You are on page 1of 2

Definisi

Ketosis merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi di sapi perah. Ketosis terjadi akibat
kekurangan glukosa di dalam darah dan tubuh. Peristiwa ini biasanya sering terjadi pada sapi
yang bunting tua (masa kering) atau sapi-sapi habis melahirkan (Masa awal laktasi) dengan
produksi susu yang tinggi.

Penyebab
Pada masa kebuntingan tua kebutuhan akan glukosa meningkat karena glukosa pada masa itu
sangat dibutuhkan untuk perkembangan pedet dan persiapan kelahiran. Sedangkan pada masa
awal laktasi glukosa dibutuhkan sekali untuk pembentukan Laktosa (gula susu) dan lemak,
sehingga jika asupan karbohidrat dari pakan kurang maka secara fisiologis tubuh akan berusaha
mencukupinya dengan cara glukoneogenesis yang biasanya dengan membongkar asamlemak
dalam hati. Efek samping dari pembongkaran asam lemak di hati untuk di dapatkan hasil akhir
glukosa akan meningkatkan juga hasil samping yang disebut benda2 keton (acetone,
acetoacetate, β-hydroxybutyrate (BHB)) dalam darah.
Ketosis dapat bersifat primer, seperti pada sapi yang mempunyai produksi susu tinggi dengan
pemberian karbohidrat dalam pakan yang kurang. Tetapi ketosis juga bisa bersifat skunder, yaitu
akibat gangguan penyakit tertentu yang menyebabkan terjadinya gangguan metabolisme
karbohidrat meskipun karbohidrat dalam pakan yang diberikan cukup. Kejadian ketosis yang
bersifat skunder dapat terjadi akibat kasus Displasia Abomasum, Metritis, Peritonitis, Mastitis
atau penyakit2 yang menyebabkan penurunan nafsu makan dalam waktu yang lama.

Gejala
Ada dua bentuk, yaitu adanya pembuangan benda2 keton dan gangguan syaraf. Pada awalnya
biasanya hewan akan mengalami penurunan nafsu makan lebih dari 2 atau 5 hari, kemudian
malas bergerak, kaki gemetar, jalan sempoyongan atau bahkan tidak kuat berdiri. Pengeluaran
benda2 keton bisa dideteksi dengan adanya bau khas keton pada urine, susu atau dari nafas sapi
yang menderita. Gejala gangguan syaraf kadang-kadang dapat terlihat, ditandai dengan sering
menjilat, memakan benda2 asing disekitarnya dan kadang kala bisa mengalami kebutaan


Diagnosis
Dengan melihat gejala klinis pada sapi2 yang menderita, pemeriksaan adanya pengeluaran
benda2 keton pada susu, urine dan nafas serta pemeriksaan kadar keton pada urine, susu atau
darah. Pemeriksan cepat benda2 keton untuk dilapangan biasanya menggunakan dipstick.

Terapi
Pada intinya terapi yang dilakukan adalah untuk mengembalikan kadar gula dalam darah ke level
normal dan mengurangi kadar keton. Terapi yang dapat dilakukan adalah pemberian infus
larutan Glukosa 50% sebanyak 500ml, Propylene Glycol 250-400 g/dosis, PO 2x sehari. Injeksi
Glukokortikoid (Dexametason) 5-20 mg/dosis, IM. Ada juga yang menyarankan dengan terapi
insulin 150-200 IU/hari, IM.