BANK SPERMA

PENDAHULUAN

Permulaan terjadinya janin ialah bertemunya sel gamet jantan (sperma) dengan
sel gamet betina (ovum) yang keluar dari indung telur (ovarium) dekat ujung saluran
telur (ampulla tubae) yang menghasilkan zigot.dari sini sel tersebut melakukan proses
perjalanan menuju rongga rahim,yang terus mengalami perkembangan dan
pertumbuhan yang kemudian bersarang pada selaput lendir qahim. ditempat ini ia
dipelihara dan diberi makan untuk menuju kesempurnaan sehinggga lahir berupa anak
manusia.
Bank sperma sebenarnya sudah lama ada, terutama di Amerika serikat (AS) dan
Eropa. Tetapi hanya popular didunia bagian timur, terutama di kalangan suami istri
yang susah ataupun gagal mendapatkan keturunan. Mereka pergi ke bank sperma dan
membelinya seperti membeli baju dengan membeli jenis air mani berdasarkan etnik,
bentuk fisik, latar belakang pendidikan dan kesehatan penderma sperma.

Ada sebagian wanita yang kondisinya tidak normal,yaitu mempunyai dua indung
telur tetapi rahimnya tidak normal. Rahim ini tidak berfungsi sebagai tempat
bersarangnya sperma dan sel telur sehingga setiap bulan ia membuang sel tersebut
secara sia-sia.

Sekarang,(dengan ilmu dan teknologi) muncul upaya untuk mengambil sel telur
wanita kemudian dipertemukan dengan sperma laki-laki sehingga terjadilah
pembuahan. Setelah itu hasil pembuahan ini dititipkan kedalam rahim wanita lain yang
siap menerimanya sehingga janin tersebut dapat berkembang dengan baik,bahkan
sampai dilahirkan.











PEMBAHASAN

Bank sperma adalah pengambilan sperma dari donor sperma lalu dibekukan dan
disimpan ke dalam larutan nitrogen cair untuk mempertahankan fertilitas sperma.Dalam
bahasa medis bisa disebut juga Cryiobanking. Cryiobanking adalah suatu teknik
penyimpanan sel cryopreserved untuk digunakan di kemudian hari. Pada dasarnya,
semua sel dalam tubuh manusia dapat disimpan dengan menggunakan teknik dan alat
tertentu sehingga dapat bertahan hidup untuk jangka waktu tertentu. Dengan adanya
cryobanking ini, sperma dapat disimpan dalam jangka waktu lama, bahkan lebih dari 6
bulan (dengan tes berkala terhadap HIV dan penyakit menular seksual lainnya selama
penyimpanan).

Kualitas sperma yang telah disimpan dalam bank sperma juga sama dengan
sperma yang baru, sehingga memungkinkan untuk proses ovulasi. Bank sperma
sebenarnya telah berdiri beberapa tahun yang lalu, pada tahun 1980 di California yang
didirikan oleh Robert Graham, si kakek berumur 73 tahun, juga di Eropa, dan di
Guangdong Selatan China, yang merupakan satu di antara lima bank sperma besar di
China, Sementara itu, Bank pusat sel embrio di Shanghai, bank besar lain dari lima
bank besar di China, meluncurkan layanan baru yang mendorong kaum lelaki untuk
menabung spermanya.

Latar belakang munculnya bank sperma antara lain adalah sebagai berikut:
a. Keinginan memperoleh atau menolong untuk memperoleh keturunan pada seorang
pasangan suami istri yang tidak mempunyai anak.
b. Memperoleh generasi jenius atau orang super.
c. Menghindarkan kepunahan manusia
d. Memilih suatu jenis kelamin
e. Mengembangkan kemajuan teknologi terutama dalam bidang kedokteran.

Adapun tujuan diadakan bank sperma adalah semata-mata untuk membantu
pasangan suami isteri yang sulit memperoleh keturunan dan menghindarkan dari
kepunahan sama halnya dengan latar belakang munculnya bank sperma seperti yang
telah dijelaskan diatas. Tentang proses pelaksanaan sperma yang akan di ambil atau di
beli dari bank sperma untuk dimasukkan ke dalam alat kelamin perempuan (ovum) agar
bisa hamil disebut dengan inseminasi buatan yaitu suatu cara atau teknik memperoleh
kehamilan tanpa melalui persetubuhan. Pertama setelah sel telur dan sperma di dapat
atau telah dibeli dari bank sperma yang telah dilakukan pencucian sperma dengan
tujuan memisahkan sperma yang motil dengan sperma yang tidak motil/mati. Sesudah
itu antara sel telur dan sperma dipertemukan.

Jika dengan teknik in vitro, kedua calon bibit tersebut dipertemukan dalam cawan
petri, tetapi teknik TAGIT sperma langsung disemprotkan kedalam rahim.Untuk
menghindari kemungkinan kegagalan, penenaman bibit biasanya lebih dari satu.
Embrio yang tersisa kemudian disimpan beku atau dibuang.

Perkawinan di dalam Islam merupakan suatu institusi yang mulia.Ia adalah ikatan
yang menghubungkan seorang lelaki dengan seorang perempuan sebagai suami isteri.
Hasil dari akad yang berlaku, kedua suami dan isteri mempunyai hubungan yang sah
dan kemaluan keduanya adalah halal untuk satu sama lain. Sebab itulah akad
perkawinan ini dikatakan sebagai satu akad untuk menghalalkan persetubuhan di
antara seorang lelaki dengan wanita, yang sebelumnya diharamkan.
Artinya: Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan
isteri-isteri kamu; mereka adalah Pakaian bagimu, dan kamupun adalah Pakaian bagi
mereka.Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, Karena itu
Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu.Maka sekarang campurilah
mereka dan ikutilah apa yang Telah ditetapkan Allah untukmu,…(QS. 2 [al-Baqarah] :
187)

Namun, hubungan perkawinan dalam wujud ini bukanlah semata-mata untuk
mendapatkan kepuasan seks, tetapi merupakan satu kedudukan untuk melestarikan
keturunan manusia secara sah atau sebagai wahana. Karena itulah kehadiran anak
merupakan hal yang didambakan oleh orang tua sebagai generasi penerus dari
keluarganya. Dalam Islam perkawinan merupakan hal yang penting, mengingat dari
perkawinan ini akan menentukan hukum yang lain yang muncul dari sebab nasab,
seperti perwalian, warits dan lain-lain.

Namun demikian tidak semua pasangan memiliki kemudahan dalam mendapat
keturunan, tetapi ada sebagian mereka yang sulit mendapat keturunan yang
disebabkan oleh kurangnya kesuburan, mengidap suatu penyakit atau alasan lain.
Maka mucullah gagasan mendirikan bank sperma. Kehadiran bank sperma merupakan
peluang bagi pasangan yang sulit untuk mendapatkan keturunan untuk memiliki
keturunan melalui jalan lain, yaitu membeli sperma dan diinseminasikan ke dalam rahim
isteri. Hal itu bisa dilakukan dengan mudah di zaman yang sudah maju seperti sekarang
ini.




Di antara fuqaha yang memperbolehkan/menghalalkan inseminasi buatan yang
bibitnya berasal dari suami-isteri ialah Syaikh Mahmud Saltut, Syaikh Yusuf al-
Qardhawy, Ahmad al-Ribashy, dan Zakaria Ahmad al-Barry. Secara organisasi, yang
menghalalkan inseminasi buatan jenis ini Majelis Pertimbangan Kesehatan dan
Depertemen Kesehatan RI, Mejelis Ulama` DKI Jakarta, dan lembaga Islam OKI yang
berpusat di Jeddah. Selain kasus di atas (sperma dari suami ditanam pada rahim isteri)
demi kehati-hatian maka ulama mengharamkannya. Contoh sperma dari orang lain
ditanam pada rahim isteri. Diantara yang mengharamkan adalah Lembaga fiqih Islam
OKI, Majelis Ulama DKI Jakarta, Mahmud Syaltut, Yusuf al-Qardhawy, al-Ribashy dan
zakaria ahmad al-Barry dengan pertimbangan dikhawatirkan adanya percampuran
nasab dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya. Hal ini sesuai dengan keputusan
Majelis Ulama Indonesia tentang masalah bayi tabung atau inseminasi buatan.
Dengan demikian hukum pendirian bank sperma bisa mubah jika bertujuan untuk
memfasilitasi suami isteri yang ingin menyimpan sperma suaminya di bank tersebut,
sehingga jika suatu saat nanti terjadi hal yang dapat menghalangi kesuburan, isteri
masih bisa hamil dengan cara inseminasi yang halal. Adapun jika tujuan pendirian bank
sperma adalah untuk mendonorkan sperma kepada wanita yang bukan isterinya maka
pendirian bank sperma adalah haram, karena hal yang mendukung terhadap terjadinya
haram maka hukumnya haram.


Bank Sperma dalam Perspektif Hukum Islam

Didalam menjawab persoalan tentang bank sperma ini,maka sebagai mana
dijelaskan kita wajib merujuk Al-Quran dan sunnah.kita telah mengetahui realita
berkenaan bank sperma dimana ia adalah tempat untuk menyimpan sperma laki-laki.
Terdapat dua hukum yang perlu difahami disini. Pertama, hukum adanya bank
sperma,dan Kedua, hukum menggunakan persetujuan bank tersebut yakni
mendapatkan sperma laki-laki untuk disatukan dengan sel telur perempuan untuk
mewujudkan kehamilan.

Kami akan membahas hukum yang kedua terlebih dahulu,karena inilah yang
menjadi tujuan terwujudnya bank sperma tersebut yaitu untuk mendapatkan anak. Perlu
diperhatikan bahwa dalam proses persenyawaan didalam tabung uji untuk
menghasilkan kelahiran tersebut disyaratkan sel sperma tersebut mestilah milik suami
dan sel telur mestilah milik istri. Dan sel telur istri yang telah dibuahi mestilah diletakkan
kembali kedalam rahim istri .

Tentu menjadi haram hukumnya mana kala sperma seseorang bisa dibeli atau
diberikan kepada wanita yang bukan istrinya, sebab nanti wanita itu akan mengandung
anak yang bukan dari benih suaminya yang syah,melainkan dari laki-laki lain yang tidak
pernah mengawininya. Kecuali bila bisa dipastikan bahwa penyimpanan sperma itu
terjamin tidak akan diberikan kepada siapapun kecuali istrinya yang syah .
Diriwatkan dari ibnu Abbasra bahwa Rasul saw pernah bersabda :
”Siapa saja yang menghubungkan nasab kepada orang yang bukan ayahnya,atau
(seorang hamba) bertuan (taat) kepada selain tuannya maka ia akan mendapat laknat
dari Allah, para malaikat dan seluruh manusia (HR.Ibnumajah).
Seterusnya dari segi hukum adanya bank sperma,maka hal ini tidaklah dengan
sendirinya menjadi satu keharaman,selama bank sperma tersebut mematuhi hukum
syara’ dari segi operasinya. Ini karena dari segi hukum boleh saja suami menyimpan
spermanya untuk dibuahi dengan sel telur istrinya apabila keadaan memerlukan.
Namun begitu,sperma harus dibuang jjika suami telah meninggal atau terjadi perceraian
diantara suami istri. Jika istri tetap melakukan proses pensenyawaan dan memasukkan
sel yang telah disenyawakan itu kedalamrahimnya,maka dia (termasuk dokter yang
mengetahui dan membantu) telah melakukan keharaman dan wajib dikenakan ta’zir.

“Orang-orang yang meninggal dunia diantara kamu dan meninggalkan istri-
istri,(hendaklah para istri itu) menangguhkan dirinya (beriddah) empat bulan sepuluh
hari”.(QS.Al-baqarah:234)

Ayat ini menjelaskan bahwa para istri yang suaminya meninggal ,sedang para istri
tidak dalam keadaan hamil,wajib menjalani masa iddah selama empat bulan sepuluh
hari.setelah masa iddah selesai maka mereka boleh menikah lagi.artinya para istri itu
sebenarnya telah bercerai dengan suaminya yang meninggal.sejak suami
meninggal,dan statusnya bukan lagi suami istri. Atas dasar itu haram hukumnya terjadi
pembuahan atas (bekas istri) dari sperma suami yang diawetkan .
Tapi kalau dilihat dari kepentingannya,sperma yang dikeluarkan untuk suatu
kepentingan medis dan akan digunakan untuk membuahi ovum istri seperti dalam
kasus bayi tabung,nampaknya tidak membutuhkan jasa sebuah bank, sebab sperma itu
memang tidak perlu disimpan terlalu lama,bukan? Padahal sifat bank itu biasa
menyimpan untuk waktu yang lama.bahkan dibeberapa kondisi,bank sperma itu bisa
memberikan donor sperma kepada orang yang tidak berhak. Dalam kasus yang
demikian,tentu saja fungsi bank sperma tidak bisa diterima dalam Islam, sebab akan
menimbulkan kerancuan nasab .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.