You are on page 1of 16

EPISTEMOLOGI USHUL FIQH

A. Chozin Nasuha
Guru Besar pada Fakultas Syari’ah
Ketua Konsentrasi Studi Al-Qur’an Pascasarjana UIN Bandun
Pembukaan
Aa!a "al-dien# adalah ide !urni$ atau syste! ide dan
kepercayaan yan %ersi&at Ilahiyah$ %erkenaan denan ketaatan
pada 'uhan$ dan disa!paikan kepada na%i-na%i( )ala! Isla!$ ide
!urni itu %er%entuk *ahyu yan ter!uat dala! al-Qur’an dan al-
Sunnah( Ide ini tidak %isa diletakkan dala! konteks ke!anusiaan(
Ber%eda denan pe!ikiran aa!a "Islamologi# yan seluruhnya
!erupakan produk !anusia dan sanat %erkaitan denan
!asyarakat( Konsep ini tidak %isa dipisahkan dari realitas tertentu
dan sejarah !asyarakat( Karena itu$ Isla!oloi inilah aasan ide
Ilahiah yan dapat diletakkan dala! konteks ke!anusiaan( )enan
kata lain$ kita harus !e!%edakan antara Aa!a dan pe!ikiran
Aa!a( Salah satu pe!ikiran Aa!a adalah Ushul-Fiqh. Il!u
!etodoloi ini !e!iliki susunan yan pada u!u!nya terjadi
kontro+ersi antara proposisi-proposisi denan loika dan %ahasa(
,eskipun %eitu$ secara ontolois il!u ini dapat dikelo!pokkan
!enjadi e!pat point yaitu "-# nilai-nilai aturan hoku! ".# dasar-
dasar aturan hoku! "al-adillah al-syar’iah) "/# cara atau !etoda
!enanaloikan dalil !enjadi hoku!$ dan "0# ketentuan ijtihad$
ta1lid$ dialektika kontradikti&$ dan tarjih(
Ushul-21h !erupakan kha3anah kekayaan il!u yan secara
lansun atau tidak lansun$ turut !e!perkaya !odel
keaa!aan kita( Pelaksanaan syariat Isla! akan susah seandainya
il!u ini tidak ada$ se%a% ushul-21h dianap se%aai penuntun 21h
yan !erupakan ja*a%an %ai kehidupan kita( Il!u ini dapat
!enja*a% %e%erapa !asalah yan diajukan$ !aka aar kita dapat
!e!an&aatkan$ kita harus !enetahui ja*a%an apa yan perlu
di%a*akan oleh il!u ini$ setelah kita !enajukan pertanyaan( )i
sini kita !e!erlukan ja*a%an yan %enar$ dan %ukan de%at kusir
atau ja*a%an plintiran "safsathah#( 4alu !uncul pertanyaan$
%aai!ana kita !encari ja*a%an yan %enar5 ,asalah ini$ oleh
kajian 2lsa&at dise%ut episte!oloy$ dan landasan episte!o-loi
il!u dise%ut !etoda il!iah( )enan kata lain$ !etoda il!iah
adalah cara yan dilakukan itu dala! !enyusun penetahuan yan
oleh 2lsa&at il!u dise%ut teori ke%enaran(
Ushul-21h !e!punyai ciri spesi2k yan tersusun !enenai
apa "ontoloy#$ bagaimana "episte!oloy# dan untuk apa
"aksioloi#( Ketika landasan ini salin %erkaitan$ !aka ontoloy
ushul-21h terkait denan episte!oloinya$ episte!oloy ushul-21h
terkait denan aksioloinya$ dan %eitulah seterusnya( 6adi kalau
kita inin !e!%icarakan episte!iloi ushul-21h$ !aka kita harus
1
!enaitkannya denan ontoloy$ dan aksioloi( 'etapi dala!
tulisan ini$ kita hanya !e!%ahas tentan episte!oloy$ dan itu
pun !e!akai keranka %er2kir penelitian il!u social(
1. Peneka!an Humanis!ik
Per!asalahan yan serin !uncul adalah %ah*a kerja ushul-
21h itu o%jekti& atau su%jekti&( )e!ikian karena %anyak sekali
!ateri 21h yan dikelola !elalui ushul-21h$ %eda pendapat antara
satu tokoh denan tokoh yan lain( 7ara %er2kir ushuliyun selalu
!e!akai pendekatan k*alitati&$ !aka oleh se%aian il!uan
dianap tidak o%jekti&( Ber%eda denan paradi!a il!u yan
!e!akai pendekatan k*antitati&$ yan ser%a il!iah dan terkontrol(
8al ini diakui oleh ushuliyun sendiri$ dan tidak akan !enolak(
,e!an kerja ushul-21h sedikit !ena%aikan prinsip
o%jekti2tas$ jika istilah o%jekti& se%aai aturan il!u yan harus
terukur$ ada ke%erulanan$ dan perilaku yan dapat dira!alkan(
8a!pir se!ua ushuliyun tidak %er2kir seperti itu$ karena ushul-21h
%erhu%unan denan perilaku !anusia "af’al mukallafn#$ !aka
su%jekti+itas tetap !e!iliki peran tersendiri( Ushul-21h yan selalu
!enekankan pada pendekatan su%jekti+itas$ %iasanya dise%ut studi
humanistik( Paha! ini %erpandanan %ah*a 21h yan dikelola oleh
ushul-21h %ukan hara !ati$ tetapi *ilayah interpretati+e(
,enurut pandanan ahli-ahli rasional$ teratur$ atau
siste!atik$ perilaku !anusia %ersi&at kontektual %erdasarkan
!akna yan di%erikan di linkunannya( Kalau il!u di luar
hu!aniora le%ih ditekankan pada 9kedisiplinan’$ hu!aniora justru
kearah interpretasi alternati&( Posisi il!u hu!aniora$ ter!asuk
ushul-21h adalah pada 9siapa’ dan !enentukan 9apa yan dilihat’(
,enurut paha! ini realitas per%uatan !anusia ter!asuk &eno!ena
yan cair dan !udah %eru%ah( Feno!ena ini %ersi&at polise!ik
yan !e!erlukan pena&siran( 6adi kerja ushul-21h selalu %ererak
pada 9ko!a-ko!a’ %ukan %erhenti pada satu titik(
Persoalan o%jecti+e il!iah dan su%jekti+itas tidak il!iah$
!e!an telah la!a ditujukan pada se!ua il!u aa!a$ ter!asuk
ushul-21h( Apalai il!u ini !enyajikan pena&siran dan
her!eunitika( 'entu saja pena&siran se!aca! ini ke%eratan jika
dikait-kan denan penilaian o%jekti& dan su%jekti&( 'etapi !uncullah
%e%erapa tokoh sosio-lo yan !enatakan %ah*a o%jekti+itas itu
hanya %erlaku %ai il!u ala!( )enan kata lain$ il!u aa!a
!e!iliki kateristik tersendiri( Karena itu su%jekti+itas interpre-ter
yan serin !e!asukkan resepsi$ kepekaan$ akal sehat$ dan
pendapat yan ter%uka$ !estinya tidak harus sa!a persis denan
:self-understanding”. Itulah !aka o%jekti+itas dala! il!u social$
il!u %udaya$ ter!asuk ushul-21h tidak %isa a%solut(
Ketika ushul-21h dianap se%aai karya pe!ikiran dala!
Isla! "tsaqafah Islamiah#$ !uncullah dile!atis apakah ushul-21h
itu se%aai il!u atau se%aai seni %erde%at( Beitu pula ketika
para il!uan !elihat perde%atan dala! Isla! antara ahli hadits dan
2
ahli rakyu$ dala! !e!ecahkan konsep syari’ah$ !ereka %ertanya$
apakah ushul-21h itu Aa!a atau il!u aa!a( Kalau ushul-21h
dipandan se%aai Aa!a$ "%ukan il!u aa!a# lalu sa!pai di!ana
kita !e!perlakukannya se%ai su!%er data untuk !e!%anun
teori yan dianap o%jecti+e( Kenyataan ini !e!%utuhkan
kesadaran %aru yan !enjadi ciri post!odernis!e( ;aitu %ah*a
representasi$ suatu penyajian dala! per%andinan !a3ha%
!isalnya$ tentan suatu aliran ushul-21h$ pada dasarnya tidak
pernah !enyajikan a!%aran se%aai!ana adanya( Penyajian atau
uraian itu telah di%unkus dala! ke!asan tertentu( Ushul-21h
se%aai teks tidak %isa diuraikan apa adanya tetapi !enala!i
9distorsi’ tertentu setelah !elalui proses pena&siran "syarah#(
Ushul-21h selalu !uncul dala! keranka %er2kir tertentu dan
tidak %isa %e%as %eitu saja( 'etapi dala! penyajiannya selalu
!uncul nilai su%jekti+itas di dala!nya( Karena itu$ !eskipun
!ulanya ushul-21h itu aasan al-Sya2’iy untuk !e!%anun
!a3ha%nya$ tetapi dala! perke!%anannya$ !ucullah Ushl-21h
<aidiyah$ Ushul-21h ,u’ta3ilah$ Ushul-Fi1h Syi’ah$ Ushul-21h
8ana2yah$ Ushul-21h <hahiri$ dan se%aainya( 4alu apa artinya
ke%enaran il!iah 5 Ke%enaran il!iah %ersi&at relati&$ kondisional$
dan terantun konsensus atau kesepakatan( 'idak ada ke%enaran
!utlak dala! il!u soasial atau %udaya ter!asuk ushul-21h( Karena
itu$ setiap ushuliyyun harus siap !eneri!a kritik atas kekuran
tepatan analisanya( )ala! kaitan ini$ A%dul*ahha% al-Sya’rani
%erkata = ,a3ha% ka!i adalah %enar$ tetapi !unkin jua salah(
,a3ha% di luar ka!i adalah salah$ tetapi !unkin jua %enar(
)e!ikian ini tertuan dala! kita% klasik %erjudul Mian al-!ubra"
!aka nilai pluralis ini ter!asuk ciri post!odernis!(
Perke!%anan selanjutnya$ %ah*a ahli-ahli per%andinan
!a3ha% dapat !enyusun kesadaran 9su%jekti+itas’ yan
selanjutnya diarahkan pada penulisan %io-ra2 indi+idu "tokoh#(
)ala! konteks !odernis yan kaku$ ushuliyyun
%erpandanan harus o%jekti&$ !e!iliki otoritas$ netral dari !a3ha%$
dan selalu !enolah teks denan o%jekti&( Padahal 21h yan
dikelola !elalui ushul-21h selalu %eru%ah karena peru%ahan *aktu
dan te!pat$ aki%atnya !akna teks %isa plural dan %isa
%erke!%an( 6adi pe!ikiran se!aca! itu harus ditata ulan kalau
dia akan !e!pelajari il!u ushul-21h(
,e!aha!i pendapat tokoh !e!an sanat !enarik$ sa!a
seperti !enariknya !e!pelajari per%edaan su%jecti+e dan
o%jecti+e %ai oran yan %erpendapat dan pendukun(
Per!asalahan ini akan terkait pula denan soal il!iah atau tidak
il!iah$ il!uan atau propaandis$ akade!is atau idiolois$ dan
%eitulah seterusnya( Padahal uraian yan dinilai seperti itu
terantun %aai!ana tokoh itu !enuraikan(
Pada *aktu positi+is!e !enjadi idola setiap il!uan$ se!ua
pe!ikiran yan tidak o%jecti+e dinilai le!ah$ ter!asuk keranka
kerja ushul-21h( 'etapi setelah !uncul strukturalis!e$ dan teori ini
3
%isa diterapkan pada penalian 21ih yan ijtihadnya ditata rapih$
!aka %isa dite!ukan o%jekti+itas( 'eruta!a jika strukturalis itu
%erupaya !ene!ukan !asalah pentin dala! setiap uraian 21h
yan disajikan$ seperti kesi!pulan= lebih manfaat" lebih maslahat"
lebih adil dan se!aca!nya( 4e%ih lai jika se!ua itu tidak terje%ak
pada ala! khayal realis$ !elainkan selalu %erpean pada %ahasa
se%aai alat pe!ikiran(
)isitu jelaslah %ah*a ushul-21h yan %isa dipandan %ernilai
su%jecti+e$ tidak il!iah$ terlalu keaa!a-aa!aan itu se%enarnya
tidak %enar( )isiplin il!u ushul-21h tetap !enedepankan aspek
ke%enaran tertentu sejalan denan tujuan$ !etoda$ hu%unan
antara dalil dan !ad-lul$ dan analisis yan %er*a*asan lain denan
pendekatan o%jecti+e( Per%edaan ini tidak %erarti %ah*a kerja
ushul-21h itu hanya asal-asalan$ !elainkan %erusaha !e!aha!i
&eno!ena li*at su%jecti+e yan tidak !unkin ter&aha!i !elalui
o%jekti+itas(
Mushawwibah dan Mukhaththiah
)i dala! Isla!$ se!ua teks "al-Qur’an dan al-8adits# yan
%er%entuk hanni "duaan# !aka !akna yan !uncul dari teks itu
selalu diru!uskan dala! kesi!pulan yan %er%eda-%eda
"mukhtalaf fh#( Bai penikut teori musha##ibah akan
!enatakan %ah*a se!ua kesi!pulan yan %eda-%eda itu$ yan
%enar tidak satu$ %ahkan %isa jua se!uanya %enar( )e!ikian jika
se!ua !ujtahidnya !ena!pilkan keranka %er2kir yan sejalan
denan jalur ushul-21h( Sedankan penikut mukhath-thiah akan
%erpendapat %ah*a se!ua kesi!pilan yan %anyak itu$ yan %enar
cu!a satu saja$ apalai jika %e%erapa kesi!pulan tadi ada nilai
kontradikti&(
Penilaian se!aca! itu !uncul karena ushul-21h atau
keranka %er2kir 21h !e!an&aatkan penalaran su%jecti+e dan
paradi!a k*alitati+e( Penalaran se!aca! ini kuran !e!iliki
ke%enaran pada tinkat tertentu( Ke%enaran ushul-21h dianap
!enada-ada dan spekulasi yan !erancan( 'entu saja asu!si
seperti itu tidak selalu %enar( ,eskipun %eitu$ pene!%anan
ushul-21h seyoyanya %erusaha keras untuk !eyakinkan oran
lain$ %ah*a 21h yan diproduksinya !e!iliki kadar loika dan
ke%enaran(
4oika dan ke%enaran dala! ushul-21h tidak %er%eda denan
!etoda penelitian il!u social atau il!u %udaya( 4oika tetap
!enjadi *ahana untuk !encari ke%enaran( ,eskipun %eitu$
%anyak sekali !aca!-!aca! loika yan diperunakan untuk
!encapai ke%enaran itu( 'etapi tidak se!uanya rele+an %ai
pene!%anan ushul-21h( ,aca!-!aca! loika itu antara lain =
"a# loika &or!al( 4oika ini %erusaha !encari ke%enaran denan
!encari relasi antar !u1addi!ah shugra dan kubra denan tujuan
untuk !eneneralisasikan nati$ah yan ada pada setiap syakal
"1iyas !anthi1i#( 4oika ini tidak %isa diterapkan dala! ushul-21h(
4
karena ushul-21h tidak !enejar qiyas-qiyas manthiqi seperti itu$
tetapi trans&era%ilitas( "%# loika !ate!atik( 4oika ini pencarian
ke%enaran denan !encari relasi proposisi !enurut ke%enaran
!ateriil seperti tia kali tia itu se!%ilan( 4oika ini didukun oleh
rerata yan pasti dan terukur( Andalan loika ini adalah adanya
dalil$ aturan$ dan ru!us-ru!us pasti( 4oika se!aca! ini
di!an&aatkan oleh statistika dan %isa %erlaku %ai penelitian il!u
social$ il!u %udaya$ ter!asuk il!u aa!a yan penanut &aha!
posisti+istik( "c# 4oika re>ekti&$ yaitu cara %er2kir denan sanat
cepat$ untuk !ena%straksikan dan penja%aran( 4oika ini
%erlansun cepat dan %isa !e!an&aatkan daya intuisi( )ala!
il!u tasa**u&$ loika ini dise%ut pendekatan dauqi yan %isa
%erke!%an sa!pai laduni. "d# loika k*alitati&$ yakni pencarian
ke%enaran %erdasarkan paparan deskripti& data di lapanan atau di
perpustakaan( K*alitas ke%enarannya didasarkan pada realitas
yan ada( "e# loika linuistik$ yaitu pencarian ke%enaran
%erdasarkan pe!akaian %ahasa( 4oika ini %anyak di!inati oleh
penelitian al-Qur’an dan se!aca! penelitian yan !e!erlukan
pena&siran(
)ari !aca!-!aca! loika di atas$ ushul-21h cenderun
!e!an&aatkan loika k*alitati& dan loika linuistik( Suatu saat
loika re>ekti& pun dipakai pula$ teruta!a untuk !ene!%ankan
dalil !etodolois seperti istihsan dan mashalih mursalah. 4oika
k*alitati& %anyak diperunakan untuk !ene!%ankan dalil
sosiolois seperti ij!a’$ 1aul shaha%i$ dan lain-lain( Sedankan
loika linuistik diperunakan untuk !ene!%ankan dalil
nor!ati+e$ yaitu al-Qur’an dan teks al-8adits(
)ari sei lain$ loika k*alitati& %iasanya diperunakan untuk
linkup ke%enaran yan ter%atas( Artinya$ ke%enaran yan dicapai
%ukan se%uah *acana yan %erlaku uni+ersal$ !elainkan hanya
pada tinkat local$ atau kasus tertentu saja( Karena itu$ ke%enaran
k*alitati& %ersi&at le%ih spesi2k dan tidak !enhendaki adanya
reualitas( ?leh karena itu teks atau kasus yan dikelola !e!akai
loika k*alitati& akan !enhasilkan kesi!pulan yan %er%eda-
%eda( 8al ini %ukan %erarti ke%enaran se!aca! itu le!ah$ tetapi
tetap !enunakan dalil %erdasarkan realitas( Itulah suatu
&eno!ena yan oleh Isla! dise%ut rahmatan lil’alamin.
)ulu$ penelitian il!u social dan il!u %udaya diarahkan pada
pe!ikiran o%jekti& dan !ate!atis( 'etapi setelah !ereka !ulai
!eninalkan loika tradisi$ dan inin !encari ke%enaran %aru
yan le%ih orisinil$ !ereka !enejar perke!%anan yan dise%ut
postmodernisme( Kalau perke!%anan il!u itu seperti itu$ !aka
akan %erte-!u denan ushul-21h yan ke%enarannya didasarkan
pada aru!entasi$ i!ajinasi$ dan %ommon sense "akal sehat#(
Ke%enaran dala! ushul-21h adalah nis%i "hanni# dan relati+e
"mukhtalaf fh#$ dan !enanut hoku! pro%a%ilitas "i$tihadiah#( 'itik
tolak ushuliyun se!aca! itu adalah ke%enaran kreati& cerdas$ dan
tidak !enyalahkan oran lain seperti !en-haki!i salah" bid’ah"
5
$umud" dan se%aainya( 'entu saja pendirian ushuliyun seperti itu
tidak disetujui oleh aa!a*an yan taat pada ke%enaran
!ate!atis()i antara !ereka ada yan %erkata = Allah itu satu( Na%i
,uha!!ad itu satu$ dan Al-Qur’an jua satu$ !aka seharusnya
pe!ikiran Isla! pun satu pula "%ersatu#( Padahal sulit dipunkiri
%ah*a ke%enaran kreati& pun akan !a!pu !e*adahi aspirasi
ke%enaran yan kecil-kecil$ yaitu ke%enaran yan jaran teradopsi
oleh il!uan yan selalu %er2kir lo%al(
Perlu diperti!%ankan$ %aik oleh penikut musha##ibah
atau mukhaththiah %ah*a perilaku !anusia "af’al al-mukallafn#
adalah unik$ dan inilah yan !enjadi o%jek pe!%ahasan ushul-21h(
?leh karena itu tuntutan ke%enaran dan atau o%jek-ti+itas ushul-
21h hendaknya dicari %ukan seperti &eno!ena ala!( 6ika &eno!ena
ala! ada hal-hal yan secara 2sik tera!ati$ terulan$ dan teratur$
!aka perilaku !anusia tidak sela!anya %ererak seperti itu$
%ahkan selalu %ias( 'inkat %ias ini hanya !a!pu diolah !enjadi
o%jecti+e apa%ila dilukiskan secara &erstehen "!udah ter&aha!i#(
6ika 21h yan diproduksi !elalui ushul-21h tadi dapat diteri!a oleh
!asyarakat$ %erarti dala! ushul-21h tadi ada kejelasan( Kejelasan
inilah yan dise%ut ke%enaran(
6adi kalau ke%enaran il!uan o%jecti+e le%ih !enyukai
penjelasan lois$ !aka ushul-21h !enyajikan penjelasan yan
%erisi pena&siran( Kalau ke%enaran o%jecti+e inin !elihat
pe!%akuan pena!atan yan teratur$ !aka penlolaan ushul-21h
%ersi&at humanisti% yan kreati&( )enan kata lain ke%enaran ushul-
21h le%ih !enitik %eratkan pada aspek hu!anistic ke!anusiaan(
Itulah se%a%nya$ ushul 21h dinilai unik yan !e!andan %ah*a
perilaku !anusia satu sa!a lain tidak selalu sa!a( )enan
de!ikian$ oran yan %erpendapat %ah*a Ushul-21h al-Sya2’iy itu
!irip denan ,anthi1 Plato atau Aristotales$ itu tidak %enar( Karena
ke%enaran ,anthi1 !e!iliki hu%unan kausalitas yan jelas dan
harus relasional yan !e!unkinkan kontrol proposisi( Sedankan
ke%enaran Ushul-Fi1h ditekankan pada pena&siran loic yan
kadan-kadan %erca!pur denan intuisi$ i!ajinasi$ dan
kreati+itas( ?leh karena itu$ !elalui pena&siran se!aca! ini$ Ushul-
F1h le%ih !a!pu !e!asuki sisi-sisi perso-alan huku! yan
%erkaitan denan perilaku u!at "af’al al-mukallafn).
4e%ih dari itu$ ke%enaran ushul-21h %ukan hal yan dirancan
ada$ tetapi harus dicari dala! konteks( Ushuliyun hanya %ertuas
!enhi!pun$ !enoranisasi$ !enklasi2kasi$ dan !enlola dalil-
dalil 21hiyah untuk keperluan 21ih(
Ushul-fqh aliran Rakyu dan aliran Mutakallimin
Penerapan ushul-21h serin direpotkan ketika ushuliyun akan
!e!%uat 21h$ teruta!a ketika !encari %entuk aliran$ apakah
ushul-21h aliran rakyu atau aliran mutakallimin. )ua aliran ini$
secara eti!olois !e!an %ertolak %elakan( Keduanya !e!iliki
6
i!plikasi !etodolois yan %er%eda( Padahal keduanya sa!a-sa!a
di!an&aatkan oleh i!a!-i!a! !ujtahid(
@akyu adalah aliran dala! ushul-21h yan teori-teorinya
di%anun atau disusun sesudah 21h ter%entuk( Artinya$ !ujtahid ini
!ena!ati perilaku oran-oran !ukalla& yan ada pada
!asyarakat$ ke!udian dia !e!produk 21h secara indukti&( Setelah
itu disusunlah ushul-21h untuk dasar-dasar pene!%anannya$ di
sa!pin kaidah 21hnya jua( Karena itu$ uruf "tradisi#$ mashalih al-
mursalah" dan istihsan di-a!%il se%aai dasar huku! 21h( Ushul-
21h aliran ini dipakai oleh ,a3ha% 8ana2$ ,a3ha% ,aliki$ dan
,u’ta3ilah( )alil-dalil ini$ %iasanya diru!uskan %erdasarkan istiqra
"penelitian# untuk !encari %entuk 21h(
Se%aliknya$ jika !ujtahid itu !enyusun ushul-21h dulu$
ke!udian !e!produki 21h %erdasarkan ushul-21h tadi$ %erati
ushul 21h ini dise%ut aliran mutakallimin( Aliran ini %er2kir dedukti&$
denan !enyesuaikan perilaku u!at "af’al al-mukallafn#$ kepada
teori-teori ushul-21h tadi( Aliran ini dipakai antara lain oleh ,a3ha%
Sya2’iy$ ,a3ha% 8an%ali$ ,a3ha% <hahiri$ dan ,a3ha% Syi’ah Itsna
Asyariyah( Aliran ini tidak !au !e!akai 'uruf" mashalih al-
mursalah" dan istihsan" karena se!ua dalil ini %isa %ertentanan
denan qiyas 'am. Aliran ini$ ta!%ahan dalil pokoknya adalah
istish-hab$ yaitu dalil yan !e!andan persoalan hoku!$ sela!a
tidak ada dalil yan !enu%ah !aka tetap %erlaku sa!pai
sekaran dan !asa depan(
Ushul 21h !odel ini aak se!pit dan seperti !e!%atasi diri
pada kondisi lapanan tertentu$ teruta!a jika kita !elihat
perke!%anan kehidupan yan cepat %eru%ah( Aki%atnya$ teori-
teori ushul-21h hanya terpaku pada pe!aha!an dasar "al-Qur’an$
al-8adits$ al-Ij!a’ dan al-Qiyas# dan %e%erapa dalil yan
%erorientasi ke %elakan seperti istishhab" dan syara’ man qablana(
)enan kata lain$ ada kele!ahan %ai aliran ini$ yaitu kuran
!enharai &eno!ena dan realitas( Ber%eda denan aliran rakyu
yan !enunakan dalil 'uruf dan istihsan$ %isa !asuk ke dala!
ranka "a# Ushuliyun %isa !enolah se!ua per!asalahan yan
!uncul di tenah !asyara-kat$ denan teori-teori ushul-21hnya( "%#
Ushuliyun %isa %erhu%unan lansun secara akra% denan
!asyarakat yan !e!akai !a3ha% tertentu "c# Ushuliyun dapat
!enuraikan latar %elakan secara penuh$ sehina uraian 21hnya
%isa !enankat dalil-dalil kulli denan !eninalkan dalil $u’iy
yan sa!a-sa!a hanni.
". Peneka!an Emik an E!ik
Ada dua cara pandan "pendekatan# yan salin %ertolak
%elakan( )ua pendekatan ini dise%ut pendekatan e!ik "&one!ik#
dan pendekatan etik "&onetik#( A*alnya$ pendekatan ini !uncul dari
istilah linuistik$ yan dala! il!u %udaya dipopulerkan oleh
Kenneth Pike( )ala! Kita% Klasik$ teori ini pernah dike!%anan
oleh I%n 6inni dan al-6urjani( ,enurut 6a’&ar )ikki$ teori I%n 6inni dan
7
teori Al-6urjani salin !elenkapi untuk !e!%anun teori linuistik
yan %aru( Pena%unan dua teori terse%ut adalah "a#
Pena%unan antara studi diakronik Al-6urjani dan singkronik I%n
6inni !erupakan hal yan sini2kan "%# 'eori I%n 6inni yan
!enatakan %ah*a %ahasa tidak ter%entuk seketika$ tetapi
%erproses$ dan teori Al-6urjani tentan hu%unan antara %ahasa
dan pertu!%uhan pe!ikiran$ !erupakan hal yan salin terkait(
)enan de!ikian %ahasa denan seala aturannya tu!%uh dan
%erke!%an seirin denan pertu!%uhan pe!ikiran !anusia( 'eori
dua tokoh tadi !ene!%ankan aliran linuistik A%u Ali al-Farisi$
yan kateristik u!u!nya adalah "a# Bahasa pada dasarnya
ter%etuk secara syste!( "%# Bahasa !erupakan &eno!ena social
dan strukturnya terkait denan &unsi trans!isi yan !elekat pada
%ahasa terse%ut( "c# Adanya kesesuaian antara %ahasa dan
pe!ikiran( )ari sei lain$ ahli-ahli linuistik !e!pelajari ka!us
Maqayis al-(ughat karya I%n Faris( 'okoh ini !en-e!%anakan
teori urunya$ yaitu Sa’la% yan !e!%edakan antara kata %enda
se%aai su%jek "ism dat# dan kata %enda se%aai si&at "ism shifat#(
'a!paknya$ dari teori se!aca! inilah !uncul aasan tentan
e!ik dan etik untuk !ene!%ankan il!u sosial dan il!u %udaya$
dan sekaran dico%a untuk !ene!%ankan ushul-21h(
Secara episte!olois$ pendekatan etik dan e!ik !e!iliki
i!plikasi yan %er%e-da( 6ika ushuliyun %erusaha !ene!%ankan
ushul-21h !enurut !a3ha% uni+ersal denan !enunakan cara-
cara yan ditentukan se%elu!nya$ !aka cara ini$ oleh teori
linuistik dise%ut etik( Se%aliknya$ jika pene!%anan ushul-21h
itu %erdasar-kan !a3ha% reional "!a3ha% Sya2’iy saja !isalnya#
!aka %erarti ushuliyun telah !ene!%ankan ushul-21h denan
pendekatan e!ik( Bai ushuliyun %isa jua !enunakan salah
satu pendekatan$ dan atau !enunakan keduanya( ;an pentin
!ereka !e!perhatikan konsistensi pe!an&aatan keduanya$ aar
tidak terjadi ca!pur aduk( Kedua pendekatan ini !e!iliki
kele!ahan !asin-!asin dan sekalius !e!iliki kekuatan
tertentu(
,enurut ,ar+in 8arris$ istilah etik dan e!ik akan
%erhu%unan denan !asalah o%jekti& dan su%jekti&( Atik %ersi&at
sanat tertutup dala! hal !akna$ seperti prinsip o%jekti&( 'etapi
e!ik tidak %isa disejajarkan denan su%jekti& saja tetapi %isa jua
disejajarkan denan o%jekti& dan su%jekti& sekali us( Kalau teori ini
diterapkan pada ushul-21h uni+ersal dan ushul-21h reional$ !aka
%isa %erhu%unan denan o%jekti& dan su%jekti& dala! penerapan(
Artinya$ jika dala! ushul-21h tadi ushuliyun !eno-lah dalil
nor!ati+e "tsk al-Qur’an dan teks al-8adits#$ !aka %isa
!ene!ukan o%jekti& dan su%jekti&( 'etapi jika !ereka !enolah
dalil !etodolois seperti istihsan !aka dia akan terjadi su%jekti&(
6adi per%edaan antara o%jekti& dan su%jekti& dan penye%utan ushul-
21h reional dan uni+ersal$ terantun penunaannya(
8
6elasnya$ pendekatan etik dan e!ik !erupakan landasan
nor!a pene!%anan penelitian yan %erusaha !e!aha!i
tinkah laku !anusia( 'inkah laku terse%ut penuh denan !akna$
karena di dala!nya terdapat aneka !aca! sy!%ol aksi( Beitu
pula ushul-21h yan !ena!%il istilah !a3ha% reional dan
!a3ha% uni+ersal$ !eru-pakan landasan pene!%anan ushul-21h
itu sendiri$ yan %erusaha !e!aha!i tinkah laku !anusia "af’al
al-mukallafn#( 'inkah laku ini penuh denan !akna "penilaian#$
karena di dala!nya terdapat %er%aai aksi "akidah$ niat$ ucapan$
erakan dan per%uatan#(
Pendekatan !a3ha% reional dan !a3ha% uni+ersal pada
dasarnya !ere&er pada sudut pene!%anan ushul 21h itu sendiri(
6ika ushuliyun itu !endasarkan pene!-%anannya pada
!a3ha%nya sendiri$ %erarti dia !ene!%ankan ushul-21h
reional( )an jika dia !enunakan sudut pandan %e%erapa
!a3ha%$ %erarti dia !enunakan ushul-21h akurat apa%ila dia
!a!pu !enankap persa!aan dan per%edaan pendapat %e%erapa
tokohnya$ selanjutnya dikateorikan dan dicari sini2kasi teori
secara penuh( Berarti pena!%ilan !a3ha% reional le%ih
!e!perhatikan teori yan le%ih aspirati&( Se%aliknya$ pe!aparan
ushul-21h uni+ersal le%ih terantun pada kejelian ushuliyun itu
sendiri$ dala! !ena!pilkan suatu teori secara il!iah(
6ika ushuliyun itu pene!%anannya !e!ilih ushul-21h
!a3ha% uni+ersal$ pada akhirnya dia harus !elakukan eneralisasi(
Pada saat itu dia harus !elakukan %e%erapa hal( "a# dia harus
!enelo!pokkan secara siste!atis seluruh pendapat atau teori
ushul-21h yan ada$ ke dala! syste! tunal( "%# dia !enyediakan
ukuran atau kriteria untuk klasi2kasi setiap dalil yan !enunjan
teori-teori ushul-21hnya( "c# dia !enoranisasikan teori yan
telah diklasi2kasikan ke dala! type-type tertentu( "d# !enanalisa$
!ene!ukan$ dan !enuraikan setiap teori "qaul# dan
aru!entasinya ke dala! keranka syste! yan telah di%uat$
se%elu! dia !e!pelajari ushul-21h(
Se%aliknya$ pendekatan ushul-21h !a3ha% reional ter!asuk
ushul-21h !a3ha%nya sendiri$ !erupakan esensi yan shahih untuk
&eno!ena 21h pada suatu *aktu tertentu( Pendekatan ini rele+an
se%aai usaha untuk !enunkap pola-pola 21h !enurut persepsi
!a3ha%nya( Pendekatan ini !eneaskan %ah*a konsepnya !uncul
dari ushuliyun sendiri( Ber%eda denan pene!%anan ushul-21h
uni+ersal$ ushuliyun %erdiri di luar !a3ha%nya sendiri( Pendekatan
perta!a "reional# akan terkait denan keseluruhan teori
!a3ha%nya$ dan akan !enekankan pada kenis%ian( Pendekatan ini
le%ih natural dala! !ereprosentasikan teori ushul-21h dan sejalan
denan konsep ushul-21h secara operasional( Sedankan ushul-21h
uni+ersal ditekankan pada sikap !utlak( )ari satu sei$ pendekatan
ini kuran natural$ dan sejajar denan teori ushul-21h secara
koniti&(
9
6ika kedua pendekatan itu diper%andinkan !aka akan
tera!%ar dala! karakte-ristik se%aai %erikut(
Pendekatan ushul-21h reional adalah "a# Ushuliyun akan
!e!pelajari perilaku !asyarakat "af’al al-mukallafn# yan
!enikuti !a3ha%nya sendiri( "%# Ushuliyun hanya !e!pelajari
ushul-21h dari !a3ha%nya sendiri$ yaitu ushul-21h al-Sya2’iy
!isalnya$ yan ditulis oleh %e%erapa tokoh !a3ha% itu( "c# Struktur
ushul-21h diten-tukan oleh kondisi dan situasi ja!a’ah yan
!ena!alkan 21hnya( "d# Kriteria ushul-21h %ersi&at relati& dan
ter%atas(
Sedankan ushul-21h uni+ersal adalah "a# Ushuliyun akan
!e!pelajari perilaku !anusia "af’al al-mukallafn# dari luar
!a3ha%nya sendiri( "%# Ushuliyun akan !e!pelajari ushul-21h dari
%er%aai !a3ha% dan !e!%andinkannya satu sa!a lain( "c#
Struktur ushul-21h ditentukan oleh ushuliyun itu sendiri denan
!e!%anun konseptual( "d# Kriteria ushul-21h %ersi&at !utlak$ ada
eneralisasi dan %erlaku uni+ersal(
)ari karakteristik seperti itu$ ta!pak %ah*a ushuliyun
reional akan !enjadikan dirinya se%aai %aian utuh dari !a3ha%
itu( Ushuliyun ini ikut !erasakan dan %ertindak se%aai partisipan
penuh( Kehadiran ushuliyun seperti ini !enentukan ke-%erhasilan(
'entu saja su%jekti+itas pun tetap sulit dihindarkan( Apalai
ushuliyun tadi pendukun !a3ha%nya( 6ika dia tidak !a!pu
!ena!%il jarak$ %isa terjadi %ias( Sedankan pene!%an ushul-
21h uni+ersal$ otoritas ushuliyun sanat !enentukan( Ke!a!puan
!ereka !e!%anun konsep yan akan diterapkan$ a!at
!enentukan ke%erhasilan(
#. Peneka!an Posi!i$is!is an Na!u%a&is!is
)ulu$ aasan positi+istic itu dicetuskan oleh I%n 'ay!ia(
'etapi karena ia *a&at dala! tahanan dan %uku-%ukunya %aru
%eredar setelah li!a ratus tahun$ !aka aasan se!aca! itu
!ande$ kata Nurcholis ,adjid( Setelah !uncul &alsa&at Aust
7o!te "-BCD--DBE# dan tulisan A!il )urkhei! "-DED--C-B# %anyak
il!uan yan !ena!%il &alsa&at ini se%aai pendekatan penelitian(
Filsa&at ini %er2kir statistik dan %iasanya !enolak pe!aha!an
!eta2sik dan teolois( Bahkan &aha! ini serin !ananap
%ah*a pe!aha!an !eta2sik dan teolois terlalu pri!iti& dan
kuran rasional( Beitu pula I%n 'ay!ia !ene!%ankan pe!ikiran
tekstualis$ realistis$ dan tidak !eneri!a ta’#il. Ia jua tidak
!eneri!a %er2kir teolois$ teruta!a pe!ikiran ,u’ta3ilah dan
Asy’ariyah( )ala! kita%nya$ )l-*add 'alal Manthiqiyin" I%n 'ay!ia
!enolak %er2kir &alsa&ati yan !e!%uat konsep-konsep yan
a%strak dan su%jekti&( )ala! kita% itu$ tulisan yan %er2kir
manthiqi seperti konsep de2nisi$ silois!e dan lain-lain ditolak$
yan kadan-kadan dikuatkan denan !ena!pilkan dalil al-
Qur’an( 'erhadap pe!ikiran tasa**u& &alsa2$ seperti pe!ikiran al-
8allaj$ A%u ;a3id al-Bustha!i$ dan I%n Ara%i$ se!ua itu %er2kir
10
su%jekti& dan khayalis$ %ahkan se!ua itu dinilai 9ka2r’( )enan kata
lain positi2stik le%ih %erusaha ke arah !encari &akta atau se%a%-
se%a% terjadinya &eno!ena secara o%jekti&$ terlepas dari
pandanan pri%adi yan %ersi&at su%jekti&(
)ala! pandanan )urkhei!$ dasar pendekatan positi+istic
adalah loika !ate-!atis yan penuh teori loika dedukti&(
Ke+alidan karya positi+is!e denan cara !enandalkan &akta
e!piri( Generalisasi diperoleh dari rerata di lapanan( Kalau konsep
se!aca! ini diterapkan pada pe!ikiran I%n 'ay!ia$ !aka ada dua
dasar$ yaitu "a# teks al-Qur’an dan teks al-8adits dinilai se%aai
pusat$ dan pe!aha!an yan diluar teks adalah se%aai dunia
yan elap( ,aka untuk !enetahui yan elap itu$ il!uan harus
!asuk pada tinkat hakikat$ yaitu !akna e!pirik "tektualis#$ %ukan
ta’-#il atau kinayah dan se%aianya( "%# teks tidak dipandan
se%aai pusat$ tetapi se%ai satu titik dari deretan titik yan
dise%ut kenyataan( Karena kedudukan seperti ini$ !aka teks tidak
harus !enetahui huku! "yan elap# yan %erlaku pada dunia
sekitar$ tetapi yan elap-elap itulah yan le%ih !enserasikan diri
denan teks(
Biasanya$ positi+istic le%ih !enekankan pe!%ahasan sinkat
dan !enolak pe!-%ahasan yan penuh deskripsi cerita$ atau ta’#il$
dala! istilah I%n 'ay!ia( Karena itu$ jika ushuliyun akan
!enunakan positi+istic$ oto!atis harus !e!%anun teori-teori
atau konsep dasar$ ke!udian disesuaikan denan kondisi !a3ha%
yan !en-a!alkan ushul-21h itu( Ushuliyun le%ih %anyak %er2kir
indukti& aar !enhasilkan se%uah +eri2kati& se%uah %entuk ushul-
21h yan inin di%anun(
7iri-ciri positi+istic dapat dilihat dari tia pilar keil!uan$ yaitu
"a# aspek ontolo-is$ positi+istic !enhendaki %ah*a perilaku
!anusia "af’al al-mukallafn# dapat di-pelajari secara independen$
dapat dieli!inasikan dari su%jek lain$ dan dapat dikontrol( "%#
secara episte!olois$ yaitu upaya untuk !encari eneralisasi
terhadap pen-a!alan 21h dala! !asyarakat( "c# secara
aksiolois$ !enhendaki aar pene!-%anan ushul-21h %e%as
nilai( Artinya$ ushuliyun dala! !enyusun ushul-21hnya !enejar
o%jekti+itas aar dapat dita!pilkan prediksi !eyakinkan yan
%erlaku %e%as *aktu dan te!pat(
Positi+istik %er%eda denan naturalistic yan cenderun
!enunkapkan pen-a!alan 21h di suatu te!pat( Paha! ini
dipenaruhi oleh teknik %er2kir indukti& un-tuk !er!peroleh ushul-
21h yan dia!%il dari pena!alan 21h di daerah itu( )e!ikian ini
di&aha!i !elalui analisis yan netral atau linkunan ala!iah
dala! !a3ha%nya( )enan kata lain$ ushul-21h yan dipelajari
denan pendekatan naturalistrik adalah ushul-21h yan %erankat
dari realita ko!unitas !a3ha% 21h yan dia!alkan oleh
!asyarakat itu(
Posisi ushuliyun yan !e!pelajari 21h denan pendekatan
ini seperti oran asin yan %elu! tahu a!%aran ushul-21h yan
11
%isa diru!uskan dari daerah itu( ?leh karena itu$ di sa!pin dia
!e!pelajari dan !ena!ati !asyarakat$ dia jua !enadakan
pe!etaan lokasi dan !ereka! apa yan terjadi pada !a3ha% itu(
Ada se%aian il!uan yan !enatakan %ah*a ushuliyun yan
!e!pelajari nor!a-nor!a ushul-21h di suatu daerah denan
pendekatan ini sa!a seperti !enuanakan !etoda &eno!enoloi(
Selain !enunakan instru!en perilaku u!at "af’al al-
mukallafn#$ pendekatan naturalistic jua !e!iliki cirri$ antara lain
"a# realitas u!at dapat dipisahkan dari konteksnya$ dan tidak
sela!anya !ereka %erada dala! konteks itu( "%# penunaan
penetahuan yan terse!%unyi seperti intuisi$ itu %isa di%enarkan$
karena interaksi !anusia pun serin de!ikian( "c# rancanan ushul-
21h yan dineosiasikan adalah pentin karena konstruksi !a3ha%
itu akan dikonstruksi oleh ushuliyun yan sedan !encari ushul-
21h itu( "d# ru!usan ushul-21h %ersi&at ideora2s atau %erlaku
khusus %ukan %ersi&at no!otetis atau !encari eneralisasi( Karena
interpretasi yan %er%eda akan le%ih %er!an&aat %ai realitas yan
%er%eda pula$ karena per%edaan konteksnya( "e# a!%aran ushul-
21h %ersi&at tentatis$ dan %elu! tentu %isa dieneralisasikan(
)ari cirri-ciri terse%ut dapat dinyatakan %ah*a penulisan
ushul-21h denan pen-dekatan naturalistic adalah le%ih !e!%u!i(
Ushul-21h !odel ini akan !a!pu !e!ecahkan perilaku u!at yan
dipelajari$ dan %isa !e!%antu keininan tokoh-tokoh yan
!enyajikan ,a3ha% 6oja$ atau Fi1h Indonesia$ dan se%aainya(
'. Peneka!an Fenomeno&o(is
Se%aai!ana telah dise%utkan di atas$ %ah*a positi+is!e
!e!erlukan penyusu-nan teori( Sedankan &eno!enoloi justru
tidak !enunu-nunu teori %ahkan aleri denan teori(
Pendekatan ini le%ih !enekankan rasionalis!e dan realitas pen-
a!alan 21h di tenah !asyarakat( 8al ini sejalan denan
penelitian etnora2s yan !enitik %eratkan pada pilihan dan
pandanan peanan !a3ha% sete!pat( @ealitas adalah le%ih
pentin dan do!inan di%andin teori dan rerata(
Feno!enoloi %erusaha !e!aha!i pena!alan !a3ha%
li*at pandanan dan perilaku pena!al !a3ha% itu( ,enurut
&aha! &eno!enoloi$ il!u %ukanlah %e%as nilai dari apa pun$ tetapi
!e!iliki hu%unan denan nilai( Aksio!a &eno!enolois adalah "a#
kenyataan ada dala! diri !anusia$ %aik selaku indi+idu atau
kelo!pok$ selalu %ersi&at !aj!uk atau anda yan tersusun secara
ko!pleks( ?leh karena itu pena!alan !a3ha% Sya2’iy atau
!a3ha% 8ana2 atau lainnya yan terse%ar di %e%e-rapa ka*asan$
hanya %isa dipelajari secara holistic dan tidak terlepas-lepas( "%#
hu%unan antara ushuliyun denan penikut !a3ha% di daerah itu
salin !e!pena-ruhi$ !unkin karena diskusi atau salin
!e!%erikan ko!entar("c# le%ih !enarah kepada kasus-kasus
21hiyah %ukan untuk !eneneralisasi karanan atau !ateri untuk
ushul-21hnya( "d# ushuliyun akan kesulitan dala! !e!%edakan
12
se%a% dan aki%at$ karena situasi %erlansun secara si!ultan$ "e#
inkuiri terkait nilai$ %ukan %e%as nilai$ se%aai!ana dise%utkan di
atas(
Feno!enoloi !erupakan istilah eneric yan !erujuk
kepada se!ua pandanan il!u social yan !enanap %ah*a
kesadaran !anusia dan !akna su%jekti& se%aai &okus untuk
!e!aha!i tindakan social( )ala! pandanan ushul-21h$
pandanan su%jekti& dari penikut !a3ha% yan dike!%ankan
ushul-21hnya$ sanat diperlukan( Su%jekti+itas akan !enjadi shahih
apa%ila ada proses intersu%jekti+itas antara ushuliyun denan
penikut !a3ha% yan dipelajari ushul-21hnya itu(
)ala! pene!%anan ushul-21h$ pendekatan &eno!enoloi
tidak dipenaruhi secara lansun oleh 2lsa&at &eno!enoloi$
tetapi oleh perke!%anan dala! pende-2nisian konsep 21h atau
ushul-21hnya$ ter!asuk pende2nisian ta&sir al-Qur’an atau il!u
%udaya lainnya( )ala! &eno!enoloi$ o%jek il!u tidak ter%atas
pada yan e!pirik "sensual#$ !elainkan !encakup jua &eno!ena
%erikutnya yan terdiri dari persepsi$ pe!ikiran$ ke!auan$ dan
keyakinan si su%jek yan !enuntut pendekatan holistic$
!enundukkan o%jek pene!%anan ushul-21h dala! suatu
konstruksi anda !elihat o%jeknya dala! satu konteks netral$ dan
%ukan parsial( Karena itu dala! &eno!enoloi le%ih !enunakan
tata pikir loic dari pada sekedar linier kausal( 'ujuan
pene!%anan ushul-21h denan pendekatan &eno!enoloi
adalah untuk !e!%anun il!u-il!u aa!a$ ter!asuk ushul-21h
itu sendiri(
,etoda k*alitati& &eno!enoloi$ %erdasarkan pada e!pat
ke%enaran$ yaitu ke%e-naran e!pirik sensual$ ke%enaran e!pirik
loic$ ke%enaran e!pirik etik$ dan ke%enar-an e!pirik transenden(
Atas dasar cara pencapaian ke%enaran ini$ &eno!enoloi
!enhendaki kesatuan antara ushuliyun denan !asyarakat
pena!al !a3ha%( Keterli%atan ushuliyun denan u!at yan
dike!%ankan ushul-21hnya itu !enjadi salah satu cirri uta!a(
Pendekatan &eno!enoloi %erusaha !e!aha!i arti
pena!alan 21h dan kaitan-kaitannya terhadap oran-oran %iasa
dala! situasi tertentu( Il!uan &eno!enoloi tidak %erasu!si
%ah*a !ereka !enetahui !akna tindakan %ai oran-oran yan
sedan dipejalari( ?leh karena itu inkuiri di!ulai denan dia!(
)ia! !erupakan tindakan untuk !enankap penertian sesuatu
yan dipelajari( ;an ditekankan adalah aspek su%jek "pena!al
21h# dari perilakunya( ,ereka %erusaha untuk !asuk ke dunia
konseptual para su%jek yan dipelajari sede!ikian rupa$ sehina
!ereka !enerti apa dan %aai!ana suatu penertian yan
!ereka ke!%ankan di sekitar peristi*a dala! kehidupannya
sehari-hari(
,ulanya il!uan tahu dari penakuan !asyarakatnya$ %ah*a
!ereka pena!al 21h Sya2’iy$ dari sei i%adah$ !u’a!alah$
!a*arits$ !unakahat$ dan se%aainya( 'etapi il!uan tahu jua
13
%ah*a !a3ha% al-Sya2’iy didukun oleh %anyak ko!entator "ash-
hab# terhadap ushul-21hnya$ sehina terjadi antara satu konsep
denan konsep lainnya %er%eda( ,aka il!uan &eno!enoloi inin
!enetahui praktek pena!alan 21h$ dikaitkan denan pola
kehidupan %er!a3ha%nya(
Penekanan il!uan &eno!enoloi adalah pada aspek su%jekti&
dari pena!al 21h( Ushuliyun %erusaha !asuk ke dala! dunia
su%jek yan dipelajarinya$ sehina ushuliyun !enerti apa dan
%aai!ana satu konsep yan dike!%ankan( Pena!al 21h
dipercayai !e!iliki ke!a!puan untuk !en&sirkan pena!alannya
!elalui interaksi( Ushuliyun &eno!enolois tidak !enarap data
secara !entah( )ia cukup pandai denan cara !e!%erikan
:tekananF pada pena!al 21h untuk !e!%erikan !akna pada
tindakan 21ihnya$ tanpa !ena%aikan realitas(
)e!ikian dapat di&aha!i$ karena istilah &eno!enoloi itu
%erkaitan denan suatu persepsi$ yaitu kesadaran( Feno!enoloi
akan %erupaya !ena!%arkan &eno!ena kesadaran dan
%aai!ana &eno!ena itu tersusun( )enan adanya kesadaran ini$
tidak !enherankan jika ushuliyun dan pena!al 21h !e!iliki
kesadaran tertentu terhdap pena!alannya !asin-!asin(
Pena!alan yan dipenaruhi oleh kesadaran itu$ pada saatnya
akan !e!unculkan per!asalahan %aru dan di antaranya akan
terkait denan pola-pola pena!alan 21h itu tadi(
Perke!%anan kesadaran yan diketahui oleh ushuliyun yan
!enunakan &eno!enoloi akan dihadapkan pada seju!lah
per!asalahan 21h dan ushul-21hnya( Palin tidak ada tia
per!asalahan pokok$ yaitu "a# Ketidak sa!aan data yan dihi!pun
oleh ushuliyun$ karena per%edaan !inat di kalanan !ereka
terhadap perilaku suatu !a3ha% di daerah yan sa!a "%# ,asalah
si&at data itu sendiri( Artinya se%erapa jauh data terse%ut dapat
diper%andinkan$ atau se%erapa jauh data terse%ut %enar-%enar
dapat !elukiskan ejala yan sa!a dari pena!al !a3ha% yan
%er%eda "c# ,enyankut !asalah klasi2kasi data yan di antara
ushuliyun !asih %er%eda kriterianya(
,elihat tia hal tadi$ studi &eno!enoloi %isa di%antu denan
pendekatan etno-sains se%aai salah satu alternati&( Pendekatan ini
dipandan le%ih &eno!enolois karena denan !enerapkan !odel
linuistik yan dikenal denan pelukisan secara etik dan e!ik$
pe!aknaan ushul 21h !enjadi le%ih lenkap( )enan cara ini
pende-2nisian ushul-21h !erupakan aku!ulasi dari syste! ide$
dala! istilah :!aknaF yan di%erikan oleh pendukun !a3ha% pun
turut diperhitunkan(
Pendekatan &eno!enoloi$ ada yan !enkritik lai dan
diarahkan pada penlo-laan secara etnora2s( Pendekatan ini
!enkritik pandanan e!pirisis!e radikal$ naturalis!e$ dan
&eno!enoloi !urni( Kalau pendekatan ini diterapkan pada ushul-
21h$ !aka "a# Persyaratan 'illat "alasan hoku!# !enurut 8ana2yah
harus %erjanka luas$ hina !e!unkinkan untuk dijadikan dasar
14
1iyas( ,enurut Sya2’iyah 'illat jankauannya ter%atas$ karena
huku! itu !enikuti 9illat( Sedankan !enurut teori etnora2s$
%ah*a 'illat yan dirasakan oleh penikut ,a3ha% Sya2’iy !isalnya$
%elu! tentu sejalan denan konsep 'illat yan diru!uskan oleh
Ushulyun Sya2’iy yan !enyusun ushul-21hnya( "%#
,ene!%ankan ushul-21h &eno!enolois yan !e!perhatikan
9dunia !oral lokal’ terhadap !asalah ekoloi yan !enkaji situasi
dan linkunan( Situasi dan linkunan adalah %aian dari hidup
!anusia "af’al al-mukallafn# yan akan !e!%entuk dan di%entuk
oleh linkunan sete!pat dan atau oleh %udaya keaa!aan
sete!pat( "c# Arahan %aru ushul-21h diarahkan pada 2sik$ karena
su%jekti+itas adalah kehidupan 2sik di dunia$ %ahkan sikap si!pati
dan e!pati !erupakan si&at dasar kehidupan 2sik pula( Karena itu$
pe!aha!an &eno!enoloi perlu !endasarkan 2sik ini( Karena 2sik
!erupakan aspek pri!ordial dari se%jek-ti+itas !anusia se%aai
!akhluk social( "d# Ushul-21h yan diarahkan pada histeo-ra2$
yaitu !e!andan &eno!ena dala! kaitannya pada kehidupan dan
sejarah(
)e!ikian pene!%anan ushul-21h$ se%enarnya !asih %isa
dicapai lai denan pendekatan yan lain$ seperti pendekatan
praktek$ dan pendekatan e!ansipatoris( ,eskipun %eitu$
pendekatan-pendekatan yan sudah disajikan di atas$ sudah
!encukupi untuk !ene!%ankan ushul-21h kita( Gallahu a’la!(


)a*!a% +a,aan -
Asy!a*i$ ,uha!!ad Sa’id al($ )l-Islam al-+iyasiy" Kairo$ -CC.$ Sina
4i al-Nasyr(
A3i3iy$ A( Qadri$ ,engembanagn Ilmu-ilmu !eislaman" 6akarta$ .HH/"
)ipertais$
)itjen$ Baais$ )epa @I(
Bisri$ 7ik 8asan$ Model ,enelitian Fiqh" -ilid I" 6akarta$ Adisi
Perta!a$.HH/$ Prenada
,edia(
Bu*aithiy$ ,uha!!ad Said @a!adlan$ .la#abith al-Mashlahah Fi
al-+yafat al-
Islamiyah" Beirut$ 7et( Ke E$ -CCH ,($ -0-H 8($ ,uassasah al-
@isalah(
)ikki al-Ba%$ 6a’&ar$ Metoda (inguistik /uku al-!itab #a al-0ur’an"
dala! )l-!itab
1a al-0ur’an"karya ,uha!!ad Syahrur$ 'erje!ah Sahiron$
;oyakarta$ .HH0
A4SAQ Press(
15
Andras*ara$ Su*ardi$ Metodologi ,enelitian !ebudayaan"
;oyakarta$ .HH/ Gajah
,ada Press(
8asan 8ana2$ .irasah Islamiyah 2Islamologi I) )iterje!ahkan oleh
,i&tah Fa1ih$
;oyakarta$ .HH/$ 4KiS$
I%n 'ay!ia$ )l-*add 'ala al-Manthiqiyyin" Beirut tt( )ar al-Fikr(
I%rahi! A%u Sulai!an$ A%dul*ahha%$ )l-Fikr al-Ushuliy" 7et( Ke I$
6eddah$ -CC/$
-0H/ 8($ )ar al-Syuru1(
,ah&u3h$ Anas Saidi$ Metodologi ,enelitian" 8anya Untuk Kalanan
Sendiri$ tt(
,oleon$ 4eIy 6($ Metodologi ,enelitian !#alitatif" Bandun$ 7et( Ke
.H$ .HHJ$
@e!aja @osdakarya(
,usa$ ,uha!!ad ;usu&$ 3iham al-4ukm f al-Islam" Kairo$ -CJ/$
)ar al-Kita% al-
Ara%iyah(
@a3iy$ A%u A%dillah ,uha!!ad i%n U!ar i%n 8usain al($ )l-Mahshul
f Ilm al-Usul
Beirut tt( )ar al-Kutu% al-Ara%iyah(
Sa’di$ al-Ira1i$ A%dulhaki! a%durrah!an$ al($ Mabahits al-Illat f al-
0iyas 'ind al-U-
+huliyyin" Beirut$ Pect( Ke I$ -CD. ,--0HJ 8($ )ar al-Basyair
al-Islaiyah(
Sarkhasi$ ,uha!!ad i%n Ah!ad i%n A%i Sahal$ al($ )l-Muharrar f
Ushul al-Fiqh"
16