You are on page 1of 11

Aplikasi penerapan gerak melingkar pada kehidupan sehari-hari

Disusun Oleh :
Nama: Rega Aji Wido Kumoro
Nim : A11.2014.08457
Tahun Ajaran 2014/2015

KATA PENGANTAR
Penulis Puji syukur kehadirat Allah SWT,yang telah memberikan rahmat dan
hidayahnya serta kekuatan dan semangat , sehingga penelitian dapat menyelesaikan
makalah ini yang berjudul : Aplikasi Gerak Melingkar pada Kehidupan Sehari-hari
Dalam penyusunan makalah ini , peneliti menyadari bahwa makalah ini tidak dapat
terselesaikan tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak . Oleh karena itu pada kesempatan
ini peneliti menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada :
1. Dr. Abdul Syukur, M.M. sebagai Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian
Yuswantoro Semarang dan sebagai pembimbing I yang tidak henti-hentinya
memberikan bimbingan selama penelitian.
2. Sugiyo sebagai Pembimbing II yang dengan ketulusan hati dan tidak jemu-
jemunya memberikan motivasi , arahan, saran dan bimbingan sejak awal
penelitian hingga selesainya makalah ini.
3. Bapak / Ibu Dosen staf Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Yuswantoro
Semarang yang telah membantu kelancaran penelitian ini.
Kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat kami harapkan guna
kesempurnaan penulisan makalah di masa yang akan datang.












Semarang, 30 September 2014

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...........................i
DAFTAR ISI..............................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang........
1.2 Tujuan Penulisan.............
1.3 Metode Penulisan........
1.4 Batasan Masalah..................
BAB II ISI
2.1 Besaran-besaran Gerak melingkar..............
2.1.1 Periode dan frekuensi.................
2.1.2 Kecepatan linier................................................................................
2.1.3 Hubungaan roda-roda...............................................................................................
2.2 Jenis Gerak Melingkar..................
2.2.1 Gerak melingkar beraturan........................
2.2.2 Gerak melingkar berubah beraturan..........................
2.3 Persamaan Parametrik.......................
2.3.1 Hubungan antar besaran linier dan angular...............................
2.3.2 Kecepatan tangensial dan kecepatan sudut..................................
2.3.3 Percepatan tangensial dan kecepatan sudut..................................
2.3.4 Kecepatan sudut tidak tetap..........................
2.4 Gerak Berubah Beraturan............................
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan.............
3.2 Saran.......
DAFTAR PUSTAKA







BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Gerak melingkar adalah Sebuah benda bergerak pada garis lurus jika gaya total yang ada
padanya bekerja pada arah gerak benda tersebut, atau sama dengan nol. Jika gaya total bekerja
dengan membentuk sudut terhadap arah gerak pada setiap saat, benda akan bergerak dalam
lintasan yang berbentuk kurva. Gaya tersebut biasanya dinamakan gaya sentripetal. Suatu
gerak melingkar beraturan dapat dikatakan sebagai suatu gerak dipercepat beraturan,
mengingat perlu adanya suatu percepatan yang besarnya tetap dengan arah yang berubah,
yang selalu mengubah arah gerak benda agar menempuh lintasan berbentuk lingkaran.
Contoh gerak melingkar sederhana lain dari suatu tempat di mana peletakan suatu
kerangka acuan padanya akan menyebabkan kerangka acuan menjadi non-inersia, walapun
gerak melingkar yang dimaksud memiliki kecepatan putar tetap (gerak melingkar beraturan.
Contoh gerak melingkar, misal gerak rotasi. Kecepatan putaran tetap ialah kecepatan linier
yang arahnya setiap saat dapat di percepat dengan teratur, jadi pada dasarnya adalah suatu
gerak akan berubah beraturan. Dalam suatu gerak melingkar baik yang vertikal, maupun
horisontal , terdapat perbedaan pengamatan antara pengamat yang diam di atas tanah P
2

dengan pengamat yang bergerak bersama obyek O yang diamati P
1
, Pengamat P
2
dengan jelas
melihat adanya gaya tarik menuju pusat yang selalu merubah arah gerak obyek sehingga
bergerak melingkar (tanpa adanya gaya ini obyek akan terlempar keluar, hukum inersia
Newton), akan tetapi P
1
tidak menyadari hal ini. P
1
tidak mengerti mengapa ia tidak jatuh
(meluncur) padahal ia membuat sudut A dengan arah vertikal. Dalam kasus ini timbul gaya
fiktif yang seakan-akan menahan pengamat P
1
sehingga tidak jatuh.










1.2 Tujuan Penulisan
Tujuan pembuatan makalah ini, yaitu:
1. Untuk memenuhi tugas penulisan makalah yang diberikan kepada penulis;
2. Untuk memahami materi gerak melingkar lebih mendalam.
1.3 Metode Penulisan
Dalam penyelesaian makalah ini penulis menggunakan dua metode penulisan yaitu:
1. Metode internet, yaitu cara mencari sumber informasi dari media internet,kemudian
mengumpulkan data-data berdasarkan atas informasi dari media internet.
2. Metode pustaka, yaitu dengan mengumpulkan semua data-data, perbendaharaan pengetahuan,
mencari beberapa masalah yang berhubungan dengan gerak melingkar, sehingga
terkumpullah suatu sumber informasi yang dapat membantu penyelesaian makalah.
1.4 Batasan Masalah
Dalam menjelaskan masalah yang penulis kemukakan di sini, dipandang perlu untuk
menentukan batasan masalah yang akan dikemukakan. Sehingga masalah yang dibahas tidak
keluar dari jangkauan pemikiran penulis.
Yang menjadi pokok masalah yang dikemukakan penulis sebagai sub bab dalam
makalah ini adalah:
1. Besaran-besaran gerak melingkar,
2. Jenis gerak melingkar,
3. Persamaan parametrik,
4. Gerak berubah beraturan.











BAB II
ISI
2.1 Besaran-besaran Gerak Melingkar
2.1.1 Periode (T) dan Frekuensi (f)
Waktu yang dibutuhkan suatu benda yang begerak melingkar untuk melakukan satu putaran
penuh disebut periode. Pada umumnya periode diberi notasi T. Satuan SI periode adalah
sekon (s). Banyaknya jumlah putaran yang ditempuh oleh suatu benda yang bergerak
melingkar dalam selang waktu satu sekon disebut frekuensi.Satuan frekuensi dalam SI adalah
putaran per sekon atau hertz (Hz).Hubungan antara periode dan frekuensi adalah sebagai
berikut.







Keterangan:
T : periode (s)
f : frekuensi (Hz)


2.1.2 Kecepatan Linear
Perhatikan Gambar 3.1! Misalkan
sebuah benda melakukan gerak
melingkar beraturan dengan arah
gerak berlawanan arah jarum jam
dan berawal dari titik A. Selang
waktu yang dibutuhkan benda
untuk menempuh satu putaran
adalah T. Pada satu putaran, benda
telah menempuh lintasan linear
sepanjang satu keliling lingkaran Gambar 3.1 Benda bergerak melingkar
( 2 r ), dengan r adalah jarak benda
dengan pusat lingkaran (O) atau jari-jari lingkaran. Kecepatan linear (v)
merupakan hasil bagi panjang lintasan linear yang ditempuh benda dengan
selang waktu tempuhnya. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut.









2.1.3 Hubungan Roda-Roda
Gerak melingkar dapat Anda analogikan sebagai gerak roda sepeda,sistem gir pada mesin,
atau katrol. Pada dasarnya ada tiga macam hubungan roda-roda. Hubungan tersebut adalah
hubungan antardua roda sepusat,bersinggungan, dan dihubungkan memakai sabuk (tali atau
rantai). Untuk
jelasnya perhatikan tabel berikut!


Tabel Hubungan Roda-Roda



2.2 Jenis Gerak Melingkar
Gerak melingkar dapat dibedakan menjadi dua jenis, atas keseragaman kecepatan
sudutnya , yaitu: gerak melingkar beraturan, dan gerak melingkar berubah beraturan.


2.2.1 Gerak melingkar beraturan
Gerak Melingkar Beraturan (GMB) adalah gerak melingkar dengan besar kecepatan
sudut tetap. Besar Kecepatan sudut diperolah dengan membagi kecepatan tangensial
dengan jari-jari lintasan .
Arah kecepatan linier dalam GMB selalu menyinggung lintasan, yang berarti arahnya
sama dengan arah kecepatan tangensial. Tetapnya nilai kecepatan akibat konsekuensi dar
tetapnya nilai. Selain itu terdapat pula percepatan radial yang besarnya tetap dengan arah
yang berubah. Percepatan ini disebut sebagai percepatan sentripetal, di mana arahnya selalu
menunjuk ke pusat lingkaran.
Bila adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu putaran penuh dalam
lintasan lingkaran, maka dapat pula dituliskan Kinematika gerak melingkar beraturan adalah
dengan adalah sudut yang dilalui pada suatu saat , adalah sudut mula-mula dan adalah
kecepatan sudut (yang tetap nilainya).
2.2.2 Gerak melingkar berubah beraturan
Gerak Melingkar Berubah Beraturan (GMBB) adalah gerak melingkar dengan
percepatan sudut tetap. Dalam gerak ini terdapat percepatan tangensial (yang dalam hal ini
sama dengan percepatan linier) yang menyinggung lintasan lingkaran (berhimpit dengan arah
kecepatan tangensial). Kinematika GMBB adalah dengan adalah percepatan sudut yang
bernilai tetap dan adalah kecepatan sudut mula-mula.
2.3 Persamaan Parametrik
Gerak melingkar dapat pula dinyatakan dalam persamaan parametrik dengan terlebih
dahulu mendefinisikan: titik awal gerakan dilakukan, kecepatan sudut putaran (yang berarti
suatu GMB), pusat lingkaran untuk kemudian dibuat persamaannya. Hal pertama yang harus
dilakukan adalah menghitung jari-jari lintasan yang diperoleh,Setelah diperoleh nilai jari-jari
lintasan, persamaan dapat segera dituliskan, yaitu dengan dua konstanta dan yang masih
harus ditentukan nilainya.
Dengan persyaratan sebelumnya, yaitu maka dapat ditentukan nilainya perlu diketahui
bahwa sebenarnya karena merupakan sudut awal gerak melingkar.





2.3.1 Hubungan antar besaran linier dan angular
Dengan menggunakan persamaan parametrik, telah dibatasi bahwa besaran linier yang
digunakan hanyalah besaran tangensial atau hanya komponen vektor pada arah angular, yang
berarti tidak ada komponen vektor dalam arah radial. Dengan batasan ini hubungan antara
besaran linier (tangensial) dan angular dapat dengan mudah diturunkan.
2.3.2 Kecepatan tangensial dan kecepatan sudut
Kecepatan linier total dapat diperoleh melalui
dan karena batasan implementasi persamaan parametrik pada gerak melingkar, maka dengan
diperoleh sehingga
2.3.3 Percepatan tangensial dan kecepatan sudut
Dengan cara yang sama dengan sebelumnya, percepatan linier total dapat diperoleh
melalui dan karena batasan implementasi persamaan parametrik pada gerak melingkar, maka
dengan diperoleh sehingga
2.3.4 Kecepatan sudut tidak tetap
Persamaan parametrik dapat pula digunakan apabila gerak melingkar merupakan
GMBB, atau bukan lagi GMB dengan terdapatnya kecepatan sudut yang berubah beraturan
(atau adanya percepatan sudut). Langkah-langkah yang sama dapat dilakukan, akan tetapi
perlu diingat bahwa dengan percepatan sudut dan kecepatan sudut mula-mula. Penurunan
GMBB ini akan menjadi sedikit lebih rumit dibandingkan pada kasus GMB di atas.
Persamaan parametrik di atas, dapat dituliskan dalam bentuk yang lebih umum, yaitu:
di mana adalah sudut yang dilampaui dalam suatu kurun waktu. Seperti telah disebutkan di
atas mengenai hubungan antara ,dan melalui proses integrasi dan diferensiasi, maka dalam
kasus GMBB hubungan-hubungan tersebut mutlak diperlukan.
Dengan menggunakan aturan rantai dalam melakukan diferensiasi posisi dari
persamaan parametrik terhadap waktu diperoleh
Dengan Dapat dibuktikan bahwa sama dengan kasus pada GMB.
Percepatan total diferensiasi lebih lanjut terhadap waktu pada kecepatan linier memberikan
yang dapat disederhanakan menjadi Selanjutnya yang umumnya ditulis dengan yang
merupakan percepatan sudut, dan

yang merupakan percepatan sentripetal. Suku sentripetal ini muncul karena benda harus
dibelokkan atau kecepatannya harus diubah sehingga bergerak mengikuti lintasan lingkaran.
2.4 Gerak Berubah Beraturan
Gerak melingkar dapat dipandang sebagai gerak berubah beraturan. Bedakan dengan
gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Konsep kecepatan yang berubah kadang hanya
dipahami dalam perubahan besarnya, dalam gerak melingkar beraturan (GMB) besarnya
kecepatan adalah tetap, akan tetapi arahnya yang berubah dengan beraturan, bandingkan
dengan GLBB yang arahnya tetap akan tetapi besarnya kecepatan yang berubah beraturan.
Gerak berubah beraturan
Kecepatan GLBB GMB
Besar Berubah tetap
Arah Tetap berubah






















BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini adalah:
1. Suatu benda yang bergerak melingkar memiliki dua gerakan, yaitu gerak
2. Penyebab benda bergerak melingkar adalah adanya gaya sentripetal (F
sp
) yang arahnya selalu
menuju pusat lingkaran.
3. Hubungan antara kecepatan sudut dengan kecepatan linier adalah v = . r .
4. Perubahan besar kecepatan menghasilkan percepatan tangensial (a
T
) dan percepatan sentripetal
(a
S
).
5. Percepatan sentripetal selalu tegak lurus dengan percepatan tangensial.
4.1 Saran
Materi gerak melingkar ini perlu dikaji lebih mendalam. Hal ini agar materi gerak
melingkar dapat dikuasai dengan sempurna oleh mahasiswa sehingga mahasiswa dapat
dengan mudah mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Praktikum gerak melingkar
perlu dilakukan secara menyeluruh tidak hanya pada rotasi benda tegar saja.


DAFTAR PUSTAKA
Http://id.wikipedia.org/wiki/Gerak_melingkar. 29 Desember 2007.
Tipler, Paul A. 1998. Fisika untuk Sains dan Teknik. Jakarta: Erlangga.