You are on page 1of 59

Ventilasi Tambang

FF
A. PENDAHULUAN
Dalam teknologi penambangan bawah tanah ada dua masalah pokok yang
menjadi kendala pada saat pelaksanaan, yaitu :
Segi Mekanika Batuan
Apakah sistem tambang bawah tanah yang akan diterapkan dapat
ditunjang oleh sistem penyanggaan terhadap bukaan-bukaan di dalam tambang.
Apakah masih menguntungkan untuk dilakukan penambangan dengan
menggunakan sisitem penyanggaan yang diperlukan.
Segi Ventilasi ambang
Apakah pada kedalam tambang yang akan dihadapi masih dimungkinkan
untuk melakukan pengaturan udara agar penambangan dapat dilaksanakan
dengan suasana kerja dan lingkungan kerja yang nyaman.
Apakah jawaban dari kedua masalah diatas adalah ya!, "ika ya, maka
dapatlah dimulai membuat ran#angan dari jaringan $entilasi dari tambang tersebut.
1. Fungsi Ventilasi Tambang
Ventilasi tambang ber%ungsi untuk :
a. Menyediakan dan mengalirkan udara segar kedalam tambang untuk
keperluan menyediakan udara segar &oksigen' bagi pernapasan para pekerja
dalam tambang dan juga bagi segala proses yang terjadi dalam tambang
yang memerlukan oksigen.
b. Melarutkan dan membawa keluar dari tambang segala pengotoran dari gas-
gas yang ada di dalam tambang hingga ter#apai keadaan kandungan gas
dalam udara tambang yang memenuhi syarat bagi pernapasan.
#. Menyingkirkan debu yang berada dalam aliran $entilasi tambang bawah
tanah hingga ambang batas yang diperkenankan.
d. Mengatur panas dan kelembaban udara $entilasi tambang bawah tanah
sehingga dapat diperoleh suasana ( lingkungan kerja yang nyaman.
2. Prinsip Ventilasi Tambang
)ada pengaturan aliran udara dalam $entilasi tambang bawah tanah,
berlaku hukum alam bahwa*
a. +dara akan mengalir dari kondisi bertemperatur rendah ke temperatur panas.
b. +dara akan lebih banyak mengalir melalui jalur-jalur $entilasi yang
memberikan tahanan yang lebih ke#il dibandingkan dengan jalur bertahanan
yang lebih besar.
#. ,ukum-hukum mekanika %luida akan selalu diikuti dalam perhitungan dalam
$entilasi tambang.
VENTILASI TAMAN!
Ventilasi Tambang
". Ling#up a$asan Ventilasi Tambang
Dalam membahas $entilasi tambang akan ter#akup tiga hal yang saling
berhubungan, yaitu*
a. )engaturan.()engendalian kualitas udara tambang. Dalam hal ini akan
dibahas permasalahan persyaratan udara segar yang diperlukan oleh para
pekerja bagi perna%asan yang sehat dilihat dari segi kualitas udara &-uality
#ontrol'.
b. )engaturan(pengendalian kuantitas udara tambang segar yang diperlukan
oleh pekerja tambang bawah tanah. Dalam hal ini akan dibahas perhitungan
untuk jumlah aliran udara yang diperlukan dalam $entilasi dan pengaturan
jaringan $entilasi tambang sampai perhitungan kapasitas dari kipas angin
#. )engaturan suhu dan kelembaban udara tambang agar dapat diperoleh
lingkungan kerja yang nyaman. Dalam hal ini akan dibahas mengenai
penggunaan ilmu yang mempelajari si%at-si%at udara atau psikrometri
&psy#hrometry'.
Dalam membahas pengaturan $entilasi tambang yang bersi%at mekanis
perlu juga dipahami masalah yang berhubungan dengan kemungkinan adanya
aliran udara akibat $entilasi alami, yaitu antara aliran udara sebagai akibat
perbedaan temperatur yang timbul se#ara alami.
%. Pengertian mengenai U&ara Tambang
+dara segar normal yang dialirkan pada $entilasi tambang terdiri dari *
.itrogen, /ksigen, 0arbondioksida, Argon dan 1as-gas lain seperti terlihat pada
tabel 2.
abel 2.
0omposisi +dara Segar
+nsur )ersen
Volume &3'
)ersen Berat
&3'
.itrogen &.
4
'
/ksigen &/
4
'
0arbondioksida &5/
4
'
Argon &Ar', dll
67,89
48,9:
8.8;
8,9;
6:,:;
4;,2<
8,8<=
2,47<
Dalam perhitungan $entilasi tambang selalu dianggap bahwa udara segar
normal terdiri dari :
.itrogen > 693 dan
/ksigen > 423
Disamping itu selalu dianggap bahwa udara segar akan selalu
mengandung karbondioksida &5/
4
' sebesar 8,8;3.
Demikian pula perlu diingat bahwa udara dalam $entilasi tambang selalu
mengandung uap air dan tidak pernah ada udara yang benar-benar kering. /leh
karena itu akan selalu ada istilah kelembaban udara.
. PEN!ENDALIAN 'UALITAS UDA(A TAMAN!
Ventilasi Tambang
1. Per$itungan 'eperluan U&ara Segar
"enis kegiatan manusia dapat dibeda-bedakan atas :
Dalam keadaan istirahat
Dalam melakukan kegiatan kerja yang moderat, misalnya kerja kantor
Dalam melakukan kegiatan kerja keras, misalnya olah raga atau kerja di
tambang.
Atas dasar jenis kegiatan kerja yang dilakukan ini akan diperlukan juga
udara segar yang berlainan jumlahnya. Dalam suatu perna%asan terjadi kegiatan
menghirup udara segar dan menghembuskan udara hasil perna%asan. ?aju
perna%asan per menit dide%inisikan sebagai banyaknya udara dihirup dan
dihembuskan per satuan waktu satu menit. ?aju perna%asan ini akan berlainan
bagi setiap kegiatan manusia yang berbeda, makin keras kerja yang dilakukan
makin besar angka laju perna%asannya.
)erlu juga dalam hal ini dide%inisikan arti angka bagi atau nisbah
perna%asan &respiratori @uotient' yang dide%iniskan sebagai nisbah antara jumlah
karbondioksida yang dihembuskan terhadap jumlah oksigen yang dihirup pada
suatu proses perna%asan. )ada manusia yang bekerja keras, angka bagi
perna%asan ini &respiratori @uotient' sama dengan satu, yang berarti bahwa
jumlah 5/
4
yang dihembuskan sama dengan jumlah /
4
yang dihirup pada
perna%asannya.abel 4 berikut memberikan gambaran mengenai keperluan
oksigen pada perna%asan pada tiga jenis kegiatan manusia se#ara umum.
abel 4.
0ebutuhan +dara )erna%asan &,artman, 2974'
0egiatan kerja
?aju
)erna%asan
)er menit
+dara terhirup per
menit dalam in
;
(menit
&28
-<
m
;
(detik'
/ksigen ter
konsumsi #%m
&28
-:
m
;
(detik'
Angka bagi
perna%asan
& respiratori
@uotient'
Astirahat 24 B 27 ;88-788 &8,74-4,27' 8,82 &8,<6' 8,6:
0erja Moderat ;8 4788-;=88 &6,=<-9,7;' 8,86 &;,;' 8,9
0erja keras <8 =888 &2=,<' 8,28 &<,6' 2,8
Ada dua #ara perhitungan untuk menentukan jumlah udara yang diperlukan
perorang untuk perna%asan, yakni*
Atas dasar kebutuhan /4 minimum, yaitu 29,: 3.
"umlah udara yang dibutuhkan > - #%m
)ada perna%asan, jumlah oksigen akan berkurang sebanyak 8,2 #%m * sehingga
akan dihasilkan persamaan untuk jumlah oksigen sebagai berikut*
)*21 + , )*1 - )*1./ +
&0andungan /ksigen' B &"umlah /ksigen pada perna%asan' > & 0andungan /ksigen
minimum untuk udara
pernapasan '
+ - 0)*11 0)*21 2 )*1./33 - 4*5 67m 0-"*2 8 1)
,"
m
"
1&eti#3
Atas dasar kandungan 5/
4
maksimum, yaitu 8,: 3.
Ventilasi Tambang
Dengan harga angka bagi perna%asan > 2,8 * maka jumlah 5/
4
pada perna%asan
akan bertambah sebanyak 2,8 C 8,2 > 8,2 #%m.
Dengan demikian akan didapat persamaan :
)*)))" + 9 )*1 - )*))/ +
&0andungan 5/
4
B & "umlah 5/
4
- > & kandungan 5/
4
maksimum
dlm udara normal' hasil perna%asan' dalam udara'
+ - 0)*110)*))/ 2 )*)))"33 - 21*" 67m 0- )*)1 m
"
1&eti#3
Dari kedua #ara perhitungan tadi, yaitu atas kandungan oksigen minimum
29,: 3 dalam udara perna%asan dan kandungan maksimum karbon dioksida
sebesar 8,: 3 dalam udara untuk perna%asan, diperoleh angka kebutuhan udara
segar bagi perna%asan seseorang sebesar =,6 #%m dan 42,; #%m. Dalam hal ini
tentunya angka 42,; #%m yang digunakan sebagai angka kebutuhan seseorang
untuk perna%asan.
Dalam meran#ang kebutuhan udara untuk $entilasi tambang digunakan
angka kurang lebih sepuluh kali lebih besar, yaitu 488 #%m per orang & > 8,2
m
;
(detik per orang'
a. 'an&ungan :#sigen Dalam U&ara
/ksigen merupakan unsur yang sangat diperlukan untuk kehidupan
manusia. )ada perna%asannya, manusia akan menghirup oksigen, yang
kemudian bereaksi dengan butir darah &haemoglobine' menjadi
oksihaemoglobin yang akan mendukung kehidupan. Dalam udara normal,
kandungan oksigen adalah 42 3 dan udara dianggap layak untuk suatu
perna%asan apabila kandungan oksigen tidak boleh kurang dari 29,: 3.
Banyak proses-proses dalam alam yang dapat menyebabkan
pengurangan kandungan oksigen dalam udara* terutama untuk udara
tambang bawah tanah. )eristiwa oksidasi, pembakaran pada mesin bakar
dan perna%asan oleh manusia merupakan #ontoh dari proses kandungan
pengurangan oksigen .
0andungan oksigen dalam udara juga akan berkurang pada keadaan
ketinggian &altitude' yang makin tinggi.
0ekurangnan oksigen dalam udara yang digunakan bagi perna%asan
akan berpengaruh terhadap keadaan %isiologi manusia, seperti diperlihatkan
pada tabel ; berikut*
b. !as,!as Peng;t;r
Ada beberapa ma#am gas pengotor dalam udara tambang bawah
tanah. 1as-gas ini berasal baik dari proses-proses yang terjadi dalam
tambang maupun berasal dari batuan ataupun bahan galiannya.
abel ;
)engaruh 0ekurangan /ksigen
0andungan /
4
)engaruh
Ventilasi Tambang
Di +dara
26 3
2: 3
2; 3
9 3
6 3
= 3
- ?aju pernapasan meningkat &ekui$alen dengan
ketinggian 2=88 m'
- erasa pusing, suara mendesing dalam telinga
dan jantung berdetak #epat
- 0ehilangan kesadaran
- )u#at dan jatuh pingsan
- Sangat membahayakan kehidupan
- 0ejang-kejang dan kematian
Mesin-mesin yang digunakan dalam tambang misalnya merupakan
salah satu sumber dari gas pengotor. Demikian juga proses peledakan yang
diterapkan dalam tambang untuk pemberaian dapat merupakan sumber gas
pengotor. Dalam tambang batubara, gas methan &5,
<
' merupakan gas yang
selalu ada dalam lapisan batubara. 1as-gas pengotor yang terdapat dalam
tambang bawah tanah tersebut, ada yang beri%at gas ra#un, yakni* gas yang
bereaksi dengan darah dan dapat menyebabkan kematian. Dapat juga gas
pengotor ini menyebabkan bahaya, baik terhadap kehidupan manusia
maupun dapat menyebabkan peledakan. abel < menunjukan berma#am gas
yang dapat berada dalam tambang bawah tanah.
13 'arb;n&i;#si&a 0<:
2
3
1as ini tidak berwarna dan tidak berbau dan tidak mendukung
nyala api dan bukan merupakan gas ra#un. 1as ini lebih berat dari pada
udara, karenanya selalu terdapat pada bagian bawah dari suatu jalan
udara. Dalam udara normal kandungan 5/
4
adalah 8,8; 3. Dalam
tambang bawah tanah sering terkumpul pada bagian bekas-bekas
penambangan terutama yang tidak terkena aliran $entilasi, juga pada
dasar sumur-sumur tua. Sumber dari 5/
4
berasal dari hasil pembakaran,
hasil peledakan atau dari lapisan batuan dan dari hasil perna%asan
manusia.
)ada kandungan 5/
4
> 8,: 3 laju perna%asan manusia mulai
meningkat, pada kandungan 5/
4
> ; 3 laju perna%asan menjadi dua kali
lipat dari keadaan normal, dan pada kandungan 5/
4
> : 3 laju
perna%asan meningkat tiga kali lipat dan pada 5/
4
> 28 3 manusia hanya
dapat bertahan beberapa menit. 0ombinasi 5/
4
dan udara biasa disebut
dengan =blacdamp>.
23 Met$an 0<H
%
3
1as methan ini merupakan gas yang selalu berada dalam
tambang batubara dan sering merupakan sumber dari suatu peledakan
tambang. 5ampuran gas methan dengan udara disebut Firedamp.
Apabila kandungan methan dalam udara tambang bawah tanah
men#apai 2 3 maka seluruh hubungan mesin listrik harus dimatikan. 1as
ini mempunyai berat jenis yang lebih ke#il dari pada udara dan karenanya
selalu berada pada bagian atas dari jalan udara.
Methan merupakan gas yang tidak bera#un, tidak berwarna, tidak
berbau dan tidak mempunyai rasa. )ada saat proses pembatubaraan
terjadi maka gas methan terbentuk bersama-sama dengan gas
karbondioksida. 1as methan ini akan tetap berada dalam lapisan
batubara selama tidak ada perubahan tekanan padanya. erbebasnya
Ventilasi Tambang
gas methan dari suatu lapisan batubara dapat dinyatakan dalam suatu
$olume per satuan luas lapisan batubara, tetapi dapat juga dinyatakan
dalam satuan $olume per satuan waktu. erhadap kandungan gas
methan yang masih terperangkap dalam suatu lapisan batubara dapat
dilakukan penyedotan dari gas methan tersebut dengan pompa untuk
diman%aatkan. )royek ini dikenal dengan nama seam methane
drainage.
"3 'arb;n M;n;#si&a 0<:3
1as karbon monoksida merupakan gas yang tidak berwarna, tidak
berbau dan tidak ada rasa, dapat terbakar dan sangat bera#un. 1as ini
banyak dihasilkan pada saat terjadi kebakaran pada tambang bawah
tanah dan menyebabkan tingkat kematian yang tinggi. 1as ini
mempunyai a%initas yang tinggi terhadap haemoglobin darah, sehingga
sedikit saja kandungan gas 5/ dalam udara akan segera bersenyawa
dengan butir-butir haemoglobin &5/,b' yang akan mera#uni tubuh lewat
darah. A%initas 5/ terhadap haemoglobin menurut penelitian &Dorbes and
1ro$e, 29:<' mempunyai kekuatan ;88 kali lebih besar dari pada oksigen
dengan haemoglobin. 1as 5/ dihasilkan dari hasil pembakaran, operasi
motor bakar, proses peledakan dan oksidasi lapisan batubara.
0arbon monoksida merupakan gas bera#un yang sangat
mematikan karena si%atnya yang kumulati%, seperti terlihat pada gambar
2. Misalnya gas 5/ pada kandungan 8,8< 3 dalam udara apabila
terhirup selama satu jam baru memberikan sedikit perasaan tidak enak,
namun dalam waktu 4 jam dapat menyebabkan rasa pusing dan setelah
; jam akan menyebabkan pingsan( tidak sadarkan diri dan pada waktu
lewat : jam dapat menyebabkan kematian. 0andungan 5/ sering juga
dinyatakan dalam ppm &part per milion'. Sumber 5/ yang sering
menyebabkan kematian adalah gas buangan dari mobil dan kadang-
kadang juga gas pemanas air. 1as 5/ mempunyai berat jenis 8,9=64
sehingga selalu terapung dalam udara.
1ambar 2.
)engaruh Ea#un 1as 5/ Sebagai Dungsi Faktu
%3 Hi&r;gen Sul7i&a 0H
2
S3
1as ini sering disebut juga stinkdamp &gas busuk' karena
baunya seperti bau telur busuk. 1as ini tidak berwarna, merupkan gas
ra#un dan dapat meledak, merupakan hasil dekomposisi dari senyawa
belerang. 1as ini mempunyai berat jenis yang sedikit lebih berat dari
Ventilasi Tambang
udara. Merupakan gas yang sangat bera#un dengan ambang batas &?V-
FA' sebesar 28 ppm pada waktu selama 7 jam terdedah &eCposed' dan
untuk waktu singkat &?V-SG?' adalah 2: ppm. Falaupun gas ,
4
S
mempunyai bau yang sangat jelas, namun kepekaan terhadap bau ini
akan dapat rusak akibat reaksi gas ,
4
S terhadap syara% pen#iuman.
)ada kandungan ,
4
S > 8,82 3 untuk selama waktu 2: menit, maka
kepekaan manusia akan bau ini sudah akan hilang.
/3 Sul7ur Di;#si&a 0S:
2
3
Sul%ur dioksida merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak bisa
terbakar. Merupakan gas ra#un yag terjadi apabila ada senyawa belerang
yang terbakar. ?ebih berat dari pada udara, dan akan sangat membantu
pada mata, hidung dan tenggorokan. ,arga ambang batas ditetapkan
pada keadaan gas > 4 ppm &?V-FA' atau pada waktu terdedah yang
singkat &?V-SG?' > : ppm.
43 Nitr;gen :#si&a N:
?
3
1as nitrogen oksida sebenarnya merupakan gas yang HinertI,
namun pada keadaan tekanan tertentu dapat teroksidasi dan dapat
menghasilkan gas yang sangat bera#un. erbentuknya dalam tambang
bawah tanah sebagai hasil peledakan dan gas buang dari motor bakar.
./
4
merupakan gas yang lebih sering terdapat dalam tambang dan
merupakan gas ra#un. ,arga ambang batas ditetapkan : ppm, baik
untuk waktu terdedah singkat maupun untuk waktu 7 jam kerja. /ksida
notrogen yang merupakan gas ra#un ini akan bersenyawa dengan
kandungan air dalam udara membentuk asam nitrat, yang dapat merusak
paru-paru apabila terhirup oleh manusia.
53 !as Peng;t;r Lain
1as yang dapat dikelompokkan dalam gas pengotor lain adalah
gas ,idrogen yang dapat berasal dari proses pengisian aki &battery' dan
gas-gas yang biasa terdapat pada tambang bahan galian radioakti%
seperti gas radon.
6. Pengen&alian !as,!as Tambang
Beberapa #ara pengendalian berikut ini dapat dilakukan terhadap
pengotor gas pada tambang bawah tanah :
2' )en#egahan &)re$entation'
a' Menerapkan prosedur peledakan yang benar
b' )erawatan dari motor-motor bakar yang baik
#' )en#egahan terhadap adanya api
4' )emindahan &Eemo$al'
a' )enyaliran &drainage' gas sebelum penambangan
b' )enggunaan $entilasi isap lokal dengan kipas
abel <
Si%at Berma#am 1as
.ama Sim
Bol
Berat
"enis
+dara
Si%at %isik )engaruh Sumber
+tama
Amban
g batas
?+-
Amb
ang
bata
0isar
ledak
Ventilasi Tambang
>2 FA
&3'
s
?+-
5
&3'
/ksigen /4 2,28:
=
dk berwarna
tdk berbau,tdk
ada rasa
Bukan
ra#un tdk
berbahay
a
+dara normal
.itrgen .4 8,9=6
;
dk
berwarna,
tdk
berbau,tdk
ada rasa
Bukan
Ea#un
tapi
Menyesak
kan
+dara normal
lapisan
0arbon
Dioksida
5/4 2,:49
2
dk
berwarna,
tdk
berbau,rasa
agak asam
Sesak
na%as
berkering
at
)erna%asan,la
pisan,motor
bakar,peledak
an
8,:
Methan 5,< 8,::<
:
dk
berwarna,
tdk
berbau,tdk
ada rasa
Menyesak
kan na%as
dapat
meledak
?apisan,
motor bakar,
peledakan
: B
2:
0arbon
Monoksid
a
5/ 8,9=6
4
dk
berwarna,
tdk
berbau,tdk
ada rasa
Ea#un
dapat
meledak
.yala
api,peledakan
,motor bakar,
oksidasi
8,88: 24.:
B 6<
,idrogen
sul%ida
,4S 2,292
4
dk
berwarna,
bau telur
busuk, rasa
asam
Ea#un
dapat
meledak
?apisan air
tanah,pele
dakan
8,882 < B
<<
Sul%ur
Dioksida
S/4 4,4=;
=
dk
berwarna,
bau
mangganggu
, rasa asam
Ea#un )embakaran
sul%ida,motor
bakar
8,888
:
.itrogen
/ksida
./4
.4/
2,:79
:
Bau tajam,
warna #oklat,
rasa pahit
Ea#un )eledakan,m
otor bakar
8,8
88:
,idrogen ,4 8,8=9
:
dk
berwarna,
tdk
berbau,tdk
ada rasa
Dapat
meledak
Air pada
api,panas
bateray
< B
6<
Eadon EA 6,==: Eadio
akti%
lapisan AF? ! -
;' Absorpsi &Absorption'
a' )enggunaan reaksi kimia terhadap gas yang keluar dari mesin
b' )elarutan dengan per#ikan air terhadap gas hasil peledakan
<' Asolasi &Asolation'
a' Memberi batas sekat terhadap daerah kerja yang terbakar
Ventilasi Tambang
b' )enggunaan waktu-waktu peledakan pada saat pergantian gilir atau
waktu-waktu tertentu
:' )elarutan
a' )elarutan lokal dengan menggunakan $entilasi lokal
b' )elarutan dengan aliran udara utama
Biasanya #ara pelarutan akan memberikan hasil baik, tetapi sering
beberapa #ara tersebut dilakukan bersama-sama.
"umlah udara segar yang diperlukan untuk mengen#erkan suatu
masukan gas sampai pada nilai MA5 adalah:
+ - 0+g1 0MA<3 2 3 2 +g
Dimana * -g > masukan gas pengotor
B > konsentrasi gas dalam udara normal
5ontoh.:
Suatu masukan gas pengotor dengan laju 28 #%m memasuki suatu
ruang kerja. Apabila MA5 > 28 3 maka banyaknya udara segar yang
diperlukan adalah:
+ - 01) 1 0)*1,)33 , 1) - 1)) 2 1) - .) 67m
&. 'ara#teristi# Debu* Sumber &an <ara Penanganann@a
2' )erilaku Dinamik )artikel Debu
Debu yang dihasilkan dalam operasi tambang bawah tanah dapat
menimbulkan masalah kesehatan bagi para pekerjanya.
)artikel debu yang sering dijumpai di alam biasanya terdiri dari
partikel-partikel yang berukuran lebih besar dari pada <8 mikron.
Sedangkan partikel terke#il yang dapat dilihat melalui mikroskop adalah
8,4: mikron. 0urang lebih 78 3 debu hasil dari operasi tambang
mempunyai ukuran partikel sekitar dibawah 2 mikron.
)artikel debu, baik yang dapat menimbulkan e%ek patologis atau
terbakar, umumnya berukuran lebih ke#il dari 28 mikron. Sedangkan
partikel debu yang lebih ke#il dari : mikron diklasi%ikasikan sebagai debu
yang terhisap &respirable dust'. )artikel debu dengan ukuran lebih besar
dari 28 mikron sangat sulit untuk tersuspensi di udara dalam waktu yang
lama, ke#uali ke#epatan aliran udara sangat tinggi. Sedangkan partikel
debu yang sering dijumpai di tambang bahwah tanah mempunyai ukuran
rata-rata antara 8,: B ; mikron.
)artikel debu dengan ukuran dibawah 28 mikron, yang berbahaya
bagi kesehatan, tidak mempunyai inertia sehingga akan tersuspensi di
aliran udara. /leh karenanya kontrol debu selalu berhubungan dengan
debu yang berukuran tersebut.
4' 0lasi%ikasi Debu
0lasi%ikasi debu pada dasarnya dapat dibedakan menurut tingkat
bahaya terhadap %isiologis dan kemampuledakannya. Berikut ini adalah
klasi%ikasi yang diurut menurut menurunnya tingkat bahaya.
a' Debu Dibrogenik &berbahaya terhadap perna%asan'*
&2' Silika &kuarsa dan #hert'
Ventilasi Tambang
&4' Silikat &asbestos, talk mika dan silimanit'
&;' Metal %umes( asap logam
&<' Bijih timah
&:' Bijih besi &beberapa'
&=' 0arborondum
&6' Batubara &antrhra#ite dan bituminous'
b' Debu 0arsinogenik
&2' 0elompok Eadon
&4' Asbestos
&;' Arsenik
#' Debu Ea#un &ra#un terhadap organ tubuh dan jaringan(tissues'
&2' Bijih berilium
&4' Arsenik
&;' imah hitam
&<' +ranium
&:' Eadium
&=' orium
&6' 0romium
&7' Vanadium
&9' Air raksa
&28' 0admium
&22' Antimoni
&24' Selenium
&2;' Mangan
&2<' ungsten
&2:' .ikel
&2=' )erak &khusus oksida dan karbonat'
d' Debu Eadioakti% &membahayakan karena radiasi sinar alpha dan
sinar betha
&2' Bijih uranium
&4' Eadium
&;' orium
e' Debu ?edak &terbakar diudara'
&2' Debu logam &magnesium, aluminium, seng, timah, dan besi'
&4' Batubara &bituminuous dan lignit'
&;' Bijih sul%ida
&<' Debu organik
%' Debu pengganggu &sedikit mengganggu'
&2' 1ipsum
&4' 0aolin
&;' 1amping
g' Debu inert &tidak membahayakan'
- idak ada
"3 E7e# Fisi;l;gis &ari Debu Fibr;geni#
)engaruh buruk dari debu %ibrogenik dapat dipahami bila
komponen dan %ungsi dari sistem perna%asan diketahui dengan baik.
Ventilasi Tambang
"alur dari lubang dan mulut terus berhubungan dengan tra#hea di
dalam tenggorokan yang selanjutnya ke bron#hial. "alur ini mengalirkan
udara ke paru-paru bagian kiri dan kanan. 0emudian masing-masing
ber#abang lagi ke jalur-jalur ke#il, yaitu bron#hioli. )ada ujung bron#hioli
terdapat kantung-kantung al$eoli dimana terjadi oksiginasi darah.
Sistem perna%asan manusia dilengkapi dengan sistem
perlindungan terhadap debu. Eambut(bulu hidung akan menyaring
partikel debu yang besar &J : B 28 m'. KMu#ous membran#eI yang
melapisi hidung dan tenggorokan juga akan menangkap debu.
Selanjutnya di dalam tra#hea dan bron#hi, sejenis rambut(bulu akan
menahan partikel debu berukuran &: B 28 m'. dapat dikatakan tidak ada
debu berukuran J 2 yang masuk ke a$eoli.
%3 Pen@a#it Perna7asan
Debu dapat menyebabkan penyakit perna%asan %ibrous dan non
%ibrous atau disebut juga pnemo#oniosis. .ama-nama jenis penyakit
sejenis ini dan jenis debu penyebabnya antara lain sebagai berikut*
a' Sili#osis B akibat silika bebas
b' Sili#otuber#ulosis B komplikasi tuberkolosis ooleh silika
#' Asbestosis B akibat asbestos
d' Sili#atosis - akibat silika lain
e' Siderosis B akibat bijih besi
%' )ekerja tambang batubara bawah tanah B pneumo#oniosis
&bla#klung' B atau anthra#osilosis B akibat batubara baik bituminous
maupun anthra#ite.
Lang paling serius dari kesemua jenis penyakit itu adalah sili#osis.
Sedangkan debu yang dianggap sangat berbahaya dan dapat
menimbulkan penyakit kanker adalah:
5ro#idolite &asbestos'
0eluarnga radon &kanker paru-paru'
5hrysotile &asbestos'
Arseni#.
/3 Fa#t;r,Fa#t;r Aang Menentu#an 'eba$a@aan Debu 'epa&a Manusia
ingkat bahaya debu pada kesehatan dipengaruhi oleh beberapa
%aktor antara lain * komposisi debu, kosentrasi, ukuran partikel, lamanya
waktu berhubungan, dan kemampuan indi$idual.
a' 0omposisi Debu
Ditinjau dari tingkat bahaya yang dapat ditimbulkan komposisi
mineralogi debu lebih penting dibandingkan komposisi kimiawi atau
si%at %isiknya. Sebagai #ontoh silika bebas memiliki akti$itas kimia
yang lebih besar di dalam paru-paru dibandingkan silika #ampuran.
.amun pada kasus asbestos, e%ek mekanik lebih penting,
sedangkan untuk debu bera#un, kelarutan merupakan %aktor penting.
b' 0onsentrasi
0onsentrasi debu di udara dapat dinyatakan dengan dua #ara yaitu:
atas dasar jumlah : satuan > mpp#% &million o% parti#les per
#ubi# %oot'
> pp## &parti#les per #ubi#
#entimeter'
Ventilasi Tambang
atas dasar berat : satuan > mg(m
;
.
Daktor konsentrasi merupakan %aktor terpenting kedua
setelah komposisi. Se#ara umum debu dapat membahayakan paru-
paru jika konsentrasinya lebih besar dari 8,: mg(m
;
.
+ntuk debu-debu bera#un radioakti% konsentrasi yang lebih
ke#il pun dapat membahayakan.
#' +kuran )artikel
Debu berukuran haslus &M : m' merupakan debu yang paling
berbahaya karena luas permukaannya besar, dengan demikian
akti$itas kimianya pun besar. Selain itu debu halus tergolong debu
yang dapat dihirup &respirable dust' karena mungkin tersuspensi di
udara.
d' ?amanya Faktu erdedah &eCposed time'
)enyakit akibat debu umumnya timbul setelah seseorang
bekerja di lingkungan yang berdebu untuk suatu jangka waktu yang
#ukup lama. Faktu rata-rata perkembangan penyakit sili#osis berkisar
antara 48 sampai ;8 tahun.
e' 0emampuan Andi$idual
Daktor kemampuan indi$idu terhadap bahaya debu sampai
saat ini merupakan %aktor yang belum dapat dikuanti%ikasi.
Dapat disimpulkan bahwa penyakit akibat debu atau
Hpneumo#oniosisI dipengaruhi oleh kombinasi dari kelima %aktor diatas.
,ubungan antara kelima %aktor di atas dapat dilihat pada gambar 4
berikut*
1ambar 4.
,ubungan Antara 0onsentrasi Eata-Eata Debu Dan ?amanya Faktu
Berhubungan erhadap 1ejala H)neumo#oniosisI &,artman,2974'
<. PEN!ENDALIAN 'UANTITAS UDA(A
)engendalian kuantitas berkaitan dengan beberapa masalah seperti,
perpindahan udara, arah aliran, dan jumlah aliran udara.
Dalam pengendalian kualitas udara tambang baik se#ara kimia atau %isik,
udara segar perlu dipasok dan pengotor seperti debu, gas, panas, dan udara
lembab harus dikeluarkan oleh sistem $entilasi.
Ventilasi Tambang
Dengan memperhatikan beberapa %aktor tersebut diatas, maka kebutuhan
udara segar di tambang bawah tanah kadang-kadang lebih besar dari pada 488
#%m(orang atau bahkan hingga 4.888 #%m(orang. 0ondisi tambang bawah tanah saat
ini sudah banyak yang menyediakan aliran udara untuk sebanyak 28 B 48 ton udara
segar per ton mineral tertambang.
1. Peruba$an Energi Di Dalam Aliran Flui&a
Ventilasi tambang biasanya merupakan suatu #ontoh aliran tunak
&steady', artinya tidak ada satupun $ariabelnya yang merupakan %ungsi waktu.
Salah satu tujuan dari perhitungan $entilasi tambang adalah penentuan kuantitas
udara dan rugi-rugi, yang keduanya dihitung berdasarkan perbedaan energi.
,ukum konser$asi energi menyatakan bahwa energi total di dalam suatu
sistem adalah tetap, walaupun energi tersebut dapat diubah dari satu bentuk ke
bentuk lainnya.
1ambar ;
Sistem Aliran Dluida
)erhatikan gambar ;, dimana*
Gnergi total 2 > energi total 4 N kehilangan energi O O O O O O .. &2'
Atau*
Gnergi masuk sistem > energi keluar sistem
"adi didapat persamaan yang disebut persamaan Bernouli :
&)
2
(w' N &V
2
4
(4g' N & P
2
' > &)
4
(w' N &V
4
4
(4g' N & P
4
' N ,l O O .. O .. O O &4'
Dimana :
&)(w' > energi statik (head statik
&V
4
(4g' > energi ke#epatan (head ke#epatan
P > energi potensial (head potensial
,l > energi kehilangan (head kehilangan
Setiap suku dalam persamaan diatas pada dasarnya adalah energi spesi%ik
dalam satuan %t. lb(lb atau %t. 0arena %t adalah ukuran head %luida, maka suku-suku
tersebut dapat dinyatakan sebagai Hpresure headI atau HheadI saja.
Sehingga persamaan &2' dapat ditulis menjadi :
,
t2
> ,
t4
N ,l O O O O O O O O O O O O O O &;'
Ventilasi Tambang
Dan )ersamaan &4' menjadi :
,
s2
N ,
$2
N ,
Q2
> ,
s4
N ,
$4
N ,
Q;
N ,lO O O O O O O O &<'
Dimana *
,
s
> head statik
,
$
> head ke#epatan
,
Q
> head potensial
Gnergi potensial dapat dihitung dengan #ara memasukkan besaran
perbedaan tinggi, yakni*
) > w
2
,
2
> w
4
,
4
Dimana :
) > tekanan, dalam )a atau lbs(s@.%t.
F
2
> bobor isi udara, dalam kg(m
;
atau lbs(#u%t.
, > head, dalam m atau %t.
Dengan bobot isi air > =4,< lb(%t
;
, pengaruh berda tinggi untuk kolom 2 in#i air
pada kondisi udara standar adalah :
,
2
> &w
4
,
4
( w
2
' > &&=4,< lb(%t
;
'&2 in'( &8,86:8 lb(%t
;
''
> :;4 in > =9,; %t udara
"adi untuk udara diatas permukaan air laut, suatu kenaikan ele$asi sebesar
=9,; %t akan menaikkan head potensial ,
Q
sebesar 2 in dan sebagai kompensasinya
head statik akan turun juga sebesar 2 in. Dalam praktek, kon$ersi sebesar 68 %t
udara ekui$alen dengan 2 in air.
"ika head potensial &,
Q
' diperhitungkan dalam persamaan &<' maka head
statik dinyatakan dalam tekanan gauge. /leh karena itu head statik diukur dari
datum tertentu.
1ambar < menunjukkan perhitungan energi aliran udara untuk susunan
saluran udara yang diletakkan se#ara mendatar dan tegak.
+ntuk posisi mendatar :
,
2
> ,
s2
N ,
$2
N ,
Q2
,
4
> ,
s4
N ,
$4
N ,
Q4
,
2
> ,
4
N ,
?
Dengan menggunakan tekanan absolut :
&< N <87' N 2 N 8 > & 2 N <87 ' N 2 N 8 N ;
<2; > <2;
Dengan tekanan gage :
< N 2 N 8 > 2 N 2 N 8 N ;
: > :
Ventilasi Tambang
1ambar <
Susunan Saluran +dara Mendatar dan egak
+ntuk posisi tegak :
,
2
> ,
4
N ,
?
Dengan tekanan absolut :
&< N <87' N 2 N 8 > &2 N <86 ' N 2 N 2 N ;
<2; > <2;
Dengan tekanan gage :
< N 2 N 8 2 N 2 N 2 N ;
: =
)erhitungan dengan tekanan gage salah karena tidak mempertimbangkan
perubahan datum yang terjadi karena perubahan ele$asi.
)ada prakteknya penggunaan tekanan absolut dalam perhitungan $entilasi
membuat rumit. /leh karena itu diterapkan kon$ensi penggunaan tekanan gage
sebagai basis perhitungan dengan #ara menghilangkan ,
Q
dalam semua
perhitungan.
Dengan demikian persamaan energi yang disederhanakan menjadi :
,
t2
> ,
t4
N ,
?
,
s2
N ,
$2
> ,
s4
N ,
$4
N ,
?
.. O O O O O O O O O O &:'
)ersamaan ini berlaku selama pengukuran dan perhitungan head statik
didasarkan pada tekanan gage. .amun persamaan tersebut tidak berlaku untuk
$entilasi alam dimana ,
Q
tidak bisa diabaikan.
2. Prinsip Pengaliran U&ara Serta 'ebutu$an U&ara Tambang
2
3 a. ,ead ?os
Aliran udara terjadi karena adanya perbedaan tekanan yang
ditimbulkan antar dua titik dalam sistem. Gnergi yang diberikan untuk
Ventilasi Tambang
mendapatkan aliran yang tunak &steady', digunakan untuk menimbulkan
perbedaan tekanan dan mengatasi kehilangan aliran &,
?
'.
,ead los dalam aliran udara %luida dibagi atas dua komponen, yaitu :
H%ri#tion loss &,
%
'I dan Hsho#k loss &,
C
'I. Dengan demikian head loss adalah:
,
?
> ,
%
N ,
C
O O O O O O O O O O OO O O &='

Dri#tion loss menggambarkan head loss pada aliran yang linear melalui
saluran dengan luas penampang yang tetap. Sedangkan sho#k loss adalah
kehilangan head yang dihasilkan dari perubahan aliran atau luas penampang
dari saluran, juga dapat terjadi pada inlet atau titik keluaran dari sistem,
belokan atau per#abangan, dan halangan-halangan yang terdapat pada
saluran.
b. Mine ,ead
+ntuk menentukan jumlah aliran udara yang harus disediakan untuk
mengatasi kehilangan head &head losses' dan menghasilkan aliran yang
diinginkan, diperlukan penjumlahan dari semua kehilangan energi aliran.
)ada suatu sistem $entilasi tambang dengan satu mesin angin dan
satu saluran keluar, komulati% pemakaian energi disebut Hmine headI, yaitu
perbedaan tekanan yang harus ditimbulkan untuk menyediakan sejumlah
tertentu udara ke dalam tambang.
2' Mine statik head &mine ,
s
'
Merupakan energi yang dipakai dalam sistem $entilasi untuk
mengatasi seluruh kehilangan head aliran. ,al ini sudah termasuk semua
kehilangan dalam head loss yang terjadi antara titik masuk dan keluaran
sistem dan diberikan dalam bentuk persamaan:
Mine ,
s
> ,
?
> &,
%
N ,
C
'
4' Mine $elo#ity head &mine ,$'
Dinyatakan sebagai $elo#ity head pada titik keluaran sistem.
Velo#ity head akan berubah dengan adanya luas penampang dan jumlah
saluran dan hanya merupakan %ungsi dari bobot iisi udara dan ke#epatan
aliran udara. "adi bukan merupakan suatu head loss komulati%, namun
untuk suatu sistem merupakan kehilangan, karena energi kinetik dari
udara dilepaskan ke atmos%er.
;' Mine total head &mine ,

'
Merupakan jumlah keseluruhan kehilangan energi dalam sistem
$entilasi. Se#ara matematis, merupakan jumlah dari mine statik &,
s
' dan
$elo#ity head &,
$
', yaitu :
Mine ,

> mine ,
s
N mine ,
$
". !ra&ien Te#anan 0!ra&ien Hi&r;li#3
)enampilan berbagai komponen head dari persamaan umum energi
se#ara gra%is dapat menjelaskan gradien tekanan. 1ambar : menunjukkan
gradien tekanan untuk suatu sistem aliran udara sederhana. ampak dari
gambar tersebut bahwa ada ; gradien yang jelas, yaitu : ele$asi, statik N ele$asi
&termasuk tekanan atmos%er' dan head total. Dalam $entilasi tambang, hanya
gradien tekanan statik dan total yang di plot. G%ek ele$asi dapat diabaikan dan
datum yang digunakan paralel dengan garis tekanan barometrik.
Ventilasi Tambang
)engaliran udara melalui sistem tekan &boeling' dilakukan dengan
meletakkan sumber penekan udara di lubang masuk dan menaikkan tekanan
udara tambang hingga diatas tekanan atmos%er &lihat gambar ='. )ada gambar =
tampak bahwa perubahan tekanan ditunjukkan oleh head ke#epatan &,$', head
gesek &,%', subskrip a, b, #, menggambarkan posisi saluran, sedangkan subskrip
d, e, dan % masing-masing mewakili kondisi sho#k losses akibat pengembangan,
penyempitan, dan pengeluaran. )erlu diperhatikan bahwa pada sistem ini semua
head positi% ke#uali pada bagian masuk.
1ambar :
1radien ekanan +ntuk Sistem Aliran +dara Sederhana
1ambar =
1radien ekanan )ada Sistem Ventilasi ekan
+ntuk menggambarkan sistem gradien tekanan perlu memperhatikan
beberapa hal berikut :
,ead tekanan total selalu nol pada bagian masuk sistem, tetapi positi% dan
sama dengan head ke#epatan di bagian keluar.
,ead keamanan statik selalu negati% dan sama dengan head ke#epatan
pada bagian masuk tetapi nol pada bagian keluar.
,ead total pada setiap titik digambarkan dahulu, dan head statik berikutnya
yang sama dengan pengurangan head total terhadap head ke#epatan.
Bila sumber tekanan aliran udara ditempatkan pada bagian keluar disebut
sistem $entilasi eChaust. )enggambarannya dilakukan sama dengan sistem
tekan, ke#uali bahwa bagian masuk dianggap sebagai titik mula &lihat gambar 6'.
Ventilasi Tambang
)ada sistem HboosterI, sumber pembuat tekanan &%an' diletakkan antara
bagian masuk dan bagian keluar. +mumnya %an akan menerima udara di bawah
tekanan atmos%er dan mengeluarkan di atas tekanan atmos%er &lihat gambar 7'.
1ambar 6
1radien ekanan Sistem Ventilasi GChaust
1ambar 7
1radien ekanan )ada Sistem HBoosterI
%. 'ea&aan Aliran U&ara Di Dalam Lubang u#aan
Dalam sistem aliran %luida akan selalu ditemui keadaan aliran : laminer,
entermediate dan turbulent. 0riteria yang dipakai untuk menentukan keadaan
aliran adalah bilangan Eeynold &.
Ee
'. Bilangan Eeynold untuk aliran laminer
adalah 4888 dan untuk turbulent di atas <888.
.
Ee
> & D V '(& ' > & D V ' ( &' O O O O O O OO O O O &6'

Dimana:
Ventilasi Tambang
> rapat massa %luida &lb.det
4
(%t
<
atau kg(m
;
'
> $iskositas kinematik &%t
4
(detik atau m
;
(detik'
> $iskositas absolut &> * lb detik(%t
4
atau a.detik'
D > diameter saluran %luida &%t atau m'
V > ke#epatan aliran %luida &%t(detik'
+ntuk udara pada temperatur normal > 2.= C 28
-<
%t
4
(detik
atau 2<.7 C 28
-=
m
4
(detik.
Maka:
.
Ee
> =.4:8 DV atau,
.
Ee
> =6.478 DV untuk SA
Dengan menganggap bahwa batas bawah aliran turbulent dinyatakan
dengan .
Ee
> <.888, maka ke#epatan kritis dari suatu dimensi saluran %luida
dapat ditentukan dengan :
V# > &=8 .
Ee
'( =.4:8 D > &=8'&<888'( &=.4:8 D' > ;7,< ( D &%pm'
Atau kira-kira V# <8 ( D
Aliran turbulen hampir selalu terjadi pada lubang bukaan tambang bawah
tanah. )ipa saluran udara dengan diameter lebih ke#il 2 %t jarang dipakai di
tambang, oleh karena itu ke#epatan di atas <8 %pm selalu menghasilkan aliran
turbulent.
Distribusi ke#epatan dan bilangan Eeynold didalam suatu saluran bulat
ditunjukkan pada gambar 9 berikut.
1ambar 9
Distribusi 0e#epatan Aliran Di Dalam ?ubang Bulat
0e#epatan maksimum terjadi pada pusat lubang, tetapi bilangan
Eeynoldnya berbeda-beda. Lang paling penting untuk $entilasi adalah ke#epatan
rata-rata, karena itu pengukuran ke#epatan pada garis sumbu saja tidak #ukup.
0arena bilangan Eeynold di dalam suatu sistem $entilasi tambang biasanya lebih
besar dari pada 28.888, ke#epatan rata-rata seringnya dapat dinyatakan
sebagai berikut : V > 8.7 V
maC.
/. Per$itungan Hea& L;ss
Ventilasi Tambang
,ead loss terjadi karena adanya aliran udara akibat ke#epatan &,
$
',
gesekan &,
%
' dan tikungan saluran atau perubahan ukuran saluran &,
C
'.
"adi dalam suatu sistem $entilasi distribusi head loss dapat disederhanakan
sebagai berikut :
,
s
> ,
?
> &,
%
N ,
C
'
,
$
> ,
$
pada keluaran
Dan
,
t
> ,
s
N ,
$
a. Velo#ity head
Falaupun bukan merupakan suatu head loss, se#ara teknis dapat
dianggap suatu kehilangan. Velo#ity head merupakan %ungsi dari ke#epatan
aliran udara, yakni:
,
$
> &V
4
'(&4g' O O O O O O O O O O O O O O O &7'
Dimana:
,
$
> $elo#ity head
V > ke#epatam aliran &%ps'
1 > per#epatan gra$itasi &%t(dt
4
'
Dari persamaan diatas, diperoleh turunan berikut :
,
$
> &&w V
4
'(&:,4'&=<,<'&=8'
4
' > w &&V'( &2.897''
4
Atau :
,
$
> &&V'(&<.888''
4
)ersamaan terakhir menyatakan bahwa ke#epatan aliran sebesar <88
%pm ekui$alen dengan head ke#epatan sebesar 2 in#hi. +ntuk
mempermudah perhitungan kon$ersi dari ke#epatan dan head ke#epatan
dapat menggunakan nomogram yang ditunjukkan pada gambar 28
b. Dri#tion ?oss
Besarnya head loss akibat gesekan dalam aliran udara melalui lubang
bukaan di tambang bawah tanah sekitar 68 3 hingga 98 3 dari total
kehilangan &head loss'. Dri#tion loss merupakan %ungsi dari ke#epatan aliran
udara, kekasaran muka lubang bukaan, kon%igurasi yang ada di dalam
lubang bukaan, karakteristik lubang bukaan dan dimensi lubang bukaan.
)ersamaan mekanika %luida untuk %ri#tion loss pada saluran
berbentuk lingkaran adalah:
,
?
> % &?(D'&V
4
(4g' O O O O O O O O O O O O O O O O &9'
Dimana:
? > panjang saluran
D > diameter saluran &%t'
V > ke#epatan &%pm'
D > koe%isien gesekan
+ntuk memudahkan perhitungan pada berma#am-ma#am bentuk
saluran, diperoleh dengan menyatakan head loss dalam bentuk radius
hidrolik &hydrouli# radius' E
,
, yaitu perbandingan antara luas penampang A
terhadap perimeter atau keliling ) dari saluran. +ntuk saluran berbentuk
lingkaran, E
,
adalah:
Ventilasi Tambang
E
,
> A() > &2(<. D
4
'(.D > D(<
Dengan demikian maka diperoleh persamaan :
,
?
> % &?(< E
,
'&V
4
(4g'
+ntuk %ri#tion loss pada $entilasi tambang &dikenal sebagai rumus
Atkinson' didapat sebagai berikut :
,
%
> &%(:,4'&l(<E
,
'&8,86:V
4
(4g&=8'
4
' > &0(:,4'&?(E
,
'&V
4
'
> &0)?V
4
' ( &:,4 A' > &0SV
4
'( &:,4 A'
karena debit , - > V C A, maka persamaan ditas menjadi*
,
%
> &0)?-
4
' ( &:,4 A
;
'
Dimana :
,
%
> %ri#tion loss &in#h water'
V > ke#epatan aliran
0 > %aktor gesekan untuk densitas udara standar &lb.men
4
(%t
<
'
A > luas penampang saluran &%t
4
'
S > rubbing sur%a#e &%t
4
' > )?
) > keliling saluran &%t'
? > panjang saluran &%t'
- > debit udara &#%m'
Daktor gesek 0 didalam sistem $entilasi tambang berhubungan
dengan koe%isien gesek dalam aliran umum %luida. +ntuk bobot isi udara
standard:
0 &788'&28'
-28
%
Sebenarnya di dalam aliran turbulen nilai % berubah sesuai dengan
.Ee. etapi pada $entilasi tambang 0 dianggap konstan dan besarnya untuk
berbagai kondisi lubang bukaan tambang bawah tanah bukan batubara
dapat dilihat pada tabel :.
abel :
Daktor 1esek 0 untuk ?ubang Bukaan ambang Bawah anak Bukan Batubara
Ventilasi Tambang
#. Sho#k ?oss
Sho#k loss terjadi sebagai akibat dari adanya perubahan arah aliran
dalam saluran atau luas penampang saluran udara dan merupakan
tambahan terhadap %ri#tion losses. Falaupun besarnya hanya sekitar 28 3 -
;8 3 dari head loss total di dalam $entilasi tambang, tetapi tetap harus
diperhatikan.
Berdasarkan sumber yang menimbulkan sho#k loss, pada dasarnya
berkurangnya tekanan sebanding dengan kuadrat ke#epatan atau
berbanding lurus dengan $elo#ity head.
)erhitungan sho#k loss dapat dilakukan se#ara langsung sebagai berikut :
)erhitungan sho#k loss, ,C dalam in#i air dapat dihitung dari $elo#ity head,
yakni
,C > R ,$
Dimana*
,C > sho#k loss
R > %aktor sho#k loss
Dormula untuk menentukan %aktor sho#k loss ter lihat pada tabel =.
abel =
)anjang Gkui$alen +ntuk Berbagai Sumber Sho#k ?oss &%t'
Ventilasi Tambang
Sumber ?e
Deet Meter
Bend, a#ute, round
Bend, a#ute, sharp
Bend, right, round
Bend, right, sharp
Bend, obtuse, round
Bend, obtuse, sharp
Doorway
/$er#ast
Anlet
Dis#harge
5ontra#tion, gradual
5ontra#tion, abrupt
GCpansion, gradual
GCpansion, abrupt
Splitting, straight bran#h
Splitting, straight bran#h &98
o
'
"un#tion, straight bran#h
"un#tion, de%le#ted bran#h &98
o
'
Mine #ar or skip &48 3 o% airway area'
Mine #ar or skip &<8 3 o% airway area'
;
2:8
2
68
2
2:
68
=:
48
=:
2
28
2
48
;8
488
=8
;8
288
:88
2
<:
2
48
2
:
48
48
=
48
2
;
2
=
28
=8
48
28
;8
2:8
d. 0ombinasi Dri#tion dan Sho#k ?oss
,ead loss merupakan jumlah dari %ri#tion loss dan sho#k loss, maka *
,
?
> ,
%
N ,
C
> &0) &? N ?
e
'-
4
'( :,4 A
;
dimana *
,? > head loss &in#i air'
?e > panjang ekui$alen &%t'
0 > %aktor gesekan untuk density udara standar
- > debit udara &#%m'
A > luas penampang saluran &%t
4
'
? > panjang saluran &%t'
4. Air H;rsep;Ber
Daya yang diperlukan untuk mengatasi kehilangan energi dalam aliran
udara disebut Air ,orsepower &)a':
)a > p- > :,4 ,- lb %t(menit
)a > :,4 ,- ( ;;.888 > &,- ( =.;<=' ,)
5. Te;ri Per$itungan Caringan Ventilasi
a. ,ubungan Antara ,ead dan 0uantitas
Seperti sudah diketahui dari persamaan Atkinson bahwa head merupakan
%ungsi kuantitas aliran udara
,
?
S -
4
,
S
S -
4
,
V
S -
4
,

S -
4
/leh karenanya persamaan head loss untuk $entilasi tambang ditulis
sebagai berikut :
, S -
4
Ventilasi Tambang
Dalam upaya menanggulangi masalah $entilasi perlu diketahui
karakteristik $entilasi tambang dengan #ara membuat gra%ik antara head dan
kuantitas aliran udara dari suatu sistem. Lang dimaksud dengan sistem disini
adalah sebagian dari tambang atau keseluruhan tambang jika digunakan
hanya 2 %an. 1ra%ik ini disebut kur$a karakteristik tambang.
Dalam pembuatan kur$a, kuantitas diasumsikan dahulu, kemudian
head ditentukan dengan persamaan :
,
2
(,
4
> &-
2
(-
4
'
4
, atau
,
4
> ,
2
&-
4
(-
2
'
4

b. ahanan Saluran +dara ambang &Airway Eesistan#e'
,ubungan dasar antara head dengan kuantitas aliran udata dinyatakan pada
persamaan Atkinson yang dapat dituliskan sebagai berikut :
,
?
> E -
4
Dimana , E > konstanta proporsionalitas.
E > 0) &? N ?e' ( :,4 A
;
+ntuk sistem $entilasi tambang, E kemudian disebut tahanan ekui$alen.
ahanan ekui$alen serupa dengan sistem aliran listrik yang mengikuti hukum
/hm.
,ukum 0ir#ho%%
Ada dua dasar aturan dalam mempelajari sistem aliran listrik, yang dapat
digunakan pada sistem jaringan $entilasi.
,ukum 0ir#ho%% 2
Bila ada aliran-aliran udara yang masuk melalui sutau titik atau
disebut juga "un#tion dan keluar lagi ke per#abangan, maka udara
keluar harus sama dengan udara masuk &lihat gambar 28'
-2 N -4 > -; N -< > 8
Bila aliran udara keluar persimpangan dinyatakan positi% dan
yang masuk dinyatakan negati%, maka*
-2 N -4 - -; - -< > 8
Atau *
- > 8
1ambar 28
Aplikasi ,ukum 0ir#ho%% 2
,ukum 0ir#ho%% 4
)enjumlahan kehilangan tekanan pada jalur tertutup sama dengan
nol*
Q4
Q3 Q1
Q2
Ventilasi Tambang
,
?
> 8
Menurut gambar <-24 jelas bahwa head loss jaringannya menjadi*
,
?
> ,
la
N ,
?b
N ,
?#
- ,
?d
> 8
,
la
, ,
?b
dan ,
?#
adalah positi% karena aliran udara -2 bergerak
melalui a, b, dan # dengan arah yang sama, sedangkan ,
?d
adalah
negati% karena udara -4 mengalir dengan arah berlawanan terhadap
aliran lainnya.
1ambar 22
Aplikasi ,ukum 0ir#ho%% 4
Menurut Atkinson, persamaan tersebut di atas dapat dibentuk menjadi *
,
?
> Ea-2-2 N Eb-2-2 N E#-2-2 B Ed -4-4 > 8
#. "aringan Seri
Dalam sistem $entilasi ada dua kemungkinan jaringan Seri dan )aralel &lihat
gambar 24'
1ambar 24
Eangkaian "aringan Ventilasi Seri
Eangkaian jaringan $entilasi seri seperti tampat pada gambar 2;.a
dapat disederhanakan dalam bentuk jaringan $entilasi seri seperti ditunjukkan
pada gambar 2;.b.
Ventilasi Tambang
1ambar 2;
Saluran Aliran +dara : a' ,ubungan Seri* b' Saluran Gkui$alen
"umlah aliran udara yang mengalir melalui masing-masing saluran adalah
sama:
- > -
2
> -
4
> -
;
Dan* ,
?2
N ,
?4
N ,
?;
- ,
m
> 8
,m > head loss &head statik'
Atau * ,
?
> ,
?2
N ,
?4
N ,
?;
O
Maka persamaan head loss dapat ditulis sebagai berikut :
,
?
> E
2
-
4
N E
4
-
4
N E
;
-
4
Atau* ,
?
> &E
2
N E
4
N E
;
N .. ' -
4
> Ee@.-
4
.
ahan e@ui$alen hubungan seri saluran adalah :
Ee@. > ,
?
( -
4
.
4 d. "aringan )aralel
Bila jaringan $entilasi dihubungkan se#ara paralel, maka aliran udara
dibagi menurut jumlah #abang paralel, yang besarnya masing-masing tergantung
kepada tahanan salurannya. Di dalam $entilasi tambang, per#abangan paralel ini
disebut sebagai HsplittingI sedangkan #abangnya sendiri disebut HsplitI. 0alau
jumlah aliran udara dibagi ke per#abangan paralel menurut karakteristik
alamiahnya tanpa peraturan, hal ini disebut Hnatural splittingI
Sedangkan splitting terkendali berlaku bila pembagian jumlah aliran udara
diatur dengan memasang beberapa penyekat &regulator' di dalam saluran udara
yang dikehendaki.
Menurut hukum 0ir#ho%% 2*
- > -2 N -4 N -; N O
Maka bila aliran udara didalurkan keper#abangannya paralel maka jumlah
total aliran udara merupakan penjumlahan jumlah aliran udara setiap saluran.
Demikian juga halnya dengan head loss.
Menurut hukum 0ir#ho%% 4 *
Ventilasi Tambang
,? > ,?2 > ,?4 > ,?; > O
ahanan ekui$alen saluran hubungan paralel ditunjukkan pada gambar
2=. )ada gambar ini tampak bahwa aliran udara - dibagi menjadi -2, -4, dan
-; yang masing-masing melalui tahanan saluran E2, E4, dan E;. Bila tahanan
saluran masing-masing dinyatakan dalam satu nilai atau didapat tahanan
ekui$alen yang perhitungannya sesuai dengan #ara yang dilakukan pada
masalah listrik, maka persamaan Atkinson untuk "un#tion A adalah*
- > ,?(E2 N ,?(E4 N ,?(E;
Atau* - > ,? & 2(E2 N 2(E4 N 2(E;' > ,? &2(Ee@.'
Sedangkan : 2(Ee@. > 2(E2 N 2(E4 N 2(E; N O
1ambar 2<
Saluran Aliran +dara )aralel dan Saluran Gkui$alen
5 e. Analisis "aringan 0ompleks
Suatu jaringan disebut komleks jika sirkuit-sirkuit paralel saling tumpang
tindih dan terkait. )emisahan sirkuit-sirkuit tersebut tidak dapat dilakukan atau
dengan kata lain jaringan tersebut tidak dapat disederhanakan menjadi saluran
ekui$alen.
1ambar 2:
)enyelesaian 1ra%is "aringan Ventilasi Sederhana
6 %. )en#abangan erkendali
Ventilasi Tambang
"ika saluran udara diatur se#ara paralel dan jumlah udara yang mengalir
ke setiap #abangnya ditentukan, maka diterapkan per#abangan terkendali
&#ontrolled splitting'. )engendalian tersebut umumya dilakukan dengan #ara
membuat tahanan buatan pada salah satu #abang. 5abang yang tidak diberi
tahanan buatan disebut H%ree splitI. ahanan buatan merupakan sho#k loss yang
timbul oleh alat yang disebut HregulatorI.
Dengan #ara ini jumlah aliran udara ke permuka kerja atau tempat-tempat
lainnya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. .amun dengan #ara ini head
total serta kebutuhan daya se#ara keseluruhanakan meningkat dan selanjutnya
akan meningkatkan biaya.
2' )enentuan +kuran Eegulator
+ntuk menentukan ukuran regulator pertama-tama harus ditentukan
besarnya sho#k loss yang harus ditimbulkan, hal ini ditentukan dengan
menghitung head loss untuk setiap #abang. 5abang dengan head loss
tertinggi adalah H%ree splitI. Menurut hukum 0ir#ho%% 4, pada saluran udara
paralel head loss sama. Dengan demikian besarnya sho#k loss pada setiap
#abang sama dengan selisih antara head loss pada %ree split dengan head
loss #abang yang bersangkutan.
Saluran
+dara
- &#%m' E C 28
28
,? &in' MC &in'
2
4
;
<
48.888
2:.888
;:.888
;8.888
4;,:8
2,;:
;,24
;,::
8,9<8
8,8;8
8,;74
8,;48
Dre split
8,9<8-8,8;8 > 8,928
8,9<8-8,;74 > 8,::9
8,9<8-8,;48 > 8,=48
)enentuan ukuran regulator diturunkan dari rumus sho#k loss teoritis untuk
suatu saluran bulat dan simetris.
R > &&&2(5#' B .'(.'
4
Dimana R > %aktor sho#k loss, . > nisbah luas regulator( luas lubang bukaan
dan 5# > koe%isien kontraksi.
5# > 2 ( & R N &4CNP''
Dimana P > %aktor kontraksi
R > ,C ( ,$
Dimana ,C > sho#k loss yang harus ditimbulkan oleh regulator dan ,$ >
head ke#epatan.
.ilai P dapat dilihat pada tabel. Dan untuk regulator, nilai P > 4,: adalah nilai
yang umum di tambang bawah tanah.
abel =
0oe%isien 0ontraksi &berdasarkan saluran pojok siku, t > 4,:8'
. 8.2 8.4 8.; 8.< 8.: 8.= 8.6 8.7 8.9 2.8
5# 8.=; 8.=< 8.=: 8.=6 8.=9 8.62 8.6: 8.72 8.77 2.8
R 426.9
6
<=.;7 26.8; 6.=2 ;.=6 2.67 8.72 8.;8 8.86 8
Ventilasi Tambang
abel 6
Daktor 0onstraksi
Gdge P
Dormed
Eounded
Smooth
S@uare
Sharp
2.8:
2.:8
4.88
4.:8
;.78
abel 7
0oe%isien Saluran Masuk
Gdge P 5# R
Dormed
Round
Square
2.8:
1.50
2.50
8.96:
0.785
0.630
8.888=
0.05
0.34
Source : McElroy, 1935.
D. PSI':MET(I UDA(A TAMAN!
+dara segar yang dialirkan kedalam tambang bawah tanah akan mengalami
beberapa proses seperti penekanan atau pengembangan, pemanasan atau
pendinginan, pelembaban atau pengawalembaban. /leh karena itu maka $olume,
tekanan, kandungan energi panas dan kandungan airnya juga akan mengalami
perubahan. Almu yang mempelajari proses perubahan si%at-si%at udara seperti
temperatur dan kelembaban disebut psikrometri.
Sumber-Sumber )anas
Ventilasi digunakan untuk memenuhi persyaratan kenyamanan kerja di
tambang bawah tanah yang kelanjutannya dapat meningkatkan e%isiensi dan
produksi. )anas dan kelembaban mempengaruhi manusia dalam beberapa hal
antara lain :
Menurunkan e%isiensi
Mampu menimbulkan ke#erobohan dan ke#elakaan
Menyebabkan sakit dan kematian.
Setelah temperatur men#apai tingkat tertentu, seseorang akan kehilangan
e%isiensinya, dan bila temperaturnya naik lagi maka dia akan megalami gangguan
%isiologi. ubuh manusia memiliki keterbatasan dalam menerima panas sebelum
sistem metabolismenya berhenti.
G%isiensi kerja seseorang bergantung langsung kepada temperatur ambient
dan akan berkurang(menurun bila temperaturnya berada diluar rentang =7 B 64
o
D.
hubungan antara e%isiensi kerja dengan temperatur e%ekti% dapat dilihat pada gambar
2= berikut.
Dalam kondisi panas, tujuan $entilasi adalah mengeluarkan hawa panas dan
uap air dengan laju yang sesuai, sehingga temperatur dan kelembaban udara yang
dikondisikan memungkinkan pekerja juga melepaskan panas tubuhnya saat bekerja.
0edua %aktor tersebut &panas dan kelembaban' harus dikondisikan se#ara
bersamaan.
Ventilasi Tambang
1ambar 2=
,ubungan antara G%isiensi 0erja dan emperatur G%ekti%
ubuh manusia bereaksi terhadap panas dan selalau men#oba untuk
mempertahankan suhunya sekitar ;6
o
5 dengan #ara mengeluarkan panas melalui
#ara kon$eksi, radiasi dan e$aporasi. .amun demikian tubuh manusia akan
menerima panas kembali begitu produksi metabolismenya naik, atau menyerap
panas dari lingkungannya, dan bisa juga kombinasi kedua %aktor tersebut. Sistem
syara% sentral akan selalu bereaksi untuk menjalankan mekanisme pendinginan
se#ara alamiah.
Akan tetapi, bila syara% sentral tidak dapat bekerja karena satu sebab dan
lainnya, maka hal ini hal ini akan dapat menyebabkan sakit dan kematian &lihat
gambar 26 berikut'*
1ambar 26
Eeaksi Disiologis erhadap )anas
Bila seseorang istirahat di dalam ruangan dengan kondisi udara jenuh, maka
batas kemampuannya untuk beradaptasi hanya akan men#apai temperatur 98
o
D &;4
o
5'. namun bila ruangan tersebut dialiri udara dengan ke#epatam 488 %pm maka
batas temperaturnya dapat naik hingga 9:
o
D &;:
o
5'. Sedangkan temperatur normal
untuk seseorang dapat bekerja dengan nyaman adalah 4= B 46
o
5.
Ventilasi Tambang
)erbedaan antara temperatur #embung kering dan #embung basah
menyatakan %aktor kenyamanan di dalam udara lembab. Agar seseorang dapat
bekerja dengan nyaman di lingkungan udara dengan kelembaban relati% 78 3
diperlukan perbedaan t
d
-t
w
sebesar :
o
D &4,7
o
5'.
0e#epatan aliran udara merupakan %aktor utama dalam mengatur
kenyamanan lingkungan kerja. 0e#epatan aliran udara sebesar 2:8 B :88 %pm & 8,7
B 4,: m(detik' dapat memperbaiki tingkat kenyamanan ruang kerja yang panas dan
lembab. Dalam menduga temperatur e%ekti% dari suatu kondisi t
d
-t
w
serta ke#epatan
aliran udara tertentu dapat menggunakan gra%ik yang ditunjukkan pada gambar 27
berikut:
1ambar 27
1ra%ik emperatur G%ekti%
2. 0ompresi Adiabatik
Bila kolom udara menurun di dalam suatu $ertikal sha%t, tekanannya akan
menaik sesuai dengan beratnya. ,al ini akan menyebabkan temperatur udara
menaik dan prosesnya dianggap adibiatik bila kandungan uap air tetap, aliran
udara tidak akan mengalami gesekan, dan tidak ada perpindahan panas antara
udara dengan lingkungannya &batuan'. Sudah barang tentu hal ini tidak pernah
terjadi di alam. 0enaikan panas akibat Hauto#ompressionI sangat besar, sebagai
#ontoh suatu tambang emas di A%rika Selatan yang bekerja pada kedalaman
7.888 %t &4<;7,7 m' menimbulkan autokompresi sebesar 2 juta Btu(menit
&26.::8 kw' atau memerlukan re%rigerasi sebanyak :.888 ton(hari. Se#ara
teoritik, bila udara standard sebanyak 288.888 #%m &<6,29 m
;
(det' dimasukkan
Ventilasi Tambang
kedalam tambang bawah tanah sedalam 2.888 %eet &;8<,7 m', maka banyaknya
re%rigerasi yang dibutuhkan adalah:
%t
;
lb 2.47: Btu
288.888 ------ R 8,86: --- R ------------- R 2.888 %t
menit %t
;
lb(2.888 %t
9.=;6 Btu(menit > <7,4 ton re%rigerasi(hari &2=9,: kw'
Begitu udara mengalir ke bawah $ertikal sha%t, tanpa ada perpindahan
panas antara $ertikalsha%t dengan udara luar dan tidak ada penguapan, udara
sebetulnya ditekan seperti bila kompresor menekan udara. emperatur udara
kering naik :,<
o
D &;,84
o
5' setiap perubahan kolom udara 2.888 %eet.
Setiap penurunan ele$asi sebesar 667 %eet, ekui$alen dengan
penambahan panas sebesar 2 Btu &8,4:4 k#al'. Dan untuk udara kering,
perubahan temperatur #embung kering adalah : 2(&8,4< C 667' > 8,88:;:
o
D(%t
&8,8897;
o
5(m' atau sama dengan 2
o
D(276 %t &2
o
5(284 m'.
Aliran udara kebawah sha%t akan menaikan temperatur dan bobot isinya
sesuai dengan kedalaman. Maka kebutuhan $entilasi akan meningkat dengan
semakin dalamnya akti$itas penambangan. Daktor lainnya dari kompresi
adiabatik adalah kenaikan temperatur #embung kering udara begitu mengalir
melalui %an. Besarnya kurang lebih 8,<:
o
D &8,4:
o
5' per 2 in#hi air head statik.
Dan yang biasa dipakai di tambang bawah tanah mampu menekan hingga 28
in#hi air head statik.
4. )eralatan ?istrik Mekanik
"umlah panas total yang dikeluarkan oleh peralatan listrik mekanik ke
udara tambang bawah tanah tergantung dari besarnya daya yang dipakai dan
bentuk kerja yang dilakukan. )eralatan yang banyak dipakai di tambang bawah
tanah adalah listrik, diesel, dan tekanan udara. 0esemua jenis peralatan
tersebut banyak menggunakan dayanya untuk mengatasi masalah beban gesek
dan rugi-rugi listrik yang akhirnya dikon$ersikan menjadi bentuk panas.
)anas yang dihasilkan oleh peralatan diesel tambang bawah tanah
ekui$alen dengan sekitar 98 3 dari nilai kalor bahan bakar yang dikonsumsi.
Angka ini relati% sama untuk berbagai kondisi kerja mesin, baik dalam keadaan
tidak berbeban maupun berbeban. .ilai kalor bahan bakar solar adalah 2<8.488
Btu(gallon &9.;;< k#al(liter'. +ntuk kepentingan praktis nilai kalor solar sebesar
24:.888 Btu(gallon &7.;44 k#al(liter' sering dipakai.
)eralatan listrik, seperti substation atau tra%o merupakan sumber panas
yang #ukup berarti. Sekitar < 3 energinya keluar sebagai panas. )ompa non-
submersibel bisa mengeluarkan panas sebanyak 2: 3 dari energi inputnya.
;. Aliran )anas Dinding Batu
)ersamaan umum aliran panas melalui dinding dapat ditulis sebagai berikut:
- > kA.dt(d?
Dimana : - > panas yang dialirkan, Btu(jam
A > luas daerah dinding yang mengeluarkan panas %t
4
Ventilasi Tambang
0 > kondukti$itas panas, biasanya relati% tetap untuk
satu jenis batuan. Angkanya berbeda menurut
kandungan air dan susunan perlapisan, Btu-in(%t
4
jam
o
D
dt > perbedaan temperatur,
o
D
d? > ketebalan batuan yang mengeluarkan panas, in#hi
0arena aliran panas dari dinding merupakan satu-satunya sumber panas yang
masuk ke tambang, maka penentuan laju pengeluaran panasnya se#ara $ertikal
T horiQontal tidak dapat ditentukan se#ara teliti. Dalam penentuan temperatur
batuan biasanya batas kedalaman minimum :8 %eet dianggap sebagai awal
perhitungannya.abel 9 berikut memberikan gambaran temperatur maksimum
batuan induk pada berbagai tambang dalam.
abel 9
emperatur Maksimum Batuan Anduk
ambang
0edalaman emperatur
&%t' &m' &
o
D' &
o
5'
0olar 1old Dield Andia
South A%ri#a
Morro $elho, BraQil
.ort Broken ,ill,Australia
1reat Britain
Bralorne.B.5. 5anada
0irkland ?ake, /nt.
Dal#onebridge Mine, /nt
?o#kerby Mine, /nt.
?e$ark Borehild &An#o',/nt
1arson Mine, /nt.
?ake Shore Mine, /nt.
,olinger Mine, /nt.
5reighton Mine, /nt.
Superior, AriQona
San Manuel, AriQona
Butte, Montana
Ambrosia ?ake, .M
Brunswi#k .i.24 .ew.
Brunswi#k, 5A
Belle Asle Salt Mine,?A
22888
28888
7888
;:;8
<888
<288
<888-=888
<888-=888
;888-<888
6888-28888
4888-:888
=888
<888
4888-28888
<888
<:88
:488
<888
;688
2<88
;;:;
;8<7
4<;7
286=
2429
24:8
2429-2749
2429-2749
92<-2429
42;<-;8<7
=28-2:4<
2749
2429
=28-;8<7
2429
2;64
2:7:
2429
2247
<46
2:4
24:-2;8
2;8
224
22<
224.:
==-72
68-7<
=6-9=
99-247
:<-67
6;
:7
=8-2;7
2<8
227
2<:-2:8
2<8
6;
77
==.6
:2.6-:<.<
:<.<
<<.<
<:.=
:8.;
27.9-46.4
42.2-47.9
29.<-;:.=
;6.4-:;.;
24.2-4:.=
44.7
2<.<
2:.=-:7.9
=8.8
<6.7
=8.7-=:.=
=8.8
44.7
;2.2
<. )anas Dari )eledakan
)anas peledakan merupakan panas singkat yang akibatnya bisa
membuat lingkungan udara di %ront kerja menjadi relati% lebih panas dari pada
tempat sekitarnya. /leh karena itu aliran udara dapat berbalik kembali ke %ront
kerja, tempat dimana peledakan baru saja terjadi. 0onsekuensinya debu akibat
bongkaran batuan tidak terbawa keluar.
,al lain yang mungkin juga terjadi dari akti$itas peledakan adalah
meningkatnya uap air di sekitar %ront kerja tersebut. )ada tabel 28 berikut
ditunjukkan nilai-nilai kalor dari berbagai ma#am bahan peledak:
abel 28.
)otensi )anas Dari Berbagai "enis Bahan )eladak
Ventilasi Tambang
Bahan )eledak Btu(lb -
&k"(kg'
-
&kal(gram'
.itrogly#erin
=8 3 Straight Dynamite
<8 3 Straight Dynamite
288 3 Straight 1elatin
6: 3 Straight 1elatin
<8 3 Straight 1elatin
6: 3 Amonia 1elatin
<8 3 Amonia 1elatin
Semi 1elatin
A.-A-o 9<.:(:.:
A.-D/ 9<.;(:.6
A.-A?-Fater
4:::
2672
2=6;
:429
48=9
2<6:
2672
2<;9
2=92
2=82
2==7
2969-42:9
:9<;
<2<;
;792
:7:9
<724
;<;2
<2<4
;;<6
;9;;
;64<
;778
<=8;-:844
2<48
998
9;8
2<88
22:8
748
998
788
9<8
798
946
2288-2488
E. PENEN<ANAAN VENTILASI TAMAN! DALAM
)ada tambang batu bara bawah tanah, diasumsikan bisa terjadi berbagai
jenis ben#ana( ke#elakaan yang sama sekali tidak terbayangkan pada industri lain.
Sebagai #ontoh misalnya* di "epang pernah terjadi beberapa kali ke#elakaan
tambang batu bara bawah tanah. Diantaranya yang paling mengerikan adalah
ledakan gas dan debu batu bara. Sudah barang tentu, penyebabnya adalah
keberadaan gas metan yang men#apai batas ledakan. )ada terowongan &pit'
tambang batubara bawah tanah, hal yang paling penting dari segi keamanan adalah
mengen#erkan dan menyingkirkan gas metan 5,
<
yang timbul dari lapisan batu
bara, dengan menggunakan sistem $entilasi. /leh karena itu, peren#anaan $entilasi
merupakan masalah khas tambang batu bara bawah tanah yang perlu ditentukan
dengan peren#anaan yang sungguh-sungguh
Dalam rangka penentuan ren#ana pembuatan $entilasi tambang, sebaiknya
dipertimbangkan persyaratan-persyaratan seperti di bawah ini:
0onstruksinya harus dibuat sedemikian rupa, agar $entilasi yang diperlukan
untuk pengembangan pit kedepan, dapat dilakukan se#ara ekonomis, dan
konstruksinya dibuat dengan memiliki kelonggaran &kelebihan' udara $entilasi
se#ukupnya, untuk mengantisipasi pertambahan atau perkembangan pit di
kemudian hari, serta peningkatan gas yang mungkin timbul akibat dari
penambangan batubara.
Struktur yang diinginkan untuk metode $entilasi pada jenis $entilasi utama
adalah sistem diagonal . Sedangkan pembuatan $erti#al sha%t, khusus dilakukan
terhadap kondisi penambangan bagian dalam. Selain itu, pada tempat yang sulit
dilakukan penggalian $erti#al sha%t &misalnya tambang batu bara dasar laut',
diharapkan memiliki in#lined sha%t khusus dengan penampang berbentuk
lingkaran. Selain itu konstruksinya dibuat sedemikian rupa agar tahanan $entilasi
utama menjadi seke#il mungkin, dan memungkinkan mengambil $entilasi #abang
sebanyak mungkin dari terowongan ini.
Dalam melaksanakan pengembangan pit dan penambangan serta dilihat dari
segi konstruksi pit, penting kiranya dibuat $entilasi pada permukaan kerja.
Sehingga penambangan batu bara dan penggalian maju menjadi HindependenI
se#ara sempurna. Selain itu untuk daerahpenambangan yang luas, diharapkan
mempunyai sistem $entilasi, baik intake air maupun eChaust air, yang terpisah
dari daerah lain.
Ventilasi Tambang
2. )enentuan Ventilasi Lang Diperlukan
)enentuan $entilasi yang diperlukan harus dilakukan dengan
mempertimbangkan hal-hal di atas. Berikut ini akan dijelaskan se#ara ringkas,
hal-hal yang dapat menjadi re%erensi dalam peran#angan $entilasi se#ara konkrit.
a. "umlah udara masuk per ton produksi batu bara sehari.
Dari hasil aktual di tambang batu bara "epang, per ton produksi batu
bara sehari adalah sekitar 2S7 &m
;
(min'. Angka ini akan berbeda menurut
jumlah pan#aran gas, tingkat pemusatan permuka kerja dan jumlah aliran
#abang, dimana pada pit bawah tanah yang jumlah pan#aran gasnya
banyak, angka ini umumnya di atas < &m
;
(min'. Dari #ontoh di lapangan batu
bara Gropa dikatakan bahwa, pit bawah tanah yang tidak ada masalah dari
segi pan#aran gas dan kondisi pit, angka ini adalah 4 &m
;
(min', pit
yang baru mulai konstruksi adalah ;&m
;
(min' dan pit yang mempunyai
masalah dari segi kondisinya adalah sekitar < &m
;
(min'.
<atatanD Menurut penelitian yang memplotkan jumlah pan#aran metan dan
kedalaman tambang rata-rata untuk tambang batu bara bawah
tanah 7 negara penghasil utama batu bara, yaitu Amerika Serikat,
Australia, Anggris, "erman, )olandia, EE5, 5ekoslo$akia dan bekas
+ni So$iet, maka
A - %*1 9 )*)2"?
Dimana, L > jumlah pan#aran metan &m
;
(t'
R > kedalaman penambangan rata-rata &m'
b. ,al-hal yang ditentukan di dalam peraturan keselamatan tambang batu bara
mengenai udara pit bawah tanah adalah sebagai berikut, sebagai #ontoh*
)eraturan keselamatan tambang batu bara "epang memberi koridor sbb*
0andungan oksigen pada udara di dalam pit harus lebih besar dari 293
dan kandungan gas karbon diosida harus lebih ke#il dari 23.
0andungan gas dapat terbakar di dalam HeChaust airI aliran #abang utama
serta di lokasi kerja harus lebih ke#il dari 2,:3 dan di dalam aliran udara
ditempat lalu lintas di dalam pit harus lebih ke#il dari 43.
emperatur udara di lokasi kerja di dalam pit harus lebih rendah dari ;6
o
5.
"umlah udara $entilasi di mulut pit intake mengambil standar jumlah udara
maksimum untuk pekerja tambang yang bekerja dalam waktu bersamaan
di dalam pit selama satu hari, dan untuk tambang batu bara kelas A harus
dibuat lebih besar dari ; m
;
per menit per orang.
0e#epatan udara $entilasi harus lebih rendah dari <:8 m(menit. 0e#uali
pada $erti#al sha%t dan terowongan khusus untuk $entilasi boleh
ditingkatkan sampai =88 m(menit.
"adi di "epang, selama tidak ada alasan yang khusus, harus ditentukan
jumlah udara $entilasi yang membuat kondisi di dalam pit memenuhi
persyaratan-persyaratan tersebut.
4. Struktur )it Dilihat Dari Segi Ventilasi.
a. Sistem erpusat dan Sistem Diagonal
Ventilasi Tambang
)ada waktu pembangunan tambang batu bara, 4 buah in#lined sha%t
atau $erti#al sha%t digali saling berdekatan, misalnya slope utama dan slope
paralel, heading utama dan heading paralel, intake sha%t dan eChaust sha%t,
dimana salah satunya dijadikan Hintake airI dan satunya lagi Hreturn airI, dan
sampai pit berkembang ke tahap tertentu, $entilasi dilakukan melalui HintakeH
dan Hreturn airwayI ini. Metode $entilasi dimana Hintake airwayI dan Hreturn
airwayInya saling berdekatan dinamakan $entilasi sistem terpusat.
Dengan berkembang dan meluasnya pit, HairwayI menjadi semakin
panjang, dan tekanan $entilasi yang diperlukan juga semakin besar,
sehingga pada $entilasi sistem terpusat, tahanan $entilasinya membesar,
dan selain itu, karena HintakeI dan Hreturn airwayI berdekatan, bersamaan
dengan meningkatnya tekanan $entilasi, angin bo#or semakin meningkat,
hingga jumlah angin e%ekti% berkurang. /leh karena itu, biasanya ditempat
yang terpisah jauh digali Hreturn airwayI baru, sedangkan heading utama dan
heading paralel yang digunakan selama ini, keduanya dijadikan Hintake
airwayI. Metode $entilasi yang HintakeI dan Hreturn airwayInya terpisah jauh
seperti ini disebut $entilasi sistem diagonal.
0eunggulan $entilasi sistem diagonal antara lain adalah:
2' )emanjangan HairwayI utama dapat dikurangi drastis. "adi tahanan
$entilasi dan biaya perawatan terowongan dapat berkurang.
4' 0arena Hintake airwayI dan Hreturn airwayI tidak berdekatan, kebo#oran
angin diantaranya berkurang, dan pintu $entilasi serta jembatan angin
tidak perlu banyak.
;' Seandainya terjadi ben#ana seperti ledakan di dalam pit, pemulihan
sistem $entilasi mudah dilakukan.
<' 0arena mulut pit HintakeI dan HouttakeI terpisah jauh, tidak ada
kekhawatiran HeChaust airI ber#ampur masuk ke dalam Hintake airI akibat
arah angin.
b. )embagian Aliran +dara
Aliran #abang utama pada $entilasi pit bawah tanah, pe#ah menjadi
beberapa aliran #abang, kemudian setiap aliran #abang terbagi lagi untuk
menyapu permuka kerja dan menjadi HeChaust airI. ?ama-lama aliran #abang
HeChaust airI lain juga berkumpul dan bergabung dengan HeChaust airI utama
dan dibuang ke luar pit. Berpe#ah dan mengalirnya aliran udara seperti ini
disebut pembagian aliran udara atau pen#abangan aliran udara.
)embagian aliran udara mempunyai e%ek sebagai berikut:
2' ahanan $entilasi menjadi ke#il karena pembagian, sehingga dengan
memakai kipas angin yang sama dapat dilakukan $entilasi udara lebih
banyak.
4' Dapat mengantarkan udara segar kesetiap permuka kerja disetiap blok.
;' Apabila di HairwayI terjadi kerusakan seperti H#a$ingI, pengaruhnya dapat
dibatasi pada satu blok saja.
<' )engaruh ben#ana seperti kebakaran pit, semburan gas, swabakar dan
ledakan dapat dibatasi pada satu blok.
:' Dapat mengurangi ke#epatan angin di terowongan utama.
Ventilasi Tambang
=' Dapat mengantarkan udara bertemperatur relati% rendah hingga kedekat
permukaan kerja.
Semua hal diatas adalah nerupakan e%ek utama dari pembagian aliran
udara. Mengenai pembagian aliran udara, terutama untuk $entilasi di
permuka kerja penambangan, peraturan keselamatan tambang batu bara
mengatur hal sebagai berikut:
)ada tambang batu bara kelas A, HeChaust airI dari lokasi penambangan
batu bara sistem lorong panjang &long wall' atau HgobI tidak boleh
dilakukan ke lokasi penambangan lain. &0e#uali ada alasan khusus dan
mendapat iQin dari kepala bagian pengawasan keselamatan tambang,
maka hal tersebut diperbolehkan'.
Demikianlah, setiap permukaan kerja penambangan harus mempunyai
$entilasi yang berdiri sendiri. Bukan saja di permuka kerja penambangan,
tetapi di permuka kerja lubang majupun diharapkan menerapkan $entilasi
HindependenI dengan mempertimbangkan gas yang mun#ul.
Metode pembagian aliran udara terdiri dari pembagian aliran alami dan
pembagian aliran proporsional. )embagian aliran alami adalah metode
pembagian aliran se#ara alami tanpa menggunakan alat pembagi aliran
ataupun kipas angin pembantu. Sedangkan pembagian aliran proporsional
adalah metode pengaturan jumlah udara $entilasi dengan menggunakan
peralatan seperti %an atau kipas angin. ergantung dari tahapan
pembagiannya, pembagian aliran udara dapat dibagi menjadi pembagian
aliran primer, pembagian aliran sekunder dan pembagian aliran permuka
kerja, seperti terlihat pada gambar 29 berikut :
1ambar 29
)embagian Aliran Ventilasi
,al penting yang berikutnya adalah bagaimana strukturnya harus dapat
men#egah kebo#oran angin untuk meningkatkan jumlah angin e%ekti%.
Masalah ini bukan saja untuk maksud menyingkirkan gas di lokasi kerja yang
merupakan tujuan utama, tetapi dilihat dari segi pen#egahan swabakar dan
ekonomi daya $entilasi juga penting. +ntuk men#apai tujuan tersebut,
jaringan $entilasi utamanya menggunakan sistem diagonal &mengenai sistem
ini akan dijelaskan kemudian' dengan menggali H$entilation sha%tI di bagian
dalam, sementara sebagian #ara e%ekti% pada konstruksi panel digunakan
sistem struktur ruang.
Ventilasi Tambang
;. Ventilasi +tama
a. "enis Ventilasi +tama
Ventilasi utama terdiri dari jenis-jenis berikut.
)enggolongan berdasarkan metode pembangkitan daya $entilasi, terdiri
dari : Ventilasi alami dan $entilasi mesin
)enggolongan berdasarkan tekanan $entilasi pada $entilasi mesin, terdiri
dari : Ventilasi tiup dan $entilasi sedot.
)enggolongan berdasarkan letak intake dan outtake airway, terdiri dari :
Ventilasi terpusat dan $entilasi diagonal
b. Ventilasi Alami
Setiap kenaikan atau penurunan temperatur sebesar 2
o
5, semua jenis
gas akan memuai atau menyusut sebesar 2(46; kali $olumenya pada 8
o
5.
Dengan kata lain, berat per satuan $olume akan bertambah atau berkurang
sebesar 2(46; kali.
emperatur di permukaan &di luar pit' berubah se#ara drastis tergantung
dari musim &terutama di negara < musim'. Dalam satu hari, temperatur di luar
pit juga mengalami perubahan ke#il dari siang ke malam. etapi, temperatur di
dalam pit pada kedalaman tertentu hampir tidak ada perubahan yang besar
sepanjang < musim atau malam dan siang. emperatur di dalam pit yang
panas buminya tidak tinggi, pada musim panas lebih rendah daripada
temperatur udara luar. Sehingga, apabila terdapat perbedaan temperatur
intake airway dan return airway yang ketinggian mulut pit intake dan
outtakenya berbeda, akan timbul perbedaan kerapatan udara di dalam dan di
luar pit atau udara di intake airway dan return airway akibat temperatur,
sehingga membangkitkan daya $entilasi. )enyebab yang dapat
membangkitkan daya $entilasi adalah sebagai berikut:
2' )erbedaan tinggi mulut pit intake dan outtake
4' )erbedaan tempetarur intake dan return airway
;' )erbedaan temperatur di dalam dan luar pit
<' 0omposisi udara di dalam pit.
:' ekanan atmos%ir
)ada suatu pit yang mempunyai 4 buah mulut pit yang ketinggiannya
berbeda seperti gambar di bawah, dimana pada musim panas temperatur di
dalam pit lebih rendah dari pada temperatur luar, maka udara di dalam pit
menjadi lebih berat dari pada udara di luar pit yang sama-sama mempunyai
tinggi ?, sehingga mulut pit bawah menjadi outtake(eChaust. )ada musim
dingin terjadi kebalikannya.
1ambar 48
0ondisi Ventilasi Alami
Ventilasi Tambang
Dalam kasus ni, daya $entilasi dapat dinyatakan dengan rumus berikut:
h > ) (
000 . 1
17 , 4
a
t t L
dimana:
h > tekanan $entilasi &mma@
? > perbedaan tinggi &m'
t > temperatur eChaust air &
o
5'
t
a
> temperatur udara luar &
o
5'
5ontoh soal : Berapakah tekanan $entilasi alami, apabila perbedaan
tinggi mulut intake dan outtake &?' 488 m, temperatur di
luar pit & t
a
' 28
o
5 dan temperatur di dalam pit &t' 4:
o
5 !
"awaban :
, > mmaq 12,5 menjadi yakni , 5 , 12 ) 10 25 ( 200
000 . 1
17 , 4
=
o o
x x
Seperti terlihat pada gambar 42 di bawah, walaupun intake dan outtake
berupa $erti#al sha%t, $entilasi alami tetap bekerja karena perbedaan
temperatur dan kedalaman kedua $erti#al sha%t. Dalam hal ini, rumus $entilasi
alami dapat dinyatakan dengan rumus berikut.
1ambar 42
Ventilasi alami pada $erti#al sha%t
?
2
?
4
OOOO.. 0edalaman kedua $erti#al sha%t &m'

2
t
4
OOOO.. emperatur kedua $erti#al sha%t &
o
5'
, > ( ) { } )
1 2
(
1
)
2
(
1 2
000 . 1
17 , 4
t t L
a
t t x L L +
Seandainya kedua $erti#al sha%t berada pada le$el yang sama, maka ?
2
-
?
4
menjadi 8, sehingga rumus ini menjadi
)
1 2
(
1
1.000
4,17
t t L h =
Ventilasi Tambang
Ventilasi alami terutama terjadi karena perbedaan temperatur di dalam
dan luar pit, maka ketika perbedaannya kedil pada musim semi dan gugur,
daya $entilasi semakin berkurang, bahkan kadang kala disuatu hari atau
karena siang dan malam aliran $entilasi berbalik, atau kadang-kadang sama
sekali tidak mengalir. /lah karena itu, selain tambang batu bara yang sama
sekali tidak timbul gas metan, tambang batu bara yang sedikit sekali saja
timbul gas, $entilasi yang dilakukan dengan metode ini berbahaya. .amun,
karena pada $entilasi mesinpun, daya $entilasi alami ini tetap bekerja, maka
harus dipikirkan untuk meman%aatkannya sedapat mungkin. Selain itu, apabila
idak ada kipas angin #adangan pada waktu kipas angin utama sedang
diperbaiki, sedapat mungkin perbaikan dilakukan pada musim panas atau
dingin, yaitu ketika daya $entilasi alami bekerja kuat.
#. Ventilasi Mesin
Metode yang menggunakan kipas angin untuk melakukan $entilasi
dengan men#iptakan tekanan $entilasi &positi% atau negati%' di mulut pit
intake(outtake. )ada metode ini, dipilih kipas angin yang paling sesuai dilihat
dari jumlah udara $entilasi yang diperlukan dan perbedaan tekanan $entilasi
untuk mengalirkan jumlah udara tersebut.
d. Ventilasi Sistem iup dan Ventilasi Sistem Sedot
Ventilasi sistem tiup adalah metode $entilasi yang membangkitkan
tekanan di mulut intake yang lebih tinggi &tekanan positi%' dari pada tekanan
atmos%ir, untuk meniup masuk udara dalam pit. Apabila kipas angin utama
dijalankan dengan metode ini gas metan akan terperangkap di dalam gob
atau dinding batu bara, sehingga senadainya kipas angin berhenti
beroperasi, ada bahaya gas tersebut mengalir ke dalam terowongan atau
lokasi kerja dalam waktu bersamaan. Selain itu, pada sistem ini pintu $entilasi
harus dibuat di mulut pit intake, sehingga menjadikannya sebagai
terowongan transportasi akan merepotkan, dan juga banyak kebo#oran
angin. +ntuk meniadakan kelemahan ini, memang return airway bisa
dijadikan sebagai terowongan transportasi, namun ditinjau dari segi
keamanan terhadap %asilitas transportasi sebaiknya dihindari.
0ebalikan dari sistem tiup, maka pada sistem sedot, kipas angin
ditenpatkan di mulut pit outtake, membangkitkan tekanan yang lebih rendah
&tekanan negati%' dari pada tekanan atmos%ir, untuk menyedot keluar udara
dari dalam pit. 0arena tidak ada kelemahan seperti $entilasi tiup yang ditulis
di depan maka saat ini $entilasi di tambang batu bara menggunakan metode
ini.
<. eori Ventilasi
a. ahanan Ventilasi
)ada waktu air lewat di dalam pipa besi, akan mengalami tahanan
karena jumlah aliran air, ke#epatan, ukuran pipa besi dan si%at permukaan
dalam pipa besi. Sama seperti kasus air tersebut, aliran udara yang melewati
terowongan juga akan menerima tahanan yang berbeda menurut jumlah
aliran udara, ke#epatan, ukuran terowongan, panjang terowongan, belokan
dan bentuk keliling terowongan. .amun, karena si%at #airan dan gas sangat
berbeda, si%at tahanan yang diterima juga akan berbeda.
+ntuk melakukan $entilasi, harus diberikan daya $entilasi yang dapat
mengatasi tahanan ini. ahanan ini disebut tahanan $entilasi, yang mana
akan mengalami perubahan karena ke#epatan, jumlah aliran udara dan
keadaan pit, seperti berikut ini:
Ventilasi Tambang
Seperti dapat dilihat pada rumus di depan, untuk terowongan yang sama,
tahanan $entilasi sebanding dengan kuadrat ke#epatan aliran udara. Artinya,
kalau ke#epatan menjadi 4 kali, tahanan menjadi 4 C 4 > < kali, dan saat
ke#epatan menjadi ; kali, tahanan menjadi 9 kali. +ntuk terowongan yang
sama jumlah aliran udara sebanding dengan ke#epatan udara, sehingga
untuk jumlah aliran udara juga dapat dikatakan hal yang sama. Misalnya,
pada suatu terowongan yang tiap menitnya dilewati 4.888 m
;
udara, apabila
jumlah aliran udaranya langsung dijadikan <.888 m
;
, maka tahanan yang
diterima menjadi < kali lipat.
ahanan $entilasi sebanding dengan panjang airway
ahanan $entilasi berbanding terbalik dengan luas penampang terowongan
dan berbanding lurus dengan panjang keliling penampang terowongan. "adi,
apabila luas penampang terowongannya tertentu, maka makin pendek
panjang keliling, makin ke#il tahanannya. Dengan demikian, bentuk
lingkaran atau yang mendekatinya merupakan bentuk airway yang ideal.
ahanan $entilasi tergantung dari bentuk permukaan dinding dalam
terowongan. Biasanya tahanan tersebut yang dinyatakan se#ara kuantitati%
disebut koe%isien gesek terowongan.
2' 0oe%isien 1esek
0oe%isien gesek berbeda menurut metode penyanggaan terowongan.
abel berikut adalah koe%isien gesek untuk tiap jenis terowongan.
abel 22
0oe%isien 1esek iap "enis erowongan
"enis terowongan Besar 0e#il Eata-Eata
ipe busur
?apis batu bata
?apis beton
Steels sets
8,88864 8,888;8 8,888::
8,888=9
8,882<8
erowongan
telanjang
Biasa
Banyak tonjolan
8,882;8 8,888;6 8,88872
8,88486
)enyangga kayu Biasa
idak beraturan
8,884;6 8,88876 8,882==
8,88<2<
)ermuka kerja 8,884=<
Seluruh )it 8,88<4< 8,882:< 8,88444
Verti#al sha%t 8,884<8 8,88848 8,882;8
4' ahanan Belokan
ahanan $entilasi meningkat drastis dibelokan terowongan, ditempat
yang menyempit, serta pada tempat terjadinya tabrakan aliran udara.
ahanan yang timbul dibelokan disebabkan oleh kerugian energi akibat
aliran udara yang berlebih. Mengenai hal ini, )etit dari )eran#is telah
mengukur tahanan belokan dengan saluran kayu berbentu persegi panjang,
dimana tahanan tersebut dinyatakan dalam panjang saluran kayu yang lurus
dengan penampang yang sama. ,asilnya adalah seperti pada gambar
kanan. Artinya, belokan tegak lurus akan menimbulkan tahanan yang setara
dengan 74,; m terowongan lurus. Sedangkan, apabila belokan dijadikan
bentuk lingkaran, tahanannya menjadi hanya 6 m.
Ventilasi Tambang
1ambar 44.: 1esekan )ada Bagian Belokan erowongan
;' Eumus )erhitungan ahanan Ventilasi
+ntuk melakukan jumlah aliran udara yang sama, makin besar
tahanan $entilasi, diperlukan tekanan $entilasi yang makin besar. +ntuk itu,
tahanan $entilasi dinyatakan dengan tekanan $entilasi.
0alau hal-hal yang berhubungan dengan tahanan $entilasi seperti
yang diuraikan di atas dinyatakan dalam rumus, akan menjadi sebagai
berikut.
h >
2
v
a
uL
K
h > tekanan $entilasi &mm air'
0 > koe%isien gesek terowongan &tabel, satuan: 0gs
4
(m
<
'
u > panjang keliling penampang terowongan &m'
? > )anjang terowongan &m'
a > ?uas penampang terowongan &m
4
'
$ > ke#epatan angin &m(s'
)ada rumus di atas, ke#epatan aliran adalah jumlah aliran dibagi luas
penampang artinya $ >
a
Q
&- > jumlah aliran'. Dengan substitusi $ ke
dalam rumus di atas, maka menjadi :
h >
3
2
a
uLQ
K
Artinya, pada rumus yang tidak memasukkan ke#epatan angin,
tahanan $entilasi berbanding terbalik dengan pangkat ; luas penampang
terowongan.
<' Eumus +mum Atkinson
Sebagai rumus umum $entilasi untuk menghitung penurunan tekanan
akibat gesekan pada waktu udara mengalir di dalam terowongan, ada
rumus umum Atkinson yang masih digunakan se#ara luas hingga kini.
Eumus tersebut adalah sebagai berikut:
3
2
.u.Q
2
.u.!
a
K
a
K h = =
h > )enurunan tekanan akibat gesekan &mm air'
? > )anjang terowongan &m'
u > )anjang keliling penampang terowongan &m'
Ventilasi Tambang
$ > 0e#epatan angin rata-rata &m(detik'
a > ?uas penampang terowongan &m
4
'
- > "umlah angin &m
;
(detik'
0 > 0oe%isien tahanan gesek terowongan
:' ahanan "enis
3
a
.u
K
dalam rumus Atkinson merupakan konstanta yang ditentukan
oleh kondisi terowongan, dan disebut sebagai tahanan spesi%ik atau
tahanan jenis terowongan & E '. 0arena nilai E mempunyai angka desimal
yang sangat ke#il, maka untuk aplikasinya digunakan murgue dengan
mengalikan 2.888. "ika M adalah murgue, maka*
M >
(1) ....... .......... (mur"ue) 000 . 1
3
.
x
a
u L
K
> E C 2.888 &murgue'
Sehingga rumus Atkinson menjadi seperti berikut:
, > ) 2 .........( ..........
2
000 . 1
3
2
. .
xQ
M
a
Q u L
K =
Artinya, tahanan $entilasi &h' sebanding dengan kuadrat jumlah
angin, dan makin besar tahanan jenisnya makin besar pula tahanan
$entilasinya.
Dewasa ini, perhitungan jaringan $entilasi hampir semuanya
dilakukan dengan komputer, namun apabila sebagai tahanan jenis yang
menjadi dasar perhitungan digunakan nilai tahanan jenis &M' yang dihitung
dari persamaan &2', adakalanya menimbulkan kesalahan pada hasil
perhitungan, sehingga sebaiknya dilakukan pengukuran langsung tahanan
jenis dengan barometer tambang.
a' )enggabungan ahanan "enis
&2' )enggabungan seri
Andaikan Airway dengan tahanan jenis E
2
dan airway dengan
tahanan jenis E
4
saling dihubungkan se#ara seri seperti &a' pada
gambar di sebelah kanan, dimana ditengahnya sama sekali tidak ada
#abang airway, baik memisah maupun menggabung. Dalam hal ini,
jumlah angin, V, dimanapun sama.
)enurunan tekanan yang terjadi di masing-masing airway adalah
E
2
V
4
dan E
4
V
4
. Seandainya 4 buah airway tersebut dianggap sebagai 2
buah airway dan tahanan jenisnya E, maka

h > EV
4
Seperti diuraikan di atas, karena

h > E
2
V
4
N E
4
V
4
Maka sudah pasti
Ventilasi Tambang
E > E
2
N E
4
Dengan #ara yang sama, apabila beberapa airway
dihubungkan se#ara seri, dimana tahanan jenis masing-masing adalah
E
2
, E
4
, E
;
, dst, dan tahanan jenis keseluruhan adalah E, maka
E > E2 N E4 N E; N O.
1ambar 4;
Saluran +dara Lang Berhubungan Se#ara Seri dan )aralel
&4' )enggabungan paralel
Andaikan 4 buah airway dengan tahanan jenis masing-masing
E
2
dan E
4
saling dihubungkan se#ara paralel seperti &b' pada gambar di
atas, dimana ditengahnya sama sekali tidak ada #abang airway
memisah maupun menggabung. Apabila jumlah aliran pada masing-
masing airway adalah V
2
dan V
4
, maka penurunan tekanan masing-
masing adalah E
2
V
2
4
dan E
4
V
4
4
. .amun, pnurunan tekanan tersebut
seharusnya sama. Apabila nilai penurunan tekanan adalah h, maka
, > E
2
V
2
4
> E
4
V
4
4
"adi
V2 >
2
2
#
1
R
h
dan
R
h
=
Apabila 4 buah airway yang berhubungan se#ara paralel
dianggap sebagai 2 buah airway, dimana jumlah aliran udaranya V.
0arena
V > V2 N V4
Maka terjadilah hubungan sebagai berikut

+ =
2
1
1
1
R R
h V
)ersamaan di atas ditulis ulang dalam h, sehingga menjadi

2
2
2
1
1
1
V
R R
h

+ =

Ventilasi Tambang
Apabila tahanan jenis keseluruhan adalah E, maka dari
hubungan h > EV
4
, diperoleh :

2
2
1
1
1

+ =

R R
R
Atau

2 1
1 1 1
R R R
+ =
Dengan #ara yang sama, apabila beberapa airway dengan
tahanan jenis E
2
, E
4
, E
;
, OO., dihubungkan se#ara paralel, dimana
tahanan jenis pada waktu hubungan airway tersebut dianggap sebagai
2 buah airway adalah E, maka,
....
1 1 1 1
3 2 1
+ + + =
R R R R
Dan, karena h > EV
4
> E
2
V
2
4
> E
4
V
4
4
> E
;
V
;
4
, maka
V
2
>
3
3
2
2
1
, ,
R
R
V V
R
R
V V
R
R
V = =
=' G@ui$alent /ri%i#e
Misalkan pada sebuah papan tipis dibuat lubang, dimana jumlah
angin yang melalui lubang tersebut dibuat e@i$alen dengan jumlah aliran
udara pada suatu pit. Sekarang, andaikan ukuran lubang dapat
diasumsikan sehingga perbedaan tekanan di depan dan belakang lubang
juga menjadi ekui$alen dengan tekanan $entilasi suatu pit, maka tahanan
$entilasi pit dapat dinyatakan dengan ukuran lubang tersebut. +kuran
lubang yang diasumsi tersebut dinamakan e@ui$alent ori%i#e.
Di berbagai negara, hingga sekarang e@ui$alent ori%i#e ini digunakan
sebagai metode untuk menyatakan tahanan $entilasi se#ara sederhana.
Apabila jumlah angin dan tekanan $entilasi diketahui, e@ui$alent
ori%i#e dapat dihitung dengan rumus di bawah ini.
A > 8,;7
h
Q
A > G@ui$alent ori%i#e &m
4
'
h > ekanan $entilasi &mm air'
- > "umlah angin &m
;
(detik'
5ontoh soal:
Berapakah e@ui$alent ori%i#e pada pit dengan tekanan negati% 9< mm
dan jumlah angin <.=78 m
;
(menit &67 m
;
(detik'!
"awaban : A > 8,;7
05 , 3
$4
78
38 , 0 = =
h
Q
"adi, e@ui$alent ori%i#e pit ini menjadi ;,8: m
4
Memperbesar e@ui$alent ori%i#e, atau dengan kata lain memperke#il
tahanan $entilasi di dalam pit adalah sangat penting untuk memperbaiki
$entilasi. Berapapun besarnya jumlah angin teoritis suatu kipas angin,
Ventilasi Tambang
kalau e@ui$alent ori%i#enya tidak sesuai, jumlah angin tidak akan
bertambah. Dengan makin dalam dan jauhnya lokasi penambangan pada
tambang batu bara, tahanan $entilasi juga semakin meningkat, sehingga
terjadi kekurangan angin $entilasi. Dengan demikian akan timbul
kebutuhan untuk memperbesar e@ui$alent ori%i#e melalui penggalian
$entilation sha%t, pelebaran airway utama serta penambahan aliran #abang.
6' Daya Ventilasi
Seperti diuraikan di depan, untuk melakukan $entilasi harus
dibangkitkan tekanan $entilasi yang #ukup untuk mengatasi tahanan
$entilasi. Daya teoritis yang diperlukan untuk mengatasi tahanan tersebut
dinamakan daya $entilasi &atau daya penggerak udara', yang dapat
dinyatakan dengan rumus berikut.
. >
75
hQ
. > daya penggerak udara &,)'
h > tekanan $entilasi &mm'
- > jumlah angin $entilasi &m
;
(detik'
0enyataannya, dengan mempertimbangkan e%isiensi kipas angin
serta motor, dan perluasan pit dikemudian hari, daya yang diperlukan
untuk operasi kipas angin biasanya diambil 2,: S ; kali daya penggerak
udara menurut perhitungan diatas.
5ontoh soal:
Berapa daya penggerak udara untuk melakukan $entilasi dengan
tekanan $entilasi 2:8 mm dan jumlah angin 2:8 m
;
(detik!
"awaban . > HP 200
75
150 % 150
=
Dalam hal ini, walaupun digunakan kipas angin dengan e%isiensi
terbaik, diperlukan daya ;88 ,) C 2,: > <:8 ,). Misalkan untuk
melewatkan jumlah udara tersebut, tekanan $entilasinya dapat dijadikan
288 mm dengan #ara memperbesar terowongan, melakukan
penganggaan yang tepat atau memperpendek terowongan, maka daya
penggerak udara menjadi
. > &' 200
75
150 % 100
=
Sehingga daya kipas angin menjadi 488 ,) C 2,: > ;88 ,)
"adi yang paling penting adalah memperke#il tahanan $entilasi
sebisanya, dimana kalau kita berpikir mengenai tahanan $entilasi,
walaupun kita sudah mengenal rumus umum Atkinson, namun se#ara
umum dapat dinyatakan dengan rumus berikut.
g
v
x h
2 (a

).r.
2
=
h > tahanan $entilasi dinyatakan dalam tekanan negati% &mm air'
% > koe%isien gesek terowongan
r > Berat jenis %luida &terutama udara'
? > )anjang terowongan &m'
Da > ?uas penampang &m
4
'(panjang keliling penampang &m'
V > ke#epatan aliran rata-rata &m(detik'
g > per#epatan gra$itasi
Ventilasi Tambang
Dalam rumus di atas, r dan g dapat dianggap hampir konstan,
sehingga tindakan teknis untuk mengurangi tahanan $entilasi dapat
di%okuskan pada < pokok yaitu:
Menge#ilkan %
Memendekkan ?
Menge#ilkan $
Membesarkan nilai Da
0e < hal tersebut semuanya masalah yang berhubungan dengan
konstruksi pit.
Dalam hal ini, % yang paling ke#il adalah konstruksi terowongan dari
beton. Sedangkan untuk Da, terowongan berbentuk lingkaran adalah yang
paling ideal. Dalam artian itulah, maka $erti#al sha%t berbentuk lingkaran
dapat dikatakan tipe ideal. Akan tetapi, menggunakan bentuk ini terhadap
terowongan yang umum adalah sulit se#ara ekonomi, sehingga banyak
digunakan terowongan tipe setengah lingkaran yang memakai penyangga
steel sets. "adi, karena alasan konstruksi pit, seringkali yang menjadi
metode utama untuk mengurangi tahanan $entilasi adalah mengurangi ?
&memendekkan airway' dan $ &ke#epatan $entilasi'. +ntuk mengurangi $
terhadap jumlah angin $entilasi yang konstan, #ukup dengan memperbesar
penampang terowongan. Akan tetapi terowongan berpenampang besar ini
mempunyai masalah, yaitu memerlukan biaya yang besar untuk penggalian
dan perawatannya. /leh karena itu, dilakukan perhitungan ekonomi
penampang terowongan, dengan mempertimbangkan biaya untuk daya
penggerak $entilasi, serta biaya penggalian dan perawatan. Akan tetapi,
karena pertimbangan, bahwa tahanan $entilasi sebanding dengan kuadrat
ke#epatan $entilasi, serta peningkatan $entilasi yang diperlukan terhadap
perkembangan di masa depan, sudah barang tentu penampang airway
utama harus dibuat dengan kelonggaran yang #ukup.
Metode yang paling e%ekti% untuk menerobis kebuntuan $entilasi
akibat perluasan daerah penambangan, perpindahan daerah penambangan
ke tempat dalam dan peningkatan gas yang timbul adalah menggali
$entilation sha%t &$erti#al sha%t untuk $entilasi' dibagian yang sedalam
mungkin. Dengan melakukan itu, seringkali semua masalah yang
berhubungan dengan %, ?, $ dan Da dapat diselesaikan.
Salah satu metode konstruksi pit untuk mengurangi tahanan $entialasi
adalah intake dan return airway utama dibuat berpenampang besar,
kemudian memperbanyak $entilasi #abang. Dengan demikian, bukan saja
akan mengurangu tahanan $entilasi tetapi dapat menyuplai udara segar
dan temperatur rendah ke setiap blok, dan apabila ternyata terjadi ben#ana
seperti kebakaran pit, dapat men#egah perluasan daerah yang terkena.
Seperti telah dijelaskan di atas, tahanan $entilasi merupakan hal yang
sangat penting bagi jumlah udara $entilasi. /leh karena itu, kita teruskan
permbahasan yang lebih rin#i lagi.
Sekarang, andaikan ada terowongan berpenampang persegi panjang
dengan lebar b dan tinggi b(4, maka
u > 4b N b > ;b OOOO &2'
a > b C b(4 > b
4
(4 OOO. &4'
Apabila &2' dan &4' disubstitusi ke dalam rumus umum Atkinson, maka
Ventilasi Tambang
5
2
.
24
8 *
6
2
.3+.Q
,
b
Q L
K
b
h = =
Seperti diuraikan di depan, koe%isien gesek terowongan berlapis
beton adalah U dari koe%isien gesek terowongan dengan steel sets,
sehingga apabila jumlah angin $entilasi dan panjang terowongannya sama,
maka dapat dikatakan terowongan lapis beton dengan lebar 2 se#ara
$entilasi nilainya ekui$alen dengan terowongan steel sets dengan lebar
2,2:.
7' eori 0ipas Angin
0ipas angin adalah mesin yang disekitar porosnya dipasangi sejumlah
sayap, dan dengan memutarnya memberikan gaya sentri%ugal atau gaya
dorong kepada udara untuk membangkitkan angin. eorinya sangat sulit,
dan dalam kesempatan ini akan diuraikan se#ara ringkas mengenai
tahanan kipas angin dan ; kaidah kipas angin.
a' ahanan 0ipas Angin
)ada waktu kipas angin berputar dan udara melewati kipas,
timbul tahanan karena gesekan dengan sayap dan pelat luar, serta
tabrakan udara. Besar tahanan ini berbeda menurut tipe serta kapasitas
kipas angin, dimana kipas angin yang tahanannya ke#il berarti kipas
angin yang e%isien.
ahanan kipas angin adalah tahanan yang si%atnya sama
dengan tahanan $entilasi di dalam pit. Sama seperti ketika melakukan
$entilasi di dalam pit, dimana tahanan pit tersebut dinyatakan dengan
lubang ekui$alen &e@ui$alent ori%i#e', maka tahanan kipas angin juga
dinyatakan dengan e@ui$alent ori%i#e, tetapi pada kipas angin disebut
sebagai lubang lewat kipas angin &passage ori%i#e o% %an', yang
dinyatakan oleh rumus berikut.
&e@ui$alent ori%i#e O. ?uas penampang lubang, dimana
tahanan pada waktu %luida mengalir diekui$alenkan
dengan tahanan pada waktu melewati lubang tipis. Di
tambang batu bara biasanya digunakan pada waktu
menunjukkan tahanan $entilasi di dalam pit'.
8 > 8,;7
o
h
Q
8 > passage ori%i#e &m
4
'
- > jumlah angin $entilasi &m
;
(detik'
h
o
> tahanan kipas angin &mm air'
1abungan tahanan $entilasi pit h dan tahanan kipas angin h
o
menjadi tekanan negati% &$akum' yang ditimbulkan kipas angin untuk
melakukan $entilasi. 1abungan tahanan h N h
o
ini disebut tekanan
negati% &$akum' mula, sedangkan tekanan negati% di dalam pit saja &h'
disebut tekanan negati% e%ekti% dan tekanan negati% di dalam kipas
angin &h
o
' disebut tekanan negati% tidak e%ekti%.
b' ; kaidah 0ipas Angin
Diantara jumlah putaran, jumlah angin, perbedaan tekanan dan
daya kipas angin terdapat hubungan sebagai berikut. ,al ini dinamakan
; kaidah kipas angin.
&2' 0aidah ke 2
Ventilasi Tambang
)erbedaan tekanan e%ekti% kipas angin berbanding lurus
dengan kuadrat jumlah putaran
5ontoh soal:
Apabila kipas angin dengan putaran 488 rpm, tekanan 78 mm
air dan kapasitas angin <.688 m
;
, putarannya dijadikan ;88 rpm,
berapakah tekanannya!
"awaban : 78 mm C mm 180
200
300
2
2
=
&4' 0aidah ke 4
"umlah &kapasitas' angin pada kipas angin berbanding lurus
dengan jumlah putaran.
5ontoh soal:
Berapakah jumlah angin kipas angin di atas
"awaban : <688 m
;

3
m 050 . 7
200
300
=
&;' 0aidah ke ;
Daya penggerak udara kipas angin berbanding lurus dengan
pangkat ; jumlah putaran atau jumlah angin
5ontoh soal:
Menjadi berapa kali daya penggerak kipas angin di atas!
"awaban: ka-i 3,375 menjadi ar.inya , 375 , 3
000 . 000 . 8
000 . 000 . 27
200
300
3
3
= =
#' 0ur$a 0arakteristik 0ipas Angin
+ntuk mengetahui si%at dan kemampuan kipas angin, hubungan
antara jumlah &kapasitas' $entilasi dan perbedaan tekanan e%ekti% di#ari
melalui pengukuran langsung, kemudian dinyatakan dalam gra%ik, yang
disebut sebagai kur$a karakteristik kipas angin.
+ntuk memperoleh kur$a karakteristik, putaran kipas angin
dijaga konstan selanjutnya luas penampang jalan udara diubah-ubah
dan di#ari jumlah angin, daya poros, tekanan angin dan e%isiensi, untuk
setiap luas penampang. ,ubungan tersebut digambarkan sebagai kur$a
pada gra%ik, dengan mengambil jumlah angin sebagai sumbu datar,
serta e%isiensi, tekanan angin dan daya poros sebagai sumbu tegak.
1ambar 4< di bawah ini adalah satu #ontoh kur$a karakteristik
kipas angin.
Ventilasi Tambang
1ambar 4<.: 0ur$a 0arakteristik 0ipas Angin
Dari kur$a karakteristik tersebut dapat diketahui, pada jumlah
angin berapa atau harus dibuat berap perbedaan tekanan e%ekti%nya,
agar kipas angin tersebut bekerja pada e%isiensi yang terbaik. 0ur$a
karakteristik ini sangat penting dalam manajemen kipas angin, dan
diperlukan sekali pada waktu pemilihan kipas angin, perubahan jumlah
putaran, operasi gabungan dan peren#anaan pembagian aliran.
)enjelasan mengenai operasi gabungan kipas angin utama tidak
diberikan disini.
)% > tekanan negati% > e%isiensi )S > daya kuda poros
9' )erhitungan Ventilasi
a' Apabila memungkinkan penggabungan tahanan jenis
Apabila seluruh tahanan jenis airway yang menyusun jaringan
terowongan dapat dinyatakan dalam satu kesatuan jaringan airway,
yaitu dengan menggabungkan se#ara seri dan paralel, maka
perhitungan jumlah angin menjadi mudah. Lakni dapat dihitung dari h >
EV
4
&#atatan: telah dijelaskan di depan'.
b' Apabila diberikan kur$a karakteristik kipas angin
ekanan $entilasi alami )
.
boleh diasumsikan tidak berubah
menurut jumlah $entilasi. .amun, tekanan yang dibangkitkan kipas
angin )
D
berubah besar tergantung jumlah angin yang dihasilkan,
sehingga tanpa mempertimbangkan hal ini, tidak dapat diperoleh jumlah
angin yang benar.
+ntuk men#ari jumlah angin dari kur$a karakteristik kipas angin
yang diberikan, metode analisa gra%ik adalah #ara yang mudah.
1ambar 4:.: )enjelasan #ara men#ari jumlah
Angin apabila kur$a karakteristik kipas angin diberikan.
)ertama-tama, tekanan $entilasi alami diasumsikan nol. )ada
gambar di atas, kur$a karakteristik kipas angin adalah A. )ada sumbu
tegak gra%ik ini, diambil kerugian tekanan &h' dan pada gra%ik
digambarkan kur$a AA yang menunjukkan hubungan h > EV
4
.
0ur$a ini adalah setengah bagian sebelah kanan dari garis
parabola dengan sumbu tegak sebagai sumbu simetris. Seluruh jumlah
angin yang di$entilasikan sama dengan jumlah angin yang dihasilkan
oleh kipas angin, dan takanan yang hilang karena $etilasi sama dengan
tekanan yang dibangkitkan oleh kipas angin. Sehingga, absis dari titik
Ventilasi Tambang
potong kur$a A dan AA merupakan seluruh jumlah angin, V
2
, dan ordinat
dari titik potong merupakan tekanan kipas angin, )E
D2
.
#' Eumus Dasar )erhitungan Ventilasi Lang +mum
Apabila jaringan airway di dalam pit tidak bisa disubstitusi oleh
satu airway yang nilainya setara, dengan meman%aatkan rumus umum
penggabungan seri dan paralel tahanan jenis, maka perhitungan jumlah
angin menjadi repot. Dalam hal ini dihitung dengan menggunakan
komputer dan berikut ini akan dijelaskan pola pikir dasar untuk
melakukan itu.
Ada ; hubungan yang menjadi dasar perhitungan jumlah angin
pada setiap airway di dalam jaringan sirkuit $entilasi yang diberikan,
yaitu:
&2' 0erugian tekanan terhadap airway manapun dapat dinyatakan oleh
rumus berikut.
, > EV
4
OOOOOOOOO&2'
)ertama-tama arah aliran udara pada setiap airway
diasumsikan sembarang. Apabila udara ternyata mengalir ke arah
tersebut, V diberi tanda positi%, dan apabila udara mengalir ke arah
yang berlawanan, V diberi tanda negati%, maka rumus di atas dapat
ditulis kembali sebagai berikut:
, > EV V OOOOOOOO &4'
&4' +ntuk titik hubung &pertemuan' airway manapun, seluruh jumlah
aliran udara yang mengalir menuju titik hubung sama dengan
seluruh jumlah aliran udara yang mengalir menjauhi titik tersebut.
Artinya, disini berlaku persyaratan kontinuitas. Andaikan jumlah
aliran udara yang menuju dan meninggalkan satu titik hubung
adalah V
2
, V
4
, V
;
, O.., dimana jumlah aliran udara yang menuju titik
hubung diberi tanda negati%, maka persyaratan kontiunitas dapat
dinyatakan dengan rumus berikut.
V
2
N V
4
N V
;
N O > 8 OO.. &;'
&;' +ntuk sirkuit manapun, jumlah matematis kerugian tekanan yang
terjadi di airway yang menyusunnya, sama dengan jumlah tekanan
yang dibangkitkan kipas angin yang berada di sirkuit tersebut dan
$entilasi alami.
:. Ventilasi ?okal
ujuan utama $entilasi adalah mengamankan pit dengan mengirimkan
udara yang #ukup ke lokasi kerja untuk menyingkirkan gas.
Diantara $entilasi permuka kerja, ada yang melakukan $entilasi dengan
membawa masuk intake air se#ara langsung, seperti $entilasi permuka kerja
penambangan, dan ada yang mengirimkan angin yang dibangkitkan oleh kipas
angin lokal, air jet dan lain-lain, dengan menggunakan saluran udara &air du#t'
seperti pada $entilasi permuka kerja penggalian maju.
Ventilasi Tambang
Ventilasi lokal termasuk ke dalam kelompok kedua, yang mana
melakukan $entilasi menggunakan kipas angin lokal, air jet dan lain-lain. Disini
akan diuraikan pokok-pokok umum mengenai $entilasi lokal dan $entilasi
permuka kerja penambangan batu bara.
a. )okok )erhatian erhadap Ventilasi )ermuka 0erja
2' Ventilasi permuka kerja penambangan yang mempunyai kemiringan,
harus dilakukan dengan mengalirkan udara dari bagian bawah ke bagian
atas. &Mengenai hal ini, peraturan keselamatan tambang batu bara
"epang menetapkan, bahwa di lokasi kerja penambangan batu bara
sistem lorong panjang pad atambang batu bara kelas A, tidak
diperbolehkan melakukan $entilasi mengarah ke bawah. 0e#uali ada
alasan khusus seperti lapisan batu baranya landai, dan mendapatkan iQin
dari kepala bagian pengawasan keselamatan tambang'.
4' Antake dan return airway permuka kerja penambangan dapat mengalami
penyempitan dengan majunya permuka kerja, sehingga terowongan
tersebut senantiasa harus dijaga pada ukuran yang telah ditentukan.
;' )ada permuka kerja sistem mundur, ada kemungkinan gas pakat di gob
mengalir masuk ke bagian dangkal &up-dip' permuka kerja. /leh karena
itu, $entilasi bagian dangkal terutama perlu hati-hati, dan gas pekat
dien#erkan dengan air jet atau kipas angin lokal, atau dihantar ke tempat
yang aman di dalam return airway dengan saluran udara.
<' Batuan ambruk dari atap &#a$ing' dan batu kayu &petori%ied wood' yang
ada di permuka kerja dapat meningkatkan tahanan $entilasi permuka
kerja se#ara drastis, sehingga harus disingkirkan se#epatnya.
b. "enis Metode Ventilasi ?okal
Sama seperti $entilasi utama, ada sistem tiup dan sistem sedot, namun
untuk penggalian maju pada prinsipnya harus menggunakan sistem tiup.
+ntuk menyingkirkan gas yang timbul di permuka kerja penggalian maju,
se#epatnya harus mengen#erkan gas tersebut sampai ke tara% yang tidak
bahaya. 1as dan udara se#ara alamiah dapat ber#ampur karena e%ek di%usi
gas, sehingga kalau kedua gas diaduk dengan $entilasi tiup, segera
ber#ampur dan menjadi en#er. etapi, pada $entilasi sedot tidak terjadi
pengadukan, sehingga gas diujung permuka kerja tidak mudah disingkirkan.
.amun pada sistem tiup, eChaust air yang terdi%usi keluar ke bagian
depan melalui seluruh terowongan, sehingga pada penggalian maju batuan
terjadi banyak suspensi serbuk batuan yang membuat buruk keadaan
lingkungan. /leh karena itu, pada penggalian maju batuan yang sama sekali
tidak timbul gas, penggunaan sistem sedot membuat udara terowongan lebih
bersih dan sehat &perhatikan gambar'.
Ventilasi Tambang
1ambar 4=. Ventilasi )ermuka 0erja )enggalian Maju
Dilihat dari segi %asilitas peralatan, $entilasi lokal dapat dibagi menjadi
$entilasi bratti#e, air jet, saluran udara dan metode kipas angin lokal.
2' Ventilasi Bratti#e
Ani adalah metode $entilasi pada sebuah terowongan penggalian
maju dengan merentangkan papan kayu dan $inil, dimana satu sisi
dijadikan intake dan sisi lainnua sebagai eChaust. Di "epang, pada
Qaman penambangan batu bara sistem ruang dan pilar, $entilasi
permuka kerja terutama dilakukan dengan $entilasi bratti#e. .amun
karena banyak kebo#oran angin dan boros bahan papan kayu, serta
memakan tenaga dan waktu, maka saat ini tidak digunakan lagi.
&)erhatikan 1ambar'.
1ambar 46.: Ventilasi Bratti#e
4' Air jet
Ani adalah metode yang melakukan $entilasi melalui gaya yang
dihasilkan melalui penyemprotan udara kompresi dari noQel yang
dipasang di dalam saluran udara. 0arena daya $entilasinya lemah, tidak
bisa digunakan untuk $entilasi jarak jauh, tetapi digunakan se#ara lokal
pada penyingkiran gas di lokasi terjadi ambrukan &#a$ing'. .amun,
karena bisa menimbulkan listrik statik, penanganan terhadapnya harus
dilakukan dengan baik. &)erhatikan gambar berikut'
Ventilasi Tambang
1ambar 47.: Air "et
;' Ventilasi Saluran +dara
Ani adalah metode yang melakukan $entilasi dengan
meman%aatkan perbedaan tekanan udara di dalam pit, dengan
menggunakan saluran udara.
)ada waktu membuka pintu angin yang menghubungkan intake
airway dan return airway di dalam pit, yang dialiri udara $entilasi yang
#ukup banyak harus dilakukan dengan tenaga yang lumayan besar,
karena adanya perbedaan tekanan di kedua terowongan. Seandainya
pintu angin dilubangi dan kepadanya dipasangi saluran udara, maka
akan mengalir udara di dalam saluran udara. Ventilasi saluran udara
adalah $entilasi yang meman%aatkan %enomena ini untuk melakukan
$entilasi permuka kerja. Ventilasi saluran udara juga terdiri dari sistem
tiup dan sistem sedot &perhatikan gambar pada halaman berikut'. )ada
sistem tiup, $entilasi dilakukan dengan memperpanjang saluran udara
dari sisi intake air, sedangkan pada sistem sedot $entilasi dilakukan
dengan menghubungkan saluran udara ke sisi return air. +ntuk
penggalian maju lebih #o#ok digunakan sistem tiup.
Ventilasi saluran udara mempunyai keunggulan sebagai berikut:
0arena meman%aatkan tekanan $entilasi pada $entilasi utama,
selama $entilasi utama tidak berhenti, $entilasi saluran udara juga
tidak berhenti.
idak menggunakan listrik dan udara kompresi seperti pada kipas
angin lokal. erutama karena tidak ada peralatan listrik,
keamanannya terjamin.
Ventilasi Tambang
1ambar 49.: Ventilasi Sistem iup Dan Sedot
)ada kipas angin lokal atau jet, ada resiko terjadi resirkulasi udara
tergantung posisi pemasangan atau jumlah angin. Sedangkan pada
$entilasi saluran udara sama sekali tidak ada resirkulasi udara
&mengenai resirkulasi udara akan diuraikan di belakang'.
)ada kipas angin lokal timbul bunyi bising selama operasi, sehingga
ada resiko terjadi ke#elakaan lori batu bara atau hal lain. Sedangkan
$entilasi saluran udara sama sekali tidak menimbulkan bunyi bising.
Apabila diperlukan jumlah angin $entilasi yang #ukup banyak, maka
dengan menggunakan beberapa buah saluran udara atau saluran
udara berdiameter besar, dapat dilakukan $entilasi dalam jumlah
besar.
Sementara kelemahan $entilasi saluran udara adalah sebagai berikut:
Apabila di dalam satu aliran #abang dilakukan $entilasi saluran
udara lebih dari dua se#ara seri, tahanan $entilasi akan meningkat,
sehingga jumlah udara $entilasi berkurang. )ada prinsipnya,
$entilasi saluran udara harus dilakukan se#ara paralel.
Di daerah terujung $entilasi utama, perbedaan tekanan $entilasi
antara intake air dan eChaust air semakin ke#il, sehingga di daerah
ujung yang gas timbulnya paling banyak, pada umumnya akan
kekurangan jumlah udara kalau menggunakan $entilasi saluran
udara.
Apablia intake airway dan return airway terpisah jauh, $entilasi
menjadi sulit karena saluran udara menjadi panjang.
)ada waktu membuka pintu angin diantara intake airway dan return
airway tempat saluran udara terpasang, $entilasi saluran udara akan
terhenti.
#. Metode Ventilasi Dengan 0ipas Angin ?okal
Ani adalah metode $entilasi lokal yang melakukan $entilasi dengan
menyambung dan memperpanjang kipas angin lokal dan saluran udara. Saat
ini, untuk $entilasi lokal yang dilakukan di "epang, metode ini menjadi #ara
paling utama.
)ada metode kipas angin lokal juga terdapat sistem tiup dan sistem
sedot &perhatikan gambar ;8'.
Ventilasi Tambang
1ambar ;8.: Metode Ventilasi 0ipas Angin ?okal
)ada sistem sedot, debu yang timbul di permuka kerja dapat disedot ke
dalam saluran udara tanpa menyapu dulu terowongan di tengahnya,
sehingga dari segi lingkungan kerja lebih unggul daripada sistem tiup.
.amun, sistem sedot mempunyai kelemahan sebagai berikut:
?ingkup gerak aliran udara diujung saluran udara ke#il, sehingga gas yang
timbul di permuka kerja sulit disingkirkan.
0arena perlu memperpanjang saluran udara sampai ke dekat permuka
kerja, menjadi gangguan kerja di permuka kerja, serta saluran udara
mudah mengalami kerusakan akibat peledakan atau hal lain.
Saluran udara dari $inil sulit digunakan karena bisa mengempis.
Apabila konsentrasi gas dapat terbakar yang disingkirkan tinggi,
penggunaan kipas angin aksial menjadi berbahaya.
0arena kelemahan-kelemahan itu, hampir semua metode $entilasi kipas
angin menggunakan sistem tiup.
Di "epang, sebagai kipas angin lokal, dahulu banyak digunakan mulai
dari yang ke#il dengan daya 2 ,) sampai tipe turbo atau tipe propeller
dengan daya :, 28, 48 ,). .amun akhir-akhir ini, kipas angin lokal tipe besar
yang dapat mengantisipasi penggalian maju yang jaraknya lumayan panjang
juga sudah digunakan.
enaga penggeraknya ada yang menggunakan tenaga listrik dan
tenaga pneumatik &udara kompresi'. Sistem penggerak listrik mempunyai
e%isiensi yang lebih baik, kebisingan juga rendah dan biaya tenaga
penggerak juga murah dibanding sistem pneumatik. .amun karena memakai
tenaga listrik, dahulu ditempat yang banyak gas, #enderung menghindari
penggunaannya. etapi, karena ada peningkatan manajemen terhadap gas
dan peralatan keamanan, saat ini hampir semuanya menggunakan sistem
penggerak listrik.
0ondisi dimana udara yang sudah digunakan sekali &eChaust air'
ber#ampur masuk ke mulut $entilasi lokal dan aliran udara yang sama
berulang-ulang dialirkan, disebut resirkulasi udara. Apabila keadaan ini
berlanjut terus, gas tidak tersingkir dengan baik, makin lama konsentrasi gas
meningkat dan terjadi keadaan yang bahaya, sehingga harus diusahakan
agar tidak terjadi resirkulasi udara.
/leh karena itu, dalam penempatan kipas angin lokal harus
diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Ventilasi Tambang
2' Apabila letak kipas angin lokal tidak baik &perhatikan gambar berikut'
Apabila letak kipas angin lokal dekat ke return airway, dapat
menjadi penyebab resirkulasi udara. erutama pada waktu
mengoperasikan kembali kipas angin lokal yang sempat terhenti karena
suatu sebab, gas dapat mengalir balik ke posisi kipas angin lokal dan
menjadi penyebab timbulnya ke#elakaan. )ada waktu meletakkan kipas
angin, dipilih tempat yang kondisi atap dan dindingnya baik serta tidak
ada tetesan air, dan mengambil tempat di sisi intake air dengan jarak
yang #ukup dari mulut return airway, agar tidak terjadi resirkulasi udara.
1ambar ;2.: 0ondisi 0ipas Angin
4' Apabila kekurangan angin induk
Falaupun letak kipas angin sudah baik, kalau jumlah angin induk
&intake air' yang melewati posisi peletakan kipas angin lebih sedikit dari
pada jumlah angin yang dibangkitkan oleh kipas angin, akan terjadi
resirkulasi udara. Selain itu, adakalanya resirkulasi udara dapat terjadi
karena kekurangan angin induk yang disebabkan oleh ambruknya airway
atau pembukaan pintu angin.
Mengenai hal ini, peraturan keselamatan tambang batu bara "epang
menetapkan sebagai berikut:
0ipas angin lokal harus ditempatkan pada posisi dimana eChaust air
tidak tertarik masuk ke intake air, dan jumlah udara $entilasi yang
melalui posisi tersebut dibuat melebihi kapasitas kipas angin yang
dimaksud, agar tidak terjadi resirkulasi udara.
=. )engukuran
Di tambang batu bara perlu dilakukan berbagai ma#am pengukuran untuk
memeriksa apakah disetiap tempat di dalam pit telah dilakukan $entilasi udara
yang #ukup, dengan maksud mendapatkan kesalahan $entilasi, atau untuk
mendapatkan bahan yang diperlukan untuk peren#anaan $entilasi atau perbakan
$entilasi. ,al yang harus diukur antara lain adalah temperatur udara,
kelembaban, tekanan udara, ke#epatan angin, jumlah angin, penurunan
tekanan, tekanan kipas angin, kadar gas, jumlah debu dan derajat kata. Disini
akan dijelaskan mengenai pengukuran tekanan udara, ke#epatan angin, jumlah
angin, penurunan tekanan dan tekanan kipas angin yang se#ara langsung
diperlukan untuk peren#anaan $entilasi atau perbaikan $entilasi.
a. 0e#epatan angin
Ventilasi Tambang
2' Anemometer
+ntuk mengukur ke#epatan angin di dalam pit bawah tanah
biasanya menggunakan anemometer. Ani adalah kin#ir angin yang sangat
ringan dan gesekannya ke#il, dimana baling-balingnya terbuat dari pelat
aluminium dan membentuk sudut <4-<<
o
terhadap arah poros. +ntuk
mengukur ke#epatan angin, alat ini diletakkan di dalam aliran udara
untuk memutar baling-baling, dimana ke#epatan angin atau jarak tempuh
aliran udara per satuan waktu dapat diperoleh dari jumlah putaran dalam
waktu tertentu. Daerah kemampuan ukurnya adalah 8,:-28 m(s.
4' abung pitot
)ada tabung pitot terdapat lubang ukur tekanan total di depan dan
lubang ukur tekanan statis di samping. )erbedaan kedua tekanan
tersebut, yakni tekanan dinamis, diukur dengan manometer tabung +,
kemudian ke#epatan angin diperoleh dari persamaan di bawah.
) > w
4
(4g
) > tekanan dinamis w > ke#epatan angin
> berat jenis udara g > per#epatan gra$itasi
;' )engukuran ke#epatan angin rendah
0e#epatan angin di bawah 2 m(s sulit diukur. +ntuk itu ada
anemometer kawat panas yang meman%aatkan pelepasan panas dari
kawat halus dan anemometer termistor yang meman%aatkan koe%isien
temperatur tahanan semi konduktor.
+ntuk mengukur ke#epatan angin rendah se#ara sederhana,
maka pada dua titik berjaral :-28 m di dalam lorong angin diberi tanda
titik start dan titik pengukuran. 0emudian dengan stopwat#h dilakukan
pengukuran waktu yang diperlukan oleh asap untuk melewati dua tanda
tersebut, hingga diperoleh ke#epatan angin. 0arena asap akan
menyebar selama mengalir, maka bagian tengah dari asap menyebar
yang diukur.
b. "umlah angin
"umlah angin adalah perkalian ke#epatan angin rata-rata dan luas
penampang. )ada umumnya, ke#epatan angin terbesar terjadi di sekitar
pusat penampang terowongan. /leh karena itu, apabila mengukur
ke#epatan angin dengan anemometer, maka anemometer digerakkan
sepanjang penampang dengan ke#epatan konstan untuk mengukur
ke#epatan angin rata-rata. 0emudian nilai tersebut dikalikan dengan luas
penampang terowongan yang diukur untuk menghitung jumlah angin.
#. )erbedaan tekanan
Apabila tabung gelas ditekuk membentuk huru% + dan ke dalamnya
dimasukkan air atau #airan lain hanya setengah bagiannya, kemudian dua
buah tekanan yang hendak diukur masing-masing dihubungkan ke kedua
ujung tabung gelas dengan pipa, maka perbedaan tekanan dapat diukur
sebagai perbedaan ketinggian #airan. Apabila mau mengukur perbedaan
tekanan yang ke#il, #ukup dengan memiringkan tabung +. Dengan
memiringkannya sebesar 8
o
, sensiti$itas akan meningkat 2(sin 8 kali.
d. ekanan udara
Ventilasi Tambang
2' Barometer air raksa
Mengetahui tekanan udara melalui pengukuran tinggi kolom air
raksa yang terangkat oleh tekanan udara. 2 atmos%ir adalah 6=8 mm ,g.
Alat ini #o#ok untuk pengukuran di tempat tetap &diam', tetapi tidak #o#ok
digunakan dengan membawanya di dalam pit bawah tanah.
4' Barometer aneloide
Fadah yang bagian dalamnya kedap dibuat dengan
menempelkan 4 lembar logam tipis berbentuk lingkaran bergelombang.
Dengan adanya perubahan tekanan, wadah tersebut mengembang dan
mengempis, dimana de%ormasi yang ke#il tersebut diperbesar se#ara
mekanis untuk ditunjukkan dengan jarum. 0urang memuaskan dari segi
ketelitian, tetapi #o#ok untuk dibawa.
;' Altimeter untuk pesawat terbang
elah dilaporkan penggunaan alat ini untuk pit bawah tanah.
5ukup dapat men#apai tujuan.
e. )enurunan ekanan
2' Melakukan pengukuran penurunan tekanan yang terjadi karena
mengalirnya udara di dalam lorong angin adalah hal yang sangat penting.
Apabila pada 4 titik pengukuran di dalam lorong angin diletakkan tabung
tekanan statis )itot dan di tengah-tengahnya diletakkan tabung +,
kemudian dihubungkan dengan pipa &misalnya pipa karet', maka
perbedaan tekanan yang tampak pada tabung + adalah penurunan
tekanan. Apabila 4 titik yang hendak diukur penurunan tekanannya
berjarak jauh, selang jarak tersebut dibagi menjadi beberapa bagian,
kemudian penurunan tekanannya diukur dan nilai penjumlahan untuk
selang 4 titik tersebut boleh dianggap sebagai penurunan tekanan. )ada
waktu melakukan pengukuran mulai dari mulut pit udara masuk kemudian
mengelilingi pit dan sampai ke mulut pit udara buang, maka nilai
penjumlahan penurunan tekanan selama itu setara dengan jumlah
tekanan kipas angin dan tekanan $entilasi alami &perhatikan gambar di
bawah'.
4' Melakukan pengukuran nilai mutlak tekanan udara dengan menggunakan
barometer aneloide, kemudian dari perbedaan tekanan tersebut
menghitung penurunan tekanannya.
1ambar ;4.: Metode )engukuran ekanan Ventilasi
/n.ar 2 .i.ik di da-am 0ero1on"an