengan SSP
Koordinasi antroduodenum (koordinasi
antara kontraksi antrun dan duodenum)
berperan besar dalam pengosongan
lambung yang normal dan dalam
pencegahan terjadinya refluks
duodenogaster.
Refluks isi duodenum kelambung
menyebabkan gastritis kronik dan
dispepsia
Dopamin menghambat tranmisi gerakan
propulsif antrum ke duodenum
Sebaliknya domperidone merangsang
Uji klinik : domperidone mengurangi
refluks dan keluhan penderita
De Loore dkk (1979) melaporkan asil uji
klinik yang membandingkan manfaat terapi
domperidone, metroclopamide dan
plasebo pada anak dengan regurgitasi dan
muntah kronik dengan dosis 0,3 mg/kgbb
Plasebo tidak berefek, domperidone dan
metroclopramide berefek positif
Efek domperidone lebih baik dari
metroclopramid
Muntah tanpa kelainan bedah
Refluks gastroesofagus
Refluks duodenogaster
Kasus dengan lambatnya pengosongan
gaster
Gastritis kronik
Sakit perut berulang/dispepsia
Gastrointestinal reflux disease
Diabetic gastroparesis
Postprandial indigestion and bloating
Chemotherapy-induced emesis
Bile reflux gastritis
Penelitian menyimpulakn bahwa PPI lebih
baik daripada H2RA dalam mengobati acid
related diseases
Diperlukan cara khusus untuk pemakaian
PPI pada anak yang belum mampu
menelan kapsul
PPI aman digunakan pada bayi adan
anak-anak
GERD, ulkus peptikum dan infeksi HP
pada anak merupakan penyakit yang
memerlukan terapi obat penekanan
sekresi asam lambung
Pilihan pertama adalah H2RA, yaitu
cimetidine, ranitidine, dan famotidine
Bila tidak sembuh alternatif lain adalah PPI
yaitu omeprazol dan lansoprazole
Ranitidin dan domperidone terbukti dapat
digunalam pada acid related disorders
pada anak sebagai acid supressor, anti
vomiting dan prokinetik