You are on page 1of 5

Unclear term

1. Diagnosa(rani)
Ulfa: proses menentukan penyakit pasien dilihat dari gejala atau keluhan yang dikeluhkan
oleh pasien
Romizah: dilihat dari tanda dan keluhan
Aulia: penentuan suatu penyakit atau membedakan penyakit dengan yang lainnya
Dewi: dilihat dari pemeriksaan lab
(proses menentukan atau membedakan penyakit atau penyakit lainnya yang dilihat dari
gejala, keluhan , tanda yang dilihat dari pemeriksaan lab)Herwinda
2. Anemia(dewi)
Rahma:Kekurangan sel darah merah kekurangan zat besi dari makanan atau kehilangan
darah yang berlebihan dan tidak mampu diganti oleh konsumsi makanan
Zunia: penurunan dibawah normal eritrosit, penurunan sel darah merah
Fildzah: Gejala yang ditimbulkan oleh berbagai penyakit atau kelainan
Romizah: gangguan kesehatan kekurangan hemoglobin
(Kekurangan sel darah merah kekurangan zat besi dari makanan atau kehilangan darah
yang berlebihan dan tidak mampu diganti oleh konsumsi makanan indikatornya dapat
dilihat dari eritrosit dan hemoglobin) Grace& dewi( kamus gizi)
3. Hipertensi(merisa)
Rani: Tekanan darah arteri abnormal tinggi
Herwinda: Tekanan sistolik di atas normal 120mmhg dan diastolik 80mmhg
Aulia: Tekanan sistolik dan diastolik ditentukan oleh usia
Sharira: Tekanan darah arteri abnormal tinggi dengan Tekanan sistolik di atas normal
120mmhg dan diastolik 80mmhg(kamus gizi)
4. Gout arthitris(Merisa)
Merisa: sekelompok gangguan metabolisme pada purin dan pirimidin
Sharira: peradangan sendi proksimal biasanya sendi tunggal karena gangguan purin dan
pirimidin( kamus gizi)
5. Nutritional asessment(aulia)
Fildzah: menilaian kadar gizi seseorang
Irwan: yang diukur biasanya antropometri, biokimia, klinikal, dietary, ekologi
Rani: Proses pengumpulan data kajian ulang dari intreprestasi unutk menentukan keadaan
status gizi
Romizah: pengumpulan data atau kajian ulang untuk menentukan status gizi seseorang
dapat diukur dengan antropometri, biokimia, klinikal, dietary, ekologi(kamus gizi)
6. Stadium(Romizah)
Ulfa: Tingkat masa penyakit
Grace: Tingkat keparahan penyakit
Rahma: tingkat daur dalam suatu proses
Irwan: tingkat masa penyakit atau bisa disebut juga tingkat daur hidup dalam suatu proses
Fildzah: tingkat masa penyakit atau keparahan suatu penyakit
7. CKD( Fildzah)
Fildzah: Penyakit ginjal yang menetap untuk periode yang cukup lama
Aulia: Penyimpangan gangguan pada ginjal
Irwan: Ditandai GFR kurang dari 60 ml/menit
Merisa: Penyimpangan gangguan pada ginjal yang ditandai dengan GFR kurang dari 60
ml/menit(dorland)
Cues
Sharira: ahli gizi mampu melakukan nutritional asessment dengan kondisi pasien
Dina & herwinda: Ahli gizi mampu melakukan, pengkaji , mengkoordinir dan pengawasan status gizi
sesuai kondisi setiap pasien dengan adanya komplikasi ataupun tanpa komplikasi.
Fildzah: Ahli gizi mampu melakukan nutritional asessment terhadap pasien dengan adanya
komplikasi CKD stadium II dengan anemia dan hipertensi
Problem Identification
1. Apa tujuan melakukan nutritional asessment?
Dina: untuk mengidentifikasi masalah pasien
Ulfa : untuk menentukan intervensi yang tepat pada pasien
Rani untuk menentukan diagnosis yang tepat pada pasien

2. Apa saja tahapan untuk melakukan nutritional asessment?
Rani: mengumpulkan data, mengkaji ulang, intrepretasi

3. Kapan dilakukan nutritional asessment?
Rahma: setelah hasilnya ditemukan bahwa pasien berisiko
Rani: setelah dari monitoring dan evaluasi lalu dikaji ulang, dan dilakukan assessment ulang

4. apa saja yang mempengaruhi saat melakukan nutritional asessment?
Dina: kondisi pasien
Herwinda: tools yang digunakan dan tenaga kesehatan
Aster: kelengkapan data yang ada

5. ANTROPOMETRI
a) Parameter apa saja dan cut off yang digali saat melakukan antropometri kondisi
pasien
Rani: TB, BB, LILA, Knee high, usia, (dewi)
Herwinda & irwan : dibawah 18,5 underweight, 18,5-22,99 normal, 23-24,99
overweight, 25-27,49 obesitas I, 27,5-32, 49 obesitas II, lebih dari 32,5 obesitas III

b) Bagaimana prosedur pengkuran dari tiap parameter dari antropometri?
TB mirkotoa, bb timbangan, LILA dengan pita, (Fiba)
TB: orang berdiri tegak, kepalanya tegak lurus, dan lima titik kritis saat pengukuran
tb,(kepala, bahu, punggung,tumit, betis )(dewi) pasien lebih tinggi maka pengkur
naik ke alat bantu,
BB: prosedurnya pasien naik ke timbangan, melepaskan seluruh aksesoris dan pasien
menatap tegak lurus ke depan(ulfa)
LILA: pasien menekuk lengan kiri, cara perbatasan sendi tangan dan bahu, cari tulang
menonjol disiku terus cari titik tengah, (Fiba) ditanyai pasien kidal apa tidak(aulia)
Knee high: posisi pasien terbaring, kaki diangkat membentuk 90 derajat, panjang
lutut dan telapak kaki. (Fiba)

c) Bagaimana cara mengukur BB estimasi untuk pasien bed rest dan mengalami
edema?
Rani: memakai pergelangan tangan dan dihitung dengan rumus dan kerangka tulang
Fiba: alat timbang badan semacam kasur karena edema maka dikurangi dalm
perhitungannya
Sharira: pasien di perintahkan langsung terbaring pada kasur
Aulia: Pasien edema dikurangi beberapa kgnya ditentukan dokter

d) Bagaimana mengukur tb dengan pasien lemas?
Herwinda: dengan menggunakan armspram
Rahma: diukur dengan panjang badan dikonversi ke BB
Irwan: mengunakan knee high

e) Bagaimana cara menentukan status gizi pasien?
Dina: Dilihat dari IMT
Herwinda: dilihat dari LILA
6. BIOKIMIA
a) Parameter dan batas normal nilai biokimia apa saja sesuai dengan kondisi pasien
beserta alasan
Dewi: HB, albumin
Rani: laki-laki dewasa kurang dari 13 gr
Ami: jumlah Limfosit dan transferin
Zunia: ureum
Ulfa: Hematokrit, SGOT, SGPT
Herwinda: Serum NA dan K

b) Data apa saja yang diperhatikan pasien dengan CKD stadium 2
- Bagaimana cara mengukur GFR dan kategori keparahannya?
Irwan: kategorinya: lebih dari 90 normal, kurang dari 90-70 stage I, kurang dari
15 ginjalnya rusak
- Bagaimana cara mengukur kreatinin clearence?
c) Data apa saja yang diperhatikan pasien dengan anemia
- Apa saja jenis anemia dan perbedaan
Anemia megaloblastik( Dewi), anemia aplastik, anemia hemotilik, anemia
hipoplastik,iron defisiensi, makrositik, hipokromik, normokromik, mikrositik,
- Penyebab anemia pada setiap jenisnya
 Megaloblastik kekurang asam folat, B12,
 Anemia defisiensi iron: zat besi
 Hemolitik karena pendarahan, eristrosit hancur duluan sebelum terbentuk
- Anemia apa yang di derita oleh pasien (Alasan)
Anemia iron defisiensi, rendahnya hematokrit, Hb, dihubungkan dengan protein
karena pasiennya mengalami CKD
- Nilai laboratorium terkait anemia pada pasien
d) Data apa saja yang diperhatikan pasien dengan gout arthritis?
- Asam urat, purin, pirimidin
7. Klinikal
a) Parameter dan batas normal apa saja yang diukur pada kondisi pasien
Tekanan darah, suhu tubuh, keadaan umum pada pasien, RR, mual muntah,
susah menelan, pusing, GCS, sesak, eodema,
b) Bagaimana penggolongan hipertensi
Stage I, stage II, stage III
8. Dietary
a) Bagaimana cara mengetahui pola makan dan intake pada pasien dan apa tools yang
tepat untuk menentukan pola makan?
Pola makan dari FFQ dan intake dari Recall
b) Bagaimana prosedur pada tools yang dipakai?
- Tentukan makanan apa saja yang dituliskan pada form,
- Dibuat kolom pada bulan, tahun, harian,mingguan
- Jarang, tidak pernah, sering
- Di skroring
- Diberi URT
c) Makanan apa yang berpengaruh pada kondisi pasien saat ini?
Garam, sumber protein tinggi, makanan sumber zat besi, sumber purin, cairan, makanan
asam.
9. Ekologi
a) Data apa yang digali pada ekologi? (Alasan)
Pekerjaan, pendapatan, jumlah keluarga, riwayat pendidikan, kepercayaan
10. Bagaimana patofisiologi penyakit pada pasien CKD ?
CKD: diawali oleh penyakit diabetes atau hipertensi yang cukup lama
11. Bagaimana etiologi pada pasien CKD stadium 2?
Terlalu banyak mengonsumsi purin, kurang minum, terlalu banyak mengonsumsi mie instan,
dan terlalu banyak mengonsumsi natrium, kurang olahraga
12. Bagaimana sign dan symptom pada pasien CKD stadium 2?
Eodema, ada proteinuria, asites, kulit kuning, gatal, mukanya biru,
13. Apa penyebab dari keluhan pasien?
- Bengkak pada kedua punggung kaki
Protein keluar sehingga tidak dapat protein lalu menumpuk pada suatu jaringan
- Sulit menelan
- Gatal permukaan kulit kaki dan tangan
Karena ada penumpukan ureum pada kulitnya
- Sesak
- Mual muntah
- Penurunan nafsu makan
14. Apakah hubungan CKD dengan anemia?
CKD ada masalah diginjalnya, salah satunya menghasilkan eritroptoitin tidak dapat di
produksi
15. Apakah hubungan CKD dengan hipertensi?
Salah satu fungsi ginjal menghasilkan angiotensin jadi regulasi ginjal terganggu maka
menyebabkan hipertensi, antara Na dan Kalium tidak seimbang sehingga menjadi hipertensi
16. Buatlah skema dari nomor 11 sampai 16?

LO MULAI DARI NOMOR 5 – 16


Hipotesis






Assessment
Clinical
Dietary ekologi
Biokimia
Antropometri
 Parameter
 Cut off
 Prosedur
 Estimasi BB
 Estimasi TB
 Parameter
 Data utk
anemia
 Data utk
gout arthritis
 Parameter
 Penggolonga
n hipertensi
 Tools
 prosedu
r
 makana
n yang
ditanya
kan
 Data