You are on page 1of 24

Nurul Sharaswati

12102111.125
malnutrisi
marasmus kwasihorkor
Mixed-
marasmus
kwasihorkor
Gizi buruk
 Malnutrisi adalah keadaan dimana tubuh tidak
mendapat asupan gizi yang cukup, malnutrisi
dapat juga disebut keadaaan yang disebabkan
oleh ketidakseimbangan di antara pengambilan
makanan dengan kebutuhan gizi untuk
mempertahankan kesehatan. Ini bisa terjadi
karena asupan makan terlalu sedikit ataupun
pengambilan makanan yang tidak seimbang

 Makronurien adalah zat yang diperlukan oleh
tubuh dalam jumlah yang besar untuk
memberikan tenaga secara langsung yaitu
protein sejumlah 4 kkal, karbohidrat sejumlah 4
kkal dan lemak sejumlah 9 kkal.
 Gizi buruk merupakan status kondisi seseorang yang
kekurangan nutrisi, atau nutrisinya di bawah standar
rata-rata. Status gizi buruk dibagi menjadi tiga
bagian,
1. yakni gizi buruk karena kekurangan protein (disebut
kwashiorkor),
2. karena kekurangan karbohidrat atau kalori (disebut
marasmus), dan
3. kekurangan kedua-duanya.

 Gizi buruk (severe malnutrition) adalah suatu istilah
teknis yang umumnya dipakai oleh kalangan gizi,
kesehatan dan kedokteran. Gizi buruk adalah bentuk
terparah dari proses terjadinya kekurangan gizi
menahun
MARASMUS KWASHIORKOR
1. DEFINISI
Marasmus adalah
gangguan gizi karena
kekurangan
karbohidrat.

2. EPIDEMIOLOGI
•Muncul pada usia 1-
3 tahun
•Berkembang banyak
dia Asia, Africa,
Amerika Latin ,
Eropa dnegan tingkat
kemiskinan
•Dapat erlihat pada
bayi 4 bulan 1 – 6


Kwashiorkor terjadi
terutamanya karena
pengambilan protein
yang tidak cukup.


•Commonly children
in under 1 year of
age
•Bentuk dari
kelaparan dan
kekurangan
kebutuhan makanan
•Pada nergara
berkembang ada
beberapa faktor dari
si-Ibu

Gambaran klinis
merupakan
campuran dari
beberapa gejala
klinik kwashiorkor
dan marasmus

•Dapat ditemukan
sel imun menurun
dan mengkibatkan
penurunan respon
imun tubuh dan
terhadao infeksi

MARASMUS KWASHIORKOR MIXED

a. Anak tampak sangat
kurus karena hilangnya
sebagian besar lemak dan
otot-ototnya, tinggal tulang
terbungkus kulit
b. Wajah seperti orang tua
c. Iga gambang dan perut
cekung
d. Otot paha mengendor
(baggy pant)
e. Cengeng dan rewel,
setelah mendapat makan
anak masih terasa lapar


•walaupun dibagian tubuh
lainnya terutama
dipantatnya terlihat adanya
atrofi.
•Tampak sangat kurus dan
atau edema pada kedua
punggung kaki sampai
seluruh tubuh
• Perubahan status mental :
cengeng, rewel, kadang
apatis
•Rambut tipis kemerahan
seperti warna rambut
jagung dan mudah dicabut,
pada penyakit kwashiorkor
yang lanjut dapat terlihat
rambut kepala kusam.
•Wajah membulat dan
sembab


•Gambaran klinis
merupakan campuran dari
beberapa gejala klinik
kwashiorkor dan marasmus.
Makanan sehari-hari tidak
cukup mengandung protein
dan juga energi untuk
pertumbuhan yang normal
•Pada penderita demikian
disamping menurunnya
berat badan < 60% dari
normal memperlihatkan
tanda-tanda kwashiorkor,
seperti edema, kelainan
rambut, kelainan kulit,
sedangkan kelainan
biokimiawi terlihat pula
MARASMUS KWHASIORKOR MIXED
•Pandangan mata anak sayu
•Pembesaran hati, hati
yang membesar dengan
mudah dapat diraba dan
terasa kenyal pada rabaan
permukaan yang licin dan
pinggir yang tajam.
•Kelainan kulit berupa
bercak merah muda yang
meluas dan berubah
menjadi coklat kehitaman
dan terkelupas


METABOLIC ANDA PHYSIC
NUTRIEN
MARASMIC KWASHIORKOR
ETIOLOGI dan FR
Penyebab Langsung Penyebab tidak langsung,
 Turgor atau elastisitas kulit jelek karena sel
kekurangan air (dehidrasi)
 Reflek patella negatif terjadi karena kekurangan
aktin myosin pada tendon patella dan degenerasi
saraf motorik akibat dari kekurangn protein, Cu
dan Mg seperti gangguan neurotransmitter.
 Sedangkan, hepatomegali terjadi karena
kekurangan protein Jika terjadi kekurangan
protein, maka terjadi penurunan pembentukan
lipoprotein. Hal ini membuat penurunan HDL dan
LDL  Karena penurunan HDL dan LDL, maka
lemak yang ada di hepar sulit ditransport ke
jaringan-jaringan  pada akhirnya penumpukan
lemak di hepar.
Tanda khas pada penderita kwashiorkor
adalah pitting edema. Pitting edema adalah
edema yang jika ditekan, sulit kembali
seperti semula Pitting edema disebabkan
oleh kurangnya protein, sehingga tekanan
onkotik intravaskular menurun. ika hal ini
terjadi, maka terjadi ekstravasasi plasma ke
intertisial Plasma masuk ke intertisial,
tidak ke intrasel, karena pada penderita
kwashiorkor tidak ada kompensansi dari
ginjal untuk reabsorpsi natrium.
Pada marasmus :
Masukan makanan yang kurang : marasmus
terjadi akibat masukan kalori yang sedikit,
pemberian makanan yang tidak sesuai
dengan yang dianjurkan akibat dari
ketidaktahuan orang tua si anak
Penyapihan yang terlalu dini desertai dengan
pemberian makanan tambahan yang kurang
akan menimbulkan marasmus