You are on page 1of 5

Nur M.

Abdurrahman 1206247026
1
TUGAS REVIEW JURNAL KOROSI
Nama : Nur M. Abdurrahman
NPM : 1206247026
Judul : Improvement of Corrosion Resistance of AZ91D Magnesium
Alloy by Nickel Plating

A. TUJUAN JURNAL
Jurnal ini memiliki tujuan untuk menginvestigasi dan mencari cara
untuk meningkatkan ketahanan korosi dari paduan magnesium AZ91D
dengan melapisi paduan magnesium tersebut menggunakan nikel. Paduan
magnesium memiliki keutamaan berupa densitasnya yang rendah, yang
dimana keutamaan itu dibutuhkan sebagai material kendaraan berupa mobil,
pesawat, dan alat transportasi lainnya, untuk meningkatkan efisiensi mesin
secara keseluruhan.
Selain itu, telepon genggam juga membutuhkan material yang
memiliki densitas yang rendah agar bobotnya menjadi rendah pula. Oleh
karena itu paduan magnesium memiliki keuntungan-keuntungan yang
sangat berpengaruh pada kualitas dan efisiensi dari produk-produk diatas.
Namun, paduan magnesium memiliki kelemahan yang salah satunya adalah
ketahanan korosinya yang rendah. Oleh karena itu peneliti mencari cara
untuk meningkatkan ketahanan korosi dari paduan magnesium, salah
satunya dengan melapisi paduan magnesium tersebut dengan menggunakan
logam nikel.

B. Metodologi Penelitian
Dalam prakteknya, penelitian ini akan melapisi paduan magnesium
AZ91D dengan Cu, kemudian dilapisi lagi dengan Ni-P secara electroless
plating, kemudian dilapis lagi dengan logam nikel. Dalam prosesnya,
pertama-tama sampel paduan magnesium dipotong-potong menjadi ukuran
2 x 2 cm². Kemudian sampel dibersihkan dengan menggunakan isopropyl
Nur M. Abdurrahman 1206247026
2
alcohol dengan agitasi ultrasonik pada suhu ruang selama 10 menit. Lalu
sampel dilakukan pembersihan lanjutan dengan dilakukan degreasing
selama 2 menit pada suhu 60 ˚C. Setelah proses-proses tersebut, dilakukan
acid pickling, kemudian dilakukan surface activation dan zincating
treatments.
Setelah dilakukan treatment-treatment tersebut, sampel dilakukan
pelapisan tembaga dengan electroplating dengan anoda Cu murni. Pelapisan
ini dilakukan selama 10 menit di suhu ruang dengan rapat arus 5 A/dm².
Setelah melapisi sampel dengan tembaga, dilakukan pelapisan lagi dengan
material Ni-P (nickel-phosphor) menggunakan metode electroless plating.
Pelapisan ini dilakukan selama 40 menit dengan pH 4.8 dan suhu sebesar
80 ˚C. Kemudian sampel dilakukan pelapisan kembali dengan logam nikel
secara electroplating untuk meningkatkan peforma tampilan plating.
Setelah proses pelapisan, dilakukan proses yang bertujuan untuk
melihat morfologi, dan ketahanan korosinya. Dalam mengobservasi
morfologi penampang melintang, digunakan alat Field-emission scanning
electron microscopy (FE-SEM, ZEISS Ultra-plus). Kemudian dilakukan
identifikasi fasa dari masing-masing lapisan, menggunakan high resolution
X-ray diffractometer (BRUKER, D8-SSS). Setelah itu, dilakukan pengujian
dengan potential polarization test untuk melihat perilaku elektrokimianya
dan ketahanan korosi.



Nur M. Abdurrahman 1206247026
3
C. Analisis
Pada percobaan ini, didapatkan fasa yang berstruktur amorf seperti
yang dapat dilihat pada Fig.2. Keberadaan struktur amorf ini juga
diindikasikan dengan naiknya kurva XRD atau Fig.4 pada garis Ni/Ni-P/Mg
pada sudut 46˚.

Fasa ini terbentuk pada lapisan Ni-P (nickel-phosphor) yang dapat terlihat
pada Fig.3 bagian B. Lapisan ini diharapkan dapat berguna untuk
meningkatkan ketahanan korosi dari paduan magnesium. Hal ini
dikarenakan dalam literatur yang dipakai penulis, disebutkan bahwa struktur
amorf dari material dapat meningkatkan ketahanan korosi.

Nur M. Abdurrahman 1206247026
4
Pengaruh mikrostruktur amorf pada Fig. 2 pada lapisan B Fig. 3
terhadap ketahanan korosi dapat terlihat pada kurva polarisasi pada Fig. 6.

Dari kurva tersebut terlihat adanya kenaikan potensial korosi (

) dan
menurunnya rapat arus korosi (

) pada paduan magnesium yang telah
dilapisi dibandingkan dengan yang belum dilapisi. Hal ini menyebabkan
daerah aktif atau daerah korosi menjadi lebih berkurang pada paduan
magnesium yang telah dilapisi. Potensial korosi (

) dibawa kedaerah
yang lebih pasif sehingga ketahanan korosi meningkat.


D. Kesimpulan
- Pelapisan beruntun Ci, Ni-P (electroless), dan Ni dapat dilakukan pada
paduan magnesium setelah dilakukan pretreatment tertentu.
- Pelapisan Cu, Ni-P, dan Ni secara berturut-turut dapat meningkatkan
ketahanan korosi secara signifikan pada paduan magnesium AZ91D
yang secara mayoritas disebabkan oleh struktur amorf dari Ni-P.
- Lapisan Cu berfungsi sebagai pelindung antara lapisan Ni-P dan
AZ91D.
- Semakin tinggi nilai

serta semakin rendah nilai

, maka
semakin tinggi ketahanan korosinya.
Nur M. Abdurrahman 1206247026
5