You are on page 1of 8

Prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3

)



Mengenal Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Bekerja dengan komputer akan menyita waktu yang paling lama ketika
bekerja dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi. Penelitian telah
mengungkapkan bahwa bekerja dengan komputer dapat menyebabkan
gangguan kesehatan, bahkan keselamatan. Oleh karena itu aspek kesehatan
dan keselamatan kerja atau K3 merupakan aspek yang harus menjadi
perhatian apabila sedang bekerja dengan komputer. Posisi tubuh, posisi
peralatan komputer, pencahayaan ruangan, dan kondisi lingkungan sangat
mempengaruhi kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan pada saat bekerja
dengan computer.

Dari sisi keselamatan kerja, juga harus disadari bahwa komputer yang
digunakan dengan listrik yang mempunyai tegangan tinggi. Untuk mencegah
terjadinya risiko tersengat listrik, kabel-kabel listrik harus diukur sedemikian
rupa sehingga terhindar dari sengatan listrik. Kondisi kabel-kabel juga harus
diperhatikan untuk mencegah kemungkinan terjadinya arus pendek yang
dapat menyebabkan kebakaran dan rusaknya peralatan komputer. Beberapa
hal yang bisa dilakukan untuk menghindari efek negative dari bekerja
dengan komputer adalah sebagai berikut :

- Aturlah posisi tubuh saat bekerja dengan komputer.
- Aturlah posisi perangkat komputer dan ruangan.
- Makan, minum, dan istirahatlah yang cukup. Jangan menahan desakan
untuk buang air, karena terlalu asyik bekerja dengan komputer.
- Gerakkan badan untuk mengurangi ketegangan otot dan pikirkan, dan olah
raga secara teratur.
- Sesekali alihkan pandangan ke luar ruangan untuk menyegarkan mata.



Posisi komputer diatur agar dapat bekerja dengan nyaman dan memenuhi
syarat-syarat kesehatan dan keselamatan kerja, seperti berikut :

Posisi Monitor.
Monitor yang ditempatkan terlalu tinggi akan menyebabkan kepala harus
menengadah sehingga otot leher menjadi sakit. Sedangkan monitor yang
ditempatkan terlalu rendah akan menyebabkan kepala harus menunduk
sehingga otot punggung menjadi sakit.

Tampilan dan pencahayaan monitor sangat berpengaruh pada mata. Tampilan
layar monitor yang terlalu terang dengan warna yang cerah dan norak seperti
merah, kuning, ungu, dan oranye akan membuat mata cepat menjadi lelah.
Selain itu, pantulan cahaya pada layar monitor yang berasal dari sumber lain
seperti jendela, lampu penerangan, dan lain sebagainya dapat menyilaukan
pandangan.

- Untuk mengurangi keluhan pada mata, ada beberapa pengaturan layar
monitor yang perlu di perhatikan.
- Letakkan monitor sedemikian rupa di ruangan sehingga monitor tidak
memantulkan cahaya dari sumber cahaya lain.
- Agar mata dapat membaca dengan nyaman letakkanlah monitor lebih rendah
dari garis horizontal mata.
- Aturlah cahaya monitor agar tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap.

Sering-seringlah mengedipkan mata untuk menjaga agar mata tidak
kering. Sesekali lepaskan pandangan jauh ke luar ruangan, misalnya
melihat pepohonan. Usap kelopak mata secara lembut dan memijit-mijit
di sekitar tubuh untuk mengurangi ketegangan mata dan melancarkan
peredaran darah ke mata.

Posisi Keyboard.
Penggunaan jari-jari tertentu saja dalam waktu yang lama, terutama
apabila sedang bermain game, salah satu penyebab nyeri otot dan tulang.

Keyboard harus diletakkan pada posisi yang benar, tidak terlalu jauh,
tidak terlalu rendah, dan tidak terlalu tinggi. Posisi keyboard yang terlalu
jauh akan menyebabkan tangan cepat lelah dan terserang nyeri karena
tangan harus dijulurkan untuk menjangkaunya. Posisi keyboard yang
terlalu rendah akan membuat badan harus membungkuk sehingga
menyebabkan punggung menjadi sakit, sedangakan posisi keyboard yang
telalu tinggi akan melelahkan tangan.

Posisi keyboard yang benar adalah harus lebih rendah dari meja dimana
monitor diletakkan dan lebih tinggi dari pinggang bawah. Untuk
menghindari sakit dan tegang pada leher dan bahu, letakkan keyboard
tepat di hadapan dan segaris dengan layar monitor.

Posisi Mouse.
Mouse biasanya diletakkan di sebelah kanan keyboard. Letak mouse
tidak boleh terlalu jauh akan menyebabkan badan harus membungkuk
dan menjulurkan tangan untuk meraihnya. Hal ini dapat mengganggu otot
punggung dan lengan. Orang dengan penggunaan tangan kiri yang
dominn (kidal) dapat meletakkan mouse di sebelah kiri keyboard.


Posisi meja yang mempunyai ketinggian yang tidak tepat akan
menyebabkan leher menjadi sakit sedangkan kursi yang tidak baik akan
membuat posisi duduk menjadi tidak nyaman dan cepat lelah.

Meja computer yang baik adalah meja yang dilengkapi laci untuk
menempatkan keyboard dan mouse, juga dilengkapi dengan sandaran
kaki. Tinggi meja computer yang baik adalah sekitar 55-75 cm,
disesuaikan dengan ukuran kursi dan juga tinggi badan pengguna.

Kursi yang baik adalah kursi yang dapat mengikuti lekuk punggung,
memiliki sandaran, dan tingginya bias diatur. Kursi yang telalu tinggi akan
menyebabkan kaki menggantung dan menyebabkan kelelahan.

Printer.
Suara printer yang telalu bising dapat mengganggu kenyamanan
pendengaran. Printer yang baik pada umumnya tidak menimbulkan
kebisingan. Printer yang menggunakan sistem ink-jet dan laser
mempunyai kebisingan yang relative lebih rendah bila dibandingkan
dengan printer system dot matrix. Kebisingan yang tinggi dapat
mempengaruhi syaraf manusia dan dapat berakibat pada kelelahan.

Posisi Tubuh

Posisi tubuh saat bekerja dengan komputer sangat berpengaruh pada
kesehatan. Dengan mengetahui posisi tubuh yang memenuhi syarat K3, posisi
komputer dan penunjangnya dapat diatur supaya memberikan rasa nyaman
pada saat digunakan.

Posisi Kepala dan Leher.
Pada saat bekerja dengan komputer, posisi kepala dan leher harus tegak
dengan wajah menghadap langsung ke layar monitor. Leher tidak boleh
membungkuk atau menengadah, karena hal ini dapat menyebabkan sakit
pada leher. Posisi monitor harus diatur untuk mendapatkan posisi layar yang
sesuai dengan posisi kepala dan leher.

Posisi Punggung
Posisi punggung yang baik pada saat bekerja dengan komputer adalah tegak,
tidak miring ke kiri atau ke kanan, tidak membungkuk dan tidak bersandar
terlalu miring ke belakang. Tempat duduk harus nyaman untuk
mendapatkan posisi punggung yang baik, sehingga dapat terhindar dari sakit
otot punggung dan pinggang.

Posisi Pundak
Posisi pundak yang baik adalah tidak terlalu terangkat dan tidak terlalu ke
bawah. Dapat diketahui apakah posisi otot-otot di pundak sudah baik atau
belum dengan merasakan apakah otot-otot di pundak dalam keadaan rileks
atau tegang. Otot-otot yang terasa tegang menandakan bahwa posisi pundak
belum benar, hal ini akan menyebabkan kelelahan dan menderita nyeri otot.

Posisi Lengan dan Siku
Posisi lengan yang baik adalah apabila pada saat mengetik dan
menggunakan mouse terasa nyaman. Masing-masing orang mempunyai posisi
nyaman tersendiri. Pada saat mengetik dan menggunakan mouse, posisi
tangan harus sedemikian rupa sehingga tangan bebas bergerak. Posisi lengan
yang baik adalah bila tangan berada di samping badan dan mengetik, hindari
meletakkan tangan di atas meja karena akan mengurangi kebebasan tangan
untuk bergerak.

Posisi Kaki
Pada saat bekerja dengan komputer, kaki harus diletakkan di lantai atau
sandaran kaki dengan seluruh tapak kaki menyentuh lantai dan siku kaki
yang membentuk sudut tidak kurang dari 90 derajat. Kaki harus dapat
digerakkan dengan bebas, untuk memperlancar aliran darah dan mengurangi
kelelahan.

Penyakit Yang Disebabkan Karena Penggunaan Komputer.
Bagi anda pengguna komputer, notebook, maupun netbook, tentunya harus
tahu bahwa jika terlalu lama menggunakan perangkat-perangkat tersebut,
ada gangguan / penyakit yang mengintai. Gangguan-gangguan di atas timbul
karena penggunaan yang salah, seperti misalnya letak layar yang terlalu
tinggi, jarak mata dengan komputer yang terlalu dekat, tidak ergs nomisnya
meja keyboard dengan tubuh operator, pencahayaan yang salah, dan lain
sebagainya. Gangguan-gangguan yang timbul dapat diatasi dengan
memperbaiki kekeliruan di atas. Penyakit-penyakit tersebut dapat
dikategorikan sebagai penyakit yang cukup berbahaya. Berikut ini beberapa
penyakit yang diakibatkan oleh penggunaan komputer yang terlalu lama.
Computer Vision Syndrome (CVS). The American Optometric
Association Penyakit ini banyak dialami oleh para pengguna komputer
karena saat penglihatan menjadi kabur, maka pengguna komputer akan
mengubah posisi tubuh maju mendekatkan diri agar dapat melihat objek
yang ada di monitor lebih jelas. Dari sebuah hasil penilitan yang
dipublikasikan oleh The Journal of Epidemiology and Community Health,
pengguna berat komputer memiliki kelainan penglihatan, termasuk
didalamnya Myopi dan Glaucoma. Penderita akan mengalami mata lelah
,nyeri, penglihatan kabur, sakit kepala, dan sebagainya. Gejala sindrom ini
adalah mata perih, sensitive terhadap cahaya, nyeri pada leher dan
punggung.
Repetitive Strain I njury (RSI ). Gangguan kesehatan ini ditimbulkan akibat
penggunaan komputer dalam jangka panjang. Repetitive Strain Injury (RSI)
terjadi karena gerakan fisik yang berulang-ulang menyebabkan kerusakan
pada tendon, saraf, otot dan jaringan lainnya. Peningkatan penggunaan
komputer dengan kecepatan yang tinggi dalam mengetik menyebabkan
cedera pada tangan, lengan, dan bahu. Yang termasuk dalam RSI antara lain
sakit leher, nyeri punggung, Carpal Tunnel Syndrome, DeQuervains
Tenosynovitis, Thorscic Outlet Syndrome, Shoulder Impingement Syndrome,
dan tennis Elbow.
Carpal tunnel syndrome (CTS) adalah sebuah penyakit yang disebabkan
karena terganggunya saraf tengah karena tekanan yang terjadi pada bagian
pergelangan tangan hal ini menimbulkan rasa sakit, nyeri dan melemahnya
otot otot pada bagian pergelangan tangan. CTS yaitu sebuah gangguan yang
terjadi pada pergelangan tangan karena sirkulasi darah tidak berjalan
dengan benar akhirnya banyak lemak yang menumpuk disana dan menyebab
rasa sakit di sekitar pergelangan. Sebuah penelitian terhadap pertumbuhan
badan juga menunjukkan bahwa ketidak aktifan fisik dalam waktu yang
lama meningkatkan resiko terkena penyakit jantung, diabetes, kanker dan
obesitas.
Stress. Penggunaan komputer dapat menimbulkan stress, seperti yang
ditemukan NIOSH (The National Institute of Occupational Safety and Health
). NIOSH menemukan bahwa operator komputer memiliki tingkat stress yang
lebih tinggi dibandingkan dengan pekerjaan lain. Tipe stres yang dapat
ditimbulkan oleh penggunaan komputer tidak memiliki perbedaan dengan
tipe stres yang ada didalam kehidupan.
Penyakit batu ginjal dapat menyerang bila seringkali duduk terlalu lama,
sering menahan buang air kecil dan kurang mengkonsumsi air putih.
Penyakit batu ginjal muncul bila selama makanan yang dikonsumsi memiliki
kalsium tinggi dan kaya akan oksalat yang susah larut ke dalam organ tubuh
sehingga terjadi infeksi saluran kemih yang mengakibatkan timbulnya
penyumbatan di urin.
Penyakit wasir atau ambeien dan sembelit dapat menyerang bila duduk terlalu
lama dan tidak diimbangi dengan minum air dan makan buah yang cukup,
serta kurang bergerak. Kondisi sembelit terjadi apabila susah buang air besar
meski perut terasa sudah penuh. Ketika dipaksakan buang air besar maka
terjadilah pendarahan pada dubur dan timbul benjolan yang menandai
penyakit wasir.
Pengguna komputer yang jarang tidur dan sering online hingga larut malam
maka akan rentan terkena penyakit liver. Ciri-ciri klinis orang yang terkena
liver adalah urine berwarna sangat coklat, cepat merasa capek, dan hilang
selera makan. Selain itu, sering online hingga larut dapat mengakibatkan
sindrom mata kering. Penyakit seperti insomnia dapat juga terjadi akibat
tubuh yang kelelahan yang kronis akibat duduk terlalu lama yang berujung
pada gangguan tidur.
Pada keyboard komputer dan kursi serta alat-alat kerja lainnyapun
tersimpan kuman penyakit. Sebuah penelitian di Inggris yang dilakukan oleh
seorang ahli yang disewa oleh Majalah Which Computing pernah melaporkan
beberapa keyboard di sebuah perkantoran lima kali menyimpan lebih banyak
jumlah kuman ketimbang sebuah kamar kecil. Penelitian ini mengungkap
beragam jenis bakteri berbahaya seperti Escherichia coli, coliform,
staphylococcus aureus, yang menyebabkan beragam infeksi mulai dari
masalah diare kulit hingga radang paru-paru atau pneumonia. Sementara
peneliti dari University Of Arizona menyatakan keyboard masih cukup bersih
ketimbang kursi yang diduduki. Para ahli mikrobiologi menemukan sebuah
kursi bisa menyimpan 10 juga mikroba, sedangkan rata-rata sebuah kantor
bisa menyimpan 20.000 mikroba pada setiap permukaan 1 inci persegi. Begitu
banyaknya jumlah mikroba ini tentu tidak terlepas dari kebiasaan buruk
karyawan dalam memperlakukan tempat kerja.
Peneliti dari Australia’s Queensland University Of Technology menemukan
dampak alat Printer Laser yang mirip asap rokok. Satu dari tiga printer yang
diteliti mengeluaran semacam partikel merugikan. Partikel ini bisa terhirup
dan masuk paru-paru dan memicu masalah pernafasan. Sementara tim ahli
dari London’s Imperial College menyatakan medan listrik yang timbul dari
alat-alat kantor bisa memicu sakit kepala dan masalah lainnya. Keith
Jamieson, salah satu peneliti London’s Imperial College, mengatakan bahwa
medan listrik punya pengaruh kuat terhadap udara sehingg di belakang
monitor komputer selalu dikotori debu. Hal sama juga berlaku pada kulit dan
paru-paru manusia . Ini dapat meningkatkan penyerapan racun yang harus
dinetralisir tubuh.