You are on page 1of 19

SIRUP

 Kelompok 1
Fadillah Sa’di Ekapriana (1112102000001)
Amelia Gustin (1112102000017)
Anisa Fadhilah M (1112102000021)
Yunica Sri Hapsari (1112102000054)
Dian Aulia Rahma (1112102000057)
Dian Mutia (1112102000076)
Sirup adalah sediaan cair berupa larutan yang mengandung sakrosa. Kecuali
dinyatakan lain, kadar sakrosa,
C12H22O11, tidak kurang
dari 64,0 % dan tidak lebih dari 66,0%.

Sirup adalah larutan pekat gula atau gula lain yang cocok yang didalamnya
ditambahkan obat atau zat wewangi, merupakan larutan jernih berasa manis.
Dapat ditambahkan gliserol, sorbitol atau poli alkohol yang lain dalam jumlah
sedikit, dengan maksud selain untuk menghalangi pembentukan hablur
sakarosa, juga dapat meningkatkan kelarutan obat.
Sirup dibagi menjadi 2, yaitu:

1.Nonmedicated or flavored vehicles Syrup (sirup bukan obat)
ex : - Cherry syrup
- Sirup Akasia
- Sirup Aurantii


2. Medicated Syrup (sirup obat)
ex :
•Sirup antihistamin - Chlor-trimeton Allergy syrups
untuk pencegahan, pengobatan untuk reaksi alergi
•Sirup antipsychotic –
Celexa (forest), untuk depresi
Risperdal (janssen), pengobatan schizophrenia
•Sirup expectorant - Sirup Thymi
sirup yang kerjanya sebagai pengencer dahak, meningkatkan
volume secret bronchial,
•Sirup antitusive - Sirup codein
•Sirup antihelmentik - Sirup Piperazin
•Sirup antibiotic - Sirup kloramfenikol


Con’t…

•Sirup antitusive - Sirup codein
sirup yang cara kerjanya sebagai penekan batuk. Antitusif
bekerja pada pusat pengendali batuk di medulla untuk menekan
reflek batuk
•Sirup antihelmentik - Sirup Piperazin
sirup untuk obat cacing
•Sirup antibiotic - Sirup kloramfenikol


1.Gula, biasanya sukrosa atau pengganti gula digunakan untuk memberi rasa
manis dan kental
2. Pengawet anti mikroba. Diantara pengawet-penagawet yang umum
digunakan sebagi sirup denga konsentrasi lasim yang efektif adalah : asam
benzoat (0,1-0,2 %), natrium benzoat (0,1-0,2 %) dan berbagi campuran metil-
,profil,dan butil paraben (total ± 0,1 %). Sering kali alkohol digunakan dalam
pembuatan sirup untuk membantu kelarutan bahan-bahan yang larut dalam
alkohol, tetapi secara normal alkohol tidak ada dalm produk akhir dalm jumlah
yang dianggap cukup sebagai pengawet (15-20 %).

3. Pembau
4. Pewarna. Untuk menambah daya tarik sirup, umumnya digunakan zat pewarna yang
berhubungan dengan pemberi rasa yang digunakan ( misalnya hijau untuk rasa permen, coklat
untuk rasa coklat dan sebaginya). Pewarna yang digunakan umum larut dalam air, tidak
bereaksi dengan komponen lain dari sirup, dan warna stabil pada kisaran pH dan dibawah
cahaya yang intensif sirup tersebut mungkin menjadi enounter selama masa penyimpanan.

5. Perasa. Hampir semua sirup disedapkan dengan pemberi rasa buatan atau bahan-bahan
yang berasal dari alam seperti minyak-minyak menguap (contoh : minyak jeruk), vanili dan lain-
lainnya. Untuk membuat sirup jamin yang sedap rasanya. Karena sirup adalah sediaan air,
pemberi rasa ini harus mempunyai kelarutan dalam air yang cukup. Akan tetapi, kadang-kadang
sejumlah kecill alkohol ditambahkan kesirup untuk menjamin kelangsungan kelarutan dari
pemberi rasa yang kelarutannya dalam air buruk.

6. Biasanya untuk untuk sirup yang dibuat dalam
perdagangan,mengandung pelarut-pelarut khusus,pembantu
kelarutan,kental,dan stabilisator.

Cara Pemisahan
1.Kromatografi
cara pemisahan zat khasiat dan zat lain yang ada dalam sediaan
untuk memisahkan komponen berupa molekul yang berada pada larutan.
Pemisahan ini berupa pola pergerakan antara fase gerak dan fase diam.
Kromatografi yang biasa digunakan salah satunya adalah KLT
KLT digunakan untuk pemisahan senyawa secara cepat menggunakan zat penyerap
berupa serbuk halus yang dilapiskan rata pada lempeng kaca. Pemisahan dapat didasarkan
pada penyerapan, pembagian atau penggabungannya, tergantung dari zat penyerap dan
cara pembuatab lapisan penyerap dan jenis pelarut.

2. Sentrifugasi
cara pemisahan dengan gaya sentrifugasi untuk sedimentasi campuran menggunakan
mesin pemusing. Pemusingan membentuk endapan, menyisakan cairan supernatan yang
dapat diambil dengan dekantasi.
3.Kristalisasi
cara pemisahan kimia dimana akan terjadi pemisahan atau perpindahan masa dari
suatu zat terlarut dari cairan larutan ke fase kristal padat

4.Destilasi
cara pemisahan berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan penguapan
bahan.

5.Elektroforesis
metode analisa fisika yang didasarkan atas perpindahan partikel bermuatan, terlarut,
atau terdispersi akibat pengaruh medan listrik.

6.Ekstraksi
cara pemisahan berdasarkan perbedaan kelarutan terhadap dua cairan tidak saling
larut yang berbeda.

Kandungan Zat Aktif
Berdasarkan penggolongannya
Medicated Syrup (sirup obat) Yaitu
merupakan sirup yang mengandung satu atau lebih bahan obat.
Sirup obat berupa preparat yang sudah distandarisasi, dapat
diberikan berupa obat tunggal atau dikombinasikan dengan obat
lain.
Flavored Syrup (sirup korigen/pembawa)
Biasanya tidak digunakan untuk tujuan medis, namun mengandung berbagai bahan
aromatis atau rasa yang enak dan digunakan sebagai larutan pembawa atau pemberi
rasa pada berbagai sediaan farmasi lainnya, misalnya sebagai penutup rasa pahit pada
Vitamin B Kompleks yang diberikan kepada bayi atau anak-anak. Sirup golongan ini,
mengandung berbagai bahan tambahan, misalnya bahan antioksidan (antioxidant
agent), pengawet (preservative agent), pewarna (coloring agent), pemberi rasa
(flavoring agent), dan bahan pelarut (diluting agent
Medicated Syrup [Ada 5 ] (sirup obat)
A. Sirup sebagai ekspektorans
 Sirup Thymi.
 Sirup Thymi et Serpylli = Sirop Thymi Compositus.
 Sirop Althae.
B. Sirup sebagai antitusif:
 Sirup Codeini, mengandung 2 mg Codein/ml sirop.
C. Sirup sebagai anthelmintik:
 Sirup Piperazini, mengandung 1 g Piperazine dalam
bentuk hexahydrat/citrat dalam tiap 5 ml sirop.
D. Sirup sebagai antibiotik
 Sirup Kanamycin, mengandung 50 mg/ml.
 Sirup Chloramphenicol, umumnya mengandung 25 mg/ml.
 Sirup Ampicillin, umumnya mengandung 25 mg/ml.
 Sirup Amoxycillin, umumnya mengandung 25 mg/ml.
 Sirup Cloxacillin, umumnya mengandung 25 mg/ml.
E. Dry Syrup berupa campuran obat dengan sakarosa,
harus dilarutkan dalam jumlah air tertentu sebelum dipergunakan.
Keuntungan sirup kering dari pada sirup cairan, biasanya sirup
kering dapat tahan disimpan lebih lama. Contohnya Ampicillin
trihydrate “dry syrup”, ekivalen dengan 25 mg/ml sirup cairan kalau
sudah dilarutkan dalam jumlah air yang ditentukan.

Flavoured Syrup (sirup
korigen/pembawa)
ditambahkan sebagai korigens rasa untuk obat
minum, cukup dalam jumlah 10-20 ml untuk tiap 100
ml larutan obat. Sirup yang sering dipakai sebagai
korigens-rasa
 Sirup Simpleks, mengandung 65% gula dalam
larutan nipagin 0,25% b/v.
 Sirup Aurantii, terutama untuk bahan obat yang
rasanya pahit.
 Sirup Rubi Idaei, terutama untuk bahan obat yang
rasanya asam.

Contoh-contoh Sediaan Sirup
a. Ferrosi Iodidi Sirupus
Mengandung :
* ferrum pulveratum
* Iodium
* acidum citricum
* sakarosa
Guna acidum citricum adalah untuk mempercepat inversi
sakarosa, menjadi glukosa dan fruktosa yang merupakan reduktor
kuat yang berguna untuk mencegah oksidasi ferro lodidum.
 B. Sirupus Simplex = Sirup Gula
Mengandung :
• Sakarosa
• metil paraben 0,25 %
• Pemerian : cairan jernih, tidak berwarna

 C. Auranti Sirupi = Sirup Jeruk Manis
Mengandung :
* kulit buah jeruk manis yang telah dipotong kecil-kecil
* metil paraben 0,25%
* gula
* Pemerian : cairan kental, jernih, warna coklat, bau khas
aromatik.
Sirupus Thymi = Sirup Thymi
Mengandung :
• herba thimi
• Pemerian : sirup warna coklat, bau dan rasa seperti thymi
• Sirup-sirup yang tercantum dalam FI edisi III
 1. Chlorpheniramini maleatis sirupus
 2. Cyproheptadini hydrochloridi sirupus
 3. Dextrometorphani hydrobromidi sirupus
 4. Piperazini citratis sirupus
 5. Prometazini hydrochloridi sirupus
 6. Methidilazini hydrochloridi sirupus
 7. Sirupus simplex yang dibuat dengan melarutkan 65 bagian
sacharosa dalam larutan metil paraben secukupnya hingga diperoleh 100
bagian sirup.