You are on page 1of 12

Nama : Rendy aprianus santoso

NIM : 102008020
A.Konsep dasar penghantaran obat
Pendahuluan
Ketika obat digunakan oleh pasien, akan menghasilkan efek tertentu seperti menurunkan
tekanan darah. Efek biologis ini biasanya dihasilkan oleh interaksi obat dengan reseptor tertentu
dari obat. Meskipun demikian, obat yang dihantarkan ketempat kerja diatur pada kecepatan dan
konsentrasi tertentu dimana efek samping minimal dan efek terapetik maksimal.
Sampai tahun 1940 bentuk sedian obat berupa :
Injeksi
Formulasi per oral (solution, suspensi, tablet, kapsul)
Obat topical (krim dan salep)
Pada tahun 1950-1960 dikembangkan bentuk sediaan obat lepas lambat per oral. Contoh kapsul
spansule yang terdiri dari suatu pellet obat yang disalut. Ketika melewati saluran cerna salutnya
hancur dan obat dilepaskan.
Perkembangan obat akhir-akhir ini diarahkan pada bentuk sediaan obat alternative dari
parenteral, dimana obat masuk kedalam sirkulasi sistemik melalui route bukal, sublingual, nasal,
pulmonary dan vaginal.
Teknologi pengantaran obat semakin berkembang sejalan dengan perkembangan kemanjuran
obat seperti waktu kerja obat, penargetan obat pada tempat yang sakit, pelepasan obat yang
disebabkan karena respon biologis dan terapi gen. Tapi hal-hal tersebut dapat kita mengerti
setelah kita mengetahui :
Konsep bioavailabilitas
Proses absorbs obat
Proses farmakokinetik
Waktu untuk terapi yang optimal
Penghantaran obat yang cocok untuk new biotherapieutics
Keterbatasan dari terapi konvensional.

Bioavailabilitas
Didefinisikan sebagai kecepatan dan jumlah bahan aktif yang diabsorbsi dan sampai pada tempat
kerja sehingga memberikan respons terapeutik. Obat yang diberikan per oral harus melalui
saluran cerna yntuk diabsorbsi dan masuk kedalam sirkulasi sistemik.
Keadaan fisikokimia obat juga mempengaruhi absorbsi seperti :
Koefisien partisi dan kelarutan dalam lemak
pKa
berat dan volume melokul
kelarutan dalam air
kestabilan obat
faktor formulasi juga mempengaruhi bisolusi dan bioavailabilitas obat. Bentuk sediaan obat
larutan tidak mengalami disolusi, dan bentuk sediaan suspensi lebih mudah diabsorbsi dari pada
bentuk padatnya.
B. Bentuk Sediaan Obat/pembawa
Molekuler
Obat yang dapat berikatan secara kovalen dengan pembawa yang larut dalam air sepeti
monoclonal antibodies, karbohidrat, lectin dan immune-toxins. Sistem ini digunakan untuk
mencapai tempat kerja melalui parenteral. Pelepasan molekul obat pada tempat kerja dengan cara
enzimatis atau hidrolisa.
Nano dan Mikropartikel
Nanopartikel merupakan koloid partikel padat, umumnya berukuran kurang dari 200nm. Polimer
sintetik seperti poly (lactide-co-glycolide), banyak digunakan dalam penyediaan sistem
panghantaran obat mokropartikular dan juga implant biodegradable. Polimer-polimer alam
seperti albumin, gelatin dan amilum juga digunakan sebagai pembawa mikropartikular.
Makrodevices
Banyak dugunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk :
parenteral drug delivery : pompa mekanik, implant
oral drug delivery : tablet dan kapsul dengan pelepasan obat terkontrol
buccal drug delivery : buccal adhesive patches, film
transdermal drug delivery : transdermal patches, iontophoretic devices
nasal drug delivery : nasal sprays, drops
pulmonary drug delivery : metered-dose, dry powder inhalers, nebulizers
vaginal drug delivery : vaginal rings, creams, sponges
ophthalmic drug delivery : tetes mata
Bentuk Sediaan Obat Ideal
Kenyamanan Pasien
Sistem pngantaran perenteral menggunakan jarum suntik, selain rasa nyeri juga harus dilakukan
oleh seorang yang ahli dibidangnya. Obat per oral, seperti tablet, kapsul, larutan lebih nyaman
untuk penghantaran obat. Bentuk sediaan transdermal (transdermal patches) juga diterima
dengan baik oleh pasien. Beberapa macam obat seperti nebulizers, suppositoria dapat
mengurangi kenyamanan pasien.
Reprodusibility
Bentuk sediaan obat harus dapat menghantarkan obat dengan tepat dan hasil yang tidak berubah,
terutama untuk obat dengan indek terapi yang sempit.
Mudah Diakhiri
Bentuk sediaan obat harus mudah dilepaskan dari akhir aplikasinya, atau ketika ada
kontra indikasi. Sistem transdermal adhesive mudah dilepaskan jika perlu, seperti bukal patch.
Dimana implant polymeric non biodegradable tidak perlu dilakukan pembedahan, tapi susah
untuk mengakhirinya.
Biokompatibilitas dan tidak ada reaksi tambahan
Sistem penghantaran obat tidak boleh toksik dan immunogenic. Seperti penggunaan
bahan penambahan penitrasi akan merusak epithelium, di mana penambahan permeabilitas epitel
akan menambah potensial bahan-bahan toksik.
Luas efektif area kontak
Bertambahnya luas area konyak obat dengan permukaan yang mengabsorbsi dapat
menambah jumlah obat yang diabsorbsi.
Waktu kontak yang diperpanjang
Bentuk sediaan obat harus memfasilitasi waktu kontak yang diperpanjang antara obat dan
permukaan yang memfasilitasi absorbs.
Route perjalanan obat
sistem saluran cerna (oral, rectal)
parenteral (injeksi subcutan/ intra muscular/ intra vena/ intra arteri, implant)
transmukosa (bukal, sublingual, mukosa saluran cerna lambung/ usus)
transnasal
pelepasan obat lewat paru-paru
pelepasan obat melalui kulit (obat topical, transdermal)
pelepasan obat transokular
pelepasan obat transvaginal
C. Perkembangan penghantaran obat parenteral
Keterbatasan obat parenteral konvensional
Beberapa keterbatasan obat parenteral konvensional, dimana pemberian secara intra vena dapat
mengurangi indeks terapi obat, seperti :
Distribusi : Pada pengantaran obat intra vena, obat didistribusikan keseluruh bagian tubuh
dan mencapai jaringan dan organ yang bukan target, menyebabkan pemborosan obat dan
kemungkinan efek samping.
Metabolism : Obat di metabolisme segera dalam hati dan organ lain.
Eskresi : Obat dibersihkan secara cepat dari tubuh melalui ginjal.
Sistem penghantaran dan pentargetan obat yang ideal, antara lain :
Obat mempunyai target spesifik kepada sel atau jaringan target
Menjaga obat agar diluar organ, sel, atau jaringan yang bukan target
Meminimalisasi pengurangan kadar obat ketika mencapai target
Melindungi obat dari metabolism
Melindungi obat dari klirens dini
Menahan obat pada tempat kerja selama waktu yang dikehendaki
Memfasilitasi transport obat kedalam sel
Menghantarkan obat ke target intraselular
Harus biocompatible, biodegradable dan non anti genic
Komponen untuk penghantaran dan pentargetan obat
Komponen Tujuan
Bahan aktif Untuk mencapai efek terapeutik
Sistem pembawa (larutan atau particular) Untuk pendistribusian obat yang baik
Untuk melindungi obat dari metabolisme
Untuk melindungi obat dari klirens dini
Ligan Untuk menspesifikasi target obat, sel atau organ

Pembawa partikulat
Liposom, merupakan struktur vesicular yang terdiri dari satu atau lebih dari lipid bilayer yang
menyelubungi inti cair. Liposom dapat bertindak sebagai pembawa baik untuk obat yang larut air
maupun larut lemak. Juga dapat digunakan secara luas pada berbagai macam obat contohnya anti
tumor dan antimikroba.
Polimerik misel, karena berasal dari polimer ampifilik maka jika dimasukkan kedalam air akan
membentuk koloid atau misel diatas konsentrasi kritiknya. Polimerik misel digunajan sebagai
media perantara dalam sediaan injek yang mengandung obat yang sulit larut dalam air dan
disintesis dari polietilenglikol (PEG) yang bersifat hidrofilik dan polylactic Acid (PLA) yang
bersifat hidrofobik.
D. Bentuk sediaan obat implant
Implant merupakan satu unit sistem penghantar obat yang dibuat untuk menghantarkan obat
dengan kecepatan tertentu, dengan periode waktu yang diperpanjang, seperti pada injeksi, okular,
maupun subkutan.
Implant dapat berbentuk, antara lain:
Polimer : biodegradable atau non-biodegradable dengan berbagai bentuk (batang,
selindir, cincin, film dll), ukuran dan mekanisme pelepasan obat.
Mini-pumps : dimana diberikan energy oleh mekanisme osmosa atau mekanik.
Keuntungan dan kerugian implant
Keuntungan (secara orde nol) :
Menghindari resiko tosisitas dan ketidakefektifan terapi konvensional
Mengurangi frekuensi pemberian obat
Menambah kepatuhan pasien
Kerugian :
Invasive : diperlukan prosedur bedah minor dan major untuk memulai terapi. Diperlukan
dokter ahli, memerlukan waktu khusus, pada beberapa orang dapat mengurangi
kenyamanan.
Bahaya rusaknya alat : dapat menyebabkan kegagalan terapi
Terbatasnya obat-obat paten : ukuran implant yang kecil dalam rangka kenyamanan
pasien, menyebabkan hanya obat-obat poten seperti hormone yang cocok untuk dibuat
implant.
Biocompatible : reaksi tubuh terhadap benda asing yang masuk dan keamanan implant
E. Bentuk sediaan obat per oral
Bentuk sediaan peroral merupakan bentuk sediaan obat untuk sistemik yang mudah digunakan,
murah dan banyak digunakan. Saluran cerna terdiri dari 4 bagian utama yaitu ronnga mulut,
lambung usus kecil dan usus besar. PH saluran cerna orang sehat pada lambung 1,5-3,5,
duodenum 5-7, jejunum 6-7, ileum 6-7,5 , colon 5,5-7 dan re tum 7. Faktor formulasi
mempengaruhi bioavailabilitas seperti solutio, suspensi, emulsi, kapsul, tablet dan lain-lain.
Keuntungan :
Mudah dan nyaman
Area absorpsi luas
Banyak pembuluh darah
Dapat mnengontrol kadar obat
Dapat mengurangi frekuensi pemberian obat
Kerugian :
Variabilitas
Reaksi tambahan
PH
Bentuk sediannya seperti tablet, kapsul, suspensi, emulsi, solusio. Bentuk cair lebih mudah
diabsorpsi dan cocok buat anak-anak.
Tablet disalut agar tahan terhadap cairan lambung, tapi larut dalam usus kecil. Digunakan untuk
obat-obat yang mengiritasi lambung, bila dilepaskan dilambung akan menyebabkan muntah,
rusak oleh asam atau enzim di lambung dan pelepasan obatnyadiperlambat.
Pelepasan obat dapat dikontrol sesuai dengan dosis dan waktu yang kita inginkan, misalkan obat
yang diminum 3x sehari dapat diminum 1x sehari.
Transmukosa peroral terbagi menjadi :
Pelepasan obat sublingual, bawah lidah
Pelepasan obat bukal, dari pipi, gusi dan bibir
Keuntungan transmukosa peroral :
Area luas permukaan untuk absorpsi
Mudah mencapai target
Mudah digunakan
Banyak pembuluh darah
Aktivitas pembuluh rendah
Variabilitas rendah
Pelepasan obat yang diperpanjang
Pelepasan obat terkontrol
Kerugian :
Tidak semua bahan obat dapat dibentuk sediaan ini
.
F. Penghantaran obat transdermal
Merupakan pelepasan obat melalui kulit,dan sifat sistemik. Stratum korneum merupakan
penghalang utama pada sistim ini.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pelepasan obat transdermal:
1. stratum korneum merupakan penghalang utama
2. variabilitas daerah permukaan kulit yang ditempel patch
3. kondisi kulit
4. iritasi kulit
Keuntungan dan kerugian bentuk sediaan obat transdermal
Keuntungan:
1. mencegah metabolisma presistemik di hati dan saluran cerna
2. mengurangi vaiabilitas antara pasien
3. kadar obat dapat dikontrol pada sirkulasi sistemik untuk obat yang kerjanya diperpanjang
4. untuk kerja obat yang diperpanjang dapat mengurangi frekuensi pemberian obat
5. meningkat kemudian pemakian obat dan kenyamanan pasien
6. pelepasan obat dapat mudah diakhiri dengan cara melepaskan patch
Kerugian:
1. terbatas untuk obat-obat poten lebih kecil atau sama dengan 10 mg
2. mempunyai kelarutan yang baik dalm air dan minyak
3. kadang-kadang mengiritasi kulit

G. Penghantaran obat melalui nasal
Beberapa obat diberikan secara intra nasal untuk efek lokal seperti obat tetes hidung/spray
rongga hidung juga dapat digunakkan untuk pelepasan obat secara sistemik. Ukuran partikel
yang cocok 5-10 jam.
Faktor-faktor mempengaruhi biovailabilitas nasal
1. luas pemukaan untuk absorsi
2. aliran darah
3. waktu kontak
4. penyakit
5. aktivitas enzime
6. mukus
Keuntungan dan kerugian bentuk sediaan obat intranasal
Keuntungan:
1. area permukaan untuk absorpsi obat luas (160 cm
2
)
2. banyak supply darah,sehingga absorsi cepat]
3. aktifitas metabolisme yang rendah dibandingkan peroral
4. rongga hidung merupakan permukaan yang mudah diakses untuk penghantaran obat
5. pembawa obat untuk nasal lebih muadah digunakan dibanding melalui rectal atu vaginal
6. bentuk sediaan alternatif,bila tidak dapat digunakan obat yang melewati saluran cerna
seperti pada pasien yang mual/muntah,tidak bisa menelan obat,obat tidak stabil dalam
saluran cerna atau dimetabolisma dihati/saluran cerna.
Kerugian:
1. Mucociliary clearance mengurangi waktu retensi obat dalam rongga hidung
2. Difusi obat terhalang oleh mucus dan ikatan mucus-obat
3. Mukosa nasal dan sekresinya dapat mendegradasi obat
4. Obat dengan berat molekul tinggi ( susah diabsorpsi),route ini terbatas hanya untuk
obat-obat yang poten ( dosis kecil)
5. Kurangnya reprodusibilitas pada penyakit yang behubungan dengan rongga hidung
6. Iritasi lokal dan sensitisai obat harus diperhatikan.
Obat intranasal untuk pengobatan sistemik:
1. Analgesik : morfin
2. Antimetik :metoclopramide
3. Antiinfeksi :gentamycin,acylovir
4. Antimigraine :dihydroergotamine
5. Kardiovaskula :propanolol,nifendipine
6. CNS stimulant :cocaine,nikotin
7. Hormon :testoterone,progesteron
8. Sedatif :diazepam,midazolam
9. Vaccine :influenza,potio



H. Penghantaran obat melalui paru-paru
Penghantaran obat melalui paru-paru terutama digunakan untuk mengobati jalan nafas, untuk
lokal seperti obat anti asthma. Paru-paru juga digunakan untuk menghantarkan obat kedalam
sirkulasi sistemik, dan efeknya pada bagian tubuh tertentu.
Obat ergotamine tartrat (aerosol) digunakan dalam bentuk inhaler untuk pengobatan migraine.
Anastesi dalam bentuk gas, seperti halothane digunakan melalui paru-paru.
Keuntungan dan kerugian penghantaran obat melalui paru-paru
Obat untuk efek lokal
Keuntungan (obat anti asthma dan obat lokal) :
Dosis yang diperlukan untuk menghasilkan efek farmakologis dapat dikurangi (dari dosis
oral)
Konsentrasi rendah dalam sirkulasi sistemik mengurangi efek samping sistemik
Onset of action yang cepat
Menghindari reaksi saluran cerna dan metabolisma hati
Kerugian pengantaran obat untuk lokal :
Efek samping lokal
Pasien tidak dapat menggunakan alat yang benar
Obat untuk efek sistemik
Untuk obat sistemik yang akan rusak bila melalui saluran cerna, seperti insulin, paru-paru
mempunyai beberapa keuntungan :
Paru-paru mempunyai area permukaan yang luas untuk absorbsi obat
Permeabilitas membrane paru-paru terhadap molekul obat lebih tinggi daripada usus kecil
dan route mukosa lainnya
Mempunyai vaskularitas tinggi yang mempercepat absorbsi dan onset of action
Paru-paru lebih baik terhadap obat protein dan peptide daripada saluran cerna
Kerugian paru-paru sebagai penghantar obat sistemik :
Paru-paru tidak siap untuk penghantaran obat. Alat penghantaran yang komplek
diperlukan untuk mentargetkan obat pada jalan nafas dan alat ini mungkin tidak efisien.
Alat untuk aerosol mungkin susah digunakan
Banyak faktor yang mempengaruhi reprodusibilitas penghataran obat melalui paru-paru,
termasuk variable fisiologis dan farmaseutik.
Absorbsi obat dihalangi oleh lapisan mucus dan interaksi obat-mucus
Mucociliary clearance mengurangi waktu retensi obat dalam paru-paru.
I.Penghantaran obat melalui vagina
Bentuk sediaan obat vaginal yang konvensional antara lain ovula, krim, aerosol foams, gels,
tablet, vaginal ringIdan lain-lain biasanya digunakan dengan bantuan aplikator.
Keuntungan
Area permukaan yang relative luas
Mempunyai banyak supply darah, sehingga mempercepat absorbsi obat dan onset of
action
Aktifitas metabolism terhadap obat-obat peptide dan protein lebih rendah dibandingkan
saluran cerna, sehingga merupakan alternative obat peroral.
Mempuyai permeabilitas tinggi terhadap beberapa obat
Relative mudah digunakan
Untuk obat yang long acting , dapat mengurangi frekuensi pemberian obat.
Kerugian
Terbatas untuk obat-obat poten
Jumlah cairan vaginal yang terbatas, dapat mengakibatkan iritasi oleh sediaan obat
Otot sekitar vagina tidak cukup kuat, sehingga obat dapat keluar, dapat dicegah dengan
menggunakan obat sebelum tidur
Kendala dari siklus menstruasi, kehamilan, dll.
J. Penghantaran obat melalui mata
Ada 3 tipe route utama untuk pengobatan mata : topikal, sistemik dan intraocular.
Route topikal : untuk pengobatan mata, dengan memberikan obat langsung pada kantung
konjungtiva untuk efek lokal.
Route Intra ocular : pemberian obat dengan suntikan dan implant
Route Sistemik : merupakan pilihan utama untuk penyakit mata di bagian posterior seperti saraf
mata, retina, uveal tract.
K. Penghataran obat pada susunan saraf pusat
Penghantar obat kedalam otak
Intracerebroventicular drug infusion
Implant
Reversible BBB(blood-brain barrier)disruption
Immunoliposome
L.Kesimpulan
Beberapa bentuk sediaan obat mempunyai kelebihan dan juga kekurangan,setelah melihat
beberapa konsep penghantaran obat,bentuk sediaan,perkembangan obat parenteral,bentuk sedian
obat implat,bentuk sediaan obat peroral dan cara penghataran. Karna itu kita bisa mengerti obat
akan baik bila dinggunakan sesuai fungsi nya dan obat bisa mencapai kefungsiannya sampai
maksimum bila diggunakan sesuai aturannya.