You are on page 1of 42

1

BAB I
PENDAHULUAN
Pada saat ini penderita dengan gangguan jiwa jumlahnya
mengalami peningkatan terkait dengan berbagai macam
permasalahan yang dialami oleh bangsa Indonesia, mulai dari
kondisi perekonomian yang memburuk, kondisi keluarga atau
latar belakang atau pola asuh anak yang tidak baik sampai
bencana alam yang melanda negara kita. Kondisi seperti ini
dapat menimbulkan masalah-masalah psikososial maupun
ekonomi.
1
Laporan WHO menyebutkan satu dari empat orang bakal menderita
gangguan mental atau neurologis pada satu saat dalam kehidupannya. Artinya,
hampir setiap orang berisiko menderita gangguan jiwa. Saat ini diperkirakan 45
juta orang menderita gangguan mental, neurologis maupun masalah psikososial,
termasuk ke!anduan alkohol dan penyalahgunaan obat. "ak kurang dari #$# juta
orang mengalami depresi, 5 juta orang menderita epilepsi, dan $4 juta orang
mengidap ski%o&renia. 'erdasarkan sur(ei tentang gangguan jiwa di )ndonesia
tahun #**5 ter!atat sebanyak 44,+ per # penduduk )ndonesia menderita
gangguan jiwa berat seperti ski%o&renia. ,ata ini memperlihatkan peningkatan
yang !ukup bermakna jika dibandingkan data tahun #*-.an dimana penderita
ski%o&renia di )ndonesia hanya #.$ tiap # penduduk. /enurut data yang
diperoleh dari 0umah Sakit 1iwa 20S13 4ro&. H.' Saanin 4adang pada tahun $5,
jumlah kunjungan penderita rawat jalan di poli gangguan mental organik 26/O3
sebanyak #.-#$ orang, diantaranya sebanyak 57*5 orang 24*,*83 menderita
gangguan jiwa ski%o&renia.
$
Ski%o&renia merupakan suatu deskirpsi sindrom dengan (ariasi penyebab
2banyak belum diketahui3 dan perjalanan penyakit 2tidak selalu bersi&at kronis
9deteriorating93 yang luas, serta sejumlah akibat yang tergantung pada
perimbangan pengaruh genetik, &isik, dan sosial budaya.
7
2
6ejala ski%o&renia biasanya mun!ul pada usia remaja akhir atau dewasa
muda. Awitan laki.laki biasanya #5.$5 tahun pada perempuan $5.75 tahun.
4rognosis biasanya lebih buruk pada laki.laki bila dibandingkan dengan
perempuan. Awitan setelah umur 4 tahun jarang terjadi.
4,5
4enyebab ski%o&renia sampai sekarang belum diketahui se!ara pasti.
:amun, berbagai teori telah berkembang seperti model diastasis.stes dan hipotesis
dopamine. /odel diastasis stress merupakan satu model yang mengintegrasikan
&aktor biologis, psikososial, dan lingkungan.
$
4ada umumnya ditandai oleh penyimpangan yang &undamental dan
karakteristik dari pikiran dan persepsi, serta a&ek yang tidak wajar 2inappropriate3
atau tumpul 2blunted3. ;esadaran !omposmentis dan kemampuan intelektual
biasanya tetap terpelihara, walaupun kemunduran kogniti& tertentu dapat terjadi
dikemudian hari.
#
6angguan ski%o&renia berdasarkan 44,61 ))) yaitu ski%o&renia paranoid,
ski%o&renia hebe&renik, ski%o&renia katatonik, ski%o&renia tak terin!i, depresi pas!a
ski%o&renia, ski%o&renia residual, ski%o&renia simpleks, ski%o&renia lainnya,
ski%o&renia ytt. 'eberapa kriteria diagnosti! untuk subtype ski%o&renia menurut
,S/.)< yaitu tipe paranoid, tipe terdisorganisasi, tipe katatonik, tipe tak
tergolongkan, dan tipe residual.
7,4
3
BAB II
STATUS PSIKIATRI
I. Identitas Pasien :
:ama = :n. /
>mur = $ tahun
1enis ;elamin = perempuan
Alamat = 0" $ lubuk linggau 4alembang
Status 4erkawinan = 'elum /enikah
Suku = /elayu
'angsa = )ndonesia
Agama = )slam
4ekerjaan = 4etani
4endidikan "erakhir = S/A
/0S = #+ April $#4
II. Identitas dari Alloanamnesis :
:ama = "n. )smail
>mur = 7* tahun
Alamat = 0" $ lubuk linggau 4alembang
4ekerjaan = 4etani
4endidikan "erakhir = S/4

Hubungan dengan pasien = Ayah ;andung
;eakraban dengan pasien = Akrab dengan pasien
;esan pemeriksa terhadap keterangan yang diberikan = ,apat diper!aya
III. ANAMNESIS
;eterangan?anamnesis dibawah ini diperoleh dari =
#. 4asien sendiri 2Autoanamnesis3
$. )n&orman 2Alloanamnesis3
#. 4asien datang ke &asilitas kesehatan ini atas keinginan =
 ;eluarga
$. Sebab utama pasien dibawa ke 0umah Sakit 1iwa ;ota 1ambi =
Os mengo!eh.ngo!eh sendiri sejak $ bulan yang lalu
7. ;eluhan >tama
Os mengo!eh.ngo!eh sendiri sejak $ bulan yang lalu
4. 0iwayat 4erjalanan 4enyakit Sekarang
 # tahun yang lalu os ingin melanjutkan kuliah tetapi orang tua os
tidak memiliki uang, semenjak itu os jadi melamun.
 $ bulan yang lalu os mengo!eh.ngo!eh sendiri, os merasa
dikendalikan oleh sinyal.sinyal dari seberang, sinyal itu berada di
tangannya dan menjalar ke kepala, selain itu juga os merasa ada
yang membisikkan ditelinganya, bisikan itu berupa suara laki.laki
yang jahat yang menyuruh 9lepaskan sinyal dari tangan9 sehingga
os suka mengikat tangannya sendiri.
 + hari yang lalu os men!ederai dirinya sendiri dengan men!oba
mengiris tangannya sendiri.
!
5. 0iwayat 4enyakit ,ahulu
6angguan mental emosional = Os pernah berobat jalan di 0S1 @ $ bulan
yang lalu dengan keluhan mengo!eh.ngo!eh sendiri dan diberi
pengobatan yaitu 0isperidon, "H4, A4B. :amun Os tidak teratur minum
obat.
6angguan psikosomatik 2.3, gangguan kondisi &isik 2.3,penggunaan
alkohol dan :A4BA 2.3,
6angguan neurologis = sakit kepala 2.3, trauma kepala 2.3, kehilangan
kesadaran 2.3, gangguan penglihatan 2.3, gangguan pendengaran 2.3,
kejang 2.3
+. 0iwayat ;eluarga
a. Os anak pertama dari $ bersaudara,
 0iwayat gangguan jiwa dikeluarga Os = tidak ada
"
5. 0iwayat 4ribadi
a. /asa ;anak Awal 2hingga usia 7 tahun3
0iwayat prenatal = )bu Os hamil !ukup bulan dan persalinan dibantu
oleh dukun beranak, dan )bu Os tidak ada masalah kesehatan &isik dan
psikis ketika mengandung Os, Os lahir normal, tidak ada masalah
tumbuh kembang Os, Os anak yang diinginkan oleh orang tuanya.
;ebiasaan makan = Os mendapatkan AS) dari ibunya
4erkembangan awal = perkembangan bahasa, perkembangan motorik,
ke!emasan terhadap orang asing, !emas berpisah = sulit dinilai
"oilet training = usia mulai dilakukan, sikap orang tua, perasaan
tentang hal ini, pengendalian urinasi dan de&ekasi = sulit dinilai
6ejala gangguan perilaku = mengisap jempol 2.3, membenturkan
kepala 2.3, ketakutan 2.3, mengompol atau de&ekasi di tempat tidur 2.3,
menggigiti kuku 2.3, masturbasi 2.3
"emperamen = pemalu 2.3, gelisah 2.3, akti& 2C3, menarik diri 2.3, rajin
2C3, senang bermain di luar 2C3
b. /asa ;anak 4ertengahan 2usia 7 sampai ## tahun3
Os merasa senang pertama kali masuk sekolah, Os mudah bergaul
dengan temannya.
-. /asa ;anak Akhir 2prapubertas sampai remaja3
Hubungan dengan teman sebaya = Os memiliki banyak teman
0iwayat Sekolah = hubungan dengan guru baik
#
4erkembangan kognisi dan motorik = Os baru bisa memba!a saat
kelas $ S,
/asalah emosional atau &isik pada remaja = mimpi buruk 2C3, &obia
2.3, mengompol 2.3, melarikan diri 2.3, merokok 2.3, penggunaan obat
terlarang dan alkohol 2.3, masalah berat badan 2.3
0iwayat psikoseksual = Os mendapat pengetahuan seksual dari buku,
Os tidak tertarik sesama jenis, Os tidak pernah pa!aran
Latar belakang agama = tidak ada masalah
*. /asa ,ewasa
0iwayat pekerjaan = Os bekerja sebagai petani, dengan memotong
kebun karet milik orang lain.
Akti(itas so!ial= Os suka bergaul dengan orang lain
Seksualitas dewasa = Os tidak pernah pa!aran dan belum menikah
0iwayat kemiliteran = tidak ada riwayat militer
II. PEMERIKSAAN PSIKIATRI KHUSUS
Penampilan
)denti&ikasi pribadi =
Sikap tubuh = biasa 2C3, diam 2.3, aneh 2.3
Sikap terhadap pemeriksa = tidak kooperati& 2C3, penuh perhatian 2.3,
penuh minat 2.3, jujur 2.3, menggoda 2.3, de&ensi& 2.3, bermusuhan 2.3,
menyenangkan 2.3, manis 2.3, menghindar 2.3, berhati.hati 2.3
;esehatan &isik = Sehat 2C3, marah.marah 2.3
$
4erilaku dan akti(itas psikomotor =
Aara melangkah normal 2C3,gerak tubuh normal 2C3, ekopraksia 2.3,
katalepsi 2.3, luapan katatonik 2.3, stupor katatonik 2.3, rigiditas
katatonik 2.3, posturing katatonik 2.3, !erea &leDibilitas 2.3, negati(isme
2.3, katapleksi 2.3, streotipik 2.3, mennerisme 2.3, otomatisme 2.3,
otomatisme perintah 2.3, mustisme 2.3, agitasi psikomotor 2.3,
hiperakti(itas 2.3, tik 2.3, ataksia 2.3, hipoakti(itas 2.3, agresi 2.3, a!ting
out 2.3.
6ambaran umum =
Aara berpakaian = 4asien datang dengan pakaian !ukup rapi,
menggunakan baju kaos dan !elana panjang
Bicara
lambat 2C3, ragu.ragu 2.3, tertekan 2.3, tertahan 2.3, monoton 2.3, keras 2.3,
!adel 2.3, berbisik 2.3, pelo 2.3, menggumam 2.3, gagap 2.3, ekolalia 2.3.
Mood dan Ae!
A&ek = inappropriate 2C3, restriksi 2.3, tumpul 2.3, datar 2.3, labil 2C3
/ood = irritable 2C3, labil 2C3, dis&orik 2.3, eutimik 2.3, eDspansi(e 2.3
,ele(ated 2.3, euphoria 2.3, e!tasy 2.3, depresi 2.3, anhedonia 2.3,
duka!ita?berkabung 2.3, aleksitimia 2.3
Emosi lainnya = anDiety 2.3, &ree &loating anDiety 2.3, agitasi 2.3, tension 2.3,
pani! 2.3, apatis 2.3, ambi(alensi 2.3, abreaksional 2.3, agresi 2.3, takut 2.3,
%
putus asa 2.3, marah 2.3, merasa kosong 2.3, merasa berdosa 2.3, malas 2.3,
merasa sia.sia 2.3, merasa rendah diri 2.3, simpati 2.3
Pi!iran dan persepsi
6angguan umum dalam bentuk atau proses berpikir
4sikosis 2C3
6angguan spesi&ik bentuk pikiran
:eologisme 2.3, word salad 2.3, sirkumstansialitas 2.3, tangensialitas,
inkoheren 2C3, perser(asi 2.3, (erbigerasi 2.3, ekolalia 2.3, kondensasi
2.3 , jawaban tidak rele(an 2.3, pengenduran asosiasi 2.3, keluar jalur
2.3, &light o& ideas 2.3, asosiasi bunyi 2.3, penghambatan 2.3, glossolalia
2.3
6angguan spesi&ik isi pikiran
Waham kendali 2C3, Os merasa dikendalikan oleh sinyal.sinyal dari
seberang, sinyal menjalar dari tangan ke kepalanya.
6angguan persepsi
Halusinasi auditorik 2C3, Os mendengar bisikan yang mengatakan
9lepaskan sinyal dari tangan9
)lusi 2.3
Fantasi dan mimpi = tidak ada
Sensori"m
Alertness = !ompos mentis 2C3, somnolen 2.3, stupor 2.3, berkabut 2.3,
delirium 2.3, koma 2.3
Orientasi =
1&
Waktu = baik, Os mengetahaui saat pemeriksaan siang hari
"empat = baik, Os mengatahui ia berada di 0S1 1ambi
Orang = baik, Os mengetahui orang.orang yang mengantar Os ke 0S1
;onsentrasi dan kalkulasi = terganggu
/emori = gangguan memori jauh 2C3, gangguan memori agak lama 2.3,
gangguan memori baru saja 2.3, gangguan memori segera 2.3
4engetahuan umum = baik
4ikiran abstrak = terganggu
"ilikan
,erajat # dirinya menyangkal sepenuhnya bahwa dia sakit
4engendalian impuls = terganggu
,aya nilai
4enilaian sosial = terganggu
I#. PEMERIKSAAN DIA$N%STIK LEBIH LAN&UT
4emeriksaaan Fisik
;eadaan umum
;esadaran = ;ompos mentis
", = #?5 mmHg
:adi = -- D?menit
Suhu = 7+,+ A
00 = #- D?menit
11
4emeriksaan :eurologis = tidak ada kelainan
4emeriksaan 4sikometrik = "idak dilakukan pemeriksaan
4emeriksaan laboratorium = "idak dilakukan pemeriksaan
4emeriksaan 4enunjang Lainnya = "idak dilakukan pemeriksaan
#. DIA$N%SIS BANDIN$
F$. Ski%o&renia 4aranoid
6angguan 4sikotik akibat obat
#I. DIA$N%SIS MULTIAKSIAL
Aksis ) = F.$. Ski%o&renia 4aranoid
Aksis )) = "idak ada diagnosis
Aksis ))) = "idak ada diagnosis
Aksis )< = /asalah ekonomi
Aksis < = 6AF $ . ##, 'ahaya men!ederai diri sendiri ? orang lain,
disabilitas sangat berat dalam komunikasi dan mengurus diri.
#II. PR%$N%SIS
Gua ad (itam = ad bonam
Gua ad &un!tional = ad bonam
12
#III. REN'ANA TERAPI MEN(ELURUH
0awat inap
)ndikasi utama perawatan Os di rumah sakit adalah=
"ujuan diagnostik
/enstabilkan medikasi
;eamanan pasien dan orang.orang disekitar pasien
4erilaku yang ka!au dan tidak sesuai
Farmakoterapi =
0isperidon $ mg, # D # tab?hari?Oral
"riheDyphenidyl $ mg, $ D # tab?hari?Oral
Ahlorproma%ine # mg, # D # tab malam?hari Oral
13
BAB III
TIN&AUAN PUSTAKA
Deinisi
;ata ski%o&renia pertama kali diidenti&ikasi pada #*- oleh ahli
psikiatri Swiss, Eugen 'leuer, untuk mendeskripsikan sekumpulan gangguan
mental yang dikarakteristikkan sebagai pikiran 2phrenia3 yang pe!ah 2schizo3.
;onsep ski%o&renia 'leuer didasarkan pada gambaran sekumpulan gangguan
jiwa yang disebut demensia prekoks oleh ahli psikiatri 1erman, Emil
;raepelin, pada #-*+. 44,61 ))) 24edoman 4enggolongan dan ,iagnosis
6angguan 1iwa di )ndonesia )))3 menempatkan ski%o&renia pada kode F$.
+

Ski%o&renia merupakan sindroma klinis dari berbagai keadaan
patologis yang sangat mengganggu yang melibatkan gangguan proses
berpikir, emosi dan tingkah laku. /enurut 44,61.))), Ski%o&renia adalah
suatu sindrom dengan (ariasi penyebab dan perjalanan penyakit yang luas,
serta sejumlah akibat yang tergantung pada perimbangan pengaruh genetik,
&isik dan sosial budaya.
7
4ada umumnya ditandai oleh penyimpangan yang &undamental dan
karakteristik dari pikirin dan persepsi, serta oleh a&ek yang tidak wajar
2Inappropriate3 atau tumpul 2Blunted3. ;esadaran yang jernih dan
kemampuan intelektual biasanya tetap terpelihara walaupun kemunduran
kogniti& tertentu dapat berkembang kemudian.
7
/enurut ,S/.)<, adapun klasi&ikasi untuk ski%o&renia ada 5 yakni
subtipe paranoid, terdisorganisasi 2hebe&renik3, katatonik, tidak tergolongkan
dan residual. >ntuk istilah ski%o&renia simpleks dalam ,S/.)< adalah
gangguan deteriorati(e sederhana. Sedangkan menurut 4edoman
4enggolongan dan ,iagnosis 6angguan 1iwa 244,613 di )ndonesia yang ke.
))) ski%o&renia dibagi ke dalam + subtipe yaitu katatonik, paranoid,
1
hebe&renik, tak terin!i 2undifferentiated), simpleks, residual dan depresi pas!a
ski%o&renia.
7,4
Epidemiolo)i
Studi epidemiologi menyebutkan bahwa perkiraan angka
pre(alensi ski%o&renia se!ara umum berkisar antara ,$ 8 hingga $ 8
tergantung di daerah atau negara mana studi itu dilakukan. Selanjutnya
dikemukakan bahwa lifetime pre(alensi ski%o&renia diperkirakan antara ,5 8
dan # 8.
+
;arena ski%o&renia !enderung menjadi penyakit yang menahun
2kronis3 maka angka insidensi penyakit ini dianggap lebih rendah dari angka
pre(alensi dan diperkirakan mendekati # per #. per tahun. ,i )ndonesia
sendiri angka penderita ski%o&renia $5 tahun yang lalu diperkirakan #?#
penduduk dan proyeksi $5 tahun mendatang men!apai 7?# penduduk.6
,i Amerika serikat terutama di kalangan penduduk perkotaan
menunjukkan angka yang lebih tinggi hingga $ 8. ,i )ndonesia angka yang
ter!atat di departemen kesehatan berdasarkan sur(ei di 0umah Sakit 2#*-73
adalah antara ,5 8 sampai ,#5 8.
+
Ski%o&renia terjadi dengan &rekuensi yang sama antara laki.laki dan
perempuan, tetapi laki.laki memiliki onset lebih awal daripada perempuan.
4un!ak insidensi antara usia #5.$4 tahun pada laki.laki dan pada perempuan
lebih terlambat. Antara #.$ kasus ski%o&renia baru diobati di
Amerika setiap tahunnya. ,iperkirakan $ juta orang Amerika didiagnosis
ski%o&renia dan lebih dari # juta mendapatkan terapi psikiatrik setiap
tahunnya. 4ada saat ini mulai dikenal ski%o&renia anak 2sekitar - tahun
bahkan ada yang + tahun3 dan late onset ski%o&renia 2usia lebih dari 45
tahun3. 'erbagai hal lain yang bisa meningkatkan seseorang mengidap
ski%o&renia, yaitu memiliki garis keturunan ski%o&renia, terajangkit (irus
dalam kandungan, kekurangan gi%i saat dalam kandungan, stressor
1!
lingkungan yang tinggi, memakai obat.obatan psikoakti& saat remaja dan lain.
lain.
+
Sementara menurut ;aplan, Sado!k dan 6rebbH da(ison I neale,
onset untuk laki.laki #5 sampai $5 tahun sedangkan wanita $5.75 tahun.
4rognosisnya adalah lebih buruk pada laki.laki daripada pada wanita.
'eberapa penelitian menunjukkan beberapa pria lebih mungkin memun!ulkan
gejala negati& dibandingkan wanita, dan wanita memiliki &ungsi sosial yang
baik daripada pria. 4ada kesimpulannya indi(idu pada umur berapapun rawan
menderita ski%o&renia bila &aktor biologis berinteraksi dengan &aktor
psikologis dan sosial.
+

Etiolo)i
Faktor biologis
)ntegrasi teori biologis
,aerah otak utama yang terlibat dalam ski%o&renia adalah struktur
limbi!, lobus &rontalis, dan ganglia basalis. "halamus dan batang otak
juga terlibat karena peranan thalamus sebagai mekanisme
pengintegrasi dan batang otak serta otak tengah merupakan lokasi
utama bagi neuron aminergik as!enden
4
Hipotesis dopamine
Ski%o&renia disebabkan ;arena terlalu banyak akti(itas dopaminergik
dan tidak memperin!i apakah hiperakti&itas dopaminergik adalah
karena terlalu banyaknya pelepasan dopamine, terlalu banyaknya
reseptor dopamine atau kombinasi mekanisme tersebut. :euron
dopaminergik didalam jalur tersebut berjalan dari badan selnya diotak
tengah keneuron dopaminosepti& disistem limbi! dan korteks serebral.
4
1"
4eranan penting bagi dopamine dalam pato&isiologi ski%o&renia adalah
penelitian yang mengukur konsentrasi plasma metabolit dopamine
utama, yaitu homo(anilli! a!id pada plasma yang meningkat
:eurotransmitter lainnya
Serotonin
Akti(itas serotonin telah berperan dalam perilaku bunuh diri dan
impulsi(e yang juga dapat ditemukan pada pasien ski%o&renik
4
:orepine&rin
Sistem noradrenergi! memodulasi system dopaminergi! dengan !ara
tertentu sehingga kelainan system noradrenergi! predisposisi pasien
untuk relaps
4
Asam amino
:eurotransmitter asam amino inhibitor gamma.aminobutiri! a!id
26A'A3 mengalami penurunan dihipokampus yang menyebabkan
hiperakti(itas neuron dopaminergik dan noradrenergik
4
:europatologi
System limbi!
System limbi! karena peranannya dalam mengendalikan emosi. 4ada
penelitian ditemukan penurunan ukuran daerah termasuk amigdala,
hipokampus, dan girus parahipokampus
4
6anglia basalis
;arena ganglia basalis terlibat dalam mengendalikan pergerakan,
dengan demikian patologi pada ganglia basalis dilibatkan dalam
patologi ski%o&renia
4
1#
4sikoneuroendokrinologi
'eberapa data menunjukan data penurunan konsentrasi lutein%ing
hormone.&oli!!le stimulating hormone 2LH?FSH3 , kemungkinan
dihubungkan dengan onset usia dan lamanya penyakit
4
Faktor genetika
4enelitian menunjukkan bahwa seseorang yang menderita
ski%o&renia jika anggota keluarga lainnya juga menderita ski%o&renia dan
kemungkinan penderita ski%o&renia berhubungan dekat dengan saudara
tsb 2!ontoh = sanak saudara derajat pertama atau derajat kedua3
4etanda kromosom terletak pada lengan panjang kromosom 5, ##,
dan #-H lengan pendek kromosom #5 dan kromosom J adalah yang
paling sering dilaporkan
4
Faktor psikososial
;linisi harus mempertimbangkan &a!tor psikologis yang
mempengaruhi ski%o&renia
"eori tentang pasien indi(idual
"eori psikoanalitis
Sigmund &reud mendalilkan bahwa ski%o&renia disebabkan oleh
&iksasi dalam perkembangan yang terjadi lebih awal dari yang
menyebabkan perkembangan neurosis.&reud juga mendalikan
bahwa adanya de&ek ego juga berperan pada ski%o&renia
4
"eori psikodinamika
4andangan psikodinamika !enderung menganggap hipersensiti(itas
terhadap stimulus persepsi yang didasarkan se!ara konstitusional
sebagai suatu de&isit
4
"eori belajar
1$
Anak.anak yang menderita ski%o&renia mempelajari reaksi dan !ara
ber&ikir yang irasional dengan meniru orang tuanya yang mungkin
memiliki masalah emosionalnya sendiri yang bermakna
4
"eori tentang keluarga
4erilaku keluarga yang patologis bermakna meningkatkan stress
emosional yang harus dihadapi pasien ski%o&renik yang rentan
4
Pato)enesis
4ada ski%o&renia terdapat pen"r"rnan aliran dara* dan am+ilan
)l"!osa, ter"tama di !orte!s prerontalis 2pada pasien dengan gejala
positi&3 dan juga terdapat penurunan jumlah neuron 2pen"r"nana -"mla*
s"+stansi )risea.. Selain itu, migrasi neuron yang abnormal selama
perkembangan otak se!ara pato&isiologis sangat bermakna. 2A/3
5
Atro&i penonjolan dendrit dari sel pyramidal telah ditemukan di
korteks pre&rontalis dan girus singulata. 4enonjolan dendrit mengandung
sinaps )l"tamater)i!.0 sehingga transmisi glutamatergiknya terganggu
2A13. Selain itu, pada area yang terkena, pembentukan $ABA dan?jumlah
neuron 6A'Aergik tampaknya berkurang sehingga penghambatan sel
pyramidal menjadi berkurang.
5
/akna pato&isiologis yang khusus dikaitkan dengan dopamin0
a(aibilitas dpamin atau agonis dopamine yang berlebihan dapat
menimbulkan gejala ski%o&renia, dan penghambat reseptor dopamine.,$
telah sukses digunakan dalam penatalaksanaan ski%o&renia. ,isisi lain,
penurunan reseptor ,$ yang ditemukan di korteks pre&rontalis 2A13, dan
penurunan reseptor ,# dan ,$ berkaitan dengan gejala negati(e ski%o&renia,
seperti kurangnya emosi. 4enurunan reseptor dopamine mungkin terjadi
akibat pelepasan dopamine meningkat dan hal ini tidak memiliki e&ek
patogenetik.
5
,opamin berperan sebagai transmitter melalui beberapa jalur :
1%
1alur nigrostriatal = dari substantia nigra ke basal ganglia &ungsi
gerakan, E4S
1alur mesolimbik = dari tegmental area menuju ke sistem limbik 
memori, sikap, kesadaran, proses stimulus
1alur mesocortical = dari tegmental area menuju ke &rontal !orteD 
kognisi, &ungsi sosial, komunikasi, respons terhadap stress
1alur tuberoinfendibular = dari hipotalamus ke kelenjar
pituitary pelepasan prolaktin
Serotonin mungkin juga berperan dalam menimbulkan gejala
ski%o&renia. ;erja serotonin yang berlebihan dapat menyebabkan halusinasi,
dan banyak obat antipsikosik akan menghambat reseptor 5 H"$A 2A13
+
2&
6ambar. 4athogenesis Ski%o&renia
Hipotesis?teori tentang pato&isiologi ski%oprenia =
5
Hiperdopaminergia pada sistem mesolimbik berkaitan dengan gejala positif
Hipodopaminergia pada sistem meso!ortis dan nigrostriatal  bertanggungjawab
thd gejala negatif dan gejala ekstrapiramidal
0eseptor dopamine yang terlibat adalah reseptor dopamine.$ 2,$3  dijumpai
peningkatan densitas reseptor ,$ pada jaringan otak pasien ski%oprenia
21
4eningkatan akti(itas sistem dopaminergik pada sistem mesolimbik
bertanggungjawab terhadap gejala positif
4eningkatan akti(itas serotonergik  menurunkan akti(itas dopaminergik pada
sistem meso!ortis  bertanggung.jawab terhadap gejala negatif
$e-ala dan dia)nosis
4enampilan dan perilaku umum
4asien dengan ski%o&renia kronis !enderung menelantarkan
penampilannya.kerapian dan higienis pribadi juga terabaikan. /ereka juga
!enderung menarik diri se!ara sosial.
-
6angguan pembi!araan
)ntinya terdapat gangguan pada proses pikir =
Kang terganggu terutama adalah asosiasi. Asosiasi longgar berarti
tidak adanya hubungan antar ide. ;alimat.kalimatnya tidak saling
berhubungan. ;adang.kadang satu ide belum selesai diutarakan,
sudah ditemukan ide lainnya
)nkoherensiasi
Alang asso!iation = asosiasi bunyi= misalnya piring, miring
:eologisme = membentuk kata baru untuk menyatakan arti yang
hanya dipahami oleh dirinya sendiri
/utisme = sering tampak pada pasein ski%o&renia katatonik
'lo!king = kadang.kadang &ikiran terhenti, tidak timbul ide lagi
-
6angguan perilaku
6ejala katatonik yang dapat berupa stupor atau gaduh dan gelisah
22
Stereotipi = berulang.ulang melakukan suatu gerakan atau
mengambil sikap badan tertentu misalnya menarik.narik rambut
dapat berlangsung beberapa hari atau beberapa tahun
/anerisme = stereotipi tertentu pada ski%o&renia yang dapat dilihat
dalam bentuk grimas pada mukanya atau keanehan berjalan dan
gaya berjalan
:egati(ism = melakukan hal yang berlawanan dengan apa yang
disuruh
Otomatisme komando = menentang atau justru melakukanH semua
perintah justru dituruti se!ara otomatis.
-
6angguan a&ek
;edangkalan respon emosi = pasien a!uh tak a!uh
Anhedonia = perasaan halus juga hilang
4arathimi = apa yang seharusnya menimbulkan rasa senang dan
gembira, pada penderita timbul rasa sedih atau marah
4aramimi = penderita merasa senang dan gembira akan tetapi ia
menangis
Ambi(alensi = karena terpe!ah.pe!ahnya kepribadian, maka dua
hal yang berlawanan mungkin timbul bersama.sama
Sensiti(itas emosi = menunjukan hipersensiti(itas pada penolakan
sering menimbulkan isolasi so!ial untuk menghindari penolakan.
-
6angguan persepsi
Halusinasi
23
Halusinasi paling sering adalah auditorik dalam bentuk suara manusia,
halusinasi pen!iuman, halusinasi penge!apan, dan halusinasi rabaan jarang
dijumpai
-
6angguan pikiran
Waham = waham sering tidak logis sama sekali.mayer gross membagi
waham dalam $ kelompok = waham primer dan waham sekunder
Waham primer timbul se!ara tidak logis sama sekali, tanpa
penyebab apa.apa dari luar
Waham sekunder biasanya logis kedengarannya dapat diikuti
dan merupakan !ara bagi penderita untuk menerangkan gejala.
gejala ski%o&renia lain.
-
;riteria ,iagnosis menurut 44,61.))), adalah=
Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas dan biasanya
dua gejala atau lebih bila gejala.gejala itu kurang jelas =
2a3 9Thought echo9 = )si pikiran dirinya sendiri yang berulang
atau bergema dalam kepalanya 2tidak keras3, dan isi pikiran
ulangan, walaupun isinya sama, namun kulitasnya berbedaH atau
9Thought insertion or withdrawal9 = )si pikiran yang asing dari
luar masuk kedalam pikirannya 2insertion3 atau isi pikirannya
diambil keluar oleh sesuatu dari luar 2withdrawal3H dan
9Thought broadcasting9 = )si pikirannya tersiar keluar
sehingga orang lain atau umum mengetahuinyaH
2b3 9Delusion of control9 = waham tentang dirinya
dikendalikan oleh suatu kekuatan tertentu dati luarH atau
9Delusion of influence9 = waham tentang dirinya dipengaruhi
oleh suatu kekuatan tertentu dari luarH atau
2
9Delusion of passivity9 = waham tentang dirinya tidak
berdaya dan pasrah terhadap suatu kekuatan dari luarH 2tentang
Ldirinya9= se!ara jelas merujuk ke pergerakan tubuh?anggota
gerak atau ke pikiran, tindakan atau penginderaan khusus3H
9Delusional perception9 = pengalaman inderawi yang tak wajar,
yang bermakna sangat khas bagi dirinya, biasanya bersi&at mistik
atau mukji%atH
2!3 Halusinasi auditorik =
Suara halusinasi yang berkomentar se!ara terus menerus terhadap
perilaku pasien, atau
/endiskusikan perihal pasien diantara mereka sendiri 2diantara
berbagai suara yang berbi!ara3, atau
1enis suara halusinasi lain yang berasal dari salah satu bagian tubuh.
2d3 Waham.waham menetap jenis lainnya, yang menurut budaya
setempat dianggap tidak wajar dan sesuatu yang mustahil,
misalnya perihal keyakinan agama atau politik tertentu, atau
kekuatan dan kemampuan diatas manusia biasa 2misalnya mampu
mengendalikan !ua!a, atau berkomunikasi dengan makhluk asing
dari dunia lain3.
Atau paling sedikit dua gejala dibawah ini yang harus selalu ada se!ara
jelas =
2a3 Halusinasi yang menetap dari pan!a indera apa saja, apabila
disertai baik oleh waham yang mengambang mauupun yang
setengah berbentuk tanpa kandungan a&ekti& yang jelas, ataupun
disertai ole hide.ide berlebihan 2over-valued ideas3 yang menetap,
atau apabila terjadi setiap hari selama berminggu.minggu atau
berbulan.bulan terus menerusH
2!
2b3 Arus pikiran yang terputus 2break3 atau yang mengalami sisispan
2interpolation3, yang berakibat inkoherensi atau pembi!araan
yang tidak rele(an, atau neologismeH
2!3 4erilaku katatonik, seperti keadaan gaduh.gelisah 2eD!itement3,
posisis tubuh tertentu 2posturing3, atau &leksibilitas !erea,
negati(isme, mutisme, dan stuporH
2d3 6ejala.gejala 9negati(e9 seperti sikap sangat apatis, bi!ara yang
jarang, dan respons emosional yang menumpul atau tidak wajar,
biasanya yang mengakibatkan penarikan diri dari pergaulan so!ial
dan menurunnya kinerja so!ialH tetapi harus jelas bahwa semua
hal tersebut tidak disebabkan oleh depresi atau medikasi
neuroleptikaH
Adanya gejala.gejala khas tersebut diatas telah berlangsung selama
kurun waktu satu bulan atau lebih 2tidak berlaku untuk setiap &ase
nonpsikotik prodromal3.
Harus ada suatu perubahan yang konsisten dan bermakna dalam
mutu keseluruhan 2o(erall Muality3 dari beberapa aspek perilaku pribadai
2personal beha(iour3, bermani&estasi sebagai hilangnya minat, hidup tak
bertujuan, tidak berbuat sesuatu, sikap larut dalam diri sendiri 2sel&
absorbed attitude3, dan penarikan diri se!ara sosial.
;ritetria penegakkan diagnosa berdasarkan ,S/.)< 2;riteria resmi dari
Ameri!an 4sy!hiatri! Asso!iation3, antara lain =
2"
6ejala karakteristik = ,ua 2atau lebih3 berikut, masing.masing ditemukan untuk
bagian waktu yang bermakna selama periode # bulan 2atau kurang jika
diobati dengan berhasil3
Waham
Halusinasi
'i!ara terdisorganisasi 2misalnya sering menyimpang atau inkoheren3
4erilaku terdisorganisasi atau katatonik yang jelas
6ejala negati&, yaitu =
A&ek datar
Alogia
"idak ada kemauan 2a(olition3
atatan ! "anya satu ge#ala kriteria $ yang diperlukan #ika waham
adalah kacau atau halusinasi terdiri dari suara yang terus-menerus
mengomentari perilaku atau pikiran pasien, atau dua atau lebih
suara yang saling bercakap-cakap satu sama lainnya%
,is&ungsi sosial?pekerjaan = >ntuk bagian waktu yang bermakna sejak onset
gangguan, satu atau lebih &ungsi utama, seperti pekerjaan, hubungan
interpersonal, atau perawatan diri, adalah jelas di bwah tingkat yang
di!apai sebelum onset 2atau jika onset pada masa anak.anak atau remaja,
kegagalan untuk men!apai tingkat pen!apaian interpersonal, akademik,
atau pekerjaan yang diharapkan3
,urasi = "anda ganguan terus.menerus menetap selama sekurangnya + bulan.
4eriode + bulan ini harus termasuk sekurangnya # bulan gejala 2atau
kurang jika diobati dengan berhasil3 yang memenuhi kriteria A 2yaitu,
gejala &ase akti&3 dan mungkin termasuk periode gejala prodromal atau
residual. Selama periode prodromal atau residual, tanda gangguan mungkin
dimani&estasikan hanya oleh gejala negati(e atau $ atau lebih gejala yang
dituliskan dalam kriteria A dalam bentuk yang diperlemah 2misalnya,
keyakinan yang aneh, pengalaman persepsi yang tidak la%im3
2#
4enyingkiran gangguan ski%oa&ekti& dan gannguan mood. 6angguan
ski%oa&ekti& dan ganggaun mood dengan !irri psikotik telah disingkirkan
karena =
"idak ada episode depresi& berat, mani!, atau !ampuran yang telah terjadi
bersama.sama dengan gejala &ase akti&, atau
1ika episode mood telah terjadi selama gejala &ase akti&, durasi totalnya
adalah relati(e singakat dibandingkan durasi periode akti& dan residual
4enyingkiran %at ? kondisi medis umum. 6angguan tidak disebabkan oleh e&ek
&isiologis lansung dari suatu %at 2misalnya, obat yang disalahgunakan,
suatu medikasi3 atau suatu kondisi medis umum
Hubungan dengan gangguan perkembangan per(asi(e. 1ika terdapat riwayat
adanya gangguan autisti! atau gangguan perkembangan per(asi(e lainnya,
diagnosis tambahan ski%o&renia dibuat hanya jika waham atau halusinasi
yang menonjol juga ditemukan untuk sekurangnya satu bulan 2atau kurang
jika diobati se!ara berhasil3
Dia)nosis Bandin)
6angguan psikotik sekunder
6ejala psikosis dan katatonia dapat disebabkan oleh berbagai ma!am %at.
Saat memeriksa seseorang pasien psikotik, klinisi harus mengikuti tiga
pedoman umum tentang pemeriksan keadaan nonpsikiatri. 2#3 klinisi
harus !ukup agresi& dalam mengejar kondisi medis nonpsikiatri jika
pasien menunjukkan adanya gejala yang tidak la%im atau jarang atau
adanya (ariasi dalam tingkat kesadaran. 2$3 klinisi harus berusaha untuk
mendapatkan riwayat keluarga yang lengkap, termasuk riwayat gangguan
medis, neurologis, dan psikiatri. 273 klinisi harus mempertimbangkan
kemungkinan suatu kondisi medis nonpsikiatri, bahkan pada pasien
dengan diagnosis ski%o&renia sebelumnya. Seorang pasien ski%o&renia
mempunyai kemungkinan yang sama untuk menderita tumor otak yang
menyebabkan gejala psikotik dibandingkan dengan seorang pasien
2$
nonski%o&renik. Anamnesis lengkap dan pemeriksaan penunjang
diperlukan untuk menyingkirkan diagnosis banding.
$
6angguan psikotik lain
6angguan psikotik yang mirip dengan ski%o&renia adalah ski%o&reno&orm,
gangguan psikotik singkat dan gangguan ski%oa&ekti&. 4erbedaan
ski%o&renia dengan ski%o&reni&orm dilihat dari durasi gejalanya. 4ada
ski%o&reni&om gejalanya sekurangnya # bulan tetapi kurang dari + bulan.
6angguan psikotik singkat bila gejala hanya berlangsung sekurangnya
satu hari tetapi tidak lebih dari satu bulan. 6angguan ski%oa&ekti& jika
sindrom manik atau depresi& berkembang bersama.sama dengan gejala
utama ski%o&renia.
$
Terapi
Ski%o&renia merupakan penyakit yang !enderung berlanjut 2kronis atau
menahun3 maka terapi yang diberikan memerlukan waktu relati(e lama
berbulan bahkan sampai bertahun, hal ini dimaksudkan untuk menekan
seke!il mungkin kekambuhan 2relaps3. "erapi yang komperehensi& dan
holistik telah dikembangkan sehingga penderita ski%o&renia tidak lagi
mengalami diskriminasi dan lebih manusiawi dibandingkan dengan
pengobatan sebelumnya. Adapun terapi yang dimaksud adalah=
+
a. Psi!oarma!a
Obat psiko&armaka yang akan diberikan ditujukan ditujukan untuk
menghilangkan gejala ski%o&renia. 6olongan obat psiko&armaka yang
sering digunakan di )ndonesia 2$#3 terbagi dua= golongan generasi
pertama 2typical) dan generasi kedua 2atypical)% yang termasuk golongan
typi!al antara lain !hlorproma%ine HAl, tri&luopera%ine, dan Haloperidol.
Sedangkan golongan atypical antara lain= risperidone, !lo%apine,
Muetiapine, olan%apine, %otetine dan aripripra%midol. /enurut :emero&&
2%
2$#3 dan Sharma 2$#3 obat atypical memiliki kelebihan antara lain=
,apat menghilangkan gejala positi& dan negati&, E&ek samping &'tra
(iramidal )ymptoms 2E4S3 sangat minimal atau boleh dikatakan tidak
ada, dan /emulihkan &ungsi kogniti&. Sedangkan :asrallah 2$#3 dalam
penelitiannya menyebutkan bahwa pemakaian obat golongan typical 78
penderita tidak memperlihatkan perbaikan klinis bermakna, diakui bahwa
golongan obat typical hanya mampu mengatasi gejala positi& tetapi
kurang e&ekti& untuk mengatasi gejala negati(e.
Pen))olon)an o+at
2
%+at Anti3Psi!osis Tipi!al
*arakteristik !
6enerasi lama, /emblok reseptor dopamine ,$, E&ek samping E4S
besar, E&ekti& untuk mengatasi gejala positi&
+olongan obat !
4henothia%ine= Ahlorproma%ine, 4erphena%ine, "ri&uopera%ine,
Fluphena%ine, "hiorida%ine, 4imi%one
'utyrophenone = Haloperidol
,iphenul.butyl.piridine = 4imo%ide
%+at Anti Psi!osis Atipi!al
*arakteristik !
6enerasi baru, /emblok reseptor 5H"$, e&ek blo!kade dopamine
rendah, E&ek samping E4S lebih ke!il, E&ekti& untuk mengatasi gejala
baik positi& maupun negati(e =
'en%amide = Supiride
,iben%odia%epin = Alo%apine, Guetiapine, Botepine
'en%isoDa%ole = 0isperidon, Aripipra%ole
Pili*an o+at
4
3&
Indi!asi pen))"naan
6ejala sasaran = syndrome psikosis
,iagnosis sindrom psikosis
Hendaya berat dalam kemampuan daya menilai realitas
Hendaya berat dalam &ungsi.&ungsi mental
Hendaya berat dalam &ungsi kehidupan sehari.hari
5
31
Sindrom psikosis dapat terjadi pada =
Sindrom psikosis &ungsional = ski%o&renia, psikosis paranoid, psikosis a&ekti&,
psikosis reakti& singkat, dll
Sindrom psikosis organi! = sindrom delirium, dementia, intoksikasi al!ohol dll
#
Kontraindi!asi
4enyakit hati 2hepatotoksik3
4enyakit darah 2hematotoksik3
Epileps 2menurunkan ambang kejang3
;elainan jantung 2menghambat irama jantung3
Febris yang tinggi 2thermoregulator diSS43
;etergantungan al!ohol 2penekanan SS4 meningkat3
4enyakit SS4 24arkinson, tumor otak3
6angguan kesadaran disebabkan A:S.depresan 2kesadaran makin
memburuk
5
Ee! sampin)
Sedasi dan inhibisi psikomotor
6angguan otonomik 2hipotensi, antikolinergik?parasimpatolitikH mulut
kering, kesulitan miksi I de&ekasi, hidung tersumbat, mata kabur,
")O meningkat, gangguan irama jantung3
6angguan ekstrapiramidal 2distonia akut,akhatisia, sindrom 4arkinson =
tremor, bradikinesia, rigiditas3
6angguan endokrin 2amenorrhoe, gynae!omastia3, metaboli!
2jaundi!e3, hematologi! 2agranulositosis3, biasanya untuk pemakaian
jangka panjang
#
'ara pen))"naan
*
(emilihan obat !
32
4emilihan obat anti.psikosis mempertimbangkan gejala psikosis
yang dominan dan e&ek samping obat.pergantian obat disesuaikan
dengan dosis eki(alen
Apabila obat anti.psikosis tertentu tidak memberikan respon klinis
dalam dosis yang sudah optimal setelah jangka waktu yang
memadai dapat diganti dengan obat anti.psikosis lain dengan dosis
eki(alennya, dimana pro&il e&ek sampingnya belum tentu sama
Apabila dalam riwayat penggunaan obat anti.psikosis sebelumnya
baik dapat digunakan kembali
#
(engaturan dosis !
4erlu dipertimbangkan =
Onset e&ek primer 2e&ek klinis3 = sekitar $ . 4 minggu, Onset e&ek
sekunder 2e&ek samping3 = sekitar $ . + jam
Waktu paruh = #$ . $4 jam 2pemberian #. $ J ?hari3
,osis pagi dan malam dapat berbeda untuk mengurangi dampak
dari e&ek samping sehingga tidak begitu menggangu kualitas
hidup pasien
#
ara pemberian !
,osis awal sesuai dengan dosis anjuran  dinaikan setiap $ . 7 hari 
dosis e&ekti& 2timbul sindrom psikosis3  die(aluasi setiap $ minggu
dan bila perlu dinaikkan  dosis optimal  dipertahankan sekitar - .
#$ minggu  diturunkan setiap #$ minggu  dosis maintenan!e 
dipertahankan + bulan sampai $ tahun  tapering o&& 2dosis diturunkan
tiap $.4 minggu3  stop
#
,ama pemberian !
4aien sindrom psikosis 2multiepisode3 terapi maintenan!e  @ 5 tahun
4ada umumnya pemberian obat antipsikosis sebaiknya dipertahankan
selama 7 bulan sampai # tahun setelah semua gejala psikosis
mereda sama sekali
33
>ntuk psikosis reakti& singkat penurunan obat se!ara bertahap setelah
hilang gejala dalam kurun waktu $ minggu. $ bulan
5
(enggunaan perenteral !
Obat anti.psikosis yang long.a!tion 2&luphena%ine de!anoate $5 mg?!!
atau haloperidol de!anoas 5 mg?!!, im, untuk $. 4 minggu3 
penting untuk pasien yang tidak mau atau sulit teratur makan obat
,osis mulai dari N !! setiap $ minggu pada bulan pertama, kemudian
baru ditingkatkan menjadi # !! setiap bulan
#
+. Electro Convulsive Therapy 5E'T.
&lectro onvulsive Therapy 2EA"3 diberikan pada penderita ski%o&renia
kronik. "ujuannya adalah memperpendek serangan ski%o&renia,
mempermudah kontak dengan penderita, namun tidak dapat men!egah
serangan ulang.
+
Psi!oterapi
4sikoterapi pada penderita ski%o&renia baru dapat diberikan apabila
penderita dengan terapi psiko&armaka diatas sudah men!apai tahapan
dimana kemampuan menilai realitas sudah kembali pulih dan
pemahaman diri sudah baik. 4sikoterapi diberikan dengan !atatan bahwa
penderita masih tetap mendapat terapi psiko&armaka. 4sikoterapi ini
banyak ma!am ragamnya tergantung dari kebutuhan dan latar belakang
penderita sebelum sakit. Aontohnya adalah= psikoterapi suportif
dimaksudkan untuk memberikan dorongan, semangat dan moti(asi agar
penderita tidak merasa putus asa. (sikoterapi suportif dimaksudkan
untuk memberikan pendidikan ulang yang mekasudnya memperbaiki
kesalahan pendidikan di waktu yang lalu. (sikoterapi rekonstruktif
dimaksudkan untuk memperbaiki kembali kepribadian yang telah
mengalami keretakan menjadi kepribadian yang utuh seperti semula
sebelum sakit. (sikoterapi kognitif diamksudkan untuk memulihkan
kembali &ungsi kogniti& rasional sehingga penderita mampu membedakan
nilai O nilai moral etika mana yang baik dan buruk, mana yang boleh dan
tidak dan sebagainya. (sikoterapi perilaku dimaksudkan untuk
memulihkan gangguan perilaku yang terganggu menjadi perilaku yang
mampu menyesuaikan diri. (sikoterapi keluarga dimaksudkan untuk
memulihkan penderita dan keluarganya.
+
d. Psi!ososial
3
,engan terapi psikososial dimaksudkan agar penderita mampu kembali
beradaptasi dengan lingkungan sosial sekitarnya dan mampu merawat
diri, mampu mandiri tidak tergantung pada orang lain. Selama menjalani
terapi psikososial penderita hendaknya masih menkonsumsi obat
psiko&armaka. 4enderita diusahakan untuk tidak menyendiri, tidak
melamun, banyak kegiatan dan kesibukan, dan banyak bergaul.
+
e. Psi!oreli)i"s
,ari penelitian yang dilakukan, se!ara umum memang menunjukkan
bahwa komitmen agama berhubungan dengan man&aatnya di bidang
klinik 2religius commitment is assosiated with clinical benefit)% ,ari
hasil penelitian Larson, dkk 2#*-$3 didapatkan bahwa terapi keagamaan
memper!epat penyembuhan. "erapi keagamaan yang dimaksudkan dalam
penelitian tersebut berupa kegiatan ritual keagamaan seperti sembahyang,
berdoa, memanjatkan puji.pujian kepada "uhan, !eramah keagamaan dan
kajian kitab su!i.
+
. Re*a+ilitasi
4rogram rehabilitasi penting dilakukan sebagai persiapan penempatan
kembali penderita ke keluarga dan masyarakat. 4rogram ini biasanya
dilakukan di lembaga 2institusi3 rehabilitasi misalnya di rumah sakit jiwa.
,alam program rehabilitasi dilakukan berbagai kegiatan antara lain=
terapi kelompok, menjalankan ibadah keagamaan bersama, kegiatan
kesenian, terapi &isik seperti olah raga, keterampilan khusus?kursus,
ber!o!ok tanam, rekreasi dan lain O lain. 4ada umumnya program
rehabilitasi ini berlangsung 7.+ bulan. Se!ara berkala dilakukan e(aluasi
paling sedikit dua kali yaitu sebelum dan sesudah program rehabilitasi
atau sebelum penderita dikembalikan ke keluarga dan masyarakat.
+
Pro)nosis
3!
6ejala premorbid merupakan gejala awal dari penyakit dan mulai pada masa
remaja diikuti dengan perkembangan gejala prodromal dalam beberapa hari
sampai beberapa bulan. Onset gejala yang mengganggu terlihat setelah ter!etus
oleh perubahan sosial atau lingkungan. Sindrom prodromal dapat berlangsung
selama satu tahun atau lebih sebelum onset gejala psikotik yang jelas. Setelah
episode psikotik yang pertama, pasien memiliki periode pemulihan yang bertahap
diikuti periode &ungsi yang relati& normal. "etapi relaps biasanya terjadi dalam
lima tahun pertama setelah diagnosis, diikuti oleh pemburukan lebih lanjut pada
&ungsi dasar pasien. 4erjalanan klasik ski%o&renia adalah suatu eksaserbasi dan
remisi. 6ejala positi& dari ski%o&renia !enderung lebih baik dibanding dengan
gejala negati& yang dapat menimbulkan ketidakmampuan se!ara sosial.
Ski%o&renia merupakan gangguan yang bersi&at kronis, pasien se!ara berangsur O
angsur menjadi semakin menarik diri dan tidak ber&ungsi selama bertahun O
tahun. 'eberapa penelitian telah menemukan lebih dari periode waktu 5 sampai
# tahun setelah perawatan psikiatrik pertama kali di rumah sakit jiwa, hanya
#8.$8 memiliki hasil yang baik. Lebih dari 58 memiliki hasil buruk dengan
perawatan berulang di rumah sakit, eksaserbasi gejala, gangguan mood berat dan
ada usaha bunuh diri. 0entang angka pemulihan berkisar #8.+8, kira O kira
$8.78 dari penderita terus mengalami gejala yang sedang dan 48.+8 dari
penderita terus mengalami gangguan se!ara bermakna seumur hidup.
+
4erbedaan prognosis paling baik dilakukan dengan melihat pada prediktor
prognosis spesi&ik di "abel 7.#.
##
Pro)nosis +ai! Pro)nosis +"r"!
3"
%nset lam+at
6a!tor pencet"s 7an) -elas
%nset a!"t
Ri8a7at sosial, se!s"al, pe!er-aan
pramor+id +ai!
$e-ala )an))"an mood
Meni!a*
Ri8a7at !el"ar)a )an))"an mood
Sistem pend"!"n) 7an) +ai!
$e-ala positi
Onset muda
"idak ada &aktor pen!etus
Onset tidak jelas
0iwayat sosial, seksual, pekerjaan
pramorbid buruk
4erilaku menarik diri, autistik
"idak menikah, ber!erai, janda?duda
0iwayat keluarga ski%o&renia
Sistem pendukung yang buruk
6ejala negati&
"anda dan gejala neurologis
0iwayat trauma perinatal
"idak ada remisi dalam tiga tahun
'anyak relaps
0iwayat penyerangan
BAB I#
ANALISIS KASUS
3#
4ada kasus ini skri%o&renia paranoid ditegakkan berdasarkan anamnesa
dan status psikiatri. 4ada kasus ini dilaporkan :y. / 2$ tahun3 datang ker 0umah
Sakit 1iwa diantar oleh keluarganya dengan keluhan sering mengo!eh.ngo!eh
sendiri sejak $ bulan yang lalu. ;eluhan ini berawal dari # tahun yang lalu os
ingin melanjutkan kuliah tetapi orang tua os tidak memiliki uang, semenjak itu os
jadi melamun. ,ua bulan yang lalu os mengo!eh.ngo!eh sendiri, os merasa
dikendalikan oleh sinyal.sinyal dari seberang, sinyal itu berada di tangannya dan
menjalar ke kepala, selain itu juga os merasa ada yang membisikkan ditelinganya,
bisikan itu berupa suara laki.laki yang jahat yang menyuruh 9lepaskan sinyal dari
tangan9 sehingga os suka mengikat tangannya sendiri. Enam hari yang lalu os
men!ederai dirinya sendiri dengan men!oba mengiris tangannya sendiri.
0iwayat penggunaan alkohol dan :A4BA disangkal. 0iwayat gangguan
psikosomatik dan neurologi juga disangkal. Os merupakan pertama dari $
bersaudara. "idak terdapat riwayat keluarga Os yang menderita gangguan jiwa
yang sama.
,ari hasil obser(asi didapatkan kesadaran Os kompos mentis, Os
datang dengan pakaian !ukup rapi, menggunakan baju kaos dan !elana panjang,
sikap terhadap pemeriksa inkoheren dan perilaku dan akti(itas psikomotor
normal. Os berbi!ara lambat. A&ek Os inappropriate dan labil, mood iritabel dan
labil. "erdapat gangguan umum proses pikir Os yaitu psikosis, gangguan spesi&ik
bentuk pikiran yaitu inkoheren dan gangguan spesi&ik isi pikiran yaitu waham
kendali 2C3. Os mengalami gangguan persepsi berupa halusinasi auditorik.
Orientasi waktu, tempat dan orang baik, konsentrasi dan kalkulasi terganggu,
memori jauh terganggu, pikiran abstrak terganggu dan Os menyangkal
sepenuhnya bahwa ia sakit, pengendalian impuls terganggua dan daya nilai sosial
Os terganggu.
6ambaran klinis Os memenuhi kriteria diagnosis ski%o&enia menurut
44,61 ))) yaitu adanya gejala yang yang amat jelas yaitu halusinasi auditorik dan
waham yang menetap, serta gejala yang harus selalu ada se!ara jelas yaitu
halusinasi yang menetap dari pan!a indera apa saja, apabila disertai baik oleh
waham yang mengambang mauupun yang setengah berbentuk tanpa kandungan
3$
a&ekti& yang jelas, ataupun disertai ole hide.ide berlebihan 2over-valued ideas3
yang menetap, atau apabila terjadi setiap hari selama berminggu.minggu atau
berbulan.bulan terus menerus, inkoherensi atau pembi!araan yang tidak rele(an.
Selain itu juga memenuhi kriteria bahwa adanya gejala.gejala khas tersebut telah
berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau lebih 2tidak berlaku untuk setiap
&ase nonpsikotik prodromal3.
"atalaksana Os berupa rawat inap di 0S1 berdasarkan indikasi berupa
tujuan diagnostik, menstabilkan medikasi, dan keamanan pasien dan orang.orang
disekitar pasien karena Os beresiko men!elakakan orang lain akibat perilaku Os
yang ka!au dan tidak sesuai. Adapun &armakoterapi yang diberikan pada Os yaitu
Ahlorproma%ine # mg, # D # tab malam?hari Oral
Obat ini merupakan golongan antipsikosis tipikal yang bekerja dengan
memblokade ,opamine pada reseptor pas!a.sinaptik neuron Otak,
khususnya di sistem limbik dan sistem ektrapiramidal 2,opamine ,$
re!eptor antagonists3 dan e&ekti& untuk gejala positi& ski%o&renia. Adapun
sediaan Ahlorproma%ine adalah tab $5.# mg dengan dosis anjuran #5.
+ mg?h.
0isperidon $ mg, $ D # tab?hari?Oral
Obat ini merupakan golongan antipsikosis merupakan golongan
antipsikosis atipikal yang bekerja dengan bera&initas terhadap ,opamine ,$
0e!eptors dan bera&initas terhadap Serotonin 5 H"$ 0e!eptors 2Serotonin.
dopamine antagonist3 sehingga e&ekti& juga untuk gejala negati& ski%o&renis.
Adapun sediaan 0isperidon adalah tab #.$.7 mg dengan dosis anjuran $.+
mg?h.
"riheDyphenidyl $ mg, $ D # tab?hari?Oral
Obat ini merupakan obat antiparkonson untuk mengurangi gejala
ekstrapiramidal yang dapat mun!ul akibat penggunaan antipsikosis yang
kuat,
Adapun &aktor yang mengarahkan kepada prognosis buruk yaitu onset
muda tidak ada &aktor pen!etus, tidak menikah dan riwayat men!ederai diri
sendiri.
3%
DA6TAR PUSTAKA
&
1arut /K, Fatimawali, Wiyono W). Agustus $#7. Tin-a"an Pen))"naan
Antipsi!oti! pada Pen)o+atan S!i9orenia di R"ma* Sa!it Pro.#.L.
Rat"m+7san) Manado Periode &an"ari /:1;3Maret /:1;. 1urnal )lmiah
Farmasi >:S0A". < 2$3= 7.
Erlina, Soewadi, 4remono ,ibyo. 1uni $#. Determinan Ter*adap Tim+"ln7a
S!i9orenia pada Pasien Ra8at &alan di R"ma* Sa!it &i8a Pro. H+ Saanin
Padan) S"matera Barat. 'erita ;edokteran /asyarakat. <2$+3 = $.
/aslim, rusdi. 'uku saku diagnosis gangguan jiwa. Editor = maslim rusdi.edisi =
))).jakarta $7.bagian ilmu kedokteran jiwa F; unika atma jaya.hal = 4- O 4*
Sado!k ', Sado!k < A. ;aplan I Sado!k. 'uku Ajar 4sikiatri ;linis, Edisi $.
1akarta = E6A. $#
;aplan, Sado!k, 6rebb. Sinopsis 4sikiatri )lmu 4engetahuan 4rilaku 4sikiatri
;linis 1ilid Satu. 1akarta= 'inarupa Aksara, $#.
Aini F :ur.2$##3. 4re(alensi Ski%o&renia 4aranoid ,engangejala Halusinasi ,i
0umah Sakit 1iwa ,r.Soeharto Heerdjan 1akarta "ahun $#. Skripsi F;); >):
Syari& Hidayatullah 1akarta= tidak diterbitkan.
Silbernagl, Ste&an. Lang, Floria. Teks dan $tlas Berwarna (atofisiologi. 1akarta =
E6A. $7
/aramis, F willy ,;;. Ski%o&renia dalam !atatan ilmu kedokteran jiwa. Edisi =
)). 1akarta $*. Airlangga >ni(ersity 4ress.hal = $5* O $-#
/aslim, 0usdi Sp;1.. 4anduan 4raktis= 4engguanaan ;linis Obat 4sikotropik,
Edisi ;etiga. 1akarta = 'agian )lmu ;edokteran 1iwa F;.>nika Atma 1aya. $5
Amir Hussein Anwar.,r,dkk. 'uku penuntun praktis pelayanan kesehatan jiwa.
1akarta 'arat= "im /edis 0umah Sakit 1iwa 4usat. #**+.
;aplan, Sado!k, 6rebb. Sinopsis 4sikiatri )lmu 4engetahuan 4rilaku 4sikiatri
;linis 1ilid Satu. 1akarta= 'inarupa Aksara, $#.
1
DA6TAR PUSTAKA
/aslim, rusdi. 'uku saku diagnosis gangguan jiwa. Editor = maslim rusdi.edisi
= ))).jakarta $7.bagian ilmu kedokteran jiwa F; unika atma jaya.hal = 4-
. 4*
2
Sado!k ', Sado!k < A. ;aplan I Sado!k. 'uku Ajar 4sikiatri ;linis, Edisi $.
1akarta = E6A. $#
;aplan, Sado!k, 6rebb. Sinopsis 4sikiatri )lmu 4engetahuan 4rilaku 4sikiatri
;linis 1ilid Satu. 1akarta= 'inarupa Aksara, $#.
/aramis, F willy ,;;. Ski%o&renia dalam !atatan ilmu kedokteran jiwa.
Edisi = )). 1akarta $*. Airlangga >ni(ersity 4ress.hal = $5* . $-#
/aslim, 0usdi Sp;1.. 4anduan 4raktis= 4engguanaan ;linis Obat 4sikotropik,
Edisi ;etiga. 1akarta = 'agian )lmu ;edokteran 1iwa F;.>nika Atma
1aya. $5
Silbernagl, Ste&an. Lang, Floria. Teks dan $tlas Berwarna (atofisiologi.
1akarta = E6A. $7
Amir Hussein Anwar.,r,dkk. 'uku penuntun praktis pelayanan kesehatan
jiwa. 1akarta 'arat= "im /edis 0umah Sakit 1iwa 4usat. #**+.