You are on page 1of 10

Secara Etimologis Geologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Geo yang artinya

bumi dan Logos yang artinya ilmu, Jadi Geologi adalah ilmu yang mempelajari
bumi. Secara umum Geologi adalah ilmu yang mempelajari planet Bumi, termasuk
Komposisi, keterbentukan, dan sejarahnya.
Karena Bumi tersusun oleh batuan, pengetahuan mengenai komposisi, pembentukan,
dan sejarah nya merupakan hal utama dalam memahami sejarah bumi. engan kata
lain batuan merupakan objek utama yang dipelajari dalam geologi.
!ni"ormitarianisme adalah salah satu konsep penyatu dalam ilmu geosains. Konsep ini
berkembang pada tahun #$%% akhir, menyatakan bah&a proses Katastro"ik bukanlah yang
bertanggung ja&ab pada bentuk bumi pada permukaannya. 'de ini berla&anan dengan ide
dari masa itu. 'de pada masa itu berdasarkan pada pena"siran injil. !ni"ormiti
menyatakan bah&a bumi berkembang dalam &aktu yang sangat panjang melalui berbagai
proses geologi dan geomor"ik.
(ada sekitar abad ke tujuh belas, peneliti injil dan seorang )rchbishop, James !sser
menyatakan bah&a bumi diciptakan pada tahun *%%* B+E. ,anya pada sekitar satu abad
kemudian James ,utton atau ayah dari geologi pada #$-., mengatakan bah&a bumi lebih
tua dan muncul dalam proses yang proses yang terjadi sekarang adalah sama dengan
proses yang terjadi pada masa yang lampau dan akan menjadi proses yang terjadi
kemudian hari.
Kata !ni"otmitarianisme pertama kali digunakan oleh /illiam /he&ell pada tahun #-01,
dia adalah seorang pelajar di uni2ersitas +ambridge. 'ni digunakan sebagai penjelasan
alternati" menegnai asal mula bumi. Sebelumnya bumi dianggap tercipta karena akibat
dari yang supernatural dan dipengaruhi oleh berbagai kejadian bencana seperti banjir
dalam injil. Jenis 3eori 'ni disebut katastro"isme.
(ada tahun #$-. ,utton mempresentasikan pemikirannya di Royal Society of Edinburg,
bah&a bumi memiliki sejarah yang panjang dan bisa diinterpretasikan melalui proses
yang sekarang terlihat. (emikiran ,utton kurang dihargai komunitas ilmiah sampai
tulisan Sir +harles Lyell tiga 2olume dari Principles of Geology. 3eori
uni"ormitarianisme juga penting membentuk ide dari bidang lain seperti dalam pekerjaan
+harles ar&in dan )l"red /allace mengenai asal mulai spesies bumi,
uni"ormitarianisme yang diperluas hingga biologi.
(ada "ilsa"at kealaman, uni"ormitarianisme adalah asumsi bah&a hukum alam yang
berlaku sekarang selalu beroperasi di jagad ini baik pada masa lampau maupun di tempat
manapun di jagad ini. !ni"ormitarianisme pernah menjadi prinsip kunci di geologi, tetapi
naturalisme geologi modern, &alau menerima bah&a geologi muncul melalui &aktu yang
panjang, dia tidak lagi memegang prinsip gradualisme yang ketat.
Kerak bumi adalah lapisan terluar Bumi yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu kerak
samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar .4#% km
sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 1%4$% km. (enyusun kerak samudra
yang utama adalah batuan basalt, sedangkan batuan penyusun kerak benua yang utama
adalah granit, yang tidak sepadat batuan basalt.
Kerak bumi dan sebagian mantel bumi membentuk lapisan litos"er dengan ketebalan total
kurang lebih -% km.
3emperatur kerak meningkat seiring kedalamannya. (ada batas terba&ahnya temperatur
kerak menyentuh angka 1%%4*%%
o
+. Kerak dan bagian mantel yang relati" padat
membentuk lapisan litos"er. Karena kon2eksi pada mantel bagian atas dan astenos"er,
litos"er dipecah menjadi lempeng tektonik yang bergerak. 3emperatur meningkat 0%
o
+
setiap km, namun gradien panas bumi akan semakin rendah pada lapisan kerak yang lebih
dalam.
!nsur4unsur kimia utama pembentuk kerak bumi adalah5 6ksigen 768 7*9,9:8, Silikon
7Si8 71$,$:8, )luminium 7)l8 7-,#:8, Besi 7;e8 7.,%:8, Kalsium 7+a8 70,9:8, <atrium
7<a8 71,-:8, Kalium 7K8 71,9:8, =agnesium 7=g8 71,#:8.
(ara ahli dapat merekonstruksi lapisan4lapisan yang ada di ba&ah permukaan bumi
berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap seismogram yang direkam oleh stasiun
pencatat gempa yang ada di seluruh dunia.
Kerak bumi purba sangat tipis, dan mungkin mengalami proses daur ulang oleh
lempengan tektonik yang jauh lebih akti" dari saat ini dan dihancurkan beberapa kali oleh
tabrakan asteroid, yang dulu sangat umum terjadi pada masa a&al terbentuknya tata
surya. !sia tertua dari kerak samudra saat ini adalah 1%% juta, namun kerak benua
memiliki lapisan yang jauh lebih tua. Lapisan kerak benua tertua yang diketahui saat ini
adalah berusia 0,$ hingga *,1- miliar tahun dan ditemukan di <arryer Gneiss 3errane di
Barat )ustralia dan di )casta Gneiss, Kanada.
(embentukan kerak benua dihubungkan dengan periode orogeny intensi". (eriode ini
berhubungan dengan pembentukan super benua seperti >odinia, (angaea, dan Gond&ana.
=enurut komposisi 7jenis dan meterial pembentuknya8, lapisan4lapisan bumi terdiri dari 5
#. Kerak Bumi. Lapisan ini adalah lapisan terluar bumi atau disebut kulit bumi dan
terbagi menjadi dua bagian, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Ketebalan
kerak samudra sekitar .4#% km, sedangkan kerak benua memiliki ketebalan 1%4$%
km. Kerak samudra mayoritas tersusun dari batuan basalt, sedangkan kerak benua
penyusun utamanya adalah batu granit dan tidak sepadat batu basalt. (ada batas
ba&ahnya, suhu kerak bumi mencapai 1%%4*%% ?+. (ada lapisan inilah sumber
dari gempa bumi tektonik, karena lempeng tektonik bumi terdapat pada lapisan
ini. !nsur4unsur kimia pembentuk kerak bumi antara lain5 6ksigen, Silikon,
)lumanium, Besi, Kalsium, <atrium, Kalium, dan =agnesium. !sia kerak benua
diperkirakan lebih tua dari pada kerak samudra. !sia tertua dari Kerak samudra
adalah 1%% Juta tahun, sedang usia tertua pada kerak benua adalah 0,$ hingga *,1-
milliyar tahun.
1. =antel Bumi. =antel Bumi terletak antara Kerak Bumi dan 'nti Bumi luar.
=antel bumi merupakan bagian bumi yang tersusun dari batuan yang
mengandung magnesium dan silikon.
0. 'nti Bumi Luar. Bagian ini merupakan bagian yang melapisi inti bumi bagian
dalam. 'nti bumi bagian luar ini memiliki ketebalan #.1%% km dan kedalamannya
antara 1.@%%4*.@-% km. 'nti bumi luar ini terdiri dari besi dan nikel cair dengan
suhu 0.@%% ?+.
*. 'nti Bumi alam. Bagian ini biasanya disebut hanya sebagai 'nti Bumi. 'nti Bumi
memiliki ketebalan sekitar #.1%% km dan berdiameter sekitar 1.9%% km.
(enyusunnya adalah besi dan nikel cair dengan suhu *.-%% ?+.
Berdasarkan susunan kimianya, bumi dapat dibagi menjadi empat bagian, yaitu bagian
padat yang terdiri dari tanah dan batuan, bagian cair seperti pada laut, bagian udara
seperti atmos"er, dan bagian panas yang terdapat pada inti bumi.
Litosfer adalah kulit terluar dari planet berbatu. Litos"er berasal dari kata Yunani, lithos
7ABCDE8 yang berarti berbatu, dan sphere 7FGHIH8 yang berarti padat. Litos"er berasal dari
kata lithos artinya batuan, dan sphere artinya lapisan. Secara har"iah litos"er adalah
lapisan bumi yang paling luar atau biasa disebut dengan kulit bumi. (ada lapisan ini pada
umumnya terjadi dari senya&a kimia yang kaya akan Si%1, itulah sebabnya lapisan
litos"er sering dinamakan lapisan silikat dan memiliki ketebalan rata4rata 0% km yang
terdiri atas dua bagian, yaitu Litos"er atas 7merupakan daratan dengan kira4kira 0.: atau
#J0 bagian8 dan Litos"er ba&ah 7merupakan lautan dengan kira4kira 9.: atau 1J0
bagian8.
Litos"er bumi meliputi kerak dan bagian teratas dari mantel bumi yang mengakibatkan
kerasnya lapisan terluar dari planet bumi. Litos"er ditopang oleh astenos"er, yang
merupakan bagian yang lebih lemah, lebih panas, dan lebih dalam dari mantel. Batas
antara litos"er dan astenos"er dibedakan dalam hal responnya terhadap tegangan5 litos"er
tetap padat dalam jangka &aktu geologis yang relati" lama dan berubah secara elastis
karena retakan4retakan, sednagkan astenos"er berubah seperti cairan kental.
Litos"er terpecah menjadi beberapa lempeng tektonik yang mengakibatkan terjadinya
gerak benua akibat kon2eksi yang terjadi dalam astenos"er.
Konsep litos"er sebagai lapisan terkuat dari lapisan terluar bumi dikembangkan oleh
Barrel pada tahun #@#*, yang menulis serangkaian paper untuk mendukung konsep itu.
konsep yang berdasarkan pada keberadaan anomali gra2itasi yang signi"ikan di atas kerak
benua, yang lalu ia memperkirakan keberadaan lapisan kuat 7yang ia sebut litos"er8 di
atas lapisan lemah yang dapat mengalir secara kon2eksi 7yang ia sebut astenos"er8. 'de ini
lalu dikembangkan oleh aly pada tahun #@*%, dan telah diterima secara luas oleh ahli
geologi dan geo"isika. =eski teori tentang litos"er dan astenos"er berkembang sebelum
teori lempeng tektonik dikembangkan pada tahun #@9%, konsep mengenai keberadaan
lapisan kuat 7litos"er8 dan lapisan lemah 7astenos"er8 tetap menjadi bagian penting dari
teori tersebut.
3erdapat dua tipe litos"er
Litos"er samudra, yang berhubungan dengan kerak samudra dan berada di dasar
samdura
Litos"er benua, yang berhubungan dengan kerak benua
Material Pembentuk Litosfer
Litos"er tersusun atas tiga macam material utama dengan bahan dasar pembentukannya
adalah =agma dengan berbagai proses yang berbeda4beda. Berikut merupakan material
batuan penyusun litos"er,
[sunting] Batuan Beku (Igneous Rock)
Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma pijar yang membeku menjadi
padat, dengan sekitar -%: material batuan yang menyusun batuan kerak bumi adalah
batuan beku. Berdasarkan tempat terbentuknya magma beku. batuan beku dibagi menjadi
tiga macam,
[sunting] - Batuan Beku Dalam (Plutonik/Abisik)
Batuan beku dalam terjadi dari pembekuan magma yang berlangsung perlahan4lahan
ketika masih berada jauh di dalam kulit bumi. +ontoh batuan beku dalam adalah granit,
diotit, dan gabbro.
[sunting] - Batuan Beku Gang/Korok
Batuan beku korok terjadi dari magma yang membeku di lorong antara dapur magma dan
permukaan bumi. =agma yang meresap di antara lapisan4lapisan litos"er mengalami
proses pembekuan yang berlangsung lebih cepat, sehingga kristal mineral yang terbentuk
tidak semua besar. +ampuran kristal mineral yang besarnya tidak sama merupakan ciri
batuan beku korok.
[sunting] - Batuan Beku Luar
Batuan beku luar terjadi dari magma yang keluar dari dapur magma membeku di
permukaan bumi 7seperti magma hasil letusan gunung berapi8. +ontoh batuan beku luar
adalah 5 basalt, diorit, andesit, obsidin, scoria, batuan apung 7bumice8.
[sunting] Batuan Sedimen (Sedimentary Rock)
Batuan Sedimen merupakan batuan mineral yang telah terbentuk dipermukaan bumi yang
mengalami pelapukan. Bagian 4 bagian yang lepas dari hasil pelapukan tersebut terlepas
dan ditansportasikan oleh aliran air, angin, maupun oleh gletser yang kemudian
terendapkan atau tersedimentasi dan terjadilah proses diagenesis yang menyebabkan
endapan tersebut mengeras dan menjadi bantuan sedimen. Batuan Sedimen berdasar
proses pembentukannya terdiri atas,
#. Batuan Sedimen Klastik
1. Batuan Sedimen Kimia&i
0. Batuan Sedimen 6rganik
Berdasar tenaga yang mengangkutnya Batuan Sedimen terdiri atas,
#. Batuan Sedimen Aeris atau Aeolis
1. Batuan Sedimen Glasial
0. Batuan Sedimen Aquatis
*. Batuan Sedimen Marine
[sunting] Batuan Malian (Metamorf)
Batuan =alihan terbentuk karena terjadinya penambahan suhu atau penambahan tekanan
yang tinggi dan terjadi secara bersamaan pada batuan sedimen.
[sunting] Struktur La!isan Kerak Bumi
i dalam litos"er terdapat lebih dari 1%%% mineral dan hanya 1% mineral yang terdapat
dalam batuan. =ineral pembentuk batuan yang penting, yaitu Kuarsa 7Si%18, ;eldspar,
(iroksen, =ika (utih 7K4)l4Silikat8, Biotit atau =ika +okelat 7K4;e4)l4Silikat8,
)mphibol, Khlorit, Kalsit 7+a+%08, olomit 7+a=g+6308, 6li2in 7=g, ;e8, Bijih Besi
,ematit 7;e1608, =agnetik 7;e0618, dan Limonit 7;e06,168. Selain itu, litos"er juga
terdiri atas dua bagian, yaitu lapisan Sial dan lapisan Sima. Lapisan Sial yaitu lapisan
kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan alumunium, senya&anya dalam bentuk
Si61 dan )l160. (ada lapisan sial 7silisium dan alumunium8 ini antara lain terdapat batuan
sedimen, granit, andesit, jenis4jenis batuan metamor", dan batuan lain yang terdapat di
daratan benua. Lapisan Sima 7silisium magnesium8 yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun
oleh logam silisium dan magnesium dalam bentuk senya&a Si61 dan =g6 lapisan ini
mempunyai berat jenis yang lebih besar daripada lapisan sial karena mengandung besi
dan magnesium yaitu mineral "erro magnesium dan batuan basalt. Batuan pembentuk
kulit bumi selalu mengalami siklus atau daur, yaitu batuan mengalami perubahan &ujud
dari magma, batuan beku, batuan sedimen, batuan malihan, dan kembali lagi menjadi
magma.
Litos"er, yang merupakan perluasan dari konsep kerak bumi adalah sekitar #%% km tebal
di ba&ah samudra dan sekitar #.% di ba&ah benua. 'stirahat lantai samudra dan benua
blok di atas astenos"er, yang menemukan diberkahi dengan "luiditas tertentu 7meskipun
menjadi batu8, gerakan yang menyerap hasil dari isostasy.
alam kon2eksi astenos"er gerakan lambat untuk menjelaskan pergeseran benua. Selain
itu, basal astenos"er diekstrusi mengalir sepanjang punggung, yang membuat laut terus
diperbarui. 3epi yang berla&anan ketika dihadapkan dengan rintangan yang di&akili oleh
sebuah benua tenggelam di ba&ahnya, sehingga kembali latar belakang masalah
diasumsikan dalam astenos"er, sebuah "enomena yang dikenal sebagai subduksi.
(ada bagian ba&ah, atas astenos"er kehilangan harta milik mereka di ba&ah 0.% km dan
secara bertahap memperoleh kekakuan mantel yang lebih rendah untuk kedalaman -.%
km.
Keraguan tentang keberadaannya K#L KsuntingL
Selama bertahun4tahun telah menegaskan bah&a di bagian dalam Bumi dari sekitar #%%
km dalam, akan ada suatu daerah yang disebut astenos"er akan menyajikan kecepatan
rendah gelombang seismik S, alasan bah&a ini harus menjadi 2iskositas rendah mantel
atas 7untuk S atau gelombang geser tidak ditransmisikan dalam cairan8. 'ni akan
menjelaskan gerakan terus4menerus benua dalam teori lempeng tektonik, dan "enomena
keseimbangan isostatic benua pada mantel. Satu dekade yang lalu, gagasan band ini
diperlukan untuk menjelaskan pergeseran benua datang dipertanyakan oleh data baru,
mengusulkan sebuah sistem di mana kerak bumi untuk bergerak bersama4sama dengan
mantel yang mendasari ke inti bumi. 'tu juga menyatakan bah&a akan terjadi
kesetimbangan isostatic antara mantel paling ba&ah 7padat8 dan bagian luar inti Bumi
7cair8. <amun, proposal terakhir ini tidak memiliki cukup data tentang untuk
mende"inisikan situasi
Sebelumnya kita sudah tahu bahwa di bumi ada tiga jenis batuan yaitu batuan
beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Ketiga batuan tersebut dapat
berubah menjadi batuan metamorf tetapi ketiganya juga bisa berubah menjadi
batuan lainnya. Semua batuan akan mengalami pelapukan dan erosi menjadi
partikel-partikel atau pecahan-pecahan yang lebih kecil yang akhirnya juga bisa
membentuk batuan sedimen. Batuan juga bisa melebur atau meleleh menjadi
magma dan kemudian kembali menjadi batuan beku. Kesemuanya ini disebut
siklus batuan atau ROCK CYCLE.
Semua batuan yang ada di permukaan bumi akan mengalami pelapukan.
Penyebab pelapukan tersebut ada 3 macam
#. Pelapukan secara fisika perubahan suhu dari panas ke dingin akan
membuat batuan mengalami perubahan. !ujan pun juga dapat membuat
rekahan-rekahan yang ada di batuan menjadi berkembang sehingga
proses-proses fisika tersebut dapat membuat batuan pecah menjadi
bagian yang lebih kecil lagi.
1. Pelapukan secara kimia beberapa jenis larutan kimia dapat bereaksi
dengan batuan seperti contohnya larutan !"l akan bereaksi dengan batu
gamping. Bahkan air pun dapat bereaksi melarutan beberapa jenis
batuan. Salah satu contoh yang nyata adalah #hujan asam$ yang sangat
mempengaruhi terjadinya pelapukan secara kimia.
0. Pelapukan secara biologi Selain pelapukan yang terjadi akibat proses
fisikan dan kimia, salah satu pelapukan yang dapat terjadi adalah
pelapukan secara biologi. Salah satu contohnya adalah pelapukan yang
disebabkan oleh gangguan dari akar tanaman yang cukup besar. %kar-
akar tanaman yang besar ini mampu membuat rekahan-rekahan di batuan
dan akhirnya dapat memecah batuan menjadi bagian yang lebih kecil lagi.
Setelah batuan mengalami pelapukan, batuan-batuan tersebut akan pecah
menjadi bagian yang lebih kecil lagi sehingga mudah untuk berpindah tempat.
Berpindahnya tempat dari partikel-partikel kecil ini disebut erosi. Proses erosi ini
dapat terjadi melalui beberapa cara
#. Akibat grafitasi akibat adanya grafitasi bumi maka pecahan batuan yang
ada bisa langsung jatuh ke permukaan tanah atau menggelinding melalui
tebing sampai akhirnya terkumpul di permukaan tanah.
1. Akibat air air yang melewati pecahan-pecahan kecil batuan yang ada
dapat mengangkut pecahan tersebut dari satu tempat ke tempat yang lain.
Salah satu contoh yang dapat diamati dengan jelas adalah peranan
sungai dalam mengangkut pecahan-pecahan batuan yang kecil ini.
0. Akibat angin selain air, angin pun dapat mengangkut pecahan-pecahan
batuan yang kecil ukurannya seperti halnya yang saat ini terjadi di daerah
gurun.
*. Akibat glasier sungai es atau yang sering disebut glasier seperti yang
ada di %laska sekarang juga mampu memindahkan pecahan-pecahan
batuan yang ada.
Pecahan-pecahan batuan yang terbawa akibat erosi tidak dapat terbawa
selamanya. Seperti halnya sungai akan bertemu laut, angin akan berkurang
tiupannya, dan juga glasier akan meleleh. %kibat semua ini, maka pecahan
batuan yang terbawa akan terendapkan. Proses ini yang sering disebut proses
pengendapan. Selama proses pengendapan, pecahan batuan akan diendapkan
secara berlapis dimana pecahan yang berat akan diendapkan terlebih dahulu
baru kemudian diikuti pecahan yang lebih ringan dan seterusnya. Proses
pengendapan ini akan membentuk perlapisan pada batuan yang sering kita lihat
di batuan sedimen saat ini.
Pada saat perlapisan di batuan sedimen ini terbentuk, tekanan yang ada di
perlapisan yang paling bawah akan bertambah akibat pertambahan beban di
atasnya. %kibat pertambahan tekanan ini, air yang ada dalam lapisan-lapisan
batuan akan tertekan sehingga keluar dari lapisan batuan yang ada. Proses ini
sering disebut kompaksi. Pada saat yang bersamaan pula, partikel-partikel yang
ada dalam lapisan mulai bersatu. %danya semen seperti lempung, silika, atau
kalsit diantara partikel-partikel yang ada membuat partikel tersebut menyatu
membentuk batuan yang lebih keras. Proses ini sering disebut sementasi.
Setelah proses kompaksi dan sementasi terjadi pada pecahan batuan yang ada,
perlapisan sedimen yang ada sebelumnya berganti menjadi batuan sedimen
yang berlapis-lapis. Batuan sedimen seperti batu pasir, batu lempung, dan batu
gamping dapat dibedakan dari batuan lainnya melalui adanya perlapisan,
butiran-butiran sedimen yang menjadi satu akibat adanya semen, dan juga
adanya fosil yang ikut terendapkan saat pecahan batuan dan fosil mengalami
proses erosi, kompaksi dan akhirnya tersementasikan bersama-sama.
Pada kerak bumi yang cukup dalam, tekanan dan suhu yang ada sangatlah
tinggi. Kondisi tekanan dan suhu yang sangat tinggi seperti ini dapat mengubah
mineral yang dalam batuan. Proses ini sering disebut proses metamorfisme.
Semua batuan yang ada dapat mengalami proses metamorfisme. &ingkat proses
metamorfisme yang terjadi tergantung dari
'. %pakah batuan yang ada terkena efek tekanan dan atau suhu yang tinggi.
(. %pakah batuan tersebut mengalami perubahan bentuk.
3. Berapa lama batuan yang ada terkena tekanan dan suhu yang tinggi.
)engan bertambahnya dalam suatu batuan dalam bumi, kemungkinan batuan
yang ada melebur kembali menjadi magma sangatlah besar. *ni karena tekanan
dan suhu yang sangat tinggi pada kedalaman yang sangat dalam. %kibat
densitas dari magma yang terbentuk lebih kecil dari batuan sekitarnya, maka
magma tersebut akan mencoba kembali ke permukaan menembus kerak bumi
yang ada. +agma juga terbentuk di bawah kerak bumi yaitu di mantle bumi.
+agma ini juga akan berusaha menerobos kerak bumi untuk kemudian
berkumpul dengan magma yang sudah terbentuk sebelumnya dan selanjutnya
berusaha menerobos kerak bumi untuk membentuk batuan beku baik itu plutonik
ataupun ,ulkanik.
Kadang-kadang magma mampu menerobos sampai ke permukaan bumi melalui
rekahan atau patahan yang ada di bumi. Pada saat magma mampu menembus
permukaan bumi, maka kadang terbentuk ledakan atau sering disebut ,olcanic
eruption. Proses ini sering disebut proses ekstrusif. Batuan yang terbentuk dari
magma yang keluar ke permukaan disebut batuan beku ekstrusif. Basalt dan
pumice -batu apung. adalah salah satu contoh batuan ekstrusif. /enis batuan
yang terbentuk akibat proses ini tergantung dari komposisi magma yang ada.
0mumnya batuan beku ekstrusif memperlihatkan cirri-ciri berikut
'. Butirannya sangatlah kecil. *ni disebabkan magma yang keluar ke
permukaan bumi mengalami proses pendinginan yang sangat cepat
sehingga mineral-mineral yang ada sebagai penyusun batuan tidak
mempunyai banyak waktu untuk dapat berkembang.
(. 0mumnya memperlihatkan adanya rongga-rongga yang terbentuk akibat
gas yang terkandung dalam batuan atau yang sering disebut #gas bubble$.
Batuan yang meleleh akibat tekanan dan suhu yang sangat tinggi sering
membentuk magma chamber dalam kerak bumi. +agma ini bercampur dengan
magma yang terbentuk dari mantle. Karena letak magma chamber yang relatif
dalam dan tidak mengalami proses ekstrusif, maka magma yang ada mengalami
proses pendinginan yang relatif lambat dan membentuk kristal-kristal mineral
yang akhirnya membentuk batuan beku intrusif. Batuan beku intrusif dapat
tersingkap di permukaan membentuk pluton. Salah satu jenis pluton terbesar
yang tersingkap dengan jelas adalah batholit seperti yang ada di Sierra 1e,ada
2 0S% yang merupakan batholit granit yang sangat besar. 3abbro juga salah
satu contoh batuan intrusif. /enis batuan yang terbentuk akibat proses ini
tergantung dari komposisi magma yang ada. 0mumnya batuan beku intrusif
memperlihatkan cirri-ciri berikut
'. Butirannya cukup besar. *ni disebabkan magma yang keluar ke
permukaan bumi mengalami proses pendinginan yang sangat lambat
sehingga mineral-mineral yang ada sebagai penyusun batuan mempunyai
banyak waktu untuk dapat berkembang.
(. Biasanya mineral-mineral pembentuk batuan beku intrusif memperlihatkan
angular interlocking.
Proses-proses inilah semua yang terjadi dimasa lampau, sekarang, dan yang
akan datang. &erjadinya proses-proses ini menjaga keseimbangan batuan yang
ada di bumi.
Litifikasi 7lithification berasal dari kata kerja to lithify, yang berarti menjadi batu8
adalah proses dimana sedimen urai 7unconsolidated8 perlahan4lahan berubah menjadi
batuan sedimen. Selama liti"ikasi terjadi perubahan keseluruhan secara kimia, biologi,
dan "isika yang mempengaruhi sedimen sejak diendapkan. Selama dan setelah proses
liti"ikasi disebut Diagenesa 7diagenesis8. (erubahan diagenesa yang utama dan sederhana
adalah kompaksi dan sementasi serta rekristalisasi.
Kom!aksi, beban akumulasi sedimen atau material lain menyebabkan hubungan
antar butir menjadi lebih lekat dan air yang dikandung dalam ruang pori4pori antar butir
terdesak keluar. engan demikian 2olume batuan sedimen yang terbentuk menjadi lebih
kecil, namun sangat kompak.
Sementasi, dengan keluarnya air dari ruang pori4pori, material yang terlarut
didalamnya mengendap dan merekat 7menyemen8 butiran sedimen. =aterial semennya
dapat merupakan karbonat 7+a+608, silica 7Si608, oksida 7besi8 atau mineral lempung.
(roses ini menyebabkan porositas sedimen menjadi lebih kecil dari material semula.
"ekristalisasi, saat sedimen terakumulasi, mineral yang kurang stabil mengkristal
kembali atau terjadi rekristalisasi, menjadi yang lebih stabil. (roses ini umumnya terjadi
pada batu gamping terumbu yang porous. =ineral aragonite 7bahan struktur koral hidup8,
lama4kelamaan berekristalisasi menjadi bentuk polimor"nya, kalsit.
Metamorfisme adalah proses reaksi rekristalisasi di dalam kerak bumi pada kedalaman antara
-3-(4 km. yang pada keseluruhannya atau sebagian besar terjadi dalam keadaan padat, yakni
tanpa melalui fase cair sehingga terbentuk struktur dan mineral yang baru, akibat dari pengaruh
temperatur -&. dan dari tekanan -P. yang tinggi. Sedangkan menurut !.3.5. 6inkler -'789.
proses metamorfosa adalah suatu proses yang mengubah mineral pada suatu batuan dalam
fase padat karena suatu pengaruh atau response terhadap kondisi fisika dan juga kimia di dalam
kerak bumi, dimana pada kondisi fisika, dan kimia tersebut berbeda dengan kondisi yang
sebelumnya. Proses-proses tersebut tidak termasuk pelapukan -!.+. +unir, '77:..