DEPARTEMEN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA

MARKET BRIEF PRODUK BAN KENDARAAN DI SYRIA

Badan Pengembangan Ekspor Nasional Departemen Perdagangan Tahun 2008

Market Brief Ban Kendaraan di Syria

EXECUTIVE SUMMARY
Dilihat dari jumlah penduduknya negara Syria cukup besar dan merupakan pasar yang cukup potensial, negara Syria memiliki Gross Domestic Product (GDP) per kapitanya US$ 4.500 (estimasi tahun 2007) dengan tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 3,9% pertahun (estimasi tahun 2007). Sedangkan tingkat inflasi sebesar 7% pertahun (estimasi tahun 2007) dan jumlah penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan sebesar 11,9% yaitu 2.349.963 jiwa (estimasi tahun 2007). Sedangkan pertumbuhan investasi dinegara Syria mencapai 21,3% (estimasi tahun 2007). Neraca perdagangan Syria mengalami minus sebesar USD 2,181 billion (tahun 2007), dimana nilai importnya lebih besar daripada nilai ekspornya. Nilai Ekspor Syria sebesar USD 10,58 billion, sedangkan nilai import Syria sebesar USD 12,38 milyar. Kebutuhan produk ban kendaraan di negara Syria pada tahun 2006 mencapai 0,36% dari kebutuhan dunia, yaitu sebesar 45.256 ton ban kendaraan, dengan nilai USD 58,923 juta, sedangkan kebutuhan dunia mencapai 12.778.461 ton ban kendaraan, dengan nilai USD 47,4 milyar. Negara Syria menduduki peringkat ke 49 dari keseluruhan negara pengimpor produk ban di dunia. Berdasarkan sumber dari BPS, data perdagangan Indonesia – Syria selama periode 2003 – 2008 selalu menunjukan angka surplus bagi Indonesia. Total perdagangan Indonesia – Syria pada tahun 2008 (Januari–Pebruari) sebesar US$ 11,8 juta, meningkat 52,96 % dibanding tahun 2007 (Januari–Pebruari) sebesar US$ 7,7 juta, dan neraca perdagangan kedua Negara menunjukan surplus bagi Indonesia. Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia–Syria sampai periode Januari–Pebruari 2008 sebesar US$ 11,6 juta, naik 56,71 % dibanding dengan periode yang sama pada tahun 2007 sebesar US$ 7,4 juta. Neraca perdagangan kedua Negara menunjukan surplus bagi Indonesia, yaitu Ekspor Indonesia ke Syria: US$. 11,7 juta (Januari–Pebruari 2008) sedangkan Impor Indonesia dari Syiria: US$. 0,08 juta (Januari–Pebruari 2008). Jika dilihat dari nilai export negara Syria untuk produk Ban Kendaraan dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2006 sangat kecil sekali jika dibandingkan dengan nilai importnya, hal ini dapat diindikasikan bahwa produk Ban Kendaraan yang diimport banyak digunakan untuk kebutuhan dalam negeri Syria sendiri, dengan kata lain tidak di re-export ke berbagai negara. Sedangkan perkembangan nilai ekspor Indonesia ke Syria dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2004 cukup konstan, dengan market share rata-rata tiap tahun sebesar 5% dari total nilai import Syria. Sedangkan pada tahun 2005 market share Indonesia mengalami sedikit peningkatan dari 5% dengan nilai ekspor USD 2,96 juta pada tahun 2004 menjadi 6% dengan nilai ekspor USD 3,3 juta pada tahun 2005. Namun pada tahun 2006 market share Indonesia mengalami penurunan dari 6% dengan nilai ekspor USD 3,3 juta pada tahun 2005 menjadi 3% dengan nilai ekspor USD 1,9 juta. Dengan demikian sebenarnya untuk produk Ban Kendaraan masih terbuka peluang yang sangat besar karena nilai import/kebutuhan negara Syria cukup besar dan selalu meningkat dari tahun ke tahun, maka dari itu pangsa pasar produk Ban Kendaraan harus ditingkatkan lagi. Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

Market Brief Ban Kendaraan di Syria

KATA PENGANTAR

Penyediaan informasi pasar produk ekspor non migas di suatu negara sangat penting bagi pelaku usaha maupun pihak-pihak yang berkepentingan yang ingin mengetahui secara luas tentang hal-hal yang berkaitan dengan prospek dan peluang pasar produk tertentu di negara tersebut. produk Ban Kendaraan di Syria. Market Brief ini menggambarkan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan pemasaran produk Ban Kendaraan di Syria, meliputi Jenis produk yang diimpor oleh Syria, Potensi Pasar, Negara Pesaing, Saluran Distribusi, Strategi Pemasaran, Ketentuan Umum Perdagangan di Syria, dan Hambatan Perdagangan di Syria. Diharapkan Market Brief ini dapat menjadi salah satu rujukan dan dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan khususnya kalangan dunia usaha yang berkecimpung di bidang Ban Kendaraan di Indonesia yang ingin memasuki pasar Syria khususnya dan Afrika Timur Tengah pada umumnya. Market Brief dalam kesempatan ini merupakan salah satu bahan informasi penting mengenai prospek pemasaran

Jakarta,

September 2008

Pusat Pengembangan Pasar Wilayah Afrika dan Timur Tengah BPEN - Dep. Perdagangan

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

2

Market Brief Ban Kendaraan di Syria

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Daftar Isi

...................................................................................... ...

2 3 4 5 6 7 9 12 12 15 16 22 23 26 26 27 29 30 30 30

....................................................................................................

Daftar Lampiran ................................................................................................. Daftar Tabel ...................................................................................................... I. Ukuran Pasar 1. Pendahuluan ......................................................................................... 2. Macam Produk II. Potensi Pasar 1. Kebutuhan Ban Kendaraan di Syria .......................................................... 2. Harga ……………........................................................................................ 3. Negara Pesaing Ekspor Ban Kendaraan di Syria ..................................... 4. Negara Eksportir Ban Kendaraan Dunia ……………………………..…………………… 5. Ketentuan Perdagangan di Syria ………………………………………..………………….. III. Saluran Distribusi IV. Strategi Pemasaran 1. Produk Ban Kendaraan ............................................................................. 2. Strategi Promosi ...................................................................................... 3. Pemilihan Agen ........................................................................................ 4. Strategi Merebut Pasar ............................................................................. V. Peluang dan Hambatan 1. Peluang Perdagangan .............................................................................. 2. Hambatan Perdagangan ............................................................................ 2.1. Hambatan tarif .............................................................................. 2.2. Hambatan Non Tarif ....................................................................... ................................................................................ ...............................................................................

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

3

Market Brief Ban Kendaraan di Syria

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A. Alamat Penting di Syria ................................................................. LAMPIRAN B. Alamat Dubes Syria di Indonesia .................................................... LAMPIRAN C. Alamat Assosiasi berkaitan Ban Kendaraan di Indonesia.................... LAMPIRAN D. Daftar Pameran di Syria.................................................................. LAMPIRAN E. Daftar Importir Ban Kendaraan di Syria ........................................... Lampiran 1. Lampiran 2. Lampiran 3. Lampiran 4. Lampiran 5. Lampiran 6. Lampiran 7. Lampiran 8. Lampiran 9. Daftar Negara importir dunia (HS 4011 Volume) .............................. Daftar Negara importir dunia (HS 4011 Nilai) ................................... Bilateral Trade betwen Syria and Indonesia ...................................... Daftar Negara Pemasok ke Syria HS 4011 ..................................... Daftar Jenis Ban Kendaraan yang di Impor oleh Syria (Volume) ......... Daftar Jenis Ban Kendaraan yang di Impor oleh Syria (Nilai) .............. Perdagangan Ban Kendaraan Indonesia – Syria ........................... Daftar Jenis Ban Kendaraan yang di Ekspor oleh Syria (Nilai) .............. Daftar Negara Pemasok ke Syria HS 401110 (Nilai) ............................

32 33 34 35 37 41 43 45 46 47 48 49 50 51 52 53 53 53 54 55 56

Lampiran 10. Daftar Negara Pemasok ke Syria HS 401120 (Nilai) ............................ Lampiran 11. Daftar Negara Pengimpor dari Syria HS 401110 (Nilai) ........................ Lampiran 11. Daftar Negara Pengimpor dari Syria HS 401120 (Nilai) ........................ Lampiran 11. Daftar Negara Pengimpor dari Syria HS 4011 (Nilai) ............................ Lampiran 12. Daftar Negara Eksportir Dunia HS 4011 .............................................. Lampiran 13. Daftar Negara Eksportir Dunia HS 401110 .......................................... Lampiran 14. Daftar Negara eksportir Dunia HS 401120 ..........................................

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

4

Market Brief Ban Kendaraan di Syria

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Diskripsi Produk ..................................................................................... Tabel 2. Impor & ekspor Syria untuk semua jenis ban kendaraan ............................ Tabel 3. Impor & ekspor Syria HS 401110 .............................................................. Tabel 4. Impor & ekspor Syria HS 401120 .............................................................. Tabel 5. 10 Negara pemasok ke syria & 10 negara importir dari Syria HS 4011 ......... Tabel 6. 10 Negara pemasok ke syria & 10 negara importir dari Syria HS 401110 ...... Tabel 7. 10 Negara pemasok ke syria & 10 negara importir dari Syria HS 401120 ......

8 10 11 11 13 14 15

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

5

Market Brief Ban Kendaraan di Syria

I. UKURAN PASAR

1. Pendahuluan Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2008, Syria mempunyai penduduk sebanyak 19,747,586 jiwa dan apabila dilihat dari klasifikasi umurnya yaitu 0-14 tahun sebesar 36,2% terdiri dari laki-laki berjumlah 3,679,473 jiwa dan perempuan berjumlah 3,467,096 jiwa, umur 15-64 tahun sebesar 60,5% terdiri dari laki-laki berjumlah 6,119,459 jiwa dan perempuan 5,822,376 jiwa, dan lebih dari 65 tahun sebesar 3,3% terdiri dari laki-laki berjumlah 310,838 jiwa dan perempuan 348,344 jiwa. Hasil Sumber Daya Alam (SDA) negara Syria antara lain adalah : petroleum, phosphates, chrome and manganese ores, asphalt, iron ore, rock salt, marble, gypsum, hydropower Dilihat dari jumlah penduduknya negara Syria cukup besar dan merupakan pasar yang cukup potensial, negara Syria memiliki Gross Domestic Product (GDP) per kapitanya US$ 4.500 (estimasi tahun 2007) dengan tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 3,9% pertahun (estimasi tahun 2007). Sedangkan tingkat inflasi sebesar 7% pertahun (estimasi tahun 2007) dan jumlah penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan sebesar 11,9% yaitu 2.349.963 jiwa (estimasi tahun 2007). Sedangkan pertumbuhan investasi dinegara Syria mencapai 21,3% (estimasi tahun 2007). Neraca perdagangan Syria mengalami minus sebesar USD 2,181 billion (tahun 2007), dimana nilai importnya lebih besar daripada nilai eksportnya. Nilai Export Syria sebesar USD 10,58 billion dan komoditi yang paling banyak diekspor oleh Syria adalah : crude oil, minerals, petroleum products, fruits and vegetables, cotton fiber, textiles, clothing, meat and live animals, wheat, sedangkan negara utama tujuan ekspor Syria adalah Iraq 29.6%, Lebanon 9.8%, Germany 9.5%, Italy 7.9%, Egypt 5.5%, Saudi Arabia 5.1%, France 4.9% ( tahun 2006). Sedangkan nilai import Syria sebesar USD 12,38 milyar dan komoditi yang paling banyak di import oleh Syria adalah machinery and transport equipment, electric power machinery, food and livestock, metal and metal products, chemicals and chemical products, plastics, yarn, paper, sedangkan negara utama pemasok ke Syria adalah Saudi Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN 6

Market Brief Ban Kendaraan di Syria Arabia 12.1%, China 9.1%, Egypt 6.2%, Italy 6.1%, UAE 5.9%, Ukraine 4.9%, Germany 4.7%, Iran 4.4% (2006) 2. Macam Produk
Barang-barang dari karet atau rubber product keberadaannya sebagai penunjang kegiatan industri lainnya, sektor-sektor industri yang memerlukan produk karet antara lain : 1. Pabrik kendaraan bermotor 2. Pabrik sepatu 3. Pabrik sepeda 4. Alat-alat kesehatan 5. Peralatan rumah tangga 6. Pakaian olah raga 7. Transportasi Kelompok produk barang-barang karet jumlahnya cukup banyak , maka dalam penulisan Market Brief ini hanya dibatasi pada barang-barang karet jenis ban kendaraan, sehingga pembahasannya tidak terlalu luas. Menurut ketentuan perdagangan internasional untuk produk ban dalam dan ban luar yang tercatat dalam Harmonies System (HS) dapat diklasifikasi menurut golongan, yaitu kendaraan penumpang dan truck, sedangkan menurut jenisnya ban luar dan ban dalam untuk golongan kendaraan penumpang dan truck mempunyai ukuran antara lain : 1. 1.200” x 20” 2. 1.100” x 24” 3. 1.300” x 24” 4. 1.400” x 24” 5. 1.600” x 24” 6. 1.600” x 25” 7. 26,5” x 25” Disamping ukuran dari jenis golongan kendaraan tersebut, masih terdapat lagi ukuran jenis atau golongan kendaraan menurut HS dan SITC adalah sebagai berikut :

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

7

Market Brief Ban Kendaraan di Syria Tabel 1. Diskripsi Produk HS Diskripsi Produk Ban luar bertekanan baru dari karet untuk kendaraan Ban luar bertekanan baru dari karet untuk kendaraan 401120 bermotor jenis bus dan truk Ban luar bertekanan baru dari karet untuk kendaraan 401140 bermotor jenis sepeda motor Jenis ban kendaraan yang mempunyai herring bone atau 401161 semacam itu. Jenis ban kendaraan yang mempunyai herring bone atau 401162 semacam itu. Ban luar bertekanan baru dari karet untuk kendaraan 401150 bermotor jenis sepeda. Jenis ban kendaraan yang mempunyai herring bone atau 401163 semacam itu. 401199 Jenis ban kendaraan lainnya Ban luar bertekanan baru dari karet untuk kendaraan 401130 bermotor jenis pesawat terbang Jenis ban kendaraan yang mempunyai herring bone atau 401169 semacam itu. 401192 Jenis ban untuk kendaraan agriculture, seperti traktor,dll 401194 Jenis ban untuk kendaraan konstruksi. Jenis ban kendaraan yang mempunyai herring bone atau 401191 semacam itu.

401110 bermotor (termasuk station wagon dan mobil balap).

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

8

Market Brief Ban Kendaraan di Syria

II. POTENSI PASAR
1. Kebutuhan Ban Kendaraan di Syria Kebutuhan produk ban kendaraan di negara Syria pada tahun 2006 mencapai 0,36% dari kebutuhan dunia, yaitu kebutuhan Ban Kendaraan negara Syria sebesar 45.256 ton ban kendaraan, dengan nilai USD 58,923 juta, sedangkan kebutuhan dunia mencapai 12.778.461 ton ban kendaraan, dengan nilai USD 47,4 milyar. Negara Syria menduduki peringkat ke 49 dari keseluruhan negara pengimpor produk ban di dunia (Lampiran 1 dan 2 berdasarkan data trademap). Nilai import produk Ban Kendaraan di Syria mulai tahun 2002 sampai dengan tahun 2006 mengalami pertumbuhan yang cukup konstan, dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 9 % pertahun, sebagai contoh nilai import Syria pada tahun 2005 sebesar USD 54,3 juta kemudian pada tahun 2006 meningkat 9%, menjadi sebesar USD 59 juta. Hanya pada tahun 2005 nilai import Syria mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun 2004 sebesar USD 2,4 juta, dari sebesar USD 56,7 juta pada tahun 2004 menjadi USD 54,3 juta pada tahun 2005. Jika dilihat dari nilai export negara Syria untuk produk Ban Kendaraan dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2006 sangat kecil sekali jika dibandingkan dengan nilai importnya, hal ini dapat diindikasikan bahwa produk Ban Kendaraan yang diimport banyak digunakan untuk kebutuhan dalam negeri Syria sendiri, dengan kata lain tidak di re-export ke berbagai negara. Sedangkan perkembangan nilai ekspor Indonesia ke Syria dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2004 cukup konstan, dengan market share rata-rata tiap tahun sebesar 5% dari total nilai import Syria. Sedangkan pada tahun 2005 market share Indonesia mengalami sedikit peningkatan dari 5% dengan nilai ekspor USD 2,96 juta pada tahun 2004 menjadi 6% dengan nilai ekspor USD 3,3 juta pada tahun 2005. Namun pada tahun 2006 market share Indonesia mengalami penurunan dari 6% dengan nilai ekspor USD 3,3 juta pada tahun 2005 menjadi 3% dengan nilai ekspor USD 1,9 juta. Dengan demikian sebenarnya untuk produk Ban Kendaraan masih terbuka peluang yang sangat besar karena nilai import/kebutuhan negara Syria cukup besar dan selalu meningkat dari tahun ke tahun, maka dari itu pangsa pasar produk Ban Kendaraan harus ditingkatkan lagi. Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN 9

Market Brief Ban Kendaraan di Syria Tabel 2. Imports & Exports Syria untuk semua jenis ban kendaraan Tahun Imports Exports Imports dari Indonesia % of Imports dari Indonesia
Sumber : Trademap Diolah

2002 50,5 0 2,4 5

2003 52,6 83 2,6 5

2004 56,7 0 3 5

2005 54,3 0 3,3 6

2006 59 5 1,9 3

(Nilai dalam juta USD)

Jenis Ban Kendaraan yang paling banyak dibutuhkan atau paling banyak diimpor oleh negara Syria adalah jenis ban luar baru dari karet untuk kendaraan bermotor jenis station wagon dan jenis sedan (HS 401110) dan Ban luar baru dari karet untuk kendaran bermotor jenis bus dan truk (HS 401120). Hal ini juga sesuai dengan jenis ban kendaraan yang paling banyak diekspor oleh Indonesia, yaitu jenis ban luar baru dari karet untuk kendaraan bermotor jenis station wagon dan jenis sedan (HS 401110) dan Ban luar baru dari karet untuk kendaran bermotor jenis bus dan truk (HS 401120). Oleh karena itu yang akan dibahas lebih lanjut dalam market brief ini hanya jenis ban kendaraan HS 401110 dan HS 401120. Perkembangan nilai Import dan ekspor Syria untuk jenis ban luar baru dari karet untuk kendaraan bermotor jenis station wagon dan jenis sedan (HS 401110) dan Ban luar baru dari karet untuk kendaran bermotor jenis bus dan truk (HS 401120) dalam kurun waktu lima tahun terakhir dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2006 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dapat dilihat pada tabel 3 dan tabel 4 dibawah. Untuk HS 401110, yaitu jenis ban luar baru dari karet untuk kendaraan bermotor jenis station wagon dan jenis sedan, jika dilihat dari nilai import Syria dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2006 nilai Import Syria mengalami peningkatan yang cukup konstan. pada tahun 2006 nilai Import Syria meningkat yaitu sebesar USD 26,7 juta, dari sebelumnya sebesar USD 24,5 juta pada tahun 2005. Sedangkan untuk HS 401120, yaitu Ban luar baru dari karet untuk kendaran bermotor jenis bus dan truk, jika dilihat dari nilai import Syria dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2006, nilai import Syria mengalami peningkatan yang cukup konstan juga, pada

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

10

Market Brief Ban Kendaraan di Syria tahun 2006 nilai Import Syria meningkat cukup konstan yaitu sebesar USD 25,5 juta, dari sebelumnya sebesar USD 25 juta pada tahun 2005. Jika dilihat dari nilai export negara Syria untuk produk jenis ban luar baru dari karet untuk kendaraan bermotor jenis station wagon dan jenis sedan (HS 401110) dan Ban luar baru dari karet untuk kendaran bermotor jenis bus dan truk (HS 401120) dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2006 sangat kecil sekali jika dibandingkan dengan nilai importnya, hal ini dapat diindikasikan bahwa produk jenis ban luar baru dari karet untuk kendaraan bermotor jenis station wagon dan jenis sedan (HS 401110) dan Ban luar baru dari karet untuk kendaran bermotor jenis bus dan truk (HS 401120) yang diimport banyak digunakan untuk kebutuhan dalam negeri Syria sendiri, dengan kata lain tidak di re-export ke berbagai negara. Tabel 3. Imports & Exports Syria untuk Ban Kendaraan HS 401110 2002 Impor Ekspor Imports dari Indonesia % of Imports dari Indonesia
Sumber : Trademap Diolah

2003 25,5 33 2,3 9

2004 28 0 2,7 10

2005 24,5 0 3,1 13

2006 26,7 4 1,75 7

23,3 0 2 8

(Nilai dalam juta USD)

Tabel 4. Imports & Exports Syria untuk Ban Kendaraan HS 401120 2002 Impor Ekspor Imports dari Indonesia % of Imports dari Indonesia
Sumber : Trademap Diolah

2003 22 1 0,2 1

2004 22,6 0 0,3 1

2005 25 0 0,1 1

2006 25,5 0 0,2 01

22,2 0 0,5 2

(Nilai dalam juta USD)

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

11

Market Brief Ban Kendaraan di Syria 2. Harga Harga memiliki peranan tersendiri dalam strategi pemasaran, keberhasilan strategi pemasaran dalam kompetisi produk Ban Kendaraan juga turut ditentukan oleh harga. Persaingan tentu akan lebih kompetitif apabila harga yang ditawarkan mampu bersaing dengan para kompetitor lainnya, dengan mutu dan kualitas yang sama. Untuk penentuan harga, ditentukan dari bea masuk, biaya produksi, biaya pengiriman dan harga pesaing lainnya. 3. Negara Pesaing Ekspor Ban Kendaraan ke Syria Pada tahun 2006, Negara Syria mengimpor produk Ban kendaraan HS 4011 yaitu semua jenis ban kendaraan bermotor sebesar 0,36% dari keseluruhan impor dunia untuk produk Ban Kendaraan HS 4011 dan merupakan importir urutan ke 49 dunia. Negara pemasok utama produk ini ke Syria pada tahun 2006 adalah Jepang dengan nilai USD 23,3 juta dengan pangsa pasar 39%. China merupakan pemasok kedua terbesar ke Syria senilai USD 14,8 juta (25%). Korea merupakan pemasok ketiga terbesar dengan nilai ekspor sebesar USD 4,4 juta (7%). Urutan pemasok selanjutnya adalah India USD 3,1 juta (5%), Turki USD 3,1 juta (5%), Thailand USD 2,3 juta (4%), dan Indonesia menduduki peringkat ketujuh dengan nilai ekspor sebesar USD 1,85 juta (3%). Negara Thailand merupakan pesaing terketat dari wilayah ASEAN, dimana secara peringkat Indonesia masih berada sedikit dibawah Thailand, Indonesia menduduki peringkat ketujuh sedangkan Thailand menduduki peringkat keenam. Untuk HS 401110, yaitu produk jenis ban luar baru dari karet untuk kendaraan bermotor jenis station wagon dan jenis sedan, sepuluh negara Pemasok utama ke negara Syria pada tahun 2006 adalah peringkat pertama diduduki oleh Jepang dengan nilai ekspor sebesar USD 8,1 juta (30%), peringkat kedua adalah negara China dengan nilai ekspor sebesar USD 6,5 juta (24%), peringkat ketiga adalah negara Korea dengan nilai ekspor sebesar USD 3,2 juta (12%), peringkat keempat adalah negara Turki dengan nilai ekspor sebesar USD 2,2 juta (8%), sedangkan Indonesia menduduki peringkat kelima dengan nilai ekspor sebesar USD 1,75 juta (7%). Pesaing terketat dari wilayah ASEAN adalah negara Thailand menduduki peringkat kedelapan dengan nilai ekspor sebesar USD 991 ribu (4%) dan Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN 12

Market Brief Ban Kendaraan di Syria negara Malaysia menduduki peringkat kesembilan dengan nilai ekspor sebesar USD 280 ribu (1%). Untuk HS 401120, yaitu Ban luar baru dari karet untuk kendaran bermotor jenis bus dan truk, sepuluh negara Pemasok utama ke negara Syria pada tahun 2006 adalah peringkat pertama diduduki oleh Jepang dengan nilai ekspor sebesar USD 14,9 juta (58%), peringkat kedua adalah negara China dengan nilai ekspor sebesar USD 5,7 juta (23%), peringkat ketiga adalah negara India dengan nilai ekspor sebesar USD 1,6 juta (6%), peringkat keempat adalah negara Korea dengan nilai ekspor sebesar USD 1,1 juta (4%), peringkat kelima adalah negara Mesir dengan nilai ekspor sebesar USD 738 ribu (3%). Sedangkan Indonesia Menduduki peringkat ke-18 pada tahun 2006 dengan nilai ekspor sebesar USD 22 ribu (0,08%). Dari negara anggota ASEAN yang berhasil masuk peringkat sepuluh besar hanya negara Thailand dengan nilai Ekspor USD 277 ribu (1%) dan Malaysia secara peringkat juga berada sedikit diatas Indonesia, yaitu peringkat ke-16 dengan nilai ekspor sebesar USD 31 ribu (0,1%). Melihat kebutuhan Ban luar bertekanan baru dari karet untuk kendaran bermotor jenis bus dan truk (HS 401120) negara Syria cukup besar dan mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun, sedangkan nilai ekspor Indonesia untuk Ban luar bertekanan baru dari karet untuk kendaran bermotor jenis bus dan truk (HS 401120) masih relatif kecil, maka bisa dikatakan negara Syria cukup potensial untuk target pengembangan pasar ekspor Indonesia. Tabel 5. 10 Negara Utama Pemasok ke Syria & 10 negara importir dari Syria Untuk Semua Jenis Ban Kendaraan (HS 4011)
Top 10 Exporters ke Syria Th 2006 Top 10 Importers dari Syria Th 2006

Negara 1. Jepang 2. China 3. Korea 4. India

Nilai 23,3 14,8 4,4 3,1

Negara 1. Ghana 2. jordan -

Nilai 4 1 -

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

13

Market Brief Ban Kendaraan di Syria 5. Turki 6. Thailand 7. Indonesia 8. Taiwan 9. Mesir 10. Vietnam 3,1 2,3 1,85 1,6 0,8 0,6 (nilai dalam juta USD)

Sumber : Trademap Diolah

Tabel 6. 10 Negara Utama Pemasok ke Syria & 10 negara importir dari Syria Untuk Jenis Ban Baru Dari Karet Untuk Kendaraan Bermotor Jenis Station Wagon dan Sedan (HS 401110)
Top 10 Exporters Ke Syria Th 2006 Top 10 Importers dari Syria Th 2006

Negara 1. Jepang 2. China 3. Korea 4. Turki 5. Indonesia 6. Taiwan 7. India 8. Thailand 9. Malaysia 10. Brazil

Nilai 8,1 6,1 3,2 2,2 1,75 1,6 1 0,99 0,3 0,3

Negara 1. Ghana -

Nilai 4 (nilai dalam juta USD)

Sumber : Trademap Diolah

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

14

Market Brief Ban Kendaraan di Syria Tabel 7. 10 Negara Utama Pemasok ke Syria & 10 negara importir dari Syria Untuk Jenis Ban Baru Untuk Kendaraan Bermotor Jenis Bus dan Truk (HS 401120)
Top 10 Exporters Ke Syria Th 2006 Top 10 Importers dari Syria Th 2006

Negara 1. Jepang 2. China 3. India 4. Korea 5. Mesir 6. Rusia 7. Thailand 8. Turki 9. Jerman 10. Tunisia

Nilai 14,9 5,7 1,6 1,1 0,7 0,3 0,3 0,2 0,2 0,1

Negara -

Nilai (nilai dalam juta USD)

Sumber : Trademap Diolah

4. Negara Eksportir Ban Kendaraan Dunia Pada tahun 2006, Untuk HS 4011 (semua jenis ban kendaraan), negara Jepang menguasai pasar dunia dengan nilai ekspor sebesar USD 5,3 milyar dengan market share 11,4%, China menduduki peringkat kedua dunia dengan nilai ekspor sebesar USD 5,1 milyar (11%), Jerman menduduki peringkat ketiga dunia dengan nilai ekspor sebesar USD 4,2 milyar (9%), Perancis menduduki peringkat keempat dunia dengan nilai ekspor sebesar USD 3,2 milyar (7%), USA menduduki peringkat kelima dunia dengan nilai ekspor sebesar USD 3,1 milyar (6,7%), sedangkan Indonesia menduduki peringkat ketujuh belas dunia dengan nilai ekspor sebesar USD 772 juta dengan market share sebesar 1,7% dari kebutuhan dunia (Lampiran

12).
Pada tahun 2006, Untuk HS 401110 (ban kendaraan untuk jenis station wagon dan sedan), negara Jerman menguasai pasar dunia dengan nilai ekspor sebesar USD 2,8 milyar dengan market share 11,6%, Jepang menduduki peringkat Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN 15

Market Brief Ban Kendaraan di Syria kedua dunia dengan nilai ekspor sebesar USD 2,7 milyar (11,2%), Perancis menduduki peringkat ketiga dunia dengan nilai ekspor sebesar USD 2 milyar (8,4%), China menduduki peringkat keempat dunia dengan nilai ekspor sebesar USD 1,7 milyar (7%), Korea menduduki peringkat kelima dunia dengan nilai ekspor sebesar USD 1,5 milyar (6,2%), sedangkan Indonesia menduduki peringkat keempat belas dunia dengan nilai ekspor sebesar USD 633 juta dengan market share sebesar 2,7% dari kebutuhan dunia (Lampiran 13). Pada tahun 2006, Untuk HS 401120 (ban kendaraan untuk jenis bus dan truk), negara China menguasai pasar dunia dengan nilai ekspor sebesar USD 2,7 milyar dengan market share 17,1%, Jepang menduduki peringkat kedua dunia dengan nilai ekspor sebesar USD 1,6 milyar (10,4%), USA menduduki peringkat ketiga dunia dengan nilai ekspor sebesar USD 1,2 milyar (7,7%), Jerman menduduki peringkat keempat dunia dengan nilai ekspor sebesar USD 1.2 milyar (7,7%), Korea menduduki peringkat kelima dunia dengan nilai ekspor sebesar USD 896 juta (5,7%), sedangkan Indonesia menduduki peringkat ke-29 dunia dengan nilai ekspor sebesar USD 63 juta dengan market share sebesar 4% dari kebutuhan dunia

(Lampiran 14).
5. Ketentuan Perdagangan di Syria 5.1. Ketentuan Impor dan Ekspor di Syria 1. Kebijakan yang berkaitan dengan impor dan ekspor di Syria ditentukan oleh Kementrian Perekonomian dan Perdagangan Luar Negeri. 2. Lisensi impor di Syria dikeluarkan oleh kementrian Perekonomian dan Perdagangan Luar Negeri. 3. Keseluruhan impor, kecuali nilai impor yang kurang dari 2.000 Syrian Pounds (dan kurang dari 1.000 Syrian Pounds untuk impor dari Lebanon), diperlukan persyaratan lisensi, dimana untuk memperoleh persyaratan lisensi harus dibuktikan dengan ketersediaan/kepemilikan nilai tukar asing. Dan lisensi harus sudah ada pada importir sebelum tanggal pengiriman barang. Untuk LS 104 sampai LS 454 dikenakan Biaya melebihi batas untuk penerbitan lisensi impor. Lisensi hanya diterbitkan untuk importir yang sudah terdaftar.

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

16

Market Brief Ban Kendaraan di Syria 4. Hampir 80% kantor perdagangan di Syria adalah dikuasai oleh sektor publik Foreign Trade Establisments dengan memonopoli beberapa sektor produk ekspor dan impor. 5. Produk-produk yang di batasi di Syria, antara lain : sebagian besar kebutuhan dasar yaitu gula, beras, teh, pupuk, pestisida, bahan-bahan kimia, kendaraan, ban, spare part kendaraan, textile, obat-obatan dan produk-produk farmasi, tembakau, furniture, TV. Dan produk-produk tersebut hanya boleh diimpor oleh agen yang ditunjuk oleh pemerintah sesuai dengan anggaran devisa negara. Agen tersebut menunjukkan dokumen persyaratan impor kepada kementrian perekonomian dan secara otomatis akan diberikan lisensi impor. 6. Produk-produk yang diperbolehkan untuk diimpor oleh sektor swasta di Syria antara lain : produk hasil pertanian, produk hasil industri dan bahan baku. 7. Produk-produk yang diimpor harus dari negara asal, tanpa ada intervensi/campuran dari perusahaan asing. Kementrian Perekonomian dan Perdagangan Luar Negeri mempunyai kewenangan untuk memberi ijin beberapa produk dapat diimpor dari negara lain bukan dari negara asal. 8. Produk-produk yang dilarang untuk diimpor oleh Syria dengan alasan keamanan, kesehatan, lingkungan dan keagamaan serta untuk melindungi industri lokal, antara lain : produk yang diimpor dari negara-negara non Arab. 9. Peraturan mengenai larangan untuk mengimpor kendaraan pribadi telah diganti dengan pengenaan tarif yang tinggi serta dibatasi, dimana hanya untuk mengganti kendaraan yang sudah tua dan menimbulkan polusi. 10. Diperbolehkan melakukan Impor produk hasil industri tertentu dari Syrian Free Zone. 11. Dilarang melakukan impor dari Israel untuk semua komoditi. 12. Semua barang yang diimpor masuk ke Syria akan dikenakan bea masuk dan merupakan bagian dari pajak dan pajak tambahan. Tarif impor (bea masuk) berkisar dari 0% sampai dengan 200%. Untuk makanan dan bahan baku industri dikenakan tarif impor relatif rendah, sedangkan untuk barang-barang mewah dikenakan tarif impor relatif tinggi. 13. Untuk keperluan bea cukai, nilai tarif impor diseragamkan pada tingkat 46,50 Syrian Pounds pada USD. Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN 17

Market Brief Ban Kendaraan di Syria 14. Rata-rata tarif impor sebesar 35% 15. Untuk negara-negara yang sudah melakukan penandatanganan perjanjian bilateral dengan Syria akan dibebaskan dari bea masuk dan tarif impor. 16. Besarnya tarif impor (bea masuk) mempunyai tingkatan yang progresif, dan berkisar dari 6% sampai dengan 35%, yang wajib dibayarkan ke Bea Cukai. 17. Barang-barang dengan bea masuk sebesar 1% akan dikenakan pajak sebasar 6%, sedangkan barang-barang dengan bea masuk 2% akan dikenakan pajak 11% begitu seterusnya dan akan meningkat secara progresif sampai barangbarang dengan bea masuk sebesar 35% akan dikenakan pajak lebih dari 100%. 18. Untuk masuk ke Syria ada biaya tambahan impor, yang disebut juga biaya lisensi, yaitu sebesar 2% dari nilai total impor. Kecuali impor yang dilakukan oleh pemerintah untuk beberapa komoditi yang penting, antara lain bahan baku, minyak bumi dan produk-produk olahan minyak bumi. Persyaratan Dokumen Untuk dapat melakukan ekspor ke negara Syria harus dilengkapi beberapa persyaratan dokumen, yaitu : 1. Sertifikat of Origin form B / Surat Keterangan Asal (SKA) form B 2. Bill of Lading. 3. Commercial Invoice 4. Consular / Customs Invoice 5. Insurance Certificate 6. Packing List 7. Preshipment Inspection 8. Pro – Forma Invoice 9. Steamship Company Certificate 10. U.S. Shipper’s Export Declaration 11. Dokumen perbaikan kesalahan 12. Pharmaceuticals Certificates 13. Sanitary Certificates

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

18

Market Brief Ban Kendaraan di Syria Ketentuan Pembayaran Para importir di Syria, melakukan pembayaran terbatas dengan beberapa metode, pada prinsipnya importir sektor swasta diberi kewenangan untuk mengimpor produk-produk yang termasuk daftar yang diperbolehkan dengan membuka Letter of Credit di Commercial Bank of Syria’s (ComBS). Adapun beberapa metode pembayaran yang biasa dilakukan oleh para importir Syria, yaitu : 1. Pengaturan jadwal pembayaran kepada para eksportir, biasanya dalam tempo tiga bulan atau 180 hari. Bisa juga dengan pembiayaan dari pihak ketiga misalnya dari pihak perbankan. 2. Menggunakan deposit mata uang asing di Syria oleh bukan penduduk Syria (warga negara asing) 3. Menggunakan deposit mata uang asing yang dimiliki oleh importir sendiri. 4. Mata uang asing dibeli dari sektor swasta atau kombinasi dengan sektor publik yang dimediasi oleh ComBS di pasar bebas. 5. Dilarang melakukan pembayaran ke dan dari Israel. 5.2. Perjanjian Bilateral Indonesia dengan Syria Hubungan kerjasama bilateral antara kedua negara dilandasi dengan adanya persetujuan : 1. Perjanjian Dagang antara kedua negara yang ditandatangani di Damaskus (Syria) pada tanggal 18 Maret 1976 2. MoU antara kedua Kadin yang ditandatangani tahun 1990 3. Persetujuan Promosi dan Perlindungan Investasi yang ditandatangani pada tanggal 27 Juni 1997 4. Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B) yang ditandatangani pada tanggal 27 Juni 1997 5. MoU Kerjasama Pariwisata yang ditandatangani pada tanggal 27 Juni 1997 6. Persetujuan Kerjasama Ekonomi, Ilmu Pengetahuan dan Teknik ditandatangani pada tanggal 12 Agustus 1999 7. Pada tanggal 27 Juni 1997 di Jakarta berlangsung penandatanganan MoU Kerjasama Bidang Penerangan antara kedua negara. Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN 19 yang

Market Brief Ban Kendaraan di Syria 8. Antara RI — Syria juga memiliki Pengaturan untuk Program Eksekutif antara Pemerintah RI dan Pemenintah Republik Arab Suriah mengenai Pertukaran Kebudayaan untuk tahun 2001-2003 9. Kunjungan delegasi Syria dalam rangka berpartisipasi pada MTQ Internasional di Jakarta pada akhir bulan Desember 2003. 10. Kunjungan Cendikiawan Muslim Syria Prof Dr. Wahbah Zuhaili dalam rangka berpartisipasi pada Konferensi Cendikiawan Muslim Internasional di Jakarta pada tanggal 23-26 Februari 2004 5.3. Hubungan Bilateral Bidang Ekonomi dan Perdagangan dengan Syria Hubungan ekonomi bilateral Indonesia - Syria terlihat meningkat. Hal ini ditandai dengan selalu ikut sertanya pejabat komunikasi Syria dalam program kerjasama teknik negara-negara berkembang di Indonesia yang telah berjalan sejak tahun 1999 serta adanya kunjungan para pejabat pariwisata Syria ke Indonesia untuk menindaklanjuti kerjasama dibidang pariwisata. Dalam rangka program KTNB, pemerintah Syria selalu mengirimkan pejabatnya ke Indonesia untuk mengikuti program “the International Training Courses on Telecommunication Outside Plant Construction Supervisory” yang diadakan di Bandung. Selain itu, pemerintah Syria juga pernah menyampaikan bahwa pihaknya ingin selalu mengirimkan pejabatnya untuk program-program KTNB lainnya yang ditawarkan oleh pemerintah Indonesia. Meskipun volume ekspor-impor Indonesia — Syria terlihat menurun, namun Indonesia masih memperoleh nilai surplus dalam 5 tahun terakhir ini. Komoditi ekspor utama Indonesia ke Syria adalah tekstil dan benang tekstil, kertas dan karton, veneer, kayu lapis, minyak nabati, ban, barang pecah belah, poliacetals, polycarbon dan serat sintetis. Sedangkan komoditi impor Indonesia dari Syria adalah kapas, barang percetakan, bumbu dan aluminium. Untuk meningkatkan hubungan pendagangan dan mempromosikan produkproduk Indonesia di Syria, KBRI telah ikut serta dalam Pameran Dagang Internasional di Damaskus yang diselenggarakan setiap tahun. KBRI juga telah Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN 20

Market Brief Ban Kendaraan di Syria mengundang para pengusaha Indonesia untuk ikut berpartisipasi dalam pameran tersebut. Hubungan bilateral Indonesia — Syria dapat dilihat dan perjanjian-perjanjian bilateral yang telah ditandatangani yaitu MOU Perdagangan RI — Syria, MOU Kerjasama KADIN Indonesia — Syria, Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B), MOU kerjasama Pariwisata, MOU Peningkatan dan Perlindungan Investasi. Sedangkan perjanjian-perjanjian kerjasama yang perlu ditindaklanjuti adalah Perjanjian Kerjasama Ekonomi, Ilmu Pengetahuan dan Tehnik (KSEIT) Indonesia Syria, Perjanjian kerjasama dalam bidang Angkutan Udara Indonesia — Syria, Pengaturan kerjasama dalam Bidang Pariwisata, Pengaturan kerjasama dalam bidang Perbankan Indonesia — Syria dan Perjanjian Angkutan Darat Indonesia — Syria.

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

21

Market Brief Ban Kendaraan di Syria

III. SALURAN DISTRIBUSI
Arus Perdagangan Produk Ban Kendaraan di Syria

Perusahaan Manufaktur / Produsen Ban Kendaraan dari Luar Negeri

Perusahaan Manufaktur Lokal

Importir

Distributor

Perusahaan Manufaktur Kendaraan Bermotor 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Pengecer : Dealer Ban Kendaraan Dealer Mobil Pom Bensin Bengkel Toko Komponen Automotive Pengecer lainnya

Pemakai Besar

Pemakai Individu

Pemakai bisnis

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

22

Market Brief Ban Kendaraan di Syria

IV. STRATEGI PEMASARAN
1. Produk Ban Kendaraan 1.1. Standarisasi Indonesia mulai menerapkan SNI (Standard Nasional Indonesia) yang mewajibkan semua perusahaan ban melakukan registrasi produk. SNI ini diterapkan terutama pada produk-produk ban di kelas ban mobil penumpang (SNI 06-00982002), ban truk ringan (SNI 06-0100-2002), ban truk dan bus (SNI 06-0099-2002), ban sepeda motor (SNI 06-0101-2002) dan ban dalam kendaraan bermotor (SNI 066700-2002). Ijin SNI wajib tercetak langsung pada ban. Dengan penerapan SNI ini diharapkan akan dapat meningkatkan kualitas produk ban kendaraan yang pada akhirnya dapat meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke berbagai negara di dunia serta dapat mengurangi maraknya ban selundupan di Indonesia. Selain itu, APBI juga telah mendaftarkan hak kekayaan intelektual (HAKI) dari ratusan tread pattern (tapak ban) ban-ban produk dari industri-industri ban di Indonesia. Diharapkan dengan pendaftaran patent ini, tidak akan ada lagi pemalsuan produk dan agar tidak terulang kasus beberapa tahun lalu, ketika tibatiba ada orang mengklaim kreasi tread pattern dari Ketua Umum APBI (Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia ) sekaligus Ketua Bidang Standarisasi Kadin Indonesia, yaitu bapak Aziz Pane telah dibajak oleh perusahaan ban lain. 1.2. Variasi Produk Untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan konsumen baik dalam negeri maupun luar negeri, seharusnya Ban Kendaraan diproduksi dalam beberapa jenis, sebagai contoh perusahaan Ban Kendaraan Bridgestone memproduksi berbagai jenis ban, misalnya ban kendaraan penumpang, ban komersial (truk, truk ringan, bis dan minibis), ban untuk keperluan industri, ban untuk keperluan pertanian dan untuk pemakaian di medan yang berat. Untuk kendaraan penumpang, truk ringan dan minibis, Bridgestone menyuplai ban Radial dengan konstruksi Sabuk Baja (Steel Belt) dan Sabuk Tekstil (Textile Belt) selain dari pada ban biasa.

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

23

Market Brief Ban Kendaraan di Syria Agar dapat memenuhi keinginan konsumen yang berbeda-beda pada ban Radial tersebut, Bridgestone membuat bermacam-macam jenis ban yang high performance mulai dari seri 80 sampai yang low profile yaitu seri 50 yang dirancang dengan teknologi baru. Selain memproduksi ban luar, Bridgestone juga memproduksi ban dalam dan flap.

PRODUK LINE UP :

Ban Penumpang :

Truk Ringan Bias:

Ban Truk dan Bus:

Truk Ringan Radial:

Ban Medan Berat:

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

24

Market Brief Ban Kendaraan di Syria Ban Industri: Ban Pertanian

1.3. Keunggulan Produk (Tekhnologi) Untuk meningkatkan ekspor, perusahaan Ban Kendaraan di Indonesia terlebih dahulu harus meningkatkan kualitas produk Ban Kendaraannya yang diproduksinya dengan kata lain ban kendaraan dari Indonesia harus memiliki keunggulan dibandingkan dengan ban kendaraan dari negara lain. Sebagai contoh Bridgestone telah memproduksi Ban Kendaraan jenis TURANZA ER60 dan POTENZA GIII dengan beberapa keunggulan, YAITU : Hasil rancangan teknologi keunggulan sekaligus: terbaru dengan 5

1. Menggunakan teknologi AQ Donuts 2. Tingkat kenyamanan berkendara tinggi 3. Stabilitas pengendalian pada jalan lurus maupun tikungan (cornering) pada kecepatan tinggi bagus 4. Tingkat keamanan berkendara bagus 5. Tingkat kebisingan telapak rendah

Hasil rancangan teknologi keunggulan sekaligus:

terbaru

dengan

4

1. Ban berbasis teknologi AQ Donuts, teknologi mutakhir dalam Bridgestone 2. Ban dengan penampilan yang sportif, daya traksi kuat ditunjang oleh kemampuan pengereman yang mengagumkan di atas permukaan jalan basah maupun kering 3. Pola telapak yang diadaptasi dari teknologi ban Formula 1, sangat efisien membuang/mengalirkan air di jalan basah, sehingga terhindar dari efek hydroplanning yang berbahaya 4. Tampil dengan kelas kecepatan ultra "V", mampu dipacu hingga kecepatan 240 km/jam

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

25

Market Brief Ban Kendaraan di Syria 2. Strategi Promosi Dalam rangka merebut peluang pasar di pasar Syria, diperlukan strategi promosi yang sebagai berikut : a. Pemberian diskon b. Layanan Purna Jual, antara lain : garansi gratis penggantian ban kendaraan c. Berpartisipasi di berbagai pameran lokal d. Memasang iklan pada majalah-majalah lokal e. Mendaftarkan produk pada Yellow Pages f. Diperlukan samples dan brosur-brosur Ban Kendaraan Indonesia yang diminati, serta keinginan mereka untuk mengadakan hubungan langsung dengan perusahaan-perusahaan Ban Kendaraan di Indonesia. g. Keikutsertaan dalam pameran-pameran dagang yang diselenggarakan di kedua negara. Kemungkinan ,mengadakan hubungan perdagangan langsung Indonesia-Syria lewat propinsi Aleppo. h. Indonesia telah ikut berpartisipasi pada pameran dagang internasional di Damaskus. Partisipasi Indonesia sudah mulai sejak tahun 1996 yang hampir setiap tahun diikuti oleh KBRI. Barang-barang yang dipamerkan antara lain berupa produk Ban Kendaraan, makanan, tekstil benang tenun, pakaian jadi, sepatu, rokok, peralatan listrik, baterai, alat-alat kesehatan, kayu lapis dan lain-lain. 3. Pemilihan Agen Terdapat tiga cara untuk memasarkan produk Ban Kendaraan Di Syria, yaitu : 1. Penunjukkan Commercial Agent Menunjuk langsung agen-agen di Syria adalah cara yang efektif untuk mengekspor produk Ban kendaraan ke Syria, sebagai negara yang mempunyai sistem perekonomian sosialis, kedudukan Pemerintah sangat berperan dalam perdagangan luar negeri yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan negara. Bagi perusahaan negara yang akan melakukan impor harus memperoleh lisensi impor dari Pemerintah. Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN 26 baik. Beberapa strategi yang mungkin dapat diterapkan adalah

Market Brief Ban Kendaraan di Syria 2. Franchises Saat ini jalur franchise makin popular digunakan dalam berbisnis di Syrian Arab Republic, karena jalur ini dinilai lebih mudah dibandingkan dengan penunjukkan agen langsung dan tidak memerlukan banyak modal membuka cabang sendiri ataupun melakukan joint venture. 3. Joint Ventures Proses ekspor melalui jalur joint venture memiliki dua bentuk: pertama, melalui kontrak joint venture, dimana perusahaan Indonesia menandatangani kontrak dengan perusahaan local dan mendapatkan ijin usaha dari pemerintah Syria. Kedua, perusahaan-perusahaan di Indonesia dapat membuat perusahaan terbatas di Syria. Kebanyakan perusahaan asing yang melakukan joint venture di Syria memilih untuk menggunakan bentuk ini dengan pertimbangan dapat lebih berhubungan dengan system pasar setempat. 4. Strategi Merebut Pasar 1. Produsen Ban Kendaraan Indonesia seharusnya berpartisipasi secara reguler di pameran Ban Kendaraan atau yang berhubungan dengan automotive yang diadakan di Damascus (Syrian Arab Republic). Hal ini akan membantu produsen Indonesia untuk menciptakan hubungan dengan pembeli dari Syria dan negaranegara lainnya. 2. Indonesia juga harus mengundang importir-importir utama dari Syria untuk berpartisipasi pada pameran di Indonesia. Biaya perjalanan dan tempat tinggal ditanggung oleh pemerintah Indonesia atau Asosiasi yang terkait dengan promosi ekspor. Hal ini akan membantu calon importir dari Syria untuk melihat pada fasilitas produksi di Indonesia. 3. Melakukan kunjungan khusus ke Syria oleh Menteri terkait untuk berinteraksi dengan rekan dari Syria. Indonesia harus membuat target bisnis paling rendah sekitar 5 % dari total impor Syria dan harus dapat dicapai. 4. Perlu diupayakan agar pengusaha-pengusaha Indonesia melayani penawaran tender Pemerintah Syria

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

27

Market Brief Ban Kendaraan di Syria 5. Keikutsertaan dalam pameran-pameran dagang yang diselenggarakan di kedua negara. Kemungkinan ,mengadakan hubungan perdagangan langsung IndonesiaSyria lewat propinsi Aleppo seperti pernah dikemukakan oleh Gubernur Aleppo. 6. Indonesia telah ikut berpartisipasi pada pameran dagang internasional di Damaskus. Partisipasi Indonesia sudah mulai sejak tahun 1996 yang hampir setiap tahun diikuti oleh KBRI. Barang-barang yang dipamerkan antara lain berupa produk Ban Kendaraan, makanan, tekstil benang tenun, pakaian jadi, sepatu, rokok, peralatan listrik, baterai, alat-alat kesehatan, kayu lapis dan lain-lain. 7. Diperlukan samples dan brosur-brosur mengenai komoditi Indonesia yang diminati, serta keinginan mereka untuk mengadakan hubungan langsung dengan perusahaan-perusahaan Indonesia.

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

28

Market Brief Ban Kendaraan di Syria

V. PELUANG DAN HAMBATAN
1. Peluang Perdagangan 1. Pihak Syria sangat berminat dapat melaksanakan hubungan dagang langsung dengan Indonesia 2. Selama ini barang-barang hasil produksi Indonesia sudah banyak dikenal antara lain ban kendaraan, veneer, casiavera, karet dan sebagainya mereka beli dari Singapura dan Malaysia 3. Perlu diupayakan agar pengusaha-pengusaha Indonesia melayani penawaran tender Pemerintah Syria 4. Keikutsertaan dalam pameran-pameran dagang yang diselenggarakan di kedua negara. Kemungkinan ,mengadakan hubungan perdagangan langsung Indonesia-Syria lewat propinsi Aleppo seperti pernah dikemukakan oleh Gubernur Aleppo. Para pengusaha di bidang plywood dan furniture Syria, yang selama ini membeli dari Singapura, menginginkan pembelian langsung dari Indonesia. 5. Indonesia telah ikut berpartisipasi pada pameran dagang internasional di Damaskus. Partisipasi Indonesia sudah mulai sejak tahun 1996 yang hampir setiap tahun diikuti oleh KBRI. Barang-barang yang dipamerkan antara lain berupa produk Ban Kendaraan makanan, tekstil benang tenun, pakaian jadi, sepatu, rokok, peralatan listrik, baterai, alat-alat kesehatan, kayu lapis dan lain-lain. 6. Hasil karet alam (bahan dasar pembuatan ban kendaraan) Cina sebagai kompetitor sangat sedikit dan pertumbuhannya sangat lamban 7. Karet alam dari Indonesia memiliki daya tepat guna yang tinggi dan kualitas produk ekspor dengan standar nomor 20 (SR 20) juga memiliki kualitas yang bagus dan cocok dengan permintaan untuk industri ban. 8. Pesaing utama di pasar Syria dari ASEAN adalah Thailand dan Malaysiatelah meningkatkan konsumsi karet alam domestik masing-masing negara sebagai dampak dari industrialisasi di kedua negara tersebut. Ekspor Ban Kendaran dari kedua negara tersebut pun cenderung berkurang.

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

29

Market Brief Ban Kendaraan di Syria 9. Indonesia mempunyai banyak pekerja yang berupah rendah, sehingga biaya produksi dapat ditekan. 10. Indonesia memiliki banyak persediaan bahan mentah yang berkualitas untuk produksi Ban Kendaraan. 11. Harga karet alam Indonesia lebih murah daripada kompetitor lain yang ada di pasar dunia. 12. Indonesia memiliki lahan perkebunan karet alam terluas di dunia dan merupakan negara penghasil karet alam nomor 2 di dunia setelah Malaysia. Potensi pertumbuhannya pun luar biasa dengan rata-rata peningkatan yang nyata 13. Pemerintah Indonesia turut mendukung melalui kebijakan yang mendorong ekspor 2. Hambatan Perdagangan di Syria 2.1. Hambatan Tarif di Syiria Pada tahun 2006 – 2007 Syria mengenakan tarif rata- rata sebagai berikut: Rata-Rata Tariff Tahun 2006 -2007 (Unit : %) Final Bound Syria All Goods Agriculture Goods Non–Agricultural/Luxury Goods Sumber: Market Access 2.2. Hambatan Non tarif 1. Kontak dagang para pengusaha kedua negara masih kurang sehingga hubungan dagang kedua negara belum berkembang. Syria Sebagai negara yang mempunyai sistem perekonomian sosialis, kedudukan Pemerintah sangat berperan dalam perdagangan luar negeri yang dilakukan oleh 35 < 35 > 35 Indonesia 37,1 47,0 35,6 35 < 35 > 35

Sektor

Applied Syria Indonesia 6,9 8,2 6,8

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

30

Market Brief Ban Kendaraan di Syria perusahaan-perusahaan negara. Bagi perusahaan negara yang akan

melakukan impor harus memperoleh lisensi impor dari Pemerintah. 2. Biaya produksi dan biaya export yang rendah dari negara lain seperti India dan China berpengaruh terhadap export Indonesia. 3. Terjadinya Bencana Alam di Indonesia seperti gempa bumi berpengaruh terhadap perdagangan dan industri manufaktur. 4. Belum adanya kerjasama/perjanjian bilateral antara Indonesia dengan Syria yang menyangkut bea masuk dan tarif impor lainnya. Ini menyebabkan bea masuk ke Syria dari Indonesia masih cukup tinggi dan masih dikenakan tarif impor lainnya yang berlaku di Syria, secara otomatis hal ini akan menambah biaya dan akan menjadikan harga barang menjadi tinggi sehingga kurang dapat bersaing dari negara lain yang sudah melakukan perjanjian bilateral. 5. Produk ban kendaraan di Syria termasuk produk yang dibatasi dan diawasi peredarannya, juga termasuk produk yang dimonopoli oleh pemerintah. Sehingga untuk melakukan ekspor ke Syria agak sedikit rumit, tidak semua importir di Syria dapat melakukan impor produk ban, hanya beberapa importir yang ditunjuk oleh pemerintah dan yang telah diberi lisensi impor oleh pemerintah yang dapat melakukan impor produk ban kendaraan. 6. Indonesia memiliki infrastruktur yang kurang dibandingkan dengan negaranegara lainnya seperti Jepang dan Cina. 7. Di Indonesia tarif pengiriman lebih tinggi dan waktu pemindahan (transit) yang lebih lama dibandingkan dengan Jepang dan Cina. 8. Dibandingkan dengan China dan Jepang, jarak antara Indonesia-Syria lebih jauh, sehingga masalah transportasi menjadi kendala lebih.

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

31

Market Brief Ban Kendaraan di Syria LAMPIRAN A.

Alamat Penting di Syria
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Syria Embassy of the Republic of Indonesia Ambassador : H. E. Mr. H. M. Muzammil Basyuni Address : Mezzech, Eastern Villas, al–Madina al-Munawar Street, Opposite to Omar Bin Abdul Aziz Mosque, Bloc No. 270/A Building 26, damascuc, Syria P.O. BOX 3530 Damascuc-S Phone : (963-11) 611-9630, 611-9631, 611-7939 Fax : (963-11) 611-9632 Email : kbridams@cyberia.net.lb Ministry of Economy and Foreign Trade Syrian Arab Republic Address : Bawabet el Salheya, Damascus Phone : (963-11) 221 3613, (963-11) 221 3614 Fax : (963-11) 222 5695 Email : econ-min@net.sy Website : www.syrecon.org Ministry of Industry Syrian Arab Republic Address : Maysaloun St., P.O. BOX. 12835, Damascus Phone : (963-11) 223 1845, Fax : (963-11) 223 1096 Website : www.syrianindustry.org Damascus Chamber of Commerce Address : Mouawia St., Harika Quarter, P.O. BOX. 1040, Damascus Phone : (963-11) 221 1339, Fax : (963-11) 222 5874 Email : dcc@net.sy Website : www.dcc-sy.com Federation of Syrian Chamber of Commerce Address : Mousa Bin Nosair St., P.O. BOX. 5909, Damascus Phone : (963-11) 333 7344, : (963-11) 331 1504 Fax : (963-11) 333 1127 Email : fscc@fedcommsyr.org Website : www.fedcommsyr.org

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

32

Market Brief Ban Kendaraan di Syria LAMPIRAN B.

Alamat Perwakilan Syria (Kedutaan Besar Syrian Arab Republik di Indonesia)

Embassy of the Syrian Arab Republic Ambassador : H. E. Mr. Mohammad Darwish Baladi Address : Jl. Karang Asem I no. 8, Kuningan Raya : Jakarta Selatan, Jakarta, Indonesia : P.O. BOX. 12950 Phone : (62-21) 520-4117, 525-5991, 520-1641 Fax Email : (62-21) 520-2511 : syrianemb@cbn.net.id

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

33

Market Brief Ban Kendaraan di Syria LAMPIRAN C.

Alamat Assosiasi berkaitan Ban Kendaraan di Indonesia
1. INDONESIAN AUTOMOTIVE PARTS AND COMPONENTS INDUSTRIES ASSOCIATION GIAMM ( Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor) Alamat : Jl. Kelapa Hibrida Raya Blok Q – 12 no. 2 Kelapa Gading, Jakarta P.O. BOX. 14240 Telp : (62-21) 4515587, 4515589 Fax : (62-21) 4515587 Email : giamm@cbn.net.id INDONESIAN MOTORCYCLE INDUSTRY ASSOCIATION ASOSIASI INDUSTRI SEPEDA MOTOR INDONESIA Alamat : Wisma Indomobil II-7 FI Jl. M.T. Haryono Kav. 9 Jakarta Telp : (62-21) 8566181 Fax : (62-21) 8570618 Email : pasmi@indosat.net.id Homepages : www.aisi.or.id ASSOCIATION OF INDONESIA AUTOMOTIVE INDUSTRIES GABUNGAN INDUSTRI KENDARAAN BERMOTOR (GAIKINDO) Alamat : Jl. HOS. Cokroaminoto no. 6 Jakarta P.O. BOX. 10350 Telp : (62-21) 3142100 Fax : (62-21) 3142100 Email : gaikindo@cbn.net.id ASSOCIATION OF INDONESIA BICYCLE INDUSTRIES ASOSIASI INDUSTRI PERSEPEDAAN INDONESIA (AIPI) Alamat : Jl. Kebon Sirih no. 40 Flat 18, Jakarta Pusat Jakarta Telp : (62-21) 3841359, 3501294 Fax : (62-21) 3841359 TYRE MANUFACTURERS ASSOCIATION ASOSIASI PERUSAHAAN BAN INDONESIA (APBI) Alamat : Plaza Gani Djemat 3 FI no. 76 – 78 Jakarta P. O. BOX. 10310 Telp : (62-21) 3902868, 3902869 Fax : (62-21) 3902869 34

2.

3.

INDONESIA

4.

5.

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

Market Brief Ban Kendaraan di Syria LAMPIRAN D.

DAFTAR PAMERAN DI SYRIA
1. Damascus (Syrian Arab Republic) SYRMOTOR (formerly SYRAUTO) – The Syrian International Motorshow Venue Founded in Interval Dates Organizer : New Fairground – Damascus – Airport Highway : 2001 : Every Year : 01.07.2008 – 07.07.2008 : Allied Expo P.O. BOX. 3993, Damascus Phone Fax Email : (+963-11) 3324801 : (+963-11) 3321250 : alliedexpo@mail.sy

Homepages : www.alliedexpo.com Project team : Member of following organization/s:IAEE and Project for Exhibitions P.O. BOX. 66666, Damascus Phone Fax Email : (+963-11) 2317114 : (+963-11) 2320316 : Projex@mail.sy

Industry Sectors : cars, Commercial Vehicle, Motorcycles, Caravans, Parts and Accessories (industry 28) Main Product Group : Vehicles, Car Accessories, Workshop Equipment, Supplier Industry, Wheels, Tyres, Insurance, Trucks, Lorries, Replacement Parts, Trailers. Opening Hours : daily 18:00 – 23:00, general public allowed

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

35

Market Brief Ban Kendaraan di Syria 2. ALEPPO (Syrian Arab Republic) SIF – International Syrian Industrial Exhibition Venue Founded in Interval Dates Organizer : Souk Al Intaj Fairground : 2002 : Every Year : August 2008 : CIZAR FOR FAIR Tarik Hama Bina El, Kirani Tabik 7. Homs Phone Fax Email : (+963-31) 212117 : (+963-31) 212118 : info@cizarfair.com

Homepages : www.cizarfair.com Industry Sectors : Trade Fairs For Capital Goods (industry 2) Main Product Group : Industrial Equipment, Industrial Automotive, Plastic Processing Machinery, Rubber Processing Machinery, Packaging Machinery, Packaging Material. Opening Hours : daily 16:00 – 22:00, general public allowed

3. Damascus (Syrian Arab Republic) SPORTEX – The International Fair of Sport & Youth Venue Interval Dates Organizer : New Fairground – Damascus – Airport Highway : Every Year : November 2008 : Al Sarayri & Salha Int. Co. P.O. BOX. 11261, Damascus Phone Fax Email : (+963-11) 3339452 : (+963-11) 3342772 : info@almashrek-co.com

Homepages : www.sportexfair.com Project Team : www.sportexfair.com

Industry Sectors : Sporting Goods (industry 74) Main Product Group : Sporting Goods, Sportwear, Fitness Apparatus,

Bicycles, Sport Nutrition.

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

36

Market Brief Ban Kendaraan di Syria LAMPIRAN E.

DAFTAR IMPORTIR DI SYRIA
1. MAZEN HAMMOUR INT’L GROUP P.O. BOX. 436 DAMASCUS – SYRIA Telp : (963-11) 231004-6 Fax : (963-11) 231005 Email : hammour@hammour.com Email : sales@hammour.com http : www.hammour.com 2. ANTOINE Z TEYROUZ P.O. BOX. 3556 SULEIMANIE ST. ALEPPO Contact : ANTOINE Z TEYROUZ Telp : (963-21) 440070 3. AWA TRADING CO,LTD. P.O. BOX. 25037 DAMASCUS Contact : GHASSAN AWA Telp : (963-11) 2232290 Fax : (963-11) 2232290 4. AZKOUL GENERAL TRADING CO. BAGDAD ST ., 2, 1/F DAMASCUS Contact : ROBERT ELKHATTIB Telp : (963-11) 2313259 Fax : (963-11) 2315940 5. BETINJANE CO. P.O. BOX. 2142 DAMASCUS Contact : SAMI BATINJANE Telp : (963-11) 2452472 Fax : (963-11) 2212216 6. EL – ZAIM OFFICE P.O. BOX. 7311, CENTRE BLDG., 7/F ALEPPO Contact : ALA EL - ZAIM Telp : (963-21) 2246806 Fax : (963-21) 2246807 7. ELIE CATINIS CO. P.O. BOX. 2369 DAMASCUS Contact : CHARLES CATINIS Telp : (963-11) 2215684 Fax : (963-11) 2238501 Email : catinisco@net.sy Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN 37

Market Brief Ban Kendaraan di Syria 8. ESREB TRADING & CONTRACTING P.O. BOX. 2727 DAMASCUS Contact : MARWAN ESREB Telp : (963-11) 220383 9. FARTOU TRADING & CONTRACTING P.O. BOX. 2657 DAMASCUS Contact : FARID TAUMA Telp : (963-11) 222 22 61, 222 50 18 Fax : (963-11) 224 34 44 10. HABIB BETINJANEH & SONS CO. P.O. BOX. 985 ADRAS, DAMASCUS Contact : JOSEPH MEDAWAR Telp : (963-11) 231 32 12 Fax : (963-11) 231 32 13 11. HOVSEP KASSABIAN IMPORT/EXPORT P.O. BOX. 3785 ALEPPO Contact : HOVSEP KASSABIAN Telp : (963-21) 22 06 15 Fax : (963-21) 22 30 27 12. JOESPH TAZBAH P.O. BOX. 540 ALEPPO Contact : KARAM TAZBAZ Telp : (963-21) 21 18 89 Fax : (963-21) 24 38 67 13. LEZACO MECHANICAL TOOLS CENTRE P.O. BOX. 881 ALEPPO Contact : LEON H. ZAKI Telp : (963-21) 263 47 20 Fax : (963-21) 263 39 60 Email : lezaco@net.sy http : www.lezaco.com 14. M. CH. FARHAT P.O. BOX. 424 DAMASCUS Contact : MOUAFFAC FARHAT Telp : (963-11) 21 88 65 15. MAZEN KUSSEIBATI & CO HARIKA, MUAWIA ST., P.O. BOX. 25037 DAMASCUS Contact : KUSSEIBATI MAZEN Telp : (963-11) 222 3952 Fax : (963-11) 222 0669 Email : mazenku@mail.sy

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

38

Market Brief Ban Kendaraan di Syria 16. NAGIB BAKI TRADING CO.S.A. P.O. BOX. 135 BAKI BLDG. FERDOSS, DAMASCUS Contact : ZAFER NAGIB BAKI Telp : (963-11) 221 3343, 221 3344 Fax : (963-11) 224 78 15 17. NASSRI ANTOINE HADDAD P.O. BOX. 3608 ALEPPO 00216 Contact : N. HADDAD Telp : (963-21) 225 63 07 Fax : (963-21) 224 40 31 Email : a.haddad@scs-net.org 18. NAZIR HADAYA CO. P.O. BOX. 868 DARWISHIEH, DAMASCUS Contact : BASIL HADAYA Telp : (963-11) 223 80 00 Fax : (963-11) 223 80 07 19. RIFCO SHOE MATERIALS P.O. BOX. 7910, TILAL-QUEEN ZEN, ALEPPO Contact : MOHAMED RAJAB BACHA Telp : (963-21) 22 65 30 / 5 46 99 Fax : (963-21) 22 79 37 20. RIHAWI TRADING CO. P.O. BOX. 4111, KAHWET AL-SHAAR, ALEPPO Contact : ALA. EDDIN AL-NASR Telp : (963-21) 78 14 79 / 8 02 67 Fax : (963-21) 78 02 67 / 14 79 21. SA’ID TEPSI’S SONS CO. P.O. BOX. 9660 ALEPPO Contact : FADI TEPSI Telp : (963-21) 211 3116 Fax : (963-21) 211 3118 Email : info@tepsi-syria.com http : www.tepsi-syria.com 22. SAWAS TRADING GROUP AL-JAMILIEH STR., NO. 1290/1 P.O. BOX. 11027 ALEPPO Contact : FERAS SAWAS Telp : (963-21) 225 4756 Fax : (963-21) 222 2946 Email : swsco@scs-net.org http : www.sawasgroup.com

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

39

Market Brief Ban Kendaraan di Syria 23. SERVICING & MARKETING OFFICE P.O. BOX. 4066 ALEPPO Contact : M. ENG. SIMON IBRAHIM Telp : (963-21) 65 88 16 / 4 57 67 Fax : (963-21) 64 90 53 24. SOILS & FOUNDATION ENGINEERS P.O. BOX. 2846 DAMASCUS Contact : FARID MAWLAWI Telp : (963-11) 222 44 26 Fax : (963-11) 222 44 36 25. SYRIAN FOR SPARE PARTS P.O. BOX. 5422 ALEPPO Contact : GEORGES TARABICHI Telp : (963-21) 222 46 76 Fax : (963-11) 222 94 79 26. SYRIAN TRADING & DEVELOPMENT P.O. BOX. 4885 DAMASCUS Contact : FOUAD BADINE Telp : (963-11) 22 72 34 / 96 33 27. TEVAS P.O. BOX. 3050 DAMASCUS Contact : MOUKHLES NAHAS Telp : (963-11) 671 47 60/1/2 Fax : (963-11) 671 47 59 Email : tevas@net.sy

Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN

40

Market Brief Ban Kendaraan di Syria

EXECUTIVE SUMMARY
Dilihat dari jumlah penduduknya negara Syria cukup besar dan merupakan pasar yang cukup potensial, negara Syria memiliki Gross Domestic Product (GDP) per kapitanya US$ 4.500 (estimasi tahun 2007) dengan tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 3,9% pertahun (estimasi tahun 2007). Sedangkan tingkat inflasi sebesar 7% pertahun (estimasi tahun 2007) dan jumlah penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan sebesar 11,9% yaitu 2.349.963 jiwa (estimasi tahun 2007). Sedangkan pertumbuhan investasi dinegara Syria mencapai 21,3% (estimasi tahun 2007). Neraca perdagangan Syria mengalami minus sebesar USD 2,181 billion (tahun 2007), dimana nilai importnya lebih besar daripada nilai ekspornya. Nilai Ekspor Syria sebesar USD 10,58 billion, sedangkan nilai import Syria sebesar USD 12,38 milyar. Kebutuhan produk ban kendaraan di negara Syria pada tahun 2006 mencapai 0,36% dari kebutuhan dunia, yaitu sebesar 45.256 ton ban kendaraan, dengan nilai USD 58,923 juta, sedangkan kebutuhan dunia mencapai 12.778.461 ton ban kendaraan, dengan nilai USD 47,4 milyar. Negara Syria menduduki peringkat ke 49 dari keseluruhan negara pengimpor produk ban di dunia. Berdasarkan sumber dari BPS, data perdagangan Indonesia – Syria selama periode 2003 – 2008 selalu menunjukan angka surplus bagi Indonesia. Total perdagangan Indonesia – Syria pada tahun 2008 (Januari–Pebruari) sebesar US$ 11,8 juta, meningkat 52,96 % dibanding tahun 2007 (Januari–Pebruari) sebesar US$ 7,7 juta, dan neraca perdagangan kedua Negara menunjukan surplus bagi Indonesia. Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia–Syria sampai periode Januari–Pebruari 2008 sebesar US$ 11,6 juta, naik 56,71 % dibanding dengan periode yang sama pada tahun 2007 sebesar US$ 7,4 juta. Neraca perdagangan kedua Negara menunjukan surplus bagi Indonesia, yaitu Ekspor Indonesia ke Syria: US$. 11,7 juta (Januari–Pebruari 2008) sedangkan Impor Indonesia dari Syiria: US$. 0,08 juta (Januari–Pebruari 2008). Jika dilihat dari nilai export negara Syria untuk produk Ban Kendaraan dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2006 sangat kecil sekali jika dibandingkan dengan nilai importnya, hal ini dapat diindikasikan bahwa produk Ban Kendaraan yang diimport banyak digunakan untuk kebutuhan dalam negeri Syria sendiri, dengan kata lain tidak di re-export ke berbagai negara. Sedangkan perkembangan nilai ekspor Indonesia ke Syria dari tahun 2002 sampai dengan tahun 2004 cukup konstan, dengan market share rata-rata tiap tahun sebesar 5% dari total nilai import Syria. Sedangkan pada tahun 2005 market share Indonesia mengalami sedikit peningkatan dari 5% dengan nilai ekspor USD 2,96 juta pada tahun 2004 menjadi 6% dengan nilai ekspor USD 3,3 juta pada tahun 2005. Namun pada tahun 2006 market share Indonesia mengalami penurunan dari 6% dengan nilai ekspor USD 3,3 juta pada tahun 2005 menjadi 3% dengan nilai ekspor USD 1,9 juta. Dengan demikian sebenarnya untuk produk Ban Kendaraan masih terbuka peluang yang sangat besar karena nilai import/kebutuhan negara Syria cukup besar dan selalu meningkat dari tahun ke tahun, maka dari itu pangsa pasar produk Ban Kendaraan harus ditingkatkan lagi. Badan Pengembangan Ekspor Nasional, BPEN 41

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful