You are on page 1of 6

Virchow’s Triad

What is Virchow's Triad?
In 1856, Dr. Rudolf Virchow first proposed how three distinct physiological variables could
lead to the formation of clot in blood vessels. As shown in the above graphic, each of these
factors can form clot on its own; however, the risk for thrombosis dramatically increases
when two or three variables are in effect at the same time. This theory came to be known as
“Virchow’s Triad”. Over a century later, his principles are still used today by physicians
treating patients and inventors developing new therapies for Deep Vein Thrombosis and
Pulmonary Embolism.
The Three “Pillars” Of Virchow’s Triad Are
Stasis is the circumstance when blood flow is altered, interrupted, or slowed down. Most
often stasis occurs when patients are sitting, as when stuck at desk or a plane seat, and the
blood pools in the legs. People with low resting heart rates, such as athletes, are also more
likely to have slow moving blood in their legs when not moving.

Injury to a Vessel Wall can occur from shear stressing, which can occur during athletic
activity, or from trauma such as surgery or an accident. The body typically has an
inflammatory response to these injuries which activates platelets to begin “clumping” at the
site of the injury.

Hypercoagulability is the condition when the blood chemistry changes and makes the blood
more prone to clot. Obesity, smoking and birth control are some of the major factors in the
incidence of hypercoagulability. It can also arise from a person’s genetic make up, illnesses,
and trauma.

Hemaglide™ Is The ONLY Supplement Available That
Boosts Circulation By Targeting All Three Pillars of
Virchow's Triad.
Hemaglide's comprehensive approach delivers added
forms of protection compared to taking a single compound such as aspirin. Every active
ingredient in Hemaglide was selected based on its peer reviewed science and demonstrated
safety and effectiveness:
Vitamin E + Vitamin C => Hypercoagulability
Vitamin E is a natural anticoagulant; vitamin C increases its potency
Quercetin => Injury to a Vessel Wall
Quercetin has anti-platelet properties
Nattokinase + Raspberry Extract => Stasis
Nattokinase and raspberry extract have fibrinolytic properties that dissolve clot as it forms.
(Hemaglide uses a specially prepared Nattokinase that has Vitamin K removed.)








Thrombosis vena, trias Virchow dan masalah dalam
hidup kita
Posted November 14, 2008 by viranda in read the medical life, read the mind.
Ditandai:hematologi, hikmah, kedokteran, trombosis. 11 Komentar

12 November 2008
Modul emergency… dapat tugas bikin presentasi kasus (preskas) ttg thrombosis vena…
walaupun menurut saya agak ngejelimet, ternyata ada inspirasi unik dari patofisiologi
peristiwa patologis ini… sebuah pengingat buat kefuturan yang sedang melanda…
Thrombosis adalah pembentukan bekuan darah dalam pembuluh darah, bekuannya namanya
trombus. Fungsi utamanya adalah sebagai sumbat untuk mencegah perdarahan, sehingga
kalau ada luka, darah ga ngucur terus menerus. Trombus tampak kecil mungil dan baik hati,
tapi ternyata bisa berefek berbahaya bagi tubuh kita. Ia bisa menyebabkan sumbatan
pembuluh darah dan bisa jalan2 di jalur pembuluh darah kita dengan nama “emboli”.
Pembuluh darah yang jadi korban bisa berupa pembuluh arteri maupun vena. Kalau yang
kena arteri (yang tugasnya mengirim darah kaya oksigen ke seluruh tubuh) inilah yang bisa
jadi biang keladi peristiwa serangan jantung, stroke, dll. Kalau yang kena vena permukaan,
mungkin masih belum jadi masalah. Tapi kalau yang kena vena dalam (paling sering di vena
di betis), Si thrombus yang jadi emboli bisa main2 ke jantung kanan, lalu dipompa ke paru
dan… nyangkut di situ… jadilah emboli paru… penderita akan sesak, dan bisa timbul
komplikasi kardiopulmoner lainnya… bahkan sampai mengancam jiwa… Di Amerika,
thrombosis merupakan penyebab utama kematian dengan angka kematian sekitar 2 juta
penduduk setiap tahun akibat thrombosis arteri, vena, dan komplikasinya (di indo gimana?
Sepertinya belum ada datanya… ^.^). Ga nyangka, ya, si kecil mungil itu bisa bikin masalah
sebesar itu…
Adalah Virchow, yang pada abad XIX, berhasil menemukan rahasia di balik terbentuknya si
thrombus kecil itu… Sederhananya, thrombosis muncul karena adanya 3 faktor yang
mempengaruhi, namanya Trias Virchow. Apa aja? 1) factor pembuluh darah 2) factor aliran
darah 3)aktivasi koagulasi darah.
Buat yang pertama, kerusakan di dinding pembuluh darah bisa menimbulkan reaksi
pembekuan darah yang berusaha membuat sumbat supaya darah ga keluar banyak dari
pembuluh darah. Kalau hal ini terjadi berlebihan, terjadi, deh si thrombus. Selain itu, sel
pelapis pembuluh darah punya zat pencegah thrombosis sehingga kerusakan sel bisa
menghambat pelepasan zat2 tersebut.
Yang kedua, factor aliran darah, merupakan yang paling sering menjadi penyebab thrombosis
vena. Aliran darah yang statis menyebabkan darah lebih mudah membeku. Yang bikin aliran
statis ini bisa karena kegagalan katup vena yang ujung2nya bikin darah menumpuk di kaki
dan jadi bengkak atau karena imobilisasi, seperti pada kaki yang ga digerakkan.
Yang ketiga, aktivasi koagulasi alias pembekuan darah itu sendiri. Bisa karena masalah di
trombositnya atau di faktor2 pembekuan darahnya.
Trus, apa yang mau saya omongin di sini? Allah SWT sungguh menitipkan suatu pesan yang
penting dari kisah thrombosis ini…
Kita bayangkan thrombus kecil itu adalah masalah apapun dalam hidup kita. Mungkin
awalnya, ia adalah masalah kecil, yang ga disadari, atau malah kita remehkan. Tapi, ternyata
bila ia dibiarkan berlarut2, ia bisa terus berjalan, akhirnya dapat menimbulkan masalah besar,
yang kita ga sadari sebelumnya. Bahkan bisa mengancam hal penting dalam diri kita! Seperti
kesalahan2, kemalasan2, dan kelalaian2 kecil dari diri kita, suatu saat dapat menjadi
penyebab kita jatuh, atau malah menjadi futur. Astaghfirullah…
Apa aja yang bisa menyebabkan masalah2 kecil itu? Ternyata bisa dihubung2kan dengan si
trias Virchow…
Pertama, kerusakan benteng pertahanan kita… karena jejas (injury) alias dosa2 kecil yang
kita perbuat, atau karena lingkungan kita. Walhasil saat kita kena masalah, kita akan lemah,
ga bisa menangkalnya dengan baik. Padahal masalah itu bisa jadi adalah ujian yang tujuannya
menguatkan kita (ingat, kan, apa fungsi thrombus ini sebenarnya?) tapi karena dinding
pembuluh alias pertahanan jiwa kita lemah, kita pun ga kuasa menangkalnya. Maka masalah
akan terus bertumpuk dan kemudian menjadi masalah besar…
Kedua, stasis pembuluh darah. Bergerak atau mati! Itu mungkin filosofi utama tubuh kita.
Jantung berhenti dari kedisiplinannya, bisa fatal jadinya. Atau dari lingkup sel, bila satu
bagian saja dari sel itu berhenti dari aktivitasnya, bisa matilah segera. Bahkan, walau hanya
darah di pembuluh vena yang rada mampet alias diam di tempat, mungkin tidak langsung
membuat mati, tapi dapat segera terbentuk thrombus di sana yang lama2 bisa berlanjut ke
kisah emboli di atas. Seperti halnya kita yang memilih berhenti dari aktivitas kita, berhenti
dari amal dan gerak juang kita… itu sama saja dengan cari mati. mati jiwa, mati hati. Pada
akhirnya kita akan terbiasa dengan thrombus kemalasan dan… tinggal tunggu masalah
berikutnya…
Ketiga, gangguan dari komponen darahnya, yaitu factor pembekuan darah atau trombosit itu
sendiri… jadi, bisa jadi masalah terjadi karena murni kesalahan kita… kita yang dengan sadar
atau tidak sadar, sengaja atau tidak, telah membuatnya…mungkin hanya hal kecil, tapi
efeknya jadi berkepanjangan…
Fuh… ga nyangka, tugas preskas ini kok bisa menjawab masalahku tentang futur itu, ya?
Intinya, yang dibutuhkan adalah 1)penjagaan dengan tarbiyah atau pembinaan kita, baik dari
diri kita, maupun, dari lingkungan kita. 2) gerakan amal yang kontinu dan berkesinambungan
3) perbaikan diri kita dari error2 yang ga perlu terjadi…
Saat saya sedang mengetik ini, mengalun lagu tombo ati…
Obat hati ada lima perkaranya…
Yang pertama, baca Qur-an dan maknanya
Yang kedua, Salat malam jalankanlah
Yang ketiga, Berkumpullah dengan orang soleh
Yang keempat, perbanyaklah berpuasa
Yang kelima, Zikir malam perpanjanglah
Salah satunya siapa bisa menjalani, moga2 Allah Ta`ala mencukupi…
Hmm…sepertinya lumayan nyambung… astaghfirullah… mohon maaf untuk yang sudah
dikecewakan oleh kelalaian2 saya. Mungkin ini karena tazkiyatunnafs saya yang belum
benar… Mohon selalu diingatkan, ya.
Oh iya,obat untuk thrombosis ini adalah zat antikoagulan (seperti heparin) alias zat anti
pembekuan darah. Kalau udah parah, misalnya dah bikin emboli paru, baru pakai trombolitik,
alias penghancur thrombus. Kerja zat yang terakhir ini bisa dibilang lebih radikal. Ia bisa
menyebabkan risiko perdarahan 3xlipat zat antikoagulan. Bahayanya, kalau pakai obat yang
terakhir ini, trombus bisa pecah dan pecahan2nya itu malah bisa jad emboli yang berlarian
nyebar ke mana2…sampai ke paru. Perumpamaannya, mengatasi masalah dalam diri kita
memang ga bisa buru2, harus sabar. Kalau terlalu buru2 atau terlalu keras, bisa2 malah jadi
“pecah” berserakan ke mana2 dan bikin masalah baru… Sekarang saya sedang berusaha
mencari zat2 antikoagulan yang tepat untuk diri saya. Mohon doanya,y!
“Dan Dia menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu
semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya. Sungguh, dalam hal yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir. ” (QS.45:13)
“Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu,
sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS.2:153)
Sebuah tausiyah untuk diri sendiri…
– racauan pasca preskas… menjelang stase dan jaga di Persahabatan… –
About these ads
Memuat...