You are on page 1of 6

WAWASAN ISLAM TENTANG TUHAN

BAB III

A. Pengertian Tuhan
Kata tuhan dalam bahsa arab biasa digunakan dengan kata rabbun
atau ilahun. penggunaan 2 kata yang berbeda masing masing bahasa
untuk sinonim kata tuhan ternyata memiliki pengertian yang berbeda.
Tuhan dengan kata sembahan akan lebih tepat menggunakan kata
ilahun, sedangkan tuhan dengan pengertian pencipta, pemelihara,
pengatur, penguasa, dan pemilik akan tepat mengguanakan kata rabbun.

B. Akidah Tauhid
Tauhid berdasarkan etimolgi berarti pengesaan. Sedangkan menurut
terminologi, tauhid berarti pembenaran total bahwa allah adalah Maha
Esa, esa pada dzat, sifat dan af’alnya. Allah lah penyandang atribut
ketuhanan dan kekuasaan mutlak atas seluruh makhluk. Dari pengertian
tersebut merupakan akidah yang harus dimiliki oleh seseorang yang
telah mengaku dirinya sebagai muslim.

C. Macam-macam Tauhid
1. Tauhid rububiyah
Maksud tauhid rububiyah adalah bahwa sesungguhnya allah
adalah tuhan yang memonopoli penciptaan, pemeliharaan,
pengaturan, penguasaan. Manusia adalah makhluk (ciptaan)-nya
yang senantiasa tergantung kepadanya dalam memenuhi
kebutuhan pisik jasmaninya maupun kebutuhan psikis-rohaninya,
dan dalam memecahkan masalah masalah hidup yang
dihadapinya. Selain itu tauhid rububiyah juga mengandung
pengertian bahwa sifat sifat dan atribut atribut Allah adalah esa,
tidak ada satu makhluk pun yang menandingi ataupu menyamai
sifat sifat atribut atributnya.
2. Tauhid Uluhiyah
Maksud tauhid uluhiyah adalah bahwa hanya allah
penyandang sifat ketuhanan dan kekuasaan absolut atas segala
ciptaannya, mengkhususkan penyembahan, peribadatan, dan
pengabdian hanya kepadanya dan setulus hati memeluk
agamanya. Tauhid uluhiyah merupakan konsekuensi logis dari
tauhid rububiyah. Karena, pengakuan terhadap eksistensi Allah
mengharuskan pengakuan pula akan kedudukan dan fungsinya
sebagai tuhan yang mutlak harus disembah, diagungkan, dipatuhi,
dipuji, dan dihormati.


D. Fungsi Akidah Tauhid
Akidah tauhid berfungsi sebagai pengawal dan pengaman keyakinan
bahwa:
1. Allah sebagai Tuhan yang wajib disembah
Tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah san berbakti
kepada Allah SWT. Karena itu, tidak ada satu babak kehidupan
manusia yang boleh keluar dari pengabdian dan kebaktian kepada
allah. Selama manusia hudip selama itu pula dia terikan oleh
kontrak perjanjiannya dengan allah.

2. Allah sebagai standard of judment (ukuran nilai)
Manusia setelah menempuh jalan hidup yang baik dan benar,
yaitu hidup penuh ketundukan dan kepatuhan kepada allah
semata , maka dia harus senantiasa berada pada nilai ibadah, nilai
kebaikan, dan nilai kebenaran satu-satunya dzat yang behak
menentukan nilai ibadah, nilai baik-buruk dan nilai benar-salah
adalah Allah SWT.

3. Allah sebagai tujuan hidup manusia
Dengan menggunakan mardatillah sebagai tujuan hidup manusia,
maka seatu tujuan tertinggi dan termulia telah diletakkan
dihadapan umat manusia. Dengan demikian, kemungkinan-
kemungkinan tanpa batas telah terbuka bagi perkembangan moral
manusia (ibid: 48-49).

4. Allah sebagai pembebasan manusia dari perbudakan
Seseorang yang berakidah tauhid, yaitu mengakui dan meyakini
bahwa allah adalah rabb al-‘alamin (tuhan seru sekalian alam) dan
satu satunya yang harus disembah, berarti dia telah memasuki
alam bebas merdeka dari segala perbudakan manusia, harta, tahta
dan tuhan tuhan kecil lainnya, termasuk tuhan hawa nasunya
sendiri.

E. Bukti Eksistensi Allah
1. Dalil naqli
Dalil naqli adalah bukti yang berdasarkan Al-Quran. Al-Quran
meripakan satu satunya kitab suci yang paling banyak memuat
ayat ayat yang berkaitan dengan bukti eksistensi allah. Bukti
eksistensi Allah dam Al-Quran adalah:
a) Surat Ar-Eum ayat 22 c) Surat al-An’am ayat 14
b) Surat Saba’ ayat 24 d) Surat al-Qasas ayat 70

2. Dalil aqli
Dalil aqli adalah bukti yang berdasarkan akal.

a. The cosmological argument (alam semesta)
Bukri alam semesta untuk menunjukkan eksistensi allah
merupakan bukti yang paling tua, paling mudah dan paling
kuat. Secara ringkas bukti alam semesta menjelaskan bahwa
sesungguhnya yang ada di alam semesta ini mengharuskan
adanya pengadaan. Karena segala yang ada tergantung
pada yang lainnya.

b. Teological argument (maksud, sasaran)
Bukti ini merupakan perluasan dan pengembangan dari
bukti alam semesta untuk menunjukkan eksistensi allah.
Lebih dari itu, alam semesta ini menunjukkan adanya
maksud dan sasaran dalam penciptaannya dan
menunjukkan pula adanya hikmah pengelolaan dan
pengaturannya (ibid:214).

c. The oniological argument (kesempurnaan, ideal)
Konklusi bukti kesempurnaan akan eksistensi allah adalah
bahwa setiap akal manusia menggambarkan sesuatu yang
besar pasti akan memunculkan gambaran tentang sesuatu
yang lebih besar daripadanya.

F. Syirik
1. Pengertian syirik
Menurut etimologi, syirik berasal dari kata yang berarti
penyekutuan atau pensyerikatan. Syirik adalah keyakinan yang
menyatakn bahwa allah lebih dari satu. Dampaknya bisa
mendatangkan pengaruh positif dan negatif dalam kehidupan
manusia.

2. Pembagian syrik
Syirik terbagi menjadi 2 yaitu syirik besar dan syirik kecil. Syirik
besear dibagi menjadi tampak jelas dan tersembunyi. Syirik
terlihat jelas yaitu perbuatan yang jelas jelas menuhankan sesuatu
selain allah. Sedangkan syirik kecil seperti pamer.

3. Macam-macam perbuatan syirik
 Pergi kekuburan orang2 salih untuk meminta berkah
 Mencintai seseorang atau lainnya seperti cintanya kepada
Allah SWT
 Bersumpah pada selain allah
 Dll




PANDANGAN ISLAM TENTANG MANUSIA DAN ALAM
BAB IV

A. Pendahuluan
Quraish Shihab mengutip dari A. Camec dalam” man the unknown”
bahwa banyak kesukaran yang dihadapi untuk mengetahui hakekat
manusia, karena keterbatasan keterbatasan manusia sendiri (quraisy
shihab, 1996)

B. Penciptaan manusia dan reproduksi manusia
Yang dimaksud adalah penciptaan adam dan hawa serta penciptaan
keturunannya yang dikenal dengan reproduksi manusia.
1. Penciptaan Adam
Sebagai manusia pertama atau prototif manusia tercipta dari
anasir anasir:
a. Tanah (qs. 30:20, 3:59, 18:37,35:11, 22:5, 32:7)
b. Saripati yang tesaring dari tanah (qs. 23:12)
c. Tanah kering seperti tanah kebakar (qs. 15:26)
d. Tanah kering yang berubah baunya (qs. 15:26)
e. Air yang merupakan asal usul seluruh kehidupan (qs. 25:54)
f. Ruh (qs. 15:29)

2. Penciptaan Hawa
Melalui surat an-nisa ayat 1 yg artinya “hai sekalian manusia
bertaqwalah kepada tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari
seorang diri dan dari padanya Allah menciptakan isterinya dan
dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan
perempuan yang banyak”.

3. Penciptaan keturunan Adam/Reproduksi Manusia
 Sel kelamin
 Pembuahan
 Perkembangan janin



C. Proyeksi Al-quran tentang Hakekat Manusia
Eksistensi manusia dapat diwujudkan melalui kiprahnya dalm
melakukan tanggungjawab terhadap amanah yang dipikul tuhan diatas
pundaknya, sebagai khalifa di dunia sebagaimana dideskripsikan dam
surat al-an’am ayat 165 dan surat al-baqarah ayat 30. Untuk
mempertahankan posisi manusia tersebut, tuhan menjadikan alam ini
lebih rendah martabatnya dari pada manusia. Olehkarena itu manusia
diarahkan tuhan agar tidak tunduk kepada alam atau gejala alam
melainkan hanya tunduk kepadanya saja sebagai hamba allah. Dengan
kata lain harus membebaskan dirinya dari mensakralkan atau
menuhankan alam.


D. Pandangan Islam tentang Alam
Dalam surat ali imram ayat 190 artinya “sesungguhnya dalam
penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang
terdapat tanda tanda bagi orang orang yang berakal”. Pada masing
masing alam itu terdapat hukum yang berjalan secara harmonis dan
bertautan satu dengan yang lainnya hingga membentu satu ekosistem.
Seluruh ciptaan allah telah dilengkapi dengan hukum hukum yang
menggerakkannya. Manusia sebagai salah satu unsur alam seharusnya
selalu tunduk terhadap suatu aturan/ketentuan yang ada dalam
ekosistem tersebut. Dengan demikian alam memiliki kelebihan sekaligus
kekurangan. Kelebihannya terletak pada selalu tunduk atas
aturan/ketentuan allah, maka alam selalu berada pada posisi yang selalu
harmonis. Sedangkan kelemahannya terletak pada tidak berdayanya
menentukan sikap sikap bila umpamanya manusia dengan seleranya
merusak ekosistem.

Dari uraian tersebut diatas bisa dibuat kesimpulan bahwa pemikiran
tentang hakekat alam adalah termasuk masalah prinsip (ultimate problems).
Islam sebagai agama tauhid memberikan secara obyektif dan tidak ada peluang
sama sekali untuk mensakralkan alam karena mensakralkan alam akan
berakibat fatal yaitu tersungkur di lembah syrik.