Pancasila Sebagai Ideologi

Pengertian Ideologi

ideologi berasal dari kata ideas dan logos. Idea berarti gagasan,konsep, sedangkan logos berarti
ilmu. Pengertian ideologi secara umum adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan, kepercayaa
n yang menyeluruh dan sistematis dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan keagamaa
n. Beberapa pengertian ideologi, yaitu :
a. Pengertian ideologi secara etimologis
Istilah ideologi berasal dari bahasa latin yaitu “ idea” , yg berarti gagasan, konsep, pengertian
dasar, cita-cita, daya cipta sebagai hasil kesadaran manusia dan “logos”, yg berarti ilmu. Penge
rtian sehari-hari idea adalah cita-cita. Kata “idea” berasal dari bahasa Yunani yaitu eidos yang b
erarti bentuk. Secara harfiah, ideologi berarti ilmu pengetahuan tentang ide-ide, atau ajaran te
ntang pengertian-pengertian dasar, falsafah hidup dan pandangan dunia.

b. Pengertian ideologi secara historis
Kata ideologi pertama kali digunakan oleh Destutt de Tracy seorang filsof Perancis, pada tahun
1796, untuk menyebut suatu program yang diharapkan dapat merubah institusional dalam ma
syarakat Perancis (Science of ideas). Pengaruh Karl Marx, ideologi diartikan sebagai pandangan
hidup yg dikembangkan berdasarkan kepentingan golongan atas atau kelompok tertentu.

c. Pengertian ideologi secara umum
Ideologi adalah kumpulan gagasan, ide, keyakinan,kepercayaan, yg menyeluruh dan sistematis,
yg menyangkut dan mengatur tingkah laku sekelompok manusia tertentu dalam berbagai bida
ng kehidupan (politik,hankam, sosial, kebudayaan, keagamaan).

Biasanya, ideologi selalu mengutamakan asas-asas kehidupan dan kenegaraan sebagai satu ke
hidupan nasional yang berarti kepemimpinan, kekuasaan, dan kelembagaan dengan tujuan kes
ejahteraan. Beberapa pengertian ideologi menurut para ahli, yaitu :
a. Menurut A. Destult de Tracy
Ideologi adalah bagian dari filsafat yang merupakan ilmu yang mendasari ilmu – ilmu seper
ti pendidikan, etika, politik, dan sebagainya.
b. Menurut Laboratorium IKIP Malang
Ideologi adalah seperangkat nilai, ide, dan cita-cita, serta pedoman dan metode melaksan
akan atau mewujudkannya.
c. Menurut Kamus Ilmiah Populer
Ideologi adalah cita-cita yang merupakan dasar salah satu sistem politik, paham kepercaya
an, dan seterusnya.
d. Menurut Moerdiono
Ideologi adalah kompleksitas pengetahuan dan nilai yang secara keseluruhan menjadi landa
san bagi seseorang untuk memahami jagat raya dan bumi seisinya serta menentukan sikap
dasar untuk mengelolanya.

e. Menurut Encyclopedia Internasional
Ideologi adalah sistem gagasan, keyakinan, dan sikap yang mendasari cara hidup suatu kelo
mpok, kelas, atau masyarakat tertentu.
f. Menurut Prof. Padmo Wahyono, SH
Ideologi adalah pandangan hidup bangsa, falsafah hidup bangsa, yang berupa seperangkat
tata nilai yang dicita-citakan dan akan direalisasikan didalam kehidupan berkelompok.
g. Menurut Dr. Alfian
Ideologi adalah suatu pandangan atau system nilai yang menyeluruhnya tentang bagaima
na cara yang sebaiknya, yaitu secara moral dianggap benar dan adil mengatur tingkah laku
bersama dalam berbagai segi kehidupan.

Ciri-ciri dari ideologi adalah :
Mempunyai derajat yang tertinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan. Oleh kare
na itu, mewujudkan suatu asas kerohanian, pandangan dunia, pandangan hidup, pedoman hi
hidup, pegangan hidup yang dipelihara diamalkan dilestarikan kepada generasi berikutnya, di
perjuangkan dan dipertahankan dengan kesediaan berkorban.

Fungsi ideologi menurut beberapa ahli di bidangnya, yaitu :
Menurut cahyono : sebagai sarana untuk memformulasikan dan mengisi kehidupan manusia
secara individual.
Menurut setiardja : sebagai jembatan pergeseran kendali kekuasaan dari generasi tua (foundi
ng fathers) dengan generasi muda.
Menurut hidayat : sebagai kekuatan yang mampu memberi semangat dan motivasi individu,
masyarakat, dan bangsa untuk menjalani kehidupan dalam mencapai tujuan.
Jenis – jenis ideologi, yaitu :
1. Ideologi Tertutup.
2. Ideologi Terbuka.

Unsur – unsur dari ideologi, yaitu :
1. Keyakinan adalah setiap konsep ideologi yang selalu menunjuk adanya gagasan vital yg sudah diya
kini kebenarannya, untuk dijadikan dasar dan arah strategis bagi tercapainya tujuan yg ada.
2. Mitos adalah setiap konsep ideologi yang selalu memitoskan suatu ajaran yg secara optimistik dan
deterministik akan menjamin tercapainya tujuan melalui cara yg sudah ditentukan.
3. Loyalitas adalah setiap ideology yang menuntut adanya keterlibatan optimal atas dasar loyalitas da
ri para subjek pendukungnya.
Agar mampu menarik loyalitas pendukungnya, maka konsep suatu ideologi harus memiliki unsur :
- Rasionalitas atau penalaran (Logos).
- Penghayatan (Pathos).
- Kesusilaan (Ethos).

Pengertian Pancasila

Pancasila merupakan rangkaian kesatuan dan kebulatan yang tidak dapat dipisahkan karena seti
ap sila dalam pancasila mengandung empat sila lainnya dan kedudukan dari masing-masing sila
tersebut tidak dapat ditukar tempatnya atau dipindah-pindahkan.
Pengertian pancasila menurut para tokoh nasional yang telah merumuskan konsep pancasila
sesuai dengan sudut pandang masing-masing. Pengertian pancasila menurut beberapa tokoh :
a. Muhammad yamin
Pancasila berasal dari kata panca yang berarti lima dan sila yang berarti sendi, asas, dasar, atau
peraturan tingkah laku yang penting dan baik. Dengan demikian, pancasila merupakan lima das
ar yang berisi pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik.
b. Ir. soekarno
Pancasila adalah isi jiwa bagsa Indonesia yang turun-temutun yang sekian abad lamanya terpe
ndam bisu oleh kebudayaan barat. Dengan demikian, pancasila tidak saja falsafah Negara, teta
pi lebih luas lagi, yaitu falsafah bangsa Indonesia.
c. Notonegoro
Pancasila adalah dasar falsafah Negara Indonesia. Berdasarkan pengertian ini dapat disimpulka
n bahwa pancasila pada hakikatnya merupakan dasar falsafah dan ideologi Negara yang dihara
pkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatua
n dan kesatuan, serta sebagai pertahanan bangsa dan Negara Indonesia.
d. Berdasarkan terminologi
Pancasila yang memiliki arti lima asas dasar digunakan oleh presiden soekarno untuk memberi
nama pada lima prinsip dasar Negara Indonesia yang diusulkannya.

Perbandingan ideologi pancasila dengan ideology besar lain

Ideologi besar di dunia, seperti :
- Spiritualisme.
- Materialisme.
- Liberalisme.
- Sosialisme, Komunisme.
- Feminisme.

Lahirnya ideologi sebenarnya berpusat dari upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan unsur-
unsur kodratnya. Contohnya : Liberalisme yang lahir karena manusia ingin memenuhi kebutuh
an unsur kodrat sifat individunya, dan sebaliknya dengan sosialisme, komunisme. Ideologi-ideo
logi besar lain yang ada disebabkan karena pemenuhan kebutuhan unsur-unsur kodrati manus
ia yg kurang imbang, berat sebelah.

Kelebihan dari Pancasila adalah : Mampu menampung seluruh ide pokok dari ideologi yg ada.
Pancasila itu ada unsur liberalnya tetapi bukan liberalisme.

Kelemahan dari Pancasila adalah : Tidak terdapat batas yg tegas kapan harus mewujudkan sa
lah satu unsurnya tersebut, sehingga membuka peluang banyak terjadinya penyimpangan.

Antisipasi dari pancasila adalah : Adanya aturan hukum yang tegas, dan menumbuh kembang
kan tiga unsur dalam ideologi yaitu rasionalitas, pathos, dan ethos dalam setiap pribadi warga.


Revitalisasi nilai – nilai pancasila

Pengertian revitalisasi

Revitalisasi adalah Menghidupkan kembali nilai-nilai dasar Pancasila dalam kehidupan sekara
ng dan kedepan. Kata-kata yang mempunyai arti yang sama adalah : Rejuvenasi dan Revalida
Si.

Alasan dari revitalisasi pancasila

Alasan dari revitalisasi pancasila adalah :
1. Pancasila sebagai ideologi terbuka.
2. Kenyataan adanya upaya mendeskripsikan nilai-nilai Pancasila.
3. Kenyataan adanya pemahaman terhadap Pancasila yang formalistik belaka.
4. Adanya arus globalisasi dan transformasi yang kuat, yang dapat mempengaruhi jati diri ba
sa.

Media dan upaya dari revitalisasi pancasila

Revitalisasi Pancasila Sebagai dasar negara harus diarahkan pada pembinaan dan pengemban
gan moral, sehingga moralitas Pancasila dapat dijadikan dasar dan arah dalam upaya untuk
mengatasi permasalahan bangsa yang ada. Bersamaan dengan itu, harus ada suatu kesadaran
bahwa moralitas pancasila menjadi tidak bermakna, apabila tidak disertai dukungan suasana
kehidupan hukum yg kondusif. Adanya relasi yang sangat kuat antara moralitas dan hukum.

Pendidikan sebagai upaya dan media revitalisasi pancasila, yaitu :
- Pendidikan harus berupaya mempersiapkan tenaga guru atau dosen sebagai pendidik yang
mampu dan mau mengembangkan revitalisasi pancasila melalui proses belajar mengajar, seb
agai upaya melahirkan generasi yang sadar dan terdidik.
- Sadar yaitu : Generasi yang hati nuraninya selalu terpanggil untuk melestarikan dan menge
mbangkan nilai-nilai pancasila dengan keyakinan akan kebenaran pancasila sebagai sesuatu ya
ng terbaik bagi indonesia.
- Terdidik yaitu : Generasi yang mempunyai kemandirian dan kemampuan dalam mengemba
ngkan ilmunya sebagai sarana pengabdian demi bangsa dan negara.
- Harapan yaitu : Muncul gagasan - gagasan segar secara ilmiah tentang pancasila.
- Pendidikan yang pendidik. Yang mengarah pada dua aspek, yaitu :
Pertama, memberi bekal pengetahuan dan pengalaman akademis, ketrampilan professional,
ketajaman dan kedalaman intelektual, kepatuhan pada kaidah keilmuan.
KEDUA, membentuk watak menjadi sarjana atau ilmuwan yang selalu komitmen dengan kepe
ntingan bangsa.

Merevitalisasi pancasila melalui pendidikan harus berwawasan, yaitu :
1. Spiritual, untuk meletakkan landasan etis, moral dan religiusitas. Sebagai dasar dan arah pe
ngembangan profesi.
2. Rasional-intelektual, untuk menunjukkan bahwa Pancasila merupakan aspek yg dapat mem
persiapkan kualitas Sumber Daya Manusia sebagai subjek pembangunan.
3. Kebangsaan, untuk menumbuhkan kesadaran nasionalisme.
4. Mondial, untuk menyadarkan bahwa bangsa kita harus siap menghadapi perkembangan
masyarakat global.

Pancasila sebagai Ideologi Bangsa

Pancasila sebagai ideologi bangsa adalah Pancasila sebagai cita-cita negara atau cita-cita yang
menjadi basis bagi suatu teori atau sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat dan bangsa indone
sia, serta menjadi tujuan hidup berbangsa dan bernegara Indonesia.
Berdasarkan Tap. MPR No. XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR tentang P4, di
tegaskan bahwa Pancasila adalah dasar NKRI yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara.

Terdapat dua tipe ideologi sebagai ideologi suatu negara. Kedua tipe tersebut adalah ideologi
tertutup dan ideologi terbuka. Kebenaran suatu ideologi tertutup tidak boleh dipermasalahkan
berdasarkan nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral yang lain. Isinya dogmatis dan apriori
sehingga tidak dapat dirubah atau dimodifikasi berdasarkan pengalaman sosial. Karena itu
ideologi ini tidak mentolerir pandangan dunia atau nilai-nilai lain.

Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Pengertian dari ideologi terbuka adalah sebagai suatu sistem pemikiran terbuka.
“Pancasila ideologi terbuka “, antara lain menyebutkan bahwa pada umumnya khalayak memahami arti
“Terbuka” dari pernyataan “ideologi pancasila” sebagai sifat keterbukaan ideologi itu sendiri. Oleh seba
b itu, pengertian “pancasila sebagai ideologi terbuka”, banyak dipahami secara harfiah, yaitu berbagai
konsep dari ideologi lain, terutama dari ideologi liberalisme, seperti hak asasi manusia, pasar bebas ,ma
yoritas tunggal, dualisme pemerintahan, serta system oposisi liberal, tanpa penalaran yang sistematis,
nilai-nilai itu dianggap dan diberlakukan sebagai konsep inheren dalam ideologi pancasila. Adanya angg
apan umum yang demikian, dapat dipahami karena adanya sebab-sebab sebagai berikut:
orang-orang yang bersangkutan tidak atau belum memahami ideologi pancasila secara memadai, dan
“kebebasan individu” yang menjadi nilai intrinsik ideologi liberalisme bukannya dipersepsikan sebagai
konsep ideologis, tetapi justru dipersepsikan sebagai konsep bebas nilai yang identik dengan konsep
yang bersifat objektif universal.
Ideologi secara luas dapat diartikan sebagai kelompok cita-cita, nilai-nilai dasar serta keyakinan
yang dijunjung tinggi sebagai pedoman normatif. Sebaliknya, ideologi secara sempit berarti
gagasan yang menyeluruh tentang makna hidup dan nilai yang mau menentukan dengan
mutlak bagaimana manusia harus hidup dan bertindak.
Ada beberapa pengertian pancasila, yaitu :
1. Pancasila merupakan wadah / sarana yang dapat mempersatukan bangsa itu sendiri karena
memiliki falsafah dan kepribadian yang mengandung nilai – nilai luhur dan hukum.
2. Ideologi terbuka itu merupakan suatu sistem pemikiran terbuka.
3. Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah Pancasila merupakan ideologi yang mampu meny
esuaikan diri dengan perkembagan jaman tanpa pengubahan nilai dasarnya.
4. Ideologi terbuka ialah bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainka
kan digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakatnya sendiri.



Ciri-ciri ideologi terbuka adalah :
Ideologi Terbuka ciri – cirinya, yaitu :
1. Merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
2. Berupa nilai-nilai dan cita-cita yang berasal dari dalam masyarakat sendiri.
3. Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat.
4. Bersifat dinamis dan reformis.
Ciri – ciri dari nilai terbuka adalah :
Nilai-nilai dan cita-cita digali dari kekayaan adat istiadat, budaya, dan religious masyarakat
nya, menerima reformasi.
Hubungan rakyat dan penguasa dari nilai terbuka adalah :
Penguasa bertanggung jawab pada masyarakat sebagai pengemban amarah rakyat.

Ideologi terbuka hanya berisi orientasi dasar, sedangkan penerjemahannya ke dalam tujuan-
tujuan dan norma-norma sosial-politik selalu dapat dipertanyakan dan disesuaikan dengan
nilai dan prinsip moral yang berkembang di masyarakat. Operasional cita-cita yang akan
dicapai tidak dapat ditentukan secara apriori, melainkan harus disepakati secara demokratis.
Dengan sendirinya ideologi terbuka bersifat inklusif, tidak totaliter dan tidak dapat dipakai
melegitimasi kekuasaan sekelompok orang. Ideologi terbuka hanya dapat ada dan mengada
dalam sistem yang demokratis.

Menurut Kaelan, nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka
adalah sebagai berikut :
1. Nilai dasar, yaitu hakekat kelima sila Pancasila.
2. Nilai instrumental, yang merupakan arahan, kebijakan strategi, sasaran serta lembaga pela
sanaanya.
3. Nilai praktis, yaitu merupakan realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu realisasi penga
malan yang bersifat nyata, dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat, berbangsa dan
bernegara.

Keterbukaan ideologi Pancasila terutama ditujukan dalam penerapannya yang berbentuk pola
pikir ya ng dinamis dan konseptual dalam dunia modern. Kita mengenal ada tiga tingkat nilai,
yaitu nilai dasar yang tidak berubah, nilai instrumental sebagai sarana mewujudkan nilai dasar
yang dapat berubah sesuai keadaan dan nilai praktis berupa pelaksanaan secara nyata yang se
sungguhnya. Nilai-nilai pancasi la dijabarkan dalam norma – norma dasar Pancasila yang terka
ndung dan tercermin dalam Pembukaan UUD 1945. Nilai atau norma dasar yang terkandung
dalam Pembukaan UUD 1945 ini tidak boleh beru bah atau diubah. Karena itu adalah pilihan
dan hasil konsensus bangsa yang disebut kaidah pokok dasar negara yang fundamental(staat
sfundamentealnorm). Perwujudan atau pelaksanaan nilai-nilai instrum ental dan nilai-nilai
praktis harus tetap mengandung jiwa dan semangat yang sama dengan nilai dasarnya.
Kebenaran pola pikir seperti yang terurai di atas adalah sesuai dengan ideologi yang memiliki
tiga di mensi penting yaitu dimensi realitas, dimensi idealisme dan dimensi fleksibilitas.
Dimensi dari ideologi terbuka :
1. Dimensi realitas
Bahwa nilai-nilai dasar didalam suatu ideologi bersumber dari nilai-nilai riil yang hidup dalam
masyarakat yang tertanam dan berakar didalam masyarakat, terutama pada waktu ideologi
itu lahir. Dengan demikian, masyarakat itu betul-betul merasakan dan menghayati bahwa nilai
-nilai dasar itu adalah millik mereka bersama.
2. Dimensi idealisme
Bahwa nilai-nilai dasar ideologi tersebut mengandung idealism, bukan angan-angan, yang me
mberi harapan tentang masa depan yang lebih baik melalui perwujudan atau pengamalannya
dalam praktik kehidupan bersama sehari-hari dengan berbagai dimensinya. Ideologi yang tang
guh biasanya muncul dari pertautan erat, yang saling mengisi dan saling memperkuat antara
dimensi realitas dan dimensi idealisme yang terkandung didalamnya.
3. Dimensi fleksibilitas (pengembangan)
Bahwa ideologi tersebut memiliki keluwesan yang memungkinkan dan bahkan merangsang pe
ngembangan pemikiran-pemikiran baru yang relevan tentang dirinya, tanpa menghilangkan
atau mengingkari hakikat yang terkandung dalam nilai-nilai dasarnya. Dimensi fleksibilitas atau
dimensi pengembangan sangat diperlukan suatu ideologi guna memelihara dan memperkuat
relevansinya dari masa ke masa.

Dalam pandangan moerdiono, beberapa faktor yang mendorong pemikiran pancasila sebagai ideologi
Terbuka adalah sebagai berikut :
1. Dalam proses pembangunan nasional berencana, dinamika masyarakat Indonesia berkembang
amat cepat. Dengan demikian, tidak semua persoalan hidup dapat ditemukan jawabannya secara
ideologis dalam pemikiran ideologi sebelumnya.
2. Kenyataan bangkrutnya ideologi tertutup seperti marxisme-leninisme/ komunisme. Dewasa ini
kubu komunisme dihadapkan pada pilihan yang amat berat, menjadi suatu ideologi terbuka atau tetap
mempertahankan ideologi lama.
3. Pengalaman sejarah politik kita sendiri dengan pengaruh komunisme sangat penting karena penga
ruh ideologi komunisme yang pada dasarnya bersifat tertutup, pancasia pernah merosot menjadi an
man dogma yang kaku.
4. Tekad kita untuk menjadikan pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara.
5. Dalam proses pembangunan sosial berencana, dinamika masyarakat berkembang dengan cepat.
6. Bangkrutnya ideologi tertutup seperti marxisme-lenimisme/komunisme karena dilaksanakan secara
dagmatis. Ideologi terbuka dimaksudkan sebagai ideologi yang berinteraksi secara dinamis, sedangkan
ideologi tertutup adalah ideologi yang merasa sudah mempunyai jawaban terhadap kehidupan ini
sehingga yang perlu dilakukan adalah melaksanakannya secara dogmatis.
7. Pengalaman sejarah masa lalu sewaktu ideologi komunisme sangat besar sehingga pancasila menu
run menjadi semacam dogma yang kaku.
8. Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yang berkembang secara
cepat.
9. Kenyataan menunjukkan, bahwa bangkrutnya ideologi yang tertutup dan beku dikarenakan cenderu
ng meredupkan perkembangan dirinya.
10. Pengalaman sejarah politik kita di masa lampau.
11.Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat
mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional.

Beberapa hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan gagasan pancasila sebagai ideologi
terbuka, yaitu :
1. Ideologi pancasila harus menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi zaman yang terus m
engalami perubahan.
2. Pancasila sebagai ideologi terbuka mengandung makna bahwa nilai-nilai dasar pancasila da
pat dikembangkan sesuai dengan dinamika kehidupan bangsa Indonesia dan tuntutan perkem
bangan zaman secara kreatif, dengan memperhatikan tingkat kebutuhan dan perkembangan
masyarakat indonesia sendiri.
3. Sebagai ideologi terbuka, pancasila harus mampu memberikan orientasi ke depan, mengha
ruskan bangsa Indonesia untuk selalu menyadari situasi kehidupan sedang akan dihadapinya,
terutama menghadapi globalisasi dan keterbukaan.
4. Ideologi pancasila menghendaki agar bangsa Indonesia tetap bertahan dalam jiwa dan bu
daya bangsa Indonesia dalam wadah dan ikatan Negara kesatuan republik Indonesia.
Sebagai sebuah ideology, pancasila memenuhi kriteria sebagai ideologi terbuka. Nilai-nilai bers
umber pada budaya dan masyarakat Indonesia. Nilai dasar pancasila tidak bisa langsung diope
rasionalkan, tetapi perlu dijabarkan kedalam nilai operasional. Sumber semangat yang menjadi
kan pancasila sebagai ideologi terbuka terdapat dalam penjelasan UUD 1945 yang berbunyi.”
Terutama bagi Negara baru dan Negara muda, lebih baik hukum dasar tertulis itu hanya memu
at aturan pokok, sedangkan aturan-aturan yang menyelenggarakan aturan pokok itu diserah
kan kepada UU yang lebih mudah cara membuat, mengubah dan mencabutnya.

Sebagai suatu ideologi yang menjadi arah perjalanan Negara republik Indonesia, pancasila tida
k menjadi ideologi yang tertutup dan tidka mau menerima penafsiran baru. Jika hal tersebut te
rjadi maka pancasila akan menjadi semacam “agama“ sehingga akan sangat membahayakan
bagi bangsa. Oleh karena itu, pancasila harus menjadi ideologi terbuka. Ideologi terbuka memi
liki unsur fleksibilitas. Unsur ini mencerminkan adanya kemampuan ideologi pancasila untuk
menyesuaikan diri dengan pertumbuhan dan perkembangan masyarakatnya. Sebagai ideologi
terbuka, pancasila tidak bersifat kaku dan tertutup terhadap pemikiran dan pengembagan.
Pancasila hendaknya bersifat aktual, dinamis, antisipatif, dan mampu menyesuaikan diri deng
an dinamika perkembangan zaman, ilmu pengetahuan, dan teknologi, serta perkembangan
masyarakat.
Keterbukaan ideologi pancasila ada ketentuan yang tidak dapat dilanggar, yaitu:
1. Stabilitas nasional yang dinamis.
2. Larangan terhadap ideology marxisme, leninisme, komunisme.
3. Mencegah berkembangnya paham liberalisme.
4. Larangan terhadap pandangan ekstrem yang menggelisahkan kehidupa masyarakat.
5. Penciptaan norma batu harus melalui konsesus.

Pancasila memiliki cita – cita moral dan merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia.
Sebagai ideologi terbuka, Pancasila juga memiliki fleksibel dan kelenturan kepekaan kepada pe
rkembangan jaman. Sehingga nilai – nilai Pancasila tidak akan berubah dari zaman ke zaman.
Dan Pancasila harus memiliki kesinambungan atau saling interaksi dengan masyarakatnya. Ma
ka, apa yang menjadi tujuan negara dapat tercapai tanpa ada nya pertentangan. Semua orang
tanpa terkecuali harus mengerti dan paham betul tentang tujuan yang ada dalam Pancasila ter
sebut. Dengan demikian secara ideal konseptual, Pancasila adalah ideologi, kuat, tangguh, ber
mutu tinggi dan tentunya menjadi acuan untuk semangat bangsa Indonesia.

Bukti Pancasila adalah ideologi terbuka :
- Pancasila memiliki pandangan hidup dan tujuan serta cita – cita masyarakat Indonesia.
- Tekad untuk mengembangkan kekreatifitasan dan dinamis untuk mencapai tujuan nasional.
- Pengalaman sejarah bangsa Indonesia.
- Terjadi atas dasar keinginan bangsa ( masyarakat ) Indonesia sendiri tanpa campur tangan atau
paksaan dari sekelompok orang.
- Isinya tidak operasional.
- Menginspirasikan kepada masyarakat agar bertanggung jawab sesuai dengan nilai – nilai Pancasila.
- Menghargai pluralitas, sehingga dapat diterima oleh semua masyarakat yang memiliki latar belakang
dan budaya yang berbeda.

Pancasila dikatakan sebagai ideologi terbuka karena pancasila mengandung nilai-nilai yang
dinamis. Nilai dasar pancasila itu tercantum dalam pembukaan UUD 1945 Alinea I, II, III, dan
IV. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 adalah fondamen penting
dalam kehidupan bangsa indonesia. Nilai-nilai dasar pancasila adalah :
1. Nilai ketuhanan (religiusitas)
Nilai religius adalah nilai yang berkaitan dengan keterkaitan individu dengan sesuatu yang di
anggapnya memiliki kekuatan sakral, suci, agung dan mulia.
2. Nilai kemanusiaan (moralitas)
Kemanusiaan yang adil dan beradab, adalah pembentukan suatu kesadaran tentang keteratu
ran, sebagai asas kehidupan, sebab setiap manusia mempunyai potensi untuk menjadi manu
sia sempurna, yaitu manusia yang beradab.
3. Nilai persatuan (kebangsaan) Indonesia
Persatuan adalah gabungan yang terdiri atas beberapa bagian, kehadiran Indonesia dan bang
sanya di muka bumi ini bukan untuk bersengketa.
4. Nilai permusyawaratan dan perwakilan
Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan hidup berdampingan dengan orang lain,
dalam interaksi itu biasanya terjadi kesepakatan, dan saling menghargai satu sama lain atas
dasar tu juan dan kepentin gan bersama.
5. Nilai keadilan sosial
Nilai keadilan adalah nilai yang menjunjung norma berdasarkan ketidakberpihakan, keseim
bangan, serta pemerataan terhadap suatu hal.


Pancasila sebagai ideologi tertutup

Ideologi tertutup merupakan suatu sistem pemikiran tertutup. Ideologi tertutup ini bukan cita-cita
yang sudah hidup dalam masyarakat, melainkan cita-cita suatu kelompok orang yang mendasari suatu
program untuk mengubah dan membaharui masyarakat. Ideologi tertutup adalah ajaran atau
pandangan dunia atau filsafat yang menentukan tujuan-tujuan dan norma-norma politik dan
sosial, yang dinyatakan sebagai kebenaran yang tidak boleh dipersoalkan lagi, melainkan harus
dipatuhi. Ideologi tertutup merupakan suatu sistem pemikiran tertutup. Ideologi tertutup ini bukan
cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat, melainkan cita-cita suatu kelompok orang yang
mendasari suatu program untuk mengubah dan membaharui masyarakat.

Jadi, ciri khas ideologi tertutup adalah bahwa betapapun besarnya perbedaan antaran tuntutan
berbagai ideologi yang mungkin hidup dalam masyarakat itu, akan selalu ada tuntutan mutlak bahwa
orang harus taat kepada ideologi tersebut. Tuntutan ketataan itu mutlak, dan orang tidak diizinkan
untuk mempersoalkannya lagi, misalnya berdasarkan hati nuraninya, tanggung jawabnya atas hak-hak
asasinya. Sebaliknya, baik-buruknya pandangan yang muncul dan berkembang dalam
masyarakat dinilai sesuai tidaknya dengan ideologi tersebut. Dengan sendirinya ideologi
tertutup tersebut harus dipaksakan berlaku dan dipatuhi masyarakat oleh elit tertentu, yang
berarti bersifat otoriter dan dijalankan dengan cara yang totaliter.

Ideologi Tetutup ciri – cirinya, yaitu :
1. Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
2. Bukan berupa nilai dan cita-cita.
3. Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku.
4. Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak.
5. Tidak bersumber dari masyarakat. Melainkan dari pikiran elit yang harus dipropagandakan
kepada masyarakat.
Tidak hanya menentukan kebenaran nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar saja, tetapi juga
menentukan hal-hal yang bersifat konkret operasional.


Ciri – ciri dari nilai – nilai ideologi tertutup adalah :
Nilai-nilai dan cita-cita dihasilkan dari pemikiran individu atau kelompok yang berkuasa dan
masyarakat berkorban demi ideologinya, menolak reformasi.
Hubungan rakyat dan penguasa dari nilai tertutup adalah :
Masyarakat harus taat kepada ideology elit penguasa, totaliter.

Ideologi tertutup bersifat Dogmatis dan Apriori, dogmatis berarti mempercayai suatu keadaan
tanpa data yang valid, sedangkan apriori , yaitu berprasangka terlebih dahulu akan suatu
keadaan. ideologi tertutup tersebut dipaksakan berlaku dan dipatuhi oleh masyarakat yang di
atur oleh masyarakat elit tertentu atau kelompok masyarakat , yang berarti bersifat otoriter
dan dijalankan dengan cara yang totaliter. bersifat totaliter berarti menyangkut seluruh aspek
kehidupan.

Baik-buruknya pandangan yang muncul dan berkembang dalam masyarakat dinilai sesuai
tidaknya dengan ideologi tersebut. Dengan sendirinya ideologi tertutup tersebut harus
dipaksakan berlaku dan dipatuhi masyarakat oleh elit tertentu, yang berarti bersifat otoriter
dan dijalankan dengan cara yang totaliter. Contoh paling baik dari ideologi tertutup adalah
Marxisme-Leninisme. Ideologi yang dikembangkan dari pemikiran Karl Marx yang dilanjutkan
oleh Vladimir Ilianov Lenin ini berisi sistem berpikir mulai dari tataran nilai dan prinsip dasar
dan dikembangkan hingga praktis operasional dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara.

Ideologi Marxisme-Leninisme meliputi ajaran dan paham tentang (a) hakikat realitas alam
berupa ajaran materialisme dialektis dan ateisme; (b) ajaran makna sejarah sebagai
materialisme historis; (c) norma-norma rigid bagaimana masyarakat harus ditata, bahkan
tentang bagaimana individu harus hidup; dan (d) legitimasi monopoli kekuasaan oleh
sekelompok orang atas nama kaum proletar.

Ideologi terbuka yang menerima perubahan dan ideologi tertutup yang cenderung tertutup dan
menolak perubahan dari luar. Meskipun begitu kita tidak dapat menilai bahwa ideologi terbuka lebih
baik dari ideologi tertutup ataupun sebaliknya. Karena belum tentu perubahan yang diterima dari luar
itu adalah sesuatu yang baik dan belum tentu juga sifat tertutup juga bisa memberikan ideologi yang
bisa selalu sejalan dengan dunia modern. Yang terpenting adalah bagaimana kesadaran dari
masyarakat suatu bangsa dalam mengelola ideologi tersebut.

Dari arti kedua Ideologi ini, perbedaannya adalah Ideologi terbuka bersifat inklusif, tidak
totaliter dan tidak dapat dipakai melegitimasi kekuasaan sekelompok orang, artnya bahwa
sistem ini bersifat demokratis dan terbuka, sedangkan Ideologi tertutup bersifat otoriter
(negara berlaku sebagai penguasa) dan totaliter, arti dari totaliter itu sendiri adalah bahwa
pemerintahan dengan kekuasaannya mempunyai hak mutlak untuk mengatur di segala bidang
aspek yang ada.