You are on page 1of 5

Amateur Physics Volunteer Association

(APVA – Physics Care 2012)
QUESTIONS
DE BROGLIE'S
POSTULATE ---
WAVELIKE PROPERTIES
OF PARTICLES

1. In the photoelectric experiments, the current (number of electrons emitted
per unit time) is proportional to the intensity of light. Can this result alone
be used to distinguish between the classical and quantum theories?
ANS: Hasil ini tidak cukup untuk bisa membedakan teori klasik dengan teori
kuantum, karena baik menurut klasik maupun kuantum, ketika intensitas cahaya
ditingkatkan, arus fotolistrik (jumlah elektron yang diemisikan per unit waktu)
juga akan meningkat. Terkuali jika kita perluas pada distribusi energi rata-rata
fotoelektronnya. Menurut teori klasik, ketika intensitas cahaya diperbesar, maka
osilasi vektor medan listrik akan meningkat dan gaya yang diberikan foton pada
elektron sebesar eE juga akan meningkat. Peningkatan eE sebanding dengan
peningkatan energi kinetik rata-rata fotoelektron-fotoelektronnya. Bertentangan
dengan teori kuantum yang menyatakan distribusi energi fotoelektronnya
terkuantisasi atau terdiri atas sederetan konsentrasi-konsentrasi energi yang
terlokalisasi sebesar hf. Jika kita melihat kondisi berdasarkan teori kuantum,
distribusi energi kinetik fotoelektron hanya dipengaruhi oleh frekuensi (sesuai
dengan hasil pengamatan) tidak peduli berapa pun besarnya intensitas cahaya.
2. In figure 2-2 why does the photoelectric current not rise vertically to its
maximum (saturation) value when the applied potential difference is
slightly more positive than –Vo?
ANS: Pada saat tercapai arus saturasi ketika polaritas stopping voltage dijadikan
positif, semua elektron dilepaskan dari lempengan target, karena itu arus
fotolistrik tidak lagi mengalami kenaikan.
3. Why is it that even for incident radiation that is monochromatic,
photoelectrons are emitted with a spread of velocities?
Amateur Physics Volunteer Association
(APVA – Physics Care 2012)
4. The existence of cutoff frequency in the photoelectric effect is often
regarded as the most potent objection to a wave theory. Explain!
ANS: cutoff frequency (dikenal sebagai frekuensi ambang) adalah frekuensi
minimum yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari lempengan target,
jika frekuensi cahaya yang digunakan sebagai incident light lebih kecil dari
cutoff frequency ini, maka tidak akan terjadi efek fotolistrik. Sedangkan kalau
kita berkiblat pada teori gelombang klasik, frekuensi tidak mempengaruhi
distribusi energi foton pada elektron. Menurut teori klasik tersebut efek
fotolistrik akan tetap berlangsung, hanya saja ada yang berlangsung cepat
(intenjhjhfsitas cahaya tinggi), dan ada yang berlangsung lambat (intensitas
cahaya rendah).
5. Why are photoelectric measurements very sensitive to the nature of the
photoelectric surface?
ANS: Setiap permukaan yang kita jadikan target efekfotolistrik memiliki
karakteristik fungsi kerja tertentu. Fungsi kerja ini yang akan menentukan
seberapa besar energi minimum atau frekuensi minimum yang diperlukan untuk
bisa melepaskan elektron. Karakteristik ini berasal dari seberapa kuat energi
elektron terikat di dalam atom.
6. Do the results of photoelectric experiments in validate Young’s interference
experiment?
ANS: Ya, efek fotolistrik mengkonfirmasi sifat partikel dari cahaya. Jika kita
mencoba menerapkan teori kuantum tentang sifat partikel dari cahaya untuk
menjelaskan interferensi celah ganda Young, yaitu dengan mendefinisikan
cahaya terdiri dari bundel-bundel energi diskrit atau sederetan konsentrasi-
konsentrasi energi yang terlokalisasi dimana bergerak secara individual dan
single direction. Jika berkas cahaya sedemikian lemah, sehingga hanya ada satu
foton tiap saat yang terdapat dalam peralatan itu. Bagaimana pola difraksi timbul
bila sebuah foton hanya bisa melewati satu celah atau celah lainnya? Bagaimana
foton itu mengetahui ada dua celah sehingga bisa menentukan pada bagian mana
layar, foton itu menuju? Atau dengan kata lain, bagaimanakah sebuah foton
dapat berinterferensi dengan dirinya sendiri? Kelihatannya terdapat pertentangan
antara gagasan gelombang yang menyebar dalam ruang dan gagasan foton yang
Amateur Physics Volunteer Association
(APVA – Physics Care 2012)
terlokalisasi dalam daerah yang sangat kecil. Hal ini menandakan bahwa sifat
gelombang dan sifat partikel dari cahaya tidak pernah terjadi keduanya terlihat
sekaligus. Bila cahaya melalui celah-celah, cahaya hanya berlaku sebagai
gelombang, tapi ketika tiba pada layar cahaya berlaku sebagai partikel (validate
with Young’s Interference).
7. Can you use the device of letting h -> 0 to obtain classical results from
quantum results in the case of the photoelectric effect? Explain.
8. Assume that the emission of photon from a source of radiation is random in
direction. Would you expect the intensity (or energy density) to vary
inversely as the square of the distance from the source in the photon theory
as it does in the wave theory?
ANS:
9. Does a photon of energy E have mass? If so, evaluate it.
ANS: Awalnya di era Newton, foton adalah partikel ringan tak bermassa, karena
itu (menurut perhitungan klasik) Energi dan momentumnya juga nol, sehingga
tidak diengaruhi grafitasi. Namun, Einstein berkata lain, dengan formulasi baru
dari transformasi lorentz untuk relativitas massa diterapkan dalam persamaan
momentum dan Energi foton ketika bergerak (dengan kecepatan cahaya),
menghasilkan hasil tak tentu (0/0). Hasil ini memberikan kesimpulan bahwa
dalam kondisi foton sedang bergerak, dia memiliki energi dan momentum yang
berapa saja. Lalu setelah dicari hubungan antara Energi dan momentumnya
dengan menggunkaan persamaan relativistik didapatkan hubungan E = p.c,
(E=energi, p=momentum, c=kecepatan cahaya) dan memiliki massa seperti
partikel lain pada umumnya sebesar m = hf/c
2
, sehingga dipengaruhi oleh
gravitasi.
10. Why, in Compton scattering, would you expect to be independent of the
materials of wich the scatterer is composed?
ANS: Pada hamburan Compton, foton lebih dihamburkan daripada diabsorpsi,
berbeda dengan efek fotolistrik yang lebih diserap daripada dihamburkan.
Hamburan compton adalah peristiwa tumbukan antara sebuah foton dengan
elektron invidual seperti tumbukan antara bola billiard. Agar hamburan compton
bisa terjadi, maka kita asumsikan elektron tersebut sebagai eletron bebas berada
Amateur Physics Volunteer Association
(APVA – Physics Care 2012)
dalam keadaan diam (free stationary). Kemudian setelah hamburan compton ini
di analisis didapatkan hasil bahwa pergeseran compton ini hanya dipengaruhi
oleh sudut hamburan foton saja, tidak peduli komposisi apa saja yang menyusun
materi penghamburnya.
11. Would you expect to observe the Compton effect more readily with
scattering targets composed of atom with high atomic number or those
composed of atoms with low atomic number? Explain!
ANS: dengan atom-atom yang memiliki nomor atom rendah.
12. Do you observe a compton effect with visible light? Why?
ANS: Tidak, karena rentang panjang gelombang untuk cahaya tampak cukup
tinggi dibandingkan dengan pergeseran compton yang teramati, jadi pergeseran
comptonnya relatif sangat kecil hampir tidak teramati, untuk rentang panjang
gelombang ini, rayleigh scattering mendominasi dan lebih mampu untuk
menjelaskannya.
13. Would you expect a definite minimum wavelength in the emitted radiation for a
given value of the energy of an electron incident on the target of an xray tube
from the clssical electromagnetic teory of the process?
ANS:
14. Does a television tube emit x-rays? Explain!
15. What effect(t) does decreasing the voltage across an x-ray tube on the resulting
x-ray electron?
16. Discuss the bremstrahlung process as the inverse of the compton proses . Of the
photoelectric process
17. Describe several methods that can be used to determine experimentally the value
of planck’s constant h.
18. From what factors would you expect to judge wheter a photon will lose in
energy in interaction with matte by the photoelectric process, the compton
process, or the pair production process?
19. Can you think of experimental evidence contradicting the idea that vacuum is a
sea of electrons in negative energy states?
20. Can electron-positron annihilation occur with the creation of one photon if a
nearby nucleus is available for recoil momentum?
Amateur Physics Volunteer Association
(APVA – Physics Care 2012)
21. Explain how pair annihilation with the creation of three photons is possible. Is it
possible n principle to create even more than three photons in a single
annihilation process?
22. What woud be the in inverse of the proces in which two photons are created in
electron-positron annihilation? Can it occur ? It is likely to occur?
23. What is wrong with taking the geometrical interpretation of a cross section as
literally true?

Problems
1. (a) The energy required to remove an electron from sodium is 2.3 eV. Does
sodium show a photoelectric effect for yellow light, with lamda= 5890 A?
(b) What is the cutoff wavelength for photoelectric emission from sodium?
2. Liight of a wavelength 2000 A falls on alumunium surface. In alumunium
4.2 eV are required to remove an electron. What is the kinetic energy of (a)
the fastest and (b) the slowest emitted photoelectrons? (c) What is the
stopping potential? (d) What is the cutoff wavelength for alumunium? (e) If
the intensity of the incident light is 2.0 W/m
2
, what is the average number of
photons per unit time per unit area tat strike the surface?