You are on page 1of 6

TUGAS BIOLOGI

DISUSUN OLEH:RIVAN GUSMARDI
KELAS:X IIS 2
Beragam Manfaat Buah Naga Merah
Kategori : Jenis Buah Naga

Buah naga telah lama dikenal sebagai buah yang membawa berkah terutama bagi masyarakat
Tionghoa. Di setiap acara kegaamaan atau hari perayaan, buah naga selalu hadir dan menjadi
pelengkap sesaji persembahan. Buah naga dianggap sebagai unsur yang mencerminkan kehadiran
naga, boleh jadi hal ini disebabkan oleh siisk kulit buahnya yang memang menyerupai
penggambaran sisik naga. Tak hanya dari sudut pandang budaya, sesungguhnya "berkah" buah
naga juga bisa diurai secara ilmiah. Sebab pada faktanya, buah ini memang memiliki beragam
manfaat terutama bagi kesehatan manusia. Buah naga yang digolongkan ke dalam suku kaktus ini
diketahui mengandung beragam senyawa aktif yang memiliki efek farmakologis pada tubuh
manusia. Buah naga sendiri terdiri dari 4 genera, salah satunya adalah buah naga merah. Buah ini
diketahui sangat baik untuk dikonsumsi bahkan sangan dianjurkan untuk ibu hamil. Tak percaya?
Berikut uraian manfaat buah naga merah yang patut untuk Anda ketahui.
Read more »
Mengenal Buah Naga Merah
Kategori : Jenis Buah Naga

Buah naga atau yang juga populer dikenal dengan nama Pitaya, merupakan salah satu buah tropis
yang unik. Tanaman buah ini digolongkan ke dalam keluarga kaktus. Buahnya memiliki kulit yang
cerah dan dilingkupi dengan sisik berukuran besar. Tak hanya unik, rasa daging buah naga juga
cukup nikmat. Jika Anda menyukai rasa manis yang dominan, cobalah mencicipi buah naga merah.
Di antara jenis buah naga lainnya, varian dengan daging merah ini banyak digemari lantaran
memiliki karakteristik rasa manis melebihi rasa asamnya. Buah naga merah atau yang dalam dunia
biologi dikenal dengan istilah Holocereus Costaricensis ini tergolong cukup populer di Indonesia.
Read more »
Mengenal Buah Naga Putih
Kategori : Jenis Buah Naga


Buah Naga bisa dikatakan unik. Buah yang satu ini memang memiliki ciri khas yang tidak dijumpai
pada buah lainnya. Kulit buahnya berwarna cerah dan memiliki lapisan pembungkus serupa sisik
besar denga gradasi warna hijau di ujungnya. Buah naga pertama kali ditemukan di daratan
Meksiko, Amerika Tengah dan juga Amerika Selatan. Namun, saat ini boleh dikatakan, hapir semua
negara (terutama yang memiliki iklim tropis) telah mengenal dan membudidayakan buah yang juga
dikenal dengan nama Pitaya ini. Secara umum, varietas buah naga ada 4, antara lain buah naga
merah atau Hylocereus Polyrhizus, buah naga kuning atau Selenicereus Megalanthus, buah naga
hitam atau Hylocereus Costaricensis, dan yang terakhir adalah Hylocereus Undatus, yakni buah
naga putih. Varietas yang terakhir merupakan jenis buah naga yang ditemukan pertama kalinya.
Adapun varietas lainnya diperoleh dengan metode tertentu.
Read more »
Bibit Buah Naga
Kategori : Budidaya Buah Naga

Buah Naga merupakan salah satu komoditi ekspor yang permintaan pasarnya semakin meningkat.
Peluang ini dibaca oleh beberapa petani dan menggiatkan diri untuk membudidayakan buah unik
tersebut. Pada umumnya, teknik budidaya buah naga cukup mudah. Yang diperlukan adalah
kejelian dan juga ketelatenan. Salah satu hal yang menentukan keberhasilan budidaya buah naga
adalah bibit. Poin ini menempati hirearki pertama yang wajib diperhatikan saat hendak memulai
usaha agrobisnis buah naga. Ada beberapa hal penting yang wajib diketahui terkait bibit buah
naga.Berikut uraiannya.
Vegetatif Dan Generatif
Pada dasarnya, buah naga digolongkan ke dalam kelompok tanaman berbiji. Oleh sebab itu,
perbanyakannya bisa melalui metode generatif yakni dengan menyemai bijinya yang menyatu di
dalam daging buah. Selain menggunakan biji, buah naga juga bisa dibudidayakan dengan
menggunakan metode stek atau vegetatif. Metode kedua ini paling banyak dipraktekkan oleh
masyarakat. Bibit buah naga yang diperoleh dengan menggunakan metode vegetatif kabarnya jauh
lebih memudahkan petani ketimbang generatif.
Pembudidayaan buah naga untuk usaha produksi dilakukan dikebun. Untuk menghasilkan produksi yang
maksimal tentu saja harus dengan persiapan yang matang, perawatan yang baik dan penanggulangan
gangguan penyakit yang tepat. Berikut ini kegiatan pembudidayaan diulas secara lengkap :

Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah adalah faktor penting yang harus diperhatikan agar tanaman buah naga bisa tumbuh
dan berkembang dengan baik. Perakaran buah naga memerlukan tanah yang gembur karena
perakarannya merayap dipermukaan tanah, apabila tanah terlalu keras atau liat, akar tidak bisa tumbuh
baik pada tanah.

Sebelum digemburkan sebaiknya tanah dibersihkan dari gulma dan rerumputan untuk menghindari
penyakit. Setelah itu tanah digemburkan dengan mencangkul sedalam satu cangkulan dengan dibolak-
balik. Setelah itu dibuat lubang-lubang tanam sesuai dengan cara tanamnya apakah menggunakan
system panjatan tunggal atau sistem kelompok

Pada sistem panjatan tunggal pengolahan tanah hanya dilakukan disekitar lubang tanam saja, berbeda
dengan sistem kelompok pengolahan tanah dilakukan pada seluruh alur barisan tempat penanaman.

Media tanam untuk panjatan tunggal menggunakan campuran tanah galian diberi pasir sekitar 5 kg,
bubuk bata merah 5 kg, pupuk kandang kering 10 kg dan dolomit 300 g kemudian dicampur sampai
merata.

Pada model sistem tanam berkelompok untuk setiap alur sepanjang 4 m media tanamnya yaitu pasir 8 kg,
pupuk kandang 20 kg dan bisa ditambahkan bubuk bata merah sebanyak 10 kg apabila tanah terlalu
porous. Jika tidak menggunakan bubuk bata merah , jumlah pupuk kandang ditambahkan 10 kg lagi jadi
total 30 kg. Ditambah dolomit yang mengandung magnesium sebanyak 600g. Bahan-bahan tersebut
dicampur merata pada tanah galian.

Setelah penyiapan media tanam selesai kemudian disiram dan biarkan terkena matahari sampai kering.
Pengeringan ini bertujuan agar tanah terbebas dari racun dan penguapan lain.

Sistem Pengairan
Untuk sistem pengairan pada lahan disesuaikan dengan kondisi lahan, system cara tanamnya, dan
pengadaan sumber air yang ada disekitar lahan. Bisa menggunakan cara pengairan tradisional yaitu
system leb yaitu menggunakan parit sedalam 20 cm yang dibuat disekitar barisan tanaman. Atau juga bisa
menggunakan system pengairan pipa yang dibuat sedemikian rupa untuk mengalirkan air pada seluruh
tanaman.

Penanaman Pada Lahan
Penanaman bibit lahan tanam yang harus diperhatikan adalah kedalaman yang terlalu dalam malah akan
menghambat pertumbuhannya. Kedalaman penanaman adalah 20% dari panjang bibit. Misal bibit yang
mau ditanam berukuran panjang 50-80 cm maka kedalamannya sekitar 10-15 cm. Sebelum ditanam
sebaiknya bibit setek diolesi Ridomil sebanyak 40 g yang dicampur dengan 1 liter air untuk mencegah
kebusukan pada pangkal batang setek.

Morfologi

Hylocereus undatus sedang berbuah.
Morfologi tanaman buah naga terdiri dari akar, batang, duri, bunga, dan buah. Akar buah naga
hanyalah akar serabut yang berkembang dalam tanah pada batang atas sebagai akar gantung.
Akar tumbuh di sepanjang batang pada bagian punggung sirip di sudut batang. Pada bagian duri,
akan tumbuh bunga yang bentuknya mirip bunga Wijayakusuma. Bunga yang tidak rontok
berkembang menjadi buah. Buah naga bentuknya bulat agak lonjong seukuran dengan buah
alpukat. Kulit buahnya berwarna merah menyala untuk jenis buah naga putih dan merah,
berwarna merah gelap untuk buah naga hitam, dan berwarna kuning untuk buah naga kuning. Di
sekujur kulit dipenuhi dengan jumbai-jumbai yang dianalogikan dengan sisik naga. Oleh sebab
itu, buah ini disebut buah naga.
Batangnya berbentuk segitiga, durinya sangat pendek dan tidak mencolok, sehingga sering
dianggap "kaktus tak berduri". Bunganya mekar pada awal senja jika kuncup bunga sudah
berukuran sekitar 30 cm. Mahkota bunga bagian luar yang berwarna krem, mekar sekitar pukul
sembilan malam, lalu disusul mahkota bagian dalam yang putih bersih, meliputi sejumlah benang
sari yang berwarna kuning. Bunga seperti corong itu akhirnya terbuka penuh pada tengah malam,
karena itu buah naga dikenal sebagai night blooming cereus. Saat mekar penuh, buah naga
menyebar bau yang harum. Aroma ini untuk memikat kelelawar, agar menyerbuki bunga buah
naga.
Pembudidayaan buah naga
Pada umumnya, buah naga dibudidaya dengan cara stek atau penyemaian biji. Tanaman akan
tumbuh subur jika media tanam porous (tidak becek), kaya akan unsur hara, berpasir, cukup sinar
matahari dan bersuhu antara 38-40° C. Jika perawatan cukup baik, tanaman akan mulai berbuah
pada umur 11-17 bulan. Buah naga sangat adaptif dibudidaya di berbagai daearah dengan
ketinggian di 0-1200 m dpl. Hal terpenting adalah mendapatkan sinar matahari yang cukup
merupakan syarat pertumbuhan buah naga merah.
Buah naga dapat berkembang dengan kondisi tanah dan ketinggian lokasi apapun, namun
tumbuhan ini cukup rakus akan unsur hara, sehingga apabila tanah mengandung pupuk yang
bagus, maka pertumbuhannya akan baik. Dalam waktu 1 tahun, pohon buah naga dapat mencapai
ketinggian 3 meter lebih. Berdasarkan beberapa sumber, buah naga belum banyak dibudidayakan
di Indonesia. Sementara ini, daerah Mojokerto, Jember, Malang, Pasuruan, Banyuwangi,
Ponorogo, Kalibawang, Kulon Progo, Batam dan Bandung merupakan daerah yang telah
membudidayakan tanaman ini.
Konsumsi
Buah naga harus dibelah hingga daging buahnya terlihat ketika akan dikonsumsi. Tekstur
buahnya sering disamakan dengan buah kiwi karena bijinya yang hitam dan renyah. Daging
buahnya terasa agak manis ketika dimakan dan memiliki kandungan kalori yang rendah. Biji
buah naga memiliki rasa pedas serta kaya akan lipid
[1]
serta dimakan bersama dengan daging
buahnya, namun bijinya harus dikunyah karena sulit dicerna oleh tubuh. Selain dimakan
langsung, buah naga juga dapat diolah menjadi berbagai bentuk makanan dan minuman seperti
sup, salad
[2]
, keripik, agar-agar, jus buah
[3]
, bubur mutiara
[4]
, dan sebagainya.
Manfaat buah naga
Buah naga merah akhir akhir ini sering disorot sebagai salah satu buah yang memiliki banyak
manfaat untuk membantu mengatasi dan membantu menyembuhkan berbagai penyakit. Mulai
dari batang buah naga, daging buah naga, sampai dengan kulit buah naga juga memiliki banyak
kandungan vitamin dan zat yang sangat bermanfaat. Dokter juga sangat merekomendasikan buah
naga merah, sebagai buah konsumsi yang bisa di gunakan untuk terapi dalam penyembuhan
suatu penyakit.
Berikut ini beberapa manfaat dari buah naga:
1. Buah naga merah membantu menyembuhkan penyakit kanker, kandungan vitamin
kompleksnya, sudah direkomendasikan oleh dokter sebagai buah terapi penyembuhan
kanker.
2. Mempercantik penampilan, dengan kandungan vitamin C nya yang tinggi, buah naga
merah membantu menjaga kesehatan kulit, bahkan buah dan kulitnya juga bisa digunakan
sebagai bahan lulur.
3. Karena rasa manis buah naga merah bukan berasal dari glukosa, maka buah naga merah
juga bisa untuk membantu menyembuhkan penyakit diabetes.
4. Menjaga kesehatan dan stamina, dengan kandungan antioksidan dan vitaminnya.
5. Mencegah penyakit osteoporosis atau pengapuran tulang, karena buah naga merah
mengandung banyak kalsium organik.
6. mengandung vitamin B3 yang berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol dan untuk
menyembuhkan penyakit batuk dan asma hingga dapat mengatasi tekanan darah tinggi.
[5]