You are on page 1of 4

Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel

Kejadian Post Traumatik Syndrome Disorder (PTSD) 8 Bulan Pasca Bencana Tsunami Di Kabupaten
iamis Tahun !""# (Studi Kasus Di Desa Pan$andaran% &e$ok Ja'a Dan Batu Karas)
KEJADIAN POST TRAUMATIC SYNDROME DISORDER (PTSD)
8 BULAN PASCA BENCANA TSUNAMI
DI KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2007
(STUDI KASUS DI DESA PANGANDARAN, LEGOK JAWA DAN BATU KARAS)
Linda Hotmaida ) *
Gurdani Yogisutanti )**
Rika Harini )***
ABSTRAK
Bencana alam adalah sesuatu hal yang tidak pernah diinginkan. Hadirnya sebuah bencana dalam kehidupan manusia,
menyebabkan adanya kegoncangan psikologis pada diri manusia tersebut. Indiidu yang mengalami bencana dapat dipastikan akan
mengalami trauma yang dikenal dengan sebutan Gangguan !tres "asca #rauma atau Acute Stress Reaction. #u$uan umum penelitian
adalah untuk mengka$i secara detail tentang gangguan "#!% yang ditimbulkan oleh gempa dan tsunami. &enis penelitian ini adalah
penelitian deskripti' eksplorati' dimana &umlah populasi dalam penelitian ini termasuk dalam populasi in'init. !ampel dalam penelitian ini
sebanyak () orang yang diambil secara accidental sampling dari ) tempat di *abupaten +iamis. Instrumen penelitian yang digunakan
berupa da'tar pertanyaan yang terdiri dari ,- pertanyaan yang berkaitan dengan kriteria diagnosis "#!% dan .nalisa data dianalisis
secara uniariat dengan cara mendeskripsikan ariabel penelitian dan masing/masing pertanyaan dengan menggunakan narasi dan
distribusi 'rekuensi. Hasil penelitian menun$ukkan !ebagian besar responden mengalami gangguan aspek 'isik 011,23), !eluruh
responden agak sering mengalami gangguan aspek kogniti', !ebagian responden agak sering dan sering mengalami gangguan emosi,
!ebagian responden tidak pernah mengalami gangguan behaiour, !eluruh responden agak sering mengalami gangguan aspek sosial,
!ebagian responden mempunyai kecenderungan untuk mengalami "#!% 01,,43) dan sebagian pula yang mengalami "#!% 0(2,23).
%isarankan untuk masyarakat yang terindikasi mengalami "#!% maupun yang ada kecenderungan untuk mengalami "#!%, agar dapat
diberikan bimbingan atau terapi untuk menghilangkan trauma.
Kata Kunci: Post traumatic syndrome disorder, Tsunami
PENDAHULUAN
Indonesia sedemikian 5akrab6 dengan bencana alam.
Berbagai macam bencana alam sebagaimana kita ketahui
sering ter$adi ditanah air kita. Bencana alam tersebut dapat
berupa gempa bumi, tanah longsor, dan ban$ir. Bahkan, dalam
setahun terakhir se$umlah gempa bumi menggoyang beberapa
daerah di Indonesia Bagian #imur. 7amun, puncak dari segala
kepedihan itu, ter$adi pada hari 8inggu 49 %esember 4::( lalu
di 7anggroe .ceh %arussalam 07.%) dan !umatera ;tara. Hal
demikian tentu berkaitan dengan keadaan dan kondisi alam di
tanah air kita ini. %iantara kondisi alam yang mendukung
ter$adinya bencana yang disebabkan olehnya adalah curah
hu$an yang tinggi, posisi Indonesia yang terletak pada $alur
subduksi lempeng tektonik, terdapatnya gunungapi akti', pola
struktur geologi akti', serta kemungkinan interaksi akibat
bencana alam dan ulah manusia, seperti adanya degradasi
lingkungan, peman'aatan dan pengolahan sumberdaya alam
yang tidak tersistematik dan terancam
Bencana alam adalah sesuatu hal yang tidak bisa
diramalkan. Bahkan, selain tidak pernah bisa diramalkan,
bencana alam itu adalah sesuatu hal yang tidak pernah
diinginkan. 8aka, sesiap apa pun seseorang dalam
menghadapi bencana alam, akibatnya adalah sesuatu hal yang
tidak diinginkan. <leh karena itu, hadirnya sebuah bencana
dalam kehidupan manusia, menyebabkan adanya
kegoncangan psikologis pada diri manusia tersebut. *ematian
adalah =bencana= yang sudah memiliki nilai kepastian. .rtinya,
setiap manusia, setiap makhluk hidup, suatu saat pasti
menghadapi kematian. #etapi, kendatipun ada nilai kepastian
akan hadirnya bencana kematian tersebut, setiap orang yang
hidup 0sanak saudara yang ditinggalkannya), tidak memiliki
kesiapan hilangnya keseimbangan psikologis dalam hidup dan
kehidupannya. 8aka, akibat dari ketidakseimbangan psikologis
ini seseorang yang mendapatkan akibat bencana alam kerap
kali memunculkan sikap/sikap yang =tidak normal=.
Indiidu yang mengalami bencana dapat dipastikan akan
mengalami trauma. #rauma dapat diartikan sebagai suatu
pukulan berat, sebuah luka batin yang dihasilkan oleh ke$adian
yang situasinya melebihi situasi sulit yang dialami manusia
sehari/hari dalam kondisi >a$ar, yang mengagetkan dan
menyakitkan, memukul dan mengancam nya>a serta dapat
menghilangkan prinsip/prinsip dasar kebutuhan manusia akan
rasa aman, dan menggoyahkan kepercayaan bah>a dunia ini
adalah tempat yang nyaman 0"eter .. Liine, ,??2). !ebuah
trauma disebabkan melalui stres yang bergerak di luar
pengalaman normal atau di luar kesadaran manusia dan
menimpa hampir setiap orang yang menderita beban yang
kuat@berat. %engan pengertian demikian, situasi yang dialami
oleh masyarakat pascagempa dan tsunami adalah traumatic
grie' reactions atau reaksi/reaksi berkabung yang diakibatkan
kehilangan/kehilangan yang dialami dalam peristi>a yang
traumatic.
Bencana meninggalkan dampak psikologis yang
berariasi pada indiidu yang terkena. Indiidu A indiidu akan
mengalami kembali peristi>a traumatic itu dalam mimpi A
mimpi dan >icara mereka sehari A hari. 8ereka akan
menghindari segala sesuatu yang diperkirakan bakal memba>a
kembali ingatan akan peristi>a traumatic itu kedalam khaBanah
mental. Bahkan, mereka akan mengalami penderitaan
biopsikososial berupa penumpulan kemampuan dan perasaan
dalam menanggapi lingkungan. *ehidupan mereka akan
terganggu oleh ke>aspadaan dan kepekaan berlebih terhadap
sekadar perubahan suara, perubahan keadaan, dan aneka
perubahan kecil yang biasa ter$adi sehari A hari
0httpC@@>>>.sinarharapan.co.id.) !elain itu mereka $uga akan
mengalami kecemasan, depresi 0ketertekanan $i>a), kesulitan
berpikir, dan gangguan konsentrasi.
%ikalangan ilmu kedokteran $i>a, kumpulan ge$ala A
ge$ala itu dikenal dengan sebutan Gangguan !tres "asca
#rauma atau Acute Stress Reaction sendiri yang diartikan
sebagai gangguan psikis yang timbul akibat dahsyatnya
pengaruh stressor atau sumber stres 0httpC@@>>>.angkasa/
online.com) . Ge$ala A ge$ala gangguan stress pasca trauma
(ol) !% *o) !% *o+ember !""8
ISS* ,-,".!/-0
bisa mulai muncul seminggu hingga tiga puluh tahun setelah
peristi>a traumatic ekstrem. &adi kurun >aktu e'ek trauma bisa
begitu pan$ang. Ge$ala A ge$ala tersebut bias hilang A timbul
sepan$ang masa, dengan demikian mengganggu 'ungsi ker$a
dan kee'ekti'an hidup umumnya. &ika tidak dikelola 0diobati dan
ditangani) dengan benar, ada sekitar ): 3 pasien gangguan
stress pasca trauma yang sembuh sendiri. 7amun ada sekitar
(: 3 yang terus A menerus bahkan mengidap berbagai ge$ala
dalam tara' sedang, dan ,: 3 akan terus A menerus mengidap
berbagai ge$ala dalam tara' parah
0httpC@@>>>.kompas.com@+yber 8edia / *esehatan.htm)
!enin sore 0,- &uli 4::9) pukul :9.:9 DIB, +iamis
diguncang gempa berkekuatan 9,4 !R kemudian diikuti dengan
naiknya gelombang setinggi E 1 meter dengan hempasan
gelombang se$auh 1:: meter. !etelah beberapa menit
kemudian ter$adi gempa susulan sebanyak 4 kali berkekuatan
9,, !R dan 9,4 !R yang meluluh lantahkan bangunan yang
ada disepan$ang garis pantai
0httpC@@aryanugraha.>ordpress.com). %aerah yang dilanda
bencana 0#sunami) meliputi sebagian >ilayah "uskesmas C
*alipucang, "angandaran, +ikembulan, !idamulih, "arigi,
+i$ulang, +imerak dan Legok$a>a. Bencana tersebut selain
banyak menelan korban $i>a $uga menghancurkan bangunan
disekitarnya. *erusakan sarana dan prasarana umum, rumah
tinggal, lingkungan, kehilangan sanak keluarga, harta benda
dan berbagai kehilangan lain merupakan se$umlah stressor luar
biasa yang dialami korban bencana ini.
8eskipun bencana #sunami dan Gempa di "angandaran
telah berlalu, namun dampaknya masih dirasakan oleh semua
masyarakat disekitarnya dengan berbagai kondisi. !tudi a>al
yang dilakukan di tiga daerah bencana yang terparah yaitu
"angandaran, Legok$a>a dan +i$ulang menun$ukkan bah>a
banyak masyarakat, yang tidak hanya kehilangan harta, akan
tetapi $uga kehilangan suami, anak, ibu, ayah dan keluarga
terdekat, yang kemungkinan besar dapat menimbulkan stress
dan trauma. Bahkan lebih menyedihkan karena masyarakat ini
belum ada yang memperhatikan secara memadai dalam
penanganan masalah kesehatan $i>a khususnya penanganan
post traumatic syndrome disorder. Hal ini terlihat dari upaya A
upaya yang sudah dilaksanakan dalam kesehatan $i>a masih
bersi'at kurati'., yang kalau dilihat dari segi 'isik dan psikis
seharusnya ada penanganan khusus seperti
pendampingan@konseling bagi masyarakat yang mengalami
syndrome pasca trauma.
<leh karena itu, penelitian ini mencoba mengka$i “
bagaimana gangguan PTSD yang ditimbulkan oleh gempa dan
tsunami pada masyarakat yang mengalami musibah tersebut!
Hal ini penting mengingat bah>a selama ini daerah
"angandaran merupakan daerah pari>isata dan merupakan
salah satu asset 7egara yang harus di bangun kembali agar
masyarakat bias meraih kembali 'ungsi normalnya sehingga
tetap men$adi produkti' dan mampu men$alani hidup yang
bermakna setelah peristi>a yang traumatik. 8usibah yang baru
dialaminya tidak di$adikan sebagai beban hidup yang harus
mematikan masa depannya.
8elihat banyak sekali persoalan/persoalan yang ter$adi
yang ditimbulkan oleh bencana dan tsunami di "anganaran
dalam sisi psikologis, maka persoalan pokok penelitian ini
dia$ukan dalam bentuk pertanyaan, yaituC 5"agaimana
gangguan PTSD yang ditimbulkan oleh gempa dan tsunami
pada masyarakat yang terkena bencana tsunami
#u$uan umum untuk mengka$i secara detail tentang
gangguan "#!% yang ditimbulkan oleh gempa dan tsunami
terhadap aspek 'isik, askpek kogniti', aspek emosi, aspek
behaiour dan aspek sosial.
8an'aat penelitian bagi ilmu kepera>atan Hasil penelitian
dapat digunakan sebagai dasar dalam memberikan tindakan
asuhan kepera>atan bagi klien dengan "#!% dan dapat
dilakukan ka$ian mengenai model pengelolaan trauma pasca
gempa dan tsunami. %an bagi peneliti lain hasil penelitian
dapat dikembangkan untuk in'ormasi atau data untuk penelitian
lebih lan$ut tentang kondisi psikologis masyarakat.
METODOLOGI PENELITIAN
%isain penelitian yang digunakan termasuk dalam
penelitian deskripti' eksplorati'. "enelitian eksplorati' yaitu
suatu metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui
gambaran tentang suatu keadaan atau 'enomena 0.rikunto,
4::4). Fariabel dalam penelitian ini adalah *e$adian Post
Traumatic Syndrome Disorder #PTSD$.
"opulasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat
yang terkena dampak bencana gempa dan tsunami pada
tanggal 4- &uli 4::1 di >ilayah "antai "angandaran dan
sekitarnya. &umlah populasi dalam penelitian ini termasuk
dalam populasi in'init atau populasi yang tidak dapat diketahui
dengan pasti $umlahnya.
!ampel dalam penelitian ini diambil dari tiga tempat atau
>ilayah yang mengalami kerusakan paling parah, yaitu di
%aerah "angandaran, Batukaras dan Legok$a>a. &umlah
sampel dan sampel ditentukan dan diambil secara accidental
sampling di tiga tempat tersebut, dimana penduduk yang
ditemui pada saat penelitian dan bersedia men$adi responden
akan diambil sebagai sampel. %ari hasil penelitian yang
dilaksanakan pada tanggal ? 8ei 4::- mulai $am :2.:: A ,9.::
>ib, $umlah sampel yang diambil sebanyak () orang.
Instrumen penelitian yang digunakan berupa da'tar
pertanyaan yang terdiri dari ,- pertanyaan yang berkaitan
dengan kriteria diagnosis "#!%, dengan pilihan $a>aban
modi'ikasi dari !kala Likert, yaituC tidak pernah, sesekali, agak
sering, sering dan sangat sering.
;$i coba instrumen telah dilaksanakan pada tanggal 41
.pril 4::- pada ,? orang penduduk yang terkena bencana
gempa dan tsunami. %ari hasil u$i coba instrumen ternyata
hampir semua kalimat atau pertanyaan kurang dapat
dimengerti oleh masyarakat sehingga harus dilakukan
perbaikan kalimat atau pertanyaan tersebut.
#eknik pengolahan data terdiri dari C "engeditan 0%diting),
dan "engkodean 0&oding). .nalisa data dianalisis secara
uniariat dengan cara mendeskripsikan ariabel penelitian dan
masing/masing pertanyaan dengan menggunakan narasi dan
distribusi 'rekuensi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
,. ;mur Responden
#abel (.,
%istribusi Grekuensi ;mur Responden
Umu (!"#u$) % &
4, A ): 4 (,-
), A (: ,, 41,9
(, A 1: ,? ((,4
1, A 9: ( ?,)
H 9: - 9,)
!ebagian responden 0((,43) berumur (,/ 1: tahun, dan
sebagian kecil 041,93) yang berusia antara ),/(: tahun.
!angat sedikit responden yang berusia 4,/): tahun dan sangat
sedikit pula responden yang berusia lebih dari 9: tahun. Rata/
rata usia responden adalah (- tahun dengan umur termuda 4(
tahun dan umur tertua adalah 2) tahun.
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Kejadian Post Traumatik Syndrome Disorder (PTSD) 8 Bulan Pasca Bencana Tsunami Di Kabupaten
iamis Tahun !""# (Studi Kasus Di Desa Pan$andaran% &e$ok Ja'a Dan Batu Karas)
4. Gangguan "#!%
#abel (.4
%istribusi Grekuensi responden berdasarkan gangguan "#!%
terhadap aspek 'isik
.spek 'isik &umlah
' 3
#idak pernah
!esekali
.gak sering
!ering
!angat sering
:
:
4(
,4
-
:
:
11,2
4-,?
),:,
&umlah () ,::,:
!ebagian responden 011,23) agak sering mengalami
gangguan 'isik dan sebagian kecil responden 04-,?3) sering
mengalami gangguan 'isik serta sangat sedikit responden
0),:,3) sangat sering mengalami gangguan 'isik.
#abel (.)
%istribusi Grekuensi Responden berdasarkan Gangguan "#!%
terhadap .spek *ogniti'
.spek *ogniti' &umlah
' 3
#idak pernah
!esekali
.gak sering
!ering
!angat sering
:
:
()
:
:
:
:
,::
:
:
&umlah () ,::,:
%ari tabel di atas diketahui bah>a seluruh responden
0,::3) agak sering merasakan gangguan aspek kogniti'
#abel (.(
%istribusi Grekuensi Responden berdasarkan Gangguan "#!%
terhadap .spek Imosi
.spek Imosi &umlah
' 3
#idak pernah
!esekali
.gak sering
!ering
!angat sering
:
:
4:
4)
:
:
:
(9,1
1),(
:
&umlah () ,::,:
%ari tabel (.( di atas dapat diketahui bah>a sebagian
responden 0(9,13) agak sering dan sering mengalami
gangguan emosi, dan sebagian responden 01),() sering
mengalami gangguan emosi
#abel (.1
%istribusi Grekuensi Responden berdasarkan Gangguan "#!%
terhadap aspek behaiour
.spek Behaiour &umlah
' 3
#idak pernah
!esekali
.gak sering
!ering
!angat sering
4:
,4
(
)
(
(9,1
4-,?
?,)
-,:
?,)
&umlah () ,::,:
%ari tabel di atas di ketahui bah>a sebagian responden
0(9,13) tidak pernah mengalami gangguan terhadap aspek
behaiour, sedangkan yang sering dan sangat sering
mengalami gangguan behaiour hanya sangat sedikit
responden
#abel (.9
%istribusi Grekuensi Responden berdasarkan Gangguan "#!%
terhadap .spek !osial
.spek !osial &umlah
' 3
#idak pernah
!esekali
.gak sering
!ering
!angat sering
:
:
()
:
:
:
:
,::
:
:
&umlah () ,::,:
%ari tabel (.9 dapat dilihat bah>a seluruh responden
agak sering 0,::3) merasakan gangguan aspek sosial.
). Respon terhadap ke$adian bencana tsunami
#abel (.-
%istribusi Grekuensi respon terhadap *e$adian
bencana#sunami
K'(")*"$ PTSD % &
.da *ecenderungan
mengalami "#!%
44 1,,4
8engalami "#!% 4, (2,2
&umlah () ,::,::
%ari tabel (.- di atas dapat diketahui bah>a sebagian
responden mempunyai kecenderungan untuk mengalami "#!%
01,,43) dan sebagian pula yang mengalami "#!% 0(2,23).
"enelitian ini dilakukan di "antai "angandaran dan
sekitarnya pada () orang responden dengan rata/rata usia (-
tahun. %ari hasil penelitian sebagian responden agak sering
mengalami gangguan 'isik, agak sering merasakan gangguan
aspek kogniti', sebagian responden agak sering dan sering
mengalami gangguan emosi, sebagian responden tidak pernah
mengalami gangguan terhadap aspek behaiour dan seluruh
responden agak sering merasakan gangguan aspek sosial.
%ari hasil penelitian diketahui bah>a respon terhadap
ke$adian bencana tsunami adalah sebagian responden
mengalami "#!% dan sebagian ada kecenderungan untuk
mengalami "#!%.
Berkaitan dengan hal tersebut di atas, Gitosudarmo dan
!udita 0,??-) menyatakan bah>aC 5*omponen respon akibat
stress meliputi reaksi 'isik, psikis atau perilaku terhadap stress.
!alah satu bentuk reaksi yang paling mudah untuk diamati
adalah reaksi 'isik yang paling ringan sepertiC mengalami
ketegangan di bahu maupun di leher, atau yang lebih berat
seperti gangguan tidur. .dapun 'aktor penyebab stress dapat
bersumber dari dalam maupun dari luar indiidu itu sendiri.
!umber stress dari dalam diri bisa merupakan e'ek dari trauma,
ciri kepribadian, kebutuhan, nilai, umur, dan kondisi kesehatan.
!elain itu, menurut %irektorat "endidikan Lan$utan
"ertama dalam modul untuk pendamping konseling traumatik
04::(C1), tanda/tanda stres dapat dilihat dari ge$ala yang
ditun$ukkan. !eseorang yang mengalami stres dapat
diidenti'ikasi dari tanda atau petun$uk yang diperlihatkannya,
yang meliputi aspek 'isik, kogniti', emosi dan perilaku. #anda/
(ol) !% *o) !% *o+ember !""8
ISS* ,-,".!/-0
tanda yang berhubungan dengan 'isik atara lain mudah lelah,
lesu, sering mual, muntah/muntah, gemetaran, ke$ang/ke$ang,
sakit, pegal/pegal di bagian pundak, susah berna'as sering
berdebar, tekanan darah men$adi tinggi, sakit pencernaan,
penglihatan kabur, kehausan yang tidak >a$ar, merasa sakit
dibagian tubuh tertentu, sering buang air kecil, sakit kepala dan
sebagainya.
%engan demikian, pemahaman trauma sebagai proses
sosial sekaligus proses ke$i>aan yang bersi'at personal mutlak
diperlukan guna mencari solusi terbaik dari lingkaran ingatan
traumatis. Implikasinya, untuk mengatasi trauma pasca/gempa
di "angandaran dan sekitarnya.
KESIMPULAN DAN SARAN
K'+*m,u-"$
%ari hasil penelitian yang telah dilakukan pada () orang
responden yang mengalami bencana alam gempa dan tsunami
dapat disimpulkan bah>aC
,. !ebagian besar responden mengalami gangguan aspek 'isik
011,23).
4. !eluruh responden agak sering mengalami gangguan aspek
kogniti' 0,::3)
). !ebagian responden agak sering 0(9,13) dan sering
mengalami gangguan emosi 01),(3)
(. !ebagian responden tidak pernah mengalami gangguan
behaiour0(9,13)
1. !eluruh responden agak sering mengalami gangguan aspek
sosial 0,::3)
9. !ebagian responden mempunyai kecenderungan untuk
mengalami "#!% 01,,43) dan sebagian pula yang
mengalami "#!% 0(2,23).
S""$
!aran yang dapat direkomendasikan berdasarkan hasil
penelitian ini diantaranya adalahC
,. *epada masyarakat yang terindikasi mengalami "#!%
maupun yang ada kecenderungan untuk mengalami "#!%,
agar dapat diberikan bimbingan atau terapi untuk
menghilangkan trauma. 8asalah ini seharusnya men$adi
prioritas mengingat hal ini sangat penting dan serius
dampaknya bagi masyarakat.
4. 8eskipun para korban bencana alam tersebut mengalami
gangguan "#!% tingkat keparahannya tidak tinggi atau ada
yang cenderung akan mengalami "#!%, mereka dapat
direhabilitasi secara lebih cepat baik dengan obat dan
psikoterapi hendaknya dilakukan oleh para psikoterapis,
psikologis klinis, psikiater, dokter, pera>at dan para
pro'esinal lainnya yang ahli dibidang ini.
D"%!" Pu+!"."
.rikunto, !. 4::4. Prosedur Penelitian Suatu Penekatan
Praktek. &akarta C Rineka +ipta
Banko'', G. Grerks J %. Hilhorst 0Ids). 4::). 8apping
Fulnerability C %isasters, %eelopment and "eople.
I!B7
Loar 7, Dolmer. 4::(. Implementing relie' program in
communities a''ected by disaster C #heory, principles
and a case study In C Remschimidt, Bel'er, Goodyer
0ed) Gacilitating "ath>ays ed.
7otoatmo$o. 4::4. 'etodologi Penelitian (ntuk Kesehatan.
&akarta C Rineka +ipta
KKKKKKKKK, 4::1. 'emahami Reaksi %mosi Dan Perilaku
Anak Pasca "encana. &akarta C %iisi "sikiatri .nak
J Rema$a %epartemen "sikiatri G*;I@R!+8
KKKKKKKKK, 4::1. 'odul "asic &ourse &ommunity 'ental
)ealth *ursing #"&+&')*$. &akarta C G*;I
DH<. 4:::. 8anaging the psychosocial conseLuences o'
disaster/training modules
DH<. 4::1. Recommendations 'or mental health in .ceh
httpC@@>>>.angkasa/online.com
0httpC@@aryanugraha.>ordpress.com)
httpC@@>>>.kompas.com@+yber 8edia / *esehatan.htm
httpC@@>>>.ncptsd.a.go
httpC@@>>>.ptsd.org.uk
httpC@@>>>.sinarharapan.co.id
Linda Hotmaida, !.*ep., 7ers ) * !ta' dosen !#I* Immanuel
Bandung.
Gurdani Yogisutanti, !*8 )** !ta' dosen !#I* Immanuel
Bandung.
Rika Harini, !.*ep., 7ers )*** !ta' dosen !#I* Immanuel
Bandung.