You are on page 1of 5

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Seperti yang telah kita ketahui bahwa setiap manusia pasti secara tidak sadar telah
melakukan manajemen. Mulai dari beberapa ratus tahun yang lalu hingga saat ini, manusia
tidak dapat lepas dari ilmu manajemen. Dan ilmu manajemen terus berkembang hingga saat
ini. Ilmu manajemen telah memberikan kita pemahaman tentang tata cara untuk mengatur
sesuatu, baik itu untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.
Pembahasan dan perkembangan teori-teori manajemen sangat dibutuhkan untuk
memberikan pemahaman perkembangan teori manajemen selanjutnya. Setiap pandangan
dalam teori manajemen akan membantu manajer untuk membuat keputusan-keputusan yang
lebih efektif pada berbagai masalah dalam organisasi yang terus mengalami perubahan.
Karena itu sebelum kita mengetaui manajemen kita perlu mengkaji ulang teori evolusi
manajemen yang ada.
Oleh karena itu, pada makalah ini akan dijelaskan perkembangan teori manajemen dari
masa ke masa. Selain memberikan gambaran bagaimana aliran pikiran masa lalu diharapkan
makalah ini dapat memberikan sumbangan terhadap ruang lingkup dan perkembangan ilmu
manajemen.


B. TUJUAN
1. Menjelaskan sejarah perkembangan teori manajemen
2. Menjelaskan teori-teori dari masing-masing aliran manajemen
3. Untuk mengetahui pentingnya ilmu manajemen





BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Perkembangan teori manajemen sampai pada saat ini telah berkembang dengan pesat.
Tapi sampai detik ini pula belum ada suatu teori yang bersifat umum ataupun berupa kumpulan-
kumpulan hukum bagi manajemen yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi dan kondisi.
Para manajemen dapat mengalami dan menjumpai pandangan-pandangan tentang manajemen,
yang berbeda adalah penerapannya. Dimana setiap pandangan hanya dapat diterapkan dalam
berbagai masalah yang berbeda pula, sedangkan untuk masalah-masalah yang sama belum tentu
dapat diterapkan.
Pada kenyataannya rnanajemen sulit dedifenisikan karena tidak ada defenisi manajemen
yang diterima secara universal. Mary Parker Follet mendefenisikan manajemen sebagai seni
dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Defenisi ini rnengandung arti bahwa para
manajer untuk mencapai tujuan organisasi melalui pengaturan orang lain untuk melaksanakan
berbagai tugas yang mungkin dilakukan. Manajemen memang bisa berarti seperti itu, tetapi bisa
juga mempunyai pengertian lebih dari pada itu. Sehingga dalam kenyataannya tidak ada defenisi
yang digunakan secara konsisten oleh semua orang. Stoner mengemukakan suatu defenisi yang
lebih kompleks yaitu sebagai berikut :
"Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan
pengawasan, usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya
organisasi lainnya agar rnencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan".
Dari defenisi di atas terlihat bahwa Stoner telah rnenggunakan kata "proses", bukan
"seni". Mengartikan manajernen sebagai "seni" mengandung arti bahwa hal itu adalah
kemampuan atau ketrampilan pribadi. Sedangkan suatu "proses" adalah cara sistematis untuk
rnelakukan pekerjaan. Manajemen didefenisikan sebagai proses karena semua manajer tanpa
harus rnemperhatikan kecakapan atau ketrampilan khusus, harus melaksanakan kegiatan-
kegiatan yang saling berkaitan dalam pencapaian tujuan yang diinginkan.



Berdasarkan uraian diatas disimpulkan bahwa pada dasarnya manajemen merupakan
kerjasama dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan dan mencapai tujuan-
tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian
(organizing), pengarahan (actuating), dan pengawasan (controlling). Sampai sekarang belum ada
suatu teori manajernen dapat diterapkan pada semua situasi. Seorang manajer akan menjumpai
banyak pandangan tentang manajemen. Setiap pandangan mungkin berguna untuk berbagai
masalah yang berbeda-beda.
Peristiwa penting yang memengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi
Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan
tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju
tempat khusus yang disebut "pabrik." Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu
membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan
cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan
sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli.
Mempelajari teori manajemen membantu kita menjadi seorang manajer yang efektif
dalam mengelola organisasi yang semakin kompleks dewasa ini. Manajemen merupakan disiplin
ilmu yang berfokus pada hasil yang mudah dilaksanakan. Teori adalah kumpulan prinsip yang
disusun secara sistematis. Sedangkan konsep adalah simbol yang dipakai untuk menjelaskan
pengertian tertentu dalam teori. Ada beberapa alasan mengapa perlu mempelajari teori
manajemen antara lain :
1. Teori mengarahkan keputusan manajemen.
2. Teori membentuk pandangan kita mengenai organisasi.
3. Teori membuat kita sadar mengenai lingkungan usaha.
4. Teori merupakan suatu sumber ide baru.





BAB III
PEMBAHASAN
1. Teori Manajemen Klasik
Aliran ini mendefinisikan manajemen sesuai dengan fungsi-fungsi manajemen. Perhatian
dan kemampuan manajemen diarahkan pada penerapan fungsi-fungsi tersebut. Tokoh dalam
teori ini ada dua yaitu Robert Owen dan Charless Babbage.
Robert Owen ( 1771-1858)
Robert Owen adalah orang yang menentang praktek-praktek mempekerjakan anak-anak
usia 5 atau 6 tahun dan standar kerja 13 jam per hari. Tersentuh dengan kondisi kerja yang
amat menyedihkan itu, beliau mengajukan adanya perbaikan terhadap kondisi kerja ini.
Dimulai pada awal tahun 1800-an sebagai Manajer Pabrik Pemintalan Kapas di New
Lanark, Skotlandia. Robert Owen mencurahkan perhatiannya pada penggunaan faktor
produksi mesin dan faktor produksi tenaga kerja. Dari hasil pengamatannya disimpulkan
bahwa, bilamana terhadap mesin diadakan suatu perawatan yang baik akan memberikan
keuntungan kepada perusahaan, demikian pula halnya pada tenaga kerja, apabila tenaga
kerja dipelihara dan dirawat (dalam arti adanya perhatian baik kompensasi, kesehantan,
tunjangan dan lain sebagainya) oleh pimpinan perusahaan akan memberikan keuntungan
kepada perusahaan. Selanjutnya dikatakan bahwa kuantitas dan kualitas hasil pekerjaan
dipengaruhi oleh situasi ekstern dan intern dari pekerjaan. Atas hasil penelitiannya Robert
Owen dikenal sebagai Bapak Manajemen Personalia. Dia juga sebagai salah seorang pendiri
gerakan koperasi konsumsi, adapun usaha yang pernah dilakukan dan mengalami kegagalan
adalah mendirikan suatu komune di New Harmoni, Indiana pada tahun 1824.
Charles Babbage (1792 -1871)
Charles Babbage adalah seorang guru besar matematika yang tertarik pada usaha
penilaian efisiensi pada operasional suatu pabrik, dengan menerapkan prinsip-prinsip ilmiah
agar terwujud peningkatan produktivitas dan penurunan biaya. Beliau pertama kali
mengusulkan adanya pembagian kerja berdasarkan spesialisasi pekerjaan yang sesuai
dengan keterampilan tertentu, sehingga pekerjaan dibuat rutin dan lebih mudah dapat
dikendalikan dengan alat kalkulator. Babbage merupakan penemu kalkulator mekanis pada
tahun 1822, yang disebut “mesin penambah dan pengurang (Difference Machine)”, Prinsip-
prinsip dasarnya digunakan pada mesin-mesin hitung hampir seabad kemudian. Pada tahun
1833 beliau menyusun sebuah Mesin Analitis (Analysical Machine), yaitu sebuah komputer
otomatis dan merupakan dasar komputer modern, sehingga beliau sering dinamakan Bapak
Komputer”.
Pembagian kerja (devision of labour), mempunyai beberapa keunggulan, yaitu :
1. Waktu yang diperlukan untuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang baru.
2. Banyaknya waktu yang terbuang bila seseorang berpindah dari satu pekerjaan ke
pekerjaan lain akan menghambat kemajuan dan ketrampilan pekerja, untuk itu diperlukan
spesialisasi dalam pekerjaannya.
3. Kecakapan dan keahlian seseorang bertambah karena seorang pekerja bekerja terus
menerus dalam tugasnya.
4. Adanya perhatian pada pekerjaannya sehingga dapat meresapi alat-alatnya karena
perhatiannya pada itu-itu saja.
Kontribusi lain dari Charles Babbage yaitu mengembangkan kerja sama yang saling
menguntungkan antara para pekerja dengan pemilik perusahaan, juga membuat skema
perencanaan pembagian keuntungan.