You are on page 1of 15

Kewajiban Pembukuan berlaku bagi WP OP yang

melakukan kegiatan usaha /pekerjaan bebas dan


Badan (Psl 28 UUKUP)
WP op yang menerima/memperoleh peredaran
bruto dalam 1 (satu) tahun kurang dari rp 4,8 M
boleh menghitung penghasilan neto dengan
menggunakan norma penghitungan penghasilan
neto.
Produk dari pembukuan adalah Laporan
Keuangan ; neraca dan laporan laba rugi
Laporan keuangan disusun berdasarkan Standar
Akuntansi Keuangan (SAK)
Laporan Keuangan sesuai SAK = Laporan
Keuangan Komersial
Proses pembukuan
Dokumen
transaksi
Proses
pembukuan/
akuntansi
Laporan
keuangan
Komersial
Koreksi
fiskal
Laporan
keuangan
fiskal
Setiap WP mempunyai 1 pembukuan karena transaksi
berasal dari satu kejadian yang sama.
UU KUP mensyaratkan penggunaan SAK yang berlaku
dalam penyusunan laporan keuangan (lihat
penjelasan UUKUP)
Produk yang dihasilkan adalah LK untuk pengambilan
keputusan pemakai
Untuk keperluan Pemerintah (pajak) maka LK
disesuaikan dengan peraturan perpajakan (UUPPh)
Koreksi LK atas perbedaan antara akuntansi dengan
perpajakan disebut koreksi fiskal
Perbedaan laba akuntansi dan pajak
Perbedaan dalam hal konsep penghasilan atau
pendapatan
Perbedaan penggunaan metode dan teknik
akuntansi
Perbedaan dalam hal konsep penentuan beban
pengurang penghasilan bruto
Sifat perbedaan :
beda tetap (permanent difference)
salah satu mengatur lain dan saling berlawanan.
Undang-undang pajak menetapkan lain atas suatu
item.
contoh :
penghasilan tertentu yang dikenakan PPh final.
(lihat pasal 4 ayat 2 UU PPh)
Penghasilan yang bukan objek pajak. (lihat
pasal 4 ayat 3 UU PPh)
Beban yang bukan pengurang penghasilan
bruto. (lihat pasal 9 UU PPh)
Sifat perbedaan :
Beda waktu (timing difference)
Beda waktu disebabkan karena adanya
perbedaan penggunaan metode atau teknik
akuntansi.
Teknik pengakuan pendapatan, mis usaha
konstruksi, pengakuan pendapatan (% completion
atau completed construction).
Teknik/ metode pengakuan beban, (cadangan atau
realisasi), metode penilaian persediaan, metode
penyusutan dan teknik pembebanan aset leasing
Beda waktu
perbedaan metode yang digunakan, secara
keseluruhan jumlah beban/pendapatan sama
Metode penyusutan/amortisasi;
Metode penilaian persediaan;
Penyisihan piutang tak tertagih, kecuali untuk Bank
dan SGU dengan hak opsi, cadangan untuk usaha
asuransi dan cadangan biaya reklamasi untuk usaha
pertambangan;
Rugi-laba selisih kurs,
Rugi laba atas penilaian efek;
Rugi laba atas penyertaan saham;Pendapatan dan
beban yang ditangguhkan.
Koreksi fiskal
Koreksi fiskal positif : koreksi fiskal yang menyebabkan
terjadinya kenaikan penghasilan neto kena pajak.
bukan pengurang penghasilan bruto (pasal 9 ayat 1 UU
PPh)
biaya terkait penghasilan final dan biaya terkait bukan
objek pajak (PP 138 tahun 2000)
Biaya yang dibebankan menurut akuntansi tercatat
lebih besar dibandingkan dengan menurut fiskal.
Koreksi fiskal negatif : koreksi fiskal menyebabkan
terjadinya penurunan penghasilan neto kena pajak.
Penghasilan yang telah dikenakan PPh final (pasal 4 ayat
2, pasal 15 UU PPh).
Penghasilan bukan objek pajak (pasal 4 ayat 3 UU PPh).
Biaya yang dibebankan menurut akuntansi tercatat
lebih kecil dibandingkan dengan menurut fiskal.
Koreksi fiskal positif
Menambah pendapatan dan mengurangi biaya
Koreksi yang akhirnya menambah jumlah pajak
terutang.
Biaya yang tidak boleh menjadi pengurang penghasilan bruto
(psl 9 UUPPh)
Biaya terkait penghasilan final & bukan OP (PP 138/00)
Ada perbedaan saat pengakuan biaya dan penghasilan
Penghitungan biaya menurut metode fiskal lebih rendah dari
penghitungan biaya menurut akuntansi komersial.
Ada penghasilan yang merupakan objek pajak yang tidak
termasuk dalam penghasilan komersial.
Koreksi fiskal negatif
biaya bertambah dan pendapatan berkurang
Koreksi yang akhirnya mengurangi jumlah pajak
terutang
Secara akuntansi komersial diakui sebagai
penghasilan, namun secara fiskal tidak diakui
sebagai sebagai penghasilan atau objek pajak;
Pengenaan tarif yang berbeda antara akuntansi
komersial dengan fiskal;
Pengakuan penghasilan yang belum terealisasi.
Rekonsiliasi Fiskal merupakan suatu proses
penyesuaian laporan keuangan yang disusun
berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan
yang berlaku dengan aturan perpajakan yang
berlaku, sehingga dapat dihitung jumlah
pajak penghasilan terutang pada suatu tahun
pajak.
Laba akuntansi (Laba Komersiil) xxxx
Ditambah / dikurangi :
Koreksi fiskal beda tetap xxxx -
Laba kena pajak akuntansi xxxx
Ditambah / dikurangi :
Koreksi fiskal beda waktu xxxx-
Penghasilan Kena Pajak Fiskal sebelum
Kompensasi kerugian
xxx
Dikurangi :
Kompensasi kerugian xxxx -
Penghasilan kena pajak xxxx
Penghasilan neto (fiskal) xxxxx
Konpensasi Kerugian xxxxx-
Penghasilan Kena Pajak xxxxx
PPh terutang
Psl 17 x PKP xxxxx
Kredit Pajak
PPh potong pungut (PPh 21, 22, 23 & 24) xxxxx-
PPh yang harus dibayar sendiri xxxxx
PPh dibayar sendiri:
PPh psl 25 xxxxx-
PPh kurang (lebih) bayar xxxxx