You are on page 1of 1

Sulindac adalah obat anti inflamasi non steroid, penggunaan sulindac juga dapat mengakibatkan

panurunan volume cairan amnion. Beberapa laporan menyatakan bahwa sulindac menurunkan denyut
duktus arteriosus pada janin lebih rendah dari pada indometasin.
Terapi eksperimental yang potensial
Produksi urin janin merupakan sumber utama cairan amnion dan oerubahan dari produksi urin dapat
merubah volume cairan amnion secara drastis, efek dari intra amnion yaitu arginine dan vasopressin
diperiksa, arginin vasopresin diserap plasma janin dari cairan amnion. Efek dari V2 reseptor agonis,
deamino (D-arg8) vasopresin, dalam plasma janin arginin vasopresin imunoreaktif, produksi urin janin
dan refleks menelan janin yang diperiksa, diperlihatkan bahwa dalam presisten antidiuresis janin tanpa
efek ke jantung dan tidak ada perubahan reflek menelan. Ini merupakan terapi potensial untuk
polihidramnion.
Terapi potensial lain, berdasarkan ekspresi mRNA dalam korion dan sel dari aquaporin amnion, yang
meningkat pada polihidramnion. Aquaporin adalah kanal air protein yang meregulasi aliran air yang
melewati membrane sel. Ekspresi aquaporin muncul sebagai respon kompensasi polihidramnion. Efek
dari berkurangnya protein pada polihidramnion membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Monitor kehamilan dengan polihidramnion
Meningkatknya mortalitas dan morbiditas perinatal berhubungan dengan kehamilan disertai
polihidramnion, memerlukan monitoring lanjutan.
Management vs intervensi
Intervensi secara umum direkomendasikan pada kasus dengan ketidaknyamanan kehamilan berat,
komplikasi obstetrik misalnya kelahiran prematur. Tidak ada penelitian yang membandingkan
managemen dan intervansi aktif pada polihidramnion idiopatik.
Pelahiran
Presentasi kepala harus dapat dicek beberapa kali saat proses melahirkan, seiring janin berubah letak
memanjang atau melintang dapat terjadi saat melahirkan.
Rupture membrane spontan mengarah ke dekompresi uterus akut dengan resiko prolaps tali pusat atau
abrupsi plasenta. Ruptur membrane artifisial harus selesai dibawah kontrol.
Polihidramnion tidak mengandung kontraindikasi untuk penggunaan oksitosin/prostaglandin, namun
harus ditangani dengan baik. Ini ada resiko perdarahan atonia dan emboli cairan amnion post partum
Solusi
Polihidramnion dapat didiagnosa berdasarkan USG membutuhkan tes ibu dan janin. Diabetes
gestasional tidak termasuk dan TORCH harus di skrining. Tes morfologi yang detail untuk janin dapat
direncanakan, melahirkan dirumah bersalin dapat direkomendasikan.