You are on page 1of 12

BUDIDAYA TANAMAN OBAT

TANAMAN PEKARANGAN

Mengkudu (Morinda citrifolia L.)
Jarak Pagar (J atropha curcas L.)
Sereh (Cymbopogon citratus)






I GUSTI NGURAH HADI SUTAWIJAYA
G70114230













PROGRAM STUDI S1 FARMASI KELAS NONREGULER
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU-2014
1


A. Mengkudu (Morinda citrifolia L.)
Tanaman mengkudu tergolong tanaman yang serba guna. Tanaman ini dapat
dijadikan penghias halaman atau di kebun secara khusus sepeti di lahan kering. Bagian
tanaman yang paling penting dalam kehidupan sehari-hari adalah daun dan buahnya. Daun
mengkudu mempunyai rasa yang sedikit pahit, tetapi mempunyai kandungan vitamin A
yang tinggi hampir sama dengan daun kacang panjang, daun katuk, daun singkong, wortel,
dan daun pepaya. Buah mengkudu stadium muda dapat digunakan sebagai rujak. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa zat penting yang terkandung dalam buah mengkudu terdiri
atas terpenoid, pewarna, anti bakteri, asam glukuronat, gum arab, galaktosa, arabinosa,
rhamnos, nutrisi, skopoletin, zat anti kanker (damnacanthal) dan xeronine serta
proxeronine.


2

Daun mengkudu dapat dimanfaatkan sebagai sayuran, antara lain pepes daun
mengkudu, urap, gilai dan lalap matang. Atau bisa juga hanya dengan direbus dan dimakan
dengan sambal. Sedangkan buah mengkudu dapat diolah menjadi sari buah (jus)
mengkudu dan dodol mengkudu.
Selain dimanfaatkan sebagai sayuran, mengkudu dapat juga digunakan sebagi
penyembuh penyakit. Daun muda mengkudu berkhasiat sebagai anti kanker, obat peluruh
empedu, sakit ginjal, hipertensi, luka, masuk angin (sebagai tapal di perut), disentri,
diabetes melitus, jantung koroner, kolesterol tinggi dan meningkatkan stamina. Klasifikasi
mengkudu yaitu :
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Gentianales
Famili : Rubiaceae
Genus : Morinda
Spesies : Morinda citrifolia L.
Tanaman mengkudu dapat tumbuh baik pada daerah dataran rendah dengan
ketinggian 0-500 m dpl, suhu udara antara 22-30 C, namun masih dapat tumbuh hingga
suhu 32C. kelembaban udara (RH) antara 50-70 %. Curah hujan antara 2.000-
3.000mm/tahun, dan cukup mendapat sinar matahari. Mengkudu toleran terhadap naungan
atau keadaan teduh, sehingga cocok ditanam di pekarangan. Mengkudu menghendaki pH
antara 5.5-6.5 dengan struktur subur, banyak mengandung humus, memiliki aerasi dan
drainase yang baik. Jenis tanah yang cocok bagi pertumbuhan mengkudu adalah alivial,
latosol, dan podsolik merah kuning. Budidaya mengkudu dilakukan dengan beberapa
tahap sebagai berikut.

3

1) Penyiapan Bibit Tanaman
Bibit mengkudu dapat diperoleh dari perbanyakan generatif dan vegetatif. Pohon
induk harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : memiliki pertumbuhan yang subur
dan normal, berumur antara 3-5 tahun, dan produktif berbuah. Secara generatif yaitu
dengan menggunakan biji, sedangkan vegetatif dapat dengan menggunakan setek
batang atau cabang. Sampai saat ini belum ada data hasil penelitian yang berkaitan
dengan teknologi pembibitan tanaman mengkudu. Meskipun demikian, perbanyakan
dapat dilakukan dengan pencangkokan batang atau cabang.
2) Penyiapan Lahan
Lahan untuk budidaya mengkudu berupa lubang tanam. Ukuran dan jarak lubang
tanam sangat bervariasi. Dapat dipilih dari 30cm x 30cm x 30cm; 40cm x 40cm x 40cm
atau 60cm x 60cm x 60cm; dengan jarak 2.5m x 2m; 4m x 4m; atau 5m x 5m, tergantung
tingkat kesuburan tanah. Lubang tanam dibuat 15 hari sebelum penanaman.
3) Penanaman
Pada saat penanaman dan pengembalian tanah ke dalam lubang, terlebih dulu
tanah tersebut dicampur dengan pupuk kandang sebanyak 20-40 kg/lubang. Penanaman
dengan membuang polibag tetapi usahakan agar tanah dalam polibag tidak hancur dan
pecah. Setelah penanaman, dilakukan penyiraman untuk menjaga kelembaban tanah
dan mempercepat tanah menempel pada akar mengkudu.
4) Pemeliharaan
a) Penyiangan dan Penggemburan Tanah
Penyiangan dapat dilakukan sebulan sekali atau tergantung intensitas gulma
yang ada. Penggemburan tanah dilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk
menjamin perakaran tumbuh baik.

4

b) Pengairan
Pengairan dilakukan secara kontinyu, terutama pada fase awal pertumbuhan.
Kemudian dikurangi secara bertahap atau disesuaikan dengan keadaan tanah. Yang
terpenting adalah tanah jangan sampai kekeringan.
c) Pemupukan
Pupuk yang diberikan berupa pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik
diberikan 6-8 kali setahun masing-masing 20-40 kg. Sedangkan pupuk anorganik
diberikan 1-2 kali sebulan dengan dosis 100-300 gr/pohon campuran urea, SP-36,
dan KCl; atau NPK sebanyak 300-500 gr/pohon. Pada fase pembuahan sebaiknya
diberi pupuk SP-36 dosis lebih tinggi agar kontinyu berbuah.
d) Pembentukan Pohon
Pembentukan pohon dengan memangkas cabang, ranting yang terlalu rimbun
dan tidak sehat agar C/N rasio dalam tubuh tanaman seimbang sehingga tanaman
produktif berbuah.
e) Proteksi Tanaman
Proteksi dilakukan terhadap hama dan penyakit. Hama yang sering menyerang
adalah semut, kutu putih, dan kutu daun. Sedangkan penyakit yang sering muncul
adalah bercak daun dan kapang jelaga.
5) Panen
Panen pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 2 tahun. Pembuahan tarjadi
secara kontinyu sepanjang tahun. Panen dapat dilakukan sampai 8 kali sebulan,
sehingga dalam setahun dapat panen 88 kali.produktivitas buah per pohon adalah 5 kg
setiap kali panen. Jika populasi tanaman tiap hektarnya 400 pohon, maka produksi
buah per tahun adalah 176 ton panen paling baik dilakukan pagi atau sore hari. Panen
dilakukan dengan petik pilih menggunakan tangan karena buah yang matang rentan
5

rusak dan penyok. Adapun karakteristik buah tua adalah ukurannya maksimum, kulit
buah berwarna keputih-putihan dan terdapat benjolan atau bekas kelopak bunga
berwarna coklat atau kehitam-hitaman. Penangan pasca panen pun harus sesegera
mungkin untuk menghindari kerusakan buah, karena buah tua banyak mengandung air.
B. Jarak Pagar (J atropha curcas L.)
Tanaman jarak pagar termasuk perdu dengan tinggi 1 7 m, bercabang tidak teratur.
Batangnya berkayu, silindris dan bila terluka akan mengeluarkan getah. Klasifikasi
tanaman jarak pagar yaitu :
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Euphorbiaceae
Genus : Jatropha
Spesies : Jatropha curcas L.
Tanaman jarak pagar berdaun tunggal, berlekuk dan bersudut 3 atau 5. Daun tersebar
di sepanjang batang. Permukaan daun atas dan bawah berwarna hijau, permukaan bawah
warnanya lebih pucat dibanding permukaan atasnya. Daun lebar dan berbentuk jantung
atau bulat telur melebar dengan panjang antara 5 15 cm. Helai daun bertoreh, berlekuk
dan ujungnya meruncing. Tulang daun menjari dengan jumlah 5 7 tulang daun utama.
Daunnya dihubungkan dengan tangkai daun, panjang tangkai daun 4 15 cm.
Bunga tanaman jarak pagar adalah bunga majemuk berbentuk malai, berwarna
kuning kehijauan, berkelamin tunggal dan berumah satu (putik dan benang sari dalam satu
tanaman). Bunga betina 4 5 kali lebih banyak dari bunga jantan. Bunga betina dan bunga
jantan tersusun dalam rangkaian berbentuk cawan yang tumbuh di ujang batang atau ketiak
daun. Bunga memiliki 5 kelopak berbentuk bulat telur dengan panjang kurang lebih 4 mm.
6

Benang sari mengumpul pada pangkal dan berwarna kuning. Tangkai putik pendek
berwarna hijau dan kepala putik melengkung keluar berwarna kuning. Bunganya
mempunyai 5 mahkota berwarna keunguan. Setiap tandan terdapat lebih dari 15 bunga.
Tanaman jarak pagar termasuk tanaman monoecious dan bunganya uniseksual.
Kadangkala muncul hermaprodit yang berbentuk cawan berwarna hijau kekuningan.
Buah jarak pagar berupa buah kotak berbentuk bulat telur dengan diameter 2 4 cm.
Panjang buah 2 cm dengan ketebalan sekitar 1 cm. Buah berwarna hijau ketika muda serta
abu-abu kecoklatan atau kehitaman ketika masak. Buah jarak terbagi menjadi 3-5 ruang,
masing-masing berisi satu biji sehingga tiap buah terdapat 3-5 biji. Biji berbentuk bulat
lonjong dan berwarna coklat kehitaman. Biji inilah yang banyak mengandung minyak
dengan rendemen mencapai 30% - 50% dan mengandung toksin sehingga tidak dapat
dimakan.


7

Tanaman jarak mudah beradaptasi terhadap lingkungan tumbuhnya, dapat tumbuh
pada tanah yang kurang subur, tetapi memiliki drainase baik, tidak tergenang, dan pH
tanah 5.0 6.5. Kegiatan persiapan lahan meliputi pembukaan lahan (land clearing),
pengairan dan pembuatan lubang tanam. Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari
semak belukar terutama di sekitar calon tempat tanam. Pengairan dilakukan dengan
menancapkan air (dari bambu atau batang kayu) dengan jarak tanam disesuaikan dengan
jumlah tanaman yang direncanakan. Penanaman dengan jarak tanam 2x3 m (1660
pohon/ha), 2 x 2 m (2500 pohon/ha) atau 1.5 x 2 m (3330 pohon/ha). Pada areal yang
miring sebaiknya digunakan sistem kontur dengan jarak dalam barisan 1.5 m. Lubang
tanam dibuat dengan ukuran 40 cm x 40 cm x 40 cm.
Bahan tanaman dapat berasal dari stek cabang atau batang, maupun benih. Jika
menggunakan stek dipilih cabang atau batang yang telah cukup berkayu. Sedangkan untuk
benih dipilih dari biji yang telah cukup tua yaitu diambil dari buah yang telah masak
biasanya berwarna hitam. Pembibitan dapat dilakukan di polibag atau di bedengan. Setiap
polibag diisi media tanam berupa tanah lapisan atas (top soil) dan dapat dicampur pupuk
kandang. Setiap polibag ditanami 1 (satu) benih. Tempat pembibitan diberi naungan / atap
dengan bahan dapat berupa daun kelapa, jerami atau paranet . Lama di pembibitan 2 3
bulan.
Kegiatan yang dilakukan selama pembibitan antara lain penyiraman (setiap hari 2
kali pagi dan sore), penyiangan, dan seleksi. Penanaman dilakukan p ada awal atau selama
musim penghujan sehingga kebutuhan air bagi tanaman cukup tersedia. Bibit yang ditanam
dipilih yang sehat dan cukup kuat serta tinggi bibit sekitar 50 cm atau lebih. Penanaman
dapat juga dilakukan secara langsung di lapangan (tanpa pembibitan) dengan
menggunakan stek cabang atau batang.
8

Pemupukan dapat dilakukan sesuai tingkat kesuburan tanah setempat. Pemberian
pupuk organik disarankan untuk memperbaiki struktur tanah. Pemangkasan dilakukan
bertujuan untuk meningkatkan jumlah cabang produktif. Pemangkasan batang dapat mulai
dilakukan pada ketinggian sekitar 20 cm dari permukaan tanah untuk meningkatkan
jumlah cabang. Pemangkasan dilakukan pada bagian batang yang telah cukup berkayu
(warna coklat keabu-abuan).
Mulai berbunga setelah umur 3 4 bulan, sedangkan pembentukan buah mulai pada
umur 4 5 bulan. Pemanenan dilakukan jika buah telah masak, dicirikan kulit buah
berwarna kuning dan kemudian mulai mengering. Biasanya buah masak setelah berumur
5 6 bulan. Tanaman jarak pagar merupakan tanaman tahunan jika dipelihara dengan baik
dapat hidup lebih dari 20 tahun. Cara pemanenan dengan memetik buah yang telah masak
dengan tangan atau gunting. Produktivitas tanaman jarak berkisar antara 3.5 4.5 kg biji /
pohon / tahun. Produksi akan stabil setelah tanaman berumur lebih d ari 1 tahun..
C. Sereh (Cymbopogon citratus)
Tanaman sereh atau sering juga disebut sereh wangi, sereh dapur; merupakan
keluarga Gramineae. Nama botani untuk sereh adalah Cymbopogon citratus.
Diperkirakan merupakan tanaman asli di wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara.
Tanaman ini banyak dibudidayakan di Indonesia, juga di India bagian selatan, Srilangka,
dan Malaysia. Cymbopogon citratus adalah tanaman menahun dengan tinggi antara 50-
100 cm. Memiliki daun tunggal berjumbai yang dapat mencapai panjang daun hingga 1 m
dan lebar antara 1,5 - 2 cm. Tulang daun sejajar dengan tekstur permukaan daun bagian
bawah yang agak kasar. Batang tidak berkayu dan berwarna putih keunguan. Memiliki
perakaran serabut. Tanaman ini tumbuh berumpun. Sereh termasuk jenis tanaman perenial
yang tumbuh dengan cepat (fast growing). Tinggi tanaman dewasa dapat mencapai sekitar
1 meter. Tanaman tropis ini dapat tumbuh dengan baik pada kisaran suhu antara 10 hingga
9

33C dengan sinar matahari yang cukup. Pertumbuhan tanaman yang baik dapat
dipereoleh pada daerah dengan curah hujan berkisar antara 700-3000 mm dengan hari
hujan tersebar cukup merata sepanjang tahun. Tanaman sereh dari spesies Cymbopogon
citratus dapat tumbuh dengan optimal hingga ketinggian 1000 meter dpl. Penanaman pada
tanah dengan pH antara 5-7 dan memiliki drainase yang baik merupakan kondisi yang
cukup ideal bagi sereh. Klasifikasi tanaman sereh yaitu :
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Subkelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Cymbopogon
Species : Cymbopogon citratus
Untuk mengawali budidaya tanaman sereh dapat mengikuti cara menanam sereh berikut
ini :
10


1) Siapkan anakan sereh lengkap mulai dari pangkal batang hingga daun, pisahkan jika ingin
menanam dalan pot, sediakan pot dengan diameter 40-50.
2) Bersihkan lahan yang ingin ditanam kemudian tanam di lobang dengan kedalaman 10 cm.
Jika ingin menanam sereh dalam pot maka isi pot dengan tanah, sekam pupuk.
Komposisinya 1/3, masukkan tanah dalam pot tanam anakan sereh ke dalam pot, siram lalu
letakkan di tempat yang terkena sinar matahari.
3) Siram tanaman setiap pagi dan sore hari jika tidak hujan.
4) Lakukan penimbunan jika anakan sudah banyak agar pertumbuhannya tetap bagus.
5) Dalam waktu 5-6 bulan sudah dapat dilakukan pemanenan.
Sedangkan untuk cara menanam sereh di pot adalah dengan menyiapkan anakan sereh,
pisahkan jika ingin menanam dalan pot, sediakan pot dengan diameter 40-50. Selanjutnya
siapkan tanah, sekam pupuk. Komposisinya 1/3, masukkan tanah dalam pot tanam anakan
sereh ke dalam pot, siram lalu letakkan di tempat yang terkena sinar matahari.
Jika ingin menanam di tanah cari lokasi yang terkena sinar matahari dengan menggali
tanah hingga kedalaman 15-20 cm diamkan selama 3-4 hari, setelah siap semuanya masukkan
anakan sereh kedalam tanah yang sudah digali tersebut dan tutup dengan tanah yang telah
dicampur pupuk kandang dan sekam.







11

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2007. Budidaya Tanaman Mengkudu. Dilihat 15 Oktober 2014.
<http://yprawira.wordpress.com/budidaya-aneka-tanaman-mengkudu/>.
Anonim. 2012. Cara Mudah Menanam Sereh. Dilihat 15 Oktober 2014. < http://www.g-
excess.com/cara-mudah-menanam-serai.html>.
Djauhariya et al., 2012. Status Perkembangan Teknologi Tanaman Mengkudu. Balai Penelitian
Tanaman Obat dan Aromatik. Jakarta.
Irwanto. 2006. Pengembangan Tanaman Jarak (Jatropa curcas L) sebagai Sumber Bahan
Bakar Alternatif. Dilihat 15 Oktober 2014. < http ://www.irwantoshut.com>.
Pesta. 2006. Cara Sederhana Jarak Pagar (Jatropha curcas) Sang Primadona. Denpasar.
Sumiarta et al., 2012. Budidaya dan Pasca Panen Tanaman Sereh (Cymbopogon citratus).
Pusat Studi Ketahanan Pangan Universitas Udayana. Bali