You are on page 1of 19

DI SUSUN

OLEH:

SANTY SINAGA
NPM: 0602084

PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA


SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
STMIK BUDIDARMA
MEDAN
2009
Kata pengantar

Saya mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Kuasa atas
limpahan berkat-Nya,sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada
waktunya.saya juga mengucapkan terima kasih kepada bapak Jakaria Sembiring
selaku dosen dari mata kuliah “Komunikasi data dan jaringan “,serta kepada
teman-teman yang sudah mendukung pembuatan makalah ini.
Di zaman modern seperti sekarang ini, para mahasiswa banyak
ditekankan untuk lebih mendalami matakuliah komunikasi data dan jaringan.
komunikasi data dan jaringan merupakan matakuliah wajib yang diajarkan
kepada mahasiswa jurusan managemen komputer,ilmu
komputer,telekomunikasi.subjek ini juga penting bagi mereka yang ingin
mempelajari tentang komunikasi data dan jaringan ,baik komunikasi data
menggunakan kabel ataupun tanpa kabel.Makalah ini diharapkan dapat
membantu mahasiswa dan pembaca untuk memahami bagaimana komputer dan
perangkat komunikasi lain saling berkomunikasi.
Akhir kata,Saya menyadari segala keterbatasan yang ada, oleh sebab itu
saran, kritik, dan koreksi yang membangun sangat diharapkan guna
penyempurnaan makalah ini. Masih banyak hal yang ingin dituangkan dalam
makalah ini namun belum dapat diwujudkan, mengingat keterbatasan ruang dan
waktu.

Medan, 4 Oktober 2009

Santy Sinaga

2
Daftar isi
Kata pengantar.......................................................................................2
Daftar isi.................................................................................................3
Pendahuluan...........................................................................................4
Transmisi digital....................................................................................5
Line coding.............................................................................................6
Isi
Macam – macam tehnik pengkodean...................................................10
Data digital sinyal digital......................................................................10
Data digital sinyal analog......................................................................13
Tehnik – tehnik penyandian.................................................................14
Data analog sinyal digital......................................................................15
Data analog sinyal analog......................................................................15
Penyandian (Encodind) dan penguraian sandi (Decoding)...............16
Penguraian kode (Decoding).................................................................17
Daftar pustaka........................................................................................19

3
BAB I
PENDAHULUAN

Di zaman era globalisasi ini, manusia sangat bergantung dengan


informasi. Informasi merupakan hasil pengolahan data yang disajikan
sedemikian rupa agar dapat memberi arti atau persepsi tertentu kepada para
pembaca.
Oleh karena besar ketergantungan menusia terhadap informasi, maka
kualitas informasi harus selalu ditingkatkan. Beberapa factor penentu kualitas
informasi adalah keakuratan, ketepatan waktu, relevansi, dan kemudahan
untuk memperolehnya.
Komputer merupakan alat bantu pengolahan data yang dapat
diandalkan. Tidak hanya kecepatannya, melainkan juga keakuratan dan daya
tahannya untuk melakukan pemrosesan data dalam jumlah yang besar.
Komputer juga dapat menyimpan informasi dalam rangakaian bit 0 – 1 dalam
sebuah string biner. Keterbatasan media penyimpanan dan kemampuan
transmisi data berukuran besar yang relative lambat.

4
TRANSMISI DIGITAL
1.1 Pengertian Transmisi
Transmisi merupakan jalur tunggal atau jaringan transmisi kompleks
yang menghubungkan sistem sumber dengan sistem tujuan. Transmisi juga
disebut sebagai pembawa data yang dikirim. Transmisi ini bisa kabel,
gelombang alektromagnetik atau yang lain. Pada transmisi jarak jauh, daya
sinyal akan teredam sehingga daya yang sampai dipenerima bisa jadi sudah
sedemikian lemah sehingga tidak dapat dideteksi lagi.
Pada transmisi digiatal juga terjadi encoding dan decoding. Ada beberapa
kemungkinan pasangan bentuk sinyal transmisi yang terjadi setelah
mengalami proses transmisi data diantara nya:
1. Transmisi Digital To Digital
pada transmisi digital to digital, data yang dihasilkan oleh transmitter berupa
data digital dan ditransmisikan dalam bentuk sinyal digital menuju ke
receiver (penerima).
2. Transmisi Analog To Digital
pada transmisi analog to digital, data yang dihasilkan oleh transmitter berupa
sinyal analog dan ditransmisikan dalam bentuk sinyal digital menuju receiver
(penerima). Metode ini digunakan untuk pengiriman data suara atau gambar
sehingga data sampai ke tujuan dalam kondisi yang baik.
3. Transmisi Digital To Analog
pada transmisi ini, sinyal data yang dihasilkan berbentuk sinyal digital dan
ditransmisikan dalam bentuk sinyal analog menuju penerima.bentuk transmisi
ini digunakan untuk proses transmisi data antar komputer yang jaraknya
sangat jauh antara komputer satu dengan komputer yang lainnya.
4. Transmisi Analog To Analog
pada transmisi ini, data yang dihasilkan oleh transmitter dalam bentuk sinyal
analog dan ditransmisikan dalam bentuk sinyal analog ke receiver (penerima).
Metode ini digunakan oleh pemancar radio.

5
1.2 Line Coding
Line coding adalah suatu proses konversi data digital menjadi sinyal
digital,denganasumsi bahwa data berisi atau berbentuk fax, angka, gambar,
audio, atau vidio yang disimpan dalam memori komputer sebagai bit squence.
Line coding juga merupakan metoda untuk merubah simbol dari sumber ke
dalam bentuk lain untuk ditransmisikan dan dapat merubah pesan-pesan
digital ke dalam deretan simbol baru yang disebut dengan proses Encoding.
Tujuan line coding,antara lain ;
1. Merekayasa spektrum sinyal digital agar sesuai dengan medium transmisi
yang akan digunakan
2. Dapat dimanfaatkan untuk proses sinkronisasi antara pengirim dan
penerima (sistem tidak memerlukan jalur terpisah untuk clock)
3. Dapat digunakan untuk menghilangkan komponen DC sinyal (sinyal dengan
frekuensi 0) Komponen DC tidak mengandung informasi apapun tetapi
menghamburkan daya pancar
4. Line coding dapat digunakan untuk menaikkan data rate
5. Beberapa teknik line coding dapat digunakan untuk pendeteksian kesalahan
Karakteristik Line Coding
Adapun beberapa hal yang harus di perhatikan dalam mengetahui
karakteristik line coding adalah sebagai berikut ;
1) Elemen data dan elemen sinyal
Pada komunikasi data,elemen data merupakan entity terkecil sedangkan
elemen sinyal merupakan unid terpendek dari sinyal digital,dengan kata lain
elemen data adalah apa yang kita butuhkan untuk dikirim,sedangkan elemen
sinyal adalah apa yang dapat kita kirim.
2) Data rate dan sinyal rate
Adalah sejumlah elemen data dalam unid BPS (Bit persecond)
sedangkan sinyal rate adalah sejumlah elemen sinyal dalam satuan unid
baud.Rumus yang digunakan untuk menghitung sinyal rate adalah

6
S = C x N x 1/R, dimana ;
S = Sinyal rate,
c = Nilai konstanta ½ ,
R = Elemen sinyal,
n = Data rate
3) Bandwidth (lebar pita)
Bandwidth adalah suatu sistem komunikasi elektronika yang
mengirimkan informasi dengan memancarkan energi elektromagnetik. Energi
elektromagnetik ini dapat berjalan sebagai sebuah tegangan atau arus yang
melalui dawai sebagaimana emisi radio melintasi udara dan cahaya. Untuk
mengirim informasi, sistem komunikasi harus menggunakan spektrum
elektromagnetik dalam jumlah atau range tertentu. Bandwidth menunjukkan
ukuran kapasitas jalur transmisi yang dinyatakan dalam satuan, yakni:
• Baud (Bd) adalah kecepatan modulasi
• Bit perdetik (Bps) adalah kecepatan sinyal
• Karakter perdetik (Cps) adalah kecepatan transmisi

4) Baseline Wandering
Baseline adalah rata – rata kekuatan sinyal yang diterima oleh penerima.
5) Komponen DC
6) Sinkronisasi bit
7) Deteksi bit in error
8) Mengurangi noise
Noise adalah tambahan sinyal yang tidak diinginkan yang masuk
dimana pun diantara pengirim dan penerima. Noise dibagi dalam 4 kategori ,
yaitu:
1. Thermal Noise
• disebabkan oleh agitasi thermal electron dalam suatu konduktor
• sering dinyatakan sebagai white noise
• tidak dapat dilenyapkan

7
• besat thermal noise (dalam watt) dengan bandwidth W Hz
• dapat dinyatakan sebagai:
N= k TW
Dimana; N = noise power dencity
k = konstanta Boltzman = 1,38033 x 10 J /° K
T = temperature (°K)
2. Intermodulation Noise
• disebabkan sinyal pada frekuensi – frekuensi yang berbeda tersebar pada
mendium pada transmisi yang sama sehingga menghasilkan sinyal pada suatu
frekuensi yang merupakan penjumlahan atau pengalian dari frekuensi –
frekuensi asalnya. Misalnya, sinyal dengan frekuensi f1 dan f2 maka akan
menggangu sinyal dengan frekuensi f1 + f2
• hal ini timbul karena ketidak linearan transmitter, receiver atau sistem
transmisi
3. Crosstalk
• suatu penghubung antar sinyal yang tidak diinginkan
• dapat terjadi oleh hubungan elektrikal antara kabel yang berdekatan dan
dapat pula karena energi dari gelombang mikro
4. Impulse Noise
• terdiri dari pulsa – pulsa tak beraturan atau spike noise dengan durasi
pendek dan dengan amplitude relative tinggi
• dihasilkan oleh kilat, kesalahan dan cacat pada sistem komunikasi
• noise ini merupakan sumber utama kesalahan komunikasi data digital dan
hanya merupakan gangguan kecil bagi data analog.

8
9) Kompleks
Macam-macam tehnik pengkodean :
a. Data Digital, Sinyal Digital
b. Data Analog, Sinyal Analog
c. Data Digaital, Sinyal Analog
d. Data Analog, Sinyal Analog

9
BAB II
MACAM – MACAM TEHNIK PENGKODEAN

I. Data Digital,Sinyal Digital


Data digital merupakan data yang memiliki deretan data yang berbeda
dan memiliki ciri-ciri tersendiri. Salah satu contoh data digital adalah teks,
bilangan bulat dan berbagai karakter lain.tetapi permasalahannya adalah
bahwa data dalam bentuk karakter yang dapat dipahami manusia tersebut
tidak dapat langsung ditransmisikandengan mudah dalam sistem komunikasi.
Data terlebih dahulu harus diubah dalam bentuk biner. Jadi suatu data digital
akan ditransmisikan dalam deretan bit. Sedangkan sinyal digital merupakan
sinyal untuk menampilkan data digital .salah satu contohnya adalah rangkaian
voltase pulsa yang berbeda dan tidak terjadi secara terus-menerus yang dapat
memberikan sinyal digital melalui transmitter digital.
Sinyal Digital adalah sinyal yang secara terus menerus bergerak dengan
amplitudo yang mengalami perubahan secara ekstrim, seperti contoh pada
gambar berikut :

Amplitudo

Time

Istilah-istilah yang berhubungan erat dengan data digital dan sinyal


digital adalah sebagai berikut :

10
a. Elemen sinyal adalah tiap pulsa dari sinyal digital.Data biner
ditransmisikan dengan meng-code-kan tiap bit data menjadi elemen-elemen
sinyal.
b. Unipolar adalah semua elemen sinyal yang mempunyai tanda yang
sama,yaitu positif semua atau negative semua.
c. Sinyal polar adalah elemen-elemen sinyal dimana salah satu logic
statenya diwakili oleh level tegangan positif dan yang lainnya oleh level
tegangan negative.
d. Durasi atau lebar suatu bit adalah waktu yang diperlukan oleh
transmiter untuk memancarkan bit tersebut.
e. Modulation rate adalah kecepatan dimana level sinyal berubah,
dinyatakan dalam bauds ataau elemen sinyal perdetik.
f.Istilah mark dan space menyatakan digit biner ‘1’ dan ‘0’.

1.1 Non-Return to Zero(NRZ)


Format ini dibagi menjadi 2 :
a. Non-Return To Zero (NRZ-L),yaitu suatu kode dimana tegangan
negative dipakai untuk mewakili suatu biner dan tegangan positif dipakai
untuk mewakili biner lainnya.
b. Non-Return To Zero Inverted (NRZ-I), yaitu suatu kode dimana
suatu transisi (rendah ketinggi atau tinggi ke rendah) pada awal suatu bit time
akan dikenal sebagai biner ‘1’ untuk bit time tersebut. Bila tidak ada transisi
berarti biner ‘0’.dengan demikian NRZI merupakan salah satu contoh dari
differensial enconding (penyandian deferensial).
Keuntungan penyandian diferesial : lebih kebal noise,tidak dipengaruhi level
tegangan.
Kelemahan dari NRZ-L maupun NRZI : keterbatasan dalam komponen dc
dan kemampuan sinkronisasi yang buruk.

11
Unipolar
NRZ-L

Polar
NRZ-L

Unipolar
NRZ-M

Unipolar
NRZ-S

1.2 Multylevel Binary


Format pengkodean ini diarahkan untuk mengatasi ketidak-efesienan
kode NRZ.kode ini menggunakan lebih dari 2 level sinyal. Keunggulan biner
multilevel terhadap NRZ : kemampuan sinkronisasi yang baik tidak
menangkap komponen dc dan pemakaian bandwidth yang lebih kecil, dapat
menampung bit informasi yang lebih banyak. Kekurangan disbanding NRZ :
Diperlukan pesawat penerima yang mampu membedakan 3 level (+A,-A,0)
sehingga membutuhkan 3 db kekuatan sinyal dibanding NRZ untuk
probabilitas kesalahan bit yang sama.

1.3 Biphase
Biphase merupakan format pengkodean yang mengatasi kode
keterbatasan kode NRZ. Pada biphase terdapat 2 tehnik , yaitu Manchester
dan Diferential Manchester. Manchester yaitu suatu kode dimana ada suatu
transisi pada setengah dari periode tiap bit. Keuntungan rancangan biphase:
a. sinkronisasi : karena adanya transisi selama tiap bit time, pesawat
penerima dapat menyinkronkan transisi tersebut atau dikenal sebagai self
clocking codes.
b. tidak ada komponen Dc

12
c. deteksi terhadap kesalahan : ketiadaan dari transisi yang diharapkan
dapat dipakai untuk mendeteksi kesalahan.

1.4 Modulation Rate


Sewaktu tehnik pengkodean digunakan maka perlu perlu dibuat
perbedaan yang jelas antara kecepatan data (yang dinyatakan dalam bit
perdetik) dan kecepatan modulasi (dinyatakan dalam bauds).kecepatan data
ataau kecepatan bit dapat dirumuskan sebagai berikut :
Data Rate = 1/durasi bit
Rate modulation(kecepatan modulasi) adalah kecepatan dimana elemen-
elemen sinyal terbentuk.

1.5 Tehnik Scrambling


Tehnik bifase memerlukan kecepatan persinyalan yang tinggi relatif
terhadap kecepatan data sehingga lebih mahal pada aplikasi jarak jauh .oleh
sebab itu digunakan tehnik scrambling dimana serangkaian level tegangan
yang tetap pada line diganti dengan serangkaian pengisi yang akan
melengkapi transisi yang cukup bagi clock receiver untuk mempertahankan
sinkronisasi.

II. Data Digital,Sinyal Analog


Contoh umum transmisi data digital dengan menggunakan sinyal analog
adalah Public Telephone Network. Perangkat yang dipakai adalah modem
yang dapat mengubah data digital ke sinyal analog, dan sebaliknya. Sinyal
dengan bentuk yang bervariasi secara kontinu. Contoh : Sinyal Electric &
Optical. DATA Digital juga dapat dikirim sebagai SINYAL Analog melalui
proses modulasi. Contoh : Komunkikasi melalui Modem. SINYAL Analog
adalah SINYAL yang secara terus menerus bergerak dengan amplitudo yang
mengalami perubahan secara kontinu / analog, seperti contoh pada gambar
berikut :

13
Amplitudo

Time

Pada transmisi sinyal analog jarak jauh, digunakan amplifier untuk


memperkuat sinyal. Namun hal ini mengakibatkan timbulnya noise pada
sinyal. Untuk data analog hal ini masih dapat ditolerir, tapi untuk data digital
hal ini akan menimbulkan kerusakan pada data.

Transmitter Amplifier

Tehnik – Tehnik Penyandian


Ada tiga tehnik dasar penyandian untuk mengubah ata digital menjadi
sinyal analog:
a. Amplitude – Shift keying (ASK)
Dua biner diwakilkan dengan dua amplitudo frekuensi pembawa yang
berbeda. Salah satu amplitudo adalah 0; yaitu 1 digit biner yang ditunjukan
melalui keberadaan sinyal pada amplitudo yang konstan dari suatu sinyal
pembawa.
b. .frequency – Shift Keying
Dua biner diwakili dua frequenci berbeda yang dekat denagan pembawa
frequensi
c. Phase - Shift Keying
Biner 0 diwakilkan dengan mengirim suatu sinyal dengan fase yang sama
terhadap sinyal yang dikirim sebelumnya dan biner 1 diwakilkan dengan

14
mengirim suatu sinyal dengan fase yang berlawanan dengan sinyal yang
dikirim sebelumnya.

III. Data Analog Sinyal Digital


Proses transpormasi data analog ke sinyal digital dikenal sebagai
digitalisasi. 3 hal yang paling umum terjadi pada setelah proses digitalisasi :
1. Data digital dapat ditrasmisikan menggunakan NRZ-L.
2. Data digital dapat disandaikan sebagai sinyal digital yang memakai kode
selain NRZ-L
3. Data digital dapat diubah menjadi sinyal analog menggunakan salah satu
tehnik modulasi
IV. Data Analog Dan Sinyal Analog
Dua alasan proses data analog sinyal analog :
1. Diperlukan frekuensi yang tinggi untuk transmisi yang efektif
2. Antena yang diperlukan akan menjadi beberapa kilometer pada
diameternya.

15
Penyandian (Encoding) Dan Penguraian Sandi (Decoding)

Penyandian (Encoding) adalah proses yang penting dalam dunia


informatika. Saat ini kemampuan untuk mengirim dan menerima informasi
secara cepat sangat dibutuhkan. Semakin besar sebuah data, semakin lama
waktu yang diperlukan dalam pengiriman dan semakin besar pula
kemungkinan data hilang dalam pengiriman.
Oleh karena itu dibutuhkan sebuah cara (proses) untuk mengkompresi
data kedalam bentuk sandi – sandi yang lebih optimal tanpa merusak
informasi yang dikandung oleh data tersebut. Huffman Coding adalah salah
satu cara penyandian (Encoding) Data yang cukup terkenal saat ini.
Huffman Coding telah digunakan secara luas pada berbagai bahasa
pemograman. Hal ini disebabkan keunggulan Huffman Coding dalam
pengolahan data yang memungkinkan kompresi data mulai dari 22 % hingga
91 % tanpa menyebabkan adanya data yang hilang.
Dari beberapa cara pengkodean (Encoding) yang ada saat ini, Huffman
Coding adalah salah satu cara yang banyak dikenal oleh kalangan praktisi
informatika karena keefektifan dan kemudahannya. Keunggulan dari Huffman
Coding adalah metode pengkodean yang bersifat universal sehingga dapat
diterapkan pada berbagai jenis data. Metode pengkodean menggunakan
Huffman Coding juga memberikan hasil yang cukup memuaskan. Percobaan
menggunakan Huffman Coding Pada 530 source programs dengan 4 bahasa
pemograman memberikan hasil bahwa kompresi data menggunakan cara
pengkodean Huffman Coding dapat menghasilkan data dengan ukuran 22 %
hingga 91 % dari data semula.

16
Penguraian Kode Huffman (Decoding)

Penguraian kode (Decoding) adalah sebuah proses untuk menyusun


kembali data yang telah dikodekan sebelumnya sehingga informasi yang
diterima dapat dibaca dan diolah. Penguraian kode (Decoding) ini adalah
lawan dari pengkodean (Encoding). Ada 2 cara penguraian kode Huffman.
Cara yang pertama adalah menggunakan pohon Huffman sedangkan cara
yang kedua adalah menggunakan table kode Huffman.
Berikut adalah penjelasan untuk cara pertama, yaitu menggunakan
pohon Huffman. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pohon Huffman adalah
pohon biner dengan menggunakan kode awalan (prefix code). Hal ini
memudahkan proses penguraian kode.
Langkah – langkah yang dilakukan dalam penguraian kode (decoding)
menggunakan pohon Huffman adalah sebagai berikut :
1. Baca bit pertama dari string biner masukan
2. Lakukan traversal pada pohon Huffman mulai dari akar sesuai
dengan bit yang dibaca. Jika bit yang dibaca adalah 0 maka baca
anak kiri, tetapi jika bit yang dibaca adalah 1 maka baca anak kanan.
3. Jika anak dari pohon bukan daun (simpul tanpa anak) maka
baca bit berikutnya dari string biner masukan.
4. Hal ini diulang (traversal) hingga ditemukan daun.
5. Pada daun tersebut simbol ditemukan dan proses penguraian
kode selesai.
6. Proses penguraian kode ini dilakukan hingga keseluruhan
string biner masukan
7. diproses.
Contoh cara penguraian kode menggunakan pohon Huffman. Dengan
menggunakan kode hasil enkripsi yang telah ditunjukkan dalam proses
pengkodean (Encoding) sebelumnya, akan ditunjukkan cara penguraian kode
(decoding) menggunakan pohon Huffman.

17
Hasil pengkodean string “AABCABC” ke dalam string biner adalah
00101101011. Bit pertama dari string biner tersebut adalah 0. dengan
menggunakan pohon Huffman yang ditunjukkan dalam gambar 2, ditemukan
bahwa anak kiri nya adalah daun yang
Menyimpan simbol A. dengan melakukan hal yang sama pada bit
kedua (angka 0), ditemukan symbol berikutnya adalah A. pada bit ketiga
(angka 1), ditemukan bahwa anak kanannya bukanlah sebuah daun.

18
Daftar pustaka
Ariyus,Doni, Komunikasi Data, Penerbit Andi,2008
Sutedjo, Budi Darma Oetomo, Konsep Dan Perancangan Jaringan
Komputer,Penerbit. Andi, 2008
Kristanto, Andri, Jaringan Komputer, Graha Ilmu, 2003.
http://www.goggle.com

19