You are on page 1of 12

1

MAKALAH
BAHASA RAGAM ILMIAH
(BAHASA INDONESIA)
DISUSUN OLEH
Asteria Ewinda Pratiwi Azhar
Erwin Kurniawan
Isi !auhari
Nurhida"atu##ah B$K
Nura# %anida
Rena Iswari
Su&i Par#iana
'ria(riantini
)AKUL'AS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
!URUSAN PENDIDIKAN KIMIA
UNI*ERSI'AS MA'ARAM
+,-+.+,-/
2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Be#a0an1
Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan dalam masyakat. Tanpa
bahasa kita tidak bisa membayangkan bagaimana cara setiap anggota masyarakat
berinteraksi dan berkomunikasi. Di dunia ini berbagai macam bahasa dari setiap
daerah dan Negara yang tentunya berbeda-beda. Kita bayangkan di Indonesia saja
ada berapa macam bahasa, mulai dari bahasa Sasak, a!a dan masih banyak lagi,
belum lagi setiap bahasa tersebut berbeda di setiap kabupaten dan
pro"insinya,terbukti bah!a Indonesia kaya akan keanekaragaman bahasa. Bahasa
Indonesia sendiri berasal dari bahasa #elayu. Bahasa #elayu sendiri berasal dari
bahasa $ustronesia.
Bahasa sebagai alat komunikasi, bahasa di gunakan dalam berbagai
lingungan, tingkatan, dan kepentingan yang beranekaragam. $kibatnya muncul
berbagai ragambahasa, misalnya ragam bahasa sastra, ragam bahasa berita, ragam
bahasa santai, bahasa ragam ilmiah, yang masing-masing ragam tersebut
mempunyai kaidah yang harus di ikuti. Salah satu ragam yang terdepan dalam
bahasa adalah ragam bahasa ilmiah. $pakah ragam bahasa ilmiah itu% Kita akan
membahasnya dalam makalah yang berjudul &'agam Bahasa Ilmiah( ini. Di sini
kita akan membahas tuntas tentang bahasa ragam ilmiah, mulai dari
pengertiannya, ranah penggunaannya, ciri-ciri bahasa ragam ilmiah, serta contoh
dari bahassa ragam ilmiah tersebut.
)embuatan sebuah karya ilmiah tentunya harus menggunakan bahasa yang
baku dan mudah di pahami oleh semua lapisan masyarakat. Tentuya untuk
3
membuat suatu karya ilmiah kita harus mengerti dengan jelas apa itu bahasa yang
di gunakan dalam pembuatan sebuahh karya ilmiah. 'agam bahasa ilmiah adalah
ja!aban semuanya, kita harus memahami tentang bahasa ragam ilmiah agar bisa
membuat suatu karya ilmiah, apalah artinya sebuah karya ilmiah apabila tidak di
tulis dengan baik dan benar sehingga pembacanya mengerti apa yang di
sampaikan karya ilmiah tersebut. Di sini kami akan memperkenalkan semua
tentang ragam bahasa illmiah.
B$ Ruusan Masa#ah
1. $pa yang di maksud dengan Bahasa 'agam Ilmiah%
2. Di manakahsajakah ranah penggunaan Bahasa 'agam Ilmiah%
3. $pa ciri-ciri dari Bahsa 'agam Ilmiah%
4. $pa contoh dari ciri-ciri Bahasa 'agam Ilmiah%
2$'u3uan
)ada dasarnya pembuatan makalah ini bertujuan untuk lebih mengetahui
tentang &Bahasa 'agam Ilmiah( , sehingga dapat menyusun sebuah karya ilmiah
dengan kaidah penulisan yang benar. Selain itu bisa mengetahui ranah
penggunaan bahasa ragam ilmiah, ciri-ciri ragam bahasa ilmiah, serta contoh
penggunaan bahasa ragam ilmiah.
1
4
BAB II
ISI
A$Pen1ertian Bahasa Ra1a I#iah
'agam bahasa ilmiah merupakan ragam bahasa yang di gunakan untuk
kegiatan yang bersi*at ilmiah. Bahasa ragam ilmiah yang di gunakan dalam
penulisan karya ilmiah harus benar-benar mengikuti kaidah tata bahasa, sehingga
ragam bahasa ilmiah di sebut juga ragam bahasa baku. Sebagai bahasa yang
digunakan untuk memaparkan *akta, konsep, prinsip, teori atau gabungan dari
keempatnya, bahasa Indonesia diharapkan bisa menjadi media yang e*ekti* untuk
komunikasi ilmiah, baik secara tertulis maupun lisan. Selanjutnya, bahasa
Indonesia ragam ilmiah memiliki karakteristik cendikia, lugas dan jelas, bertolak
dari gagasan, *ormal dan objekti*, ringkas dan padat, dan konsisten. )ada bahasa
ragam ilmiah, bahasa bentuk luas dan ide yang disampaikan melalui bahasa itu
sebagai bentuk dalam, tidak dapat dipisahkan.
B$Ranah (en11unaan Bahasa Ra1a I#iah
Bahasa dalam artikel ilmiah memiliki *ungsi yang sangat penting. +al ini
disebabkan bahasa merupakan media pengungkap gagasan penulis. Sebagai
pengungkap gagasan, bahasa dalam artikel ilmiah dituntut mampu
mengungkapkan gagasan keilmuan secara tepat. Sehingga gagasan penulis dapat
di tangkap pembaca secara tepat. Kesalahan penggunaan bahasa dalam artikel
ilmiah menyebabkan gagasan yang disampaikan penulis tidak dapat diterima
pembaca. Boleh jadi pemakaian bahasa yang salah menyebabkan pemahaman
pembaca bertolak belakang dengan gagasan penulis.
Sesuai dengan ranah penggunaannya, bahasa yang dipergunakan dalam
artikel ilmiah adalah bahasa indonesia ilmiah. ,leh sebab itu, kaidah pemakaian
5
bahasa indonasia ilmiah perlu mendapat perhatian khusus. Dilihat dari segi
per*ormansinya, bahasa dalam artikel kimia adalah bahasa tulis. +al ini
disebabkan artikel ilmiah merupakan salah satu bentuk karya tulis. Sebagai bahasa
tulis, kaidah bahasa tulis perlu mendapatkan perhatian khusus pula.
Bahasa ragam ilmiah di gunakan dalam penulisan yang mencakup segala
kegiatan yang bersi*at ilmiah. Dengan demikian, ranah penggunaan bahasa
Indonesia ragam ilmiah mencakup penulisan berikut.
a. -aporan yang berbentuk naskah, seperti artikel, makalah, laporan hasil
penelitian, dan laporan yang berbentuk surat, seperti surat-surat resmi.
b. Skripsi, tesis, dan desertasi.
c. -aporan pekerjaan yang berbentuk surat, atau naskah.
d. -aporan pertanggungja!aban seperti laporan kegiatan, laporan keuangan, dan
laporan pemegang saham.
2$2iri4&iri Bahasa Ra1a I#iah
$dapun contoh bahasa ragam ilmiah dibagi menjadi . kategori, yaitu /
1. 0endikia
Bahasa yang cendikia mampu membentuk pernyataan yang tepat dan
seksama sehingga gagasan yang disampaikan penulis dapat diterima secara
cepat oleh pembaca. Kalimat dalam bahasa cendikia digunakan untuk
mengungkapakan dua buah gagasan yang memiliki hubungan kualitas, dua
gagasan beserta hubungannya tersebut harus tampak secara jelas dalam
susunan kalimat yang me!adahinya.
2. -ugas
)aparan bahasa yang lugas akan menghindari kesalahpahaman dan
kesalahan mena*sirkan isi kalimat dapat dihindarkan. )enulisan yang
bernada sastra perlu dihindari. )enulisan bernada sastra cenderung tidak
mengungkapkan sesuatu secara langsung 1lugas2.
3. elas
3agasan akan mudah dipahami apabila dituangkan dalam bahasa yang
jelas dan hubungan antara gagasan yang satu dengan yang lainnya juga
3
6
jelas. Kalimayt yang tidak jelas, umumnya akan muncul pada kalimat yang
sangat panjang.
4. 4ormal
Bahasa yang digunakan dalam komunikasi ilmiah bersi*at normal. Tingkat
ke*ormalan bahasa dalam tulisan ilmiah dapat dilihat pada lapisan kosa
kata, bentuk kata dan kalimat.
5. ,byekti*
Si*at obyekti* tidak cukupdengan menempatkan gagasan sebagai pangkal
tolak, tetapi di!ujudkan dalam penggunaan kata.
6. Konsisten
5nsur bahasa, tanda baca, dan istilah, sekali digunakan sesuai dengan
kaidah maka untuk selanjutnya digunakan secara konsisten.
7. 'ingkas dan )adat
0iri padat merujuk pada kandungan gagasan yang digunakan dengan
unsure-unsur bahasa karena itu, jika gagasan yang terungkap sudah
memadai dengan unsure bahasa yang terbatas tanpa pemborosan, cirri
kepadatan sudah terpenuhi.
D$25nt5h425nt5h Bahasa Ra1a I#iah
$dapun contoh bahasa ragam ilmiah dibagi menjadi . kategori, yaitu /
1. 0endikia
Bahasa yang cendikia mampu membentuk pernyataan yang tepat dan
seksama sehingga gagasan yang disampaikan penulis dapat diterima secara
cepat oleh pembaca. Kalimat dalam bahasa cendikia digunakan untuk
mengungkapakan dua buah gagasan yang memiliki hubungan kualitas, dua
gagasan beserta hubungannya tersebut harus tampak secara jelas dalam
susunan kalimat yang me!adahinya.
0ontoh /
a) Kemajuan teknologi pada era globalisasi sekarang ini
dikha!atirkan akan terjadi pergeseran moral bangsa Indonesia
terutama pengaruh budaya barat yang masuk ke Indonesia yang
7
dimungkinkan tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan moral
bangsa.
b) )ada era kemajuan teknologi ini dikha!atirkan akan berdampak
pada perubahan nilai-nilai moral bangsa Indonesia, karena
pengaruh budaya barat yang masuk ke Indonesia melalui teknologi
in*ormasi.
Dua contoh ini memperjelas uraian di atas, contoh 1b2 lebih mampu
menunjukan hubungan kualitas, tetapi tidak terungkap pada contoh1a2.
2. -ugas
)aparan bahasa yang lugas akan menghindari kesalahpahaman dan
kesalahan mena*sirkan isi kalimat dapat dihindarkan. )enulisan yang
bernada sastra perlu dihindari. )enulisan bernada sastra cenderung tidak
mengungkapkan sesuatu secara langsung 1lugas2.
0ontoh /
a) )olisi kadangkala atau bahkan sering kena getahnya oleh ulah
demonstran yang tidak bisa dikatakan damai.
b) )olisi kadang-kadang atau bahkan sering terkena akibat ulah
sebagian demonstran yang anarkis.
Kalimat 1a2 merupakan kalimat yang tidak lugas. +al itu tampak pada
pilihan kata kena getahnya dan tidak bisa dikatakan damai. Kedua
ungkapan itu tidak mampu mengungkapkan gagasan secara lugas. Kedua
ungkapan tersebut dapat diganti dengan kata terkena akibat dan anarkis
yang memiliki makna langsung.
3. elas
3agasan akan mudah dipahami apabila dituangkan dalam bahasa yang
jelas dan hubungan antara gagasan yang satu dengan yang lainnya juga
jelas. Kalimayt yang tidak jelas, umumnya akan muncul pada kalimat yang
sangat panjang.
0ontoh /
a) )enanaman budipekerti di kampus merupakan kelanjutan dari
penanaman budipekerti di rumah yang dilakukan melalui mata
kuliah akhlak yang merupakan mata kuliah paling strategis karena
8
langsung menyangkut tentang perilaku dan perangai, juga
diintegrasikan dalam mata kuliah tauhid, al-6ur7an, hadist dan
*i8ih.
b) )enanaman budipekerti di kamous sebenarnya merupakan
kelanjutan dari penanaman budipekerti di rumah. )enanaman
budipekerti di kampus dilakukan melalui mata kuliah akhla8 yang
merupakan mata kuliah yang strategis karena langsung
menyangkuttentang perilaku dan perangai. Disamping itu,
penanaman budipekerti juga diintegrasikan dalam mata kuliah 9
mata kuliah tauhid, al-6ur7an, hadist dan *i8iih.
Kalimat 1b2 tidak mampu mengungkapkan kalimat secara jelas, antara lain
karena kalimat terlalu panjang, kalimat yang panjang itu menyebabkan
kaburnya hubungan antara gagasan yang disampaikan. +al ituberbeda
dengan contoh 1a2, kalimat- kalimatnya pendek sehingga mampu
mengungkapkan gagasan secara jelas. Dalam hal ini tidak berarti dalam
karya tulis ilmiah tidak dibenarkan menggunakan kalimat panjang.
Kalimat panjang boleh digunakan asalkan penulis cermat dalam menyusun
kalimat sehingga hubungan antara gagasan dapat diikuti secara jelas.
4. 4ormal
Bahasa yang digunakan dalam komunikasi ilmiah bersi*at normal. Tingkat
ke*ormalan bahasa dalam tulisan ilmiah dapat dilihat pada lapisan kosa
kata, bentuk kata dan kalimat.
0ontoh /
Kata 4ormal Kata In*ormal
Berkata Bilang
#embuat Bikin
+anya 0uma
Bagi Buat
9
Daripada Ketimbang
0ontoh /
a) Kedudukan pengajaran metodologi penelitian tidak sama dengan
bahasan lain, yaitu seperti ilmu tauhid, ilmu al-6ur7an, ilmu hadist,
ilmu *i8ih, dan ilmu tasa!u*.
b) Kedudukan pengajaran metodologi penelitian tidak sama dengan
pengajaran yang lain, yaitu ilmu tauhid, ilmu al-6ur7an, ilmu
hadist, ilmu *i8ih, dan ilmu tasa!u*.
Kalimat 1b2 mampu mengungkapkan penalaran dengan benar, berbeda
dengan kalimat 1a2. +ubungan penidaksamaan pengajaran metodologi
penelitian dan pokok bahasan lain tidak selaras. )enidaksamaa seharusnya
dilakukan antara )engajaran dan pengajaran bukan dengan yang lainnya.
5. ,byekti*
Si*at obyekti* tidak cukupdengan menempatkan gagasan sebagai pangkal
tolak, tetapi di!ujudkan dalam penggunaan kata.
0ontoh /
a) 0ontoh- contoh itu telah memberikan bukti besarnya peranan orang
tua dalam pembentukan pribadi anak. Dari paparan tersebut
kiranya dapat disimpulkan sebagai berikut.
b) 0ontoh-contoh itu telah memberikan bukti besarnya peranan orang
tua dalam pembentukan kepribadian anak. Dari paparan tersebut
dapat disimpulkan sebagai berikut.
Kalimat 1b2 tidak mengandung unsure subyekti*. Sedangkan kalimat 1a2
kata yang bersi*at subyekti* seperti, betapa dan kiranya.
6. Konsisten
5nsur bahasa, tanda baca, dan istilah, sekali digunakan sesuai dengan
kaidah maka untuk selanjutnya digunakan secara konsisten.
0ontoh /
10
a) 5ntuk mengatasi penumpang yang melimpah menjelang dan usai
lebaran, pengusaha angkutan dihimbau mengoprasikan semua
kendaraan ekstra.
b) 5ntuk penumpang yang melimpah menjelang dan usai lebaran,
telah disiapkan kendaraan yang cukup. )engusaha dihimbau
mengoprasikan semua kendaraan ekstra.
Kalimat 1a2 adalah kalimat yang konsisten karena tepat dalam penggunaan
kata tugas untuk. Sedangkan kalimat 1b2 bukan kalimat yang konsisten.
7. 'ingkas dan )adat
0iri padat merujuk pada kandungan gagasan yang digunakan dengan
unsure-unsur bahasa karena itu, jika gagasan yang terungkap sudah
memadai dengan unsure bahasa yang terbatas tanpa pemborosan, cirri
kepadatan sudah terpenuhi.
0ontoh /
a) Nilai religius di atas menjadi menjadi pedoman bagi setiap !arga
negara Indonesia.
b) Nilai religious sebagaimana tersebut pada paparan diatas menjadi
pedoman dan dasar pegangan hidup dan kehidupan bagi setiap
!arga negara Indonesia.
Kalimat 1a2 termasuk bahasa ilmiah yang ringkas dan padat, sedangkan
kalimat 1b2 adalah bahasa yang tidak ringkas. +adirnya kata sebagaimana
tersebut pada paparan dan kata dan dasar pegangan hidup dan kehidupan
tidak member makna yang berarti. Dengan demikian hadirnya kata-kata
tersebut muba:ir.
11
BAB III
PENU'UP
Kesi(u#an
Dari pemaparan tentang ragam bahasa ilmiah di atas dapat di simpulkan
bah!a/
1. 'agam bahasa ilmiah merupakan ragam bahasa yang digunakan pada
keiatan ilmiah.
2. 'agam bahasa ilmiah memiliki karakteristik yaitu/ cendikia, lugas dan
logis, jelas, objekti*, *ormal, konsiten, ringkas dan padat.
3. 'agam bahasa ilmiah merupakan sarana untuk mengungkapkan pola
pikir atau gagasan secara ilmiah sehingga ragam bahasa ilmiahh di
sebut juga ragam bahasa baku.
4. 'agam bahasa ilmiah dapat di gunakan pada kegiatan resmi seperti/
pidato resmi, dak!ah, ataupun berbicara dengan orang yang patut di
hormati.
5. 'agam bahasa ilmiah di gunakan saat penulisan !acana teknis, seperti/
karya ilmiah, laporan kegiatan, dan artikel.
11
12
Da6tar Pusta0a
Nin1sih7 Sri$ d00$ +,,8. Bahasa Indonesia Untuk Mahasiswa$ 951"a0arta$
Pener:it Ardi$
http ://edukasi.kompasiana.com/2011/11/08/mengenal-bahasa-agam-ilmiah/.
!i akses 0"-10-2012 20.00
http://niutnicha.blogspot.com/2012/02/agam-bahasa.html. !i akses 0"-10-2012
20.10