You are on page 1of 20

LAPORAN PRAKTIKUM

INSTRUMENTASI
PENGARUH TEGANGAN KELUARAN SENSOR LI NI ER HALL EFFECT
SEBAGAI PENDETEKSI MEDAN MAGNET
















Oleh:
Muhamad Afif Hidayatulloh
NIM A1H012071








KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTASPERTANIAN
PURWOKWRTO
2014
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sensor adalah alat untuk mendeteksi/mengukur sesuatu, yang digunakan
untuk mengubah variasi mekanis, magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi
tegangan dan arus listrik. Dalam lingkungan sistem pengendali dan robotika,
sensor memberikan kesamaan yang menyerupai mata, pendengaran, hidung, lidah
yang kemudian akan diolah oleh kontroler sebagai otaknya (Petruzella, 2001).
Sensor dalam teknik pengukuran dan pengaturan secara elektronik berfungsi
mengubah besaran fisik (misalnya : temperatur, gaya, kecepatan putaran) menjadi
besaran listrik yang proposional. Sensor dalam teknik pengukuran dan pengaturan
ini harus memenuhi persyaratan-persyaratan kualitas yakni :
1. Linieritas
Konversi harus benar-benar proposional, jadi karakteristik konversi harus linier.
2. Tidak tergantung temperature
Keluaran konverter tidak boleh tergantung pada temperatur di sekelilingnya,
kecuali sensor suhu.
3. Kepekaan
Kepekaan sensor harus dipilih sedemikian, sehingga pada nilai-nilai masukan
yang ada dapat diperoleh tegangan listrik keluaran yang cukup besar.
4. Waktu tanggapan
Waktu tanggapan adalah waktu yang diperlukan keluaran sensor untuk mencapai
nilai akhirnya pada nilai masukan yang berubah secara mendadak. Sensor harus
dapat berubah cepat bila nilai masukan pada sistem tempat sensor tersebut
berubah.
5. Batas frekuensi terendah dan tertinggi
Batas-batas tersebut adalah nilai frekuensi masukan periodik terendah dan
tertinggi yang masih dapat dikonversi oleh sensor secara benar. Pada kebanyakan
aplikasi disyaratkan bahwa frekuensi terendah adalah 0Hz.
6. Stabilitas waktu
Untuk nilai masukan (input) tertentu sensor harus dapat memberikan keluaran
(output) yang tetap nilainya dalam waktu yang lama.
7. Histerisis
Gejala histerisis yang ada pada magnetisasi besi dapat pula dijumpai pada sensor.
Misalnya, pada suatu temperatur tertentu sebuah sensor dapat memberikan
keluaran yang berlainan.
Empat sifat diantara syarat-syarat dia atas, yaitu linieritas, ketergantungan
pada temperatur, stabilitas waktu dan histerisis menentukan ketelitian sensor
(Link, 1993).
Dalam praktikum acara empat ini yang di bahas adalah sensor magnet atau
dalam praktikum menggunakan sensor hall effect.

B. Tujuan
1. Mengetahui tegangan keluaaran yang dihasilkan oleh sensor hall effect tipe
ky-024
2. Mengetahui pengaruh jarak medan magnet terhadap sensor hall effect tipe
ky-0.24
3. Mengatahui karakteristik sensor hall effect tipe ky-024
II. TINJAUAN PUSTAKA
Medan magnet atau sering dikatakan dengan magnetic field itu tidak dapat
dirasakan oleh indra manusia. Detektor medan magnet tidaklah terlalu sukar untuk
dibuat namun cukup memiliki kepekaan yang cukup baik.
Proyek untuk membuat detektor medan magnet ini tidak membutuhkan
banyak komponen sehingga mudah dibuat dan tidak membutuhkan biaya yang
banyak tetapi menghasilkan kepekaan yang baik. Detektor medan magnet di
dalam proyek ini tidaklah dititikberatkan pada ketelitian pengukuran tetapi pada
ada tidaknya medan magnet dalam radius sekitar 10 cm yang mempunyai
kekutaan medan magnet konstan atau berubah dengan frekuensi yang tidak terlalu
tinggi, sekitar sampai 20KHz.
Hall effect sensor merupakan sensor yang digunakan untuk mendeteksi
medan magnet. Hall Effect sensor akan menghasilkan sebuah tegangan yang
proporsional dengan kekuatan medan magnet yang diterima oleh sensor tersebut.
Pendeteksian perubahan kekuatan medan magnet cukup mudah dan tidak
memerlukan apapun selain sebuah inductor yang berfungsi sebagai sensornya.
Kelemahan dari detektor dengan menggunakan induktor adalah kekuatan medan
magnet yang statis (kekuatan medan magnetnya tidak berubah) tidak dapat
dideteksi. Oleh sebab itu diperlukan cara yang lain untuk mendeteksinya yaitu
dengan sensor yang dinamakan dengan hall effect sensor. Sensor ini terdiri dari
sebuah lapisan silikon yang berfungsi untuk mengalirkan arus listrik.


Gambar 1. Hall Effect Sensor

Sensor hall effect ini hanya terdiri dari sebuah lapisan silikon dan dua buah
elektroda pada masing-masing sisi silikon. Hal ini akan menghasilkan perbedaan
tegangan pada outputnya ketika lapisan silikon ini dialiri oleh arus listrik. Tanpa
adanya pengaruh dari medan magnet maka arus yang mengalir pada silikon
tersebut akan tepat ditengah-tengah silikon dan menghasilkan tegangan yang sama
antara elektrode sebelah kiri dan elektrode sebelah kanan sehingga menghasilkan
tegangan beda tegangan 0 volt pada outputnya.
Ketika terdapat medan magnet mempengaruhi sensor ini maka arus yang
mengalir akan berbelok mendekati/menjauhi sisi yang dipengaruhi oleh medan
magnet. Ketika arus yang melalui lapisan silikon tersebut mendekati sisi silikon
sebelah kiri maka terjadi ketidak seimbangan tegagan output dan hal ini akan
menghasilkan sebuah beda tegangan di outputnya.
Semakin besar kekuatan medan magnet yang mempengaruhi sensor ini akan
menyebabkan pembelokan arus di dalam lapisan silikon ini akan semakin besar
dan semakin besar pula ketidakseimbangan tegangan antara kedua sisi lapisan
silikon pada sensor. Semakin besar ketidakseimbangan tegangan ini akan
menghasilkan beda tegangan yang semakin besar pada output sensor ini.
Arah pembelokan arah arus pada lapisan silikon ini dapat digunakan untuk
mengetahui polaritas kutub medanhall effect sensor ini. Sensor hall effect ini dapat
bekerja jika hanya salah satu sisi yang dipengaruhi oleh medan magnet. Jika
kedua sisi silikon dipengaruhi oleh medan magnet maka arah arus tidak akan
dipengaruhi oleh medan magnet itu. Oleh sebab itu jika kedua sisi silikon
dipengaruhi oleh medan magnet yang mempengaruhi magnet maka tegangan
outputnya tidak akan berubah.

III. METODOLOGI
A. Alat dan Bahan
1. Kabel penghubung
2. Multimeter
3. LED
4. Power supplay
5. Alat tulis
6. Sensor hall effect ky-024
7. Penggaris

B. Cara Kerja
1. Menyiapkan semua alat dan bahan
2. Menghubungkan power supply ke sumber arus listrik
3. Mengukur tegangan masuk tiap putaran pada power supply
4. Menghubungkan power supply dengan rangkaian sensor hall effect ky-024
dengan cara kabel merah power supply dengan PIN + dan kabel hitam dengan
PIN ground
5. Menghubungkan multimeter rangkaian dengan cara probe multimeter merah
ke PIN + sensor hall effect dan kabel hitam dengan PIN graund
6. Menyalakan power supply mulai dengan tegangan terkecil.
7. Dekatkan medan magnet dengan jarak yang berbeda, lalu amati penyalaan
lampu pada LED
8. Mencatat hasilkeluaran dari multimeter.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Tabel 1. Hasil Pengukuran Menggunakan Sensor Hall effect
No Vin
(Volt)
Jarak
(cm)
Vout (Volt) Nyala LED
Tanpa Medan
Magnet
Dengan Medan
Magnet
1 3,15 0,5 1,94 0,41 Redup
0,3 -2,8 Terang
0 -2,85 Terangsekali
2 5,45 1,1 3,61 1,53 Redup
0,7 -4,92 Terang
0 -4,93 Terangsekali
3 7,20 1,5 6,6 2,9 Redup
0,6 -6,5 Terang
0 -6,5 Terang
4 9,13 1,3 7,1 5,54 Redup
1 -8,261 Terang
0 -8,261 Terang
5 11,3 1,3 8,9 8,9 Tidakmenyala
1 8,9 Tidakmenyala
0 8,9 Tidakmenyala
6 15,30 1,5 6,6 12,6 Tidakmenyala
0,6 12,6 Tidakmenyala
0 12,6 Tidakmenyala


B. Pembahasan
Sensor adalah alat yang dapat digunakan untuk mendeteksi dan sering
berfungsi untuk mengukur magnitude sesuatu. Sensor adalah jenis transduser yang
digunakan untuk mengubah variasi mekanis, magnetis, panas, sinar dan kimia
menjadi tegangan dan arus listrik. Sensor biasanya dikategorikan melalui
pengukur dan memegang peranan penting dalam pengendalian proses pabrikasi
modern. Sensor memberikan ekivalen mata, pendengaran, hidung lidah dan
menjadi otak mikroprosesor dari sistem otomatisasi industri.
Sensor Magnet atau disebut juga relai buluh, adalah alat yang akan
terpengaruh medan magnet dan akan memberikan perubahan kondisi pada
keluaran. Seperti layaknya saklar dua kondisi (on/off) yang digerakkan oleh
adanya medan magnet di sekitarnya. Biasanya sensor ini dikemas dalam bentuk
kemasan yang hampa dan bebas dari debu, kelembapan, asap ataupun uap.

Gambar 2. Sensor Magnet.
Sensor Efek-Hall dirancang untuk merasakan adanya objek magnetis dengan
perubahan posisinya. Perubahan medan magnet yang terus menerus menyebabkan
timbulnya pulsa yang kemudian dapat ditentukan frekuensinya, sensor jenis ini
biasa digunakan sebagai pengukur kecepatan. Sensor Hall Effect digunakan untuk
mendeteksi kedekatan (proximity), kehadiran atau ketidakhadiran suatu objek
magnetis (yang) menggunakan suatu jarak kritis. Pada dasarnya ada dua tipe Half-
Effect Sensor, yaitu tipe linear dan tipe on-off. Tipe linear digunakan untuk
mengukur medan magnet secara linear, mengukur arus DC dan AC pada
konduktordan funsi-fungsi lainnya. Sedangkan tipe on-off digunakan sebagai limit
switch, sensor keberadaan (presence sensors), dsb. Sensor ini memberikan logika
output sebagai interface gerbang logika secara langsung atau mengendalikan
beban dengan buffer amplifier.

Gambar 3. Sensor Hall Effect
Keterangan gambar : 1. Elektron 2. Sensor Hall atau Elemen Hall 3. Magnet
4. Medan Magnet 5. Power Source
Gambar diagram hall effect tersebut menunjukkan aliran elektron. Dalam
gambar A menunjukkan bahwa elemen Hall mengambil kutub negatif pada sisi
atas dan kutub positif pada sisi bawah. Dalam gambar B dan C, baik arus listrik
ataupun medan magnet dibalik, menyebabkan polarisasi juga terbalik. Arus dan
medan magnet yang dibalik ini menyebabkan sensor Hall mempunyai kutub
negatif pada sisi atas. Hall Effect tergantung pada beda potensial (tegangan Hall)
pada sisi yang berlawanan dari sebuah lembar tipis material konduktor atau
semikonduktor dimana arus listrik mengalir, dihasilkan oleh medan magnet yang
tegak lurus dengan elemeh Hall. Perbandingan tegangan yang dihasilkan oleh
jumlah arus dikenal dengan tahanan Hall, dan tergantung pada karakteristik
bahan. Dr. Edwin Hall menemukan efek ini pada tahun 1879. Hall Effect
dihasilkan oleh arus pada konduktor. Arus terdiri atas banyak beban kecil yang
membawa partikel-partikel (biasanya elektron) dan membawa gaya Lorentz pada
medan magnet. Beberapa beban ini berakhir di sisi sisi konduktor. Hal ini hanya
berlaku pada konduktor besar dimana jarak antara dua sisi cukup besar. Salah satu
yang paling penting dari Hall Effect adalah perbedaan antara beban positif
bergerak dalam satu arah dan beban negatif bergerak pada kebalikannya. Hall
Effect memberikan bukti nyata bahwa arus listrik pada logam dibawa oleh
elektron yang bergerak, bukan oleh proton.
Hall effect menghasilkan level sinyal yang sangat rendah dan membutuhkan
amplifikasi. Amplifier tabung vakum pada abad 20 terlalu mahal, menghabiskan
tenaga dan kurang andal dalam aplikasi sehari-hari. Dengan pengembangan IC
berharga murah maka Hall Effect Sensor menjadi berguna untuk banyak aplikasi.
Alat Hall Effect saat disusun dengan tepat akan tahan dengan debu, kotoran,
lumpur dan air. Sifat ini menyebabkan alat Hall Effect lebih baik untuk sensor
posisi daripada alat alternatif lainnya seperti sensor optik dan elektromekanik.
Hall effect sensor sering dipakai untuk Split ring clamp-on sensor, Analog
multiplication, Power sensing, Position and motion sensing, Automotive ignition
dan fuel injection serta Wheel rotation sensing.
Prinsip kerja sensor ini adalah dengan memanfaatkan fenomena efek Hall.
Efek Hall ini didasarkan pada efek medan magnetik terhadap partikel bermuatan
yang bergerak.

Gambar 4. Proses pada Sensor Hall Effect.

Ketika ada arus listrik yang mengalir pada divais efek Hall yang
ditempatkan dalam medan magnet yang arahnya tegak lurus arus listrik,
pergerakan pembawa muatan akan berbelok ke salah satu sisi dan menghasilkan
medan listrik. Medan listrik terus membesar hingga gaya Lorentz yang bekerja
pada partikel menjadi nol. Perbedaan potensial antara kedua sisi divais tersebut
disebut potensial Hall. Potensial Hall ini sebanding dengan medan magnet dan
arus listrik yang melalui divais.
Aplikasi utama sensor efek Hall adalah sebagai sensor posisi dan kecepatan
baik linier maupun anguler, dan untuk pengukuran arus listrik tanpa kontak.
Kelebihan dari sensor efek Hall adalah struktur yang simpel dan karakteristik
yang bagus dalam teknologi fabrikasi mikro. Divais Hall mudah difabrikasi
dengan teknologi CMOS dan pengkondisi sinyal elektronik dapat langsung
diintegrasikan dengan divais Hall. Kekurangan sensor ini adalah nilai tegangan
offset yang tinggi pada keluaran divais. Penyebab offset ini adalah geometri non-
simetrik dari divais karena lapisan yang tidak lurus pada proses fabrikasi, defek
permukaan, dan variasi hambatan kontak. Nilai dari tegangan offset juga
dipengaruhi oleh suhu dan stress divais.
Aplikasi lain dari sensor hall effect dapat digunakan pada:
a. Printer
b. Keyboard computer
c. Sebagai saklar
Dalam praktukum menggunakan beberapa alat, antara lain sebagai berikut :
a. Kabel penghubung yang berfungsi untuk menghubungkan antara sensor
dengan multimeter yang disambungkan pula pada power supply.
b. Multimeter berfungsi untuk mengukur tegangan keluaran dan tegangan
masukan dari sensor.
c. Power supply berfungsi untuk menyuplai arus listrik sehingga energy listrik
tersedia.
d. Sensor hall effect tipe ky-024 berfungsi untuk mendeteksi adanya magnet
atau pengatuh dari magnet terhadap vout.
e. Penggaris berfungsi untuk mengukur jarak kebaradaan titik magnet dengan
sensor hall effect.
f. Alat tulis berfungsi untuk mencatat hasil praktikum.
Karakteristik dari sensor magnet atau lebih tepatnya yang digunakan dalam
praktikum sensor hall effect tipe ky-024 memiliki karekteristik bahwa sensor
hanya dapat bekarja pada Vin dibawah 11,1 jika tegangan sudah diatas nilai
tersebut maka sensor sudah tidak mampu mendeteksi lagi.
Hasil keluaran sesuai dengan teori dimana semakin besar Vin maka besar
pula Vout, yang di tunjukan dalam tabel hasil, dalam tabel hasil kenaikan Vout
yang tidak menggunakan medan magnet cukup signifikan namun pada Vout yang
menggunakan medan magnet Voutnya tidak beraturan dan memiliki nilai yang
tidak rapi, hal ini dapat terjadi karena beberapa sebab salah satunya mungkin pada
ujung kabel tertempel dengan kaki lain yang seharusnya tidak tertempel.

Grafik 1. Hubungan Antara TeganganMasuk (Vin) denganTeganganKeluar (Vout)
denganPerlakuanTanpa Medan Magnet.
Dari grafik tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa semakin besar Vin
semakin besar pula Voutnya, ini sesuai dengan referensi yang telah ada maka
percobaan ini dapat dikatakan berhasil namun terdapat kendala, yaitu padasaat
pengukuran hasus teliti dan jangan sampai kabelatau arus listrik tidak tertempel
pada kaki yang seharusnya tidak tertempel.
0
2
4
6
8
10
12
14
3.31 5.39 7.38 9.4 11.1 15.26
Grafik Hubungan antara Tegangan Masuk (Vin)
dengan Tegangan Keluar (Vout) dengan
Perlakuan Tanpa Medan Magnet
V in (Volt)
V
o
u
t

(
V
o
l
t
)

V
o
u
t

(
V
o
l
t
)


Grafik 2.Hubungan Antara Tegangan Masuk (Vin) dengan Tegangan Keluar Rata-
rata (Vout) dengan Perlakuan Menggunakan Medan Magnet.
Dari grafik kedua terlihat ada angka nimus, ini karena arah bekerja keaarah
yang sensor teriman, seperti dijelaskan sebelumnya bahwa sensor magnet ini
sesuai dengah arah gerak yang ia terima.

-6
-4
-2
0
2
4
6
8
10
12
14
3.31 5.39 7.38 9.4 11.1 15.26
Grafik Hubungan antara Tegangan Masuk (Vin)
dengan Tegangan Keluar Rata-Rata (Vout) dengan
Perlakuan Menggunakan Medan Magnet

Grafik 3.Hubungan antara Jarak dengan Tegangan Keluar (Vout) Perlakuan Tanpa
Medan Magnet danPerlakuan dengan Medan Magnet.
Dari grafik ketiga ini terdapatan kenaikan yang sedikit merata pada Vout
tanpa menggunakan medan magnet dan pada Vout menggunakan medan magnet
tidak merata.
Dari praktikum tersebut dapat disimpulkan bahwa sensor yang dipakai
dalam praktikum hanya dapat mendeteksi keberadaan medan magnet selama Vin
di bawah 11,1 Volt.






-6
-4
-2
0
2
4
6
8
10
12
14
0.4 0.3 0 1.2 0.7 0 1.8 0.7 0 1.6 0.5 0 1 0.5 0 1 0.5 0
Jarak (cm)
T
e
g
a
n
g
a
n

K
e
l
u
a
r
a
n

(
V
o
u
t
)

Tanpa Medan Magnet
Dengan Medan
Magnet
Hubungan antara Jarak dengan Tegangan Keluar (Vout) Perlakuan
Tanpa Medan Magnet dan Perlakuan dengan Medan Magnet
V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1. Tegangan keluaran yang dihasilkan dalam praktikum secara keseluruhan
belum sesuai dengan hal yang seharusnya, terutama pada keluaran dengan
medan magnet.
2. Sesuai keterangan dari asisten bahwa jarak tidak mempengaruhi keluaran dari
sensor pada akhir percobaan, namun pada awal percobaan berpengaruh
terhadap nyala lampu pada LED.
3. Karakteristik hall effect yang digunakan saat praktikun iyalah sensor tersebut
tidak dapat bekerja setelah Vin lebih dari 9,4 V.
B. Saran
Dalan pengkondisian praktikum ditingkatkan lagi dan akan lebih baik jika
alat diperbanyak.

DAFTAR PUSTAKA
Anonym. 2007. http://elektronika-elektronika.blogspot.com/2007/06/detektor-
medan-magnet-dengan-hall.html Diakses 07 Juni 2014
Blocher, R. 2004. Dasar Elektronika. Andi: Yogyakarta.

Dennis Roody, J. Coolen. 1986. Komunikasi Elektronika. Erlangga: Jakarta.

Hayt, Wiliam. 1998. Rangkaian Listrik. Erlangga, Jakarta.


Lister. 1998. Mesin dan Pengkajian Listrik. Erlangga, Jakarta.

Morris, Alan S. 2001. Measurement And Instrumentation Principles. Butterworth
Heinemann. Isbn 0-7506-5081-8

Saplie, Soedjana, DR., Nishino, DR. 1986. Pengukuran dan Alat-alat Ukur
Listrik. Pradnya Paramita: Jakarta.

Septiawan Faris. 2010. http://farisseptiawan.blogspot.com/2010/03/pengertian-
sensor.html Diakses 07 Juni 2014

Setiadi Agus. 2010. http://agungsetiadi.blogspot.com/2010/01/sensor-efek-
hall.html Diakses 07 Juni 2014

Zuhal. 2000. Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya. PT Gramedia
Pustaka Utama: Jakarta.