You are on page 1of 8

LAPORAN ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN HECTING

DI UNIT GAWAT DARURAT RSUD TIDAR MAGELANG
Inisial pasien(usia) : Tn. K (46 tahun)
Diagnosa medis : Vulnus laserasi pelipis kanan dan bibir
No. register : 1!"#
Tanggal masuk : $ %eptember !14 pukul !".1! &I'
Tanggal dilakukan tindakan : $ %eptember !14 pukul !".1# &I'
A. Diagnosa keperawaan !an !asar pe"ikiran
1. Diagnosa Kepera(atan
D) :
* klien terlihat merintih kesakitan
* terlihat ada luka robekan kotor di pelipis mata kanan dengan pan+ang , -m.
diameter , !.# -m. dan kedalaman , !.# -m
* terlihat ada luka robekan kotor di bibir dengan pan+ang , -m. diameter , 1
-m dengan kedalaman , !.# -m
* TD 11!/"! mm0g
* 01 "! 2/ menit
D% : klien mengatakan luka di pelipis mata kanan dan pipi sebelah kanan sakit
Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan robekn3a +aringan karena trauma
mekanik
. Dasar 4emikiran
Vulnus laserasi atau luka robek adalah luka dengan tepi 3ang tidak beraturan.
biasan3a karena luka tarikan atau goresan benda tumpul. (5eksana dan 0ani6ah.
!!#)
%e-ara umum luka dapat dibagi men+adi 3aitu:
a. %imple. bila han3a melibatkan kulit
b. Kompukatum. bila melibatkan kulit dan +aringan diba(ahn3a.
Trauma arteri umumn3a dapat disebabkan oleh trauma benda ta+am ( #! 7 ) misaln3a
karena tembakan. luka*luka tusuk. trauma ke-elakaan ker+a atau ke-elakaan lalu
lintas. trauma arteri dibedakan berdasarkan beratn3a -idera :
a. Dera+at I adalah robekan ad8iti-ia dan media. tanpa menembus dinding.
b. Dera+at II adalah robekan 8arsial sehingga dinding arteri +uga terluka dan biasan3a
menimbulkan pendarahan 3ang hebat.
-. Dera+at III adalah pembuluh darah putus total. gambaran klinis menun+ukan
pendarahan 3ang tidak besar. arteri akan mengalami 8asokontriksi dan retraksi
sehingga masuk ke +aringan karen elastisitasn3a.
9enis benang +ahit : (5eksana dan 0ani6ah. !!#)
Dapat diserap
a. :atgut (dari usus domba)
1) :atgut murni
• Tanpa -ampuran apapun
• Diserap kira;kira dalam (aktu 1 minggu
• 4en3embuhann3a #*< hari
• =ntuk +ahitan mukosa kandung kemih
) Kromik
• Dengan -ampuran larutan asam kromat
• Diserap dalam (aktu *> minggu
• 'aik untuk ligasi dan mendekatkan +aringan
b. %intetik
• ?sam polglikolik
• 4oliglaktin $1! (inert dan mempun3ai da3a tegang 3ang besar). 'isa
digunakan semua +aringan termasuk kulit
Tidak dapat diserap
a. ?lami : sutera. linen. kapas
• =ntuk +ahitan terputus (inerrupted)
• Da3a tegang -ukup dan dapat diperkuat +ika dibasahi dengan larutan
garam sebelum digunakan
b. %intesis (mono6ilamen) : nilon. polipropamid 3ang dilapisi te6lon atau dakron.
poliester
• =ntuk +ahitan kontin3u
• Da3a tegang tinggi
• 'enang tidak bisa diserap biasa digunakan pada +aringan 3ang sukar
sembuh
=kuran dan +enis benang untuk berbagai +aringan :
5okasi 9enis =kuran
@ropa Aetrik
Bas-ia
)tot
Kulit
5emak
0epar
Cin+al
4ankreas
=sus halus
=sus besar
Tendo
Kapsul sendi
4eritoneum
'edah mikro
%emua
%emua
Tak diserap
Terserap
:atgut kromik
%emua -atgut
%utera. kapas
:atgut. sutera. kapas
:atgut kromik
Tak diserap
Tak diserap
:atgut kromik
Tak diserap
.! * 1
>.! * !
.! D 6.!
.! D >.!
.! D !
4.!
>.!
.! D >.!
4.! D !
#.! D >.!
>.! D .!
>.! D .!
<.! D 11.!
D 4
D >.#
> D !.<
> D
> D >.#
1.#

> D
1.# D >.#
1 D
D >
D >
!.# D !.1
9enis +arum :
1) Aenurut matan3a : bermata (traumatik). tidak bermata (atraumatik)
) Aenurut kelengkungann3a : lurus. lengkung (untuk luka 3ang dalam)
>) Aenurut penampang +arum : bulat (untuk +aringan lunak). bersegi ta+am (untuk
+ahitan kulit pemilihann3a berdasarkan lunak keras +aringan
Tu+uan utama pen+ahitan luka adalah untuk merapatkan luka 3ang terbuka untuk
memper-epat pen3embuhan. Dengan merapatkan kembali +aringan kulit 3ang
terputus. maka sel*sel darah 3ang akan membentuk bekuan darah 3ang diikuti
pembentukan +aringan baru. 4en+ahitan luka +uga akan mengurangi ter+adin3a in6eksi
dan men-egah ter+adin3a +aringan parut 3ang lebar.
#. Tin!akan keperawaan $ang !i%ak&kan
4asien dilakukan tindakan he-ting dengan +ahit +elulur di pelipis mata kanan # +ahitan
dan di bibir $ +ahitan

C. Prinsip'prinsip in!akan
4rinsip tindakan hecting sebagai berikut :
1. %teril. karena dalam tindakan hecting men3angkut +aringan 3ang luka. terpapar
dengan lingkungan se-ara langsung (port de entry) dan darah. %ehingga prinsip steril
diterapkan untuk mengurangi kontaminasi kuman dan bakteri
. :ara memegang kulit pada tepi luka harus dilakukan se-ara harus dilakukan se-ara
halus untuk men-egah trauma lebih lan+ut pada +aringan tersebut
>. =kuran kulit 3ang diambil dari kedua tepi luka harus sama besarn3a
4. Tempat tusukan +arum sebaikn3a sekitar 1*> -m dari tepi luka. khusus daerah (a+ah *
> mm
#. 9arak antara dua +ahitan sebaikn3a kurang lebih sama dengan tusukan +arum dari tepi
luka
6. Tepi luka diusahakan dalam keadaan terbuka keluar (e8erted) setelah pen+ahitan
D. Ana%isa in!akan keperawaan
4ada kasus Tn. K terdapat luka robekan dera+at I pada pelipis kanan dan pipi sebelah
kanan. 4ertama*tama men3iapkan alat*alat seperti bak instrumen steril. needle holder.
+arum. pinset anatomis dan pinset sirurgis. gunting +aringan. gunting benang. benang
seide ukuran 4.! . kasa steril. betadin. Na:l. lido-ain. spuit. plester. gunting plester.
sarung tangan bersih dan steril.
4era(at memakai sarung tangan steril dan sa3a sebagai asisten memakai sarung tangan
bersih. kemudian pera(at membersihkan luka robek dengan menggunakan kasa 3ang
dibasahi Na:l. %etelah itu pera(at melakukan in+eksi dengan lido-ain. mengusap luka
robek dengan kasa betadin. mengambil +arum dalam bak instrumen dan di+epitkan pada
needle holder. 'enang dipotong seperlun3a. kemudian dikaitkan dalam +arum. Kemudian
pera(at mulai men+ahit kulit 3ang robek pada bibir atas $ +ahitan dan pelipis mata #
+ahitan .%a3a membantu untuk menggunting benang setelah men+ahit. 4ada bagian
terakhir men+ahit. sa3a diberi kesempatan oleh pera(at untuk men+ahit satu +ahitan.
%etelah proses men+ahit selesai. pera(at membersihkan luka dengan Na:l. kemudian
menutup luka dengan kasa steril dan di6iksasi dengan plester.
%ebelum men+ahit. pera(at tidak men-u-i tangan terlebih dahulu. langsung memakai
sarung tangan steril. Ketika men+ahit. pera(at mempertahankan prinsip steril. Aulai dari
mengenakan sarung tangan steril sampai proses men+ahit selesai. Namun sa3a han3a
menggunakan sarung tangan bersih. seharusn3a ketika sa3a ingin men-oba melakukan
tindakan he-ting sa3a +uga harus memakai sarung tangan steril. 0asil +ahitan bagus. tidak
ada kulit 3ang berlebih. u+ung satu bertemu dengan u+ung 3ang lain se-ara pas. Darah
sudah tidak keluar dari luka 3ang sudah di+ahit (tidak ter+adi perdarahan). %etelah
men+ahit. sa3a dan pera(at membereskan alat*alat dan men-u-i tangan. Dian+urkan pada
pera(atan luka menggunakan Na:l dibandingkan betadin karena betadin dapat
menghambat pertumbuhan +aringan.
E. #a(a$a $ang !apa er)a!i
a. )8erlapping
Ter+adi sebagai akibat tidak dilakukan adaptasi luka sehingga luka men+adi tumpang
tindih dan luka mengalami pen3embuhan 3ang lambat dan apabila sembuh maka
hasiln3a akan buruk.
b. Nekrosis
9ahitan 3ang terlalu tegang dapat men3ebabkan a8askularisasi sehingga men3ebabkan
kematian +aringan.
-. In6eksi
In6eksi dapat ter+adi karena tehnik pen+ahitan 3ang tidak steril. luka 3ang telah
terkontaminasi. dan adan3a benda asing 3ang masih tertinggal.
d. 4erdarahan
Terapi antikoagulan atau pada pasien dengan hipertensi.
e. 0ematom
Ter+adi pada pasien dengan pembuluh darah arteri terpotong dan tidak dilakukan
ligasi/pengikatan sehingga perdarahan terus berlangsung dan men3ebabkan bengkak.
6. Dead space (ruang/rongga mati)
Eaitu adan3a rongga pada luka 3ang ter+adi karena pen+ahitan 3ang tidak lapis demi
lapis.
g. %inus
'ila luka in6eksi sembuh dengan meninggalkan saluran sinus. biasan3a ada +ahitan
multi6ilament 3aitu benang pada dasar sinus 3ang bertindak sebagai benda asing.
h. Dehisensi
?dalah luka 3ang membuka sebelum (aktun3a disebabkan karena +ahitan 3ang terlalu
kuat atau penggunaan bahan benang 3ang buruk.
i. ?bses
In6eksi hebat 3ang telah menghasilkan produk pus/nanah.
*. Hasi% $ang !i!apa !an "aknan$a
%: pasien mengatakan masih sakit senut*senut
): luka robek telah di+ahit +elu+ur pelipis kanan # +ahitan dan bibir atas $ +ahitan
?: masalah teratasi
4:
* an+urkan untuk kontrol ke poli bedah atau ke puskesmas setelah hari untuk ganti
balutan dan melihat keadaan +ahitan
* an+urkan pada pasien agar luka +ahitan tidak terkena air lebih dahulu
G. Tin!akan keperawaan %ain $ang !apa !i%ak&kan &n&k "engaasi !iagnosa !i aas
+"an!iri !an ko%a,orai-.
Aandiri :
1. 4antau TTV klien
. 4antau adan3a perdarahan
>. 4antau adan3a s3ok
Kolaborati6 :
1. Kolaborasi dalam pemberian analgetik lido-ain
. 5akukan pera(atan luka
H. E/a%&asi
Dalam kasus ke-elakaan seharusn3a sebelum he-ting kita harus -ek +e+as pada seluruh
tubuh. Karena dikha(atirkan apabila ter+adi perdarahan di dalam. Dalam tekhnik
men+ahit di ICD pun sudah menerapkan tekhnik steril dibuktikan pasti ada asistensi ketila
mengambil lido-an. duk steril dan lain sebagain3a 3ang terlupa tidak ada di bak
instrumen. 4ertahankan prinsip steril dan aseptik ketika men+ahit luka robek. Dalam
pemilihan benang +uga harus diperhatikan lokasi robekan. Ketika melakukan he-ting di
ICD pun +uga harus -epat karena pasien di ICD +uga -ukup ban3ak. @8aluasi dari diri
sa3a agar selalu ker+a -epat dalam melakukan segala prosedur tindakan di ICD.
4ertahankan prinsip steril dan aseptik ketika men+ahit luka robek. Dalam pemilihan
benang +uga harus diperhatikan lokasi robekan.
I. Kep&sakaan
Doenges. Aaril3nn @. 1$$$. Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman Untuk
Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. 9akarta: @C:
%antoso. 'udi. !!#. Panduan Diagnosa Keperawatan Nanda 2005200!. 9akarta: 4rima
Aedika
5eksana dan 0ani6ah. !!#. "#$RUR%$"A. Eog3akarta: Tos-a Interprise
@ni. Kus3ati. dll. !1. Keterampilan dan Prosedur &a'oratorium Keperawatan Dasar.
9akarta: @C:
Nama dan tanda tangan mahasis(a
(Nau8ila B.?)
LAPORAN ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN HECTING PADA TN.
K +01 TAHUN. DENGAN DIAGNOSA MEDIS 2ULNUS LASERASI PELIPIS
KANAN DAN #I#IR
DI UNIT GAWAT DARURAT RSUD TIDAR MAGELANG
Disusun untuk memenuhi tugas 4raktik Kepera(atan Ka(atdaruratan (KCD)
4embimbing :
)leh
N?=VI5? B.?
!!1111>!!"4
3URUSAN ILMU KEPERAWATAN *AKULTAS KEDOKTERAN
UNI2ERSITAS DIPONEGORO
4560