You are on page 1of 1

HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN BUNCIS

Lokasi: Kecamatan Dau, Malang



Penyakit ujung keriting disebabkan kehadiranvirus mosaik keriting, yang
penularannya biasanya melalui vektor serangga yaitu sejenis kutu loncat dari famili
Yassidae. Dari tingkat muda sampai dewasa, kutu ini dapat menjadi pembawa
(carrier) virus tersebut. Pada umumnya,serangan penyakit ini menimbulkan gejala
berupa daun-daun muda menjadi keriting dan berwarna kuning, sedangkan daun yang
sudah tua menggulung atau memilin. Biasanya daun-daun terasa lebih kaku, tangkai
daun mengeriting ke bawah dan batang tidak normal. Tanaman muda yang terserang
menjadi kerdil. Pengendalian terhadap penyakit ini yang harus dilakukan petani
adalah menanam bibit yang tahan penyakit seperti spurt dan strike,mencabut dan
membakar tanaman yang telah terserang penyakit,dan melakukan penyemprotan
pestisida organik.
Kutu daun ini disebabkan oleh Aphis gossypii, yang termasuk dalam famili
Aphididae. Sifatnya polibag dan kosmopolitan yaitu dapat memakan segala tanaman
dan tersebar di seluruh dunia. Tanaman inangnya bermacam-macam, antara lain
kapas, semangka, kentang, cabai, terung, bunga sepatu dan jeruk. Warna kutu ini
hijau tua sampai hitam atau kuning coklat.Adapun gejala serangan hama :
pertumbuhan tanaman menjadi kerdil dan batang memutar (memilin), daun menjadi
keriting dan berwarna kuning. Kutu daun ini biasanya berperan sebagai vector virus
mosaic yang menyeabkan tanaman menjai keriting, kerdil, dan berubah warna
menjadi kuning
Untuk mengendalikan hama ini yang harus dilakukan antara lain: (1) secara
alami, yaitu dengan cara memasukkan musuh alaminya, antara lain lembing, lalat dan
jenis Coccinellidae; (2) menggunakan pestisida organik (dengan campuran bw.putih,
bw.merah, cabe rawit, daun/niji nimba, daun tomat, merica, sambiloto).Bila setelah
disemprotkan masih terdapat hamanya, maka penyemprotannya dapat diulang setiap
7-14 hari sekali.