You are on page 1of 22

MAKALAH FUNGSI EKOLOGI

DI SUSUN OLEH :

CHANDRA PRANATA

(A2A013005)

SUSANNA ANINDYA P.

(A2A013023)

RIZA DWITA PRATIWI

(A2A013028)

ANIS SUSILOWATI

(A2A013037)

ARI KURNIA SANDY

(A2A013047)

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
SEMARANG
2014

KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala
rahmat dan hidayahnya, kepada tim penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul FUNGSI EKOLOGI.
Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan
tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu
dalam kesempatan ini penulis mengaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada semua pihak yang membantu dalampembuatan makalah ini.
Tim penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih jauh
dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya.Namun demikian tim penulis
telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat
selesai dengan baik, oleh karena itu tim penulis dengan rendah hati dan dengan tangan
terbuka menerima masukan saran dan usul guna menyempurnakan makalah ini.
Tim penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.

Semarang, 12 Oktober 2014
Hormat kami,

Penulis

yang terkadang tidak diketahui oleh manusia. Di dalam ekosistem juga dijelaskan mengenai aliran energi yang diperoleh oleh makhluk hidup. yang kemudian sekelompok organisme tersebut berinteraksi dengan lingkungannya. ekosistem adalah kesatuan tatanan antara segenap komponen biotik maupun abiotik yang saling memengaruhi.2 RUMUSAN MASALAH . kemudian dalam komponen biotik terdapat pembagian organiseme. mulai dari produsen menuju konsumen 1. Di dalam ekosistem terdapat berbagai komponen. dapat memberikan efek yang fatal terhadap konsumen berikutnya. Jika salah satu makhluk hidup yang terdapat dalam rantai makanan tersebut punah. Oleh sebab itu. konsumen 2.BAB I PENDAHULUAN 1. hal inilah yang masih kurang terpublikasi sehingga membuat manusia cenderung sembarangan dalam memanfaatkan makhluk hidup yang ada di sekitarnya. agar dapat membantu menambah wawasan kita supaya bisa lebih bersahabat dengan lingkungannya.1 LATAR BELAKANG Ekosistem merupakan suatu sistem yang terbentuk oleh adanya hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya. Maka. penyusun berusaha untuk menjelaskan secara detil mengenai fungsi ekosistem alami dan ekosistem buatan serta aliran energi dan materi dalam ekosistem. Ekosistem kemudian dibagi lagi berdasarkan lingkup alami dan buatan. 1. yakni organisme autotrof dan organisme heterotrof. Masih banyaknya sumber daya manusia yang tidak mengetahui perbedaan ekosistem alami dan ekosistem buatan. ada komponen biotik dan abiotik. Ekosistem tersusun disebabkan oleh adanya individu. kemudian populasi. menyebabkan kurangnya perhatian manusia terhadap lingkungannya yang begitu banyak memiliki keanekaragaman. dan lain sebagainya. dan komunitas.

1 Memberikan informasi tentang pengertian ekosistem.2.4 Memberikan informasi tentang pengertian aliran energi dan materi dalam ekosistem. 1. 1. 1.3.4 Apa yang dimaksud dengan Aliran Energi dan Materi dalam Ekosistem? 1. masalah–masalah yang muncul dapat diidentifikasikan sebagai berikut: 1.3.2 Apa itu Ekosistem Alami beserta fungsinya? 1.2.2.3. .3 Apa itu Ekosistem Buatan beserta fungsinya? 1.3.2.3.5 Bagaimana proses yang terjadi pada Aliran Enegri dan Materi dalam Ekosistem? 1.5 Memberikan informasi tentang proses yang terjadi pada aliran energi dan materi dalam ekosistem.3 TUJUAN Penulisan Makalah ini bertujuan: 1.Berdasarkan latar belakang masalah.2.1 Apa yang dimaksud dengan Ekosistem? 1. 1. BAB II FUNGSI EKOSISTEM: ALAMI DAN BUATAN.3 Memberikan informasi tentang ekosistem buatan beserta fungsinya.2 Memberikan informasi tentang ekosistem alami beserta fungsinya.

yaitu sebagai berikut: a. suatu ekosistem terbentuk oleh komponen hidup (biotik) dan tidak hidup (abiotik) yang berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur.ALIRAN ENERGI DAN MATERI DALAM EKOSISTEM 2. yang meliputi komponen fisik dan kimia. Selama setiap komponen tetap melakukan fungsinya dan bekerjasama dengan baik. Ekosistem adalah tempat dimana terjadinya proses saling interaksi dan ketergantungan antara makhluk hidup sebagai komponen biotik. Sifat-sifa tekstur. Berdasarkan fungsi dan aspek penyusunannya. dan angin (Iwak Pithik.kematangan. 2012). ekosistem adalah suatu sistem yang terbentuk oleh adanya hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya. Menurut Prayoga (2011). Berdasarkan pengertian tersebut. dan logos yang berarti ilmu. Sedangkan komponen abiotik adalah faktor-faktor yang bukan makhluk seperti faktor fisik dan kimia. Sistem inilah yang disebut dengan ekosistem. tanah. keteraturan ekosistem akan tetap terjaga. air. Ekosistem dipelajari dalam salah satu cabang ilmu biologi yaitu ekologi. Setiap komponen memiliki fungsi (relung) tertentu. Ekologi berasal dari bahasa Yunani yaitu oikos yang berarti tempat hidup. udara. Contoh dari komponen abiotik antara lain air. Komponen biotik sendiri adalah seluruh makhluk hidup di bumi yang mencakup individu. dengan lingkungan hidupnya yang merupakan komponen abiotik. Bagian dari komponen abiotik adalah . sinar matahari.1 Pengertian Ekosistem Organisme hidup di dalam sebuah sistem yang ditopang oleh berbagai komponen yang saling berhubungan dan saling berpengaruh. seperti tanah. populasi. Pembahasan ekologi tak bisa lepas dari ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya. yaitu komponen yang terdiri atas bahan-bahan tidak hidup (nonhayati). yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. matahari. Komponen Abiotik. suhu. Dalam arti lain. ekosistem dapat dibedakan menjadi dua komponen. Menurut Budiyanto (2013). dan komunitas. dan energi. 1] Tanah. Keteraturan tersebut terjadi karena adanya arus materi dan energi yang terkendali oleh adanya arus transportasi dan transformasi antar komponen dalam ekosistem. ekosistem adalah kesatuan tatanan antara segenap komponen biotik maupun abiotik yang saling memengaruhi. fisik tanah yang berperan dalam ekosistem meliputi .

Menurut Prayoga (2011). Dengan demikian produsen merupakan sumber energi utama bagi organisme lain. dan kedalaman air. Semua organisme yang mengandung klorofil terutama tumbuhan hijau daun disebut organisme autotrof. seperti manusia dan hewan. Gas itu berbentuk atmosfer yang melingkupi makhluk hidup. 4] Cahaya matahari Cahaya matahari merupakan sumber energi utama bagi kehidupan di bumi ini.penyebara cahaya di bumi belum merata.dan nitrogen merupakan gas yang paling pentung bagi kehidupan makhluk hidup. yaitu sebagai berikut: 1) Produsen Menurut Prayoga (2011). Makanan dimanfaatkan oleh tumbuhan itu sendiri maupun makhluk hidup lainnya. Hal-hal penting pada air yang mempengaruri kehidupan makhluk hidup adalah suhu air. 5] Suhu atau temperatur. Setiap makhluk hidup memerlukan suhu optimum untuk kegiatan metabolisme dan perkembangbiakannya. Udara merupakan lingkungan abiotik yang berupa gas. konsumen di kelompokkan sebagai berikut: . Oksigen. yaitu konsumen. 2) Konsumen. Oleh karena itu. yaitu komponen yang terdiri atas bahan-bahan yang bersifat hidup yang meliputi organisme autotrof dan heterotrof. karbon dioksida. organisme harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang intensitas dan kualitas cahayanya berbeda. Namun demikian. berdasarkan jenis makanannya. penguapan. b) Organisme Heterotrof adalah semua organisme yang tidak dapat membuat makanannya sendiri. semua produsen dapat menghasilkan makanannya sendiri sehingga disebut organisme autotrof. b. salinitas. tumbuhan hijau mnghasilkan makanan (karbohidrat) melalui proses fotosintesis.dan kemapuan menahan air. a) Organisme Autotrof adalah semua organisme yang mampu membuat atau mensintesis makanannya sendiri. kadar mineral air. berupa bahan organik dan bahan-bahan anorganik dengan bantuan energi matahari melalui proses fotosintesis. Organisme heterotrof terdiri atas tiga bagian. 3] Udara. 2] Air. Sebagai produsen. akan tetapi meman faat kan bahan-bahan organik dari organisme lainnya sebagai bahan makanannya. Komponen Biotik. arus air. yaitu organisme heterotrof yang secara langsung memakan organisme lain.

yaitu ekosistem darat. padang rumput. yaitu organisme heterotrof yang mendapatkan makanan berupa bahan organic dengan cara merombak sisa-sisa organisme mati atau produk dari organisme hidup. seperti cacing tanah. yaitu organisme heterotrof yang memakan partikel-partikel organik atau remukan jaringan organik yang telah membusuk.] Pengurai [dekomposer]. seperti bakteri dan jamur. b] Pemakan daging [karnivora]. hutan.dan serigala. sedangkan malam hari suhu sangat rendah (bisa mencapai 0C). dan orang hutan. Tumbuhan semusim yang terdapat di gurun berukuran . Ekosistem Darat dibedakan atas : 1) Bioma gurun Beberapa Bioma gurun terdapat di daerah tropika (sepanjang garis balik) yang berbatasan dengan padang rumput. 3) Pengurai (perombak atau dekomposer). dan sungai.a] Pemakan tumbuhan [herbivora]. air laut.2 Ekosistem Alami Ekosistem alami adalah ekosistem yang terbentuk secara alami misalnya danau. misalnya harimau. misalnya ayam. air tawar. Suhu siang hari tinggi (bisa mendapai 45C) sehingga penguapan juga tinggi. siput. rawa. Ekosistem darat di bedakan atas beberapa bioma seperti gurun. 2. Ciri-ciri bioma gurun adalah gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun).burung elang. Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar. dan pantai. taiga dan tundra. dan tripang. c] Pemakan tumbuhan dan daging [omnivora]. hutan basah. Ekosistem air tawar dibedakan atas danau. hutan gugur. rawa. nisalnya kambing. 4) Detritivor. d. itik. kerbau. Ekosistem alami dapat dibedakan lagi kedalam beberapa jenis ekosistem. kelinci dan sapi.

Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali. beruang. Bioma Taiga Bioma taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik. Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer. dan burungburung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur. Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. kaktus. Tinggi pohon utama antara 20-40 m. ular. di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus. burung. Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari. dan rakoon (sebangsa luwak). tikus dan ular. yaitu liana (rotan). kangguru. Selain itu. burung 5) pelatuk. Hewannya antara lain moose. harimau. babi hutan. bajing.kecil. ajag. curah hujan 200-225 cm per tahun. atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air. cabang-cabang pohon tinngi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi). Terdapat di daerah yang mengalami empat musim (dingin. Ciri-cirinya adalah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun dan hujan turun tidak teratur. . Species pepohonan relatif banyak. 3) serangga. dan burung hantu. pinus. Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro (iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme). 2) Bioma padang rumput Bioma ini terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke subtropik. jerapah. beruang hitam. katak. zebra. dan kalajengking. serigala. badak. Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan. anjing liar. kera. semi. dan anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain.suhu sepanjang hari sekitar 25C. dap sejenisnya. Hewannya antara lain rusa. panas. Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia. kadal. Ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah. singa. gajah. jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya. Dalam hutan basah tropika sering terdapat tumbuhan khas. Ciri-cirinya adalah. Ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun. Bioma Hutan Basah Bioma Hutan Basah terdapat di daerah tropika dan subtropik. Porositas (peresapan air) tinggi dan drainase (aliran air) cepat. 4) Bioma hutan gugur Bioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang. dan gugur). Hewannya antara lain: bison. rubah. Variasi suhu dan kelembapan tinggi/besar.

Hewan yang menetap memiliki rambut atau bulu yang tebal.6) Bioma tundra Bioma tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi. udang. b. Hewannya berupa nekton. Biota yang hidup di daerah ini antara lain: ganggang yang hidup sebagai bentos. Ekosistem air laut berdasarkan daya tembus sinar matahari kedalam air laut. dibedakan atas : 1) Fotik. neston dan bentos. Hewan yang hidup di daerah ini ada yang menetap dan ada yang datang pada musim panas. Biota yang hidup di daerah ini adalah plankton. Daerah ini mendapat sedikit cahaya. merupakan daerah yang masih mendapat sinar matahari. adalah daerah yang dalamnya ± 200 m dari permukaan laut. 2) Daerah neritik. tumbuhan biji semusim. tumbuhan kayu yang pendek. Pada umumnya. beruang kutub. liken. contohnya muscox. adalah daerah yang kedalamannya mencapai 200-15000 m dari permukaan laut. semuanya berdarah panas. dan rumput. Radiasi matahari. rusa kutub. adalah daerah yang kedalamannya lebih dari 1500 meter. binatang laut. variasi temperatur dan salinitas mempunyai pengaruh yang lebih berarti untuk daerah ini dibandingkan dengan daerah laut lainnya. 3) Daerah batial. merupakan daerah yang tidak mendapat sinar matahari. tidak terdapat produsen. 4) Daerah abisial. teripang. kepiting. Ekosietm air laut dibedakan atas : a. cacing laut. Daerah ini sudah tidak ada produsen. Daerah ini masih dapat tertembus cahaya matahari. 2) Afotik. nekton. tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin. . Contoh tumbuhan yang dominan adalah Sphagnum. Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari. Daerah ini gelap sepanjang masa. Daerah ini tidak tertembus oleh cahaya matahari. adalah daerah yang berbatasan dengan darat. dan insekta terutama nyamuk dan lalat hitam. Ekosistem laut secara fisik dibedakan : 1) Daerah litoral.

Guettarda. Bila tanah di daerah pasang surut berlumpur. maka kawasan ini berupa hutan bakau yang memiliki akar napas. 2) Formasi Baringtonia Daerah ini didominasi tumbuhan baringtonia. ikan dan berbagai invertebrata. penyu.Minyak umumnya akan terakumulasi pada permukaan sendimen antar-pasang-surut dan dapat menimbulkan . Selain berfungsi untuk mengambil oksigen. Vigna. Acgicras. Habitat berbagai jenis burung.dan beberapa lokasi sebagai tempat lahirnya penyu. Tempat rekreasi 3. Ekosistem pantai dibedakan atas beberapa formasi-formasi adalah tumbuhan yang cocok untuk habitat tertentu. Penghalang terdapat erosi pantai 2. Terminalia. Vegetasinya membentuk formasi : 1) Formasi Prescaprae Dinamakan demikian karena yang paling banyak tumbuhan yang tumbuh digundukan pasir adalah Ipomoea Pes Caprae yang tahan terhadap hempasan gelombang dan angin.c. Thespesia. Formasi yang membentuk ekosistem dibedakan atas : 1) Hutan Mangrove Vegetasi utamanya adalah bakau. akar ini juga dapat digunakan sebagai penahan dari pasang surut gelombang. dan Cylocarpus. Penjelasan selengkapnya mengenai beberapa ekosistem pantai : a) Ekosistem pantai pasir Ekositem pantai pasir merupakan zona litoral yang terkena ombak terus menerus dan terpaan cahaya matahari selama 12 jam. dan Cerbera. rumput angin 3) Formasi barringtonia Vegetasi utama selain keben dan butun terdapat pula ketapang. termasuk di dalamnya Wedelia. Lumnitzera. bogem dan kayu api. Jika tanah pasang surut tidak terlalu basah. dan Erythrina.Pantai berpasir hampir tidak ada kehidupan. Akar napas merupakan adaptasi tumbuhan di daerah berlumpur yang kurang oksigen. Sebagian besar pantai di wilayah tropis adalah pantai berpasir. 2) Formasi Pes caapre Vegetasi yang utama adalah telapak kambing. Pantai berpasir merupakan komponen penting lingkungan pesisir sebagai : 1. Rhizophora. Tumbuhan lainnya adalah Spinifex Littorium (rumput angin). pohon yang sering tumbuh adalah: Heriticra.Pantai pasir secara ekologis sangat penting sebagai habitat beberapa organisme. pandan dan bakung. Yang termasuk tumbuhan di hutan bakau antara lain Nypa.Pantai berpasir ini juga banyak digunakan oleh perahu-perahu ikan dan beberapa aktivitas perikanan sebagai landasan (base) atau lokasi kegiatan. Acathus.termasuk kepiting dan burung.tumbuhan ini menjalar dan berdaun tebal.Pantai berpasir ini dapat memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena beberapa tempat di pantai ini dijadikan tempat rekreasi yang penting.

khususnya pada kawasan teluk yang landai. Rustacea 2. tingkat penetrasi ini dipengaruhi oleh ukuran butir sedimen.bagian yang paling banyak dan paling keras sisa-sisa pelapukan batu di gunung. Parameter lingkungannya: 1. Gelombang yang akan melepaskan energinya dipantai . Pantai berpasir dinominasikan oleh 3 invertebrate : 1. Minyak yang tetap berada pada atau sekitar permukaan pasir dan minyak yang terkena aksi gelombang yang besar tidak akan tinggal pada pantai berpasir dalam jangka waktu lama. Minyak yang masuk ke dalam lubang jejak-jejak jalan kepiting atau cacing dapat mengakibatkan dampak kematian pada kepiting atau cacing yang hidup dalam lubanglubang tersebut. Mollusca Bivalvia 3. dimana minyak dapat memberi dampak pada organisme di dasar perairan. kecuali dibersihkan secara mekanis. Pola arus yang akan mengangkut pasir yang halus 2. Sedimen minyak yang terangkat dari permukaan pantai berpasir oleh aksi gelombang dapat terbawa dan terendapkan pada kawasan yang lebih kearah lepas pantai. Total bahan organik dan organisme yang hidup di pantai berpasir jauh lebih sedikit dibanding dengan jenis pantai lainnya. namun minyak yang berada di lapisan bawah pemrukaan dapat tetap tinggal hingga beberapa tahun. 2. Minyak juga dapat masuk ke dalam lapisan bawah permukaan. kekentalan minyak. Cacing Polikaeta 2. Dampak ini cenderung tidak terjadi pada pantai yang terbuka. Kandungan minyak hidrokarbon pada daging kerang telah terdeteksi dari beberapa kasus tumpahan minyak. Karakteristik Pantai Pasir 1. tingkat penterasi air.dampak pada organisme termasuk burung-burung dan penyu-penyu yang mendarat di daerah pantai ini. Kebanyakan terdiri dari kwarsa dan feldspar. dimana sedimen terkontaminasi minyak dapat tersebar dan terendapkan dalam lingkungan kawasan yang lebih luas. Fungsinya: 1. Tempat beberapa biota meletakan telurnya Tidak dapat menahan air dengan baik karena sendimennya yang kasar akibatnya lapisan permukaannya menjadi kering sampai sedalam beberapa cm diatas pantai yang terbuka terhadap matahari pada saat pasang surut. dan keberadaan lubang jejak-jejak jalan kepiting atau cacing. Dibatasi didaerah diamana gerakan air yang kuat mengangkut partikel-partikel yang halus dan ringan.

1-1 mm).Sumatra dan Jawa. Secara ekologis berbagai jenis hewan laut hidup di daerah mangrove. Pantai berlumpur banyak terdapat di kawasan yang landai dan sering berasosiasi pada hutan manggrove dan lamun.Merupakan juga area yang kaya nutrisi banyak jenis tumbuhan marin dan pantai.yang mampu menggali liang didalam pasir. Angin yang juga merupakan pengangkut pasir Asosiasi Fauna Dua kelompok ukuran organism yang bias beradaptasi di daerah pantai pasir : 1. Salah satu contoh ekosistem pasir berlumpur adalah hutan mangrove. Avicenniaceae.Apabila sungainya besar.Skeratia dan Enhalus Acoroides (rumput laut). Namun tidak semua jenis mangrove dapat ditemukan pada ekosistem mangrove. Vegetasi Hutan Mangrove memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi.Ekosistem pantai lumpur yang terdapat di muara disebut Monsun Estuaria. Karakteristik Pantai Lumpur :  Terdapat didaerah intredital (Wilayah yang diperngaruhi oleh pasang surut sepanjang garis pantai)  Daerah pantai ini dipenuhi oleh tumbuhan yang terdiri dari terhadap kondisi lingkungan peralihan antara daratan dan lautan. Hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur. Ekosistem Pantai Lumpur terbentuk dari pertemuan antara endapan lumpur sungai dan laut yang berada di muara sungai dan sekitarnya.yang hidup diantara butiran pasir di ruang teristitial b) Ekosistem Pantai Berlumpur Pantai berlumpur merupakan tempat dimana beberapa organisme berlindung. 2.Komunitas tumbuhannya adalah Tricemia. dengan jumlah jenis yang tercatat sebanyak 202 jenis yang terdiri dari 89 jenis pohon. Hutan mangrove sebagai salah satu sumberdaya kelautan mempunyai peranan yang cukup panting. Meliaceae. Organisme Meiofauna mikro (berukuran 0. sepeti famili Rhizophoraceae.bertelur dan membesarkan anak.3. Organisme Infauna makro (berukuran 1-10 cm).Biasanya ekosistem ini kita temui pada sungai-sungai lebar seperti di Pulau Kalimantan.Irian Jaya. 44 jenis epifit dan 1 jenis sikas. 19 jenis liana.Hewan-hewan ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi. paling tidak didalam hutan mangrove terdapat salah satu jenis tumbuhan sejati yang dominan pada hutan mangrove. 5 jenis palem. Sonneratiaceae.lumpur tersebut membentang luas hingga menjorok ke laut. Ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang kaya dan menjadi salah satu sumberdaya yang produktif.Habitatnya berbagai jenis ikan gelodok.  Umumnya hanya ditemui di pantai yang berombak relative kecil dan bahkan terlindung dari ombak .

misalnya kiambang dan enceng gondok yang menutupi permukaan dan menjadi dominan di waduk itu. dan sebagainya. yaitu: 1. yaitu sebagai tempat penampungan air untuk memenuhi kebutuhan manusia seperti pengairan/irigasi pertanian. dan sarana olahraga. Fungsi (manfaat) :  Sebagai perendam gelombang dan angin badai. reptilia. amfibi. Ekosistem air tenang (lentik) misalnya: danau. ganggang biru. ganggang hijau). Pada umumnya. 2. Selain itu. hutan tanaman. Penetrasi cahaya matahari kurang. Ekosistem air tawar dibedakan menjadi dua. waduk merupakan ekosistem baru dengan substrat dasar biasanya berasal dari kebun atau sawah maupun hutan dengan sifat geologi yang berbedabeda. agroekosistem. rawa. Bendungan/Waduk Adakah waduk/bendungan di daerah tempat tinggal Anda? Tujuan dibangunnya waduk/bendungan. air terjun. komunitas biotik terbentuk masih dalam fase suksesi dengan umur yang berbeda-beda seperti pada mulanya berbagai macam ikan ditebarkan kemudian banyak tumbuhan pendatang tumbuh. c.  d. burung. misalnya protozoa.Disepanjang delta dan estuaria yang dipengaruhi oleh masukan air dan lumpur dari daratan. Beberapa contoh ekosistem buatan sebagai berikut. Flora ekosistem air tawar: Hampir semua golongan tumbuhan terdapat pada ekosistem air tawar. Ada yang selalu hidup di air. pembangkit tenaga listrik. Ciri-ciri ekosistem air tawar: a. d. . Dipengaruhi oleh iklim dan cuaca. ada pula yang ke air bila mencari makanan saja. cacing. tumbuhan tingkat rendah (jamur. Fauna ekosistem air tawar: Hampir semua filum dari dunia hewan terdapat pada ekosistem air tawar. tempat rekreasi. spans. molluska. Kadar garam/salinitasnya sangat rendah. tumbuhan tingkat tinggi (Dikotil dan Monokotil). bahkan lebih rendah dari kadar garam protoplasma organisme akuatik. Variasi suhu sangat rendah. mammalia.3 Ekosistem Buatan Ekosistem Buatan. 2. serangga. b. ikan. Ekosistem suksesi buatan merupakan ekosistem yang dengan sengaja dibuat sesuai kebutuhan manusia seperti pembuatan danau/waduk/bendungan. Ekosistem air mengalir (lotik) misalnya: sungai.

Energi itu digunakan untuk menyusun gula. lalu ke konsumer II. 2) sawah tadah hujan.4 Pengertian Aliran Energi dan Materi dalam ekosistem Produser mendapatkan energi dari cahaya matahari untuk menyusun zat organik melalui fotosintesis. 6) tambak. energi dilepaskan dalam bentuk panas. energi kimia berpindah ke konsumer I. Selanjutnya. 4) sawah rawa. ke konsumer I. (Lukman Ansari Nahruddin. Dikatakan bahwa energi itu diubah dari energi cahaya menjadi energi kimia (gula). 7) kolam. pinus. manglit. Biasanya jenis tanaman yang dibudidayakan bernilai tinggi. 8) kebun. 10) perkebunan. iklim. kemudian tersebar ke lingkungan. Aliran energi berakhir pada proses penguraian. matahari merupakan sumber energi bagi kehidupan. ampupu. Agroekosistem Agroekosistem merupakan ekosistem yang dengan sengaja dibuat untuk keperluan pertanian.Hutan Tanaman Hutan tanaman merupakan vegetasi yang terdiri atas tanaman budidaya bernilai tinggi yang dengan sengaja ditanam pada kawasan tertentu. Agroekosistem yang dikembangkan di Indonesia pada saat ini antara lain: 1) sawah irigasi. Jadi. energi itu berpindah ke tubuh hewan yang memakannya tadi. topografi. ke konsumer III. Di dalam proses penguraian. 2012) 2. 9) pekarangan. ke konsumer III. 5) sawah pasang surut. damar rasamala. Inilah yang dikatakan sebagai aliran energi di dalam ekosistem. energi itu akan digunakan untuk berbagai hal:  Disimpan dalam bentuk glikogen atau persenyawaan lain  Sebagian untuk metabolisme tubuh  Sebagian untuk menanggapi rangsang  Sebagian untuk bergerak  Sebagian untuk berkembang biak . ke konsumer II. mahoni. dan budaya. Keanekaragaman ekosistem ini dipengaruhi oleh faktor jenis tanah. 3) sawah surjan. Dikatakan bahwa energi itu mengalir dari matahari ke produser. dan seterusnya. Di dalam tubuh hewan tersebut. 11) ladang. seperti tanaman jati. dan puspa. Jika hewan memakan tumbuhan tumbuhan.

Makhluk hidup mampu melakukan transformasi energi. energi yang dilepaskan ke lingkungan dalam bentuk panas dapat mencapai 90%. garuda. semakin jauh energi itu dari sumbernya akan semakin kecil alirannya. Bandingkan dengan populasi burung yang langsung memakan produser. elang. Konsumer I menempati trofik II. Karena adanya pemborosan energi yang terlepas dalam bentuk panas pada setiap tingkat trofik. atau diubah menjadi energi gerak. Hal ini disebabkan karena adanya energi yang beralih dalam bentuk panas tubuh seperti diuraikan tadi. Produser merupakan pengguna energi matahari secara langsung. Energi tidak dapat berdaur ulang dan tidak dapat kembali lagi ke matahari. dan seterusnya. Coba perhatikan bagaimana saat ini populasi alap-alap. dari energi gula diubah menjadi lemak dan protein. Perubahan bentuk energi itu dikenal sebagai transfofmasi energi. Kondisi demikian menyebabkan konsumer III berada pada posisi “rawan punah”. . Jadi. Salah satu sifat yang penting adalah energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Energi yang berubah dalam bentuk panas akan tersebar ke lingkungan menjadi energi yang tak termanfaatkan lagi. semakinkecil aliran energi tersebut. juga tampak bahwa energi itu mengalir dari luar (matahari) ke dalam ekosistem dalam satu alur. Dikatakan produser menempati tingkat trofik I. Misalnya. Ini berarti bahwa konsumer III yang berada di tingkat trofik IV mendapatkan energi yang paling sedikit dibandingkan dengan konsumer II yang berada pada tingkat trofik III. hanya 10% dari energi itu yang digunakan untuk kegiatan hidupnya. Karena itu. dan burung hantu yang terus menurun dan mendekati kepunahan. konsumer II menempati trofik III. Di dalam ekosistem terjadi pemborosan energi. Pada setiap tingkat trofik. maka semakin jauh jarak transfer energi dari matahari. yang kemudian disimpan di dalam jaringan tubuh. Sebagian yang lain berubah dalam bentuk panas tubuh  Sebagian yang lain disimpan dalam bentuk jaringan tubuh.

dan seterusnya sampai kelompok organisme pengurai atau dekomposer. adalah organisme penghasil energi terbesar yaitu organisme autotrof atau tumbuhan. Inilah yang disebut dengan piramida biomasa. Biomasa karnivor akan lebih sedikit daripada herbivor dan seterusnya.Semua makhluk hidup memerlukan energi untuk melakukan aktivitas hidupnya. 3. kedua. Dalam ekosistem terdapat beberapa tingkatan trofik. Konsumen terdiri dari konsumen pertama. Interaksi ini disebut dengan jaring makanan. Contohnya rantai makanan adalah sebagai berikut Padi → Tikus → Ular → Elang Padi sebagai produsen. 2. Rantai Makanan Rantai makanan dimulai dari organisme autotrof dengan mengubah energi cahaya dari matahari menjadi energi kimia.  Pengurai. Energi kimia ini akan diteruskan pada konsumen tingkat pertama atau primer. Proses konsumsi makanan merupakan proses transfer atau perpindahan energi.  Produsen. Umumnya biomasa herbivora akan lebih sedikit daripada produsen. tikus sebagai konsumen primer. adalah organisme pemakan produsen. elang sebagai konsumen tersier. Jaring Makanan Setiap organisme memakan lebih dari satu makanan. ular sebagai konsumen sekunder. Piramida Biomasa Merupakan gambaran diagramatik dari organisme pada berbagai tingkatan trofik dalam ekosistem. Energi tersebut dapat diperoleh dari makanan. 1. Aliran energi dalam ekosistem dapat digambarkan dengan rantai makanan dan jaring makanan.  Konsumen. . dan seterusnya. Sehingga hubungan makan dan aliran energi pada ekosistem alami lebih kompleks dibandingan hanya sekedar lantai makanan. adalah organisme dekomposer yang biasanya terdiri dari mikroorganisme. tingkat kedua atau sekunder.

Efisiensi ekologis tersebut membatasi panjangnya suatu rantai makanan karena banyaknya energi yang hilang. dimana sebagian energi tersebut berpindahkepada konsumen I dan dalam bentuk makanan. hanya sebagian kecil energi yang ditransfer ke tingkatan trofik diatasnya. . terutama pada lapisan ozon dan kelembapan udara (uap air). Sumber energi dari suatu ekosistem berasal dari cahaya matahari. a. yaitu sampai pada tingkat mikroba. sedangkan aliran energi bersifat menuju satu arah. yaitu sekitar 10. baik secara langsung maupun tidak langsung. sekitar 5 × 106 kj m-2 th-1 atau sekitar 45% yang sampai di bumi. Tumbuh.Dengan demikian. Sedangkan 90% sisanya digunakan untuk beraktivitas dan menjadi kalor oleh suatu tingkatan trofik. dan hanya sekitar 15% saja yang diserap untuk pemanasan atmosfer bumi. Dengan meningkatnya tingkatan trofik maka jumlah energi yang digunakan oleh organisme makin kecil Menurut Tafiqullah 2011. Matahari sebagai Sumber Energi Matahari mengeluarkan energi panas dan cahaya.tumbuhan sebagai produsen membutuhkan cahaya tersebut untukmelakukan proses fotosintesis. Oleh sebab itu. Aliran materi bersifat siklus. akan menjadi sampah organik.5 × 106 kj m-2 th-1. bumi menjadi terang dan bumi menjadi hangatkarena panasnya. sekitar 40% dipantulkan lagi keluar angkasa oleh atmosfer bumi. materi yang berupa gas atau mineral dimanfaatkan lagi oleh tumbuhan (produsen). sebagian lagi terurai menjadi gas atau mineral. Sinar matahari merupakan foton (energi sinar) yang dipancarkan ke jagad raya dalam bentuk gelombang elektromagnetik. kita wajib bersyukur kepada Tuhan YangMaha Esa atas ciptaannya ini. selanjutnya berpindahlagi kepada konsumen II dan III. tetapi hanya sebagian kecil saja yang sampai di permukaan bumi.Sampai di sini. dapat diketahui bahwa aliran energi berbeda dengan aliran materi. Piramida Energi Dalam ekosistem. Jadi energi yang dapat digunakan oleh tingkatan trofik diatasnya hanya 10% saja.4. Dari jumlah pancaran energi sinar matahari itu.Dengan energi cahaya itu. Kira-kira hanya sekitar 10% yang ditransfer ke trofik diatasnya.Sampah tersebut mengalami pembusukan dari hasil penguraian mikroba tanah sehingga menjadi humus. Jika produsen dan konsumen mati.

yaitu sebagai berikut. a) Rantai Makanan Perumput Pada tipe ini. yaitu proses produsen yang dimakan oleh konsumen I. pada umumnya. dan III. cacing tanah. \ Pada proses fotosintesis. b) Rantai Makanan Detritus Mata rantai makanan pada tipe ini berawal dari organisme perombak. tingkat trofi 3 diduduki oleh karnivora (konsumen 2).Dari sekitar 45% sinar matahari yang jatuh di permukaan bumi. sumber energi setiap ekosistem berasal dari sinar matahari yang diubah oleh tumbuhan hijau (autotrof) menjadi energi kimia dalam bentuk zat-zat organik (makanan) melalui proses fotosintesis. . Perhatikan lagi Gambar 10. Aliran Energi Secara langsung maupun tidak langsung. bentuk energi diubah dari energi cahaya menjadi energi kimia dan berpindah ke konsumen I. sekitar 30% dipantulkan kembali dan memanaskan atmosfer.4! Dalam hal ini terjadi jalur makan dan dimakan. selanjutnya konsumen I dimakan konsumen II. tipe rantai makanan dibedakan menjadi tiga macam. b. dan sebagainya. tripang. Energi dalam bentuk makanan akan erpindah dari organisme tingkat tinggi ke organisme lain yang tingkatannya lebih rendah melalui rentetan organisme memakan organisme sebelumnya dan sebagai penyedia bahan makanan bagi organisme berikutnya yang disebut rantai makanan. Di dalam proses penguraian. Ingat kembali. maka tingkat trofi 1 diduduki oleh tumbuhan hijau (produsen). kemudian tersebar ke lingkungan dan tidak dapat dimanfaatkan lagi. energi ini dilepaskan dalam bentuk panas. Peristiwa ini disebut sebagai rantai makanan. yang berakhir pada proses penguraian. mata rantai makanannya berawal dari tumbuhan. dan selebihnya sekitar 15% dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi komponen ekosistem di permukaan bumi. tingkat trofi 2 diduduki oleh herbivora (konsumen 1). dan seterusnya. konsumen II dimakan konsumen III. detritus merupakan hancuran (fragmen) dari bahan-bahan sudah terurai yang dikonsumsi hewan-hewan kecil seperti rayap. 1) Rantai Makanan Seperti yang Anda ketahui saling ketergantungan antara produsen dan konsumen tampak pada peristiwa makan dan dimakan. II.

Ketika organisme autotrof (produsen) dimakan oleh herbivora (konsumen I). a) Tingkat taraf trofi 1 : organisme dari golongan produsen (produsen primer) . maka energi yang tersimpan dalam produsen (tumbuhan) berpindah ke tubuh konsumen I (pemakannya) dan konsumen II akan mendapatkan energi dari memakan konsumen I.5. Setiap tingkatan pada rantai makanan itu disebut taraf trofi. tetapi kenyataannya di dalam ekosistem keadaannya lebih kompleks. 3) Piramida Ekologi Telah kita ketahui bersama. Ada beberapa tingkatan taraf trofi pada rantai makan sebagai berikut. Hal ini terjadi karena tiap-tiap organisme dapat memakan dalam satu tingkatan konsumen atau dari tingkatan konsumen lain di dalam ekosistem yang dikenal dengan rantai makanan dan antara rantairantai makanan itu saling berhubungan satu dengan lainnya yang dikenal dengan jaring-jaring makanan. Rangkaian peristiwa makan dan dimakan dalam suatu ekosistem tidak sesederhana rantai akanan.c) Rantai Makanan Parasit Pada tipe rantai makanan parasit. dan seterusnya. sebaliknya satu jenis makanan dapat dimakan oleh lebih dari satu jenis Konsumen. bahwa komponen-komponen biotik pada rantai makanan ekosistem menempati tingkatan trofi tertentu. Seperti tampak pada Gambar 10. 2) Jaring-Jaring Makanan Dari uraian komponen biotik di atas. dan seterusnya. seperti produsen menempati tingkat trofi pertama. karnivora menempati tingkat trofi ketiga. pada tiap-tiap tingkatan konsumen tampak seolah-olah setiap organisme hanya memakan atau dimakan oleh satu macam organisme yang lain. ternyata konsumen tidak hanya tergantung pada satu jenis makanan. terdapat organisme lebih kecil yang memangsa organisme lebih besar. herbivora menempati tingkat trofi kedua.

energi yang tersedia untuk tingkat trofi padarantai makanan seperti berikut: semakin tinggi tingkat trofi. Untuk menggambarkan piramida jumlah dinyatakan dalam bentuk segi empat yang luasnya menggambarkan atau sebanding dengan jumlah organisme dalam areal tertentu. Dengan demikian. Ada 3 macam-macam piramida ekologi adalah sebagai berikut. seperti pada Gambar 10.b) Tingkat taraf trofi 2 : organisme dari golongan herbivora (konsumen primer) c) Tingkat taraf trofi 3 : organisme dari golongan karnivora (konsumen sekunder) d) Tingkat taraf trofi 3 : organisme dari golongan karnivora (konsumen predator) Di dalam rantai makanan tersebut. Jika tumbuhan hijau dimakan organisme lain (konsumen primer). semakin sedikit sehingga membentuk sebuah piramida yang disebut piramida ekologi. tetapi hanya sebagian yang mengalami perpindahan dari satu organisme ke organisme lainnya. tumbuhan hijau sebagai produsen menempati taraf trofi pertama yang hanya memanfaatkan sekitar 1% dari seluruh energi sinar matahari yang jatuh di permukaan bumi melalui fotosintesis yang diubah menjadi zat organik. maka keseimbangan alam dalam ekosistem akan terpelihara. Pada tingkat trofi I .6. Pada piramida jumlah. Piramida tersebut dapat digambarkan seperti pada gambar di samping. Misalnya. Selama keadaan produsen dan konsumen tetap membentuk piramida. golongan organisme yang berada pada tingkatan lebih tinggi memiliki jumlah organisme lebih banyak dari tingkatan organisme di bawahnya. karena dalam proses transformasi dari organisme satu ke organisme yang lain ada sebagian energi yang terlepas dan tidak dapat dimanfaatkan. maka hanya 10% energi yang berasal dari tumbuhan hijau dimanfaatkan oleh organisme itu untuk pertumbuhannyar. tidak seluruh energi dapat dimanfaatkan. a) Piramida Jumlah Piramida jumlah merupakan jumlah organisme yang berada di dalam suatu daerah (areal) tertentu yang dikelompokkan dan dihitung berdasarkan taraf trofi.

adanya masukan energi matahari yang ditambahkan.memiliki jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan tingkat trofi II dan tingkat trofi II lebih besar dibandingkan dengan tingkat trofi III. Satuan energinya dinyatakan dalam kalori per m² per satuan waktu (kal/m2/th). Piramida berat (biomassa) merupakan taksiran berat organisme yang mewakili setiap taraf trofi dengan cara tiap-tiap individu ditimbang dan dicatat jumlahnya dalam suatu ekosistem. yaitu dapat memperhitungkan kecepatan produksi. dilakukan teknik sampling (cuplikan) guna memperkirakan seluruhnya. untuk itu digunakan piramida berat (biomassa). yaitu digunakan untuk respirasi atau sebagai panas yang masuk ke biosfer. batang. Piramida energi ini menggambarkan banyaknya energi yang tersimpan dalam 6 tahun yang digunakan senyawa organik sebagai bahan makanan. Piramida biomasa dibuat berdasarkan berat total populasinya pada suatu waktu. b) Piramida Berat (Biomassa) Penggunaan piramida jumlah sering berubah-ubah karena keadaan lingkungan. . Penafsiran dalam piramida biomassa memerlukan banyak waktu dan peralatan dalam melakukan penimbangan individu-individu dan mencatat jumlahnya. Hal ini tergantung pada iklim dan dalam transfer energi sebagian akan hilang. dapat digunakan untuk membandingkan berbagai ekosistem. Satuan yang dipakai adalah berat total organisme dalam satuan berat (gr/kg) per satuan luas tertentu (m² atau hektar) yang biasanya diukur dalam berat kering. Penggunaan piramida ini tidak memuaskan karena bentuk yang berubah-ubah. dan daun yang menempati areal tertentu. Misalnya biomassa tumbuhan di ukur berat akar. c) Piramida Energi Piramida energi dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama. berat dua pecies yang sama tidak harus memiliki energi yang sama. Piramida ini memiliki beberapa keuntungan. Untuk mengukur biomassa seluruhnya.

Fungsi Ilmiah dan Pendidikan Berfungsi sebagai estetika dan budaya. sedangkan aliran energi bersifat menuju satu arah.BAB IV PENUTUP Ekosistem merupakan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Aliran energi berbeda dengan aliran materi. bahan baku bangunan. perlindungan tanah. dan kosmetik. Fungsi sumber daya plasma nutfah (genetik). Sebagai fungsi ekonomi yaitu penyedia bahan makanan. menghasilkan oksigen dan karbondioksida serta pengendalian hama. Adapun fungsi ekosistem untuk enjaga fungsi ekologis yaitu dalam pengaturan tata guna air. menjaga iklim setempat. . yaitu sampai pada tingkat mikroba. bahan obat-obatan. Aliran materi bersifat siklus.