You are on page 1of 8

LO 2 BAHAN BASIS GIGI TIRUAN

Resin akrilik yang digunakan di bidang kedokteran gigi terdapat 3 jenis


yaitu ;
1. Resin akrilik swapolimerisasi (resin akrilik cold curing atau self curing
autopolimeryzing )
Resin akrilik swapolimerisasi (resin akrilik cold curing atau self
curing autopolimeryzing) yaitu resin aklirik yang ditambahkan activator
kimia yaitu dimeti-para-toluidin karena memerlukan aktivasi secara kimia
dalam proses polimerisasi selama 5 menit. Resin ini jarang digunakan
sebagai bahan pembuat basis gigi tiruan karena kekuatan dan stabilitas
warnanya tidak sebaik resin aklirik polimerisasi panas, selain itu jumlah
monomer sisa pada resin akrilik swapolimerisasi lebih tinggi dibanding
pada resin akrilik polimerisasi panas.
2. Resin aklirik polimerisasi sinar (light cured resin)
Resin aklirik polimerisasi sinar (light cured resin) adalah resin
aklirik dalam bentuk lembaran dan benang serta dibungkus dengan
kantung kedap cahaya atau dalam bentuk pasta dan sebagai inisiator
polimerisasi ditambah camphoroquinone. Penyinaran selama 5 menit
memerlukan gelombang cahaya sebesar 400 500 nm sehingga
memerlukan unit kuring khusus dengan menggunakan empat buah lampu
ultraviolet. Bahan ini juga jarang dipakai karena disamping memerlukan
unit kuring khusus, bahan ini juga memiliki kekuatan perlekatan yang
rendah terhadap anasir gigi tiruan berbahan resin jika dibandingkan
dengan resin aklirik polimerisasi panas.
3. Resin aklirik polimerisasi panas (heat cured resin acrylic).
Resin akrilik polimerisasi panas (heat cured resin acrylic) adalah
resin aklirik yang polimerisasinya dengan pemanasan. Energi termal yang
diperlukan untuk polimerisasi dapat diperoleh dengan menggunakan
pemanasan air atau oven gelombang mikro. Resin akrilik polimerisasi
panas merupakan polimer yang paling banyak digunakan saat ini dalam
pembuatan basis gig tiruan karena bernilai estetis dan ekonomi, memiliki
sifat fisis dan mekanis yang cukup baik, serta mudah dimanipulasi dengan
peralatan yang sederhana.Walaupun demikian, resin akrilik polimerisasi
panas masih memiliki kekurangan yaitu mudah fraktur.

LO 2 TAHAPAN PEMBUATAN GIGI TIRUAN
Pada kunjungan 1
Setelah dokter gigi melakukan pemeriksaan subjektif dan objektif,
dokter gigi dapat menentukan diagnosa dan rencana perawatan.Rencana
perawatan gigi tiruan lepasan lengkap yang pertama adalah pencetakan.
1. Cetakan Pendahuluan
Pencetakan pendahuluan pada pasien edontulous menggunakan
sendok cetak perforated stock tray.Namun sebelumnya cobakan
terlebih dahulu sendok cetak mana yang sesuai dengan ukuran rahang
pasien karena sendok cetak perforated tray ini tersedia dalam beberapa
ukuran yaitu nomor 1-4.Setelah sendok cetak sesuai dengan ukuran
rahang pasien, dilakukan pencetakan dengan menggunakan bahan
irreversible hydrocolloid atau disebut sebagai alginat.Setelah
dilakukan pencetakan, dicor sebanyak dua kali dengan menggunakan
blue dental plaster atau gips tone sehingga didapatkan model studi dan
model kerja.Model studi disimpan sampai kasus pasien selesai, dan
model kerja digunakan untuk pengerjaan gigi tiruan dan membuat
sendok cetak indidvidual.
2. Pembuatan Sendok Cetak Individual
Diberi tanda pada batas-batas mukosa bergerak dan bergerak pada
model kerja, kemudian dibuat outline 2 mm di atas mukosa bergerak
dan tidak bergerak tujuannya agar tersedia ruang yang cukup untuk
memanipulasi bahan pembentuk tepi.Sendok cetak individual ini
dibuat dari shellac baseplate yang dilunakkan di atas api spirtus dan
dibentuk pada model kerja serta dipotong dengan menggunakan
gunting atau pisau malam saat masih dalam keadaan lunak sesuai
dengan outline yang telah digambar.lalu selanjutnya dibuat pegangan
dan lubang-lubang pada sendok cetak individual untuk mengurangi
tekanan sewaktu mencetak.

Pada Kunjungan 2
1. Mencoba Sendok Cetak Individual ke Pasien
Setelah sendok cetak individual jadi, dicobakan ke pasien dan tidak
boleh ada undercut yang dapat menghalangi pada saat nanti dilkaukan
pencetakan fisiologi.
2. Border Moulding
Border moulding tujuannya untuk membentu bentukan anatomi
landmark rongga mulut seperti frenulum dan hamular notch serta
sayap bukalis.Border Moulding dengan menggunakan greenstick
compund yang dipanaskan dan direndam pada air dalam beberapa detik
agar ketika dimasukkan dalam rongga mulut pasien tidak panas dan
agar tidak terlalu cair.Greenstick ditambahkan sedikit demi sedikit
pada tepi luar sendok cetak individual yang berada dalam rongga mulut
pasien.Kemudian pasien diinstruksikan untuk melakukan gerakan
fisiologi seperti pada saat akan membentuk hamular notch dan sayap
bukalis , rahang atas pasien dibuka dan rahang bawah pasien
digerakkan ke kanan dan ke kiri kemudian ke depan.
Pada saat membentuk sayap labial, bibir pasien ditarik ke depan
dan ke bawah serta penarikan bibir atas ke depan untuk daerah
frenulum labialis.Untuk membentuk daerah posterior palatum, pasien
diinstrusikan untuk mengucapkan aha.Untuk membentuk frenulum
lingualis, pasien diinstrusikan untuk meletakkan ujung lidahnya ke
bagian anterior palatum dan ke bibir atas.
3. Pembuatan Cetakan Fisiologis
Setelah dilakukan border moulding, dilakukan pencetakan
fisiologis dengan menggunakan bahan elastomer.Sebelum dicetak
dengan elastomer, mukosa mulut pasien dikeringkan terlebih dahulu
dengan menggunakan tampon karena elastomer bersifat
hidrofobik.Pasien diinstusikan untuk duduk tegak agar bahan cetak
tidak mengalir ke belakang dan saat mencetak rahang atas sendok
cetak ditekan ke atas dan ke belakang.Saat mencetak rahang bawah
sendok cetak ditekan ke depan dan ke belakang.Setelah selesai
mencetak, hasil cetakan dicor dengan blue dental plaster lalu diperoleh
lah model positif cetakan fisiologis dan diserahkan ke tekniker untuk
pembuatan basis dan galengan gigit.


LO 3 PRA-PROSTODONTIK

1. Vestibuloplasty
Vestibuloplasty, suatu tindakan bedah yang bertujuan untuk
meninggikan sulkus vestibular dengan cara melakukan reposisi
mukosa , ikatan otot dan otot yang melekat pada tulang yang dapat
dilakukan baik pada maksila maupun pada mandibula dan akan
menghasilkan sulkus vestibular yang dalam untuk menambah
stabilisasi dan retensi protesa. Vestibulum dangkal dapat
disebabkan resorbsi tulang alveolar, perlekatan otot terlalu
tinggi.Macam- macam teknik vestibuloplasty adalah dengan teknik
vestibuloplasty sebmukosa, vestibuloplasty dnegan cangkok kulit
pada bagian bukal dan vestibuloplasty dengan cangkok mukosa
yang diperoleh dari mukosa bukal atupun palatal.
2. Frenektomi
Frenektomi adalah tindakan bedah untuk mengubah ikatan
frenulum baik frenulum labialis maupun lingualis.Frenektomi
dilakukan pada frenulum yang tinggi yang dapat ganggu stabilitas
dan retensi gigi tiruan.


3. Alveoloplasty
Alveoloplasty merupakan prosedur bedah yang dilkaukan
untuk mempersiapkan linggir alveolar karena adanya bentuk yang
irreguler pada tulang alveolar berkisar dari satu gigi sampai seluruh
gigi dalam rahang.jadi alveolektomi erupakan tindakan bedah
untuk membuang prosessus alveolaris baik sebagian atau
keseluruhan.Alveoloplasty bisa juga disebut dengan
alveolektomi.Namun sebenarnya istilah alveolektomi lebih
digunakan untuk pengambilan tulang pada kasus neoplasma atau
tumor di mana tulangnya diradiasi.Alveoloplasty ini digunakan
untuk kasus adanya eksostosis atau penonjolan pada tulang
alveolar.
Teknik Alveoloplasty :
a) Teknik Alveolar Kompresi
Teknik ini merupakan teknik yang paling muda dan paling
cepat terutama pada pasien usia muda.Teknik ini dilakukan
dengan penekanan pada kortikal plate bagian luar dan
dalam dengan menggunakan jari tangan dan harus
dilakukan setelah tindakan semua ekstraksi selesai.
b) Teknik Simple Alveoloplasty
Teknik ini digunakan dengan tujuan untuk pengurangan
kortikal margin labial ataupun bukal dan kadang-kadang
juga alveolar margin lingual dan palatal.Pada teknik ini
insisinya digunakan flep tipe envelope, tetapi kadang juga
digunakan insisi tipe trapesoid dengan satu atau beberapa
insisi.
c) Teknik Kortiko-Labial Alveoloplasty
Teknik ini merupakan teknik yang paling tua dan paling
populer digunakan dalam tindakan alveoloplasty karena
dilakukan pengurangan kortikal plate pada bagian
labial.Teknik ini sering digunakan karena pembuangan
tulang hanya sedikit serta prosedur bedahnya yang sangat
sederhana.
d) Teknik Dean Alveoloplasty
O-T Dean menyumbangkan teknik alveoloplasty yang
sangat baik dalam persiapan alveolar ridge sehingga dapat
mengadaptasi gigi tiruan dengan baik.Teknik ini didasari
oleh prinsip biologis sebagai berikut :
1. Mengurangi laveolar margin labial dan bukal yang
prominen
2. Tidak mengganggu perlekatan otot
3. Tidak merusak periosteum
4. Mempertahankan tulang kortikal sehingga dapat perkecl
resorbsi tulang setelah operasi.

4. Alveolar Augmentasi
Tindakan pra-protodontik ini dilakukan pada tulang yang
mengalami resorbsi yang hebat dengan tujuan untuk menambah
besar dan lebar tulang rahang, menambah kekuatan rahang dan
memperbaiki jaringan pendukung gigi tiruan.Biasanya setelah
ektraksi gigi linggir alveolar mengalami penurunan tinggi dan
perubahan morfologis sehingga dalam jangka waktu yang panjang
akan terjadi kehilangan progresif dari kontur linggir alveolar.
Alveolar Augmentasi adalah suatu tindakan bedah untuk
memperbaiki bentuk dan ukuran linggir aveolar dalam persiapan
untuk menerima dan mempertahankan protesa gigi.Material yang
digunakan dalam augmentasi linggir adalah autograf, alograf,
xerograf, bahan pengganti tulang sintesis ( alloplatik ), bahan
osteoaktif, dan membran resorbable atau nonresorbable.
Ada beberapa cara penambahan tinggi alveolar yaitu ;
1. Dengan cangkok tulang autogenous yaitu tulang yang dapat
diperoleh dari tulang iliak atau costae.

2. Penambahan dengan menggunakan Hydroxylapatit yaitu suatu
bahan alloplastik yang bersifat biocompatible yang dapat
digunakan untuk menambah ketinggian tulang alveolar.



Sumber :
Aditya,Gabriella.1999.Alveoloplasty sebagai Tindaka Bedah
Preprostodontik.Bagian Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut Kedokteran: Universitas
Trisakti.

Riawan,Lucky.2003.Bedah Preprostetik.Bandung: Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Padjajaran.
Rahn AO, Ivanhoe JR, Plummer KD.Textbook of Complete Denture.Shelton :
Peoples Medical Publishing House; 2009.
Anusavice, Kenneth J.2004.Phillips : Buku Ajar I lmu Bahan Kedokteran Gigi
Edisi 10.Jakarta: EGC.